Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir

3.893 item publik

Publikasi

Halaman 97 dari 195

PROSES PEMBELAJARAN TEKNIK DASAR SERVIS BACKHAND DALAM PERMAINAN BULU TANGKIS DI SD GMIT 07 OEBUFU

NYMBERT LUCKITMAN NULLIK
2023 · Thesis · Open Access

ABSTRAK PROSES PEMBELAJARAN TEKNIK DASAR SERVIS BACKHAND DALAM PEMBELAJARAN BULU TANGKIS DI SD GMIT 07 OEBUFU Nymbert Luckitman Nullik1* , David Loba2 , Fredik E. Nope3 1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia email. [email protected] Latar belakang: Fakta yang di temui di SD GMIT 07 OEBUFU adalah siswa/i belum memahami teknik dsar servis backhand Mempertimbangkan tingkat kemampuan siswa dalam menerima materi pembelajaran bulu tangkis, perlu adanya media pembelajaran khususnya dalam pembelajaran permainan bulutangkis yang dapat membuat peserta didik lebih tertarik mengikuti pembelajaran dan tidak merasa bosan pada saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Media pembelajaran tersebut berupa model-model pengembangan pembelajaran teknik permainan bulutangkis tentunya yang disesuaikan dengan peserta didik dan lingkungan sekolah. Tujuan penelitian: Berkaitan dengan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang proses pembelajaran teknik dasa servis Bakhand dalam permainan bulu tangkis. Metode penelitian: Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif Hasil dan pembahasan: Presentase proses pembelajaran teknik dasar servis backhand yang ditunjukan siswa rata-rata baik sekali. Hal tersebut menunjukkan bahwa nilai proses pembelajaran yang dicapai yaitu 82,5%. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan berkaitan dengan proses pembelajaran teknik dasar servis backhand dalam permainan bulu tangkis maka secara umum proses tersebut berada dalam katagori memuaskan, dimana berdasarkan proses pembelajaran servis backhand keterampilan yang ditunjukan siswa rata-rata baik sekali.Hasil yang ditunjukan tersebut didukung oleh catatan lapangan berdasarkan eksperimen yang telah peneliti lakukan dengan pengukuran proses pelaksanaan servis backhand dengan predikat penilaian melalui 5 katagori nilai siswa menunjukan penampilan gerak yang sangat baik pada proses servis backhand. Simpulan: Hasil penelitian tersebut diatas dapat disimpulkan kemampuan teknik dasar servis backhand siswa kelas IVC dapat dikategorikan sangat baik. Hal ini dilihat dari pelaksnaan yang dilakukan peneliti bahwa siswa saat mengikuti proses pembelajaran dengan menonton video tutorial teknik dasar servis bachhand dapat dilakukan dengan sangat baik. Katakunci: Proses pembelajaran; Bulu tangkis

PENGARUH INOVASI PRODUK DAN ORINTASI PASAR TERHADAP KINERJA PENJUALAN PADA HOME INDUSTRI SANGGAR TENUN IKAT PETRA CILIK KUPANG

NATHASYA ELLSY PRISCILLA LOAK
2023 · Thesis · Open Access

Perumusan masalah yang di ajukan adalah bagaimana kinerja penjualan pada Sanggar Tenun Ikat Petra Cilik Kupang. tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana inovasi produk dan orientasi pasar berpengaruh terhadap kinerja penualan pada Sanggar Tenun Ikat Petra Cilik Kupang selama 5 tahun terakhir. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa tabel output SPSS diketahui nilai signifikan (Sig) variabel inovasi produk (x1) adalah sebesar 0,024 yang artinya H1 atau hipotesis pertama ditolak, atau pengaruh inovasi produk (x1) secara simultan berpengaruh terhadap kinerja penjualan. Berdasarkan tabel output SPSS diketahui nlai signifikan (Sig) variabel orientasi pasar (x2) adalah sebesar 0,862 yang artinya H2 atau hipotesis kedua di tolak. Artinya ada pengaruh signifikan orientasi pasar (x2) terhadap kinerja penjualan. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa pengaruh inovasi produk dan orientasi pasar memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja pemasaan. Saran yang diberikan peneliti bagi Sanggar Petra Cilik Kupang agar mempertahankan dan meningkatkan kinerja penjualan terhadap tenun ikat, maka sanggar dapat memperoleh laba yang maksimal. Adapun yang harus dilakukan yaitu dengan meningkatkan sikap dan kepercayaan terhadap konsumen. Bagi peneliti selanjutnya, hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna sebagai acuan untuk penelitian selanjutnya, agar melakukan penelitian lanjutan dengan menggunkan variabel lainnya yang tidak diteliti oleh penulis, seperti jasmaniah dan psikologis dan lainnya

PENGARUH MANAJAMEN ASET TERHADAP OPTIMALISASI ASET TETAP DAERAH DI PROVINSI NTT ( STUDI KASUS PADA BADAN PENDAPATAN DAN ASET DAERAH)

DISTY REGINA SUMINTORO
2023 · Thesis · Open Access

ABSTRAK PENGARUH MANAJAMEN ASET TERHADAP OPTIMALISASI ASET TETAP DAERAH DI PROVINSI NTT (STUDI KASUS PADA BADAN PENDAPATAN DAN ASET DAERAH) Penelitian ini dilakukan pada Badan Pendapatan Dan Aset Daerah Provinsi NTT. Subyek dalam penelitian ini adalah responden bagian Aset dan seluruh pegawai Pada Kantor badan Pendapatan Dan Aset Daerah sebagai obyek penelitian. Adapun persoalan dalam penelitian ini adalah apakah manajemen aset berpengaruh terhadap optimalisasi daerah di Provinsi NTT. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Pengaruh manajemen Aset Terhadap Optimalisasi Aset Tetap Daerah Di Provinsi NTT. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif yang dilaksanakan dan teknik pengumpulan data menggunakan metode kuesioner. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 31 orang. Data yang diperoleh diolah menggunakan SPSS, dalam penelitian ini menggunakan SPSS 25 for windows. Variabel dalaam peneltian adalah manajemen aset dan optimalisasi aset. Manajemen aset digunakan untuk membantu BPAD (Badan Pendapatan Dan Aset Daerah dalam mengambil keputusan yang tepat dan mengatasi permasalahan di lingkungan pemerintah agar mencapai penggunaan serta pemanfaatan secara optimal. Optimalisasi aset bertujuan untuk mengoptimalkan potensi fisik setiap aset-aset yang dimiliki dan meningkatkan ketercapaian dari suatu tujuan yang diharapkan sesuai dengan kriteria yang sudah di terapkan. Hasil penelitian melalui perhitungan analisis linear sederhana menunjukkan bahwa manajemen aset dikatakan berpengaruh positif terhadap opotimalisasi aset diketahui nilai konstanta sebsar 8,488 dan koefisien regresi Manajemen aset 0.188. Hasil penelitian ini menggunakan uji T atau Parsial menunjukkan bahwa manajemen aset berpengaruh signifikan terhadap optimalisasi dengan tingkat signifikan sebesar 0.002 a5% atau 0,05 dan t hitung sebesar 3,409 yang berarti bahwa t hitung > lebih besar dari t tabel. Kata Kunci: Manajemen Aset, Optimalisasi Aset pada Badan Pendapatan Dan Aset Derah.

