MIRYAM WENI BAYANG
· Thesis · Open Access
ABSTRAK
ANALISIS PELAKSANAAN MODEL PEMBELAJARAN BLENDED LEARNING DI UPTD SMP NEGERI 8 KUPANG.
Bayang, M.W) * Meha, A.M) ** Ndun, O.)**
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaiamana pelaksanaan blended learning di UPTD SMP Negeri 8 Kupang. Subjek dalam penelitian ini adalah 1 guru biologi dan 28 siswa kelas VIIA dengan teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah selama pandemi covid-19 guru melakukan pembelajaran blended learning dalam pembelajaran yaitu 1). Pencarian imformasi atau sumber belajar terkait materi yang dipelajari, mencakup pencarian imformasi dari berbagai sumber yang telah tersedia secara ofline dan online dengan berdasarkan pada relevansi, validalitas dan akademik. Pendidik atau fasilitator berperan memberikan masukan pada peserta didik untuk mencari imformasi yang efektif dan efesien. 2). Menemukan, memahami dan mengimformasikan ide atau gagasan, peserta didik secara individu maupun secara kelompok berupaya untuk menemukan, memahami serta mengimformasikannya dengan ide atau gagasan yang telah ada dalam pikiran peserta didik kemudian menginterprestasikan ide atau gagasan yang telah ada dalam pikiran peserta didik, kemudian menginterprestasikan imformasi atau pengetahuan dari berbagai sumber yang suda tersedia, samapai peserta didik mampu mengkomonikasikan kembali dan menginterprestasikan ide-ide dan hasil prestasinya menggunakan fasilitas. 3).mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara ofline dan online didepan kelas. Setiap kelompok diharuskan untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya didepan kelas dan kelompok lain mengajukan pertanyaan atau penanggapi hasil diskusinya.setelah mendapatkan tanggapan peserta didik menyempurnakan hasil diskusi kelompoknya apa bila terdapt kesalahan. 4). Mengkontruksikan pengetahuan melalui proses asimilasi dan akomodasi dari hasil analisis dari kesimpulan atau mengimformasika materi yang dipelajari dalam pembelajaran. Mengkontruksikan pengetahuan melalui proses asimilasi dan akomodasi bertolak dari hasil analisis diskusi dan perumusan kesimpulan dari imformasi yang diperoleh. Berdasarkan hasil analisa dan pembahasan sebagaiamana telah diuraikan diatas ditarik kesimpulan bahwa pelaksanaan pembelajaran Blended Learning belum maksimal hal ini disebabkan karena faktor tidak meratanya fasilitas belajar yang dimiliki peserta didik, akses internet yang tidak lancar sehingga menghambat proses pembelajaran dan kurangnya guru dalam mendesain pembelajaran yang menarik untuk diikuti secara online.
.
Kata kunci: pembelajaran blended learning siswa SMP Negeri 8 Kupang
Keterampilan *: Peneliti
**: Pembimbinbing
ABSTRAK
ANALYSIS OF IMPLEMENTATION OFBLENDED LEARNING MODEL IN UPTD SMP NEGERI 8 KUPANG.
Bayang, M.W) * Meha, A.M) ** Ndun, O.)**
This study aims to determine how the implementation of blended learning in UPTD SMP N egeri 8 Kupang. The subjects in this study were 1 biology teacher and 28 studens of cllas VIIA. The data analisis techni ques used were data reduction, data presentation and conclusion drawing The resultsof this study that during the COVID-19 pandemic the theacher carried out blended learning in learning, namely 1). Search for imformation or learning resouces related to the materila being studied, including searching for imformatoin from various sources thad are avail able offline and online based on relevance, vilidity, and akademics.Educators or facilitators play a role in providing imput to studeds to find eficcient imformatoin. 2) finding, understading and imforming or ideas, stidens individually and in gro ups try to find, understand and imform them whith ideas that already exist in the minds of studen then interpret the ideas or ideas thad already exist in the minds of studeds, then interpreting imformation or knowledge from varous souerces that are already available, until studedns are aple ti re-communicate using facilities. 3) presenting the results of group disccussions offline and online in fron of the class. Each group is required to present the results of their group discussion offline in front of the class and other groups ask questions or respond to the results of the discission. 4) constructing knowledge through the process of asismilation andaccodation of the results of the analisys of conclusion or imforming the material learning in learning. Constructing knoledge through the procces of asilation and accommodation star from the results of discussion as described above it is colcluded that the implementation of blended learning has not been maximized, this is due to the univen distrubution of learning facilities ownet by studed, internet access that is not smooth so that it hinders the learning the process that is not smooth so that it hinders the learning process and the lack of teachers in designinng intersting learning for studeds. Followed online
Keywords: blended learning for studedns of SMP Negeri 8 Kupang skills: researcher.
SEPRIANUS ANI
· Thesis · Open Access
Latar belakang:Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan yang diajarkan di sekolah memiliki peranan sangat penting, yaitu memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk terlibat langsung dalam berbagai pengalaman belajar melalui aktivitas jasmani, olahraga, dan kesehatan.
Tujuan penelitian:Untuk mengetahui pengaruh minat permainan bola voli terhadap hasil belajar siswa kelas VIII pada pembelajaran penjasorkes.
Metode penelitian:Metode penellitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif yang digunakan sebagai cara atau prosedur untuk memecahkan suatu masalah.
Hasil dan pembahasan: Berdasarkan perhitungan dari tabel distribusi frekuensi variabel minat belajar dari faktor internal persentase jumlah siswa yang memiliki nilai antara 40-42 sebesar 17,64%, yang memiliki nilai antara 43-45 sebesar 23,52%, yang memiliki nilai antara 46-48 sebesar 32,35%, yang memiliki nilai antara 49-51 sebesar 26,47. Dan berdasarkan perhitungan dari tabel distribusi frekuensi variabel minat belajar dari faktor eksternal persentase jumlah siswa yang memiliki nilai minat belajar dari faktor eksternal antara 40-42 sebesar 2,94%, yang memiliki nilai antara 40-42 sebesar 2,94%, yang memiliki nilai antara 43-45 sebesar 26,47%, yang memiliki nilai antara 46-48 sebesar 32,35%, yang memiliki nilai antara 49-51 sebesar 38,23%. Sesuai hasil analisiss regresi dari faktor internal bahwa siswa memiliki minat belajar yang berpengaruh terhadap hasil belajar sebesar 50,5% sedangkan 45,5% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Dan untuk faktor eksternal siswa memiliki minat belajar yang berpengaruh terhadap hasil belajar sebesar 56,0% sedandkan 44% sisanya di pengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian.
