MARIA DEWISRIANI M. TAHU
· Thesis · Open Access
RINGKASAN
MARIA DEWISRIANI M. TAHU (17382474) Potensi Objek Wisata Pantai Motadikin di Desa Fahiluka, Kecamaan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka: Dr. Beatrix M. Rehata, S.Pi, M.Si dan Donny M. Bessie, S.Pi, M.Si sebagai pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang.
Pengembangan pada sektor parawisata sangat perlu untuk dilakukan karena dapat memberikan dampak yang kuat terhadap perbaikan kualitas ekonomi masyarakat dan wilayah didaerah sekitar objek wisata itu sendiri. Dalam rangka mengoptimalkan pengelolaan Pantai Motadikin, maka perlu didororng oleh faktor pendukung lainnya, seperti sarana dan prasarana atau fasilitas yang lengkap, akses yang dapat dijangkau dengan mudah, atau pun faktor pendukung lainnya yang dapat membuat pengunjung atau wisatawan menjadi nyaman dan betah untuk menikmati wisata di Pantai Motadikin.
Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan November-Desember 2021 di wisata Pantai Motadikin, Desa Fahiluka. Metode yang digunakan yakni metode survey. Teknik pengambilan sampel dengan cara purposive sampling mengunakan rumus slovin. Analisis data terhadap pengembangan potensi objek dan daya tarik wisata alam diuraikan secara deskriptif dan diolah mengunakan Pedoman Analisis Daerah Operasi Objek dan Daya Tarik Wisata Alam (ADO-ODTWA) dan menganalisis potensi wisata pantai mengunakan rumus SLOVIN.
Secara umum pendidikan respoden pada saat wawancara masyarakat di Desa Fahiluka Tingkat pendidikannya adalah SD dengan presentase sebanyak 12,5%, SMP sebanyak 16,6%, SMA sebanyak 12,5%, Sarjana 25%, sedangkan mahasiswa sebanyak 33,3 Kehidupan masyarakat dalam tatanan sosial ekonomi sangat ditunjang oleh tingkat pendidikan.
Kata Kunci :Potensi Objek, Wisata, Pantai, Motadikin.
AGUSTHINA DJO HAU
· Thesis · Open Access
RINGKASAN
AGUSTHINA DJO HAU (17383920).Stuktur Komunitas Makroalga di Perairan Ledeana dan Mebba Kecamatan Sabu Barat Kabupaten Sabu Raijua; Dr. BEATRIX M. REHATTA. S, Pi., M Si sebagai Pembimbing I dan DONNY M. BESSIE, S.Pi., M.Si sebagai Pembimbing II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang.
Makroalga merupakan tumbuhan thallus (Thallophyta) dimana organ-organ berupa akar, batang dan daunnya tidak terdiferensiasi dengan jelas (tidak sejati). Pesisir pantai Desa Ledeana dan Kelurahan Mebba Merupakan salah satu pantai yang memiliki wilayah pasang surut serta memiliki tipe pantai dengan tipe substrat berbatu, berpasir serta berkarang.pantai ini memiliki sumberdaya hayati salah satunya makroalga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur komunitas makroalga di kawasan perairan Pantai Desa Ledeana dan Kelurahan Mebba. Penelitian ini menggunakan metode observasi atau pengamatan langsung di lapangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa komposisi makroalga yang ditemukan perairan pantai Desa Ledeana dan Kelurahan Mebba terdiri dari 3 Devisi yaitu Phaephyta terdiri dari 6 spesies, Padina australis, Dyctyopteris polypodioide, Sargassum polycarpum, Sargassum muticum Sargassum horneri, cystoseira sedangkan Rhodophyta terdiri dari 2 spesies yaitu Gracilaria coronopifalia, Galaxaura rugosa dan Clorophyta terdiri dari 4 spesies yaitu Caulerpa lentilifera, Boergisenia forbesii, Caulerpa taxifolia,Halimeda disconosoides.
Nilai indeks keanekaragaman PantaiLedeana 0,636 dan Kelurahan Mebba 0,901 (H') tergolong rendah, indeks keseragaman Pantai Ledeana yaitu 0,106, dan Kelurahan Mebba 0,901 (E) tergolong merata dan indeks dominansi (C) Pantai Ledeana 0,295 dan Kelurahan Mebba 0,059 menunjukan tidak ada jenis yang mendominansi.