PENGARUH LINGKUNGAN KERJA FISIK DAN LINGKUNGAN KERJA NON FISIK TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA BIRO ORGANISASI SETDA PROVINSI NTT

MARIA EFRINA SHINDY RIANGDULI
2023 · Thesis · Open Access

ABSTRAK PENGARUH LINGKUNGAN KERJA FISIK DAN LINGKUNGAN KERJA NON FISIK TERHADAO KINERJA PEGAWAI PADA BIRO ORGANISASI SETDA PROVINSI NTT Sumber daya manusia adalah asset yang paling berharga dimiliki oleh Organisasi, instansi dan perusahaan, sebab keberadaan sumber daya manusia sangat menentukan terhadap dinamisasi mobilisasi instansi. Oleh karena itu banyak organisasi yang berusaha meningkatkan kualitas sumber dayanya untuk memaksimalkan dukungan dalam aktivitas pekerjaannya. Salah satu aspek utama manajemen sumber daya manusia adalah pengukuran kinerja pegawai. Yang dimana pengukuran kinerja yang baik adalah yang dapat mendukung suatu pegawai untuk mencapai tujuan organisasi atau instansi yang optimal. Kinerja adalah hasil kerja yang dicapai oleh seseorang atau sekelompok orang dalam suatu instansi, sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing, dalam rangka upaya mencapai tujuan organisasi bersangkutan secara legal, tdak melanggar hkum dan sesuai dengan norma dan etika. Kinerja pegawai merupakan hasil kerja atau perilaku kerja yang telah dicapai dalam menyelesaikan tugas-tugas dan tanggung jawab yang diberikan dalam satu periode (Kasmir, 2016:182). Kinerja pegawai memang menjadi fokus perhatian pemerintah dan seluruh departemen perusahaan. Perhatian yang begitu besar terhadap masalah kinerja dapat dipahami karena menyangkut efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya manusia dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh suatu perusahaan atau instansi. Dalam meningkatkan kinerja sumber daya manusia didalam suatu organisasi atau instansi factor lingkungan menjadi sangat berpengaruh. Lingkungan kerja dapat dianggap sebagai tempat ataupun lokasi interaksi seluruh pegawai dalam bekerja baik secara personal atau kelompok. Lingkungan kerja berpengaruh terhadap kondisi diri para pegawai dalam menjalankan tugas-tugas dan menyelesaikan tuga-tugas tersebut dengan efisien dan efektif. Menurut Judith (2016: 183) lingkungan kerja yang baik sangat berpengaruh dan diharapkan untuk dapat meningkatkan kinerja pegawai dalam instansi tersebut. Selanjutnya menurut Sedarmayanti (2009:22) menyatakan lingkungan kerja dibagi menjadi 2 yaitu lingkungan kerja fisik dan lingkungan kerja non fisik yang terdapat disekitar tempat kerja dimana dapat mempengaruhi pegawai baik secara langsung maupun tidak langsung. Lingkungan kerja fisik merupakan suatu keadaan lingkungan kerja dalam bentuk material dan berpengaruh terhadap kinerja pegawai. Adapun lingkungan kerja fisik adalah suatu unsur yang harus didayagunakan oleh suatu instansi sehingga menimbulkan rasa nyaman (Joseph, 2016) Lingkungan kerja non fisik merupakan semua keadaan yang terjadi yang berkaitan dengan hubungan kerja baik hubungan kerja dengan atasan dan bawahan ataupun sesama rekan kerja. Berdasarkan penjelasan diatas tersebut maka dalam penelitian ini peneliti akan membahas lingkungan kerja fisik dan lingkungan kerja non fisik terhadap kinerja pegawai pada Biro Organisasi Setda Provinsi NTT. Dalam penelitian ini metode yang digunakan kuantitatif. Populsai dan sampel dalam penelitian ini pegawai berjumlah 35 orang dilakukan penentuan sampel mengunakan random sampling maka sampel berjumlah 34 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebar kuesioner pada responden. Teknik analisis data yang peneliti gunakan pada penelitian ini untuk mengetahui pengaruh lingkungan kerja fisik dan lingkungan kerja non fisik terhadap kinerja. Peneliti menggunakan menggunakan Analisis Regresi Linear Berganda, Uji Parsial (Uji T), dan Uji simultan dan Uji Koofisien Determinasi (R2). Dari hasil penelitian yang dilakukan, peniliti dapat menimpulkan bahwa secara Parsial lingkungan kerja fisik berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada Biro Organisasi Setda Provinsi NTT. Sedangkan secara Simultan lingkungan kerja fisik dan lingkungan kerja non fisik berpengaruh positif dan signifikan secara bersama-sama terhadap kinerja pegawai pada Biro Organisasi Setda Provinsi NTT. Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil penguji yang didapati dari hasil analisis regresi linear berganda dengan konstanta a 14,374 sedangkan koofisien regresi linear berganda b1 = 0,237 dan b2 = 0,471. Dengan begitu persamaan regresi linear berganda yang memperlihatkan pengaruh lingkunag kerja fisik (X1) dan lingkungan kerja non fisik (X2) terhadap kinerja pegawai (Y) adalah sebagai berikut : 14,376 + 0,237 (X1) + 0,471(X2) + e. selain itu hasil Uji Hipotesis pertama yaitu ada variable lingkungan kerja fisik (X1) terhadap variabel kinerja pegawai (Y) ditemukan T hitung = 3,569 lebih besar dari t table = 2,040 dan tingakt signifikan = 0,001. Oleh karena itu nilai Sig. 0,05 maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1 ≠0) diterimah yaitu variabel lingkungan kerja fisik (X1) berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap kinerja pegawai (Y). Berikut hasil Uji Hipotesi kedua yaitu ada pengaruh lingkungan kerja non fisik (X2) terhadap kinerja peagwai (Y). Diketahui bahwa variabel lingkungan kerja non fisik (X2) ditemukan T hitung = 2 879 lebih besar dari T table 2,040 dan tingakn Sig. 0,007. Oleh karean itu nilai Sig. 0,05 maka Ho (b1=1) ditolak dan Ha (b2 ≠0) diterima yaitu variabel lingkungungan kerja non fisik (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel kinerja pegawai (Y). untuk hasil uji F didapati F hitung = 10,153 lebih besat dari F tabel = 3,30 dan tingkat Sig. = 0,000 oleh karena itu nilai Sig. 0,05 maka Ho (b1 =0) ditolak dan Ha (b2 ≠ 0) diterima artinya variabel lingkungan kerja fisik (X1) dan lingkungan kerja non fisik (X2) berpengaruh positif dan signifikan secara simultan terhadap variabel kinerjs pegawai (Y). dan terakhir berdasarkan perolehan hasil Uji koofisien determinasi (R2) adalah 0,396 atau 39,6%. Hal ini berartinbesar pengaruhnya lingkungan kerja fisik dan lingkungan kerja non fisik terhadap kinerja adalah 39,6%. Sedangkan pengaruh sebesar 60,4% disebabkan oleh factor lain. Kata Kunci : Lingkungan kerja fisik, Lingkungan Kerja Non Fisik, Kinerja Pegawai

