Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir

3.893 item publik

Publikasi

Halaman 88 dari 195

TOU MANE NO INA A'ANA "kajian Teologi Feminis Terhadap Peran Perempuan dalam musyawarah Leo Mbau Leo di Desa Busalangga Timur, Kecamatan Rote Barat Laut

GUNTUR ANDIKA ALAN ROH LANI
2023 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan data tentang makna dan dampak dari nilai budaya tou mane no ina a’na terhadap perempuan dalam musyawarah leo Mbau Leo di desa Busalangga Timur. Selanjutnya penelitian ini mendapatkan data bahwa makna dari nilai budaya ini merupakan pengambaran pembagian kerja dan kedudukan laki-laki dan perempuan Rote. Penelitian ini juga mendapatkan data bahwa nilai budaya tou mane no ina a’na menempatkan laki-laki (tou mane) memiliki peran sebagai pemimpin yang mengatur dalam rumah dan urusan adat, sedangkan perempuan (ina a’ana) mempunyai peran sebagai pengelolah dalam rumah yang berkaitan dengan pengelolahan konsumsi dan mengurus anak. Dengan demikian, dalam musyawarah leo nilai budaya berdampak pada hilangnya posisi perempuan dalam kepemimpinan dan membatasi peran mereka dalam berpendapat. Kemudian berdasarkan data dan informasi yang didapat, penulis membuat refleksi teologis feminis untuk menemukan kembali relasi yang didasarkan pada gambaran imago Dei, dengan tujuan memberikan kesempatan bagi perempuan untuk menjadi pemimpin, dan mewujudkan kesetaran bagi laki-laki dan perempuan untuk berkarya dalam lingkup domestik dan publik. Dalam mencapai tujuan ini, penulis menggunakan pendekatan kualitatif dekriptif dengan teknik penggumpulan data yang terdiri dari wawancara dan observasi. Teori yang digunakan antara lain: teori teologi feminis, teori budaya patriarki, teori pembagian kerja dalam budaya Rote, dan teori kepemimpinan. Tujuan dari keempat teori tersebut untuk mengetahui peran laki-laki dan perempuan dalam ranah domestik dan ranah publik. Hasil dari penelitian ini telah membuktikan bahwa peran perempuan dalam musyawarah leo yang terbatas hanya pada hal-hal domestik. Selain itu, hasil penelitian ini memberi sumbangan dan rekomendasi bagi organisasi leo untuk melaksanakan pendidikan gender agar terwujudnya kesetaraan dan keadilan gender dalam kegiatan adat.

SUATU KAJIAN TEOLOGI FEMINIS TERKAIT PERANAN LAKI-LAKI DI RANAH PUBLIK BERDASARKAN PANDANGAN MASYARAKAT DESA PIKA DENGAN KONSEP “MAON NAIF” DI KECAMATAN MOLLO TENGAH

MARLIANTI CORLINE TAKESAN
2023 · Thesis · Open Access

Penelitian ini menganalisis tentang peranan laki-laki di ranah publik berdasarkan konsep maon naif dari masyarakat Desa Pika di Kecamatan Mollo Tengah yang dikaji dengan teori teologis feminis. Permasalahan kesetaraan gender pada umumnya selalu berkaitan dengan perempuan. Namun tidak dapat dipungkiri, bahwa sebenarnya kaum laki-laki juga mengalami penindasan dalam menjalankan peran mereka. Secara khusus, dalam penelitian ini, penulis mengamati laki-laki di Desa Pika merasa terbeban dengan konsep maon naif yang sudah menjadi tradisi turun temurun. Konsep maon naif merupakan gambaran laki-laki hebat di dalam segala aspek kehidupan atoni meto khususnya di Mollo Tengah. Bagi laki-laki yang tidak mampu menghidupi konsep tersebut maka dikategorikan sebagai laki-laki yang gagal dan keberadaan mereka tidak diakui di dalam ranah publik. Keadaan tersebut mengakibatkan banyak tindakan konflik yang dilakukan oleh mereka dengan tujuan supaya keberadaan mereka diakui dalam masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan teknik pengumpulan data secara wawancara serta observasi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori feminisme, teologi feminis, teori maskulin, budaya, dan ruang publik. Hasil dari penelitian ini adalah tidak semua laki-laki yang ada di Desa Pika dapat menghidupi konsep maon naif dan laki-laki yang menghidupi konsep maon naif hanya berfokus pada kehidupan di luar Gereja.

Misi Gereja Dalam Pertanian Modern

DEDDY IRAWAN MAGE
2023 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Penelitian terhadap penggunaan pupuk anorganik dan pestisida untuk menunjang petani dalam peningkatan hasil pertaniannya yang akhirnya meningkatkan ekonomi petani telah dilakukan. Namun tujuan pembangunan ekonomi dengan menggunakan pupuk anorganik dan pestisida (Agrokimia) bagi petani mengakibatkan kerusakan lingkungan dan berakibat buruk bagi kesehatan. Agrokimia sebagai tambahan energi bagi pertanian yang merupakan produk negara maju dipandang sebagai solusi jitu demi pembangunan pertanian, namun pupuk anorganik dan pestisida merusak lingkungan dan mengganggu kesehatan petani di desa Oematnunu. Penelitian ini mendapatkan data dan informasi tentang praktik penggunaan pupuk anorganik dan pestisida dalam pertanian di Desa Oematnunu Kecamatan Kupang Barat. Selanjutnya penelitian ini mendapatkan data dan informasi Misi Gereja di bidang pertanian dalam konteks pemanfaatan pupuk anorganik dan pestisida bagi pembangunan pertanian berkelanjutan di desa Oematnunu kecamatan Kupang Barat. Kemudian berdasarkan data dan informasi yang didapat penulis membuat refleksi teologis misi holistik terhadap pertanian hortikultura di Desa Oematnunu Kecamatan Kupang Barat bagi pembangunan pertanian berkelanjutan. Untuk mencapai tujuan di atas penulis menggunakan pendekatan gabungan/mixed method yaitu memadukan pendekatan kualitatif dan kuantitatif, dengan teknik pengumpulan data wawancara, observasi, dan penelaahan dokumen. Teori yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah teori tentang pertanian, pembangunan pertanian berkelanjutan. Selain itu teori tentang teologi misi konvivens/koeksistensi dari Theo Sundermeier dan teologi misi pemberdayaan dari Mery Kolimon. Hasil yang di dapat dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan dan rekomendasi bagi gereja dan pemerintah dalam melaksanakan misi untuk menolong petani dari kerusakan lingkungan dan penderitaan petani. Kata Kunci : Pertanian, Agrokimia, Misi, Konvivens, Oematnunu.

BUDAYA LALA (Suatu Tinjauan Ekoteologi terhadap kearifan lokak buaya LALA dan implikasinya bagi peningkatan ekonomi, penataan ruang dan kelestarian lingkungan di jemaat GMIT Bethania Kakaek, Klasis Pantai Baru

NOPE HOSIANA DAIK
2023 · Thesis · Open Access

Kerusakan lingkungan merupakan persoalan Jemaat GMIT Bethania Kakaek, Klasis Pantai Baru. Faktor utama penyebab kerusakan lingkungan di Jemaat GMIT Bethania Kakaek adalah ulah para peternak yang membiarkan hewan-hewan bebas berkeliaran. Hewan-hewan yang bebas berkeliaran membuat lingkungan tercemar dengan kotoran yang berserakan dan merusak sumber-sumber daya alam yang potensial. Kondisi ini menggambarkan kerusakan tata ruang kehidupan (habitat). dalam penataan ruang kehidupan (habitat). Untuk mengatasi kerusakan lingkungan yang berdampak pada penurunan tingkat pendapatan jemaat dan kesehatan lingkungan stempat, maka Jemaat GMIT Kakaek membangun pagar kolektif (lala) sejak tahun 2002. Pemagaran kolektif (lala) merupakan sistem atau organisasi pertanian yang dipraktikkan oleh masyarakat Rote sejak zaman dahulu sampai sekarang. Kondisi tersebut mendorong penulis untuk melakukan kajian tentang: 1) Apa pandangan Jemaat GMIT Bethania Kakaek tentang budaya lala, 2) bagaimana sistem/bentuk penerapannya dan implikasinya bagi peningkatan ekonomi, penataan ruang kehidupan dan kelestarian lingkungan 3) bagaimana refleksi teologis tentang budaya lala dalam tiga dimensi yaitu ekonomis,peningkatan ekonomi, penataan ruang kehidupan dan kelestarian lingkungan. Metode penelitan yang digunakan adalah kualitatif dengan maksud memperoleh sejumlah informasi dalam bentuk lisan, tulisan, dan tindakan Subyek penelitian adalah 23 orang yang terdiri dari para prebiter dan anggota Jemaat GMIT Bethania Kakaek. Teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan penelitian kepustakaan. Penelitian ini membuktikan budaya lala mengandung nilai konservsi, keadilan dan kesederhanaan yang berdampak positif bagi peningkatan ekonomi, penataan ruang kehidupan dan kelestarian lingkungan di Jemaat GMIT Bethania Kakaek.