Kata Kunci :struktur komunitas, makroalga, perairan Ledeana, dan Kelurahan Mebba
CHERIS RINALDI KASEH
· Thesis · Open Access
1. Bentuk penyalahgunaan subsidi bahan bakar minyak. 2. Pengangkutan bahan bakar minyak tanpa izin 3. Perniagaan bahan bakar minyak bersubsidi tanpa izin dan penimbunan
BENEDICTUS PANTOLA
· Thesis · Open Access
Suatu usaha dikatakan layak apabila usaha tersebut dapat memberikan keuntungan bagi pelaku usaha tersebut. Adapun usaha penangkapan ikan yang di lakukan oleh nelayan selama ini berjalan dengan baik tetapi para nelayan belum ada yang melakukan analisis mengenai usaha penangkapan minipurseseine yang berada di Kecamatan Insana Utara Kabupaten Timor Tengah Utara.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif menggunakan metode survei dengan teknik wawancara (daftar pertanyaan) dan observasi (pengamatan langsung). Pengumpulan data meliputi data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh dari hasil wawancara langsung secara semi terstruktur terhadap masyarakat yang pekerjaan utamanya melakukan penangkapan ikan menggunakan alat minipurse seine. Data sekunder diperoleh dari data instansi terkait.
Biaya investasi yang dikeluarkan oleh nelayan Desa Humusu untuk pembelian kapal, mesin, jaring (pukat) dari rata-rata 6 responden yaitu Rp.493.895.833. Sedangkan biaya investasi Desa Oesoko dari rata-rata 5 responden sebesar Rp.529.000.000.Besarnya biaya varibel yang harus dikeluarkan oleh pelaku usaha perikanan tangkap mini purse seine responden (nelayan) Desa Humusu dan Oesoko bervariasi tergantung kebutuhanya dengan rata-rata sebesar Rp.9.090.000 dan Rp.9.740.000. Biaya tidak tetap diperuntukan untuk biaya operasional berupa pembelian bahan bakar minyak (BBM), perawatan alat tangkap, dan upah ABK yang dikeluarkan oleh nelayan Desa Humusu dan Oesoko dengan nilai rata-rata sebesar Rp.8.551.107dan Rp.9.120.587. Perhitungan R/C Ratio usaha perikanan mini purse seine nelayan Desa Humusu dan Oesoko dengan rata-rata sebesar15,2 dan 12,07, dan hasil perhitungan ROI (Return On Invesment) usaha perikanan mini purse seine nelayan Desa Humusu dan Desa Oesoko dengan rata-rata nilai ROI sebesar 14,92% dan 12,62%. Sedangkan hasil perhitungan BEP break event point atau titik impas usaha perikanan tangkap nelayan Desa humusu dan Oesoko menunjukan bahwa usaha tersebut mengalami keuntungan dengan nilai BEP rata-rata sebesar Rp.442.700.000 dan Rp.336.200.000.
Dapat disimpulkan bahwa usaha perikanan tangkap mini purse seine nelayan Desa Humusu dan Desa Oesoko dengan menggunakan analisis ROI, R/C Ratio.dan break event point (BEP) menunjukan bahwa usaha perikanan tangkap di Desa Humusu dan Oesoko yang dijalankan dengan pendapatan perbulan sebesar 14,92% dan 12,62% dan sangat menguntungkan
DOMINGGUS BEREK
· Thesis · Open Access
ABSTRAK
KINERJA MENGAJAR GURU PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA, DAN KESEHATAN PADA MASA PANDEMI COVID-19
Yohanes Dominggus Berek*, David Loba2, Agustinus J. Nafie3
1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia
email [email protected]
latar belakang:Fasilitas olahraga merupakan alat penunjang bagi guru dan siswa untuk membantu dalam kegiatan proses pembelajaran penjas dengan ada fasilitas olahraga bisa mempermudah kegitan proses pembelajaran.
Tujuanpenelitian:untuk mengetahui peran kepala Sekolah dalam mendukung pengembangan fasilitas olahraga di SMP Satap Negeri Oetfo Kabupaten Timor Tengah Utara.
Metodepenelitian:Penelitian ini menggukan metode deskrptif kualitatif.
Sumber data primer diperoleh dari hasil observasi dan wawancara langsung dengan kepala Sekolah guru pamong dan siswa. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawacara dan dokumentasi. Teknik anlisis data menggunakan data reduction, data displyadan conlusion/verification.