PENGARUH PENEMPATAN KERJA, PENGEMBANGAN KARIR DAN KREATIVITAS KERJA PEGAWAI TERHADAP PRESTASI KERJA PEGAWAI PADA DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG KOTA KUPANG

ANGGRI OKTOVIANUS LAPE
2023 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Pengaruh Penempatan Kerja, Pengembangan Karir Dan Kreativitas Kerja Pegawai Terhadap Prestasi Kerja Pegawai Pada Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang Kota Kupang Dalam meningkatkan prestasi kerja karyawan, pihak manajemen perusahaan harus dapat memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi naik turunnya prestasi kerja karyawan. Adapun program dan kebijakan perusahaan pada bidang sumber daya manusia merupakan peranan yang sangat penting dalam menentukan prestasi kerja karyawan. Salah satu kebijakan yang dapat mempengaruhi prestasi kerja karyawan adalah pengembangan karir dan penempatan kerja (Puspitasari, Djali, & Pambelum,2015). Salah satu cara yang dapat dilakukan suatu organisasi atau instansi pemerintah untuk menjaga dan memelihara sumber daya manusia yang dimiliki yaitu dengan cara penempatan kerja dan pengembangan karir. Penempatan pegawai ini dilakukan untuk mendapatkan tenaga kerja yang sesuai dengan apa yang diharapkan baik secara ideal. Hal ini penting mengingat penempatan pegawai pada suatu kedudukan akan mempengaruhi terhadap pelaksanaan pekerjaan. Tidak jauh dari pentingnya penempatan kerja, pengembangan karir juga merupakan salah satu kunci meraih kinerja kerja yang optimal dari setiap pegawai, baik kreativitas dan prakarsanya akan berkembang. Pengembangan karir berkaitan dengan penyusunan jalur karir yang merupakan urut-urutan posisi (jabatan) yang mungkin diduduki oleh seorang pegawai mulai dari tangkat terendah hingga tingkat teratas dalam struktur organisasi. Prabowo dan Herawati (2007), mengutarakan bahwa prestasi kerja lebih merupakan tingkat keberhasilan yang digapai karyawan untuk mengetahui sejauh mana karyawan mencapai hasil kerja yang diukur atau dinilai. Hasil kerja juga merupakan Penempatan kerja adalah proses pemberian tugas dan pekerjaan kepada karyawan yang lulus seleksi untuk dilaksanakan sesuai ruang lingkup yang telah ditetapkan, serta mampu mempertanggung jawabkan segala resiko dan kemungkinan-kemungkinan yang terjadi atas tugas dan pekerjaan, wewenang, serta tanggung jawabnya (Sastrohadiwiryo,2001). Berdasarkan penjelasan diatas tersebut maka dalam penelitian ini peneliti akan membahas Penempatan kerja, pengembangan karir dan kreativitas kerja pegawai terhadap prestasi kerja pegawai pada Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang Kota Kupang. Dalam penelitian ini metode yang digunakan peneliti adalah metode kuantitatif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah pegawai pada Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang Kota Kupang berjumlah 42 orang dan sampel pada penelitian ini diprioritaskan pegawai berjumlah 42 orang dan dilakukan penentuan sampel menggunakan rumus slovin maka sampel pada penilitian ini berjumlah 30 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada responden. Teknik analisis data yang peneliti gunakan pada penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penempatan kerja, pengembangan karir dan kreativitas kerja pegawai terhadap prestasi kerja, peneliti menggunakan Uji Analisis Regresi Linear Berganda, Uji Parsial (Uji T), Uji Stimultan dan Uji Koefisien Determinasi (R2). Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil pengujian yang didapati dari hasil analisis regresi linear berganda dengan konstanta a sebesar 57.399 sedangkan regresi X1= -0,377, X2= -0,016 dan X3 = -0,275. Dengan demikian persamaan regresi linear berganda yang memperlihatkan pengaruh penempatan kerja(X1), pengembangan karir(X2) dan kreativitas kerja pegawai(X3) terhadap prestasi kerja adalah sebagai berikut : Y =57.399 -0,377 X1 -0,016 X2 -0,275 X3 + e. Selain itu hasil Uji Hipotesis pertama yaitu tidak ada pengaruh variabel penempatan kerja (X1) terhadap variabel prestasi kerja(Y). Diketahui bahwa untuk variabel penempatan kerja(X1) di temukan t hitung = -1.821 lebih kecil dari t tabel = 2,05183 maka Ho diterima dan Ha ditolak yaitu variabel penempatan kerja(X1) tidak berpengaruh terhadap variabel prestasi kerja pegawai(Y). Berikut hasil Uji hipotesis kedua yaitu tidak ada pengaruh pengembangan karir(X2) terhadap prestasi kerja pegawai(Y) diketahui bahwa variabel pengembangan karir(X2) ditemukan t hitung = -0,076 lebih kecil dari t tabel = 2,05183 maka Ho diterima dan Ha ditolak yaitu variabel pengembangan karir(X2) memiliki pengaruh negatif terhadap prestasi kerja (Y). Sedangkan hasil uji hipotesis ketiga yaitu tidak ada pengaruh kreativitas kerja pegawai(X3) terhadap prestasi kerja pegawai(Y). Diketahui bahwa variabel kreativitas kerja pegawai(X3) ditemukan t hitung = -1,173 lebih kecil dari t tabel = 2,05183 maka Ho diterima dann Ha ditolak yaitu variabel kreativitas kerja pegawai(X3) tidak berpengaruh terhadap prestasi kerja(Y). untuk hasil Uji F didapati F hitung = 1.165 lebih kecil dari F tabel = 3,35 maka Ho diterima dan Ha ditolak artinya variabel penempatan kerja(X1), pengembangan karir(X2) dan kreativitas kerja pegawai(X3) tidak berpengaruh terhadap prestasi kerja pegawai(Y). Dan terakhir berdasarkan hasil uji koefisien determinasi diperoleh nilai R Square Adjusted adalah = 0,017 atau 17%. Hal ini berarti kontribusi dari variabel penempatan kerja, pengembangan karir dan kreativitas kerja pegawai terhadap prestasi kerja pegawai adalah = 17%. Sedangkan sisanya 83% oleh variabel lain diluar yang tidak diteliti. Kata kunci :Penempatan Kerja, Pengembangan Karir, Kreativitas Kerja Pegawai, Prestasi Kerja Pegawai.

