Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir

3.893 item publik

Publikasi

Halaman 61 dari 195

Analisis Kinerja Keuangan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk

RISBHA YUNITA SUAN
· Thesis · Open Access

ABSTRAK Judul skripsi : Analisis Kinerja Keuangan PT Telekomunikasi Indonesia,Tbk masalah penelitian kinerja keuangan PT.Telekomunikasi Indonesia Tbk periode 2016-2020 Persoalan penelitian persoalan penelitian ini adalah bagaimana kinerja keuangan pada PT.Telekomunikasi Indonesia Tbk periode 2016-2020? Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kinerja keuangan PT.Telekomunikasi Indonesia Tbk periode 2016-2020. Manfaat dari penelitian ini adalah menambah teori kinerja keuangan dengan menggunakan analisis rasio likuiditas,rasio solvabilitas,rasio rentabilitas dan rasio aktivitas. bagi peneliti untuk mendapatkan pengalaman atau pengetahuan dalam melakukan penelitian dan melatih diri dalam menerapkan pengetahuan yang diperoleh. Sebagai referensi bahan masukan dan kajian bagi perkembangan ilmu pengetahuan lebih lanjut terutama di bidang manajemen keuangan serta pengembangan penelitian lanjutan. Teknik analisis yang di gunakan adalah data laporan keuangan PT Telekomunikasi Indonesia,Tbk yang di unduk dari website resmi perusahaan. pada analisis pendahuluan akan diskripsikan konsep berdasarkan indikator empirik dari masing- masing konse penelitian. pada analisis lanjutan akan di lakukan perhitungan rasio - rasio keuangan yang menjelaskan variabel dari konsep penelitian untuk menjawab persoalan dan tujuan penelitian.

KEANEKARAGAMAN MAKRO ALGA DI PANTAI KANATANG KECAMATAN KANATANG KABUPATEN SUMBA TIMUR

NONA FEBI TAMU INA
· Thesis · Open Access

Perairan pesisir merupakan habitat berbagai organisme yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Salah satu organisme yang menghuni perairan pesisir adalah Makroalga.Secara ekologis makroalga merupakan tempat asuhan dan perlindungan bagi jenis-jenis ikan tertentu (nursery ground), sebagai tempat mencari makan alami ikan-ikan hewan herbivora.Tujuan dari penelitian ini Untuk mengetahui, Jenis Makro Alga di pantai kanatang Kecematan Kanatang Kabupaten Sumba Timur.Penelitimenyiapkanalatdanbahan yang akandipergunakanuntuk penelitian.penentuan titik awal, sehingga dapat memperoleh gambaran umum mengenai lokasi penelitian.Tentukan titik awal sebagai lokasi penelitian, dalam hal ini titik awal (T1) di tandai dengan kayu patok dan menentukan kuadran 1 (K1) dan lebar tiap kuadran adalah 1 X 1 meterMelakukan pengamatan pada setiap transek yang telah ditentukan dan setiapgaristransekdiberisebuahkuadranukuran 1m x 1m denganjarak interval per plot 10 meter.Sampling dilakukansaat air lautsurut.Hasil penelinitian dari perhitungan keanekaragaman menggunakan Shannon Weiner dihasilkan bahwa keanekaragaman Makro Alga Di Pantai Kanatang yaitu 1,64. Hal inidiketahui bahwa Indeks Keanekaragaman diPantai Kanatang ini tergolong dalamka tegorisedang. Keanekaragaman Makro Alga akan dikatakan tinggi apabila memiliki nilai H' ≥ 3,dikatakan keanekaragaman sedang apabila memiliki nilai 1 H'< 3, dan keanekaragaman rendah apabila memiliki nilai H' ≤ 1. Hal ini diketahui bahwa Indeks Keanekaragaman di Pantai Kanatang ini tergolong dalam kategori rendah. Kesimpulan Berdasarkan penilitian yang telah dilakukan di pantai kanatang maka dapat di simpulkan bahwa wilayah ini hanya di temukan 7 jenis makro alga yaitu padina australis,sargasum polycystum, spinosum Sp SargasumEucheumaCottani. dengan jumlah 14 individu, dan untuk perhitungan mengunakan shannon-winer indeks keanekaragaman jenis adalah 0,191 termasuk dalam kategori sedang.

Pengaruh Stres Kerja dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Karyawan Bank Perkreditan Rakyat Tanoba Lais Manekat Kupang

NUNIA FRISKILA KOLLY
· Thesis · Open Access

ABSTRAK PENGARUH STRES KERJA DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN BANK PERKREDITAN RAKYAT TANAOBA LAIS MANEKAT KUPANG Pada era globalisasi saat ini, perkembangan teknologi dan sektor ekonomi yang pesat mengakibatkan semakin tumbuh dan berkembangnya dunia usaha dan pertumbuhan bisnis yang secara tidak langsung akan memacu perkembangan industri yang semakin dipengaruhi dengan persaingan yang ketat dan banyak menimbulkan berbagai macam persoalan yang dihadapi perusahaan yaitu bagaimana caranya meningkatkan kinerja dan memenuhi standar. Sumber daya manusia merupakan salah satu faktor yang sangat strategis dan fundamental dalam organisasi. Sumber daya manusia berperan menentukan berhasil tidaknya organisasi/perusahaan dalam mencapai visi dan misi yang telah ditetapkan. Setiap sumber daya manusia yang ada dalam organisasi atau perusahaan mempunyai cara berfikir, sikap, tingkah laku, dan kebutuhan yang berbeda-beda. Keadaan ini merupakan masalah yang rumit bagi perusahaan yang harus diberikan perhatian khusus dalam mengelola sumber daya manusianya, sebab jika pengelolaannya tidak baik maka akan timbul masalah yaitu kinerja karyawan akan menurun, masalah yang timbul ini akan berpengaruh terhadap kelancaran aktivitas organisasi dalam mencapai tujuan. Salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat keberhasilan suatu organisasi adalah kinerja karyawannya. Mangkunegara (2012) kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang pekerja dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Kinerja dipandang perlu dalam organisasi perusahaan karena dapat menentukan hidup matinya sebuah perusahaan. Kemampuan dalam kinerja karyawan tidak lepas dari kemampuan para pemimpin. Namun tidak menutup kemungkinan tugas-tugas yang menjadi tanggung jawab seseorang akan menyebabkan munculnya stres kerja bagi karyawan dalam menjalankan tugasnya. Stres kerja ini tampak dari emosi tidak stabil, perasaan tidak tenang, suka menyendiri, sulit tidur, tidak bisa rileks, cemas, tegang, gugup, tekanan darah meningkat dan mengalami gangguan pencernaan. Husni (2013) menyatakan bahwa Stres kerja yang terjadi biasanya berawal dari tuntutan pekerjaan yang banyak tetapi waktu untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut dirasakan sangat mendesak. Dan iklim kerja yang tidak sehat seperti persaingan yang tidak positif diantara karyawan membuat stres yang berkelanjutan bagi para pekerjanya. Stres didalam pekerjaan ada yang positif dan negatif. Untuk gambaran positifnya adalah para karyawan selalu bekerja lebih giat apabila mendapat tekanan dari pimpinan dan negatifnya adalah para karyawan terlihat terlalu santai apabila pimpinan tidak ada di tempat. Stres kerja yang dialami oleh karyawan dapat berdampak pada kinerja karyawan itu sendiri. Stres kerja karyawan perlu dikelola oleh seorang pimpinan perusahaan agar potensi-potensi yang dapat merugikan perusahaan dapat diatasi. Selain stres kerja ada juga yang mempengaruhi kinerja karyawan yaitu motivasi. Motivasi kerja menurut Kadarisma (2012: 278) adalah penggerak atau pendorong dalam diri seseorang untuk mau berperilaku dan bekerja dengan giat dan baik sesuai dengan tugas dan kewajiban yang telah diberikan kepadanya. Karyawan yang memiliki motivasi lemah atau menurun akan berdampak pula pada kinerja mereka sehingga akan berakibat pada titik maksimalnya mereka dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Faktor-faktor yang memungkinkan untuk digunakan oleh perusahaan dalam meningkatkan motivasi kerjanya guna meningkatkan produktifitas kerja karyawan, diantaranya gaji yang sesuai dengan indeks kehidupan lokal, training bagi karyawan-karyawan tertentu yang memiliki prospek di masa depan, motivasi individual maupun kolektif melalui berbagai cara misalnya pemberian insentif yang proporsional dengan motivasi kerjanya, atau promosi jabatan yang diharapkan dapat merubah tingkat kehidupannya sehingga menjadi lebih baik. Objek yang diteliti dalam penelitian ini adalah pada PT. Bank Perkreditan Rakyat Tanaoba Lais Manekat (BPR TLM), merupakan unit usaha yang didirikan dan dikembangkan oleh Yayasan TLM-GMIT untuk melayani kebutuhan nasabah akan akses pinjaman modal usaha kecil dan menengah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan hidup jemaat serta masyarakat di sekitarnya. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa persamaan regresi linear berganda yang memperlihatkan Stres Kerja (X1), Motivasi Kerja (X2) dan Kinerja Karyawan (Y) adalah sebagai berikut : Y = 17.846 - 0.044X1+ 0.342 + e. Selanjutnya perolehan hasil Uji hipotesis pertama yaitu terdapat pengaruh negatif stres kerja (X1) terhadap kinerja karyawan (Y). Hal ini dapat dilihat bahwa variabel stres kerja (X1) ditemukan t hitung = -0.396 lebih kecil dari t tabel = 1,668 dan tingkat Sig. = 0.694. Oleh karena nilai sig > 0,05 maka Ho diterima dan Ha ditolak yaitu variabel stres kerja (X1) berpengaruh negatif secara parsial terhadap kinerja karyawan (Y). Sedangkan pengujian hipotesis kedua yaitu terdapat pengaruh positif motivasi kerja (X2) terhadap kinerja karyawan (Y). Hal ini dapat dilihat bahwa variabel motivasi kerja (X2) yaitu nilai t hitung = 3.737 lebih besar dari t tabel = 1,668 dan tingkat Sig. = 0.000. Oleh karena nilai sig 0,05 maka Ha diterima dan Ho ditolak yaitu variabel motivasi kerja (X2) berpengaruh positif secara parsial terhadap kinerja karyawan (Y). Selanjutnya untuk hasil pengujian Uji F diperoleh nilai F hitung sebesar 7.181 lebih besar dari F tabel 2,744 dan perolehan nilai Sig sebesar 0.001. Oleh karena nilai sig 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa variabel Stres Kerja (X1), dan Motivasi Kerja (X2) secara simultan berpengaruh positif terhadap Kinerja Karyawan (Y). Kata Kunci: Kinerja Karyawan, Stres Kerja, Motivasi Kerja.

