Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir

3.893 item publik

Publikasi

Halaman 84 dari 195

Deskripsi Tentang Putusan Hakim Dalam Pelanggaran Hak Paten

MILNA SUSANA TALAN
2023 · Thesis · Open Access

Judul tulisan ini adalah ” Deskripsi Tentang Putusan Hakim Dalam Pelanggaran Hak Paten “. Rumusan masalah penelitian: mengapa Pengadilan Niaga menjatuhkan Putusan menolak gugatan penggugat sedangkan Mahkamah Agung membatalkan Putusan Pengadilan Niaga dan Mengabulkan Gugatan Penggugat? Jenis penelitian hukum yang digunakan adalah penelitian normatif dan bersifat deskriptif yang berusaha untuk mendeskriptifkan untuk menguraikan masalah aktual terkait putusan hakim dalam pelanggaran hak paten. Variabel bebas dalam Penelitian ini adalah Alasan Pengadilan Niaga menjatuhkan Putusan Menolak gugatan penggugat sedangkan Mahkama Agung membatalkan Putusan Penggadilan Niaga dan Menggabulkan Gugatan Penggugat. variabel terikat dalam penelitian ini adalah Putusan Hakim Dalam Pelanggararn Hak Paten. Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan, maka penulis menemukan beberapa alasan Mahkamah Agung adalah :1)Alasan Pengadilan Niaga menjatuhkan putusan menolak gugatan pengugat karena.(a).Penggugat tidak dapat membuktikan dalil gugatannya (b) Tergugat dapat membuktikan bantahan atau sangkalan 2). Alasan Mahkama Agung membatalkan putusan Pengadilan Niaga dan mengabulkan gugatan penggugat, karena : (a) Pengadilan Niaga salah menerapkan hukum (b) Penggugat dapat membuktikan gugatannya. Saran yang penulis berikan dalam penulisan adalah sebagai berikut:(1) Terhadapsetiap orang atau badan hokum yang ingin mendaftarkan suatu paten dapat diperhatikan dengan baik agar dapat diperahatikan paten yang sudah didaftarkan terlebih dahulu sehingga tidak terjadi pelanggaran paten dan menimbulkan kerugian terhadap pihak lain yang sudah lebih dulu mendaftarkan patennya.(2)Terhadap pemerintah yang berwenang untuk mengeluarkan ijin terhadap suatu permohonan paten agar dapat diperhatikan dengan baik sehingga tidak terjadi pendobelan nomor paten yang dikeluarkan oleh pihak pemerintah dan kepada pemerintah dalam hal ini aparat penegak hukum agar diperhatikan setiap kasus yang diajukan sehingga dapat tercapainya asas keadilan, kemanfaatan dan kepastian hukum.

DESKRIPSI TENTANG TERJADINYA TINDAK PIDANA PORNOGRAFI

FEBE TRIVENA LIU
2023 · Thesis · Open Access

INTISARI Judul skripsi penulis adalah : Deskripsi Tentang Terjadinya Tindak Pidana Pornografi. Masalah penelitian dalam tulisan ini adalah “ 1) Faktor yang menyebabkan tejadinya tindak pidana pornografi, 2) Bagaimana bentuk pelaku melakukan tindak pidana pornografi, 3) Bagaimana akibat hukum tindak pidana pornografi terhadap pelaku? Tujuan dari penelitian adalah 1) Untuk mengetahui faktor penyebab terjadiya tindak pidana pornografi, 2) Untuk mengetahui bentuk pelaku melakukan tindak pidana pornografi, 3) Untuk mengetahui akibat hukum tindak pidana pornografi terhadap pelaku. Dalam Putusan Nomor : 3634/Pid.Sus/2017/PN.Mdn, Nomor 2661/Pid.Sus/2020/PN Mdn, Nomor 701/Pid.B/2018/PN Mdn, Nomor 515 Pid.B/2016/PN Mdn, Nomor 0000/Pid.B/2022/PN Mdn. Jenis penelitian hukum yang digunakan adalah metode hukum normatif dan bersifat deskriptif subyek penelitian adalah Putusan Pengadilan Negeri Medan. Pengumpulan data dilakukan dengan studi dokumen dan bahan pustaka kemudian data analisis secara deskriptif kualiatif. Berdasarkan Hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis selanjutnya Dirumuskan dan ditarik Kesimpulan Dan Saran sebagai Berikut : 1. Faktor yang menyebabkan terjadinya tindak pidana pornografi adalah: a. Faktor Internal Berupa Pergaulan Di Masyarakat. 2. Bentuk pelaku melakukan tindak pidana pornografi adalah: a. Terdakwa memperjualbelikan, kaset DVD Porno , b. Terdakwa menyebarluaskan Pornografi c. Terdakwa mempertontonkan kemaluannya dimuka umum. 3. Akibat hukum stindak pidana pornografi terhadap pelaku adalah: a. Terdakwa dikenakan penahanan, b. Terdakwa di pidana penjara, c. Terdakwa di bebankan membayar biaya perkara. Dan saran yang Penulis Berikan sebagai berikut : 1. Bagi penegak hukum terutama Majelis Hakim, dalam menyelesaikan kasus tindak pidana pornografi hendaknya dalam menerapkan hukum pembuktian harus memiliki pertimbangan hukum yang cukup dan terperinci yang mengacu pada KUHAP, sehingga tidak terjadi kesalahan dalam penerapan hukum. 2. Bagi keluarga dan masyarakat di sekitar agar selalu mengontrol setiap kegiatan yang dilakukan oleh orang terdekat di sekitar kita agar terhindar dari tindak kejahatan pornografi. Kata Kunci: Penyebab Bentuk Tindak Pidana Pornografi