EVALUASI PENGENDALIAN INTERNAL PENERIMAAN DAN PENGELUARAN KAS PADA GEREJA BETEL OESAPA

JEKISAN UMBU TONGGO
2023 · Thesis · Open Access

Pengendalian internal merupakan sebagai suatu proses yang dipengaruhi oleh sumber daya manusia dan sistem teknologi informasi, yang dirancang sehingga mencapai suatu organisasi yang sebenarnya atau tanpa dipengaruhi. Pengendalian intren merupakan suatu wadah untuk mengarakan, mengawasi, mengukur sumber daya suatu organisasi dan juga berperan penting dalam mendeteksi suatu pengelapan (fraud), melindungi sumber daya organisasi seperti mesin dan lahan maupun yang tidak berwujud seperti reputasi atau hak kekayaan intelektual. Penerimaan Program dan Kegiatan Rutin. Penerimaan program dan kegiatan rutin yaitu penerimaan arus masuk bruto/kotor dari manfaat yang penggunaannya tidak dibatasi dan mengakibatkan kenaikan asset bersih tidak terikat. Sedangkan Pengeluaran Program dan Kegiatan Rutin adalah pengeluaran arus masuk bruto/kotor dari manfaat yang penggunaannya dibatasi sampai dengan periode waktu tertentu atau sampai dipenuhinya keadaan tertentu. Penelitian ini dilakukan di gereja betel oesapa tengah dengan judul Evaluasi Pengendalian Internal Penerimaan dan Pengeluaran kas pada gereja betel oesapa. Tujuan penelitian yang dialkukan untuk mengetahui evaluasi pengendalian internal penerimaan dan pengeluaran kas gereja betel oesapa. Penelitian ini dilakukan dengan wawancara dan dokumentasi. Konsep utaman dalam penelitian ini adalah sistem pengendalian internal penerimaan dan sistem pengendalian internal pengeluaran kas, berikut ini akan disajikan hasil penelitian atas konsep tersebut menurut indikator empirik pengumpulan data, mengelompokan, mengolah dan menganalisis data. Berdasarkan hasil analisis dari pembahasan maka, dapat diambil kesimpulan bahwa sistem penerimaan dan pengeluaran kas yang dimiliki Gereja Bhtel Oesapa berjalan cukup baik atau tidak ada kendala. Evaluasi pengendalian internal penrimaan dan pengeluaran kas sistem ini dianggap sebagai komponen yang sangat penting di Gereja Bethel Oesapa. Prosedur dan bagian-bagian yang terkait dalam sistem pengeluaran kas. Prosedur system pengeluaran kas di Gereja Bhetel Oesapa menurut peneliti sudah baik, hal ini bisa dilihat dari dokumen tentang pengeluaran kas yang telah diotorisasi oleh pihak-pihak yang berwenang sehingga sistem pengeluaran kas di gereja tersebut dapat berjalan dengan baik dan lancar. Penerimaan kas pada Gereja Bhetel Oesapa berasal dari satu sumber yaitu dari anggota jemaat gereja. Setiap minggunya anggota jemaat memberikan persembahan sebagai ungkapan syukur atas berkat dan rahmat Tuhan. Sistem akuntansi mempunyai peranan yang sangat penting dalam suatu kegiatan usaha, karena dari sistem akuntansi itulah informasi yang relevan dan benar akan dihasilkan. Informasi yang dihasilkan tadi akan digunakan sebagai pertimbangan dalam pembuatan keputusan bagi majelis dan pihak-pihak di luar Gereja Bhetel Oesapa yang berkepentingan.

PENGARUH MANAJEMEN LABA DAN STRUKTUR MODAL TERHADAP NILAI PERUSAHAAN ( STUDI KASUS PADA PERUSAHAAN ASURANSI YANG TERDAFTAR DI BEI)

MARIA JENI NAHAK
2023 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menguji pengaruh manajemen laba dan struktur modal terhadap nilai perusahaan ( studi kasus pada perusahaan asuransi yang terdaftar di BEI). Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah data sekunder, berupa laporan keuangan yang diperoleh dari situs resmi Bursa Efek Indonesia melalui webside https://www.idx.co.id. Pada periode 2017-2021. Hasil dari uji ini menunjukkan bahwa pada variabel pertama manajemen laba tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan, kemudian pada variabel kedua struktur modal berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Populasi dalam penelitiann ini adalah perusahaan asuransi yang terdaftar di BEI jumlah keseluruhan perusahaan Asuransi pada tahun 2021 yaitu 11 perusahaan. Sampel dalam penelitian ini diperoleh dengan metode purposive sampling. Menurut Adiwibowo (2018), salah satu faktor yang mempengaruhi nilai perusahaan adalah manajemen laba. Manajemen laba adalah kondisi dimana pihak manajer tidak berhasil mencapai target laba yang ditentukan, maka manajer memanfaatkan fleksibilitasnya dan diperoleh standar akuntansi dalam menyusun laporan keuangan untuk memodifikasi laba yang dilaporkan. Struktur modal menurut Mustafa (2017:85), merupakan perimbangan antara jumlah utang jangka pendek yang bersifat permanen, utang jangka Panjang, saham preferen dan saham biasa. Struktur modal adalah perbandingan modal asing atau jumlah utang dengan modal sendiri. Kebutuhan dana untuk memperkuat struktur modal suatu perusahaan dapat bersumber dari internal maupun eksternal, dengan ketentuan sumber dana yang dibutuhkan bersumber dari tempat-tempat yang dianggap aman (safety position) dan jika dipergunakan memiliki nilai dorong yang memperkuat struktur modal keuangan perusahaan, yang artinya ketika dana itu dipakai untuk memperkuat struktur modal perusahaan, maka perusahaan mampu mengendalikan modal tersebut secara efektif dan efisien serta tepat sasaran. Menurut Rinnaya, et.al (2016) Nilai perusahaan adalah kondisi tertentu yang telah dicapai oleh suatu perusahaan sebagai gambaran dari kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan setelah melalui suatu proses kegiatan selama beberapa tahun, yaitu sejak perusahaan tersebut didirikan sampai dengan saat ini. Nilai perusahaan diartikan sebagai nilai pasar karena nilai perusahaan dapat memberikan kemakmuran pemegang saham secara maksimum apabila harga saham perusahaan meningkat.

PENGARUH STRUKTUR MODAL, PERTUMBUHAN PERUSAHAAN DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR SUB SEKTOR PROPERTY AND REAL ESTATE YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2018-2021