KARAKTERISTIK MORFOLOGI TANAMAN GLODOKAN TIANG (Polyalthialongifolia) DI LINGKUNGAN KAMPUS UNIVERSITAS KRISTEN ARTHA WACANA KUPANG

SINTA PASSU
· Thesis · Open Access

GlodokanTiang (Polyalthia longifolia)adalahtumbuhanasliIndia dan Srilanka. Morfologi daunnyaglossy berwarna hijau,panjang,dengantepidaun bergelombang.Glodokan Tiang (Polyalthia longifolia)umumnya terlihatseperti pohonyang dipenuhidaunsehinggasulitterlihat batangnya,cabangnya tidak horizontal melainkancondongkebawah, sehinggabatangnyadapat terlihat denganjelas. Metode yang dipakai dalam penelitian ini meliputi metode eksplorasiobservasi serta dokumentasi. Analisis data penelitian yang diperoleh disajikan dalam bentuk tabel dan dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif,data kualitatif adalah data yang dapat mencakup hampir semua data non-numerik.Berdasarkan hasil penelitian di lingkungan Kampus Universitas Kristen Artha Wacana Kupang, pohon Glodokan Tiang (Polyalthialongifolia) yang tumbuh di lingkungan kampus UKAW Kupang ditemukan 1 jenis pohon Glodokan Tiang (Polyalthia longifolia) yang terdiri dari 53 pohon. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa morfologi akar pada tanaman GlodokanTiang (Polyalthialongifolia) memiliki struktur akar serabut, memiliki thallus atau rambut halus yang berfungsi mengikat tanah sehingga membuat tanaman menjadi kokoh meskipun memiliki ketinggian yang cukup, Sedangkan struktur batangnya berbentuk bulat dan memiliki kenampakan yang kuat dan kokoh sehingga mampu menjadi penopang.Daun memiliki bentuk menyerupai kerucut, dimana sedikit memanjang dan lebar, daun tidak terlalu besar namun pada bagian tengah daun sedikit lebar daripada bagian depan dan ujung daun, pada ujung daun bentuknya meruncing.

ANALISIS PENGUKURAN KINERJA PEMERINTAH DAERAH BERDASARKAN VALUE FOR MONEY PADA PEMERINTAHAN KABUPATEN ROTE NDAO

MIRSA FEOH
· Thesis · Open Access

ABSTRAK ANALISIS PENGUKURAN KINERJA PEMERINTAH DAERAH BERDASARKAN VALUE FOR MONEY PADA PEMERINTAHAN KABUPATEN ROTE NDAO Setiap organisasi baik bisnis maupun publik menjadikan kinerja sebagai perhatian utama untuk mencapai kinerja yang baik. Kinerja bisa diketahui jika individu atau kelompok tersebut mempunyai kriteria keberhasilan yang telah ditetapkan berupa tujuan-tujuan atau target-target yang hendak ingin dicapai. Kinerja Keuangan sektor bisnis menggambarkan keberhasilan perusahaan berupa hasil yang telah dicapai berkat berbagai aktivitas yang telah dilakukan. Kinerja keuangan sebagai suatu analisis untuk menilai sejauh mana suatu perusahaan telah melaksanakan aktivitas sesuai aturan-aturan pelaksanaan keuangan. Kinerja Pemerintah Daerah seharusnya mendapat perhatian lebih, bukan hanya pemerintah pusat namun hal tersebut juga harus dilakukan oleh masyarakat setempat karena berkaitan dengan manifestasi yang akan diterima masyarakat untuk mendapatkan kesejahteraan. Pengelolaan keuangan pemerintah merupakan keuangan daerah yang di kelolah secara tertip, taat pada peraturan perudang-undangan, efisien, ekonomis, efektif, trasparan dan bertanggungjawab dengan memperhatikan asas keadilan,kepatutan dan manfaat untuk masyarakan serta di laksanakan dalam suatu sistim yang terintergrasi yang diwujudkan dalam anggaran. Value for money merupakan konsep pengelolaan organisasi sektor publik yang mendasarkan pada tiga elemen utama, yaitu: ekonomi,efesiensi, dan efektifitas. Prinsip value for money dalam rangka pengukuran kinerja dipengaruhi oleh kemampuan pemerintah daerah dalam melaksanakan mekanisme manajemen pemerintahannya yang bertumpu pada perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian yang baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kinerja keuangan Pemerintah Kabupaten Rote Ndao dengan rasio ekonomi, rasio efesiensi dan rasio efektif. Konsep penelitian ini adalah Pengukuran kinerja pemerintah daerah berdasarkan value for money pada pemerintahan daerah Kabupaten Rote Ndao meliputi rasio ekonomi, efisiensi dan efektivitas. Dalam penelitian ini teknik analisis data yang digunakan adalah metode analisis deskriptif kuantitatif yaitu teknik analisis yang digunakan mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul secara kuantitatif didasarkan pada prinsip value for money. Hasil penelitian berdasakan metode value for money kinerja pemerintah daerah Kabupaten Rote Ndao Tahun 2016-2020 dilihat bahwa kinerja pemerintah daerah Kabupaten Rote Ndao berdasarkan rasio ekonomis berada pada range ekonomis, berdasarkan rasio efisiensi berada pada range kurang efisien dan berdasarkan rasio efektivitas berada pada range sangat efektif. Kata kunci: Value for money

ANALISIS PENGARUH KOMUNIKASI KERJA,INSENTIF KERJA DAN MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT. BPR TANAOBA LAIS MANEKAT KUPANG

