Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir

3.893 item publik

Publikasi

Halaman 56 dari 195

PANDANGAN KAUM PEREMPUAN TERHADAP PRAKTEK KAWIN TANGKAP DI MASYARAKAT DESA UMBU MAMIJUK, KECAMATAN UMBU RATU NGGAY BARAT, KABUPATEN SUMBA TENGAH TAHUN 2020

ANDRI LIFRITS UMBU YANGGU MBOLU
· Thesis · Open Access

ABSTRAK PANDANGAN KAUM PEREMPUAN TERHADAP PRAKTEK KAWIN TANGKAP DI MASYARAKAT DESA UMBU MAMIJUK KECAMATAN UMBU RATU NGGAY BARAT KABUPATEN SUMBA TENGAH TAHUN 2020 Mbolu. A (*) Pellu. L (**) Metboki. M Kebiasaan memaksa sebuah perkawinan telah menutup ruang seseorang untuk dapat memilih pasangan hidupnya, Terdapat kasus kawin tangkap di Kabupaten Sumba Tengah. Menurut sebagain masyarakat Sumba praktek kawin tangkap merupakan tradisi turun temurun. Maka tujuan dari penelitian ini adalah: Untuk mengetahui Pandangan Kaum Perempuan terhadap Praktek Kawin Tangkap di Masyarakat Desa Umbu Mamijuk, Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat Kabupaten Sumba Tengah. Manfaat penelitian merupakan dampak dari terciptanya tujuan. (Sugiono, 2014). Adapun manfaat yang ingin dicapai dari hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: a.Teoritis: Hasil penelitian dapat memberikan sumbangan pengetahuan bagi pihak akademis atau yang membutuhkan referensi berkaitan dengan permasalahan yang diangkat.b. Praktis: 1) Bagi penulis, sebagai sarana untuk mengaplikasikan teori-teori yang telah diperoleh semasa kuliah serta menjadi suatu pembelajaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif sedangkan pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Berdasarkan data hasil penelitian Pengaruh Budaya Patriarkhi, Unsur kekerabatan, Yakni dalam budaya atau kebiasaan orang Sumba unsur kekerabatan masih melekat terlebih khusus dalam proses kawin-mawin. Pendidikan adalah salah satu cara untuk mencegah terjadinya kawin tangkap. Faktor ekonomi yang kurang mampu menjadi faktor terjadinya kawin tangkap. Adapun yang menjadi saran-saran yaitu: Bagi pembaca, hasil penelitian ini diharapkan semoga menambah wawasan pengetahuan terkait dengan praktek kawin tangkap Bagi pemerintah daerah Kab. Sumba Tengah dapat dijadikan acuan dalam mengambil kebijakan dimasa yang akan datang. Sangat perlu berbagai pihak atau lembaga-lembaga untuk mensosialisasikan, memberikan pembinaan bagaimana sehingga masyarakat dapat memahami arti perkawinan agar tidak terjadi penyimpangan dampak atau akibat dari praktek kawin tangkap. Kata kunci : Perempuan dan kawin tangkap

STUDI TENTANG UPAYA GURU DALAM MENINGKATKAN RASA PERCAYA DIRI SISWA PADA KELAS VIII DI SMP SWASTA SWADAYA TARUS TAHUN 2021/2022

ANGEL CHRISTIANI LOUDOE
· Thesis · Open Access

ABSTRAK STUDI TENTANG UPAYA GURU DALAM MENINGKATKAN RASA PERCAYA DIRI SISWA PADA KELAS VIII DI SMP SWASTA SWADAYA TARUS TAHUN 2021/2022 ______________________________________________________ Loudoe A. * Pellu L.** Manu L. *** Siswa merupakan individu yang berkarakteristik unik serta bersifat dinamis terhadap proses perkembangan. Individu siswa dikatakan unik karena setiap individu memiliki potensi, kecakapan, motivasi, minat, bakat, kebiasaan, persepsi serta karakteristik fisik yang berbeda. Keragaman tersebut yang membedakan antara satu individu dengan individu lainnya. Penilitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Studi Tentang Upaya Guru Dalam Meningkatkan Rasa Percaya Diri Siswa Pada Kelas VIII Di Smp Swasta Swadaya Tarus. Objek dalam penilitian ini adalah Guru dan siswa. Subjek penilitian ini adalah 12 orang. Untuk mencapai tujuan yang dirumuskan penulis menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penilitian ini adalah wawancara dan Kuesioner. data yang dikumpulkan disajikan dan dianalisa secara deskriptif dengan pendekatan kualitatif kemudian ditarik kesimpulannya. Dari pengelolaan data dan analisis peniliti menghasilkan satu kesimpulan yang dapat digambarkan bahwa upaya guru dalam meningkatkan kepercayaan diri siswa sangat baik dengan memberikan Motivasi, apresiasi, komunikasi, tanggungjawab, kepercayaan diri, begitu juga dengan siswa yaitu, keberanian, aktif, bersaing, sopan, jujur, bertanggungjawab, konsisten, mengendalikan diri, sikap empati, sopan saling mengasihi dan menghormati. Adapun yang menjadi saran dalam penilitian ini adalah Kepada kepala sekolah agar membina serta memberi teladan tentang disiplin dalam melaksanakan tugas sehingga dapat memotivasi kerja para guru. Kepada Guru Bagi guru yang sudah memiliki kompetensi, agar dipertahankan dan bila perlu ditingkatkan sedangkan yang belum berpotensi supaya berusaha lebih baik lagi. Bagi siswa Harus lebih rajin lagi dalam mengembangkan diri dengan rajin belajar dan tekun dalam tanggungjawab, disiplin dan selalu meningkatkan rasa percaya diri. Diharapkan penelitian yang akan datang, agar menggunakan sampel yang digunakan lebih banyak dengan penambahan beberapa variable diluar variable penelitian penulis sehingga hasil analisis dari penelitian yang didapatkan akan lebih akurat. Kata Kunci : * Upaya Guru * dan * Rasa Percaya diri Siswa **

Pandangan pemuda Kristen GMIT Samaria noelbaki tentang pasangan kumpul kebo pada jemaat GMIT Samaria noelbaki tahun 2022