DISPARITAS PUTUSAN PENGADILAN NEGERI DALAM SENGKETA ANTARA ANGGOTA PARTAI DENGAN PARTAI DEMOKRAT

MATHIAS LANALO
2023 · Thesis · Open Access

INTISARI Judul penulis adalah: DISPARITAS PUTUSAN PENGADILAN NEGERI DALAN SENGKETA ANTARA ANGGOTA PARTAI DENGAN PARTAI DEMOKRAT.Rumusan Masalah dalam penelitian ini adalah: Megapa Dalam sengketa antara anggota denga partai democrat putusan Hakim menyatakan gugatan tidak dapat diterima, gugatan ditolak dan gugatan dikabulkan? Tujuan penelitan yang ingin penulis kaji yaitu: Untuk mengetahi dalam sengketa antara anggota partai dengan partai demokrat alasan hakim menjatuhkan putusan gugatan tidak dapat diterima, gugatan ditolak dan gugatan dikabulkan.! Jenis Metode Penelitian yang penulis gunakan adalah: Jenis Penelitian Normatif dan Sifat Penelitian adalah bersifat deskriptif yakni penulis akan memaparkan secara lengkap, rinci, jelas dan sistematis hasil dalam bentuk karya ilmiah. Tentang sengketa anggota partai dengan Partai Demokrat putusan hakim menyatakan gugatan tidak dapat diterima, gugatan ditolak dan gugatan dikabulkan. Bahan hukum yang digunakan adalah bahan hukum primer yang terdiri dari putusan hakim serta peraturan perundang-undangan, traktat, kaidah dasar atau norma serta peraturan dasar. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh penulis maka ditemukan alasan hakim menyatakan gugatan penggugat tidak dapat diterima dalam sengketa antara anggota partai dengan partai demokrat adalah sebagai brikut 1. Putusan gugatan penggugat tidak dapat diterima, yaitu: a. Gugatan mengandung Ne Bis In Idem, b. gugatan penggugat prematur 2. Putusan menolak Gugatan, yaitu: a. Gugatan Penggugat ditolak karena Ne Bis In Idem, b. Penggugat tidak mampu membuktikan dalil dalil gugatannya 3. Putusan mengabulkan gugatan, yaitu: a. Mahkamah partai tidak berwewenang, b. Sengketa pemilu merupakan kewenangan Mahkama Konstitusi. Kata Kunci : Disparitas Putusan Pengadilan, Anggota Partai, Partai Demokrat.

Deskripsi Tentang Putusan Hakim Dalam Tindak Pidana Pelanggaran Merek

FIKTORIA TAMENO
2023 · Thesis · Open Access

Judul skripsi penulis adalah: Deskripsi Tentang Putusan Hakim Dalam Tindak Pidana Pelanggaran Merek. Rumusan masalah yang penulis kajian adalah: bagaimana dasar pertimbangan judex facti dan judex juris dalam menjatuhkan putusan pemidanaan terhadap pelaku tindak pidana pelanggaran merek? Dan Mengapa hakim peninjauan kembali membatalkan putusan judex facti dan judex juris dengan menjatuhkan putusan lepas dari segala tuntutan hukum terhadap pelaku tindak pidana pelanggaran merek?. Tujuan penelitian ini adalah: Untuk mengetahui dasar pertimbangan judex facti dan judex juris menjatuhkan putusan pemidanaan terhadap pelaku tindak pidana pelanggaran merek dan untuk mengetahui alasan hakim peninjauan kembali membatalkan putusan judex facti dan judex juris dengan menjatuhkan putusan lepas dari segala tuntutan hukum terhadap pelaku tindak pidana pelanggaran merek. Jenis penelitian yang di gunakan bersifat deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penulisan ini menggunakan studi dokumen atau bahan pustaka. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis selanjutnya di rumusan dan di tarik kesimpulan sebagai berikut: 1. Alasan Judex Facti dan judex juris dalam menjatuhkan putusan pemidanaan kepada pelaku tindak pidana pelanggaran merek yaitu: a). Perbuatan Terdakwa merupakan perbuatan pidana, b). Perbuatan Terdakwa memenuhi unsur pasal 91 Undang-undang RI Nomor 15 Tahun 2001 tentang merek. 2. Alasan Hakim peninjauan Kembali membatalkan putusan judex facti dan judex juris dengan menjatuhkan putusan lepas dari segala tuntutan hukum terhadap pelaku tindak pidana pelanggaran merek yaitu: a). Adanya Novum atau bukti baru b). Perbuatan terdakwa terbukti tetapi Perbuatan terdakwa bukan merupakan perbuatan pidana. Kata kunci: Putusan Hakim, Tindak Pidana, Pelanggaran Merek.

Disparitas Putusan Judex Factie Judex Juris Dan Peninjauan Kembali Terhadap Pelaku Tindak Pidana Penyerobotan Tanah

IRWANTO MAHOKLORY
2023 · Thesis · Open Access

Judul skripsi penulis adalah: Disparitas Putusan Judex Factie Judex Dan Peninjauan Kembali Terhadap Pelaku Tindak Pidana Penyerobotan Tanah. Rumusan masalah penelitian penulis adalah: 1). Mengapa Judex Factie menjatuhkan putusan bebas terhadap pelaku tindak pidana penyerobotan tanah? 2). Mengapa hakim Mahkama Agung menjatuhkan putusan pemidanaan terhadap pelaku tindak pidana penyerobotan tanah? 3). Mengapa Hakim Peninjauan Kembali menjatuhkan putusan percobaan terhadap terdakwa II dalam tindak pidana penyerobotan tanah?. Tujuan penelitian ini yaitu, 1). Untuk mengetahui alasan Judex Factie menjatuhkan putusan bebas terhadap pelaku tindak pidana penyerobotan tanah. 2). Untuk mengetahui alasan hakim Mahkama Agung menjatuhkan putusan pembicaraan terhadap pelaku penyerobotan tanah. 3). Untuk mengetahui alasan hakim peninjauan kembali menjatuhkan putusan percobaan terhadap terdakwa II dalam tindak pidana penyerobotan tanah. Jenis metode penelitian yang penulis gunakan adalah: jenis penelitian normatif dan sifat penelitian adalah bersifat deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian yang penulis teliti maka yang menjadi: alasan judex factie menjatuhkan putusan bebas terhadap pelaku tindak pidana penyerobotan tanah yaitu: a). Perbuatan terdakwa bukan tindak pidana, b). Perbuatan terdakwa tidak memenuhi unsur pasal 385 ayat (1) KUHP, alasan Hakim Mahkama Agung menjatuhkan putusan pembicaraan terhadap pelaku tindak pidana penyerobotan tanah, yaitu: a). Judex Factie salah dalam menerapkan hukum, b). Perbuatan terdakwa merupakan perbuatan pidana. Alasan Hakim peninjauan kembali menjatuhkan putusan percobaan terhadap terdakwa II dalam tindak pidana penyerobotan tanah, yaitu: a). Adanya kekhilafan judex jurusan dalam penerapannya, b). Adanya pertimbangan pada syarat dan kondisi tertentu atas permulaan dan niat melakukan kejahatan. Kata Kunci : Putusan Hakim, Tindak Pidana, Penyerobotan Tanah.