PENGARUH KEDISIPLINAN DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA PAGAWAI KANTOR DESA KAUNIKI, KECAMATAN TAKARI, KABUPATEN KUPANG

DEVI TAMELAB
2023 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Skripsi berjudul “Pengaruh Kedisiplinan dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Kantor Desa Kauniki Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang” Penelitian ini bertujuan untuk : 1) mengetahui pengaruh kedisiplinan terhadap kinerja pegawai kantor Desa Kauniki, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang. 2) mengetahui pengaruh Lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai kantor Desa Kauniki, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang. 3) mengetahui pengaruh kedisiplinan dan lingkungan kerja secara bersama-sama terhadap kinerja pegawai Kantor Desa Kauniki, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang . Penelitian ini merupakan penelitian regresi linear beganda. Sampel yang digunakan adalah pegawai Kantor Desa Kauniki, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang sebanyak 33 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : displin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, dengan kata lain bahwa Ha1 diterima. Lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai, dengan kata lain bahwa H0 diterima. Disiplin kerja, lingkungan kerja dalam penelitian ini berhasil membuktika dengan Uji T digunakan untuk menguji apakah variabel independen yaitu disiplin kerja (X1) dan lingkungan kerja (X2) mempunyai pengaruh yang positif atau signifikan terhadapan variabel dependen yaitu kinerja kerja (Y). Kaidah pengambilan keputusan dalam uji t dengan menggunakan SPSS dengan tingkat signifikasi yang ditetapkan adalah 5%, adalah:  Jika nilai signifikasi > 0,05 maka H0 diterima dan H1 ditolak, dimana variabel bebas tidak dapat menjelaskan variabel terikat atau tidak ada pengaruh antara variabel yang diuji.  Jika nilai signifikasi 0,05 maka H0 ditolak dan H1 diterima, dimana variabel bebas dapat menjelaskan variabel terikat atau ada pengaruh antara variabel yang diuji. Tabel "Unstandardized Coefficients" memberikan informasi tentang persamaan regresi yaitu seberapa besar variabel Disiplin Kerja (X1) dan variabel Lingkungan Kerja (X2) memprediksi terhadap variabel Kinerja Karyawan (Y). Adapun rumus persamaan regresi dalam analisis atau penelitian ini adalah sebagai berikut: Y= a + b1X1 + b2X2 + e atau Y = 4,827 + 0,497 (X1) + 0,110 (X2) +e. Konstanta sebesar 4.827 persen memiliki pengertian bahwasanya jika variabel disiplin kerja (X1) dan variabel. lingkungan kerja (X2), nilainya adalah 0, maka kinerja pegawai (Y) memiliki persentase sebesar 4, 827 persen. Koefisien regresi disiplin kerja X1 = 0,497, artinya bahwa apabila disiplin kerja naik 1, maka akan meningkatkan kinerja pegawai sebesar 0,497. Koefisien bernilai positif artinya terjadi hubungan yang positif antara variabel disiplin kerja (X1) dengan kinerja pegawai (Y) dimana semakin naik variabel disiplin kerja (X1) maka akan semakin meningkatkan kinerja pegawai (Y). Koefisien regresi lingkungan kerja X2 = 0,110 artinya bahwa, apabila lingkungan kerja naik 1 maka akan meningkatkan kinerja pegawai 0,110 persen. Koefisien bernilai positif artinya terjadi hubungan yang positif antara variabel lingkungan kerja (X2) dengan tingkat kinerja pegawai (Y) dimana semakin naik variabel lingkungan kerja (X2) maka semakin meningkatkan kinerja pegawai (Y). Kata Kunci : Kedisiplinan, Lingkungan kerja dan Kinerja Pegawai

PENGARUH PERILAKU PEMIMPIN DAN KESESUAIAN PENEMPATAN KERJA TERHADAP PRESTASI KERJA KARYAWAN PADA PT.BARELANG KARYA KOTA KUPANG

YUYUN VIRENSA EBA
2023 · Thesis · Open Access

ABSTRAK PENGARUH PERILAKU PEMIMPIN DAN KESESUAIAN PENEMPATAN KERJA TERHADAP PRESTASI KERJA KARYAWAN PADA PT.BARELANG KARYA KOTA KUPANG Sumber daya manusia merupakan salah satu komponen penting dalam menunjang keberhasilan suatu perusahaan. Diera globalisasi saat ini, dimana perkembangan dunia usaha saat ini semakin pesat, suatu perusahaan diuntut memiliki kredibilitas yang tanggu agar dapat bersaing dengan perusahaan lainnya. Tidak mudahh menciptkan kredibilitas yang tangguh dalam suatu perusahaan, karna banyak sekali syarat yang harus dipenuhi oleh suatu perusahaan agar dapat dikatakan memiliki kredibilitas, salah satu poin penting yang harus dimiliki adalah pengelolaan sumber daya manusia perusahaan tersebut secara efektif dan efesien. Koesmono (2007:30) mengungkapkan bahwa keberadaan seorang pemimpin dalam organisasi di butuhkan untuk membawa organisasi kepada tujuan yang telah ditetapkan pemimpin biasanya menerapkan gaya kepemimpinan tertentu untuk mempengaruhi kinerja karyawan. Gomes (2013) mengemukakan bahwa penempatan merupakan salah satu fungsi terpenting dalam manajemen sumber daya manusia, tepat tidaknya seseorang di tempatkan pada suatu posisi tertentu tergantung pada penempatan, jika fungsi penempatan tidak dilaksanakan ddengan baik maka dengan sendirinya berakibat fatal terhadap pencapaian tujuan organisasi. Menurut Hasibuan (2011:94) prestasi kerja adalah suatu hasil kerja yang di capai seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas yang di bebankan kepadanya yang di dasarkan atas kecakapan, pengalaman, kesungguhan serta waktu. Menurut Umi Narimawati (2008:161) populasi adalah unit yang menjadi target penelitian yang ditetapkan oleh peneliti. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini seluruh karyawan Pt. Barelang Karya kota kupang yang berjumlah 36 orang. Berdasarkan hasil uji t hitung pada aplikasi SPSS dapat diketahui bahwa nilai t hitung sebesar 2.972 dan nilai t tabel 2.037 dengan tingkat signifikan sebesar 0,005. Karena nilai t hitung 2.972>2.037. Maka dapat disimpulkan bahwa Kesesuaian penempatan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi kerja karyawan. Dengan demikian maka H0 ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan hasil uji F hitung pada aplikasi SPSS dapat diketahui bahwa nilai 𝐹ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 sebesar 47.184 dan nilai 𝐹𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 3,28 dan tingkat signifikannya adalah sebesar 0,000. Karena nilai 𝐹ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 58.872>3,28. Maka dapat disimpulkan bahwa Perilaku Pemimpin (X1) dan Kesesuaian Penempatan kerja (X2) secara simultan berpengaruh terhadap Prestasi kerja karyawan. dengan besarnya koefisien determinasi (R2) totalnya. Hasil hitung menggunakan SPSS di peroleh nilai R= 0,884 Nilai R Square=0,781 dan nilai Adjusted R Square=0,768 sehingga yang di pilih adalah nilai Adjusted R Square dengan besaran 0,781 atau 78,1% Hal ini berarti besarnya pengaruh Perilaku Pemimpin dan Kesesuaian Penempatan Kerja, terhadap Prestasi kerja karyawan 78,1% sedangkan sebesar 21,9% dipengaruhi oleh variabel- variabel lain yang ditidak diteliti dalam penelitian ini. Kata kunci : perilaku pemimpin, kesesuaian penempatan kerja, prestasi kerja karyawan