Simpulan:Berdasarkan hasil analisis data yang diperoleh melalui perhitungan regresi dapat disimpulkan bahwa variabel minat dari Faktor internal memberikan sumbangan sebesar 50,5% bagi perubahan variabel hasil belajar siswa sedangkan 45,5% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain dan Faktor eksternal memberikan sumbangan sebesar 56,0% bagi perubahan variabel hasil belajar siswa sedangkan 44% sisanya di pengaruhi oleh faktor lain
CRI CHINTIA LAKA WOLEKA
· Thesis · Open Access
ANALISIS EFEKTIVITAS DANA DESA DI DESA UBU PEDE KECAMATAN LOLI KABUPATEN SUMBA BARAT Oleh: CRI CHINTIA LAKA WOLEKA NIM:18410201 ABSTRAK Dana Desa adalah dana yang bersumber dari APBN yang diperuntukan bagi Desa yang ditransfer melalui APBD Kabupaten/Kota digunakan untuk membiayai penyelenggaraan Pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, pembinaan kemasyarakatan dan pemberdayaan masyarakat. Efektivitas merupakan hubungan antara keluaran dengan tujuan atau sasaran yang harus dicapai. Efektivitas menunjukkan keberhasilan dari segi tercapai atau tidaknya sasaran yang telah ditetapkan. Jika hasil kegiatan mendekati sasaran berarti semakin tinggi tingkat efektivitasnya. Untuk menentukan tingkat efektivitas dana desa di desa ubu pede menggunakan beberapa indikator yang meliputi: jumlah realisasi dan jumlah anggaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat efektivitas dana desa di desa ubu pede kecamatan loli. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan data yang di gunakan adalah data sekunder yaitu realisasi dana desa dan target dana desa di desa ubu pede kecamatan loli kabupaten sumba barat periode anggaran tahun 2018-2021. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tingkat efektivitas dana desa pada desa ubu pede tahun anggaran 2018-2019 berada dalam kategori cukup efektif yaitu 80,62% dan 89,98%. Sedangkan pada tahun anggaran 2020-2021 efektivitas dana desa mencapai 93,72% dan 98,15% sehingga dapat di kategorikan efektif.
HENI N MALAIFANI
· Thesis · Open Access
Penelitian ini dilatar belakangi oleh kesulitan guru dalam menyusun soal pilihan ganda dan essay instrumen test berbasis higher order thinking skill (HOTS) di SMA Negeri 12 Kota Kupang dimana maksud soal yang dibuat oleh guru salah ditafsirkan siswa sehingga jawaban siswa tidak sesuai dengan yang diharapkan oleh guru. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis tingkat instrumen test yang dibuat guru IPA Biologi berbasis Higher order thinking skill (HOTS) di SMA Negeri 12 kota kupang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini metode deskriptif kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah Guru IPA kelas X, objek dalam penelitian ini adalah Soal penilaian akhir semester (PAS) mata pelajaran IPA Biologi kelasX. Teknik pengumpulan data berupa dokumentasi yaitu soal PAS Buatan guru IPA Biologi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Uji validitas, Uji realibilitas, tingkat kesukaran butir soal dan daya bedah dan pembahasan. Hasil penelitian menunjukan analisis instrumen test berbasis Higher order thinking skill (HOTS) termasuk dalam kategori baik, Sehingga dapat disimpulkan secara keseluruhan memperoleh hasil pada indikator penerimaan dengan uji validitas dengan kriteria kevalitan sedang 0,55, dimana 80% valid dan 20% tidak valid, dan realiabilitas soal masuk dalm kategori reliable, tingkat kesukaran butir soal 50 % uji daya bedah baik, Tingkat kesukaran butir soal masuk dalam kategori muda
IMAKULATA NGONGO
· Thesis · Open Access
PENGARUH PERSEPSI TENTANG AKUNTANSI, PENGETAHUAN AKUNTANSI DAN SKALA USAHA TERHADAP PENGGUNAAN INFORMASI AKUNTANSI TERHADAP PENGGUNAAN INFORMASI AKUNTANSI PADA PELAKU UMKM DI KECAMATAN LOLI KABUPATEN SUMBA BARAT
ABSTRAK
NAMA : IMAKULATA NGONGO
NIM : 18190303
FAKULTAS : EKONOMI
PROGRAM STUDI : AKUNTANSI
TAHUN PENULISAN : 2022
Berbagai permasalahan yang masih dihadapi oleh pelaku UMKM adalah dalam memanfaatkan penggunaan informasi akuntansi, ketidakmampuan dalam praktik akuntansi merupakan factor utama yang menimbulkan permasalahan dan bertujuan untuk mengetahui: 1) Pengaruh persepsi tentang akuntansi terhadap penggunaan informasi akuntansi. 2) pengaruh pengetahuan akuntansi terhadap penggunaan informasia kuntansi. 3) pengaruh skala usaha terhadap penggunaan informasi akuntansi.
Populasi dalam penelitian ini adalah pelaku UMKM di Kecamatan Loli Kabupaten Sumba Barat sebanyak 160 UMKM. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan Simple random sampling dengan menggunakan rumus slovin sehingga sampel penelitian berjumlah 32 sampel. Teknik pengumpulan data menggunakan Kuesioner, yang disebarkan secara Online. Untuk menjawab hipotesis dalam penelitian ini teknik analisis data yang digunakan adalah dengan menggunakan regresi linear berganda.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) persepsi tentang akuntansi berpengaruh positif signifikan terhadap penggunaan informasi akuntansi. Hal ini dilihat dari nilai signifikan 0,021 < 0,05 dan nilai t hitung 2.445 > nilai t tabel 2.048. 2) pengetahuan akuntansi berpengaruh positif terhadap penggunaan informasi akuntansi. Hal ini dapat dilihat dari nilai signifikan 0,000 < 0,05 dan nilai t hitung 4,327 > nilai t tabel 2.048. 3) skala usaha tidak berpengaruh secara positif signifikan terhadap penggunaan informasi akuntansi. Hal ini dapat dilihat dari nilai signifikan 0,691 > 0,05 dan nilai t hitung 0,402 < nilai t tabel 2,408.