ANALISIS YURIDIS PEMBATALAN PUTUSAN KASASI OLEH HAKIM PENINJAUAN KEMBALI DALAM SENGKETA JUAL BELI RUKO PERLAWANAN PIHAK KETIGA

KRISTIANUS NAHAK KLAU
2023 · Thesis · Open Access

INTI SARI Judul Skripsi Penulis adalah : ANALISIS YURIDIS PEMBATALAN PUTUSAN KASASI OLEH HAKIM PENINJAUAN KEMBALI DALAM SENGKETA JUAL BELI RUKO PERLAWANAN PIHAK KETIGA.Rumusan masalah yang penulis kaji adalah mengapa hakim tingkat kasasi menjatuhkan putusan mengabulkan gugatan perlawanan pihak ketiga tetapi dibatalkan oleh hakim peninjauan kembali dengan menjatuhkan putusan menolak gugatan perlawanan pihak ketiga.Tujuan yang ingin Penulis kaji adalah: untuk mengetahui alasan hakim tingkat kasasi menjatuhkan putusan mengabulkan gugatan perlawanan pihak ketiga tetapi dibatalkan oleh hakim peninjauan kembali dengan menjatuhkan putusan menolak gugatan perlawanan pihak ketiga.Jenis metode Penelitian yang penulis gunakan adalah jenis penelitian Normatif dan sifat penelitian adalah bersifat deskriptif yakni penulis akan memaparkan secara lengkap,rinci,jelas dan sistematis hasil dalam bentuk karya ilmiah Bahan hukum yang digunakan adalah bahan hukum Primer yang terdiri dari Putusan Hakim serta Peraturan perundang-undangan,traktat,kaidah dasar atau norma serta peraturan dasar.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi kepustakaan dimana diperoleh informasi dari putusan pengadilan. Analisis Data yang digunakan adalah menggunakan analisis secara kualitatif yaitu analisis yang bersifat deskriptif . Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan maka yang menjadi kesimpulan sesuai penulis kaji yaitu : Alasan Majelis Hakim tingkat kasasi mengabulkan gugatan perlawanan pihak ketiga dapat diterima yaitu : a. Pihak ketiga adalah pembantah yang beritikat baik b. Putusan judex factie tidak tepat karena tanpa alasan sah mengesampingkan perjanjian jual beli ruko Alasan hakim peninjauan kembali menolak gugatan perlawanan pihak ketiga yaitu : a. Terdapat kekhilafan hakim atau kekeliruan nyata dalam putusan judex juris yang membatalkan putusan judex facti. b. Pembantah adalah pembantah yang tidak benar. Saran dari penulis adalah (1). Majelis hakim dalam pemeriksaan perkara perdata penulis mengharapkan kepada hakim agar dalam pengambilan keputusan perlu memperhatikan latar belakang masalah dan fakta –fakta persidangan maupun dalam hal penerapan hukum. Agar dalam menjatuhkan putusan dapat diterima oleh semua pihak semua yang berperkara. (2). Demi terciptanya keadilan dan kepastian hukum dalam masyarakat maka sangat diharapkan majelis hakim memeriksa dan memutuskan perkara seadil-adilnya. Kata Kunci:Putusan Hakim,Sengketa jual beli Ruko perlawanan pihak ketiga.

DESKRIPSI TENTANG PUTUSAN HAKIM DALAM PERKARA WANPRESTASI JUAL BELI APARTEMEN

YONGKI PAH
2023 · Thesis · Open Access

INTISARI Judul skripsi:“DESKRIPSI TENTANG PUTUSAN HAKIM DALAM PERKARA WANPRESTASI JUAL BELI APARTEMEN”. Perumusan masalah adalah : 1).Mengapa Hakim Pengadilan Negeri Menguatkan Putusan BPSK? 2).Mengapa Hakim Mahkamah Agung Manyatakan BPSK Tidak Berwenang? Tujuan penelitian yaitu: 1).Untuk Mengetahui Mengapa Hakim Pengadilan Negeri Menguatkan Putusan BPSK. 2).Untuk Mengetahui Mengapa Hakim Mahkamah Agung Manyatakan BPSK Tidak Berwenang. Sifat penelitian ini adalah deskriptif dengan Jenis Penelitian Normatif. Variabel bebas yaitu bagaimana pertimbangan Hakim Pengadilan Negeri menguatkan putusan BPSK dan Hakim Mahkamah Agung menyatakan BPSK tidak berwenang dan Variabel Terikat yaitu putusan hakim dalam perkara wanprerstasi jual beli apartemen. Berdasarkan Hasil penelitian yang dilakukan penulis, maka yang menjadi Alasan Pengadilan Negeri menguatkan putusan BPSK : Adanya Hubungan Hukum Antara Pemohon dan Termohon, Perjanjian Tidak Dilaksanakan Oleh Termohon dan alasan Hakim Mahkamah Agung Menyatakan BPSK Tidak Berwenang karena : Objek sengketa adalah wanprestasi, Pengadilan Negeri Salah Menerapkan Hukum. Saran penulis sebagai berikut: 1). Pertimbangan judex facti, dalam hal ini Pengadilan Negeri Palembang harus lebih teliti dalam menerapkan hukum. 2). Kepada masyarakat, agar dapat menepati apa yang telah diperjanjikan, baik perjanjian jual beli maupun perjanjian-perjanjian lain sepanjang menyangkut permasalahan hukum perdata. Kata Kunci : Wanprestasi, Jual Beli, Apartemen