ANALISIS PENGARUH KUALITAS LAYANAN, HARGA DAN KELENGKAPAN PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KONSUMEN DI TOKO ENGKY MOTOR OESAPA KM.9

LIBERTA HENDERINA TANESIB
2023 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Analisis pengaruh Kualitas Layanan, harga dan Kelengkapan Produk Terhadapap Keputusan Pembelian Konsumen Di Toko Engky Motor Oesapa Km 9, Skripsi Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Pembimbing 1 (satu) Dr. Damaris Y. Koli, SE.,M.P dan pembimbing 2 (dua) Margarethy R. Mbado,SE.,MM Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Kualitas layanan, harga, dan kelengkapan produk terhadap keputusan pembelian konsumen penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah Konsumen yang berbelanja pada Toko Engky Motor Km 9 Konsep penelitian dalam skripsi ini adalah menganalisis pengaruh kualitas layanan, harga, dan kelengkapan produk terhadap keputusan pembelian konsumen. Menurut Kotler (2019) menyatakan bahwa kualitas layanan adalah bentuk penilaian konsumen terhadap tingkat pelayanan yang diterima dengan tingkat layanan yang diharapkan apabila layanan yang diterima atau dirasakan sesuai dengan yang diharapkan,maka kualitas layanan dipersepsikan baik dan memuaskan. Menurut Philip Kotler (2012) harga adalah jumlah uang yang harus dibayar pelanggan untuk produk yang akan dibeli. Menurut Joko Untoro (2010), definisi harga adalah kemampuan yang dimiliki suatu barang atau jasa, yang dinyatakan dalam bentuk uang. Menurut (Kurniawan & Krismonita, 2020:147) kelengkapan produk adalah berkaitan dengan kedalaman, lebar, kualitas produk yang disediakan ketersediaan produk ditoko. Penyediaan kelengkapan produk yang bagus bukan hanya memikat minat pembeli melainkan juga bisa berefek pada keputusan konsumen serta kemungkian besar bisa menjadi pelanggan tetap. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode kuesioner dengan teknik mentabulasi hasil penyebaran kuesioner dan menganalisis menggunakan analisis regresi linier berganda dengan alat bantu spss. Dari hasil penelitian ini menunjukan bahwa Kualitas layanan, harga dan kelengkapan produk berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen dengan nilai sig. 0,000 > 0,05 dan nilai thitung > ttabel (4.7321,661) untuk variabel kualitas layanan (X1) atau H0 ditolak dan Ha diterima, nilai sig. 0,001 > 0,05 dan nilai thitung > ttabel (2,274>1,661) untuk variabel Harga (X2) atau H0 ditolak dan Ha diterima, dan nilai sig. 0,000>0,05 dan nilai thitung > ttabel (3,3521,661) atau H0 ditolak dan Ha diterima. Kata kunci: Kualitas Layanan, Harga Kelengkapan produk, dan keputusan pembelian

PENGARUH PENAMBAHAN EKSTRAK DAUN PANDAN (Pandanus amaryllifolius) PADA PEMBUATAN CAKE : SEBUAH ULASAN TERKAIT

FANYUNAIDI SERANG
2023 · Thesis · Open Access

Masalah pangan tidak pernah berhenti dalam kehidupan manusia, karena manusia memerlukan makanan untuk mempertahankan hidupnya. Pemenuhan kebutuhan makanan tidak hanya sebatas makanan pokok saja tetapi juga makanan tambahan untuk melengkapi kekurangan gizi yang terdapat dalam makanan pokok. Makanan tambahan bisa berupa makanan kecil yang pada umumnya dimakan sebagai camilan atau sebagai teman untuk minum teh, seperti bolu, brownies, mandarin, cake dan lain-lain. Cake yang memiliki tekstur lembut, airy (ringan), spongy (berbusa), dan tampilan nya menarik. Bahan yang diperlukan dalam pembuatan cake adalah tepung terigu, telur, gula pasir, minyak sayur, garam, dan bahan pengembang. Bahan pelengkap Cake seperti: chocolate, cheese, buah, rempah, ekstra buah dan bahan pewarna tumbuhan seperti ekstrak daun pandan manfaat penelitian tentang penambahan ekstrak daun pandan (pandanus Amaryllifolius) pada pembuatan Cake. Penelitian ini lebih kepada riview dari beberapa peneliti sebelumnya tentang manfaat ekstrak daun pandan terhadap pembuatan cake.

PENGARUH PERBEDAAN JENIS TANAH DAN INTERVAL WAKTU PEMBERIAN AIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN TERUNG UNGU

MARTIN ALFIAN DA POREZ LABA WAHANG
2023 · Thesis · Open Access

PENGARUH PERBEDAAN JENIS TANAH DAN INTERVAL WAKTU PEMBERIAN AIR TERHADAP PERTUMBUAN DAN PRODUKSI TANAMAN TERUNG UNGU ABSTRAKSI Wahang. A. M *) Nainiti N.P.P.E **)) Makaborang. M. **))) Suatu penelitian ini dengan Pengaruh Jenis Tanah dan Interval Pemberian Air Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Terung Ungu telah dilaksanakan pada lahan di Desa Oemofa, Oefeto Timur pada tanggal 06, Oktober sampai dengan 07, Desember 2022. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan jenis tanah dan interval waktu pemberian air terhadap pertumbuhan dan hasil tanman terung ungu.. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan metode percobaan RAL. Dalam penelitian ini perlakuan jenis tanah memberikan pengaruh nyata tapi tidak signifikan pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun dan berat basah buah terhadap pertumbuhan dan hasil produksi tanaman terung ungu.Interval pemberian air berpengaruh sangat nyata terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah daun dan berat basah buah terhadap pertumbuhan dan hasil produksi tanaman terung ungu. Interval waktu pemberian air 1 liter / 1 hari pada tanah alluvial T1A1 menunjukan hasil tertinggi pada parameter tinggi tanaman 83,13 cm dan nilai rata-rata terendah 68,88 cm pada kombinasi perlakuan T2A2 di tanah mediteran dan interval waktu pemberian air 1 liter / 3 hari. Hasil analisis ragam menunjukan bahwa terjadi interaksi antara perlakuan pemberian air dan jenis tanah yang memberikan pengaruh nyata pada jumlah daun dengan parameter rata-rata jumlah daun tanaman tertinggi 35,50 helai pada kombinasi perlakuan T1A1 dan berat basah buah 196,18 gram pada kombinasi perlakuan T1A1. Kata kunci : Interval waktu pemberian air, Alluvial, Mediteran

PENGARUH LAMA WAKTU FERMENTASI SAMPAH ORGANIK RUMAH TANGGA DENGAN TEKNIK TAKAKURA DI DESA MATA AIR KECAMATAN KUPANG TENGAH KABUPATEN KUPANG