ADRIANA HANA DUKA
· Thesis · Open Access
Permasalahan pada penelitian ini adalah rendahnya aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran IPA Terpadu di SMPN 10 Kota Kupang dapat diatasi dengan pemilihan model pembelajaran yang aktif seperti model pembelajaran Structured Numbered Heads. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh model pembelajaran Structured Numbered Heads pada mata pelajaran IPA dengan materi sistem ekskresi pada manusia. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan jenis penelitian eksperimen semu. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII yang terdiri dari 2 kelas dengan jumlah 48 orang dan Sampel dalam penelitian yaitu VIII A dan VIII B dengan jumlah masing-masing kelas 25-23 siswa. Desain penelitian yang digunakan Posttest Only Control Design. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa lembar observasi. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Cluster Random Sampling. Data aktivitas belajar siswa yang diperoleh dianalisis menggunakan Uji t, dengan bantuan SPSS For Windows versi 16.0. Berdasarkan hasil uji hipotesis diperoleh nilai thitung>ttabel atau 6,768 > 2.012 pada taraf signifikansi 5%. Hal tersebut menunjukan bahwa terdapat perbedaan aktivitas belajar siswa antara kelas eksperimen dan kontrol. Adanya pengaruh minat belajar siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol, Karena kelas eksperimen menggunakan model pembelajaran Structured Numbered Heads sedangkan kelas kontrol menggunakan metode ceramah. Hal ini dikarenakan model pembelajaran Structured Numbered heads memiliki kelebihan yaitu melatih tanggung jawab siswa, dapat meningkatkan presentasi belajar siswa, meningkatkan rasa percaya diri siswa, mampu memperdalam pemahaman siswa dan mengembangkan rasa saling memiliki dan kerja sama. Selain itu juga dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh model pembelajaran Structured Numbered Heads terhadap aktivitas belajar siswa.
NARTI LODIA NATU NEPA
· Thesis · Open Access
Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui Analisis Hambatan Guru dalam Penggunaan Gadget sebagai media pembelajaran Daring di UPTD SMPN 3 Kupang. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif bersifat deskkriptif. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, kuisoner angket dan dokumentasi yang difokuskan pada guru-guru kelas VII. Teknik analisis data yang digunakan adalah menggunakan teknik deskriptif persentase. Berdasarkan hasil penelitian analisis hambatan guru dalam penggunaan gadget sebagai media pembelajaran daring meliputi hambatan jaringan, hambatan kuota internet, hambatan ketersediaan gadget pada siswa, hambatan pengawasan siswa saat kegiatan pembelajaran daring menggunakan gadget dan hambatan keterbatasan kemampuan dalam menggunakan gadget saat melakukan kegiatan pembelajaran daring. Adapun solusi untuk mengatasi hambatan-hambatan yang ada yaitu guru harus memfokuskan pada siswa yang jarang mengumpulkan tugas kemudian guru harus bekerja sama dengan orang tua siswa yang masih menggunakan gadget orang tua agar dalam kegiatan pembelajaran siswa tersebut tidak ketinggalan materi pembelajaran setelah itu orang tua harus mengawasi anak-anaknya dalam kegiatan belajar dan guru harus belajar banyak dalam memanfaatkan gadget serta mengikuti pelatihan dalam penggunaan gadget sehingga kegiatan pembelajaran daring berjalan dengan baik. Maka dapat disimpulkan dari penelitian ini bahwa guru-guru kelas VII melakukan kegiatan pembelajaran daring menggunakan gadget dengan melakukan perencanaan, pelaksanaan dan penilaian. Adapun hambatan-hambatan yang dialami dapat menjadi tantangan bagi guru dalam meningkatkan kegiatan pembelajaran daring yang kurang efektif.
DEBORA RAMBU DAWI NGANA
· Thesis · Open Access
Sonneratia alba J. Smith termasuk salah satu jenis mangrove yang dapat dijumpai di hampir semua hutan mangrove, tumbuhan ini memiliki kemampuan adaptasi tinggi dengan ditemukannya pada kondisi lingkungan yang cukup ekstrim. Sonneratia alba J. Smith dimanfaatkan masyarakat sebagai bahan bangunan serta kayu bakar, dan memiliki kemampuan mengobati beberapa penyakit seperti diare, rematik, nyeri otot, luka dalam, sakit pinggang, sakit tulang, dan menghentikan pendarahan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengisolasi dan mengidentifikasi jamur endofit pada daun mangrove Sonneratia alba J. Smith. Penelitian ini menggunakan metode survei dan eksperimental dengan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan masing-masing perlakuan dua kali dan pengulangan tiga kali. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif yaitu meliputi karakteristik makroskopis dari masing-masing jamur yang berhasil diisolasi dari daun muda dan daun tua mangrove Sonneratia alba J. Smith. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan yakni terdapat 12 isolat jamur mikroskopis yang diisolasi dari daun muda dan daun tua mangrove Sonneratia alba J.Smith, yang berasal dari 3 genus yakni genus Aspergillus (7 isolat), Penicillium (4 isolat), dan Trichoderma (1 isolat) dimana masing-masing memiliki karakteristik makroskopis dan mikroskopis yang berbeda-beda
SDEFTO IMNUL NAISAU
· Thesis · Open Access
Rasio Efektivitas Pajak Daerah pemerintah Kota Kupang yang diukur dari tahun 2016-2020 mengalami kenaikan dan penurunan dari tahun ke tahun hal ini dapat dilihat dari Tahun 2016 sebesar 99,95% masuk dalam kriteria tidak efektif, Tahun 2017 sebesar 110% masuk dalam kriteria efektif, Tahun 2018 sebesar 95,18% masuk dalam kriteria tidak efektif, Tahun 2019 sebesar 101,51% masuk dalam kriteria efektif, Tahun 2020 sebesar 99,10% masuk dalam kriteria tidak efektif karena berada dibawah 100%. Hal ini disebabkan karena pemerintah daerah tidak dapat merealisasikan pendapatan daerah yang sesuai yang ditargetkan.