SERLY SAH
· Thesis · Open Access

ABSTRAK ANALISIS PENGARUH KOMUNIKASI KERJA, INSENTIF KERJA, DAN MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT. BPR TANAOBA LAIS MANEKAT KUPANG. Sumber daya manusia merupakan salah satu unsur penting yang perlu diperhatikan dalam menjalankan kegiatan organisasi atau perusahan. Tanpa adanya sumber daya manusia tujuan dan sasaran organisasi tidak akan tercapai sesuai dengan yang direncanakan. Oleh karna itu sumber daya manusia sangat penting dalam sebuah organisasi.Sumber daya manusia berperan menentukan berhasil tidaknya perusahaan dalam mencapai visi dan misi yang telah ditetapkan. Setiap sumber daya manusia yang ada dalam organisasi atau perusahaan mempunyai cara dan kehidupan yang berbeda. Keadaan ini merupakan masalah yang rumit bagi perusahan yang harus diberikan perhatian khusus dalam mengelola sumber daya manusianya, sebab jika pengelolaan tidak baik maka akan timbul masalah yaitu kinerja karyawan menurun. Masalah ini akan berpengaruh terhadap kelancaran aktivitas organisasi dalam mencapai tujuan. Salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat keberhasilan suatu organisasi adalah kinerja karyawan. Mangkunegara (2012) kinerja adalah hasil kerja secara kualitas, dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang pekerja dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberkan kepadanya. Hal ini terlihat ketika karyawan tidak menyelesaikan tugas sesuai dengan target yang ditentukan. kinerja penting dalam organisasi karena dapat menentukan mati dan hidup sebuah perusahaan. Kemampuan dalam meningkatkan kinerja tidak terlepas dari kemampuan para pemimpin. Namun tidak menutup kemungkinan tugas-tugas yang menjadi tanggung jawab seseorang akan menyebabkan munculnya Komunikasi bagi karyawan dalam menjalankan tugasnya. komunikasi tampak dari ketidakpahaman, sehingga perlu adanya komunikasi yang baik antara pimpinan dan bawahan, Pencapaian tujuan perusahaan dan pelaksana manajemen perusahann akan menjadi efektif dan efesien apabila komunikasi antara pimpinan dengan bawahan serta komunikasi antar sesama karyawan berjalan dengan baik Dengan diterapkan komunikasi yang baik kepada semua sumber daya manusia agar tercapainya suatu target yang memuaskan dalam perusahaan tersebut. Muhamad (2000;1) Komunikasi yang baik akan menimbulkan saling pengertian dan kenyamanan dalam bekerja.Kondisi ini dapat menimbulkan kesulitan dalam berkomunikasi dengan karyawan lainnya dan sehingga turunnya motivasi kerja karyawan.kondisi ini di karenakanKurangnya interaksi antara individu,sehingga ketika berkomunikasi terjadi kesalapahaman. Dengan adanyakomunikasi yang jelas daripemimpin,tentu bawahan akanmenambahdukunganuntuk tetap bekerja dengan baik sehingga karaywan mendapatkan kepuasan kerja. .Dengan memberikan informasi yang jelas karyawan merasa senang dalam bekerja dan dapat berjalan sesuai dengan yang direncanakan. Oleh sebab itu untuk mendapatkat karyawan yang yang berprestasi tidak dapat dilakukan dalam waktu yang singkat, karna selain faktor pendidikan umur, dan pengalaman, masih harus di imbangi dengan pemberian penghargaan yang memuaskan. Sebab masalah masalah prestasi kerja karyawan ini berkaitan dengan masalah terpenuhi tidaknya kebutuhan seorang karyawan. Salah satucara yang efektif untukmeningkatkatkankinerjakaraywan adalahdengan penerapan sisteminsentif yang tetap sehinggapegawaitetapsemangat dengan menimbulkan motivasi agar dicapai kepuasan bagipara karyawan. Tujuan dari penelitian adalah untuk menjawab tiga persoalan penelitian yaitu untuk mengetahui apakah komunikasi kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan, kedua apakah insentif kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan, dan ketiga apakah motivasi berprestasi berpengaruh terhadap kinerja karyawan.penelitian ini bersifat kuantitatif dengan menggunakan populasi dalm penelitian ini seluruh karyawan dalam perusahaan tersebut. Dengan jumlah 78 responden .metode pengumpulan data dilakukan melalui kuisioner yang di sebarkan kepada seluruh karyawan PT. BPR Tanaoba Lais Manekat Kupang berupa pertanyaan tentang anlisis pengaruh komunikasi kerja ,insentif kerja dan motivasi berprestasi terhadap kinerja karyawan. data kemudian diperoleh dan diolah menggunakan alat bantu SPSS versi 16.00. maka dalm penelitian ini ditentukan dengan sampel yang dihitung menggunakan tiga kotak three-box method. Berdasarkan persamaan regresi linear berganda, nilai konsanta yang di peroleh sebesar 3.270 menunjukan bahwa komunikasi kerja (X1) , insentif kerja (X2) dan motivasi berprestasi (X3) di anggap konstan menyebabkan kinerja karyawan (Y) meningkat sebesar 3.270 dengan nilai koefisien β1 sebesar 0,348 jika variabel komunikasi kerja( X1) meningkat 1 poin maka variabel kinerja karyawan (Y) akan menigkat 0,384 nilai koefisien β2 sebesar 0,224 jika variabel insentif kerja (X2) meningkat 1 poin maka variabel kinerja karyawan (Y) meningkat 0,224, dan nilai koefisien β3 sebesar 0,428 jika variabel motivasi berprestasi (X3) meningkat 1 poin maka variabel kinerja karyawan (Y) meningkat sebesar 0,428 dengan hal tersebut menunjukan bahwa variabel komunikasi kerja (X1), insentif kerja (X2) dan motivasi berprestasi (X3) memiliki arah yang positif terhadap kinerja karyawan (Y). Teknik hasil analisis data pada penelitian ini menunjukan secara signifikan menghasilkan variabel komunikasi kerja (X1) pengaruh positif terhadap kinerja karyawan (X) dengan hasil uji thitung sebesar 4.783 lebih besar dari ttabel sebesar 1,666. untuk variabel insentif kerja (X2) kerja pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan(Y) dengan hasil uji thitung 2.501, lebih besar dari nilai ttabel 1,666, dan untuk variabel motivasi berprestasi (X3) pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan (Y) dengan hasil uji thitung sebesar 3.559, lebih besar dari nilai ttabel sebesar 1,666. dengan bahwa HO ditolak dan Ha diterima. Hasil perhitungan nilai uji F nilai Fhitung sebesar 81.397 lebih besar dari Ftabel 2,494 maka sebagaimana di simpulkan bahwa komunikasi kerja (X1), insentif kerja (X2), dan motivasi berprestasi (X3) secara simultan mempunyai pengaruh secara positif terhadap kinerja karyawan (Y).pada nilai koefisien Determinan (R2) di ketahui nilai adjusted R square sebesar 0,767 atau 76, 7 %. Dalam pengujian hipotesis juga diketahui bahwa variabel komunikasi kerja (X1), insentif kerja (X2) dan motivasi berprestasi (X3) dapat mempengaruhi kinerja karyawan (Y) sebesar 0,767 %.sedangkan sisanya sebesar 23,3 % disebabkan oleh factor lainya yang tidak diteliti dalam variabel tersebut. Kesimpulan dari hasil penelitian ini menunjukan bahwa variabel komunikasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, insentif kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, dan Motivasi berprestasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. uji F menunjukan bahwa secara simultan komunikasi kerja, insentif kerja dan motivasi berprestasi berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Dan uji R2 secara bersama–sama (simultan) antara variabel komunikasi kerja (X1), insentifkerja (X2), dan motivasi berprestasi (X3) terhadap kinerja karyawan. Kata Kunci: Komunikasi kerja, Insentif, Motivasi Berprestasi dan Kinerja Karyawan

ANALISIS KADAR ALKOHOL DAN MIKROBA PADA FERMENTASI WINE UBI JALAR UNGU (Ipomea batatas)

FONCI TAPATAB
· Thesis · Open Access

Ubi jalar ungu (Ipomea batatas) merupakan salah satu komuditas tanaman umbi-umbian dengan produktivitas yang cukup tinggi. Ubi jalar ungu mengandung kadar gula yang cukup tinggi sehingga dapat digunakan sebagai bahan dasar fermentasi minuman beralkohol seperti wine. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kadar alkohol dan mikroba yang terdapat pada fermentasi wine ubi jalar ungu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah kadar alkohol pada wine ubi jalar ungu, uji organoleptik wine ubi jalar ungu, identifikasi mikroba menggunakan pewarnaan gram dan uji biokimia yang meliputi uji katalase dan uji TSIA. Data yang diperoleh dianalisis secara deskripsi kuantitatif dan kualitatif yang disajikan dalam bentuk tabel dan gambar. Berdasarkan data hasil peneltian, kadar alkohol yang terdapat pada wine ubi jalar ungu adalah 11 %.. Presentse tingkat kesukaan warna pada wine ubi jalar ungu adalah 95 %, prsentase tingkat kesukaan aroma adalah 50 % dan presentase tingkat kesukaan rasa adalah 70 %. Mikroba yang terdapat pada wine ubi jalar ungu adalah mikroba dari genus Saccharomyces. Mikroba ini diketahui memilik kemampuan dalam menghasilkan enzim katalase dan juga memiliki kemampuan dalam memfermentasi glukosa.