Hasildanpembahasan:Hasil penelitian dan pembahasan menunjukan bahwa peran kepala Sekolah dalam mendukung pengembangan fasilitas sarana prasarana olaharaga di SMP Satap Negeri Oetfo belum tersedianya fasilitas sarana prasarana olahraga.
Hal ini juga menujukan bahwa masih banyak kekurangan fasilitas sarana prasarana olahraga, sehingga masih banyak kekurangan fasilitas sarana prasrana olahraga yang masih menggunakan modifikasi terhadap fasilitas sarana prasrana olaharaga di SMP Satap Negeri Oetfo.
Simpulan:peneliti menyimpulkan bahwa data hasil peran kepala Sekolah dalam mendukung pengembangan fasilitas olahraga di SMP Satap Negeri Oetfo, masih banyak kekurangan faslitas sarana dan prasarana olahraga di sekolahini, sehingga masih menggunakan modifikasi terhadap fasilitas sarana prasarana olahraga yang membuat siswa atau siswi kurang senang dengan proses pembelajaran penjas.
Katakunci: fasilitas sarana dan prasarana olahraga
DIKSON RATU PA
· Thesis · Open Access
RINGKASAN
DIKSON RATU PA (17381950). Struktur Komunitas Echinodermata Pada Ekosistem Lamun Di Perairan Desa Ramedue Kecamatan Hawu Mehara Kabupaten Sabu Raijua; Dr. BEATRIX M. REHATTA. S, Pi., M Si sebagai Pembimbing I dan WILSON L. TISERA., S,Pi. M.Si. Ph.D sebagai Pembimbing II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan Dan Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang.
Echinodermata merupakan salah satu hewan yang penting dalam ekosistem laut dan bermanfaat sebagai salah satu komponen dalam rantai makanan, pemakan sampah organik dan hewan kecil lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis Struktur Komunitas Echinodermata di Perairan Ramedeu.
Penelitian ini telah dilaksanakan selama 1 bulan yaitu pada bulan Maret 2021. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Pengambilan sampel Echinodermata menggunakan metode Transek Sabuk (Blet Transect).Transek dipasang tegak lurus dengan garis pantai sepanjang 100 m. kemudian dilakukan pengamatan ke kiri dan kanan transek 2,5 m x 2,5 m. jarak antra transek 50 m. sehinggga didapatkan total luas area pengamatan adalah 500 m2. Setiap stasiun dilakukan pemasangan tiga transek. Analisis data dilakukan terhadap Kelimpahan, Keanekargaman, Keseragaman dan Dominansi. Faktor fisik-kimia perairan juga diambil sebagai data pendukung
Hasil penelitian echinodermata di Perairan Desa Ramedue ditemukan13 spesies, 4 class dengan jumlah 440 individu. Stasiun I terdapat 12 spesies dari 4 Class, Stasiun II terdapat 12 spesiesdari 4 Class, sertastasiun III terdapat 13 spesies dari 4 Class. Struktur komunitas echinodermata di Perairan Desa Ramedue memiliki kelimpahan jenis dan relatif berbeda-beda yakni stasiun I yang tertinggi yaitu jenis Tripneustesgratlla dengan nilai sebesar 0,019 ind/m², 18%, stasiun II Tripneustesgratlla dengan nilai sebesar 0,016 ind/m², 17%, dan stasiun III Diademasetosum dengan nilai sebesar 0,016 ind/m², 17%. Indeks keanekaragaman jenis yang berbeda-beda yakni stasiun I memperoleh nilai sebesar 1,001, stasiun II memperoleh nilai sebesar 1,027, serta stasiun III memperoleh nilai sebesar 1,047 tergolong keanekaragaman sedang. Nilai indekskeseragaman pada stasiun I sebesar 0,928, stasiun II sebesar 0,952, dan stasiun III sebesar 0,940. Berdasarkan kriteria maka nilai indek skeseragaman Filuum Echinodermata pada stasiun I, II dan III memiliki nilai populasi yang stabil, dan nilai indeks dominansi pada stasiun I yakni 0,110, stasiun II yakni 0,104, dan pada stasiun III yakni 0,094. Hasil analisis dominansi menunjukan bahwa tidak ada spesies yang mendominansi dengan nilai tidak mendekati 1 atau mendekati 5. Tidak ada jenis Echinodermata yang mendominansi pada stasiun 1, II dan III.