Melalui analisis efektivitas dapat diketahui seberapa besar realisasi pajak daerah terhadap target yang seharusnya dicapai pada periode tertentu. Dengan adanya penargetan realisasi pajak daerah dimaksudkan agar mendorong kinerja pemerintah daerah dalam mencapai penerimaan daerah yang tinggi.
Untuk Rasio Pertumbuhan Pajak daerah Pemerintah Daerah Kota Kupang yang diukur dari tahun 2016–2020, mengalami penurunan dari tahun ke tahun hal ini dapat dilihat untuk tahun 2017 sebesar 26,63% tahun 2018 sebesar 3,58% tahun 2019 13,8% dan tahun 2020 sebesar -8,34% hal ini dikarenakan dana transfer pusat dan lain – lain pendapatan yang sah tidak stabil
Rasio pertumbuhan bermanfaat untuk mengetahui apakah pemerintah daerah dalam tahun anggaran bersangkutan atau selama beberapa periode anggaran, kinerja anggarannya mengalami pertumbuhan pendapatan secara positif atau negative. Untuk kontribusi Pajak daerah terhadap Pendapatan Asli Daerah Pemerintah Daerah Kota Kupang yang diukur dari tahun 2016–2020. Pada tahun 2016 memiliki presentasi sebesar 48,94% masuk dalam kriteria baik. Pada tahun 2017 memiliki presentasi sebesar 43,08% di karenakan di bawah 50% masuk dalam kriteria baik. Pada tahun 2018 memiliki presentasi sebesar 53,11% masuk dalam kriteria sangat baik Pada tahun 2019 memiliki presentasi sebesar 54,62% masuk dalam kriteria sangat baik dan Pada tahun 2020 memiliki presentasi sebesar 59,98% masuk dalam kriteria sangat baik dikarenakan sudah diatas 50%.
MARIA SANDRAWIRA NABEN
· Thesis · Open Access
ABSTRAK ANALISIS PENGARUH LITERASI KEUANGAN DAN INKLUSI KEUANGAN TERHADAP KINERJA UMKM DI KECAMATAN MAULAFA (Studi Kasus Pada UMKM Jenis Usaha Kios) Meningkatnya literasi keuangan dan inklusi keuangan dapat mengembangkan usaha mikro kecil menengah ( UMKM ) karena pelaku UMKM dapat memahami konsep dasar produk keuangan, perencanaan dan pengelolaan keuangan yang baik, juga melindungi dikemudian hari dari penipuan dan pekerjaan tidak sehat dari pasar keuangan. Berbagai permasalahan yang masi dihadapi pelaku UMKM di kota kupang khususnya Kecematan Maulafa adalah tidak adanya Proses penerapan Literasi Keuangan dengan baik serta hambatan masyarakat dalam mengakses lembaga keuangan adalah tingginya unbankble (tidak memenuhi persyaratan pinjaman bank) yang disebabkan oleh kesenjangan kemiskinan, rendahnya pembiayaan UMKM, tingginya suku bunga kredit mikro, kurangnya kemampuan manajemen UMKM, dan terbatasnya saluran distribusi jasa keuangan, hal tersebut yang menjadikan penerapan inklusi keuangan penting Dalam menjalankan suatu usaha masyarakat membutuhkan modal, baik itu dari modal sendiri atau dengan meminjam di bank begitu pula dengan pengusaha UMKM, pemberian kredit untuk UMKM oleh lembaga keuangan sangat membantu pengusaha UMKM untuk menjalankan usahanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh literasi keuangan dan inklusi keuangan terhadap perkembangan kerja UMKM dikecamatan maulafa. Populasi dalam penelitian ini adalah pada pelaku UMKM usaha kios di kecamatan maulafa dengan menggunakan rumus perhitungan metode slovin maka diambil sampel sebanyak 74 pelaku usaha kios yang ada di kecamatan maulafa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan menyebarkan kuesioner sebanyak 74 kepada pelaku usaha kios yang ada di kecamatan maulafa. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda dengan membantu program SPSS komputer. Hasil penelitian ini dapat menyimpulkan bahwa litersai keuangan dan inklusi keuangan merupakan faktor yang mempengaruhi perkembangan kinerja UMKM di Kecamatan Maulafa Y = 9.879 + 284 X1 + 388 X2 +e Hasil penelitian ini menunjukan bahwa variabel X1 (literasi keuangan) dan X2 (inklusi keuangan) berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap variabel Y (kinerja UMKM).
IMAKULATA NGONGO
· Thesis · Open Access
PENGARUH PERSEPSI TENTANG AKUNTANSI, PENGETAHUAN AKUNTANSI DAN SKALA USAHA TERHADAP PENGGUNAAN INFORMASI AKUNTANSI PADA PELAKU UMKM DI KECAMATAN LOLI KABUPATEN SUMBA BARAT ABSTRAK NAMA : IMAKULATA NGONGO NIM : 18190303 FAKULTAS : EKONOMI PROGRAM STUDI : AKUNTANSI TAHUN PENULISAN : 2022 Berbagai permasalahan yang masih dihadapi oleh pelaku UMKM adalah dalam memanfaatkan penggunaan informasi akuntansi, ketidakmampuan dalam praktik akuntansi merupakan factor utama yang menimbulkan permasalahan dan bertujuan untuk mengetahui: 1) Pengaruh persepsi tentang akuntansi terhadap penggunaan informasi akuntansi. 2) pengaruh pengetahuan akuntansi terhadap penggunaan informasia kuntansi. 3) pengaruh skala usaha terhadap penggunaan informasi akuntansi. Populasi dalam penelitian ini adalah pelaku UMKM di Kecamatan Loli Kabupaten Sumba Barat sebanyak 160 UMKM. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan Simple random sampling dengan menggunakan rumus slovin sehingga sampel penelitian berjumlah 32 sampel. Teknik pengumpulan data menggunakan Kuesioner, yang disebarkan secara Online. Untuk menjawab hipotesis dalam penelitian ini teknik analisis data yang digunakan adalah dengan menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) persepsi tentang akuntansi berpengaruh positif signifikan terhadap penggunaan informasi akuntansi. Hal ini dilihat dari nilai signifikan 0,021 0,05 dan nilai t hitung 2.445 > nilai t tabel 2.048. 2) pengetahuan akuntansi berpengaruh positif terhadap penggunaan informasi akuntansi. Hal ini dapat dilihat dari nilai signifikan 0,000 0,05 dan nilai t hitung 4,327 > nilai t tabel 2.048. 3) skala usaha tidak berpengaruh secara positif signifikan terhadap penggunaan informasi akuntansi. Hal ini dapat dilihat dari nilai signifikan 0,691 > 0,05 dan nilai t hitung 0,402 nilai t tabel 2,408.