YANE SUSANTI MAU
2023 · Thesis · Open Access

ABSTRAK PENGARUH STRUKTUR MODAL, PERTUMBUHAN PERUSAHAAN, DAN UKURN PERUSAHAAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR SUB SEKTOR PROPERTY AND REAL ESTATE YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIOEDE 2018-2021 Nilai perusahaan merupakan hasil kerja manajemen dari beberapa dimensi diantaranya adalah arus kas bersih dari keputusan investasi, pertumbuhan dan biaya modal perusahaan nilai perusahaan merupakan konsep penting karena nilai perusahaan merupakan indikator bagaimana pasar menilai perusahaan secara keseluruhan, nilai perusahaan yang tinggi menjadi keinginan para pemilik perusahaan, sebab dengan nilai yang tinggi menunjukkan kemakmuran pemegang saham juga tinggi. Nilai perusahaan yang tinggi menunjukkan kinerja perusahaan yang baik, salah satunya, pandangan nilai perusahaan bagi pihak kreditur. Bagi pihak kreditur nilai perusahaan berkaitan dengan likuiditas perusahaan, yaitu perusahaan dinilai mampu atau tidaknya mengembalikan pinjaman yang diberikan oleh pihak kreditur, apabila nilai perusahaan yang tersirat tidak baik maka investor akan menilai perusahaan dengan nilai rendah. Struktur modal merupakan perimbangan atau perbandingan antara modal milik sendiri dengan modal asing. Dalam hal ini modal asing adalah hutang jangka pendek ataupun hutang jangka panjang, sementara modal sendiri dibagi menjadi laba ditahan dan kepemilikan perusahaan, Pertumbuhan perusahaan merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi nilai perusahaan. Teori struktur modal menjelaskan bahwa kebijakan pendanaan (financial policy) perusahaan dalam menentukan struktur modal (bauran antara hutang dan ekuitas) bertujuan untuk mengoptimalkan nilai perusahaan. Penggunaan hutang sebagai sumber pendanaan perusahaan memiliki kuntungan dan kerugian. Devinisi lain mengatakan bahwa struktur modal adalah proporsi pendanaan dengan hutang (debt financing) perusahaan, yaitu rasio leverage perusahaan. Dengan demikian, hutang adalah unsur dari struktur modal perusahaan. Pertumbuhan adalah kemampuan perusahaan untuk mempertahankan posisi usahanya di dalam perkembangan ekonomi dan industri didalam perekonomian dimana perusahaan beroperasi, Ukuran perusahaan merupakan nilai besar kecilnya perusahaan yang dilihat dari besarnya equity, nilai penjualan dan aset yang berperan sebagai variabel konteks yang mengatur tuntutan pelayanan atau produk yang dihasilkan. Pertumbuhan perusahaan dapat juga menjadi indikator dari profitabilitas dan keberhasilan perusahaan, dalam hal ini, pertumbuhan perusahaan merupakan perwakilan untuk ketersediaan dana internal. Jika perusahaan berhasil dan memperoleh laba, maka tersedia dana internal yang cukup untuk kebutuhan investasi. Pertumbuhan aset dapat diperhitungkan dari persentase perubahan aset pada tahun tertentu terhadap aset pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan dinyatakan sebagai pertumbuhan total aset dimana pertumbuhan aset masa lalu akan menggambarkan profitabilitas yang akan datang dan pertumbuhan yang datang. Growth adalah perubahan (penurunan atau peningkatan) total aktiva yang dimiliki oleh perusahaan. Pertumbuhan aset dihitung sebagai persentase perubahan aset pada saat tertentu terhadap tahun sebelumnya. Dari uraian diatas maka, peneliti akan meneliti judul tentang Pengaruh Struktur Modal, Pertumbuhan Perusahaan dan Ukuran Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan pada perusahaan Manufaktur Sub Sektor Property and Real Estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2018-2021. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bukti empiris mengenai pengaruh struktur modal, pertumbuhan perusahaan dan ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan. secara parsial maupun simultan. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur sub sektor property and real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2018-2021. Metode penentuan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling, berdasarkan kriteria yang telah ditentukan maka jumlah sampel yang memenuhi sebanyak 14 perusahaan. sumber data dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diunduh melalui www.idx.co.id selama 4 tahun periode 2018-2021. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel indipenden yaitu struktur modal dan ukuran perusahan secara persial tidak berpengaruh terhadap variable dependen yaitu nilai perusahaan. Sementara hasil penelitian menunjukan bahwa variable independen yaitu ukuran perusahaan secara persial berpengaruh terhadap variabel dependen yaitu nilai perusahaan.

PENERAPAN AKUNTANSI MANAJEMEN LINGKUNGAN PADA RUMAH SAKIT UMUM DI KABUPATEN MALAKA.

ANITA ERNIATI SEUK NAHAK
2023 · Thesis · Open Access

ABSTRAK PENERAPAN AKUNTANSI MANAJEMEN LINGKUNGAN PADA RUMAH SAKIT UMUM DI KABUPATEN MALAKA. Akuntansi manajemen lingkungan merupakan proses mengidentifikasian, pengumpulan, perkiraan-perkiraan, analisis, pelaporan dan pengiriman informasi tentang: Informasi berdasarkan arus bahan dan energy, Informasi berdasarkan biaya lingkungan, Informasi lainnya yang terukur dibentuk berdasarkan akuntansi manajemen lingkungan untuk pengambilan keputusan bagi perusahaan. Persoalan dalam penelitian ini yaitu Bagaimana penerapan akuntansi manajemen lingkungan pada Rumah Sakit Umum di Kabupaten Malaka. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui penerapan akuntansi manajemen lingkungan pada rumah sakit umum di kabupaten malaka. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yaitu menganalisis data secara menyeluruh untuk mengetahui adanya gambaran mengenai penerapan akuntansi manajemen lingkungan pada rumah sakit umum kabupaten malaka. Hasil penelitian ini menunjukan Informasi akuntansi manajemen lingkungan yang dicatat oleh rumah sakit terbagi menjadi dua infomasi yaitu informasi fisik dan informasi moneter, dapat diketahui dari hasil wawancara banyak menyatakan bahwa rumah sakit umum kabupaten membutuhkan informasi tersebut. Bahwa untuk informasi fisik, rumah sakit mencatat komponen informasi tersebut, akan tetapi yang menjadi prioritas dari pihak rumah sakit adalah informasi mengenai jumlah energy (listrik, gas, bahan bakar,Dll) yang dikonsumsi/dipakai, jumlah energy (listrik, gas, nahan bakar, Dll) yang hemat, jumlah limbah ( padat, cair, gas) yang dihasilkan, jumlah limbah yang dibuang untuk informasi fisik rumah sakit tidak melakukan pencatatan mengenai jumlah air yang diambil dari alam, jumlah air yang di daur ulang untuk digunakan kembali, jumlah air yang terbuang, umlah emisis gas yang dihasilkan dan untuk informasi moneter hampir seluruh informasi dicatat diantaranya biaya pembelian peralatan pengelolaan limbah, biaya evaluasi/depresiasi peralatan pengelola limbah, biaya pengembangan/desain proses/ produk ramah lingkungan, biaya pelatihan karyawan, biaya pengembangan sistem pengelolaan lingkungan, biaya audit lingkungan, biaya pemeriksaan kandungan limbah berbahaya, biaya pengelolaan dan pembuangan limbah berbahaya, dan biaya pemeliharaan peralatan pengelolaan limbah. untuk informasi moneter rumah sakit umum kabupaten malaka tidak melakukan pencatatan mengenai biaya pemeriksaan proses peracikan obat, biaya melakukan uji emisi gas dan biaya daur ulang air kembali untuk di gunakan. Penerapan akuntansi manajemen lingkungan ini diperlukan untuk diketahui sebagai pengetahuan dalam hal pertanggung jawaban lingkungan khususnya didalam lingkungan rumah sakit. maka dari itu perlu untuk diketahui rumah sakit umum kabupaten malaka telah menerapkan akuntansi manajemen lingkungan terbukti dengan di masukkannya biaya lingkungan kedalam laporan operasional yang diakui sebagai Beban pemeliharaan. Peneliti menarik kesimpulan dari setiap tahapan perlakuan akuntansi biaya lingkungan yang ada pada rumah sakit umum kabupaten malaka berdasarkan standar akuntansi pemerintah yang digunakan dalam penelitian ini. Dapat disimpulkan bahwa analisis tahap-tahap perlakuan akuntansi yang ditetapkan pada rumah sakit umum kabupaten malaka diantaranya identifikasi, pengakuan, pengukuran, penyajian, dan pengungkapan. Dalam hal ini pihak rumah sakit sudah melakukan tahapan perlakuan biaya lingkungan dengan baik akan tetapi biaya yang di sajikan kedalam laporan keuangan rumah sakit umum kabupaten malaka belum secara terperinci artinya biaya yang disajikan masih dalam biaya umum tidak ada pelaporan secara khusus mengenai biaya lingkungan yang terjadi.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN MALAKA (Studi Pada BP4D Kabupaten Malaka)