ANTONIUS BEDHU
· Thesis · Open Access
Perikanan merupakan salah satu bidang yang diharapkan menjadi penopang peningkatan kesejahteraan rakyat Indonesia. Perikanan dapat berperan dalam pemulihan dan pertumbuhan perekonomian bangsa Indonesia karena potensi sumberdaya ikan yang besar dalam jumlah keragamannya. Akibat yang ditimbulkan dari adanya pandemi Covid-19, terjadinya perubahan drastis pada semua sektor termasuk didalamnya perikanan tangkap dalam hal ini nelayan mini purse seine yang ditandai dengan penurunan jumlah trip penangkapan nelayan selama melaut. Pendapatan nelayan berupa nilai uang yang didapat dari hasil penjualan produksi ikan yang dipengaruhi oleh besarnya jumlah hasil tangkapan. Pandemi covid-19 juga berpengaruh terhadap interaksi jual beli antara nelayan dan juga masyarakat sekitar sehingga nelayan sangatmerasakan kerugian akibat harga ikan menurun bahkan tidak bisa menjual hasil tangkapannya. Pendapatan nelayan mini purse seine selama masa pandemi Covid -19 di Kelurahan Mbongawani Kabupaten Ende.Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui dan menganalisis pendapatan nelayanmini purse seine di masa pandemi Covid-19 di Kelurahan Mbongawani Kabupaten Ende.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Survey dengan teknik wawancara (daftar pertanyaan) dan observasi (pegamatan langsung).
Hasil penelitian ini biaya investasi sebelum dan sesudah pcovid-19 yaitu 234.250.000 dengan biaya penyusutan 3.458.927. Nilai return on investmen (ROI) sebelum covid-19 sebesar 98% dan selama Covid-19 yaitu 80 %.Nilai Break Even Point (BEP) di Kelurahan Mbongawani Kabupaten Ende sebelum Covid-19 sebanyak 20.695 Box dan Nilai Break Event Point (BEP) selama Covid-19 sebanyak 20.536Box sedangkan BEP harga sebelum pandemi covid-19 titik impas pada level harga minimum Rp.1.052.332pada penjualan total produksi 118 dengan jumlah rata-rata 5,9 Boks ikan dan BEP harga selama pandemi covid-19 akan mencapai titik impas pada level harga minimum Rppada. 1.052.332 penjualan total produksi sebelum covid-19 sebesar 118 dengan rata-rata 5,9 boks dan selama covid-19 sebesar 116 dengan jumlah rata-rata 5,3 Box ikan. Nilai Revenue Cost Ratio (R/C Ratio) nelayan di Kelurahan Mbongawani Kabupaten Ende sebelum pandemi covid-19 R/C Ratio yaitu 1.33R/C Ratio selama pandemi covid-19 yaitu 1.24
FRANSISKA APRILIA PERADA NIRON
· Thesis · Open Access
Mini purse seine merupakan alat tangkap yang sebagian besar bagian utamanya adalah jaring yang di pergunakanuntuk menangkap ikan pelagis dengan jumlah yang banyak. Mini purse seine merupakan alat tangkap yang berbentuk persegi panjang dengan pelampung di bagian atas dan pemberat serta cincin besi di bagian bawah. Kegiatan penangkapan dengan alat tangkap mini purse seine di Kabupaten Flores Timur telah cukup lama berkembang dengan baik. Namun ada faktor yang mempengaruhi dari penggunaan alat tangkap mini purse seine yaitu faktor internal dan eksternal.
Analisis usaha dalam bidang perikanan tangkap merupakan suatu analisa ekonomi untuk mengetahui ukuran keberhasilan yang telah dicapai dalam usaha perikanan. Usaha penangkapan ikan harus memperhatikan kondisi lingkungan, pengalaman usaha penangkapan ikan, serta kelayakan usaha penangkapan, khususnya usaha penangkapan mini purse seine di Kabupaten Flores Timur agar dapat berjalan terus. Pengertian layak usaha adalah bahan pertimbangan dalam mengambil suatu keputusan, apakah menerima atau menolak pelaksanaan suatu usaha yang berpotensi dapat memberikan keuntungan atau manfaat, baik dari aspek financial maupun social bagi pelaku usaha tersebut.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif menggunakan metode survey dengan teknik wawancara (daftar pertanyaan) dan observasi (pengamatan langsung). Analisis yang digunakan adalah analisis Return on Invesmesnt (ROI) untuk mengukur tingkat pengembalian investasi dan penerimaan, analisis Benefit Cost Ratio (B/C) untuk mengukur kinerja kegiatan pengelolaan sumberdaya dari aspek perbandingan penerimaan dengan biaya yang dikeluarkan, analisis Break Event Point (BEP) untuk mengetahui batas nilai produk suatu usaha mencapai titik impas.