DESKRIPSI PUTUSAN HAKIM TERHADAP WANPRESTASI PERJANJIAN SEWA MENYEWA ALAT BERAT

ENGEL LEO LEDE
2023 · Thesis · Open Access

INTISARI Judul penelitian ini adalah “Deskripsi Putusan Hakim Terhadap Wanprestasi Perjanjian Sewa-Menyewa Alat Berat”. Masalah pokok yang diteliti penulis ialah 1. Mengapa Hakim Pengadilan Negeri Dan Pengadilan Tinggi Menyatakan Tergugat Melakukan Wanprestasi dan mengapa Tergugat Di Hukum Membayar Ganti Rugi? 2. Mengapa Hakim Mahkamah Agung menolak permohonan kasasi dari tergugat konvensi atau penggugat rekonvensi dalam perjanjian sewa menyewa alat berat ?. Tujuan penelitian ini 1. Untuk mengetahui alasan Hakim Pengadilan Negeri Dan Pengadilan Tinggi Menyatakan tergugat melakukan wanprestasi dan Tergugat dihukum membayar ganti rugi? 2. Untuk mengetahui alasan Hakim menyatakan Mahkamah Agung menolak permohonan kasasi dari tergugat konvensi atau penggugat rekonvensi dalam perjanjian sewa menyewa alat berat.Sifat penelitian ini adalah penelitian yang bersifat Deskriptif dengan Jenis Penelitian Normatif. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah alasan Hakim Pengadilan Negeri Dan Pengadilan Tinggi menyatakan tergugat melakukan wanprestasi dan mengapa tergugat di hukum membayar ganti rugi. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah putusan pengadilan tentang wanprestasi sewa menyewa alat berat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Alasan Hakim Pengadilan Negeri Dan Pengadilan Tinggi Menyatakan tergugat melakukan wanprestasi dan Tergugat di hukum membayar ganti rugi : Pihak Tergugat Konvensi (Penggugat Rekonvensi) Tidak Melunasi Pembayaran Uang Sewa Alat Berat, Perbuatan Tergugat Tidak Melaksanakan Kewajibannya dan Petitum Penggugat Konvensi (Tergugat Rekonvensi) Tentang Ganti Rugi Alasan Hakim Mahkamah Agung Menolak Permohonan Kasasi Dari Tergugat Konvensi Atau Penggugat Rekonvensi Dalam Perjanjian Sewa Menyewa Alat Berat : Putusan Judex Facti Pengadilan Negeri tidak salah menerapkan hukum dan Termohon Kasasi I (Penggugat Konvesi) dapat membuktikan dalil gugatan . Mengacu pada kesimpulan diatas yang telah diuraikan, maka dapat dikemukakan saran-saran sebagai berikut: 1. Sebaiknya untuk mencegah terjadinya wanprestasi yang dilakukan oleh para pihak dalam suatu perjanjian, para pihak harus mengetahui betul apa isi perjanjian dan adanya itikad baik dari kedua belah pihak untuk tidak mencederai perjanjian yang telah disepakai tersebut. 2. Para pihak yang akan melaksanakan perjanjian harus sudah memahami isi perjanjian, agar apabila terjadi suatu permasalahan dapat diselesaikan dengan baik sesuai dengan apa yang sudah diatur dalam perjanjian dan tidak dengan mudah melakukan gugatan ke pengadilan yang sebanarnya sudah diatur dalam perjanjian. 3. Hakim seharusnya dapat lebih teliti dalam melihat isi perkara agar tidak keliru dalam menyelesaikan permasalahan. Kata Kunci : Wanprestasi, perjanjian, sewa-menyewa

DESKRIPSI TENTANG PENYELESAIAN PERKARA PERBUATAN MELAWAN HUKUM DALAM PERJANJIAN KREDIT MOBIL

MILLANO INDERADY UMBU TIDAS
2023 · Thesis · Open Access

INTISARI Judul skripsi: “Deskripsi Tentang Penyelesaian Perkara Perbuatan Melawan Hukum Dalam Perjanjian Kredit Mobil”. Rumusan masalah adalah 1). Mengapa putusan Pengadilan Negeri menyatakan gugatan penggugat tidak dapat diterima? 2). Mengapa putusan Pengadilan Tinggi dan Mahkamah Agung menyatakan gugatan dikabulkan sebagian? Tujuan penelitian ini adalah 1).Untuk mengetahui mengapa Putusan Pengadilan Negeri menyatakan gugatan penggugat tidak dapat diterima 2).Untuk mengetahui mengapa Putusan Pengadilan Tinggi dan Mahkamah Agung menyatakan gugatan dikabulkan Sebagian . Sifat penelitian ini adalah penelitian yang bersifat Deskriptif dengan Jenis Penelitian Normatif. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah alasan hakim Pengadilan Negeri dalam menjatuhkan putusan gugatan tidak dapat diterima dan alasan hakim Pengadilan Tinggi dan Mahkamah Agung menyatakan gugatan dikabulkan sebagian. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah putusan pengadilan tentang perkara Perbuatan Melawan Hukum dalam perjanjian Kredit Mobil Hasil penelitian menunjukkan bahwa Alasan Hakim Pengadilan Negeri Menyatakan Gugatan Penggugat Tidak Dapat Diterima : Eksepsi Tergugat Beralasan Menurut Hukum, Gugatan Penggugat Kabur (Obscuur Libel) dan Alasan Hakim Pengadilan Tinggi Dan Mahkamah Agung Menyatakan Gugatan Dikabulkan Sebagian : Gugatan Penggugat Sempurna Menurut Hakim, Penggugat Dapat Membuktikan Sebagian Dalil Gugatan, Tergugat Tidak Dapat Membuktikan Bantahan. Mengacu pada kesimpulan diatas yang telah diuraikan, maka dapat dikemukakan saran-saran sebagai berikut: 1).Kepada masyarakat, agar dapat menepati apa yang telah diperjanjikan, baik perjanjian kredit maupun perjanjian-perjanjian lain sepanjang menyangkut permasalahan Hukum Perdata. Hal ini menyangkut norma kemasyarakatan, sebab apabila tidak menepati perjanjian tersebut, maka dapat dikatakan sebagai Perbuatan Melawan Hukum (PMH) 2.)Wanprestasi merupakan dampak buruk bagi perusahaan yang menggelimuti bidang pengkreditan, untuk itu pihak perusahaan harus lebih insentif dan lebih akurat dalam memanfaatkan ketelodoran yang diakibatkan konsumen apalagi dalam objek perjanjian yang telah dijadikan objek jaminan fidusia, sehingga antisipasi dini dapat mengurangi sedikit kerugian bagi pihak perusahaan. Hal semacam ini juga merupakan salah satu cara untuk mencegah terjadinya wanprestasi. 3).Pendaftaran fidusia yang dilakukan oleh pihak kreditur harus lebih memperhatikan kejelasan keasliannya agar dapat memperkecil kekhawatiran pihak kreditur terhadap barang objek perjanjian. Kata Kunci : Putusan Hakim, Perbuatan Melawan Hukum, Wanprestasi, Gugatan