NIRMA YANTI MONE
· Thesis · Open Access
Air merupakan salah satu sumber daya alam bagi kehidupan seluruh makhluk hidup yang ada di bumi ini, tidak saja untuk dikonsumsi, namun juga menopang kebutuhan akan air pada banyak aktivitas manusia. Mata air Nifu Esu merupakan salah satu mata air yang digunakan oleh masyarakat Desa Baumata Utara untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari seperti makan, minum, mandi, mencuci, serta mengairi tanaman pertanian. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kualitas air pada sumber mata air Nifu Esu yang terdapat di Desa Baumata Utara Kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang berdasarkan pada parameter fisika (TDS dan TSS), parameter kimia (pH, DO dan BOD), dan parameter Biologi (total Coliform). Sampel berupa mata air Nifu Esu dengan pengambilan dua titik sampel. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan membandingkan data hasil pengukuran dari masing-masing parameter air dengan nilai baku mutu PP No. 82 Tahun 2001. Berdasarkan penelitian pada mata air Nifu Esu diperoleh hasil uji kualitas air pada TDS (titik I: 149 mg/L dan titik II: 75,9 mg/L), TSS (titik I: 3 mg/L dan titik II: 2 mg/L), pH (titik I: 73,9 dan titik II: 73, 9), DO (titik I: 7,26 mg/L dan titik II: 7,07mg/L) BOD (titik I: 4 mg/L dan titik II: 3,99 mg/L) dan total coliformpada titik I dan II diperoleh nilai 2400 ml/100 ml. Dari hasil penelitian tersebut yang memenuhi standar baku mutu air berdasarkan PP No. 82 Tahun 2001 kelas yaitu parameter fisika (TDS dan TSS) dan parameter kimia (pH), sedangkan yang tidak memenuhi standar baku mutu air yaitu parameter kimia (DO dan BOD) dan parameter biologi (total Coliform). Berdasarkan PP No. 82 Tahun 2001, mata air NifuEsutidaklayakdikonsumsi, apabilahendakdikonsumsi air .
FELISIA AYUNDA BAREK
· Thesis · Open Access
Arang aktif merupakan suatu produk yang dihasilkan dari metode karbonisasi, baik secara kimia, fisika, maupun keduanya. Struktur arang dengan pori-pori yang terbuka luas, sehingga kapasitas penyerapannya menjadi lebih tinggi. Arang aktif digunakan sebagai media filter terhadap penurunan kualitas air limbah tahu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efektifitas arang aktif dari tempurung lontar (B.flabelliter L) dalam menurunkan, suhu, warna, bau, TSS, COD, BOD, pH, NH₃, NO₂ Mikrobiologi dari limbah pabrik Tahu Bintang Oesapa. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan nilai:suhu, pH, BOD, COD, TSS, NH₃, dan NO₂ secara berurutan adalah; 25°C; 5,60; 839,47mg/L; 1094,600mg/L; 9,31mg/L; 0,097mg/L; 0,054mg/L. Selanjutnya hasil pengujian setelah filter secara berurutan adalah: 25°C; 7,00; 544,89mg/L; 967,827mg/L; 8,97mg/L; 0,050mg/L; 0,01mg/L. Hasil pengujian pada titik tiga, sebelum filter nilai parameter secara berurutan: 25°C; 6,25; 309,39mg/L; 1004,700mg/L; 9,46mg/L; 0,484mg/L; 1,336mg/L. Selanjutnya hasil pengujian setelah filter secara berurutan adalah: 25°C; 7,00; 173,13mg/L; 961,053mg/L; 9,38mg/L; 0,503mg/L; 0,22mg/L. Namun, uji total Coliform pada titik I dan titik III diperoleh hasil yang berbeda yaitu 180/100 mL dan 1.700/100 mL pada titik III tidak memenuhi standar baku mutu air limbah ditetapkan oleh pemerintah yaitu PP No. 82 Tahun 2001. Hasil yang didapatkan menunjukan kondisi air limbah tahu dengan parameter bau, warna, suhu, COD, BOD, NH₃, NO₂ dan total coliform pada titik I dan III Sebelum filter melewati batas baku mutu yang diijinkan menurut permen Lingkungan Hidup No. 5 Tahun 2014
IMARIANTI BANAMTUAN
· Thesis · Open Access
Tumbuhan mangrove merupakan salah satu sumber daya yang melimpah di daerah ini. tumbuhan mangrove memiliki peran yang sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia salah satunya berfungsi dalam menyembuhkan berbagai penyakit yang dikenal sebagai tumbuhan obat.tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan mangrove berkhasiat obat, bagian yang dapat menyembuhkan dan mencegah penyakit, proses pengelolahan jenis tumbuhan mangrove dalam menyembuhkan penyakit dan cara penggunaan serta jenis-jenis penyakit apa saja yang dapat disembuhkan dengan menggunakan tumbuhan mangrove di desa Bokonusan Kecamatan Semau Kabupaten Kupang. Metode yang digunakan adalah metode survey dengan teknik observasi lapangan dan wawancara dengan mengacu pada kuesioner yang telah dipersiapkan sebelumnya. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh 3 jenis tumbuhan mangrove yang dimanfaatkan sebagai obat yang digunakan oleh pengobat tradisional yang pernah menyembuhkan pasien di desa bokonusan yaitu Rhysphora Stylosa, Sonnreatia alba, dan Avecennia lanata untuk menyembuhkan penyakit, bagian tumbuhan mangrove yang digunakan oleh masyarakat di desa bokonusan terdiri dari daun, akar, kulit, batang, buah. dalam pengolahan tumbuhan obat, ada tumbuhan yang memiliki cara pengolahan yang sama. umumnya dilakukan dengan cara direbus dan ditumbuk. jenis penyakit yang disembuhkan yaitu:mangir(jamur di lidah), luka baru, sakit gigi, liver, kulit gatal-gatal, nafsu makan, nyeri otot, sakit pinggang, rematik, sakit tulang, sakit perut, malaria, usus buntu, hepatitis, gigitan ular Bagi peneliti selanjutnya melakukan penelitian determinasi untuk Tumbuhan obat yang belum diketahui oleh masyarakat
FRIDALIA HOAR NAHAK
· Thesis · Open Access