MARIANA ROHI
· Thesis · Open Access

ABSTRAK PANDANGAN PEMUDA KRISTEN GMIT SAMARIA NOELBAKI TENTANG PASANGAN KUMPUL KEBO PADA JEMAAT GMIT SAMARIA NOELBAKI KLASIS KUPANG TENGAH Rohi M. (*) Manu L. (**) Manggoa. A. M (**) Pernikahan merupakan ikatan permanen antara seorang laki-laki dan perempuan sebagai suami istri yang disahkan secara agama, adat dan pemerintah. Namun ada juga pasangan yang hidup bersama sebagai suami istri tanpa melakukan proses agama, adat dan pemerintah yaitu kumpul kebo. Bahkan juga ada yang melakukan seks diluar nikah dan saling meninggalkan. Melakukan hubungan seks sebelum sah menjadi suami istri merupakan penyerahan tubuh dan jiwa seseorang kepada orang lain, melepaskan pemuasan nafsu kelamin berarti ia merusak hidupnya. Karena itu, pemuda sebagai tulang punggung dan generasi penerus gereja dan bangsa harus terhindar dari perilaku menyimpang tersebut agar dapat mencerminkan sikap dan perilaku yang patut dicontoh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pandangan pemuda tentang pasangan kumpul kebo dan untuk mengetahui tindakan pemuda agar terhindar dari kumpul kebo di jemaat GMIT Samaria Noelbaki. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik yang digunakan yaitu wawancara. Hasil penelitian menunjukan cinta yang benar adalah perasaan yang tulus dari dalam hati yang menerima kekurangan pasangan dan tidak menginginkan tubuh serta sesuatu yang mendatangkan kesenangan sesaat. Pemuda juga tidak setuju dengan seks diluar nikah karena dapat berdampak buruk seperti hamil diluar nikah, stress, depresi, aborsi dan terjangkit penyakit seksual. Seks diluar nikah disebabkan karena pergaulan bebas, kurangnya komunikasi dengan orang tua dan kurangnya kasih sayang, masalah ekonomi sehingga ada yang menjual diri. Kumpul kebo merupakan perbuatan yang menunjukan ketidaksabaran seseorang untuk hidup bersama tanpa melakukan proses-proses untuk mengsahkan sebuah hubungan pernikahan, kumpul kebo terjadi karena hubungan yang tidak direstui, aturan adat dan hamil. Tindakan yang diambil pemuda agar tidak melakukan kumpul kebo adalah melibatkan Tuhan dalam hubungan, melakukan kegiatan positif, aktif dalam kegiatan gereja, tidak berkencan ditempat sepi. Agar tidak terjadi kumpul kebo perlu adanya kerja sama dari berbagai pihak seperti masyarakat, gereja, pemerintah dan tokoh adat. Orang tua harus mengontrol pergaulan anak, mendorong anak melakukan kegiatan positif, sering berkomunikasi dengan anak. Pemerintah harus memberikan sanksi yang tegas, sosialisasi dan membuat aturan yang melarang warga melakukan kumpul kebo. Gereja juga harus mendorong dan mendoakan pasangan kumpul kebo agar menikah, sering mengadakan nikah masal dan membekali kaum muda dengan pengetahuan Alkitab. Tokoh adat harus memperbaharui aturan adat sehingga tidak menghalangi pasangan yang ingin menikah. Jika semua elemen melalukan perannya dengan baik maka besar kemungkinan tidak terjadi kumpul kebo.

DIMENSI RELIGI DALAM BUDAYA NATONI MASYARAKAT ADATBOTI KECAMATAN KI’E KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN TAHUN 2020/2021

DINA MARIA DJAMI
· Thesis · Open Access

Suku Meto yang tinggal di Boti adalah suku tradisional yang memegang teguh budaya dan diajarkan turun temurun dari generasi ke generasi. Natoni sebagai salah satu taradisi yang masih di pelihara masyarakat Boti sampai saat ini. di setiap upacara sakral. Masyarakat Boti menggunakan ritual natoni sebagai salah satu dimensi religi. Masalah dalam penelitian ini adalah dimensi religi apa yang terkandung pada proses pelaksanaan natoni. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dimensi religi dalam proses pelaksanaan natoni masyarakat adat Boti. Tempat penelitian di dusun A, Desa Boti. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yaitu metode penelitian yang telah digunakan untuk mengumpulkan informasi. Informan dalam penelitian ini adalah para tokoh adat yang mengetahui tentang ritual natoni. Teknik analisis data deskriptif yang meliputi teknik penyajian data dengan mengklasifikasikan pengumpulan data dari observasi dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dimensi religius yang terkandung dalam natoni Fua Pah pada masyarakat Boti adalah Uis Neno, Masyarakat suku Boti memuja Uis Neno yang berarti Tuhan Langit. Uis Pah, Selain Tuhan Langit atau Tuhan Matahari masyarakat Boti juga mengakui adanya Tuhan Bumi atau Penguasa Alam Semesta. Uis Nitu, Uis nitu ini, diyakini oleh masyarakat Boti sebagai mereka yang hidup di bawah bumi. Adapun Proses pelaksanaan ritual Fua Pah dilaksanakan dalam tiga tahap yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap akhir. Kata Kunci : Boti, Natoni, Fua Pah, Dimensi Religius. Budaya. Keterangan : Penulis (*) Pembimbing (**)

STRUKTUR KOMUNITAS BIVALVIA DI DAERAH PASANG SURUT PANTAI PULAU SIPUT AWOLOLONG KABUPATEN LEMBATA

GABRIEL NOTAN KEY
· Thesis · Open Access

GABRIEL NOTAN KEY (16382275). Struktur Komunitas Bivalvia di Daerah Pasang Surut Pulau Siput Awololong Kabupaten Lembata (di bawah bimbingan: ALFRED G. O. KASE, S.Pi, M.Si, Ph.D dan Ir. YOHANES MERRYANTO, M.Si, Ph.D sebagai pembimbing I dan II). Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana. Bivalvia merupakan salah satu kelas dari Moluska yang memiliki tubuh lunak dan dilindungi oleh sepasang cangkang yang hampir selalu simetris. Bivalvia dapat beradaptasi di perairan payau maupun laut dengan kadar salinitas tertentu. Diantaranya ada yang epifaunal (hidup di permukaan sedimen) dan infaunal (membenamkan diri di dalam sedimen). Salah satu potensi yang ada sekitar Pulau Siput Awololong adalah bivalvia. Pemanfaatan bivalvia oleh masyarakat biasanya daging untuk di konsumsi, cangkang digunakan sebagai perhiasan dan dijual karena memiliki nilai ekonomis seperti kerang jenis Anadara antiquta. Selain memiliki niai ekonomis bivalvia mudah diidentifikasi, kelimpahannya dapat dihitung dan menempati posisi yang penting dalam rantai makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas yang terdiri dari komposisi jenis, kelimpahan, keanekaragaman, keseragaman dan dominansi bivalvia di Pulau Siput Awololong, Kabupaten Lembata. Penelitian ini menggunakan metode observasi yaitu pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap gejala yang diselidiki. Penelitian ini menggunakan metode observasi. Observasi adalah pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap gejala yang diselidiki. Metode observasi dalam penelitian ini, digunakan untuk melihat daerah habitat kerang dan kedalaman kerang menggunakan plot berukuran 1x1 m2 diletakan seluruh ekosistem intertidal bergantung pada keberadaan koloni kerang yang ditemukan serta melakukan dokumentasi dan dilanjutkan dengan studi pustaka untuk mengidentifikasi kerang. Hasil penelitian menunjukan Komposisi jenis bivalvia dari 3 transek ditemukan 187 jenis, yang terdiri dari 6 ordo, 8 famili, 8 genus dan 8 spesies bivalvia, yaitu Atrina vexilum, Anadara antiquata, Glycimeris pectunculus, Mactra antiquata, Modiolus modiolus, Pinctada margaritifera, Tapes literatus dan Trachycardium subrugosum. Nilai indeks keanekaragaman rendah (0,78), keseragaman tinggi (0,86) dan dominansi tidak ada jenis yang mendominansi (0,22).