MARIA IMACULATA NAHAK
2023 · Thesis · Open Access

ABSTRAK FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN MALAKA ( Studi Pada BP4D Kabupaten Malaka ) Akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (AKIP) adalah pengukuran pencapaian kinerja instansi pemerintah yang harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat guna menghasilkan informasi yang bermanfaat untuk merencanakan dan mengoperasikan visi dan misi pemerintah. Keberhasilan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah dapat dilihat dari aspek kualitas kerja, produktivitas, dalam mengunakan layanan dari pemerintah. suatu instansi pemerintah dikatakan berhasil melakasanakan tugas dan fungsinya walaupun hasil maupun dampak dan pelaksanaan program masih dibawah standar cara untuk mengetahui tingkat keberhasilan suatu instansi maka seluruh aktivitas tersebut haarus dapat diukur, dan pengukuran tersebut tidak semata-mata kepada input dari program akan tetapi lebih ditekankan pada keluaran proses manfaat dan dampak. Melalui pengukuran kinerja, keberhasilan suatu instansi pemerintah akan lebih dilihat dari kemampuan instansi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi akuntabilitas kinerja instansi pemerintah secara parsial dan untuk memgetahui pengaruh pemahaman prinsip good governance dan pengendalian intern terhadap Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Daerah Kabupaten Malaka. Populasi dalam penelitian ini adalah 30 pegawai yang terdapat di BP4D kabupaten Malaka. Jumlah sampel yang digunakan penelitian ini sebanyak 30 pegawai. Penelitian ini bersifat kuantitatif data yang dikumpulkan menggunakan kuesioner, dan di ukur dengan skala ordinal. Analisis data meggunakan analisis deskriptif dan analisis linear berganda. Berdasarkan Hasil penelitian dengan anallis statisik menggunakan spss versi 16 menunjukan bahwa variabel pemahaman prinsip good governance berpengaruh positif terhadap akuntabilitas kinerja instansi pemerintah dengan nilai signifikan t yang diperoleh sebesar 0,023>0,05 dan nilai t hitung 2,416>2,052 sehingga dapat dikatakan H1 diterima. Yang artinya pemahaman prinsip good governance berpengaruh positif terhadap akuntabilitas kinerja instansi pemerintah Daerah Kabupaten Malaka hasil penelitian ini menunjukan bahawa ada pengaruh pemahaman prinsip good governance terhadap akuntabilitas kinerja instansi pemerintah daerah Kabupaten Malaka berpengaruh positif apabila pemahaman prinsip good governace semakin baik maka kinerja instansi pemerintah (BP4D) Kabupaten Malaka semakin meningkat. pengendalian intern tidak berpengaruh terhadap akuntabilitas kinerja instansi pemerintah dengan hasil nilai signifikan t yang diperoleh sebesar 0,377>0,05 dan nilai t hitung 0,8982,052 maka dapat disimpulkan bahwa H2 ditolak yang artinya tidak terdapat pengaruh pada pengendalian intern terhadap akuntabilitas kinerja instansi pemerintah Daerah Kabupaten Malaka hasil penelitian ini menunjukan bahwa pengaruh pengendalian intern terhadap akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (BP4D) Kabupaten Malaka tidak berpengaruh positif dan tidak signifikan yang artinya tidak terdapat pengaruh pengaruh pengendalian intern terhadap akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (Bp4d) Kabupaten Malaka. Atas hasil penelitian ini menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi akuntabilitas kinerja instansi pemerintah daerah kabupaten Malaka. sehingga hasil penelitian ini dapat memberikan manfaat bagi kepentingan keilmuan yang kemudian dijadikan refrensi untuk penelitian selanjutnya maka disarankan pengembangan dan perbaikan sistem kinerja, sehingga kinerja pemerintah lebih baik, dan untuk penelitian selanjutnya dapat menambah variasi faktor-faktor eksternal lain yang dapat diteliti selain faktor-faktor yang sudah digunakan selain faktor pemahaman prinsip good governance dan pengendalian inten dalam penelitian ini agar akuntabilitas kinerja instansi pemerintah lebih objektif. Untuk penelitian selanjutnya dapat menambah peneitian tidak hanya di BP4D Kabupaten Malaka saja.

PENGARUH NORMA SUBJEKTIF, KEWAJIBAN MORAL, PEMAHAMAN PERATURAN PERPAJAKAN DAN TAX AMNESTY TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK BADAN USAHA

ELIA ABEDNEGO SEO
2023 · Thesis · Open Access

Penelitian ini berjudul : “PENGARUH NORMA SUBJEKTIF, KEWAJIBAN MORAL, PEMAHAMAN PERATURAN PERPAJAKAN DAN TAX AMNESTY TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK BADAN USAHA.” Menurut pasal 1 Undang-Undang No. 16 Tahun 2009 tentang KUP berbunyi: “Pajak adalah kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan undang-undang, dengan tidak mendapat imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.” Oleh karena tidak memberikan keuntungan secara langsung, maka setiap wajib pajak memiliki keinginan untuk meminimalkan pembayaran pajaknya. Pembayaran pajak menyebabkan pengeluaran sumber daya keuangan perusahaan, yang berarti penundaan pendanaan untuk kepentingan lain. Dalam hal keinginan untuk meminimalkan pembayaran pajaknya, ada kalanya wajib pajak melakukannya dengan melanggar peraturan perpajakan. Baik melalui penyelundupan pajak, manipulasi data transaksi yang berdampak pajak, maupun persekongkolan dengan oknum petugas pajak. Hal tersebut merupakan perbuatan yang tidak terpuji dan apabila terbukti melanggar peraturan perpajakan dapat berdampak pada kerugian yang lebih besar dari penghematan pajak yang dilakukan (Kaha, 2021).Banyak faktor yang berhubungan dengan wajib pajak dalam memenuhi kewajiban perpajakannya, diantaranya ada tax amnesty sebagai faktor eksternal (Sari, 2017) dan juga tiga faktor internal yang berhubungan dengan kepatuhan wajib pajak yaitu: norma subjektif, kewajiban moral serta pemahaman peraturan perpajakan (Sudirman, 2020). Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk meneliti faktor-faktor yang berkaitan dengan kepatuhan wajib pajak badan usaha. Secara terperinci yang menjadi persoalan penelitian adalah : Apakah faktor norma subjektif, kewajiban moral, pemahaman peraturan perpajakan dan tax amnesty berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak badan usaha. Berdasarkan persoalan penelitian tersebut, maka hipotesis dirumuskan sebagai berikut : 1. Diduga norma subjektif berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak badan usaha. 2. Diduga kewajiban moral berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak badan usaha. 3. Diduga pemahaman peraturan perpajakan berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak badan usaha. 4. Diduga tax amnesty berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak badan usaha. Kepatuhan wajib pajak merupakan suatu tindakan patuh dan sadar terhadap ketertiban perhitungan, pembayaran dan pelaporan kewajiban perpajakan masa dan tahunan dari wajib pajak orang pribadi maupun badan sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku.Norma subjektif adalah pengaruh dari lingkungan sosial seperti kerabat, orang dekat, figur serta lingkungan sosial pada umumnya dari seorang individu dalam berperilaku.Kewajiban moral merupakan perbuatan atau tindakan yang harus dilaksanakan oleh seseorang sesuai dengan rasa yang berlaku di masyarakat.Pengetahuan dan pemahaman akan peraturan perpajakan adalah proses dimana wajib pajak mengetahui tentang perpajakan dan mengaplikasikan pengetahuan itu untuk membayar pajak. Tax amnesty merupakan kebijakan pemerintah dibidang perpajakan yang memberikan kesempatan bagi wajib pajak untuk mengungkapkan harta yang belum dilaporkan dengan membayar uang tebusan, tanpa dikenai sanksi administrasi maupun sanksi pidana dibidang perpajakan. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah wajib pajak badan usaha pada KPP Pratama Kupang. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 35 wajib pajak badan usaha yang telah mengikuti program tax amnesty. Penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Purposive Sampling, yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu.(Sugiyono, 2018). Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini bersumber dari data primer atau data diperoleh secara langsung melalui kuesioner yang disebarkan kepada wajib pajak badan usaha yang ada di KPP Pratama Kupang. variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah norma subjektif, kewajiban moral, pemahaman peraturan perpajakan, tax amnesty dan kepatuhan wajib pajak badan usaha dalam memenuhi kewajiban perpajakannya. Penelitian ini menggunakan teknis analisis regresi linear berganda agar dapat mengetahu pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen dengan menggunakan aplikasi SPSS 26sebagai alat bantu uji statistik.Hasil penelitian menunjukan variabel norma subjektif berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak badan usaha, kewajiban moral berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak badan usaha, pemahaman peraturan perpajakan dan tax amnesty tidak berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak badan usaha pada KPP Pratama Kupang.Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi kepentingan akademik yang kemudian dapat dijadikan sebagai acuan atau referensi untuk penelitian kedepannya.