DESKRIPSI TENTANG KEWENANGAN MENGADILI SENGKETA KOPERASI SIMPAN PINJAM JASA

HARMY SEMBER PIAN
2023 · Thesis · Open Access

INTI SARI Skripsi penulis adalah: DESKRIPSI TENTANG KEWENANGAN MENGADILI SENGKETA KOPERASI SIMPAN PINJAM JASA .rumusan masalah yang penulis kaji adalah : mengapa Pengadilan Negeri dan Mahkamah Agung menyatakan Pengadilan Negeri tidak berwenang mengadili sengketa koperasi simpan pinjam jasa?, mengapa Pengadilan Tinggi menyatakan Pengadilan Negeri berwenang mengadili sengketa koperasi simpan jasa?. tujuan penelitian ini adalah untuk mengatahui asalan Pengadilan Negeri dan Mahkamah Agung menyatakan Pengadilan Negeri tidak berwenang mengadili sengketa koperasi simpan jasa, untuk mengatauhi alasan Pengadilan Tinggi menyatakan Pengadilan Negeri berwenang mengadili sengketa koperasi simpan jasa, sifat penelitian ini adalah DESKRIPTIF jenis penelitian adalah NORMATIF, teknik pengumpulan data dalam penulisan ini menggunakan studi dokumen dan bahan pustaka. Variable peneletian yaitu variable bebas dan variable terikat. berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis selanjutnya dirumuskan dan ditarik kesimpulan dan saran sebagai berikut : faktor–faktor yang menjadi perbedaan putusan Hakim antara putusan Pengadilan Negeri, dan Mahkamah Agung menyatakan Pengadilan Negeri tidak berwenang mengadili sengketa koperasi simpan pinjam jasa, dan putusan Pengadilan Tinggi menyatakan Pengadilan Negeri berwenang mengadili sengketa koperasi simpan pinjam jasa karena gugatan diajukan tanpa memperhatikan domisili atau akta perjanjian pinjam uang, karena gugatan sempurna, Penggugat dalam mengajukan gugatan seharusnya memperhatikan surat perjanjian yang bilamana terjadi sengketa, Seharusnya ergugat melakukan penyelamatan kredit dengan restrukturisasi kredit (penyelamatan kredit supaya jangan bermasalah), Pengurus koperasi harus memperhatikan alur komonikasi dengan aggota agar terbentuknya kerjasama yang mumpuni dalam memajukan koperasi agar terhindar dari resiko dikemudian hari. KATA KUNCI : Sengketa, Koperasi, Kewenangan Mengadili.

DISPARITAS PUTUSAN JUDEX FACTIE DAN JUDEX JURIS DALAM TINDAK PIDANA PERPAJAKAN

TRISBAR PURNA AGUNG TAMENO
2023 · Thesis · Open Access

INTISARI Judul Skripsi Penulis adalah:. DISPARITAS PUTUSAN JUDEX FACTIE DAN JUDEX JURIS DALAM TINDAK PIDANA PERPAJAKAN. Rumusan masalah penelitian penulis adalah: Mengapa Hakim Pengadilan Negeri dan Mahkamah Agung menjatuhkan pemidanaan tetapi Pengadilan Tinggi menjatuhkan putusan bebas dalam tindak pidana perpajakan? Tujuan yang ingin penulis kaji adalah:Untuk Mengetahui Alasan Hakim Pengadilan Negri Dan Mahkamah Agung Menjatuhkan Pemidanaan Tetapi Pengadilan Tinggi menjatuhkan putusan bebas dalam tindak pidana perpajakan. Sifat Penelitian bersifat Deskriptif dan Jenis Penelitian yaitu Penelitian Normatif,menggunakan Variabel Bebas dan variabel terikat. Berdasarkan Hasil Penelitian yang penulis teliti maka yang menjadi kesimpulan sesuai masalah yang penulis kaji yaitu: 1.) Alasan hakim pengadilan Negeri dan Mahkamah Agung Tingkat Kasasi menjatuhkan pemidanaan terhadap pelaku tindak pidana perpajakan: a) Perbuatan Terdakwa merupakan perbuatan pidana b) Perbuatan Terdakwa memenuhi unsur surat dakwaan c) Judex Factie pada Pengadilan Tinggi salah menerapkan hukum. d) Adanya kekhilafan Judex Factie tingkat Pengadilan Tinggi dalam penerapanya. 2) Alasan Pengadilan Tinggi menjatuhkan putusan bebas terhadap pelaku tindak pidana perpajakan: a) Perbutan Terdakwa bukan tindak pidana b) Perbuatan terdakwa tidak memenuhi unsur surat dakwaan. Kata Kunci : Putusan Hakim Judex Factie, Judex Juris dalam Tindak Pidana Perpajakan.

TRADISI KEDDE Suatu Tinjauan Teologis Terhadap Praktik Tradisi Kedde di Sumba Barat dan Implikasinya bagi GKS Jemaat Sobawawi

ROBERT ANDREAS RIDHO DIDA
2023 · Thesis · Open Access

Kebudayaan merupakan bagian dari tradisi yang mencakup keseluruhan hidup masyarakat. Tradisi kedde merupakan salah satu unsur budaya yang masih dipelihara dan dipraktekkan hingga saat ini oleh masyarakat Sumba Barat sebagai sebuah identitas. Praktik tradisi kedde awalnya dilakukan dengan tujuan untuk saling membantu atau menolong keluarga yang mengalami kesusahan, akan tetapi sekarang praktik tradisi kedde sudah mengalami pergeseran makna dan nilai dalam pelaksanaannya. Tradisi ini tidak saja dilakukan oleh masyarakat Sumba Barat yang masih menganut kepercayaan Marapu, tetapi juga oleh Jemaat Sobawawi sebagai orang-orang Kristen yang sudah memahami ajaran Alkitab. Perspektif teologis terhadap tradisi kedde ialah, secara terus-menerus memberikan pemahaman yang lebih kepada anggota jemaat, agar dalam melaksanakan tradisi ini mereka perlu untuk melihat dan melakukan hal-hal positif. Penulis mengkaji menggunakan metode deskriptif, analitis, reflektif. Dalam tulisan ini penulis menggunakan metode penelitian lapangan atau wawancara serta penelitian kepustakaan. Melalui pengumpulan data dari buku-buku, artikel, dan tulisan-tulisan untuk mendapatkan konsep-konsep, teori-teori yang berkaitan dengan penelitian ini untuk mendukung dan memperkuat tulisan ini. Pada awalnya praktik tradisi kedde adalah sebuah tradisi yang melibatkan orang-orang dalam ikatan persaudaraan yang memiliki tanggung jawab untuk saling membantu. Akan tetapi, dalam praktiknya masyarakat Sumba Barat menjadikan tradisi kedde sebagai ajang untuk beradu gengsi dalam mencari nama dan menaikkan status sosial dalam masyarakat. Dalam pelaksanaannya tradisi kedde tidak lagi hanya melibatkan keluarga, namun telah meluas ke dalam lingkup sosial tergantung seberapa luas jaringan sosial yang dibangun. Dalam hasil analisis, tradisi kedde memiliki nilai poitif dan nilai yang perlu dikritisi bagi kehidupan masyarakat dan jemaat masa kini. Oleh sebab itu gereja memiliki peranan penting untuk memberikan pemahaman kepada jemaat dalam memahami konteks masa kini serta dampak pelaksanaan tradisi kedde. Refleksi teologis dari tulisan ini adalah untuk menjawab pergumulan gereja pada masa kini, mengenai tanggung jawab adat dan relasi sosial dalam kehidupan jemaat maupun masyarakat.