Hasil analisis kelayakan usaha menunjukan bahwa nilai return on investmen (ROI) yang di peroleh sebesar 70,8. Nilai B/C Ratio Pertahun dalam usaha perikanan tangkap mini purse seine sebesar1,70. Nilai break event point (BEP) nelayan dengan menggunakan alat tangkap mini purse seine di Kecamatan Larantuka Kabupaten Flores Timur akan mencapai titik impas pada penjualan sebanyak 2.142 Kg dan BEP harga akan mencapai titik impas pada level harga minimum 10.739 rupiah pada penjualan total produksi 3.989 Kg ikan
JEMMY JULIANUS RIWOE
· Thesis · Open Access
Judul penelitian ini adalah: Deskripsi Tentang Penyebab terjadinya tindak pidana korupsi oleh anggota Polri dengan permasalahan sebagai berikut: Faktor apakah yang menyebabkan terjadinya Tindak Pidana oleh Anggota Polri? Bagaimana bentuk tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh anggota Polri? Tujuan dari penelitian ini adalah: untuk mengetahui faktor yang menyebabkan terjadinya Tindak Pidana Korupsi yang di lakukan Anggota Polri dan untuk mengetahui bentuk tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh anggota Polri. Kegunaan dari penelitian ini bersifat teoritis dan praktis. Sifat dari penelitian ini bersifat deskriptif dengan jenis penelitian yuridis normatif. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh anggota Polri dan bentuk tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh anggota Polri dan Variabel terikat. Variable terikat dalam penelitian ini adalah: Putusan Pengadilan terhadap pelaku tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh anggota Polri.
Berdasarkan pada hasil penelitian putusan dapat diperoleh jawaban sebagai berikut:
1. Faktor Penyebab Tindak Pidana Korupsi oleh angota Polri yaitu
a. Faktor untuk memenuhi kebutuhan terdakwa
b. Faktor kesempatan
2. Bentuk tindak pidana korupsi oleh anggota Polri yaitu:
a. Memperkaya diri sendiri atau menguntungkan diri sendiri
b. Memperkaya orang lain
c. Merugikan Keuangan Negara
d. Menerima suap
Berdasarkan pada kesimpulan diatas dapat di sarankan beberapa hal yaitu:
1. Bagi Polri perlu adanya pengawasan secara baik dan benar agar tidak terjadi lagi tindak pidana korupsi dalam institusi Kepolisian.
2. Bagi terdakwa yaitu tidak perlu mengulangi perbuatan yang sama lagi agar terhindar dari sanksi pidana oleh negara karena penyalahgunaan wewenang dengan niat dan kesempatan maupun kebutuhan yang dapat merugikan keuangan negara, suap dan pemerasan dengan menggunakan jabatan yang dapat merugikan terdakwa sendiri.