PENGARUH KECANGGIHAN TEKNOLOGI INFORMASI, PARTISIPASI MANAJEMEN DAN KEMAMPUAN TEKNIK PEMAKAI SISTEM INFORMASI AKUNTANSI TERHADAP EFEKTIVITAS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PADA SATKER NVT PJPA NUSA TENGGARA II

ERWIN JESUA
2023 · Thesis · Open Access

Kecanggihan teknologi informasi dan komunikasi telah membuat sistem informasi akuntansi menjadi suatu alat penting dalam dunia bisnis yang sangat kompetitif. penerapan sistem informasi akuntansi merupakan investasi yang penting untuk perusahaan. penggunaan sistem informasi dapat meningkatkan daya saing perusahaan agar tidak tersisih dalam lingkungannya.partisipasi manajemen dapat mendorong pengguna untuk mengambangkan sikap positif terhadap sistem informasi akuntansi. dukungan dari manajemen berpengaruh terhadap kinerja organisasi dan individu.kemampuan teknik pemakai yang baik akan mendorong pemakai untukmenggunakansisteminformasiakuntansisehinggakinerjasisteminformasiakuntansi akan lebih tinggi.efektivitas sistem informasi akuntansi yaitu gambaran sejauh mana target dicapai dari suatu kumpulan sumber daya yang diatur untuk mengumpulkan, memproses, dan menyimpan data elektronik, kemudian mengubahnya menjadi informasi yang berguna serta menyediakan laporan formal yang dibutuhkan dengan baik secara kualitas maupun waktu.Penelitian inibertujuanuntuk, mengetahui pengaruh kecanggihan teknologi informasi, partisipasi manajemen dan kemampuan teknik pemakai sistem informasi akuntansi terhadap efektivitas sistem informasi akuntansi.Penelitian ini dilakukan di Kantor Satker NVT PJPA Nusa Tenggara II. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan jumlah sampel sebanyak 40 respon. Pengumpulan data dilakukan dengan cara penyebaran kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji regresi linear berganda yaitu uji t dan uji R2. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kecanggihan teknologi informasi, partisipasi manajemen dan kemampuan teknik pemakai sistem informasi akuntansi secara parsial berpengaruh signifikan terhadap efektivitas sistem informasi akuntansi, maka H1, H2 dan H3 diterima. Hasil uji R2 menunjukan bahwa kecanggihan teknologi informasi, partisipasi manajemen dan kemampuan teknik pemakai sistem informasi akuntansi berkontribusi terhadap efektivitas sistem informasi akuntansi sebesar 92,6% dan sisanya 7,4% merupakan pengaruh dari variabel lain yang tidak dimasukan dalam penelitian ini.

PENGARUH KEBIJAKAN DEVIDEN TERHADAP NILAI SAHAM PADA PERUSAHAAN PROPERTY REAL ESTATE YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA

RAHEL MAURUAK
2023 · Thesis · Open Access

PENGARUH KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP NILAI SAHAM PADA PERUSAHAAN PROPERTY DAN REAL ESTATE YANG TERDAFTAR DI BEI ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk menguji Pengaruh Kebijakan Deviden Terhadap Nilai Saham pada perusahaan Property Real Estate yang terdaftar di BEI.Untuk menguji Pengaruh Kebijakan Deviden Terhadap Nilai Saham pada perusahaan Property Real Estate yang terdaftar di BEI. Kebijakan dividen adalah kebijakan manajemen untuk membagikan dividen kepada para pemegang saham dengan dana yang diambil dari laba ditahan. Dengan adanya pembagian dividen bisa menjadi daya tarik bagi investor karena menganggap bahwa perusahaan yang bisa membagi dividen secara rutin setiap tahun adalah perusahaan yang bagus sebagai tempat berinvestasi. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini ialah 7 perusahaan yang menerbitkan laporan keuangan dari tahun 2019 – 2021 terdaftar di Bursa Efek Indonesia.1) Perusahaan termasuk dalam Perusahaan Property Real Estate yang terdaftar di BEI 2) Perusahaan Property Real Estate yang terdaftar di BEI yang telah menerbitkan laporan keuangan tahun 2019-2021. 3) Perusahaan Property Real Estate yang menerbitkan laporan keuangan yang lengkap. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa kebijakan dividen di perusahan real estate berpengaruh positif signifikan terhadap nilai saham. Hal ini ditunjukkan dengan nilai koefiisien regresi bertanda positif sebesar 0,448 dan pengaruh ini signifikan karena nilai t-hitung > t-tabel (2,813 > 2,042) dan 0,024 0,05.

PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP KEBIJAKAN DIVIDEN PADA PERUSAHAAN BUMN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK IDONESIA TAHUN 2017-2021

NATALIA BANO
2023 · Thesis · Open Access

ABSTRAKSI PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP KEBIJAKAN DIVIDEN PADA PERUSAHAAN BUMN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK IDONESIA TAHUN 2017-2021 Pembimng 1 : Dr. Angela Merici Minggu,SE.,M.Si Pembimbing II : Mesri W.N Manafe.SE.,M.Sc NAMA : NATALIA BANO NIM : 18190197 FAKULTAS : EKONOMI PROGRAM STUDI : AKUNTANSI TAHUN PENULISAN 2023 Profitabilitas adalah rasio yang digunakan untuk mengetahui sejauh mana perusahaan dapat mengembalikan investasi yang telah dilakukan oleh perusahaan. Dalam kata lain semakin baik rasio profitabilitas maka semakin baik menggambarkan kemampuan tingginya perolehan keuntungan perusahaan. Rasio likuiditas yaitu rasio yang menunjukan hubungan antara kas perusahaan dan aktiva lancar lainnya dengan hutang lancar. Rasio likuiditas digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban-kewajiban finansialnya yang harus segera dipenuhi atau kewajiban jangka pendek Kebijakan dividen merupakan keputusan apakah laba yang diperoleh perusahaan akan dibagikan kepada pemegang saham sebagai dividen atau akan ditahan dalam bentuk laba guna pembiayaan investasi dimasa yang akan datang (Martono & Harjito, 2014:270). Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kinerja keuangan yang di ukur dengan return on equity dan current ratio secara persial terhadap kebijakan dividen yang di ukur dengan dividend payout ratio. Dividen merupakan sebagian laba perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham sesuai dengan jumlah saham yang dimiliki. Return on equity (profitabilitas) menggambarkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba secara relatif yaitu laba yang dapat diperbandingkan dengan unsuk tolak ukur lainnya seperti pendapatan, dana dan modal. Current ratio (likuiditas) menggambarkan kemampuan perusahaan menyelesaikan kewajiban jangka pendeknya. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan BUMN yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebanyak 15 perusahaan tahun 2017-2021. sampel sebanyak 14 perusahaan sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan sesuai dengan jangka waktu penelitian 2017-2021. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan menggunakan data sekunder. Data ini berupa laporan keuangan yang yang sudah dipublikasikan oleh perusahaan BUMN yang memenuhi kriteria sampel penelitian yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2017-2021 yang dapat di akses melalui situs www.idx.co.id . Analisis data dilakukan dengan menggunakan regresi linear berganda dengan mengguanakan aplikasi SPSS. Hasil Uji t menunjukan bahwa profitabilitas (X1) dan likuiditas (X2) tidak berpengaruh signifikan terhadap kebijakan dividen (Y).Hasil penelitian ini menunjukan bahwa profitabilitas dan likuiditas berpengaruh terhadap kebijakan dividen.

ANALISIS PERSEPSI PENGENAAN PAJAK PENGHASILAN DALAM TRANSASKI JUAL BELI ONLINE ( E-COMMERCE) MENURUT UU NOMOR 36 TAHUN 2008

MARIA OLANDINA DAE AZI
2023 · Thesis · Open Access

Beralihnya transaksi konvensional ke transaksi elektronik (e-commerce) membawa pengaruh pada aspek kehidupan seperti, pola interaksi sosial masyarakat, pola belanja konsumen, pola distribusi barang dan termasuk pada aspek perpajakan. Oleh karena itulah, untuk menjaga keseimbangan antara toko online dan toko konvensional, dan dengan tingginya tingkat pendapatan perusahaan e-commerce, menjadi alasan pemerintah untuk mengenakan pajak terhadap perusahaan e-commerce tersebut. Ditinjau dari peraturan perundang-undangan perpajakan, perdagangan online (ecommerce) berpotensi untuk dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) terhadap penghasilan yang diperoleh sebagai hasil dari perdagangan online itu sendiri (Feial Muhammad: 2019) Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana persepsi pengenaan pajak penghasilan dalam transaski jual beli online (E-commerce) menurut uu nomor 36 tahun 2008. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh pelaku usaha online dari media penjualan, Instagram, tik-tok dan FB di kota kupang berdasarkan prasentase Usaha E-Commerce dari Badan Pusat Statistik (2019) pada provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Dalam penelitian ini, teknik sampling yang digunakan adalah probability sampling yaitu simple random sampling yang dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi tersebut. Tekni pengambilan informan sebanyak 4 pelaku usaha yang terkait dalam proses implementasi Pajak E-Commerce dan pihak dari Kantor Pelayanan Pajak Pratama Kota Kupang sebagai key informan (Orang yang kompeten). Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam Penelitian ini adalah menggunakan pendekatan kualitatif dengan sumber data primer yang diperolah dari wawancara dan dokumentasi. Teknik Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi analisis deskriptif, dengan menggunakan tahapan-tahapan pengumpulan data, analisis data dan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pemungutan pajak atas penghasilan pengusaha online bukan merupakan bentuk aturan baru melainkan penegasan peraturan yang sudah ada, Sudah seharusnya pengusaha online (e-commerce) dikenakan pajak penghasilan. Namun pelaku usaha online banyak yang belum memahami tentang pengenaan pajak atas transasi jual beli online karena kurangnya pengetahuan serta kesadaran masyarakat untuk membayar pajak e-commerce.