ABSTRAK PENGARUH PENEMPATAN SUMBER DAYA MANUSIA,LINGKUNGAN KERJA FISIK DAN KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA BAGIAN PROTOKOL DI KANTOR BUPATI MALAKA Pada dasarnya kinerja pegawai merupakan suatu hasil yang di capai oleh pegawai tersebut dalam pekerjaannya.menurut kriteria tertentu yang berlaku untuk suatu pekerjaan tertentu .semakin banyak aspek aspek dalam pekerjaan yang sesuai dengan individu,maka akan semakin tinggi tingkat kinerja yang dirasakan .(as’ad 2008 103-104). Manusia dalam hidup mempunyai kebutuhan mendasar yang tidak mungkin dapat dihilangkan, karena kebutuhan tersebut mendasari perilaku seseorang. Jika seseorang dalam bekerja merasa kebutuhannya sudah terpenuhi ,maka pegawai akan merasakan kinerja yang baik dalam diri mereka. Ardana, 2012:18). pegawai yang ditempatkan pada posisi tertentu harus memiliki kompetensi yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan secara efektif dan efesien. Proses penempatan pegawai yang tidak tepat akan menyebabkan kinerja yang kurang optimal (Naliebrata, 2007:20). Senada dengan pernyataan diatas, Noah dan Metiboba (2012:54) menyatakan ada keyakinan dan cara terbaik bagi suatu organisasi dapat efisien serta efektif mencapai tujuan organisasi dengan menempatkan orang-orang terbaik di posisi yang tepat. Kesesuaian antara kemampuan sumber daya manusia dengan penempatan pekerjaannya dapat menunjukkan suatu prestasi, bahkan kinerja bagi organisasi tersebut. Keberhasilan suatu organisasi bukan kemenangan mutlak seorang pemimpin tapi merupakan keberhasilan suatu tim, adanya jalinan kerja sama antara sang pemimpin dan teamnya merupakan syarat mutlak keberhasilan suatu organisasi, tapi tak dapat dipungkiri sang pemimpin berperan dalam keberhasilan suatu organisasi dan timnya juga jangan dianggap sebelah mata, kurang berperan, timnya jangan dianggap sepele dalam mecapai tujunan organisasi Berdasarkan penjelasan diatas tersebut maka dalam penelitian ini peneliti akan membahas hubungan penempatan sumber daya manusia,Lingkuangan kerja fisik dan kepemimpinan yang berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada Bagian Protokol di Kantor Bupati Malaka. Dalam penelitian ini metode yang peneliti gunakan adalah metote kuantitatif, dengan teknik pengambilan sampel peneliti menggunakan teknik random atau sampel acak yang didasarkan pada kriteria pekerjaan dan tingkat jabatan. Sehingga diperoleh sampel sebanyak 304 orang dari jumlah populasi sebanyak 34 orang pegawai yang bekerja di Bagian Protokol Kantor Bupati Malaka . Teknik analisis data yang peneliti gunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengaruh penempatan sumber daya manusia,lingkungan kerja fiisk dan kepemimpinan terhadap kepuasan kinerja pegawai, peneliti menggunakan Uji Analisis Regresi Linear Berganda, Uji Parsial (Uji T), Uji Simultan (Uji F) dan Uji koefisien Determinasi (R2). Dari hasil penelitian yang dilakukan, peneliti dapat menyimpulkan bahwa Secara parsial penempatan sumber daya manusia berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada Bagian Protokol di Kantor Bupati Malaka,secara parsial lingkungan kerja fisik berpengaruh positif dan signinifikan terhadap kinerja pegawai pada Bagian Protokol di Kantor Bupati Malaka dan kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada Kantor Bupati Malaka. Sedangkan secara simultan penempatan sumber daya manusia,lingkungan kerja fisik dan kepemimpinan berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada Bagian Protokol di Kantor Bupati Malaka. Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil pengujian didapati hasil analisis regresi linier berganda dengan nilai konstan a sebesar 7.782 sedangkan koefesien regresi bˡ = 0.508, b² adalah 0.318.Dengan demikian persamaan regresi linear berganda yang memperlihatkan pengaruh penempatan sumber daya manusia (X1) lingkungan kerja fisik (X2) dan kepemi pinan (X3) terhadap kinerja pegawai (Y) adalah sebagai berikut : Y= 7,782+ 0,508 X1 + 0,318 X2 + e. Selain itu hasil Uji hipotesis pertama yaitu ada pengaruh penempatan sumber daya manusia (X1) terhadap kinerja pegawai (Y). Diketahui bahwa untuk variabel penempatan sumber daya manuisa(X1) ditemukan t hitung = 3.905 lebih besar t table = 1,703 dan tingkat Sig. = 0,001. Oleh karena nilai sig. 0,05 maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1≠0) diterima yaitu variabel penempatan sumber daya manusia (X1) berpengaruh positif secara parsial terhadap kinerja pegawai pegawai (Y). berikutnya hasil Uji hipotesis kedua yaitu ada pengaruh lingkungan kerja fisik(X2) terhadap kinerja pegawai(Y). Diketahui bahwa untuk variabel lingkungan kerja fisik(X2) ditemukan t hitung = 2.468 lebih besar t table = 1,703 dan tingkat Sig. = 0,020. Oleh karena nilai sig. 0,05 maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1≠0) diterima yaitu variabel lingkungan kerja fisik (X2) berpengaruh positif secara parsial terhadap kinerja pegawai(Y). Untuk hasil pengujian Uji F diadapati F hitung = 18.335 lebih besar F tabel = 2,98 dan tingkat Sig. = 0,000. Oleh karena nilai sig. 0,05 maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1≠0) diterima yaitu variabel penempatan sumber daya manusia,lingkungan kerja fisik(X2) dan variable kepemimpinan (X3) berpengaruh positif secara simultan terhadap kinerja pegawai (Y). Dan terakhir berdasarkan perolehan hasil uji koefisien determinasi (R2) diatas dapat diketahui besarnya koefisien determinasi R2 adalah 0.576 atau 57,6%. Hal ini berarti besarnya pengaruh penempatan sumber daya manusia,lingkungan kerja fisik dan kepemimpinan terhadap kinerja pegawai adalah 57,6%. Sedangkan pengaruh sebesar 42,4% disebabkan oleh faktor lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Kata Kunci : Penempatan sumber daya manusia, lingkungan kerja fisik,kepemimpinan, Kinerja pegawai.