AYUB NONO BUKA
2023 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Pengaruh Lama Waktu Fermentasi Sampah Organik Rumah Tangga Dengan Teknik Takakura di Desa Mata Air Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang Buka .A*) Koehuan E, Jonatan.*) Lano. M. L.*) Program Studi Mekanisasi Pertanian Fakultas Teknoligi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang Sampah Dapat Menimbulkan Gangguan Sosial Ekonomi Dan Gangguan Kesehatan Selain Menimbulkan Pencemaran. Sampah Rumah Tangga Adalah Sampah Dari Kegiatan Sehari-Hari Dalam Rumah Tangga Yang Tidak Termasuk Sampah Spesifik Dan Tinja (Warjoto, Dkk. 2018). Pengomposan Dipandang Sebagai Salah Satu Cara Yang Tepat Untuk Mengatasi Permasalahan Sampah, Karena Pembuatannya Mudah Dan Murah. Berdasarkan Pengamatan Awal Yang Dilakukan, Diperoleh Sampah Organik Di Desa Mata Air Perhari Sebanyak 1-2 Kg. Bahkan Seringkali Yang Dihasilkan Perhari 4-5 Kg Dari Masing-Masing Rumah. Sampah Organik Dapat Diolah Dengan Teknik Pengomposan.Sampah Merupakan Salah Satu Permasalahan Di Indonesia, Seperti Yang Kita Ketahui Sampah Merupakan Sisa Kegiatan Sehari – Hari Manusia Dan/Proses Alam Yang Berbentuk Padat. Sampah Di Indonesia Dilihat Dari Komposisinya Sebagian Besar Adalah Sampah Hayati, Atau Secara Umum Dikenal Sebagai Sampah Organik. Sampah Organik Merupakan Sampah Yang Berasal Dari Sisa-Sisa Makanan Dan Sayur-Sayuran Yang Tidak Dimanfaatkan Lagi. Penelitian Ini Dilakukan Dengan Mendatangi Lokasi Limbah Organik Rumah Tangga Di Desa Mata Air Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang. Penelitian Ini Dilakukan Melalui Beberapa Prosedur Yaitu Pembuatan Media Fermentasi, Pembuatan Keranjang Takakura, Dan Proses Pengomposan.Pembuatan Media Fermentasi Terdiri Atas 2 Jenis Larutan Yaitu Larutan Gula Merah Dan Garam. Kedua Larutan Starter Tersebut, Dibuat Dengan Cara Mengisolasi Mikroba Dari Bahan Makanan Seperti Tempe, Tape, Maupun Sisa Sayuran Dan Buah-Buahan. Kata Kunci: Takakura,Fermentasi,Sampah Organik. Penguji I: Dr. Nikodemus P. P. E. Nainiti, MP Penguji II: Ir. Jemmy J. S. Dethan, MP

Analisis Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Guru Bahasa Inggris di SMA Negeri 12 Maluku Barat Daya

GRAZIA HALUNA
2023 · Thesis · Open Access

AN ANALYSIS ON ENGLISH TEACHERSʹ LESSON PLANS FORSTUDENTS OF SMA NEGERI 12 MALUKU BARAT DAYA ABSTRACT ( Haluna Grazia ) ( Bire Jos ) ( Nenotek A. Serpianus ) Email [email protected] The title of this writing is an analysis on English Teacherʹs Lesson Plans for Students of SMA Negeri 12 Maluku Barat Daya. The aim of this study is to know whether lesson plans prepared by English teacher at SMA Negeri 12 Maluku Barat Daya reffrs to curriculum 2013 or not, the way and the obstacles faced by English teachers in designing lesson plan. This research is a qualitative descriptive study. The subject of this study was English teachers at SMA Negeri 12 Maluku Barat Daya consisting of 3 English teachers. The object of this research is learning implementation plan prepared by the teachers. The data obtained through interviews observation and documentation. The data obtained were then analyzed using qualitative data analysis techniques. The results of the data were then concluded according to the research problem.The result shows that the writers expectation of all lesson plans prepared by English teachers are not actually fulfilling standard of curriculum 2013 although the lesson plans developed by English teachers at SMA Negeri 12 Maluku Barat Daya consisted of nine components. The result of analysis of all lesson plans had some weaknesses which are not referring to curriculum 2013. In some component such as core competence, basic competence, and source of learning, and assessment. The teachers designed the curriculum 2013 lesson plan individually. Furthermore, the obstacles faced by the teacher are inadequate facilities and still confused about the curriculum 2013 learning system.

A DESCRIPTIVE STUDY OF SEMIOTIC OF CLOTH AND JEWELRY WORN BY LEDO HAWU DANCERS IN HAWU MEHARA DISTRICT, SABU RAIJUA REGENCY

TERSIANA MARIANI DJAMI
2023 · Thesis · Open Access

A DESCRIPTIVE STUDY OF SEMIOTIC OF CLOTH AND JEWELRY WORN BY LEDO HAWU DANCERS IN HAWU MEHARA DISTRICT, SABU RAIJUA REGENCY ABSTRACT Tersiana Mariani Djami1 June A. Jacob2 Eltina A. Maromon3 Based on the background of this research there are two problems being investigated, they are: (1) what are the forms of cloth and jewelry worn by ledo hawu dancers in Hawu Mehara District, Sabu Raijua Regency? (2) what are the meanings of cloth and jewelry worn by ledo hawu dancers in Hawu Mehara District, Sabu Raijua Regency? Thus, the aims of this research are: (1) to know the forms of cloth and jewelry worn by ledo hawu dancers in Hawu Mehara District, Sabu Raijua Regency; (2) to know the meanings of cloth and jewelry worn by ledo hawu dancers in Hawu Mehara District, Sabu Raijua Regency. The research method used in this research is the descriptive-qualitative method with interview, documentary study as techniques of data collection. The result of this research shows that there are various kinds form and meaning of cloth and jewelry used in the performance of ledo hawu, especially in Tao Leo as a funeral ceremony of Jingitiu. In terms of cultural semiotics perspective, each of them contains several meanings; they are hig’i pudi (smooth white blanket) means honesty and holiness or purity life of a dead in the presence of his/her Almighty God (Deo Ama); lehu kattu (head band) means appreciation of the gift given by Miha Ngara as one of the ancestors of Sabunese and all at once as the descent commemoration of Sabunese; labba (silver/gold cross crown) means honoring on the merits and the struggle of the earlier dead kings of Sabunese; wudu (traditional necklace) means rich treasures of the earlier ancestors including the families of the dead; teru’u (ring) means rich treasures of the dead; hemala (sword) means knight of men to expel every evil spirits during the way of the dead till the world of ancestors; wonagiri (feet bells) means entertainment for the family members of the deceased and accompanist for the dead on his/her way to the world of the earlier ancestors; ‘ai (sarong) means self-protection and identity of female dead for the earlier ancestors; and paddi (silver/gold belt) means bundle of Hubi Ae and Hubi Iki descents between the dead and the alive person.