PENGARUH PADAT PENEBARAN BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN ALGA MERAH Kappaphycus alvarezii (Doty) Doty YANG DIBUDIDAYAKAN DENGAN METODE KERAMBA JARING APUNG DI PERAIRAN KOLIEHAK KABUPATEN LEMBATA

EMILIUS YUSTA TUPENG
· Thesis · Open Access

EMILIUS YUSTA TUPENG (17383696) Pengaruh Padat Penebaran Berbeda Terhadap Pertumbuhan Alga Merah Kappaphycus alvarezii (Doty) Doty yang Dibudidayakan Dengan Metode Keramba Jaring Apung di Perairan Koliehak Kabupaten Lembata. Rockie R.L Supit., S.Pi., M.Si dan Alfred G. O. Kase, S.Pi., M.Si., Ph.D sebagai pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Rumput laut merupakan komoditas perikanan yang potensial untuk dibudidayakan karena manfaatnya yang sangat besar bagi kehidupan manusia. Padat tebar merupakan faktor yang sangat menentukan keberhasilan dalam kegiatan budidaya rumput laut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh padat penebaran yang berbeda terhadap pertumbuhan rumput laut Kappaphycus alvarezii yang dibudidayakan dengan metode keramba jaring apung. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli - Agustus 2021. Rumput laut yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kappaphycus alvarezii yang dibudidayakan dengan metode keramba jaring apung Hasil penelitian menunjukan pertambahan berat alga merah Kappaphycus alvarezii pada akhir penelitian dengan nilai rata-rata tertinggi 262,00 gram pada padat penebaran 50 bibit rumput laut kemudian di ikuti padat tebar 100 bibit dengan nilai rata-rata 218,00 gram dan terendah 206,33 gram pada padat penebaran 150 bibit. Kisaran pertumbuhan harian tertinggi alga merah Kappaphycus alvarezii dari awal penelitian hingga akhir penelitian 4,33-5,67 % dengan padat tebar 50 bibit rumput laut kemudian di ikuti padat tebar 100 bibit berkisar dari 2,41-5,05 % dan nilai kisaran terendah yaitu 3,19-4,05 % pada padat tebar 150 bibit. Pertumbuhan relatif dengan nilai tertinggi 5,57 % dengan padat tebar 50 bibit kemudian di ikuti padat tebar 100 dengan nilai rata-rata 5,38% dan terendah pada padat tebar 150 yaitu 5,33 % dan pertumbuhan mutlak dengan nilai tertinggi yaitu 212,00 gram pada padat tebar 50 bibit, kemudian di ikuti padat tebar 100 dengan nilai rata-rata 168,00 dan nilai rata-rata terendah 156,33 gram dengan padat tebar 150 bibit.

PERAN ORANG TUA DALAM PEMBELAJARAN DARING MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DAN BUDI PEKERTI SEMASA PANDEMI COVID 19 DI SD TUNAS HARAPAN KELURAHAN MANUTAPEN KECAMATAN ALAK KOTA KUPANG TAHUN 2021/2022

NOVRI RIWU
· Thesis · Open Access

ABSTRAK PERANGORANG TUA DALAM PEMBELAJARAN DARING MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DAN BUDI PEKERTI SEMASA PANDEMI COVID-19 DI SD TUNAS HARAPAN KEL. MANUTAPEN KEC. ALAK KOTA KUPANG TAHUN 2021/2022 Riwu, N ( * ) Pellu, L. H ( ** ) Pabala, P. P ( ** ) Tujuan dalam penulisan ini adalah sebagai berikut: untuk mendapatkan gambaran secara komprehensif tentang peran orang tua dalam pembelajaran daring mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan budi pekerti semasa pandemi covid 19 di SD Tunas Harapan KelurahanManutapen Kecamatan Alak Kota Kupang Tahun 2021/2022. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatif.Teknik yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran orang tua dalam pembelajaran daring mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti semasa pandemi Covid-19 di SD Tunas Harapan Kel. Manutapen, Kec. Alak, Kota Kupang tahun 2021/2022 adalah bahwa orang tua dalam perannya sebagai pendidik, motivator, fasilitator, dan pembimbing, melakukan apa yang menjadi tanggungjawabnya khususnya dalam membantu peserta didik dalam mengikuti pembelajaran secara daring sangat membantu anak didik dalam menjalani proses belajar online. Berdasarkan hasil penelitian diharapakan agar para orang tua dapat memperhatikan pendidikan anak dengan berperan sebagai pendidik, motivator, fasilitator, dan juga pembimbing sehingga keberhasilan anak didik dalam menjalani pendidikan dapat tercapai. Kata Kunci : Peran orang tua, Pembelajaran Daring. Keterangan :Penulis ( * ) Pembimbing ( ** )

STRUKTUR KOMUNITAS BULU BABI (echinodea)YANG BERASOSIASI DENGAN EKOSISTEM PADANG LAMUN DI PERAIRAN LEWOLERE KABUPATEN FLORES