DENI KRISTIAN BEI
· Thesis · Open Access
AN ANALYSIS ON THEMATIC ROLES IN GOSPEL OF LUKE OF TETUN BELU
ABSTRACT
Student, 1 Supervisor1 Supervisor2, Deni Kristian Bei Magdalena Ngongo June A. Jacob
Corresponding Writer’s [email protected]
The title of this writing is “An analysis on thematic roles in Gospel of Luke of Tetun Belu” the problem of this study are 1. What are the thematic roles in gospel of Luke of Tetun Belu. 2. How are thematic roles in Tetun Belu classified based on gospel of Luke. Therefore the aims of this research is to describe what are the thematic roles in gospel of Luke of Tetun Belu, and to explain the Tetun Belu classification based on thematic roles in gospel of Luke. All the gained data are classified and analysed using Descriptive qualitative Method. The research was conducted in following procedure; first the writer chose Gospel of luke, second the writer read it to describe the Thematic roles, based on their writer, third analysed the data, fourth, the writer classified the thematic roles based on thematic roles, and the last the writer reported the Result of data analyzed. The result of this research showed that there are thirteen Thematic roles in Gospel of Luke of Tetun Belu. They are: Agent, Experiencer, Recipient, Beneficiary, Instrument, Theme, Patients, Stimulus, location, Source, Goal, Path, Accompaniment. Related to the classification argument in gospel of Luke of Tetun Belu there are some of roles that become mark to add another arguments in a sentennce they are; Agent is relevant with patient such as, we dei, Yesus, hakerek nia. Experiencer is relevant with Goal: Yesus nare, bero mamuk rua, Yesus toba, Maria bena. Recepient is relevant with source: Maria, natudu laran di’ak, ema. Beneficiary Recepient is relevant with Location such as, Ema ida, Daud husar-binan, Lewi, Yesus. Instrument is relevant with Agent such as, Nia, ha’i, mina morin. Theme is o fiar ti’an, Fini nia. Patients is relevant with Agent: Ami, kfui bele-bele, Yesus, hakerek nia, tubi. Stimulus is relevant with Theme: kalo’an, sia. lia maliak, kalo’an. Location is relevant with Theme such as, ita, Betlehem, Yesus Debu boot Galilea tehen. Source is relevant with Agent such as, Nia, ha rai Galilea. Goal is relevant with source: leo Nasaret, iha rai Galilea, Nia, Yesus, sa’e bero. Path is relevant with Agent such as, na’i lulik, tuir nia, ema ida, fila baa, Nasaret. Accompaniment is relevant with Agent such as Maria, no Elisabet, no sia.
Key words: Luke Gospel,Thematic Roles,Tetun Belu.
AZARIA HEKE
· Thesis · Open Access
ANALISIS PENGARUH MOTIVASI KERJA DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP PRESTASI KERJA PEGAWAI PADA KANTOR WALIKOTA BAGIAN UMUM SETDA KOTA KUPANG
NAMA : AZARIA HEKE
NIM : 18410265
PROGRAM STUDI : MANAJEMEN
FAKULTAS : EKONOMI
ABSTRAKSI
Manajemen Sumber Daya Manusia adalah salah satu ilmu yang berharga untuk dapat mencapai tujuan sebuah organisasi yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien. SDM bukanlah sekedar sumber daya, telah menjadi tolak ukur utama dalam mencapai keberhasilan. Sumber daya manusia yang berkualitas akan dapat menyelesaikan pekerjaan secara maksimal. Di dalam perkembangan masyarakat dan dunia usaha, faktor sumber daya manusia masih memegang penting, meskipun pada saat sekarang bangsa kita sedang menuju orientasi kerja, di mana kerja dipandang sebagai suatu hal yang mulia. Perlu ditekankan disini bahwa pada masyarakat yang berorientasi kerja tidak boleh mengabaikan faktor manusia untuk melaksanakan pekerjaan tersebut.
Motivasi kerja adalah suatu faktor yang mendorong seseorang untuk melakukan suatu aktivitas tertentu, oleh karena itu motivasi sering kali diartikan pula sebagai faktor pendorong perilaku seseorang. Motivasi perlu dilaksanakan organisasi, dimana seluruh aktivitas dan tugas - tugas jika didasarkan pada motivasi yang tinggi maka kinerja juga akan menjadi tinggi dan sebaliknya. Motivasi merupakan hal atau sesuatu yang mendorong seseorang melakukan sesuatu. Untuk menjaga aktivitasnya khusus di bidang ketenagakerjaan pegawai kantor melakukan kegiatan yang dapat meningkatkan prestasi kerja yaitu dengan pemberian motivasi, mengadakan pemberian gaji pegawai, pengembangan diri serta aktualisasi diri setiap pegawai untuk mendorong peningkatan prestasi kerja dan karier yang baik. Setiap pekerjaan yang memberikan hasil kerja yang terbaik jika mereka mempunyai motivasi yang kuat untuk melakukan yang terbaik. Motivasi merupakan dorongan, sebab atau alasan seseorang melakukan sesuatu.