KEKRISTENAN YANG PANCASILAIS Tinjauan Sosio-teologis Terhadap Pemikiran T. B. Simatupang dan Implikasinya bagi Keterlibatan Umat Kristen Di NTT

FEBRYANTI LETDE
2023 · Thesis · Open Access

Studi ini mengkaji pandangan T.B. Simatupang tentang Kekristenan yang Pancasilais. Artinya bagaimana kehadiran Kristen di Indonesia tetap setia pada pewartaan injil yang dikehendaki Yesus, tetapi juga menggumuli konteks Pancasila. Terdapat tiga tokoh Kristen yang juga berbicara mengenai kehadiran Kristen dalam konteks Pancasila. Masing-masing tokoh memiliki pemikiran yang unik, namun penulis memilih T.B. Simatupang karena melihat bahwa Simatupanglah orang Indonesia Kristen pertama yang menggumuli hubungan antara injil dan Pancasila serta kehadiran gereja yang menjawab pergumulan konteks Pancasila. Teori yang dipakai adalah teori Pancasila sebagaimana yang diamanatkan atau pidatokan oleh Soekarno tanggal 1 Juni, berkaitan dengan lima sikap Kristen menurut, Risakotta. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan, dan metode penulisan deskripsi, analisis dan refleksi. Hasil penelitian ini menunjukan Simatupang berada pada posisi sikap ke 5, yaitu orang Kristen membangun kerja sama dan dialog bersama umat beragama lainnya. Ini sejalan dengan apa yang diamanatkan oleh Soekarno. Tidak berarti bahwa penginjilan tidak penting. Dalam hal ini, orang Kristen mesti merubah format berpikirnya bahwa penginjilan tidak sebatas penanaman gereja atau mentobatkan jiwa, melainkan bekerja sama dengan umat beragama lainnya untuk menghadirkan moral baik, kemanusiaan, perdamaian, persatuan, pembebasan, kesejahteraan, keadilan juga merupakan penginjilan. Hasil penelitian ini dapat dipakai oleh umat Kristen di NTT untuk turut berpartisipasi dalam menyikapi konteks yang ada sebagai duta belas kasih Allah.

PENGARUH UKURAN SERBUK RANTING KESAMBI (SCHLEICHERA OLEOSA), PADA PEMBUATAN BRIKET

HANIFA BESSI
2023 · Thesis · Open Access

Ranting kesambi (Schleichera oleosa) memiliki kandungan selulosa yang cukup tinggi sehingga dapat digunakan sebagai bahan baku utama dalam pembuatan briket. Namun, dalam proses pembuatan briket, ukuran serbuk ranting kesambi juga memegang peran penting dalam menentukan kualitas briket yang dihasilkan. kadar air briket 20 mesh diperoleh 2,83% lebih tinggi dibandingkan dengan briket 40 mesh 1,84%. Rata-rata kadar air briket paling tinggi pada briket 20 mesh sebesar 5,03%.kadar abu briket 40 mesh diperoleh 9,81% lebih tinggi dibandingkan briket 20 mesh 9,60%. Rata-rata kadar abu briket terendah pada penilitian ini sebesar 7,94% pada jenis briket 60 mesh.kadar zat menguap yang tertinggi adalah jenis briket 20 mesh memiliki kadar zat menguap sebesar 9,70%. Sedangkan briket 40 mesh 9,47% dan zat menguap terendah adalah jenis briket 60 mesh 9,22%. kadar karbon terikat pada perlakuan 20 mesh yaitu 95.00%. Sedangkan perlakuan 40 mesh 93,00%. Dan kadar karbon terikat terendah pada perlakuan 60 mesh 83,67%. Hasil uji duncan menunjukan bawah lama pembakaran briket 20 mesh berbeda nyata dengan 40 mesh dan 60 mesh. Lama pembakaran briket 40 mesh berbeda nyata dengan 20 mesh dan 60 mesh. Lama pembakaran briket 60 mesh berbeda nyata dengan 20 dan 40 mesh.

Pengaruh Lama Waktu Pengerigan Daun Kelor Terhadap Kualitas Tepung Kelor

FEBI ANITA LENG
2023 · Thesis · Open Access

Kelor (Moringa oleifera) merupakan tanaman yang tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Pengerigan merupakan penghilagan dari suatu bahan, proses utama yang terjadi pasca proses pengerigan adalah penguapan. Daun kelor di keringkan dengan menggunakan sinar matahari langsung, pengeringan dengan sinar matahri langsung dilakukan dengan cara mengeringkan daun kelor di bawa naungan paranet untuk menghindarkan dari sinar matahari langsung. Salah satu proses pengolahan yang banyak dilakukan adalah proses pengeringan daun kelor. Proses pengeringan ini bertujuan untuk mengurangi kadar air yang terdapat dalam daun kelor sehingga daun kelor lebih awet dan dapat disimpan dalam waktu yang lama, sehingga dapat mengatasi kelebihan saat musim panen tiba.Penelitian ini lelah dilakukan selama 1-2 bulan, mulai dari bulan April sampai dengan bulan Mei. Bertempat di Bengkel Mekanisasi Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang, jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif adalah salah satu jenis penelitian yang pada dasarnya mengunakan pendekatan deduktif-induktif. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Lama waktu pengeringan terhadap kualitas tepung daun kelor yang memberikan pengaruh nyata dilihat dari kadar air dan kadar protein yang siknifikan. Lama waktu pengeringan tepat yang dapat menghasilkan tepung daun kelor yang terbaik adalah adalah perlakuan empat (5 hari) yang memberikan pengaruh nyata terhadap kadar air dengan nilai rata-rata 4,100 % dan kadar protein dengan nilai rata-rata 34,310 %.