VINSENSIA.P.WERANG
· Thesis · Open Access

VINSENSIA P. WERANG (16383420) Struktur Komunitas Bulu Babi (Echinodea)yang Berasosiasi dengan Ekosistem Padang Lamun di Perairan Lewolere KabupatenFlores Timur.Ir. Yohanes Merryanto, M.Si,Ph.Ddan Wilson L. Tisera,S.Pi,M.Si, Ph.DsebagaiPembimbing1dan2.Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan,Universitas Kristen Artha Wacana.Bulu babi merupakan salah satu sumberdaya hayati laut yang mempunyai prospek untuk dikembangkandanmempunyai peranan yang penting baik dari segi ekologis maupunekonomis.Perairan Pantai Lewolere Kabupaten Flores Timur memiliki ekosistem lamun dan terumbu karangyangcukup baik dan berperan penting dalam proses siklus hidup organisme laut.Penelitian inibertujuan untuk mengetahui struktur komunitas yang terdiri dari komposisi jenis, kelimpahan, keanekaragaman, keseragaman dan dominansi bulu babi yang berasosiasi dengan ekosistem lamun di Perairan Lewolere Kabupaten Flores Timur.Penelitian ini menggunakan metodesurvei langsunguntuk pengumpulan datadengan menghitung danmengukur langsung di lapangan secara purposive random samplingdan metode transek.Hasil penelitian menunjukan bahwa komposisi bulu babi di Perairan Lewolere terdiri dari 7 spesies yaitu Arbaciapunctulata, Diadema setosum, Echinometra mathaei, Echinometraoblonga, Echinometra viridis, Tripneustes gratilla dan Echinometrasp.Nilai indeks keanekaragaman (H')tergolongrendah(0,78), indeks keseragaman (E)tergolong tinggi(0,92) dan indeks dominansi (D)menunjukan tidak ada jenisbulu babi yang mendominansi (0,18).

Pengaruh Jarak Tanam Yang Berbeda Terhadap Alga Merah Kappaphycus alvarezii (Doty) Dotydengan Metode Long Line di Perairan Pantai Letbaun Semau Kabupaten Kupang.

JEKY WANTU TUALAKA
· Thesis · Open Access

JEKY W. TUALAKA (16382769) Pengaruh Jarak Tanam Yang Berbeda Terhadap Alga Merah Kappaphycus alvarezii dengan Metode Long Line di Perairan Pantai Letbaun Semau Kabupaten Kupang. ALFRED G.O. KASE S.Pi.,M.Si.,Ph.D, ROCKIE R.L. SUPIT, S.Pi.,M.Si sebagai pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Rumput laut merupakan salah satu sumberdaya pesisir yang memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi dan merupakan komoditas ekspor di sektor budidaya perikanan indonesia karena permintaanya tinggi di pasar dunia. Perairan pantai Letbaun merupakan salah satu perairan pantai yang terletak di Semau bagian Utara. Hasil rumput laut merupakan sumber pendapatan yang menjanjikan bagi sebagian besar penduduk Desa Letbaun, yang berada di Kecamatan Semau, Kabupaten Kupang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju pertumbuhan alga merah Kappaphycus alvarezii yang meliputi pertumbuhan harian, pertumbuhan spesifik, pertumbuhan mutlak pada jarak tanam yang berbeda dengan metode long line. Penelitian ini menggunakan metode survei dan metode eksperimen. Hasil penelitian menunjukan pertambahan berat alga merah Kappaphycus alvarezii pada akhir penelitian dengan nilai rata-rata tertinggi 433,9 gram pada jarak tanam 20 cm kemudian di ikuti jarak tanam 10 cm dengan nilai rata-rata 363,5 gram dan terendah 328,5 gram pada jarak tanam 30 cm, kisaran pertumbuhan harian tertinggi alga merah Kappaphycus alvarezii dari awal penelitiaan hingga akhir peneletian 6,59- 6,81 gram pengamatan pada jarak tanam 20 cm kemudian di ikuti jarak tanam 10 cm berkisar dari 5,05 -5,62 dan nilai kisaran terendah yaitu 4,51- 4,66 gram pengamatan pada jarak tanam 30 cm, Pertumbuhan relatif dengan nilai tertinggi 5,36 % pengamatan pada jarak tanam 20 cm, kemudian di ikuti jarak tanam 10 cm dengan nilai rata-rata 5,24% dan terendah pada jarak tanam 30 cm yaitu 5,15 % dan pertumbuhan mutlak dengan nilai tertinggi yaitu 333,9 gram pada jarak tanam 20 cm, kemudian di ikuti jarak tanam 10 cm dengan nilai rata-rata 263,5 dan nilai rata-rata terendah 228,5 gram pada jarak tanam 30 cm.

FAKTOR PENYEBAB JEMAAT GMIT HOREB TUBTENU PINDAH KE JEMAAT GMIT TEONMES OEKAKA KLASIS AMABI OEFETO TIMUR TAHUN 2021

MERI YANTI TARI
· Thesis · Open Access

ABSTRACTION Factors That Caused the Koreb Tuttenu Congregation to Move to the Teonmes Oekaka Congregation Amabi Oefeto Timur District, Kupang Regency Y Mery (*) Nuban Timo E (**) Pabala PP (**) This study was intended to determine the factors that caused the movement of members of the Horeb Tubtenu Jamaat to the existing Teunmes Oekaka Congregation. Conflicts within the Horeb Tutbenu Congregation which experienced unresolved conflicts which resulted in larger conflicts and even split the unity within the Jama'at which resulted in the displacement of the congregations. This research has been conducted for 1 month in December 2021 with the number of respondents who moved from the Koreb Tutbenu congregation as many as 17 people with a qualitative descriptive method with data collection methods through observation, interviews and documentation. From the results of research and data processing obtained through observations and interviews that have been analyzed, it shows that the conflicts that occurred in the Koreb Tutbenu congregation were due to the election of the Congregational Council, differences of opinion regarding the rules for selecting the church assembly, the financial responsibility of the congregation which caused divisions in the congregation which became the cause of the expulsion. some members of the Koreb Tutbenu congregation who moved to another church. The factors that cause conflict in the church are: 1). Misunderstanding of the election rules for the Congregational Council which causes conflicts in the application of the GMIT regulations in the election of the Assembly of the Jama'at; 2). Differences of opinion regarding the financial accountability of the church which is urgently needed by the church in order to increase transparency and accountability of services in the church; 3). The expulsion of the congregation as an immigrant congregation that started from the election of the congregational board, financial accountability to the expulsion of the Timorese Amanuban as immigrants who wanted changes in the congregation while the Timorese Amarasi ethnic community wanted no leaders in the congregation for the immigrant community, as a result there was expulsion of members some of the Amanuban ethnic congregations, so there was no worship activity after the expulsion. Even though the early Jama'at was a group of believers who come together to worship God. Therefore Servants in the church must adhere to the rules for selecting church councils so that there is no conflict in the congregation. There needs to be transparency and accountability to the congregation so that there is no conflict and it is necessary to resolve conflicts by mediating from various ethnic groups to avoid ethnic conflicts. Keywords: Conflict, causal factors and church displacement