Meningkatkan Kemampuan Siswa dalam Menulis Teks Recount Menggunakan Pendekatan Berbasis Genre

TONG MEUFO
2023 · Thesis · Open Access

INCREASING STUDENTS’ ABILITY IN WRITING RECOUNT TEXT USING GENRE-BASED APPROACH Meufo Tong Maromon A. Eltina Kamengko F. Daniel ABSTRAK Judul Penelitian ini “Meningkatkan Kemampuan Siswa dalam Menulis Teks Recount Menggunakan Pendekatan Berbasis Genre”. Rumusan masalah ini adalah Apakah pendekatan berbasis genre meningkatkan kemampuan menulis siswa di SMP N 1 Kupang? Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode kuantitatif. Data penelitian ini diambil dari kelas perlakuan kelas eksperimen dan kelas kontrol di SMP N 1 Kupang. Penulis mengumpulkan dan menganalisis peningkatan kemampuan siswa dalam menulis teks recount menggunakan pendekatan berbasis genre dan menyajikan hasilnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan siswa dalam menulis teks recount dengan pendekatan berbasis genre di SMP N 1 Kupang. Teori ini didukung oleh Nurkhamidah (2011), Penelitian tersebut menjelaskan bahwa kemampuan menulis siswa rendah, karena banyak siswa yang tidak dapat mencapai pelajaran yang ditargetkan. hal ini terjadi karena siswa sering merasa bosan di dalam kelas dan siswa kurang memiliki waktu untuk mengulang materi di rumah. Guru perlu kreatif dalam mengembangkan bahan ajar dan teknik mengajar untuk mengatasi masalah tersebut. Ia menyarankan para siswa untuk meningkatkan kemampuan mereka dengan belajar keras sehingga mereka dapat memahami tulisan teks recount. Hal ini dapat dilihat berdasarkan pengukuran uji-t yang menunjukkan bahwa nilai signifikan uji 0,000 ≤ 0,05. Artinya terdapat perbedaan nilai antara kelas Eksperimen dan kelas kontrol. Penulis berharap penelitian ini dapat menambah pengetahuan tentang peningkatan kemampuan siswa dalam menulis teks recount dengan menggunakan metode pendekatan berbasis genre dalam proses belajar mengajar

penggunaan strategi mind mapping untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis teks prosedur di SMPTK Iman Putun

MARINCE OTU
2023 · Thesis · Open Access

The study focuses on the use of mind mapping strategy to improve students ' ability in writing procedure text . The purposes of this study were to give description about doe's mind mapping strategy method could be applied in teaching learning writing procedure text . In order to reach the goals of this study , the research designed an action research which consists of three meetings , and it was done through sequence of cycles . The students were given some treatments and writing tests in order to obtain a description about students ' ability in writing procedure text . This study was held SMPTK Iman Putun on 12-14 Decemcer , 2022. Class IX in academic year of 2022/2023 was chosen because of recommendation from English teacher about unsatisfying result of the students ' writing aspects . Based on the English teacher's statement , the students ' achievement in reading , speaking and listening aspects of the procedure text as material at first semester was good enough . However , students ' still needed a new method or teaching learning strategy to maximize students achievement in producing procedure text . There were fifty students in this class and three kinds of writing test in this research , as pre - test , treatment and post - test . This study uses a Quasi - Experimental design . This design consists of a pre - test , treatment , and post - test . The treatment of this research was one meeting . The mean score of students in the Experimental class in the pre - test was 53,92 and 59,36 for the control class . The mean score in the post - test for the experimental class was 68,16 and 57,84 for the control class , results of the pre - test t - test were 1.95 and 3.05 in the post - test . Post - test results are greater than the pre - test ( 3.05 1,95 ) . Based on the results of this study , it can be concluded that the use of mind mapping strategy has a positive effect on learning to improve students ' abilities in writing procedural texts for grade nine students of SMPTK Iman Putun.

Menganalisis makna yang terkandung dalam lirik Bonet perpisahan

ANITA SUSANTI SARA BANTAIKA
2023 · Thesis · Open Access

AN ANALYSIS ON THE MEANING OF FAREWELL SONG LYRICS IN “BONET” ABSTRACT Student Supervisor1 Supervisor2 Anita S.S. Bantaika Seprianus A Nenotek, S.Pd., M.Pd Alfred Snae, S.Pd., M.Pd This research entitled an analysis on the meaning of farewell song lyrics in Bonet. The purposes of this research are to know the meaning and the value contained in the farewell song lyrics in Bonet. The researcher used descriptive qualitative method to find the result. The writer conducted this research in TTS Regency, Noebana district, Noebana village, especially Noebana Primary School. The researcher here used a research instrument, questions related to the lyrics of the Bonet in the process of conducting research. The all data was collected the first through the appearance of Bonet performs (sixth grades students) at Noebana Primary School and the second through interview with (traditional elders) or people who know about the meaning and the values contained in the farewell song lyrics in Bonet. The result of this study shows that there are five types of meanings namely: didactic meaning, sociological meaning, historical meaning, cultural meaning and aesthetic meaning. And then there are four types of values namely: ethical values, aesthetic values, religious values and the last social values.

Analisis Bahasa Gaul yang digunakan dalam Film Berjudul "Birds Of Prey"

YUNITA NATONIS
2023 · Thesis · Open Access

AN ANALYSIS OF SLANG WORD USED IN THE MOVIE ENTITLED “BIRDS OF PREY” ABSTRACT (Yunita Natonis) (Norci Beeh, S.Pd, M.Pd) ( Zuvyati A. Tlonaen, SS, M.Pd ) Slang is a type of language variation consisting of new words or phrases that are unofficial or non-standard used by various social groups in informal situations. The researcher investigates slang words used in Birds of Prey movie. The research consists of two research problem as follow: 1) what are the types of slang words used in the movie “Birds of Prey”?, 2) what are the functions of slang words used in the movie “Birds of Prey”?. The aims of this research are to answer the problems that exist in this study using the theory by Allan and Burridge (2006) about types and function of slang. The researcher used descriptive qualitative method to describe the result. The researcher used documentation and note-taking technique to collect the data. The researcher found that there are five types of slang words used in this movie which are fresh and creative, flippant, imitative, acronym, and clipping. Fresh and creative was the most common types that found in the movie, there are thirty words that categorized into fresh and creative type. The researcher also found six different function of slang word that used in Birds of Prey movie. They are to address, to humiliate, to initiate relax conversation, to impress impression to reveal anger, and to show intimacy. By knowing the function of slang, the writer concludes that the use of slang can create relaxed conversation with people who have close relationships with each other. But, it can also bring bad effects in certain circumstances and situations.