PERSEPSI WISATAWAN DOMESTIK TERHADAP PELAYANAN WISATA PADA KAMPUNG ADAT BENA DI KABUPATEN NGADA

IRENE IU
· Thesis · Open Access

ABSTRAK PERSEPSI WISATAWAN DOMESTIK TERHADAP PELAYANAN WISATA PADA KAMPUNG ADAT BENA DI KABUPATEN NGADA Penelitian ini berjudul’’Persepsi Wisatawan Domestik Terhadap Pelayanan Wisata Pada Kampung Adat Bena di Kabupaten Ngada’’ Dengan persoalan penelitian dalam penelitian ini adalah: ( 1 ) Apakah jenis pelayanan wisata bagi wisatawan Domestik dan Manca negara?, ( 2 ) Bagaimana persepsi wisatawan terhadap pelayanan wisata pada kampong Bena di kabupaten Ngada? Serta tujuan dari penelitian ini adalah ‘’ untuk mengetahui jenis pelayanan wisata bagi wisatawan Domestik dan Mancarnegara pada kampong adat Bena. Populasi dalam penelitian ini adalah wisatawan yang sudah pernah minimal satu kali berkunjung keobjek wisata kampong adat Bena, dengan sampel sebanyak 6 responden. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan stu diDokumentasi. Analisis data menggunakan deskripsi kualitatif Hasil penelitian dari Persepsi wisatawan Domestik terhadap pelayanan wisata pada kampong adat Bena di kabupaten Ngada adalah: 1.) Atraksi, 2). Aksesibilitas, 3). Amenitas atau fasilitas wisata, 4). Promosi, 5). Pelakuusaha, 6) pelayanan wisata. persepsi wiatawan terhadap Atraksi Objek wisata kampung adat Bena merupakan sebuah objek wisata yang terletak di Kabupaten Ngada. Kampung adat Bena merupakan peninggalan dari masa Megalithikum kampung ini tepatnya di Desa Tiworiwu, Kecamatan Jerebu’u sekitar 19 Km dari kota Bajawa.Kampung adat Bena adalah warisan budaya yang kaya dan masih bisa dinikmati sampai hari ini, selain merupakan kampung Megalithikm kampung adat Bena juga memiliki pemandangan alam yang indah serta berhawa sejuk. Kamung ini memiliki 45 buah rumah adat Tradisional yang saling berhadap-hadapan. Para wisatawan yang berknjng tidak hanya dari wiatawan Domestik ada juga wisatawan Mancarnegara. Persepsi wisatawan terhadap Aksesibilitas Kampung adat Bena letaknya sekitar 19 Km dari kota Bajawa. Perjalanan menuju ke kampung adat Bena bisa ditempuh dengan menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat. Akses jalanya sudah cukup halus dan beraspal tetapi jalanya masih berkelok-kelok dan naik turun, dan pada saat musim hujan akses jalan menuju kampung adat Bena rawan terjadinya longsor. Jalanya juga cukup terjal sehinngga wisatawan yang ingin berkunjung kesana harus menyewa kendaraan yang kuat untuk sampai kekampung adat Bena. Dan jika kamu datang dari bandara Turelelo so’a kamu bisa memulai perjalanan dengan travel ke kota Bajawa, setelah sampai di Kota Bajawa kamu bisa melanjutkan perjalanan menggunakan jasa ojek atau travel dengan waktu tempuh kurang lebih satu jam. Persepsi wisatawan terhadap Amenitas Di kampung adat Bena belum tersedianya penginapan seperti Homestay dan Hotel disekitaran objek wisata kampung adat Bena.jika ada wisatawan yang ingin bermalam disana mereka bisa menghubungi pengelola bagian seksi akomodasi dan penginapan untuk menyediakan penginapan dan penginapannya masih dirumah masyarakat dan biaya penginpan satu malam Rp. 200.000/orang disiapkan hanya dengan snack saja.Restoran dan toilet umum juga sudah tersedia disana. Promosi dan Pelaku usaha Dalam pengembangan promosi dalam pengelolaan objek wisata kampung adat bena peran masyrakat di Desa Tiworiwu ada pulah menyediakan pakayan adat dan cendra mata berupa selendang yang disewakan kepada wisatawan yang berkunjung ke kampung adat bena. Pengembangan dan pengelolaan objek wisata Kampung Adat Bena berdampak secara positif terhadap pendapatan masyrakat setempat, peningkatan pendapatan terjadi pada berbagai bidang, seperti penyediaan tempat parkir, guide, kios, pakayan adat dan restoran sekitar kampung adat bena.

HUBUNGAN KECANDUAN BERMAIN GAME ONLINE TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 KUPANG TIMUR

ANTIKA ALVIONITA MANU
· Thesis · Open Access

ABSTRAK “Hubungan Kecanduan Bermain Game Online Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Kupang Timur” Manu, A. A)* Manu, T. S. N)** Nggadas, D. E. P)** Bermain game online merupakan salah satu aktivitas yang dilakukan oleh seseorang yang membuat ia merasa senang dan merasa terhibur dengan hal tersebut siswa yang mempunyai kebiasaan bermain game online akan terganggu segala aktivitasnya termasuk belajar dan mempengaruhi prestasi belajar karena siswa lebih asik bermain game online. Prestasi belajar tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti faktor internal dan faktor eksternal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan kebiasaan bermain game online terhadap prestasi belajar siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Kupang Timur. Sampel pada penelitian ini sebanyak 20 responden. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner (angket) dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis korelasi Pearson Product Moment. Hasil analisis data menunjukan bahwa nilai koefisien korelasi (r) yang diperoleh yaitu sebesar -0,132 dengan koefisien determinasi (Kd) sebesar 1,74% sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan negatif kecanduan bermain game online terhadap prestasi belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Kupang Timur. Kata Kunci : Bermain Game, Game Online, Prestasi Belajar

ANALISIS DAMPAK KEBIJAKAN PENYALURAN KREDIT UMKM TERHADAP PERTUMBUHAN PEMBIAYAAN UMKM (Studi Pada Bank NusaTenggara Timur)