STUDI TERHADAP PANDANGAN JEMAAT YANG SETUJU DENGAN PERLAKUAN BERBEDA DALAM PERISTIWA MADE HARRO DI GMIT TALITAKUMI RAENALULU DI KLASIS SABU BARAT TAHUN 2021

AGUSTINA DJUNGU LAPE
· Thesis · Open Access

ABSTRAK Skripsi, Program Studi Ilmu Pendidikan Teologi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. *Djungu Lape A **Nuban Timo E ** Pabala P Skripsi ini berjudul “STUDI TERHADAP PANDANGAN JEMAAT YANG SETUJU DENGAN PERLAKUAN BERBEDA DALAM PERISTIWA MADE HARRO DI GMIT TALITAKUMI RAENALULU DI KLASIS SABU BARAT TAHUN 2021” Penulis merumuskan masalah bagaimana pandangan jemaat GMIT Talitakumi Raenalulu terhadap kelompok yang menerima perlakuan berbeda terhadap peristiwa made harro? Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pandangan jemaat GMIT Talitakumi Raenalulu yang menerima atau setuju dengan perlakuan berbeda dalam peristiwa made harro. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data wawancara dengan 10 orang respondend. Berdasarkan analisa data yang dilakukan, diperoleh kesimpulan yaitu: Pandangan jemaat tentang kematian tidak wajar atau made harro marupakan kematian yang menakutkan bagi mereka karena menurut mereka kematian ini asin, kutuk dan najis sehingga kematian ini dipisahkan dengan kematian biasa dan ketika pulang upacara pemakaman harus melakukan ritual pembersih. Jadi, penulis dapat menyimpulkan bahwa kelompok yang setuju dengan perlakuan berbeda dalam peristiwa made harro dengan alasan mereka takut ketika berpartisipasi menghadiri rumah duka yang mengalami peristiwa made harro karena mereka percaya bahwa kehidupan ke depan penuh dengan kesialan atau malapetaka oleh karena itu, mereka setuju orang yang made harro harus dipisahkan atau diperlakukan secara berbeda. Jemaat GMIT Talitakumi Raenalulu Kata kunci : Perlakuan berbeda terhadap peristiwa made harro Keterangan :* = penulis ** = pembimbing

UPAYA GURU PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DI SMP NEGERI 1 KANATANG DALAM PELESTARIAN BAHASA DAERAH SUMBA TIMUR

FEBRIANA DEBORA K. N. HORUNG
· Thesis · Open Access

ABSTRACT "Efforts of Christian Religious Education Teachers at Kanatang 1 Junior High School in Preserving the Regional Language of East Sumba" Horung F (*) Nuban Timo E (**) Metboki M(**) This study aims to find out what efforts are made by Christian Religious Education teachers at SMP Negeri 1 Kanatang in preserving the regional language of East Sumba, Kanatang sub-district, East Sumba district. This research was conducted in June 2022. This research was conducted at SMP Negeri 1 Kanatang. With the number of respondents, 2 teachers of Christian Religion, and 10 students were observed. The research method used is descriptive qualitative with data collection techniques used are observation, interviews and documentation. From the results of research and data processing obtained from interviews and observations that have been analyzed Christian Religious Education teachers at SMP Negeri 1 Kanatang conduct contextual learning which is seen as an effort to preserve the regional language of East Sumba, including; 1). Collaborating on learning activities and regional languages in the Learning Implementation Plan; 2). Teaching students to pronounce and understand the Regional Language (Prayer, Song, 10 Laws, Apostles' Creed and the names of the Old Testament/New Testament books); 3). Translate God's saving work through Bible verses. Judging from historical studies, current efforts are being made as an effort to contextualize Christian Religious Education through local languages. But now these efforts are carried out as an effort to maintain cultural values as self-identity of students in the face of bad influences from the current development of the times. The efforts made by the PAK teacher are still at the stage of reading, writing and memorizing texts that already exist and all texts are sourced from the Bible in the regional language of East Sumba and Ludu Pamalangu (East Sumba Song of Praise). Keywords: Teacher Effort, Preservation, Culture, Contextual Learning, Regional Language Description: Author (*) Advisor (**) .

AN ANALYSIS ON GENERIC STRUCTURE OF NARRATIVE ENGLISH STORY TELLING TIHU LAKE

ANITHA MAKESSO
· Thesis · Open Access

ABSTRACT This research entitled An Analysis on Generic Structure of Narrative English Story Telling ‘Tihu Lake’. The research problems of this study is“what are the generic structure on English Simplifiedstory telling‘Tihu Lake’? And the aim of study from this research is to find outthe generic structure on English Simplifiedstory telling‘Tihu Lake’. This research concerned on generic structure of Tihu Lake short story. The data was collected or taken fromANTOLOGICERITA RAKYATPULAU AMBON DAN PULAU-PULAU LEASE by Anna P. Soplanit, S.Pd.The method used is descriptive qualitative.The result of this study shows that there are four component of generic structure of Tihu Lake short story. First, orientation such as(one day there was a husband and wife who lived alone in the middle of the forest in a cave (stone hole)), Sequence of events such as (Saat itu takdir berkata lain, suaminya dimakan oleh raksasa itu. istrinya(At that time fate said otherwise, her husband was eaten by the giant), Resolution such as(Setelah mereka dewasa,ibunya berkata kepada mereka jika sudah saatnya mereka harus membunuh raksasa itu untuk membalaskan dendam ayah mereka yang di bunuh oleh raksasa itu dan merekapun mengikuti apa yang dikatakan ibu mereka. (After they grew up, their mother told them when it was time they had to kill the giant to avenge their father who was killed by the giant and they followed what their mother said), Coda such as(Saat itu mereka tidak tahu harus berlari kemana, dua anak kembar itu melompat kedalam air dan menjadi dua ekor buaya putih dan ibunya memilih untuk mati di tempat itu dan menjadi batu berbentuk pulau kecil yang ada di tengah-tengah danau itu, hingga sekarang orang memanggil pulau itu adalah pulau ibu.(At that time they did not know the wayfor running, the two twins jumped into the water and became two white crocodiles and their mother chose to die in that place and became a rock in the shape of a small island in the middle of the lake, until now people call the island is mother island). The generic structures have been described by using the four component of generic structure. Key word : generic structure, Tihu Lake short story.