Disiplin kerja adalah kesadaran dan kesediaan seseorang dalam bekerja dan menaati peraturan - peraturan kantor dan norma - norma sosial yang berlaku. Adapun arti kesadaran adalah sikap seseorang yang secara sukarela menaati semua peraturan dan sadar akan tugas dan tanggung jawabnya. Sedangkan arti kesediaan adalah suatu sikap, tingkah laku, dan perbuatan seseorang yang sesuai dengan peraturan kantor baik tertulis maupun tidak. Disiplin yang baik mencerminkan rasa tanggung jawab seseorang terhadap tugas - tugas yang berikan kepada pegawai. Karena dengan semakin berkembangnya suatu organisasi dan semakin tingginya teknologi yang digunakan oleh perusahaan/organisasi, menyebabkan sering terjadi perubahan serta semakin luasnya pekerjaan yang akan diemban oleh tenaga kerja, sehingga perlu diadakan pendisiplinan agar tujuan organisasi dapat tercapai.
Prestasi Kerja merupakan faktor penting untuk mendukung keberhasilan suatu pekerjaan baik dalam kapasitas pribadi maupun sebagai seorang anggota suatu organisasi/lembaga. Prestasi kerja adalah sebagai hasil kerja yang telah dicapai seseorang dari tingkah laku kerjanya dalam melaksanakan aktivitas kerjanya. Informasi tentang tinggi rendahnya prestasi kerja seorang pegawai tidak dapat diperoleh begitu saja, tetapi diperoleh melalui proses yang panjang yaitu penilaian prestasi kerja pegawai. Jadi setiap anggota mempunyai prestasi kerja yang berbeda berdasarkan kemampuan dan keahlian yang dimilikinya.
Berdasarkan penjelasan diatas tersebut maka dalam penelitian ini akan membahas Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja terhadap Prestasi Kerja Pegawai pada Kantor Walikota Bagian Umum Setda Kota Kupang. Dalam Penelitian ini metode yang digunakan peneliti adalah metode kuantitatif. Populasi pada dalam penelitian ini adalah Seluruh Pegawai Kantor Walikota Bagian Umum Setda Kota Kupang berjumlah 176 orang dan sampel pada peneltian ini pada Pegawai ASN Bagian Umum Setda Kota Kupang adalah 39 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada responden. Teknik analisis data yang peneliti gunakan pada penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja terhadap Prestasi Kerja Pegawai, Peneliti menggunakan Uji Analisis Regresi Linier Berganda, Uji Parsial (T), dan Uji Simultan (F) dan Uji Koefisien Determinasi (R2). Dari hasil penelitian yang dilakukan, peneliti dapat menyimpulkan bahwa secara parsial Motivasi Kerja berpengaruh signifikan terhadap Prestasi Kerja Pegawai Kantor Walikota Bagian Umum Setda Kota Kupang dan Disiplin Kerjaberpengaruh dan signifikan terhadap Prestasi Kerja Pegawai Kantor Walikota Bagian Umum Setda Kota Kupang. Sedangkan secara simultan Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja Berpengaruh positif dan signifikan secara bersama-sama terhadap Prestasi Kerja Pegawai Kantor Walikota Bagian Umum Setda Kota Kupang.
Hal ini dapat dibuktikan dengan perolehan hasil pengujian yang didapati dari hasil analisis regresi linier berganda b1 = 0,005 dan b2 = 1.018. Dengan demikian persamaan regresi linier berganda yang memperlihatkan pengaruh Motivasi Kerja (X1) dan Disiplin Kerja (X2) terhadap Prestasi kerja adalah sebagai berikut : Y = -1.173 + 0,005(X1) + 1.018(X2) + e. Selain itu hasil uji hipotesis pertama yaitu ada pengaruh variabel motivasi kerja (X1) terhadap variabel prestasi kerja (Y), diketahui bahwa variabel motivasi kerja (X1) di temukan T hitung = 0,021 lebih kecil dari T tabel = 2,02809 dan tingkat signifkan = 0,984. Oleh karena itu nilai Sig. > tabel = 0,05 maka H0 (b1= 0) diterima dan Ha (b1≠0) ditolak yaitu variabel motivasi kerja (X1) berpengaruh signifikan secara parsial terhadap variabel prestasi kerja (Y). Berikut hasil uji hipotesis kedua yaitu ada pengaruh disiplin kerja (X2) terhadap prestasi kerja (Y). Diketahui bahwa variabel disiplin kerja (X2) ditemukan T hitung = 3.326 lebih besar dari T tabel = 2,02809 dan tingkat signifikan = 0,002. Oleh karena itu nilai sig. < 0,05 maka H0 (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1 ≠ 0) diterima yaitu variabel disiplin kerja (X2) berpengaruh dan signifikan terhadap variabel prestasi kerja (Y). Untuk hasil uji f didapati F hitung= 70.552 lebih besar dari F tabel = 3,26 dan tingkat Sig = 0,000 oleh karena itu nilai Sig < 0,05 maka H0 (b = 0) ditolak dan Ha (b1 ≠ 0) diterima artinya variabel Motivasi Kerja dan variabel Disiplin Kerja (X2) memiliki pengaruh positif dan signifikan secara simultan terhadap variabel Prestasi Kerja (Y). Dan terakhir berdasarkan perolehan hasil Uji Koefisien Determinasi (R2) adalah 0,797 atau 79,7 %. Hal ini berarti besar pengaruhnya Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja Terhadap Prestasi Kerja adalah 79,7%. Sedangkan pengaruh sebesar 20,6% disebabkan oleh factor lain tidak dteliti dalam penelitian ini.