MARINI EUNIKE RADJA KANA
· Thesis · Open Access

ABSTRAKSI ANALISIS DAMPAK KEBIJAKAN PENYALURAN KREDIT UMKM TERHADAP PERTUMBUHAN PEMBIAYAAN UMKM (Studi Pada Bank NusaTenggara Timur) NAMA : MARINI E. RADJA KANA NIM : 18190319 Keberadaan UMKM sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia sudah tidak diragukan lagi. Daya tahannya dalam menghadapi krisis ekonomi yang beberapa ali melanda juga sudah teruji. Ketahanan tersebut diantaranya disebabkan oleh UMKM tidak memiliki ketergantungan pada bahan baku impor maupun modal dari asing sehingga ketiga terjadi pelemahan mata uang rupiah, mereka tidak terdampak. Bahkan banyak di antara UMKM tersebut menjadi penopang ekspor. Baik melalui ekspor langsung ataupun sebagai penyedia bahan baku yang selanjutnya hasil jadinya diekspor. Di samping itu, mayoritas pelaku UMKM menyediakan produk maupun jasa dengan harga yang relatif murah. Dengan demikian saat terjadi penurunan daya beli masyarakat akibat adanya krisis, UMKM justru memperoleh efek positif. Dalam rangka memenuhi aspek permodalan Usaha Kecil Mikro dan Menengah peran serta perbankan perlu didorong untuk meningkatkan penyediaan kredit atau pembiayaan UMKM sehingga dapat memberikan nilai tambah dalam menghasilkan barang dan atau jasa. Kondisi diatas juga didasarkan pada fakta masih relatif kecilnya rasio kredit untuk pembiayaan UMKM secara nasional terutama sejak diterbitkannya Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Kecil Mikro dan Menengah. Menyikapi hal tersebut, Bank Indonesia membuat suatu peraturan guna memberikan porsi yang lebih besar didalam penyaluran kredit atau pembiayaan kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dengan menerbitkan Peraturan Bank Indonesia nomor 14/22/PBI/2012 tentang pemberian kredit atau pembiayaan oleh bank umum dan bantuan teknis dalam rangka pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah, dengan peraturan perubahan nomor 17/12/PBI/2015, bahwa bank umum termasuk bank pembangunan daerah wajib memberikan pembiayaan kepada pelaku usaha mikro, kecil dan menengah serendah-rendahnya 20 % (dua puluh persen) yang dihitung berdasarkan total kredit atau pembiayaan UMKM terhadap total Kredit atau Pembiayaan umum. Rasio kredit diberlakukan secara bertahap sejak tahun 2015. Pemenuhan kewajiban tersebut harus dilakukan oleh perbankan paling lambat tahun 2018. Pencapaian ini dilakukan secara bertahap, sebagai berikut. Berdasarkan uraian latar belakang dan batasan masalah diatas, maka pokok permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah “Apakah kebijakan penyaluran kredit UMKM PBI Nomor 17/12/PBI/2015 berdampak terhadap pertumbuhan pembiayaan UMKM Bank NTT periode 2016-2020?” Berdasarkan pokok permasalah di atas, tujuan penelitian yang ingin dicapai adalah untuk mengetahui dampak kebijakan penyaluran kredit UMKM PBI Nomor 17/12/PBI2015 terhadap pertumbuhan pembiayaan UMKM Bank NTT periode 2016-2020. Konsep teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah: a. Kebijakan Kredit Dalam Peraturan Bank Indonesia Nomor 17/12/PBI/2015 istilah pembiayaan juga dipersamakan dengan istilah kredit yang merupakan penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu berdasarkan tujuan atau kesepakatan pinjam meminjam antara bank dengan pihak peminjam dimana bank mewajibkan untuk melunasi hutang setelah jangka waktu tertentu ditambah dengan jumlah bunga, imbalan atau bagi hasil. b. Tingkat pertumbuhan pembiayaan menurut Budiono (2011:7) merupakan pencapaian rasio pemberian kredit atau pembiayaan secara umum yang dilakukan oleh perbankan. Populasi dalam penelitian ini adalah data perbankan sejak awal mula berdirinya Bank NTT pada tanggal 17 juli 1962. Sedangkan sampel dengan pertimbangan-pertimbangan dan krtiteria tertentu. Sampel dalam penelitian ini adalah data perbankan (UMKM) dari tahun 2016-2020 di Bank NTT KCU Kupang. Data penelitian diperoleh dengan menggunakan data sekunder dengan metode dokumentasi. Data yang dibutuhkan berupa berupa data realisai kredit UMKM dan Non UMKM Bank NTT, realisasi kredit umum Bank NTT pada periode 2016-2020 serta data lainnya yang termuat dalam laporan tahunan publikasi Bank NTT. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Pertumbuhan penyaluran kredit secara total pada periode tahun 2016-2020 serta pertumbuhan penyaluran kredit khusus untuk UMKM untuk periode yang sama, Bank NTT dapat memenuhi ketentuan PBI Nomor 17/12/PBI/2015, yaitu pada yahun 2016 sebesar 15%, dan seterusnya tahun 2017-2020 sebesar 20%.

ANALISIS ALOKASI ANGGARAN DANA DESA (DDS) DI DESA NUNBENA KECAMATAN KOT’OLIN KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN

FEBRIANTO NESI LIO KOEBANU
· Thesis · Open Access

ANALISIS ALOKASI ANGGARAN DANA DESA (DDS) DI DESA NUNBENA KECAMATAN KOT’OLIN KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN ABSTRAK Nama: Febrianto N.L Koebanu Nim :16190707 penelitian ini berjudul “Analisis Alokasi Anggaran Dana Desa (Dds) Di Desa Nunbena Kecamatan Kot’olin Kabupaten Timor Tengah Selatan masalah yang diambil dalam penelitian ini adalah Alokasi Anggaran Dana Desa (DDS) Di DNunbena Kacamatan Kot’olin Kabupaten Timor Tengah Selatan Tahun 2018-2020 namun masih ada persolan penelitian 1. Berapa Besar Kontribusi Anggaran Dana Desa (DDS) Dalam APBDes di Desa Nunbena 2. Apakah alokasi Anggaran Dana Desa (DDS) berdasarkan bidang belanja di Desa Nunbena telah sesuai dengan ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 72/2005 pasal 1 ayat 11 Adapun konsep dalam pemikiran penelitian ini antara lain Alokasi Dana Desa (ADDS) dalam penelitian ini adalah bagian keuangan Desa yang diperoleh dari Bagi Hasil Pajak Daerah dan Bagian dari Dana Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah yang diterima oleh kabupaten. Populasi Penelitian ini adalah data Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Desa Nunpena tahun 2018-2020.Sampel penelitian ini adalah Data alokasi Anggaran Dana Desa (Alokasi DDS) Desa Nunpena tahun 2018-2020. Teknik Pengumpulan Data yang digunakan dalam penelitian ini dihimpun menggunakan metoda dokumentasi. Dengan metoda ini data yang dihimpun adalah data dana desa (DDS) di desa Nunbena tahun 2018-2020. Pada Analisis pendahuluan akan didiskripsikan konsep berdasarkan indikator-indikator empirik masing-masing konsep sebagai berikut Diskriptif Statistik, Anggaran Dana Desa (DDSAPBN) Desa Nunbena, Alokasi Belanja Desa Nunbeba dari Anggaran Dana Desa (DDS), Pada tahap analisis lanjutan ini mendeskripsikan Teknik Analisis data yang digunakan penelitian ini adalah Diskriptif Statistik. Diskriptif Statistik.yang digunakan untuk mendeskripsikan data yang ada dalam penelitian ini yang adalah Alokasi Dana Desa (DDS) Dalam penelitian ini, penulis memberikan beberapa masukan sebagai alternative yang dapat dipertimbangkan sebagai berikut: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Alokasi Dana Desa (DDS) yang bersumber dari APBN melalui dana transfer pemerintah pusat lewat Kabupaten telah digunakan sesuai ketentuan PP no. 72 tahun 2005 pasal 1 ayat 11 di desa Nunbena. Hal ini ditunjukkan pada Desa Nunbena pada tahun 2018, Anggaran Dana Desa (DDS) dipakai untuk pelaksanaan pembangunan desa sebesar 68,77% dari DDS, disusul untuk kepentingan pemberdayaan masyarakat sebesar 30,64% dari DDS, kemudian untuk pembinaan masyarakat sebesar 0,59% sehingga 100% DDS dipakai untuk pemberdayaan masyarakat dan pembangunan desa. Kemudian pada tahun 2019, Anggaran Dana Desa (DDS) dipakai untuk pelaksanaan pembangunan desa sebesar 80,19% dari DDS, disusul untuk kepentingan pemberdayaan masyarakat sebesar 19,81% dari DDS, sehingga 100% DDS dipakai untuk pemberdayaan masyarakat dan pembangunan desa. Pada tahun 2020, Anggaran Dana Desa (DDS) dipakai untuk pelaksanaan pembangunan desa sebesar 66,69% dari DDS, disusul untuk kepentingan pemberdayaan masyarakat sebesar 9,97% dari DDS, dan 23,34% untuk keadaan tak terduga Pandemi Covid, sehingga 100% DDS dipakai untuk pemberdayaan masyarakat dan pembangunan desa. Tidak ada penggunan DDS untuk Pemerintah Desa pada tahun 2018-2020 di Desa Nunbena. Berdasarkan hasil penelitian maka peneliti menyarankan kepada Pemerintah Desa Nunbena, Kecamaan Kot’olin Kabupaten Tinor Tengah Selatan agar mempertahankan penggunaan Anggaran Dana Desa (DDS) hanya untuk kepentingan masyarakat. Namun ke depan, porsi alokasi diperbanyak untuk pemberdayaan masyarakat baru disusul untuk pembangunan desa dan lainnya. Penelitian selanjutnya agar dapat menambah jumlah sampel penelitian dengan penggunaan data sekunder yang lebih besar serta rentang waktu pengamatan yang lebih lama sehingga dapat memberikan gambaran dan kesimpulan yang lebih komprehensif mengenai pengaruh kinerja keuangan daerah terhadap Alokasi Belanja Modal. Kata kunci: Alokasi Anggaran Dana Desa

ANALISIS PERBANDINGAN PENGARUH BELANJA LANGSUNG TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH DI KABUPATEN KUPANG DAN KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN

MAGDALENA LAKE
· Thesis · Open Access

ABSTRAK Dalam menciptakan kemandirian daerah, pemerintah daerah harus mampu mengelola sumber daya yang dimilikinya secara efisien dan efektif. Hal tersebut dapat diwujudkan dengan kebijakan desentralisasi melalui otonomi daerah. Penerapan otonomi daerah dan desentralisasi fiskal didasari oleh pemikiran bahwa pemerintah daerah jauh lebih memahami potensi, kondisi, dan permasalahan daerahnya sendiri. Oleh sebab itu, setiap daerah juga lebih mengerti besarnya kebutuhan anggaran yang diperlukan untuk menyelenggarakan kegiatan pemerintahan dan pembangunan. Konsekuensi dalam pelaksanaan otonomi daerah ini adalah adanya desentralisasi fiskal dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah. Dalam rangka penyelenggaraan pemerintah dan pelayanan kepada masyarakat berdasarkan asas desentralisasi, setiap daerah diberikan kewenangan untuk memungut pajak atau retribusi dan pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA). Dan Pemerintah pusat akan mentransfer dana perimbangan. Tujuan dari transfer dana perimbangan kepada pemerintah daerah adalah untuk mengurangi kesenjangan fiskal antar pemerintah dan menjamin tercapainya standar pelayanan publik. Transfer dana ini merupakan sumber pendanaan bagi pemerintah daerah dalam melaksanakan kewenangannya, sedangkan kekurangan pendanaan diharapkan dapat digalih melalui pendanaan sendiri yaitu Pendapatan Asli Daerah (PAD), pembiayaan dan lain-lain pendapatan daerah. Kebijakan penggunaan semua dana tersebut diserahkan kepada pemerintah daerah, dana transfer dari pemerintah pusat diharapkan dapat digunakan secara efektif dan efisien oleh pemerintah daerah dalam meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat, dan diharapkan di masa yang akan datang ketergantungan daerah terhadap transfer dana pusat dapat diminimalisir guna menumbuhkan kemandirian pemerintah daerah dalam pelayanan publik dan pembangunan. Belanja daerah merupakan perkiraan beban pengeluaran daerah yang dialokasikan secara adil dan merata agar dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat. Pembangunan daerah yang sangat pesat, pasti membutuhkan alokasi dana dari pemerintah daerah yang mengakibatkan pembiayaan pada pos belanja yang terdiri dari pengeluaran rutin dan pengeluaran pembangunan membutuhkan persediaan dana yang besar untuk membiayai kegiatan tersebut. Dengan terpenuhinya kebutuhan belanja pemerintah, maka diharapkan pelayanan terhadap masyarakat menjadi lebih baik dan kesejahteraan masyarakat lebih meningkat. Belanja daerah terdiri atas belanja langsung dan belanja tidak langsung. Kelompok belanja tidak langsung merupakan belanja yang dianggarkan terkait secara langsung dengan pelaksanaan program dan kegiatan. Sedangkan belanja langsung merupakan belaja yang dianggarkan terkait secara langsung dengan pelaksanaan program dan kegiatan. Karakteristik belanja langsung adalah bahwa input (alokasi belanja) yang ditetapkan dapat diukur dan diperbandingkan dengan output yang dihasilkan. Sedangkan belanja tidak langsung pada dasarnya merupakan belanja yang digunakan secara bersama-sama untuk melaksanakan seluruh program atau kegiatan unit kerja. Sesuai dengan judul yang diteliti yaitu ANALISIS PERBANDINGAN PENGARUH BELANJA LANGSUNG TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH DI KABUPATEN KUPANG DAN KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran empiris perkembangan Pendapatan Asli Daerah dan mengetahui gambaran empiris perkembangan Belanja Langsung dikabupaten Kupang Dan Kabupaten Timor Tengah Selatan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah studi dokumentasi yang dilakukan melalui penelurusan(BPS Kabupaten Kupang Dalam Angka dan Sumber https//kupangkab.go.id dan pada BPS Kabupaten Timor Tengah Selatan dalam angka dan sumber :djpkdepkeu.go) Hasil penelitian dari Analisis Perbandingan Pengaruh Belanja Langsung Terhadap Pendapatan Asli Daerah Di Kabupaten Kupang Dan Kabupaten Timor Tengah Selatan menunjukan bahwa: 1. Pertumbuhan Belanja Langsung Kabupaten Kupang sebesar 22,65% pertahun melebihi pertumbuhan Belanja Langsung Kabupaten Timor Tengah Selatan Sebesar 6,50% Pertumbuhan pendapatan asli daerah Kabupaten Kupang sebesar 9,46% pertahun, lebih kecil dari pertumbuhan pendapatan asli daerah kabupaten Timor Tengah Selatan sebesar 31,73%. 3. Koefisien Elastisitas Pertumbuhan Belanja Langsung terhadap pertumbuhan pendaptan Asli Daerah Kabupaten Kupang sebesar -0,63% sebagai bentuk hubungan yang inelastisitas sedangkan koefisien elastisitas pertumbuhan Belanja Langsung terdahap petumbuhan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Timor Tengah Selatan Sebesar 9,33%sebagai bentuk yang elastisitas.

efesiensi pengelolaan Modal kerja pada KSP kopdi solidaritas kota kupang

RENI RINCE OLANG
· Thesis · Open Access

ABSTRAK Peneltian ini berjudul”Efisiensi Pengelolaan Modal Kerja Pada Koperasi Kopdit Solidaritas Kota Kupang”,Bagaimana Efisiensi Pengelolaan Modal Kerja pada Koperasi Kredit Solidaritas Kota Kupang?. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Efisiensi Pengelolaan Modal Kerja pada Koperasi Kredit Solidaritas Kota Kupang. Efisiensi pengelolaan modal kerja pada Koperasi Kredit Solidaritas Kota Kupang dari rasio likuiditas terdiri dari limarasio perhitungan diantaranya, Modal Kerja Bersih, menunjukkan nilai yang semakin meningkat nilainya setiap tahun. Rasio Lancar, menampilkan nilai cenderung mengalami penurunan pada setiap tahunnya.Rasio Kas, menunjukkan jumlah nilai dan hasil yang tidak menetap, meningkat, menurun dan meningkat lagi.Rasio Cepat, menunjukkan nilai yang cenderung menurun dan Rasio Modal Bersih terhadap total aset, menunjukkan hasil yang tidak tetap mengalami fluktuasi setiap tahunnya. Efisiensi pengelolaan modal kerja pada KSP Koperasi Kredit Solidaritas Kota Kupang dari rasio Aktivitas terdiri dari lima rasio perhitungan dan hasil analisinya diantaranya, Perputaran Total, menunjukkan perputaran aktiva yang lambat dan menurun menunjukkan adanya komposisi jumlah aktiva kurang efisien. Perputaran Modal Kerja, menampilkan peningkatan dan nilai yang tetap.Perputaran persediaanmenunjukkannilai yang menurun setiap tahunnya dan Persediaan rata-rata menampilkan indeks kemajuan karena nilai perputaran yang terus meningkat setiaptahunnya. Efisiensi pengelolaan modal kerja pada KSP Koperasi Kredit Solidaritas Kota Kupang dari rasio Rentabilitas terdiri dari enam anak rasio yaitu, Marjin laba kotor, menunjukkan hasil yang tidak tetap karena setiap tahun nilainya bisa meningkat tetapi kembali menurun.Marjin laba operasi, menunjukkan nilai yang juga menurun di setiap tahunnya.Rasio Operasi, menunjukkan hasil yang baik karena mengalami peningkatan dari tahun 2016-2018.Marjin laba Operasi, Laba atas Investasi dan Laba atas Ekuitas, ketiga rasio inimenunjuk pada hasil yang menurun setiap tahunnya. Hasil dari Rasio lancarmenunjukkan bahwa pada tahun 2016 nilainya 2,00, pada tahun 2017 nilainya menurun menjadi 1,98 dan tahun 2018 nilainya menurun lagi menjadi 1,96. Hal ini menunjukkan bahwa perbandingan antara Aset lancar dan kewajiban lancar belum begitu baik dan maksimal. Walaupun jumlah Aset lebih tinggi daripada jumlah kewajiban lancar tetapi perbandingannya cukup dekat sehingga menimbulkan penurunan nilai Rasio lancar.Untuk itu, Koperasi KreditSolidaritas perlu untuk memperhatikan Aset lancar yang cenderung meningkat setiap tahun dan mengusahakan kewajiban lancar yangsemakin. Kata Kunci: Efisiensi, Modal

Analisis Pengaruh Tingkat Pendidikan dan Pelatihan Kerja Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Pada Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Rote Ndao