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN PJOK JARAK JAUH SELAMA PENDEMI DI SMA NEGERI 1 LAMBOYA

BENYAMIN VICTOR LAGU
· Thesis · Open Access

ABSTRAK IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN PJOK JARAK JAUH SELAMA PENDEMI DI SMA NEGERI 1 LAMBOYA Benyamin Victor Lagu*, David Loba2, Alventur Baun3 1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia email. [email protected] Latar belakang:Pembelajaran jarak jauh(daring) merupakan pemanfaatan jaringan internet dalam proses pembelajaran. Adanya pembelajaran daring menjadikan peserta didik memiliki waktu belajar yang leluasa, peserta didik dapat belajar di manapun dan kapanpun.Peserta didik dapat berinteraksi dengan guru melalui beberapa aplikasi yang sudah ada antara lain dengan aplikasi classroom, video converence, telepon atau live chat, zoom, maupun dengan melalui whatsapp group. Pembelajaran daring ini merupakan inovasi dari pendidikan untuk menjawab tantangan akan ketersediaan sumber belajar yang variatif. Tujuan penelitian:Tujuan dari penelilitian ini adalah untukmengetahui Implementasi Pembelajaran PJOK Jarak Jauh Selama Pendemi di SMA Negeri 1 Lamboya Metode penelitian:Penelitian ini menggunakan metode penelitian Deskriptif yang bertujuan untuk menemukan, menggambarkan serta menggali realitas atau fakta yang kompleks yang terjadi di lapangan penelitian yang secara ilamiah tentang ImplementasiPembelajaran PJOK Jarak Jauh SelamaPendemidi SMA Negeri 1 Lamboya. Hasil dan pembahasan:Dari hasil penelitian yang telah diperoleh yaitu (1) Pembelajaran Jarak Jauh sudah diterapkan selama pendemi berlangsung dengan menggunakan aplikasi e-learning, tapi dalam proses pembelajaran banyak kendala yang dihadapi seorang guru, diantaranya jaringan internet, penerangan, dan beberapa siswa belum memilika hanphone. (2) Proses pembelajaran jarak jauh yang di terapkan di SMA Negeri 1 Lamboya hanya memberikan materi dan tugas kepada siswa, kemudian di kumpulkan. Simpulan:Pembelajaran PJOK jarak jauh selama pendemi covid-19

MODIFIKASI MEDIA PEMBELAJARAN BOLA VOLI SMP NEGERI SATU ATAP EBO

ESAU TUSI
· Thesis · Open Access

ABSTRAK MODIFIKASI MEDIA PEMBELAJARAN BOLA VOLI SMP NEGERI SATU ATAP EBO Esau Tusi1*, David Loba2, Ramona Mathias Mae3 1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia email. [email protected] Latar belakang:ada dua masalah umum yang sering dihadapi guru penjasorkes di lingkungan sekolah yaitu: Pertama kurangnya media pembelajaran bola voli yang mengakibatkan pembelajaran bola voli kurang efisiean dan efektif. Kedua minimnya media pembelajaran bola voli disekolah tersebut sehinggah proses pembelajaran yang dilakukan tidak memenuhi kriteria pembelajaran yang di harapkan. Kurangnya media pembelajaran bukan menjadi salah satu penghambat untuk guru melakukan proses pembelajaran dalam mencapai tujuan yang ada. Namun dengan adanya keterbatasan media pembelajaran yang ada maka guru mempunyai peluang untuk meningkatkan dan mengembangkan kreativitas guru. Mengingat permasalahan yang dihadapi, Guru penjasorkes harus mempunyai cara untuk mengatasi dan mencari solusi dari permasalah tersebut. Tujuan penelitian:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Modifikasi Media Pembelajaran Bola Voli di SMP Negeri Satu Atap Ebo. Metode penelitian:Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskripsi kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi Hasil dan pembahasan:Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan adanya memodifkasi media pembelajaran, peneliti melihat guru penjasorkes saat memberikan materi pembelajaran pada siswa sangat baik sampai pada tahap mempraktekkan teknik dasarbola voli. Namun, sangat disayangkan ada kejanggalan yang terjadi yaitu pada saat mempraktekkan teknik dasar bola voli tidak semua siswa berkesempatanuntuk dapat mempraktekkan teknik dasar bola voli. Simpulan:Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa Guru Penjasorkes, memiliki kemampuan, serta menerima hal-hal baru dan Guru Penjasorkes memanfaatkan barang-barang bekas yang adasehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan mudah.

AN ANALYSIS OF STUDENTS’ READING INTEREST OF ENGLISH EDUCATION STUDY PROGRAM AT ARTHA WACANA CHRISTIAN UNIVERSITY

AGNES YUDIYATI NOMLENI
· Thesis · Open Access

This research is entitled “Analysis of Reading Interests in the English Study Program, Artha Wacana Christian University Kupang Academic Year 2019/2020)” The author formulate two research questions, namely: (1) What are the types of students' interest in reading books? and (2) what factors influence students' reading interest?. The purpose of this study was to determine the types of reading interest used by students in reading and what factors influence student reading interest. Data was taken using a questionnaire technique with third, fifth and seventh semester students. The author transcribed and analyzed the data using qualitative descriptive analysis in conducting this research. There are two types of student reading interest, the first, the type of reading spontaneously, the type of reading that is patterned. Next, to find out the factors that influence students' reading interest, there are two factors, namely intrinsic factors and extrinsic factors. The intrinsic factor consists of awareness,reading ability and attitute. Extrinsic factors consist of motivation, internet, time allocation, learning system, library, and language.

USAHA MENJAGA KEHARMONISAN KEHIDUPAN BAGI JEMAAT POLYCARPUS DAN UMAT KATEDRAL SANTA MARIA IMAKULATA DI KOTA ATAMBUA TAHUN 2021

OLGA PUTRI LOE MAU
· Thesis · Open Access

Skripsi program studi Ilmu Pendidikan Teologi. Unversitas Kristen Artha Wacana Kupang Tahun 2022, tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Faktor-faktor yang mempengaruhi sehingga kerja sama tidak lagi terlaksana usaha Menjaga Keharmonisan Kehidupan Bagi Jemaat Polycarpus dan Umat Katedral Santa Maria Imakulata Di Kota Atambua. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif yaitu penulis berusaha mengetahui Faktor-faktor yang mempengaruhi sehingga kerja sama tidak lagi terlaksana usaha Menjaga Keharmonisan Kehidupan. Responden dalam penelitian ini berjumlah 15 orang terdiri dari 7 Responden dari Gereja Katedral Imakulata Atambua dan 8 orang dari Gereja Polycarpus Atambua. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan wawancara. Dari hasil penelitian dan analisa data ditarik kesimpulan bahwa hasil penelitian ini menunjukan bahwa usaha menjaga keharmonisan beragama di Jemaat Polycaepus Atambua dan Umat Katedral Imakulata Atambua ada beberapa faktor yang mempengaruhi. Hal ini di buktikan dengan hasil wawancara terhadap responden di sebabkan oleh Faktor Internal yang meliputi Kurangnya Komunikasi Antara Pemimpin Gereja, Kurangnya Keterbukaan Antara Kedua Gereja, Dan Belum Menciptakan Kegiatan yang kongkrit. Sedangkan Faktor Eksternal yaitu Gereja lebih mengutamakan Pembangunan fisik (materialistis)