ANALISIS PENGARUH MOTIVASI, PERSEPSI DAN SIKAP KONSUMEN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK NASI BABI DI KELURAHAN OESAPA ( Studi Kasus Usaha Nasi Babi Ma Nona )

DAUD MELKY OKTOVIANUS PANDIE
2023 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tentang motivasi, persepsi dan sikap konsumen terhadap keputusan pembelian Produk Nasi Babi Ma Nona. Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian adalah seluruh konsumen Nasi Babi Ma Nona yang berlokasi di kelurahan oesapa. Sampel dalam penelitian ini adalah konsumen Nasi Babi Ma Nona yang berjumlah 96 responden. Data sampel dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Metode analisis penelitian menggunakan Analisis Regresi Liniear Berganda, Uji T, Uji F, Uji R², dan IBM SPSS Statistic 24. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi, persepsi dan sikap konsumen secara simultan dan parsial berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian produk Nasi Babi Ma Nona. Berdasarkan hasil uji t dalam penelitian ini menunjukkan bahwa untuk variabel motivasi konumen (X1) berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian produl Nasi Babi Ma Nona, dan variabel persepsi konsumen (X2) menunjukkan berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan pembelian produk Nasi Babi Ma nona. Variabel sikap kosumen (X3) menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian produk Nasi babi Ma Nona. Dan hasil nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,285 atau 28,5%, sedangkan sisanya 71,5% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak menjadi fokus dalam penelitian ini. Artinya setelah melakukan penelitian maka diketahui 28.5% Keputusan Pembelian Nasi Babi Ma Nona dipengaruhi oleh Motivasi, Persepsi dan Sikap Konsumen.

PENGARUH KEMAMPUAN KERJA DAN KETERLIBATAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR

CLEMENTINA YOLANDA FOJU
2023 · Thesis · Open Access

Suatu organisasi bisa berhasil apabila sumber daya manusianya dapat dikelola dengan baik, bukan hanya mengekspoitasi tenaganya tetapi juga mengelolah sumber daya manusia tersebut seefektif mungkin sehingga mampu memberikan keuntungan bagi organisasi itu sendiri dan mensejahterakan kehidupan sumber daya manusia tersebut. Dengan demikian keberhasilan semua operasional organisasi sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang dalam hal ini adalah pegawai. Pemberdayaan sumber daya manusia di segala bidang merupakan salah satu upaya yang wajib dilakukan bagi terciptanya sumber daya manusia yang berkualitas, memiliki kemampuan memanfaatkan, mengembangkan dan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi serta kemampuan manajemen. Meningkatkan mutu sumber daya manusia untuk dapat memenuhi tantangan peningkatan perkembangan yang semakin cepat, efisien dan produktif, perlu dilakukan secara terus menerus sehingga menjadikan sumber daya manusia tetap merupakan sumber daya yang produktif. Tujuan utama manajemen sumber daya manusia di setiap organisasi adalah untuk memfasilitasi kinerja organisasi (Priyono, 2010:8). Dari latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk meneliti analisis pengaruh kemampuan kerja dan keterlibatan kerja terhadap kinerja pegawai Dinas Penenaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi NTT. Secra terperinci yang menjadi perosalan penelitian adalah: bagaimana pengaruh kemampuan kerja dan keterlibatan kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan terpadu satu pintu Provinsi NTT. Penarikan sampel dilakukan dengan cara simple random sampling (acak sederhana), maka sampel yang digunakan peneliti adalah 41 pegawai yang bekerja pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi NTT. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan menggunakan kuesioner yang bersumber dari hasil wawancara terstruktur terhadap responden. Instrumen dalam pengumpulan data primer ini adalah kuesioner yang disusun secara sistematis dan dalam bentuk daftar cek dalam bentuk Semantic Differential scale. Semantic Differential scale merupakan metode pengukuran sikap dengan menggunakan skala pengukuran secara verbal dua kutub (bipolar) penelitian yang ekstrim, misalnya: Kuat-Lemah, baik-buruk, tidak setuju-setuju. Data yang dihasilkan dari pengukuran tersebut bersifat interval. Pertanyaan-pertanyan dalam angket tertutup dibuat dengan menggunakan skala 1-10 untuk mendapatkan data yang bersifat interval dan diberi skor atau nilai sebagai berikut: untuk kategori pertanyaan dengan jawaban sangat tidak setuju atau sangat setuju: sangat tidak setuju 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 sangat setuju. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, peneliti akan mengulas data dan membahas hasil penelitian sesuai dengan permasalahan yang diajukan. Dalam penelitian ini, telah dilakukan analisis linear berganda dan diperoleh koefisien regresi (β1) sebesar 0,646. Artinya, jika terjadi kenaikan 1% dalam kemampuan kerja, maka kinerja pegawai akan meningkat sebesar 0,646 (atau 64,6%). Koefisien ini bernilai positif, yang menunjukkan adanya pengaruh positif antara variabel kemampuan kerja (X1) dan kinerja pegawai (Y). Dalam penelitian ini juga, telah dilakukan analisis linear berganda dan diperoleh koefisien regresi (β2) sebesar 0,802. Artinya, jika terjadi kenaikan 1% dalam keterlibatan kerja, maka kinerja pegawai akan meningkat sebesar 0,802 (atau 80,2%). Koefisien ini bernilai positif, yang menunjukkan adanya pengaruh positif antara variabel keterlibatan kerja (X2) dan kinerja pegawai (Y). Berdasarkan hasil analisis yang dipaparkan di atas, dapat disimpulkan bahwa: Secara parsial, kemampuan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi NTT. Dalam hal ini, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi NTT dapat fokus pada pengembangan dan peningkatan kemampuan kerja pegawai untuk meningkatkan kinerja secara keseluruhan. selanjutnya, keterlibatan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi NTT. Hal ini menandakan bahwa adanya tingkat keterlibatan kerja yang lebih tinggi berhubungan positif dengan peningkatan kinerja pegawai Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi NTT.

ANALISIS PENGARUH KEPEMIMPINAN, KOMPENSASI KARYAWAN, DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP PRESTASI KERJA KARYAWAN LPP TVRI STASIUN NUSA TENGGARA TIMUR

RONALDHO RIZKY ROBE
2023 · Thesis · Open Access

Dalam usaha untuk mencapai tujuan organisasi, organisasi memerlukan sumber daya untuk dapat mencapainya. Sumber daya tersebut adalah sumber daya alam, sumber daya finansial, sumber daya ilmu teknologi, dan sumber daya manusia. Sumber daya manusia merupakan asset organisasi yang paling penting, dan membuat sumber daya lain dapat berkerja. Sumber daya lainnya tidak akan bekerja dan kurang bermanfaat dalam mencapai tujuan organisasi tanpa sumber daya manusia. Sumber daya manusia dalam perusahaan terdiri dari pemimpin dan karyawan. Keduanya mempunyai peran dan fungsinya masing-masing. Setiap sumber daya manusia di dalam perusahaan berhubungan baik agar tercipta harmonisasi sumber daya manusia untuk dapat mencapai tujuan perusahaan dengan efektif dan dapat menciptakan keunggulan bersaing. Semakin tinggi kualitas/potensi sumber daya manusia, semakin tinggi pula kinerja sumber daya manusia tersebut. Begitupun sebaliknya, semakin rendah kualitas/potensi sumber daya manusia, maka semakin rendah pula kinerja yang dimiliki sumber daya manusia tersebut. Dapat dikatakan bahwa sumber daya manusia merupakan asset utama dalam suatu organisasi, karena tanpaadanya sumber daya manusia yang handal yang dapat bekerja secara efektif dan efisien, maka sebaik apapun sumber daya lain yang dimiliki suatu organisasi, maka tujuan organisasi tidak akan dapat tercapai dengan maksimal. Tujuan dari Penelitian ini untuk menjawab dua persolan yaitu Untuk menganalisis Pengaruh Kepemimpinan, Kompensasi Karyawan, Dan Motivasi Kerja Terhadap Prestasi Kerja Karyawan Lpp Tvri Stasiun Nusa Tenggara Timur. Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif dengan menggunakan Sampel Kepemimpinan, Kompensasi Karyawan, Dan Motivasi Kerja Terhadap Prestasi Kerja Karyawan Lpp Tvri Stasiun Nusa Tenggara Timur. Sedangkan dalam pembahasannya menggunakan alat analisis Regresi Linier Berganda. Berdasarkan hasil analisis pada tabel 4.20 diatas dengan menggunakan aplikasi SPSS dapat diperoleh persamaan regeresi linear berganda sebagai berikut : Y = 30.087 + 0.902 X1 + 1.332 X2 + 1.339 X3. Berdasarkan tabel 4.9 hasil uji t statistik diatas dapat diuraikan sebagai berikut : 1. Kepemimpinan ( X1 ) Berdasarkan tabel hasil uji regresi t diatas, maka diperoleh hasil t hitung sebesar 2,691 t tabel = 2.048 sehingga t hitung > t tabel ( 2,691 > 2.048), diperkuat dengan nilai sign sebesar 0,006 sehingga sign 0,006 < 0,05 maka Ha diterima dan dapat disimpulkan bahwa Kepemimpinan secara parsial berpengaruh signifikan terhadap Prestasi kerja. 2. Kompensasi ( X2 ) Berdasarkan tabel hasil uji regresi t diatas, maka diperoleh hasil t hitung sebesar 3.419, t tabel = 2.048 sehingga t hitung > t tabel (3.419 > 2.048), diperkuat dengan nilai sign sebesar 0,042 sehingga sign 0,042 < 0,05 maka Ha diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa Kompensasi secara parsial berpengaruh terhadap Prestasi Kerja. 3. Motivasi Kerja ( X3 ) Berdasarkan tabel hasil uji regresi t diatas, maka diperoleh hasil t hitung sebesar 2.655, t tabel = 2.048 sehingga t hitung > t tabel (2.655 > 2.048), diperkuat dengan nilai sign sebesar 0,042 sehingga sign 0,006 < 0,05 maka Ha diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa Kompensasi secara parsial berpengaruh terhadap prestasi kerja.