JUSMAN GEORGEN LUSI
· Thesis · Open Access

Penelitian dalam tugas akhir ini bertujuan Untuk mengetahui tingkat pendidikan berpengaruh terhadap produktivitas karyawan pada Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kab. Rote Ndao dan Untuk mengetahui pelatihan kerja berpengaruh terhadap produktivitas karyawan pada Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kab. Rote Ndao. Dengan latar belakang dari penelitian ini adalah Sumber daya manusia yang kompeten tentu saja membuat perusahaan akan lebih berkembang dan maju sehingga menentukan kesuksesan dari perusahaan itu sendiri dan dikembangkan melalui peningkatan pendidikan dan pelatihan yang sesuai/layak serta kompetitif. Banyak perusahaan mengadakan pelatihan kerja/training sebelum karyawan memulai kerja, karena dengan pelatihan kerja dapat memperbaiki performa dan juga kemampuan dari karyawan terhadap pekerjaan yang dilakukan Zul (2016:23). Sumber daya yang berkualitas adalah sumber daya manusia yang mampu menciptakan suatu inovatif melalui kreatifitas dan imajinasi. Arianty (2016:2). Salah satu ukuran keberhasilan kinerja individu, tim atau organisasi terletak pada produktivitasnya. Apabila produktivitasnya tinggi atau bertambah, dinyatakan berhasil. Apabila lebih rendah dari standar atau menurun, dikatakan tidak atau kurang sukses. Wibowo (2014:93). Produktivitas merupakan pandangan hidup dan sikap mental yang selalu berusaha untuk meningkatkan mutu kehidupan. Dengan adanya produktivitas kerja diharapkan pekerjaan akan terlaksana secara efisien dan efektif, agar dapat mencapai tujuan yang diharapkan. Arianty (2016:134). Salah satu cara untuk meningkatkan produktivitas kerja karyawan adalah memberikan pendidikan dan pelatihan kerja. Sasaran obyek penilaian produktivitas adalah pengetahuan, keterampilan, dan sikap karyawan. Dengan demikian maka jelas bahwa pendidikan dan pelatihan kerja mempunyai peranan penting dalam produktivitas kerja karyawan. Pendidikan (formal) didalam suatu organisasi adalah suatu proses pengembangan ke arah yang diinginkan oleh organisasi yang bersangkutan. Sedangkan pelatihan (training) adalah merupakan bagian dari suatu proses pendidikan yang tujuannya untuk meningkatkan kemampuan atau keterampilan khusus. Pendidikan dan pelatihan dapat dipandang sebagai salah satu bentuk investasi Notoatmodjo, (2015:16-17). Pelatihan merupakan salah satu usaha yang dilakukan perusahaan untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia dalam dunia kerja. Arianty (2016:120). Pelatihan merupakan proses untuk membentuk dan membekali karyawan dengan menambah keahlian, kemampuan, pengetahuan dan perilakunya Kasmir ( 2018:126). Pemberian latihan atau pendidikan kepada pegawai disuatu perusahaan merupakan tanggung jawab setiap Manajer. Adanya pelatihan dan pendidikan bagi seseorang, juga dapat menjamin tersedianya tenagatenaga kerja yang memiliki keahlian, terlatih atau terdidik dan yang dapat menggunakan pikirannya secara kritis. Selain hal tersebut. Hasil penelitian adalah yang pertama hasil perhitungan ini menyimpulkan bahwa analisis regresi linear berganda dengan pengujian secara parsial diketahui variabel tingkat pendidikan (X1) diperoleh koefisien sebesar 0.005 t hitung 3,144 dan niali signifikan 0,002 yang berarti jika variabel tingkat pendididkan sesuai dengan harapan maka akan meningkatkan produktivitas kerja karyawan pada Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kab. Rote Ndao sebesar 0,005 satuan. Dengan kata lain tingkat pendidikan akan sesuai dengan produktivitas kerj karyawan. Ini dibuktikan dengan t-hitung > t- tabel (3.144 > 1.697) hal ini menunjukan bahwa hipotesis dari Ho ditolak maka membuktikan bahwa ada pengaruh yang signifikan yaitu tingkat pendidikan terhadap produktivitas kerja karyawan pada dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olaraga Kab. Rote Ndao, dan yang kedua Hasil perhitungan ini menyimpulkan bahwa analisis regresi linear berganda dengan pengujian secara parsial diketahui variabel pelatihan kerja (X2) diperoleh koefisien sebesar 0.417, t hitung 0.30 dan niali signifikan 0.007 yang berarti jika variabel pelatihan kerja sesuai harapan maka akan meningkatkan Produktivitas Kerja Karyawan Pada Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kab. Rote Ndao sebesar 0.007 satuan. Dengaan kata lain pelatihan kerja akan meningkat sejalan dengan Produktivitas Kerja Karyawan Pada Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kab. Rote Ndao Berdasarkan pengujian yang dilakukan, hasil penelitian menyimpulkan bahwa pelatihan kerja mempunyai pengaruh terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Pada Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kab. Rote Ndao Ini dibuktikan dengan dengan t hitung t tabel (0.514 1.691) yang berarti t hitung pada variabel pelatihan kerja adalah lebih kecil dari t tabel hal ini menunjukan bahwa hipotesis dari Ho1 diterima maka ini membuktikan bahwa ada pengaruh pelatihan kerja terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Pada Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Rote Ndao.

PENGARUH BELANJA MODAL TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI KOTA KUPANG

YASTI .N. LOPO
· Thesis · Open Access

ABSTRAK PENGARUH BELANJA MODAL TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI KOTA KUPANG Pertumbuhan ekonomi berhubungan erat dengan proses peningkatan produk barang dan jasa dalam kegiatan ekonomi masyarakat. Proses pembangunan mencangkup perubahan pada komposisi produksi perubahan pada pola pengukuran atau alokasi sumber daya produksi diantara sector-sektor kegiatan ekonomi, perubahan pada distribusi kekayaan dan pendapatan yang bertujuan untuk mrningkatkan kesejahtraan masyarakat umum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh yang positif dari belanja modal terhadap pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan ekonomi terhadap kesejahteraan ekonomi, dan belanja ekonomi terhadap kesejahteraan masyarakat di Kota Kupang. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder yang berupa laporan keuangan (APBD) Pemerintah Daerah di Kota Kupang tahun 2015 hingga tahun 2019. Pengujian ini dilakukan di seluruh kabupaten/kota di Kota Kupang. Dari hasil pengujian diperoleh hasil bahwa: 1) Belanja Modal memiliki pengaruh yang negatif dan signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi, 2) Pertumbuhan Ekonomi memiliki pengaruh yang negatif dan signifikan terhadap Kesejahteraan Masyarakat, 3) Belanja Modal memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap Kesejahteraan Masyarakat. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan pada Badan Pusat Statistik Kota Kupang. Sampel penelitiannya adalah dokumen yang berisi data belanja modal terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di kota kupang tahun 2015-2019. Metode pengumpulan data menggunakan studi dokumenter. Teknik analisis data menggunakan regresi linear sederhana, uji t, uji F dan Uji R. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Persentase (%) pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Kota Kupang sejak tahun 2015-2019, tidak selalu mengalami peningkatan ataupun penurunan atau dapat dikatakan mengalami Fluktuasi (tidak normal / selalu berubah-ubah). Selain itu, belanja modal memiliki pengaruh positif terhadap penduduk miskin. Artinya semakin besar belanja modal maka jumlah penduduk miskin semakin bertambah. Hal ini bertolak belakang dengan teori, hal ini disebabkan karena masih ada program-program pemerintah yang dianggap masih belum tepat sasaran dan program pemerintah belum menyentuh masalah mendasar yang terjadi pada masyarakat sehingga hasilnya belum efektif. Selain itu, program yang ada juga dinilai masih bersifat reaktif, berjangka pendek dan parsial.