TARIAN WOLEKA

MARGIANITA PUTRI BOLU LERO
2023 · Thesis · Open Access

ABSTRAK TARIAN WOLEKA Margianita Putri Bolu Lero Program Studi Teologi Agama Kristen, Fakultas Teologi, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang, Indonesia Email: [email protected] Kebudayaan merupakan bagian dari tradisi yang mencakup keseluruhan hidup masyarakat. Tarian woleka merupakan salah satu unsur budaya dalam masyarakat Sumba Barat Daya, yang masih dilestarikan dan dipelihara dengan, nilai-nilai yang dihidupi sampai saat ini, sebagai sebuah identitas. Gereja dalam pelayanannya, memakai kebudayaaan sebagai bentuk keterbukaan gereja terhadap kebudayaan Sumba, salah satunya yaitu GKS Jemaat Elopada. Dalam gereja tarian ini dipakai sebagai tarian penyambutan bagi pelayan Tuhan saat memasuki ruang ibadah, pada saat hari-hari raya gerejawi (Natal, Kebangkitan, Pentakosta), hari Reformasi, dan Ulang tahun gereja. Dalam kaitannya dengan itu, maka muncul pertanyaan mengenai pelaksanaan tarian woleka dalam budaya Sumba dan juga dalam gereja. Apa pemahaman GKS Jemaat Elopada mengenai tarian woleka. Penulis mengkaji menggunakan metode deskriptif–analitis-reflektif, dengan metode penelitian lapangan melalui observasi dan wawancara serta penelitian studi dokumen yaitu pengumpulan data dari buku-buku dan artikel karya ilmiah untuk mendapatkan konsep dan teori, yang berkaitan dengan penelitian, sehingga dapat mendukung dan memperkuat tulisan ini. Berdasarkan hasil analisis tarian woleka memiliki kaitan dengan pelaksanaan pesta dan ritus adat kepercayaan Marapu. Oleh sebab itu, gereja memiliki peranan penting dalam bersikap kritis terhadap tarian woleka yang juga lahir dari kebudayaan masyarakat Sumba, dengan memberikan pemahaman bahwa tarian woleka dalam kebudayaan dan dalam iman Kristen adalah dua hal yang berbeda. Sehingga perlu untuk memahami tarian woleka secara kebudayaan untuk menemukan makna dan nilai teologis apa yang terdapat dalam tarian tersebut agar dapat sejalan dengan apa yang dikatakan Alkitab terhadap kebudayaan dalam kekristenan. Refleksi teologis dari tulisan ini adalah untuk menemukan makna dan nilai tarian woleka bagi kehidupan bergereja dan jemaat. Kata Kunci: Tarian woleka, Pesta Woleka, Gereja, Persekutuan, Komunikasi ABSTRAK TARIAN WOLEKA Margianita Putri Bolu Lero Program Studi Teologi Agama Kristen, Fakultas Teologi, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang, Indonesia Email: [email protected] Kebudayaan merupakan bagian dari tradisi yang mencakup keseluruhan hidup masyarakat. Tarian woleka merupakan salah satu unsur budaya dalam masyarakat Sumba Barat Daya, yang masih dilestarikan dan dipelihara dengan, nilai-nilai yang dihidupi sampai saat ini, sebagai sebuah identitas. Gereja dalam pelayanannya, memakai kebudayaaan sebagai bentuk keterbukaan gereja terhadap kebudayaan Sumba, salah satunya yaitu GKS Jemaat Elopada. Dalam gereja tarian ini dipakai sebagai tarian penyambutan bagi pelayan Tuhan saat memasuki ruang ibadah, pada saat hari-hari raya gerejawi (Natal, Kebangkitan, Pentakosta), hari Reformasi, dan Ulang tahun gereja. Dalam kaitannya dengan itu, maka muncul pertanyaan mengenai pelaksanaan tarian woleka dalam budaya Sumba dan juga dalam gereja. Apa pemahaman GKS Jemaat Elopada mengenai tarian woleka. Penulis mengkaji menggunakan metode deskriptif–analitis-reflektif, dengan metode penelitian lapangan melalui observasi dan wawancara serta penelitian studi dokumen yaitu pengumpulan data dari buku-buku dan artikel karya ilmiah untuk mendapatkan konsep dan teori, yang berkaitan dengan penelitian, sehingga dapat mendukung dan memperkuat tulisan ini. Berdasarkan hasil analisis tarian woleka memiliki kaitan dengan pelaksanaan pesta dan ritus adat kepercayaan Marapu. Oleh sebab itu, gereja memiliki peranan penting dalam bersikap kritis terhadap tarian woleka yang juga lahir dari kebudayaan masyarakat Sumba, dengan memberikan pemahaman bahwa tarian woleka dalam kebudayaan dan dalam iman Kristen adalah dua hal yang berbeda. Sehingga perlu untuk memahami tarian woleka secara kebudayaan untuk menemukan makna dan nilai teologis apa yang terdapat dalam tarian tersebut agar dapat sejalan dengan apa yang dikatakan Alkitab terhadap kebudayaan dalam kekristenan. Refleksi teologis dari tulisan ini adalah untuk menemukan makna dan nilai tarian woleka bagi kehidupan bergereja dan jemaat.

Suatu Tinjauan Teologis Terhadap Model Kepemimpinan Yosua dan Sumbangannya bagi Kepemimpinan Masa Kini dalam Menghadapi Krisis Kepemimpinan di GMIT

JOSHUA SUDARSONO
2023 · Thesis · Open Access

Kepemimpinan adalah proses untuk mempengaruhi orang lain, baik dalam organisasi maupun di luar organisasi untuk mencapai tujuan yang diinginkan dalam situasi dan kondisi tertentu. Istilah teologi kepemimpinan merupakan sebuah konsep kepemimpinan yang digunakan oleh agama Kristen sejak zaman dahulu untuk memberikan pengetahuan bagi seorang pemimpin di mana pengertian kepemimpinan Kristen ialah sebuah proses terencana dan dinamis dalam konteks pelayanan Kristen yang di dalamnya terdapat campur tangan Allah Tulisan ini dikaji dengan metode deksriptif-analisis-refleksif, untuk mendeksripsikan apa yang akan dikaji, menganalisis dan merefleksikannya dalam konteks yang dihadapi. Berdasarkan hasil analisa, GMIT sedang menghadapi krisis kepemimpinan yang membuat kepemimpinan tidak berjalan dengan baik dan menimbulkan berbagai macam masalah bagi seorang pemimpin. Semakin berkembangnya zaman, kepemimpinan mulai merosot dan mengalami krisis. Krisis kepemimpinan ini pun juga tidak terlepas dari lingkungan gereja, menghubungkan realitas dan harapan GMIT mengenai krisis yang sedang terjadi, maka pentingnya komitmen pelayanan sebagai bentuk upaya dalam menghadapi tantangan-tantangan yang sedang dialami. Model kepemimpinan Yosua ini dapat menjadi acuan bagi seorang pemimpin dalam menghadapi krisis yang terjadi. Proses yang dilewati membuat Yosua memiliki karakter yang kuat dan siap dalam mengambil keputusan ketika ada permasalahan dalam kehidupannya sehubungan dengan tugas dan tanggung jawab yang dipercayakan kepadanya. Setiap keputusan yang diambil Yosua pada saat menghadapi tantangan merupakan model kepemimpinan Yosua yang dapat diterapkan oleh pemimpin masa kini dalam menghadapi berbagai tantangan yang dihadapi. Yosua berani mengambil keputusan yang merupakan hasil pemecahan dalam suatu masalah yang harus dihadapi dengan tegas.