ANALISIS KINERJA KEUANGAN PADA KOPERASI CITRA TRIBUNA KABUPATEN ALOR TAHUN 2016-2021

MARKUS MAILEGI
· Thesis · Open Access

ABSTRAK Gino relegius pandu, 2016 Analisis Kinerja Keuangan pada Koperasi Citra Tribuana Kabupaten Alor. Pembimbing :RenyaRosari, SE,M.Si Skripsi Fakultas Ekonomi UniversitasKristen Artha Wacana Kupang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kinerja Keuangan pada Koperasi Citra Tribuana Kabupaten Alor selama periode tahun 2016 – 2021. Manfaat pada penelitian ini yaitu sebagai salah satu acuan dalam pengambilan keputusan dan penentuan kebijakan dimasa mendatang khususnya dibidang kinerja keuangan koperasi. Variabel dalam penelitian ini adalah kinerja keuangan, dengan populasi seluruh data laporan keuangan sedangkan sampelnya yaitu laporan neraca dan laba rugi selama periode tahun 2016 – 2021. Pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi dan observasi, sedangkan teknik analisis data yang digunakanadalahanalisisrasio. Berdasarkan knerja keuangan yang meliputiRasioLikuiditas (Current Ratio, Quick Ratio, Cash Ratio), RasioSolvabilitas (Total Asset to Debt Ratio, Total Equity to Debt Ratio) danRasioRentabilitas (Return On Investment, Return On Equity). Berdasarkan hasil penelitan. Kinerja Keuangan pada Koperasi Citra Tribuana Kabupaten Alor selama periode tahun 2016 – 2021 dari sisi likuiditas yaitu Current Ratio berada dalam kriteria yang cukup baik karena proporsi kenaikan aktiva lancarnya lebih besar dibanding dengan proporsi hutanglancar, selanjutnya Quick Ratio berada dalam kriteria yang cukup baik karena proporsi kenaikan aktiva lancar tanpa memperhitung kansediaan masih lebih besar dibandingkan dengan proporsi hutang lancar, sedangkan Cash Ratio juga berada dalam kriteria yang cukup baik karena proporsi nominal kasditambah bank relative kecil untuk membayarhutang yang jatuh tempo. Kinerja Keuangan dari sisisolvabilitas yaitu Total Asset to Debt Ratio beradadalamkondisi yang buruk karena total aktiva mampu menjamin hutang jangka pendek maupun jangka panjang. Sedangkan Total Equity to Debt Ratio berada dalam kondisi yang buruk karena modal sendir itidak mampu menjamin hutang jangka panjang dan jangka pendek. Kinerja Keuangan dari sisi rentabilitas yaitu Return On Investment berada dalam kondisi yang sangatburukkarena total aktiva mampu digunakan dengan baik sehingga dapat menghasilkan laba. Sedangkan, Return On Equity beradadalam vii kriteria yang sangat buruk karena dapat menghasilkan keuntungan dengan menggunakan modal sendiri. Secara keseluruhan Kinerja Keuangan Koperasi Citra Tribuana Kabupaten Alor untuk jangka pendek belum optimal disebabkan banyanya dana yang menganggur, sedangkan pengelolaan dana untuk jangka panjang sudah teroptimalkan dengan baik.

PENGARUH SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENJUALAN TERHADAP EFEKTIVITAS PENGEDALIAN PIUTANG PADA CV. SEKAWAN MOTOR YAMAHA MALAKA PENGARUH SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENJUALAN TERHADAP EFEKTIVITAS PENGEDALIAN PIUTANG PADA CV. SEKAWAN MOTOR YAMAHA MALAKA PENGARUH SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENJUALAN TERHADAP EFEKTIVITAS PENGEDALIAN PIUTANG PADA CV. SEKAWAN MOTOR YAMAHA MALAKA

ARISTA YASSONIA LENI MANEK TAOLIN
· Thesis · Open Access

ABSTRAK Pengaruh Sistem Informasi Akuntansi Penjualan Terhadap Efektivitas Pengendalian Piutang (studi kasus pada CV. Sekawan Motor Yamaha Malaka). Permasalahan yang ada didalam ini adalah sebagai berikut : “Apakah Sistem Informasi Akuntansi Penjualan berpengaruh signifikan Terhadap Efektivitas Pengendalian Piutang pada CV. Sekawan Motor Yamaha Malaka. Dasar teori yang digunakan dalam penulisan ini adalah Sistem Informasi Akuntansi Penjualan dan Efektivitas Pengendalian Piutang. Perusahaan memerlukan pengendalian yang efektif untuk mengendalikan piutang dagang perusahaan, dan perusahaan harus memiliki sistem yang dibuat untuk memudahkan perusahaan dalam melaksanakan kegiatan penjualan yaitu sistem informasi akuntansi penjualan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sistem informasi akuntansi penjualan terhadap efektivitas pengendalian piutang pada CV. Sekawan Motor Yamaha Malaka. Unit analisis dalam penelitian ini adalah sistem informasi akuntansi penjualan dan efektivitas pengendalian piutang di CV. Sekawan Motor Yamaha Malaka. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik yaitu dengan menggunakan perhitungan uji validitas dan reabilitas, uji asumsi klasik, dan regresi linear sederhana yaitu diskriptif statistik dan koefesien determinasi. Hasil penelitian membuktikan bahwa sistem informasi akuntansi penjualan berpengaruh signifikan terhadap efektivitas pengendalian piutang. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji regresi yang menunjukan nilai B=0.770, serta nilai sig = 0.000 lebih kecil dari sig = 0.05. KATA KUNCI : Sistem Informasi Akuntansi Penjualan Dan Efektivitas pengendalian piutang.