DESSY BANOET
· Thesis · Open Access
Air merupakan kebutuhan utama bagi seluruh makhluk hidup baik tumbuhan, hewan maupun manusia. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah No 82 Tahun 2001 tentang pengelolaan air kelas 1. Air harus memenuhi kriteria dari tiga parameter yaitu parameter fisika (temperatur, TDS,TSS) parameter kimia (pH, DO,BOD) dan parameter mikroorganisme (total Coliform). Hasil penelitian dibandingkan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 tentang pengelolaan kualitas air kelas 1. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas air pada mata air tedens yang digunakan masyarakat dikelurahan oeba kota kupang. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian adalah mata air tedens. Pengukuran parameter fisika (temperatur) di lakukan di lokasi penelitian, TDS, TSS, paramater kimia (pH) dan parameter mikrobiologi (total Coliform) diuji di Laboratorium Pendidikan Biologi UKAW Kupang serta DO dan BOD (parameter kimia) diuji di Laboratorium Dinas Lingkungan. Hasil pengujian kualitas air secara fisika, kimia, biologis berturut-turut yaitu temperatur 29 OC, TDS 93 mg/L, TSS 0,0857 mg/L, pH 7,04 mg/L, DO 5,8 mg/L, BOD <MDL=2 mg/L, total Colform 150/100 sehingga dari penelitian ini dapat di simpulkan bawah dari 7 indikator yang memenuhi baku mutu adalah temperatur, TDS, TSS, pH, BOD dan coliform. Sedangkan parameter yang nilainya dibahwa baku mutu adalah DO. Sehingga mata air Tedens tidak memenuhi standar baku mutu yang ditetapkan dalam PP No 82 Tahun 2001 kelas 1.
VINSENSIANA GERIANG
· Thesis · Open Access
ABSTRAK
KEANEKARAGAMAN DAN KELIMPAHAN TERIPANG DI PERAIRAN LAUT DESA WATODIRI, KECAMATAN ILE APE, KABUPATEN LEMBATA
Geriang. V)* Hendrik. A. Ch )** Theedens. R. G. P. M)**
Dengan kondisi alam dan iklim yang tidak banyak mengalami perubahan sepanjang tahun, memungkinkan banyak jenis biota ekonomis penting yang hidup di perairan pantai Indonesia. Teripang merupakan salah satu hewan dari Filum Echinodermata yang memiliki peranan secara ekologis maupun ekonomis. Teripang memiliki peran yang cukup penting dalam perairan, karena merupakan komponen utama dalam rantai pakan (food chain) terumbu karang dan ekosistem asosiasinya pada berbagai tingkat struktur pakan (trophic levels). Teripang berperan penting sebagai pemakan deposit (deposit feeder) dan pemakan suspensi (suspensi feeder). Tingkah laku teripang yang “mengaduk” dasar perairan dalam cara mendapatkan pakannya, membantu menyuburkan substrat di sekitarnya. Untuk itu diperlukan informasi dasar terkait jenis teripang yang terdapat di Kabupaten Lembata khususnya desa watodiri. Pengambilan sampel dilakukan pada pagi dan sore hari,yaitu pada saat kondisi air surut.sampel selanjutnya diidentifiksi jenisnya berdasarkan perbedaan morfologi.hasil analisis bentuk warna dan tipe spikula pada teripang tersebut menunjukan, terdapat empat jenis teripang yang didapatkan pada pantai desa watodiri yaitu Holothuria scabra, Holothuria fuscocinerea, Holothuria arta, dan Stichopus horeens. Dari perhitungan keanekaragaman menggunakan Shannon Weiner dihasilkan yaitu 1,29. Hal ini menunjukan indeks keanekaragaman di perairan laut desa watodiri tergolong dalam kategori sedang. Kelimpahan teripang pada perairan Desa Watodiri yaitu untuk kelimpahan spesies H. scarba adalah 0,051 idn/m2, H. fuscocinerea adalah 0,063 idn/m2, H. arta dengan nilai terendah yaitu 0,018 idn/m2, S. horrens dengan nilai paling tinggi yaitu 0,072 idn/m2.
Kata kunci : Keanekaragaman, teripang dan kelimpahan
Keterangan : *) Peneliti
**) Pembimbing
FELWILANDO KASE
· Thesis · Open Access
Kosmetik merupakan bahan-bahan yang digunakan untuk merawat kulit dan merupakan salah satu unsur yang cukup penting dalam dunia kecantikan. Pada abad ke-19, pemakaian kosmetik mulai mendapat perhatian, yaitu selain untuk kecantikan juga untuk kesehatan (Tranggono dkk, 2007). Pola hidup sehat masyarakat saat ini cenderung memanfaatkan kosmetik serba instan yang sudah di kemas dengan bahan awetan dan dipasarkan di berbagai tempat penjualan. Sebagai informasi bahwa tumbuhan dapat dimanfaatkan sebagai bahan obat-obatan, bahan pangan, bahan pewarna dan bahan kosmetik. Penggunaan tumbuhan sebagai bahan kecantikan (kosmetik) memiliki kelebihan, karena mengandung bahan-bahan alami yang aman digunakan dan efek samping lebih kecil.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan berkhasiat kosmetik yang ada di Desa Lelobatan Kecamatan Mollo Utara Kabupaten Timor Tengah Selatan. Penelitian tumbuhan berkhasiat kosmetik dilakukan dengan menggunakan 3 metode yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dapat di simpulkan sebagai berikut: terdapat 13 jenis tumbuhan yang digunakan sebagai bahan kosmetik di desa Lelobatan yaitu Lidah Buaya (Aloe vera L ), Beringin (Ficus benjamina), Jeruk nipis (Citrus aurantifolia), Rotan (Calameae) Kelapa (Cocos Nucifera) Pisang mas (Musa acuminate lady finger) Wortel (Daucus Carota L) Tomat (Solanum lycopersium syn) Kopi (Coffea canephora) Marungga (Moringa Oleifera) Bengkuang (Pachyrhizus erosus L.) Kencur (Kaempferia galanga) Temulawak (Curcuma zanthorrhiza). Bagian tumbuhan yang digunakan sebagai kosmetik adalah daging buah, daun, dan umbi.