PENGARUH MENTAL PRAKTIK AKUNTANSI TERHADAP KEMAUAN MEMBAYAR PAJAK PADA UMKM DENGAN PERFORMANCE SEBAGAI VARIABEL INTERVENING (Studi Kasus Pada Wajib Pajak Pelaku UMKM di Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao)

ELSADAY JERMIYAN ADOE
2023 · Thesis · Open Access

Pajak merupakan sumber utama dalam penerimaan Negara. Dari beberapa sektor pajak yang ada di Indonesia. Pajak penghasilan merupakan penyumbang terbesar di tahun 2017 yang meningkat secara signifikan sebesar 44 %. Saat ini pemerintah mulai melirik sektor swasta yang dipastikan memiliki potensi yang besar untuk pemasukan pajak. Yaitu dari Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), omset dan labanya memang jauh lebih kecil di bandingkan perusahaan-perusahaan besar. Sehingga keberadaan UMKM yang di tengah situasi sulit ini dan penuh ketidakpastian ini menjadi perhatian khusus tersendiri bagi pemerintah baik pusat maupun daerah. Usaha Mikro kecil dan Menengah (UMKM) salah satu bidang yang memberikan konstribusi yang lebih besar dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Selain sebagai pencipta lapangan kerja sendiri, Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) membantu dalam mendorong laju pertumbuhan ekonomi. Permasalahan pajak yang di hadapi oleh Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia masih sedikit di antara mereka “Melek Pajak” hal tersebut dikarenakan ketidaktahuan mereka dalam pencatatan pembukuan atau keuangan yang tidak rapi sehingga menyulitkan dalam pencapaian kinerja UMKM sehingga tidak ada kemauan dalam membayar pajak yang ada. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh mental praktik terhadap kemauan membayar pajak pada UMKM dengan performance sebagai variable intervening. Dalam konsep kemauan membayar pajak (willingness to pay tax) didefinisikan sebagai nilai yang rela dibayarkan atau diberikan oleh individu (yang ditetapkan dalam aturan) yang digunakan untuk membiayai pengeluaran negara dengan tidak mendapatkan balas jasa secara langsung Setiyawan et al (2020). Beberapa faktor yang mempengaruhi akan kemauan membayar pajak yaitu Mental praktik akuntansi dan Performance (kinerja) UMKM. Mental praktik akuntansi adalah dimana proses pengambilan keputusan oleh seseorang dipengaruhi oleh banyak faktor seperti faktor psikologis dan sosial yang salah satunya adalah aspek mental accounting. Konsep mental praktik akuntansi yang diteliti oleh Richard Thaler menyoroti perilaku individu terhadap segala sesuatu yang berhubungan dengan pengambilan keputusan ekonomi. Dalam menjalankan sebuah bisnis perlu untuk mencatat, meringkas, menganalisis dan melaporkan hasil transaksi dan peristiwa keuangan lainnya. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga pengeluaran di bawah kontrol. Performance (kinerja) UMKM bentuk pencapaian yang di capai berupa kinerja keuangan (finansial) dengan melihat pencapain UMKM dalam mendapatkan laba atau profit selama UMKM bergerak dan non keuangan (non finansial) dengan melihat kepuasan konsumen, menggunakan material sesuai standar, dan melihat kebutuhan apa saja yang dibutuhkan konsumen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Kuantitatif dengan Teknik Analisis Regresi Linear sederhana menggunakan sofware SPSS versi 25. Jumlah populasi sebanyak 240 UMKM dengan sampel sebanyak 70 pelaku UMKM. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purpose sampling dengan kriteria UMKM yang sudah berdiri 2 tahun ke atas. Hasil dari penelitian diperoleh bahwa mental praktik akuntansi berpengaruh terhadap kemauan membayar pajak. sedangkan mental praktik akuntansi tidak berpengaruh terhadap kemauan membayar pajak melalui performance (kinerja) UMKM. Dari hasil uji regresi linear sederhana menggunakan spss versi 25, variabel mental praktik akuntansi berpengaruh terhadap kemauan membayar pajak ditunjukkan dengan hasil uji t hitung sebesar 3.738 > dari t tabel 1.995, dan nilai signifikasinya uji t sebesar 0,000 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa H1 diterima dan HO ditolak. Dari data tersebut diartikan bahwa mental praktik akuntansi berpengaruh terhadap kemauan membayar pajak. Sedangkan pengaruh mental praktik akuntansi tidak berpengaruh terhadap kemauan membayar pajak melalui performance (kinerja) UMKM di tunjukan Berdasarkan perhitungan statistik pengaruh langsung mental praktik akuntansi terhadap kemauan membayar pajak 0,413 sedangkan pengaruh tidak langsung mental praktik akuntansi terhadap kemauan membayar pajak, melalui Performance (Kinerja) UMKM 0,282. Dari data tersebut diartikan bahwa mental praktik akuntansi tidak berpengaruh terhadap kemauan membayar pajak melalui performance (kinerja) UMKM. Hasil uji output SPSS untuk uji koefisien determinasi diketahui nilai R squard sebesar 0,170 (17%). Hal tersebut memiliki arti bahwa kemampuan variabel inpenden dalam penelitian ini mempengaruhi variabel dependen sebesar 17% sedangkan sisanya 83% sisanya dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukan dalam penelitian ini. Dari pembahasan diatas maka dapat ditarik kesimpulan yaitu besarnya kemauan membayar pajak dapat dilihat dari tingkat mental praktik akuntansi dan performance ( kinerja) UMKM yang dimiliki oleh pemilik UMKM. Dengan memiliki mental praktik akuntansi yang tinggi menunjukkan bahwa mereka memiliki pengelolaan keuangan yang baik dengan mengkategorikan pendapatan dan pengeluaran ke dalam akun-akun. Hal tersebut menunjukkan bahwa mereka sudah memprediksi pengeluaran apa yang akan terjadi, tak terkecuali pengeluaran untuk membayar pajak. sedangkan mental praktik tidak berpengaruh terhadap kemauan membayar pajak melalui performance (kinerja) UMKM karena dalam hal ini mentalitas yang baik saja tidak cukup untuk memajukan unit usaha yang mereka miliki. Karena dalam praktik nyatanya ada kemungkinan bahwa banyak pemilik UMKM yang sudah memiliki mentalitas yang baik, ketangguhan, dan kemauan yang tinggi tapi hal itu saja tidak cukup untuk meningkatkan unit usaha. Sehingga performance (kinerja) UMKM tidak mengalami peningkatan maka pelaku UMKM tidak ada kemauan membayar pajak.

PENGARUH LEVERAGE DAN CAPITAL INTENSITY TERHADAP AGRESIVITAS PAJAK DENGAN KOMISARIS INDEPENDEN SEBAGAI VARIABEL PEMODERASI PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR SEKTOR INDUSTRI BARANG DAN KONSUMSI YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2020-2022.