ANALISIS PENGARUH MOTIVASI KERJA DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR BALAI WILAYAH SUNGAI NUSA TENGGARA II

PEDRO RAINEST IMANUEL HALUNDAKA
· Thesis · Open Access

Kinerja pegawai, tercermin dari salah satu misinya yang membangkitkan motivasi pegawai untuk bekerja dengan disiplin yang kuat dan konsisten, namun fenomena yang berlangsung bahwa adanya beberapa pegawai memiliki pola pikir hanya menggugurkan kewajiban tugas. Kinerja pegawai hanya berfokus pada melakukan pekerjaan sesuai dengan bagian mana tempatnya bekerja. Sehingga dalam mengukur kinerja pegawai tentunya harus berkaca pada hasil kerja yang dilakukan. Oleh karena hal tersebut, tidak menjadi lumrah jika dalam pelaksanaan tugas ditemukan pegawai yang memiliki perilaku seperti : 1. Lamban ketika bekerja, 2. Tidak tepat waktu sesuai target waktu yang telah ditentukan dan 3. Kurangnya motivasi dalam menyelesaikan pekerjaan Inilah yang menjadi faktor kurang maksimalnya hasil kerja, tidak hanya itu pegawai saat bekerja ada yang tidak terlalu memperdulikan pekerjaan, seperti : 1. Pulang sebelum waktunya kerja berakhir karena pekerjaan dianggap selesai. 2. Pegawai yang bekerja dengan malas - malasan, 3. Menurunnya prestasi kerja dan rendahnya produktivitas pada saat bekerja sehingga membuat hasil kerja kurang optimal. Hasil kerja pegawai juga dapat dipengaruhi oleh lingkungan kerja, dimana hubungan antar pegawai, faktor individu, faktor luar, faktor suasana kerja, dan faktor lingkungan kerja. faktor lingkungan kerja juga dapat mempengaruhi kondisi psikis pegawai, jenis pekerjaan yang tidak sesuai dengan kemampuan individu, waktu kerja yang dibatasi banyaknya pekerjaan yang harus dirampungkan serta peralatan kerja yang kurang menunjang akan ikut berpengaruh terhadap beban kerja pegawai. kinerja pegawai pada kantor Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II didapatkan fakta bahwa suasana kerja tidak harmonis antara satu pegawai dengan pegawai lainnya, hal ini berimbas pada komunikasi yang kurang baik antara pegawai, serta ketersedian fasilitas kerja yang belum memadai. Hal ini yang menyebabkan pegawai merasa kurang nyaman dan jenuh dengan kondisi yang ada, sehingga pegawai tidak maksimal dalam melakukan pekerjaan dan hal ini berimbas pada kinerja pegawai. Masalah dalam penelitian ini adalah Analisis Pengaruh Motivasi kerja terhadap Kinerja dan lingkungan kerja Terhahap Kinerja Pegawai ( Studi Kasus pada Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II). Operasional konsep penelitian sebagai berikut. 1. Kinerja Pegawai Kinerja pegawai dalam penelitian ini sejalan dengan pendapat Sinambela adalah kemampuan individu dalam melakukan sesuatu dengan keahlian tertentu 2. Motivasi Pegawai Motivasi pegawai dalam penelitian ini sejalan dengan pendapat dari yakni dorongan bagi karyawan untuk melakukan pekerjaan semaksimal mungkin karena dengan keberhasilan organisasi dalam mencapai tujuan dan sasarannya 3. Lingkungan kerja dalam penelitian ini adalah suasana dan hubungan antar rekan kerja yang mampu menciptakan kinerja kerja yang lebih meningkat. Hasil pengujian regresi linier berganda dalam bentuk standar dari persamaan regresinya adalah sebagai berikut Y =6.74+ 0,24x1+ 0,049x2+ 0.05 Persamaan regresi diatas memperlihatkan hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen secara parsial, dari persamaan tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa 1. Nilai konstanta adalah 0.674, artinya jika tidak terjadi perubahan variabel Motivasi dan lingkungan kerja ( nilai X1 dan X2 adalah 0) maka kinerja pegawai sebesar 0,674. 2. Nilai koefisien regresi Motivasi adalah 0,241 artinya jika variabel motivasi (X1) meningkat sebesar 1 dengan asumsi variabellingkungan kerja (X2) dan konstanta (a) adalah nol (0), maka kinerja pegawai meningkat sebesar 0,241. Hal tersebut menunjukan bahawa variabel motivasi yang di sediakan berkontribusi positif bagi kinerja pegawai. sehingga makin tinggi motivasi kerja, maka semakin tinggi kinerja pegawai pada Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II. 3. Nila koefisien regresi lingkungan kerja adalah 0,049 artinya jika variabel lingkungan kerja (X2) meningkat sebesar 1 dengan asumsi variabel pengaruh motivasi (X1) dan konstanta 0 (nol ), maka kinerja pegawai sebesar 0,049 hal tersebut menunjukan bahwa lingkungan kerja yang berkontribusi positif bagi kinerja pegawai, sehingga semakin baik lingkungan kerja maka semakin tinggi kinerja pegawai. Hasil uji t dan sig, dapat dijelaskan sebagai berikut. 1. Pengaruh variabel motivasi terhadap kinerja pegawai (H1) Variabel motivasi kerja (X1) berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja pegawai pada Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II. Hal ini terlihat dari sinifikan motivasi (X1) 0,00 0,05, dan nilai table = t (α/2 : n-k-1) = (0.025;30) = 1,99. Berarti nilai thitung lebih besar dari table (7,71> 1,99) maka Ho ditolak H1 diterima. Maka hipotesis variabel motivasi kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II, Sehingga hipotesis yang berbunyi diduga terdapat berpengaruh motivasi terhadap kinerja pegawai secara parsial diterima. 2. Pengaruh variabel kompensasi terhadap kinerja karyawan (H2) Variabel Lingkungan Kerja (X2) berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja pegawai pada Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II. Hal ini terlihat dari signifikan kompensasi (X2) 0,55 0,05, Dan nilai table = t (α/2 : n-k-1) =(0.025;30) = 1,99 Berarti nilai thitung lebih besar dari table (2,59>1,99), maka Ho ditolak H1 diterima. Sehingga hipotesis variabel lingkungan kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai secara parsial diterima. Hasil uji F menunjukkan nilai F hitung sebesar 48,58 dengan nilai F tabel adalah 3,11 sehingga nilai F hitung >F tabel atau 48,58 > 3,11, dan tingkat signifikan 0,000 0,05 maka Ho ditolak dan H3 di terima, dapat disimpulkan bahwa variabel pengaruh motivasi kerja (X1) dan lingkungan kerja (X2) secarah bersama berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai pada Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II Kupang. Hasil Uji R kuadrat diketahui bahwa nilai koefisien determinasi terdapat pada nilai Adjusted R Squaresebesar 0,54. Hal ini berarti kemampuan variabel bebas dalam menjelaskan variabel terikat adalah sebesar 54% sisanya 46% dijelsakan oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Kesimpulan atas hasil penelitian adalah sebagai berikut: 1. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada pengaruh Motivasi terhadap kinerja pegawai pada Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II. 2. Ada pengaruh Lingkungan Kerja terhadap kinerja pegawai pada Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II. 3. Ada pengaruh motivasi dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai pada Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II.