ANALISIS PENGARUH REKRUTMEN, ORIENTASI DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) TIRTA LONTAR KABUPATEN KUPANG

YUNIA PAHKOEB
2023 · Thesis · Open Access

Penulisan ini berjudul : Analisis Pengaruh Rekrutmen, Orientasi Serta Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada Perusahaan Daerah Air Minum (Pdam) Tirta Lontar Kabupaten Kupang. Berdasarkan pengamatan penulis latar belakang masalah pokoknya dapat dirumuskan Masalah yang diangkat dalam penelitian ini yaitu mengenai Analisis Pengaruh Rekrutmen, Orientasi Serta Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Lontar Kabupaten Kupang. Latar Belakang yakni, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Kupang ada tata cara rekrutmen seperti: Persyaratan umum, persyaratan khusus, formasi area wilayah dengan bidang teknik, Formasi SDM dan Formasi Pemasaran, sesuai kebutuhan yang ada. Seleksi dilaksanakan selama 2 minggu dengan berbagai tahapan seperti :seleksi administrasi, seleksi psikotest, seleksi kesehatan, seleksi bidang kompetensi dan seleksi wawancara akhir. Dengan total rekrutmen 70 Orang, yang ikut serta dalam rekrutmen adalah 200 orang, dengan total pegawai di dalam Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Kupang berjumlah 213 Orang dengan berbagai bidang. Prosedur yang ditetapkan dalam penempatan karyawan sangat mempengaruhi kinerja karyawan. Oleh karena itu sangat dibutuhkan standar penempatan karyawan yang harus sesuai supaya tidak menimpulkan masalah nantinya. Produktivitas yang menurun diakibatkan karena kinerja karyawan kurang optimal. Dengan adanya rekturmen, seleksi dan motivasi karyawan yang sesuai dengan minat maka mampu memaksimalkan kinerja dalam bertanggung jawab. Tujuan Penelitian ini, Untuk mengetahui Pengaruh Rekrutmen Terhadap Kinerja Karyawan Pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Lontar Kabupaten Kupang, Untuk mengetahui Pengaruh Orientasi karyawan Terhadap Kinerja Karyawan Pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Lontar Kabupaten Kupang dan Untuk mengetahui pengaruh Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Lontar Kabupaten Kupang xiii Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Analisis pendahuluan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif yang mana bertujuan untuk mengukur persepsi, pengetahuan, dan keterampilan responden yang dilakukan dengan menggunakan skala likert yang merupakan skala interval. Setiap indicator akan diberikan sejumlah pertanyaan kepada responden. Analisis regresi linear berganda digunakan untuk mengukur seberapa besar pengaruh antara variabel bebas dan variabel terikat. Apabila hanya terdapat satu variabel bebas dan satu variabel terikat, maka regresi tersebut dinamakan regresi linear sederhana. Berdasarkan hasil analisis dengan menggunakan aplikasi SPSS dapat diperoleh persamaan regeresi linear berganda sebagai berikut : Y = 9,420 + 0,846 X1 + 0,511 X2 + 0,718 X3 1. Pengaruh Rekrutmen Terhadap Kinerja Karyawan Diketahui nilai Sig. untuk pengaruh X1 terhadap Y adalah sebesar 0,006 < 0,05 dan nilai t hitung 2,886 > t tabel 1,997, sehingga dapat di simpulkan bahwa Ha diterima yang berarti variabel Rekrutmen berpengaruh terhadap Kinerja Karyawan. 2. Pengaruh Orientasi Terhadap Kinerja Karyawan Diketahui nilai Sig. untuk pengaruh X2 terhadap Y adalah sebesar 0,041 < 0,05 dan nilai t hitung 4,510 > 1,997, sehingga dapat di simpulkan bahwa Ha diterima yang berarti Variabel Orientasi berpengaruh terhadap kinerja karyawan. 3. Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Diketahui nilai Sig. untuk pengaruh X3 terhadap Y adalah sebesar 0,032 < 0,05 dan nilai t hitung 5,077 > 1,997 sehingg dapat di simpulkan bahwa Ha di terima dan dapat disimpulkan bahwa variabel motivasi kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan.

PENGARUH PEMUPUKAN BOKASHI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT (Solanum Iycupersicum) DI DESA OEMATNUNU KECAMATAN KUPANG BARAT KABUPATEN KUPANG

SISKA NAOMI SAIDJAN
2023 · Thesis · Open Access

Dalam beberapa tahun terakhir kegiatan usaha tani telah berkembang pesat di beberapa kota termasuk di kabupaten kupang. semakin berkembang pesatnya usaha tani ini, membuat saya tertarik untuk meneliti sebagai pengaruh pemupukan bokashi terhadap tanaman tomat di daerah kabupaten kupang khususnya didesa oematnunu.dimana banyak masyarakat lebih menggunakan pupuk-pupuk lainya. Produksi tomat dipengaruhi berbagai factor antara lain teknik budidaya yang meliputi pengolahan lahan, persiapan bibit, pemeliharaan tanaman dan pemanenan. Pemeliharaan tanaman meliputi penyulaman, penyiangan, perempelan dan pemupukan.Salah satu upaya untuk meningkatkan produksi tomat adalah dengan pemupukan. Untuk mendapatkan hasil dan kualitas tomat yang tinggi selain pemberian pupuk anorganik juga diperlukan tambahan pupuk organik Berdasarkan latar belakang diatas, maka saya tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Pemupukan Bokashi Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Tomat (Solanum Iycopersicum) di Desa Oematnunu Kecamatan