MARLENI LENDE
2023 · Thesis · Open Access

Kasus Agresivitas Pajak yang terjadi di Indonesia dapat menunjukkan suatu bentuk tindakan meminimalkan beban pajak suatu perusahaan. Hal ini menjadi perhatian publik, karena tidak sesuai harapan masyarakat dan merugikan pemerintah. Agresivitas pajak adalah suatu tindakan yang bertujuan untuk menurunkan laba kena pajak melalui perencanaan pajak. Strategi perusahaan yang tidak sesuai dengan harapan masyarakat dan tindakan agresivitas pajak ini merugikan pemerintah karena pemerintah tidak dapat mengoptimalisasikan penerimaan pajak. Menurut Mustika (2017), agresivitas pajak yaitu keinginan perusahaan untuk mengecilkan jumlah beban pajak yang harus dibayar baik dengan legal ataupun ilegal. Menurut Rodriguez dan Arias (2012), terdapat beberapa hal yang dapat mempengaruhi perusahaan dalam besar kecilnya membayar pajak antara lain leverage dan capital intensity. Leverage merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur sejauh mana perusahaan dibiayai dengan menggunakan utang (Kasmir, 2013: 151). Capital intensity merupakan investasi perusahaan dalam bentuk aset tetap yang digunakan perusahaan untuk berproduksi dan mendapatkan laba. Komisaris independen dijadikan alasan didalam perusahaan karenan dengan adanya indikasi tersebut keberadaan komisaris independen didalam perusahaan berperan penting, dimana dapat mengawasi setiap tindakan yang diambil oleh manajer perusahaaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis atau membuktikan secara empiris tentang pengaruh leverage, capital intensity terhadap agresivitas pajak dengan komisaris independen sebagai variabel pemoderasi pada perusahaan manufaktur sektor industri barang dan konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020-2022. Sampel penelitian ini terdiri dari 23 perusahaan pada sektor indsutri barang dan konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2020-2022. Dengan teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari situs resmi Busa Efek Indonesia dan situs resmi masing-masing perusahaan. Penelitian ini menggunakan analisis Regresi Linear Berganda untuk menguji pengaruh leverage, capital intensity terhadap agresivitas pajak dan Moderated Regression Analysis (MRA) untuk menguji apakah dengan adanya komisaris independen dapat memoderasi pengaruh leverage dan capital intensity terhadap agresivitas pajak dengan komisaris independen sebagai variabel pemoderasi pada perusahaan manufaktur sektor industri barang dan konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020-2022 dengan menggunakan SPSS versi 25. Hasil dari penelitian diperoleh bahwa leverage tidak berpengaruh terhadap agresivitas pajak pada perusahaan manufaktur sektor industri barang dan konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020-2022, capital intensity berpengaruh terhadap agresivitas pajak pada perusahaan manufaktur sektor industri barang dan konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020-20220, komisaris independen memoderasi pengaruh leverage terhadap agresivitas pajak dengan memperlemah pengaruh leverage terhadap agresivitas pajak pada perusahaan manufaktur sektor industri barang dan konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020-2022, dan komisaris independen meoderasi pengaruh capital intensity terhadap agresivitas pajak pada perusahaan manufaktur sektor industri barang dan konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020-2022. Dari hasil uji regresi linear berganda menggunakan spss versi 25, untuk variabel leverage menunjukkan hasil uji t hitung sebesar 0,772 dari t tabel 1,996 dan nilai signifikansinya 0,443 > 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa H1 ditolak dan H0 diterima. Dari data tersebut dapat diartikan bahwa leverage tidak berpengaruh terhadap agresivitas pajak pada perusahaan manufaktur sektor industri barang dan konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020-2022. Hasil uji regresi lienar berganda variabel capital intensity menunjukkan hasil uji t hitung sebesar 2,786 > dari t tabel 1,996 sehingga dapat disimpulkan bahwa H2 diterima dan H0 ditolak. Dari data tersebut dapat diartikan bahwa capital intensity berpengaruh terhadap agresivitas pajak. Dari hasil uji Analisis Regresi Moderasi (MRA) menggunakan spss versi 25, untuk hipotesis komisaris independen memoderasi pengaruh leverage terhadap agresivitas pajak menunjukkan hasil uji t hitung sebesar -3,022 dari t tabel 1,997 dan tingkat signifikansi sebesar 0,004 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa H3 diterima dan H0 ditolak. Dari data tersebut dapat diartikan bahwa komisaris independen memoderasi pengaruh leverage terhadap agresivitas pajak dengan memperlemah pengaruh leverage terhadap agresivitas pajak. Hasil uji analisis regresi moderasi untuk hipotesis komisaris independen memoderasi pengaruh capital intensity terhadap agresivitas pajak menunjukkan hasil uji t hitung sebesar 4,260 > dari t tabel 1,997 dan tingkat signifikansi sebesar 0,000 dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa H4 diterima dan H0 ditolak. Dari data tersebut dapat diartikan bahwa komisaris independen mampu memoderasi pengaruh leverage terhadap agresivitas pajak. Dari pembahasan diatas dapat maka dapat ditarik kesimpulan bahwa leverage tidak mampu memberikan pengaruh terhadap agresivitas pajak karena semakin tinggi leverage maka semakin tinggi pula risiko yang harus ditanggung perusahaan karena harus membayar bunga hutang yang tinggi menggunakan hasil usahanya sehingga mengurangi laba bersih perusahaan. Capital intensity berpengaruh terhadap agresivitas pajak ketika perusahaan menanggung beban depresiasi, hal tersebut dapat mengurangi laba perusahaan sehingga pendapatan kena pajak berkurang. Komisaris independen memoderasi dengan memperlemah pengaruh leverage terhadap agresivitas pajak karena besarnya komisaris independen dalam suatu perusahaan dapat mempengaruhi perilaku perusahaan menggunakan utang sebagau usaha agresivitas pajak. Komisaris independen memoderasi pengaruh Capital intensity terhadap agresivitas pajak karena banyaknya komisaris independen dalam suatu perusahaan maka bisa berdampak pada tindakan perusahaan yang memanfaatkan penggunaan aset tetap sebagai upaya agresivitas pajak.

PERWUJUDAN NILAI TRANSPARANSI, AKUNTABILITAS DAN KONSEP VALUE FOR MONEY DALAM PENGELOLAAN AKUNTANSI KEUANGAN SEKTOR PUBLIK (STUDI KASUS PADA KANTOR BAPPELITBANGDA PROVINSI NTT)

YANSON ALBERT MURIS
2023 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif tujuannya untuk mengetahui transparansi, akuntabilitas dan konsep value for money pengaruh terhadap akuntansi keuangan sektor publik pada kantor Bappelitbangda Provinsi NTT. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh secara langsung dari lapangan dengan menyebarkan kuesioner, adapun alat analisis yang digunakan SPSS. Hasil dari uji ini menunjukan bahwa pada variabel pertama transparansi berpengaruh signifikan terhadap pengelolaan keuangan sektor publik, kemudian pada variabel kedua akuntabilitas tidak berpengaruh signifikan terhadap pengelolaan keuangan sektor publik dan pada variabel ketiga konsep value for money berpengaruh signifikan terhadap pengelolaan keuangan sektor publik. Populasi yang diguanakan populasi dalam penelitian ini adalah 156 pegawai pada kantor Bappelit Bangda Provini NTT. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling adalah sampling acak sederhana, dalam menentukan sampel penelitian ini menggunakan rumus slovin berdasarkan perhitungan menggunakan slofin maka sampel yang menjadi responden dalam penelitian Bappelitbangda Provinsi NTT berjumlah 112 Pegawai. Transparansi Menurut Mardiasmo, 2009 Transparansi mempunyai hubungan pengaruh terhadap Pengelolaan Keuangan Daerah bahwa transparansi adalah keterbukaan pemerintah dalam memberikan informasi yang terkait dengan aktivitas pengelolaan sumber daya publik kepada pihak yang membutuhkan yaitu masyarakat. Transparansi mempunyai hubungan pengaruh terhadap Pengelolaan Keuangan Daerah. Akuntabilitas menurut Arifani and Rante (2018) yang menyatakan bahwa tidak ada pengaruh terhadap akuntansi keuangan sektor publik, Kondisi itu terjadi karna kurang efktif, dan efsiensinya pelayanan terhadap akuntansi keuangan sektor publik instansi sektor publik memperoleh tuntutan agar lebih efesien mempertimbangkan biaya ekonomi dan sosial, serta mempertimbangkan pengaruh negatif mengenai kegiatan yang dilaksanakan, karena sektor publik sering kali dipandang negatif bagi sebagian pihak. Konsep value for money Ryki Saputra (2018) menyatakan bahwa konsep value for money memiliki pengaruh dalam pengelolaan akuntansi keuangan sektor publik. Dengan menerapkan prinsip ekonomis, efisiensi dan efektivitas dalam pengelolaan keuangan akan membuat Pengelolaan Keuangan di sektor publik semakin baik. Oleh sebab itu dengan adanya konsep value for money akan semakin meningkatkan kualitas pertanggungjawaban instansi kepada publik dalam memanfaatkan sumber daya milik daerah sebaik-baiknya.