UPAYA GEREJA DALAM MENINGKATKAN KETERLIBATAN PEMUDA DALAM IBADAH PEMUDA DI JEMAAT GMIT MARTURIA OESAPA SELATAN TAHUN 2022/2023

SOLEMAN JALA BEKO
2023 · Thesis · Open Access

Penelitian ini membahas tentang upaya gereja dalam meningkatkan keterlibatan pemuda dalam ibadah pemuda di Jemaat GMIT Marturia Oesapa selatan Tahun 2022/2023. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya apa saja yang dilakukan gereja untuk meningkatkan keterlibatan pemuda dalam ibadah pemuda di Jemaat GMIT Marturia Oesapa Selatan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Informan dalam penelitian ini adalah seluruh majelis jemaat yaitu 98 orang dan seluruh Pemuda. Sampel dalam penelitian ini adalah 10 orang majelis dan 5 orang pemuda. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data atau penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya gereja dalam meningkatkan keterlibatan pemuda dalam ibadah pemuda di Jemaat GMIT Marturia Oesapa Selatan tahun 2022/20223 adalah gereja melakukan pembinaan kepada pemuda, melakukan perkunjungan bagi pemuda, melibatkan pemuda dalam pelayanan ibadah gereja serta memotivasi pemuda. Namun dalam kenyataannya bahwa partisipasi pemuda dalam kegiatan yang dilakukan oleh gereja masih sangat minim. Mengenai masalah perkunjungan bagi pemuda belum sepenuh dilakukan oleh semua Majelis, maka dari itu Gereja harus meningkatkan perkunjungan bagi pemuda, karena perkunjungan juga menentukan kehadiran pemuda dalam ibadah pemuda. Ibadah pemuda merupakan salah satu program gereja untuk meningkatkan pemahaman pemuda tentang ibadah pemuda dengan tujuan untuk menumbuhkan iman pemuda, karena ketika iman pemuda semakin bertumbuh, maka pemuda akan terus mewartakan Injil dimanapun pemuda berada dan selalu berpegang teguh pada kebenaran Firman Tuhan. Gereja perlu terus mengupayakan melalui pendekatan personal maupun kelompok untuk menolong pemuda. Jika pemuda dilihat sebagai tulang punggung gereja dan masa depan gereja maka dari sekarang pemuda harus dipersiapkan dalam segala. Perlu adanya upaya gereja untuk meningkatkan pelayanan yang berfokus pada kegiatan pemuda.

KINERJA MENGAJAR GURU PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA, DAN KESEHATAN PADA MASA PANDEMI COVID-19

HERMAN HEDE WIWI
2023 · Thesis · Open Access

Latar belakang: Permainan tradisional Peluru Djuru sebagai rencana penelitian ini, merupakan sebuah permainan tradisonal yang telah dilaksanakan secara turun temurun oleh masyarakat Raijua sebagai warisan leluhur. Permainan ini khasbudaya. Raijau dan hanyasatu-satunya permainan yang ada di Raijua. Permainan ini dilaksanakan pada bulan April setiap tahun, pada malam hari selama dua malam berturut-turut. Tujuan penelitian: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan permainan peluru djuru sebagai media rekreasi di Kabupaten Sabu Raijua Metode penelitian: Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif deskriptif, di mana penelitian ingin menekankan pada analisis pada penyimpulan secara induktif dan deduktif dengan menggunakan logika ilmiah. Pada penelitian kualitatif ini peneliti sendirilah yang menjadi instrumen penelitian untuk mendapatkan data secara langsung dari sumbernya. Hasil dan pembahasan: Hasil wawancara dengan tokoh adat, menggambarkan pesan mendalam dari perjuangan Madja. Bahwa usaha yang keras dan tekad yang kuat selalu membuahkan hasilnya. Oleh karena itu pesta peluru djuru sesungguhnya memberikan sebuah pesan moral bagi masyarakat Raijua khususnya generasi muda agar tidak lengah dalam menghadapi tantangan alam Raijua yang begitu keras. Budaya peluru djuru yang diarakan setiap tahun merupakan peninggalan leluhur yang memiliki nilai persatuan bahkan nilai moral. Artinya bahwa dengan permainan tradisional peluru djuru ini, masyarakat secara umum terutama generasi muda dapat memahami dan mengenal budaya nya sendiri serta pesan-pesan moral yang terkandung di dalamnya. Simpulan: Nilai-nilai yang terdapat dalam permainan peluru djurudiantara nilai persatuan, nilai moral, nilai pendidikan dan nilai keberanian harus ditanamkan kepada setiap warga masyarakat Raijua khususnya generasi muda. Nilai Persatuan yang dimaksudkan adalah bahwa dalam permainan peluru djuru yang diutamakan adalah permainan tersebut tidak mementingkan mana yang kalah dan mana yang memang. Yang paling penting adalah bagaimana menjaga kebersamaan dan persauran. Nilai moral berarti setiap perbuatan yang baik, pasti menghasilkan sesuatu yang baik. Nilai Pendidikan berarti masyarakat Raijua harus belajar untuk memahami arti dari sebuah persaudaran.

FAKTOR MEMPENGARUHI RENDAHNYA MOTIVASI DALAM MENGIKUTI PEMBELAJARAN PENJASORKES PADA SISWA KELAS VII DI SMP NEGERI BALU

ADRIANUS V I TAFULI
2023 · Thesis · Open Access

Latar belakang:Guru sebagai salah satu pelaksana dalam pendidikan harus mempersiapkan materi ajarnya dalam rangka mengembangkan potensi siswa. Untuk itu guru sebagai motivator bagi siswa untuk semangat belajar harus dapat memilih metode yang tepat dalam menumbuhkan minat belajar siswa. Tujuan penelitian:Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui Rendahnya Motivasi Siswa Kelas VII Smp Negeri Balu dalam mengikuti Pembelajaran Penjasorkes. Metode penelitian:Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan tujuan untuk meniliti atau menemukan informasi dan diharapkan memperoleh gambar mengenai keterlaksaan pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan. Penelitian deskriptif sendiri bertujuan untuk membuat perencanaan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta dan sifat-sifat populasi daerah tertentu Hasil dan pembahasan:Memotivasi siswa merupakan suatu kewajiban yang dilakukan seorang guru agar mendaptkan rasa ingin tahu siswa untuk mendapatkan kepuasan serta kesenangan dalam dirinya sebagai suatu kegiatan pembelajaran. Sebagai siswa kami harus menjaga sikap dan tingkah laku kami untuk menjaga perasaan dalam cara menghargai guru dalam proses pembelajaran didalam kelas maupun diluar kelas agar kami mendapatkan nilai atau petunjuk buat bekal masa depan kami. Simpulan:Hasil penelitian ini maka peneliti menyimpulkan bahwa: Faktor yang mempengaruhi rendahnya motivasi dalam mengikuti pembelajaran adalah: 1. Faktor Internal, Faktor yang terjadi di dalam kelas adalah, kurang percanya diri siswa dalam mengikuti pembelajaran dan kurangnya rasa ingin tau siswa yang menurun untuk menggetahui hal baru. 2. Faktor Eksternal, Faktor yang terjadi pada luar kelas adalah kurangnya rasa percanya diri siswa untuk mencoba hal baru dan kurangnya sarana dan prasarana ada pada sekolah tersebutsehingga membuat proses pembelajandi luar kelas kurang efektif.