ANALISIS YURIDIS TENTANG PUTUSAN HAKIM PENGADILAN NIAGA DALAM PERKARA SANGKETA KEPAILITAN

YANDRI DJAGA
· Thesis · Open Access

INTISARI Judul adalah: Analisis Yuridis Tentang Putusan Hakim Pengadilan Niaga Dalam Perkara Sangketa Kepailitan. Maka penulis menganalisis secara lebih lanjut tentang pertimbangan hakim dengan rumusan masalahMengapa putusan hakim pengadilan niaga ada gugatan yang ditolak dan ada gugatan yang dikaabulkan terhadap sengketa kepaliatanTujuan penelitan yaitu: Utuk mengetahui putusan hakim pengadilan niaga ada gugatan yang menolak dan ada gugatan yang mengabulkan terhadap sengketa kepaliatan. Jenis penelitian hukum yang digunakan adalah jenis penelitian normatif dan sifat penelitian ini bersifat deskriptif.Bahan hukum penelitian terdiri dari peraturan perundang-undangan.Hasil penelitian, penelitian menemukan 2 alasan yang menjadi dasar prtimbangan hakim Pengadilan Niaga ada gugatan yang menolak dan ada gugatan yang mengabulkan terhadap sengketa kepaliatan Adala sebagai berikut. 1. pemohon pailit tidak dapat membuktikan dalil-dalil dan syarat-syarat serta fakta-fakta kepailitan dalam gugatanya 2. pemohon dapat membuktikan dalil-dalil dan syarat-syarat serta fakta-fakta kepailitan dalam guga Kata kunci- sangketa kepailitan

Pengaruh Penggunaan Teknologi Sistem Informasi Akuntansi terhadap Kinerja Pegawai pada Kantor Kecamatan Fatuleu Tengah Kabupaten Kupang

ROSWITA SISILIA MEO
· Thesis · Open Access

xiii ABSTRAK PENGARUH PENGGUNAAN TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI AKUNTANSI TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR KECAMATAN FATULEU TENGAH KABUPATEN KUPANG Teknologi selalu mengalami perkembangan untuk memenuhi kebtuhan manusia yang berkembang dari waktu kewaktu dan dapat memberikan kemudahan bagi manusia untuk menjalankan segala aktivitas. Sistem Infomasi Akuntansi merupakan sebuah sistem yang memproses data dan transaksi guna menghasilkan informasi yang bermanfaa tuntuk merencanakan, mengendalikan dan mengoperasikan bisnis. Penggunaan teknologi sistem informasi akuntansi merupakan informasi yang diberikan kepada perusahaan yang diwajibkan oleh undang-undang atau peraturan lainnya. Penggunaan dari informasi akan semakin meningkat seiring dengan semakin dapat mengenali kebutuhan, dengan mengenali karakteristik pribadinya yaitu factor-faktor yang mungkin akan berpengaruh dalam penggunaannya. Kinerja pegawai merupakan tindakan atau pelaksanaan tugas pemeriksaan yang telah diselesaikan olehpegawai sebagai evaluasi terhadap pekerjaan yang dilakukan atasan, rekan kerja, diri sendiri dan bawahan langsung. Kinerja pegawai dapat ditingkatkan atau dapat menjadi maju dan mencapai tingkat yang lebih baik dengan mengidentifikasi dan menganalisis aktivitas kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui penggunaan teknologi sistem informasi akuntansi terhadap kinerja pegawai pada kantor kecamatan fatuleu kabupaten kupang. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode pre-eksperimental design dan dihitung menggunakan SPSS 22. Data yang diperoleh melalui kuesioner kemudian dianalisis menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan analisis deskriptif menggunakan alat distribusi frekuensi dan analisis regresi linear sederhana yang hasilnya diolah menggunakan

PENGARUH DOSIS RAGI TERHADAP KUALITAS UBI KAYU KERING TERFERMENTASI (LUAI KAMBAU) SEBAGAI PANGAN TRADISIONAL SUMBA

ELIAS DOMU WULANG
· Thesis · Open Access

PENGARUH DOSIS RAGI TERHADAP KUALITAS UBI KAYU KERING TERFERMENTASI (LUAI KAMBAU) SEBAGAI PANGAN TRADISIONAL SUMBA Wulang D. Elias)* Nuhamara M)** Banoet R)** ABSTRAK Luai kambau adalah ubi kayu yang sudah kering lalu direndam kembali kedalam air dengan durasi waktu 3-5 hari dan dikomsumsi secara sederhana dengan teknologi yang tidak sulit. Namun pengembangan luai kambau belum banyak dilakukan oleh masyarakat pulau Sumba. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dosis ragi terhadap kualitas ubi kayu kering terfermentasi (luaikambau) sebagai pangan tradisional Sumba dan untuk mengetahui salah satu dosis ragi terbaik terhadap kualitas ubi kayu kering terfermentasi (luaikambau) sebagai pangan tradisional Sumba. Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium Processing Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana pada bulan agustus 2021. Desain penelitian ini menggunakan metode Rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan, sehingga secara total terdapat 12 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam analisis ragam (ANOVA) menunjukkan bahwa pengaruh dosis ragi terhadap kualitas ubi kayu kering terfermentasi (Luai kambau) memberikan pengaruh yang sangat nyata pada taraf signifikan (P>0,01) terhadap warna, tekstur, kesukaan rasa, dan aroma khas ferementasi yang dihasilkan. Selain itu, perlakuan pemberian dosis ragi terbaik terdapat pada perlakuan D yaitu 3 gram ragi yang menghasilkan warna (4,50) sangat suka, rasa (4,5) sangat suka, tekstur (4,58) sangat suka dan dengan aroma (4,42) sangat suka pada luai kambau sebagai pangan tradisional sumba. Dengan demikian, Pemberian dosis ragi yang berbedaberpengaruh terhadap kualitas ubi kayu keringterfermentasi (luai kambau) sebagai pangan tradisional Sumba yang dihasilkan. Keterangan: * peneliti ** pembimbing Kata kunci:Luai kambau, dosis ragi, metode rancangan acak lengkap, Sumba

PERBANDINGAN PISANG KEPOK DAN KACANG TANAH TERHADAP PRODUK MANGGULU

RIFAT WILLIAM BASTIAN BELLA
· Thesis · Open Access

PERBANDINGAN PISANG KEPOK DAN KACANG TANAH TERHADAP PRODUK MANGGULU Rifat W.B Bella)* M. Nuhamara)** Zet Malelak)** ABSTRAK Manggulu merupakan produk pangan tradisional yang terbuat dari pisang dan kacang tanah yang kandungan karbohidratnya tinggi dengan nilai kadar airnya rendah. Manggulu sebagai pangan local dibuat dari pisang matang dan kacang tanah yang sudah disangrai namun dalam proses pembuatan manggulu masyarakat sumba timur menggunakan cara sederhana tanpa mengetahui perbandingan kedua bahan yang digunakan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh tingkat perbandingan terbaik pisang kapok dan kacang tanah terhadap produk manggulu. Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium prosesing Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana pada Bulan September 2021. Desain penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan, sehingga secara total terdapat 12 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam analisis ragam (ANOVA) menunjukkan bahwa perbandingan pisang kapok dan kacang tanah terhadap produk manggulu memberikan pengaruh yang sangat nyata pada taraf signifikan (P>0,01) terhadap warna, tekstur,rasa dan aroma produk manggulu yang dihasilkan. Selain itu, perlakuan perbandingan pisang kapok dan kacang tanah terbaik terdapat pada perlakuan B yaitu 250 g pisang kapok dan 250 g kacang tanah yang menghasilkan aroma (4,667) sangat suka,rasa (4,756) sangat suka,tekstur (4,711) sangat suka dan warna (4,622) sangat suka pada manggulu. Dengan demikian, perbandingan pisang kapok dan kacang tanah yang berbeda berpengaruh terhadap produk manggulu. Kata Kunci : Manggulu,Perbandingan,sumba timur, metode rancangan acak lengkap Keterangan : *) Peneliti **) pembimbing

Isolasi dan Identifikasi Bakteri Patogen Pada Kappaphycus alvarezii di Perairan Tablolong Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang Nusa Tenggara Timur

MIRA DERISTY LAIDAT
· Thesis · Open Access

ABSTRAK Isolasi dan Identifikasi Bakteri Patogen Pada Kappaphycus alvarezii di Perairan Tablolong Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang Nusa Tenggara Timur Laidat, M.D) * Rupidara, A.D.N) ** Sabuna,A.C) ** Kappaphycus alvarezii merupakan salah satu spesies makro alga yang memiliki banyak manfaat. Penyakit utama yang menyebabkan penurunan produksi di seluruh pusat pengembangan budidaya makro alga adalah penyakit ice-ice.Serangan penyakit tersebut tidak hanya menurunkan hasil panen (60–70%), tetapi dapat juga menyebabkan gagal panen. Masyarakat di Perairan Tablolong sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani rumput laut, adapun kendala yang dihadapi yaitu penyakit ice-ice .Tujuan dari penelitian ini adalah mengisolasikan dan mengidentifikasi bakteri pathogen pada Kappaphycus alvarezii bibit dari perairan Tablolong Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang NTT. Metode yang digunakan dalam penelitian ini survey dan eksperimental dengan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling di area Perairan Tablolong, kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Metode pengujian meliputi pembuatan isolat uji, Uji katalase, uji glukosa. Hasil uji katalase bada semua bakteri positif dan uji glukosa glokosa positif pada semua bakteri, Bakteri pathogen yang diisolasi dari Kappaphycus alvarezii ialah genus Pseudomonas sp genus Vibrio sp, genus Bacillus, genus Flavobaterium, genus Cytophaga Sp dan genus Holobacterium.