RASTY DEWI SUY
· Thesis · Open Access
ABSTRAK Kinerja Keuangan daerah adalah keluaran/hasil dari kegiatan/program yang akan atau telah dicapai sehubungan dengan penggunaan anggaran daerah dengan kuantitas dan kualitas yang terukur, kemampuan daerah daerah dapat diukur dengan menilai efesiensi atas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat. Salah satu aspek Pemerintah Daerah yang harus diatur secara hati-hati adalah pengelolaan Keuangan Daerah dan Anggaran Daerah. Pendapatan dan Belanja Daerah yang selanjutnya disingkat APBD adalah suatu rencana keuangan tahunan daerah yang ditetapkan berdasarkan peraturan daerah. Dari latar belakang diatas maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kinerja Keuangan Daerah Kabupaten Kupang tahun 2017-2021 dilihat dari : (1) Rasio Efektivitas, (2) Rasio Efesiensi, (3) Rasio Keserasian, (4) Rasio Pertumbuhan, (5) Rasio Kemandirian Keuangan Daerah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan di Kantor Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Kupang. Pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan deskriptif kuantitatif dengan rumus : Rasio Efektivitas, Rasio Efisiensi, Rasio Keserasian, Rasio Pertumbuhan, dan Rasio Kemandirian Keuangan Daerah. Hasil analisis menunjukkan bahwa Kinerja Keuangan Daerah Kabupaten Kupang dilihat dari (1) Rasio Efektivitas dapat dikategorikan Kurang Efektif, karena rata-rata efektivitasnya sebesar 71,98%. (2) Rasio Efisiensi Keuangan Daerah tergolong Efisien karena rata-rata besarnya rasio sebesar 99,72% . (3) Rasio Keserasian dapat dikatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Kupang mengalokasikan sebagian besar anggaran belanjanya untuk belanja operasi daerah yaitu rata-rata sebesar 52,97% dibandingkan dengan rata-rata belanja modal sebesar 16,50%, (4) Rasio Pertumbuhan Kabupaten Kupang masih terpusat pada dana perimbangan, belum dapat mengoptimalkan PAD, (5) Rasio Kemandirian Keuangan Daerah masih tergolong Rendah Sekali dan dalam kategori pola hubungan Instruktif karena rata-rata rasionya sebesar 6,80%. Berdasarkan hasil penelitian, maka hal-hal yang perlu dipertimbangkan dan menjadi saran peneliti adalah sebagai berikut : 1. Dengan diketahuinya Rasio Efektifitas pada Kabupaten Kupang yang kurang efektif. Hal ini perlu diperhatikan bagi Pemerintah Daerah harus terus mengoptimalkan penerimaan dari potensi pendapatan yang telah ada. 2. Dengan diketahuinya Rasio Efesiensi pada Kabupaten Kupang sudah efisien Hal ini perlu ditingkatkan lagi oleh Pemerintah Daerah Kabuaten Kupang. 3. Dengan diketahuinya Rasio Keserasian pada Kabupaten Kupang bahwa sebagian besar dana yang dimiliki pemerintah daerah masih diprioritaskan untuk kebutuhan belanja operasi. Hal ini perlu diperhatikan bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Kupang harus lebih memperhatikan pelayanan kepada masyarakat yang nantinya dinikmati langsung oleh publik. 4. Dengan diketahuinya Rasio Pertumbuhan pada Kabupaten Kupang belum begitu baik karena selama kurun waktu 5 tahun belum stabil karena mengalami turun naik dari tahun ke tahun. Hal ini perlu diperhatikan bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Kupang harus dapat mengefisiensikan biaya yang dikeluarkan untuk belanja rutin dan lebih mengefektifikan untuk sector pembangunan yang dapat mendukung peningkatan PAD. 5. Dengan diketahuinya Rasio Kemandirian Daerah Pada Kabupaten Kupang masih tergolong rendah sekali dan dalam pola hubungan isntruktif. Hal ini perlu diperhatikan bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Kupang harus mampu mengoptimalkan penerimaan dari potensi yang telah ada. Kata Kunci: Kinerja Keuangan Daerah, Rasio Efektivitas, Rasio Efisiensi, Rasio Keserasian, Rasio Pertumbuhan, dan Rasio Kemandirian Keuangan Daerah.
OFIR FATMAWATI YULIANTI BANTAIKA
· Thesis · Open Access
Rhizophora stylosa Griff adalah salah satu jenis mangrove dengan habitus pohon yang dapat tumbuh hingga mencapai ketinggian 6 meter. Batang Rhizophora stylosa Griff berwarna abu-abu kehitaman dan memiliki akar tunjang Daun Rhizophora stylosa Griff adalah berbentuk elips dengan ujung meruncing dan memiliki bercak coklat atau hitam di permukaan bawah. Keunikan Rhizophora stylosa Griff dari yaitu memiliki banyak manfaat dan menghasilkan metabolit sekunder yang dapat diolah seperti untuk obat-obatan, antibakteri, antifungi dan antikanker. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengisolasi dan identifikasi jamur endofit pada batang mangrove Rhyzophora stylosa Griff. Penelitian ini menggunakan metode survei dan eksperimental dengan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive dengan masing-masing perlakukan dua kali dan pengulangan tiga kali. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif yaitu meliputi karakteristik makroskopis serta dari masing-masing jamur yang berhasil diisolasi batang muda dan batang tua mangrove Rhyzophora stylosa Griff. Dari hasil penelitian yaitu terdapat 9 isolat jamur mikroskopis yang diisolasi dari batang muda dan batang tua mangrove Rhyzophora stylosa Griff, yang berasal dari 4 genus yakni genus Aspergillus (4 isolat), Penicellium (3 isolat), Trichoderma (1 isolat) dan Nigrospora (1 isolat) dimana masing-masing memiliki karakteristik makroskopis dan mikroskopis yang berbeda-beda.