Kata Kunci : Motivasi Kerja,Disiplin Kerja,Prestasi Kerja.
SOPHIA DEWANTI BILI
· Thesis · Open Access
A DESCRIPTIVE STUDY OF STUDENT SATISFACTION LEVEL TEACHING STRATEGIES BY PPL UKAW STUDENTS AT SMP NEGERI 10 KUPANG
ABSTRACT
Student, Supervisor1, Supervisor2,
(Sophia Dewanti Bili) (Seprianus A. Nenotek, S.Pd., M.Pd) (Norci Beeh, S.Pd., M.Pd)
Corresponding writer’s email: [email protected]
This research is entitled A Descriptive Study of Student Satisfaction Level Teaching Strategies for PPL UKAW Students at SMP Negeri 10 Kupang. The formulation of the problem in this study is what is the level of student satisfaction with the UKAW PPL teaching strategies for students at SMP Negeri 10 Kupang? The purpose of this study was to determine the level of student satisfaction with the teaching strategies of UKAW PPL students at SMP Negeri 10 Kupang. The approach used in this research is quantitative descriptive using Sopiatin's theory (2010). Sources of data in this study were individuals from 15 students of SMP Negeri 10 Kupang using a questionnaire. The results of the study found that the level of student satisfaction with the teaching strategies of PPL UKAW Kupang students was in very satisfied category with a score of 81.33%, but the empathy indicator had to be maximized because students felt quite satisfied. So, the writer can conclude that the teaching strategy used by UKAW Kupang PPL students is good and it is prove with students feeling satisfied.
Keywords: Level of student satisfaction, teaching strategies, PPL students
SUSANA SEKA BAHAS
· Thesis · Open Access
AN ANALYSIS ON THE CONTEXT OF SITUATION OF TAMTOET BIFE’CEREMONY(ASKING FOR MARRIAGE) IN UAB METO LANGUAGE IN TAEBENU SUBDISTRICT
ABSTRACT
Student, Supervisor 1, Supervisor 2,
(Bahas Seka Susana) (Seprianus A.Nenotek, S.Pd.,M.Pd) (Norci Beeh, S.Pd.,M.Pd)
Corresponding author’s email : [email protected]
The title of this research is “An Analysis on the Context of Situation of Tamtoet Bife’Ceremony (Asking for Marriage) in Uab Meto Language in Taebenu Subdistrict” Contains an analysis and discussion of context of situation in the process of asking for marriage. The aim of the research is to find out and to describe the context of situation in the process of tamtoet bife ceremony ( Asking for Marrige ) by the people in Taebenu Subdistrict. A descriptive qualitativ method was applied for this purpose. In finding the date, observation was done on 9th on November 2022. While doing the observation, the researcher recorded the process of asking for marriage. The context of situation such as field ,tenor, and mode, furthermore , in the process of tamtoet bife’. The field of the text is A process of asking for marriage which more emphasize in the family meeting. There were 2 main speaker in the tenor of the ctext .While the mode was using more spoken because this is the dialogue. The structure of the text starts from BO (Bargaining Opening), BC (Bargaining Content) and BCL( Bargaining Closure). Based on the date analysis it is suggested that lectures should teach materials related to context of situation, especially dealing with cultural/ritual. Process such as asking for marriage to enrich student’s knowledge and for the culture’s elder to show introduce every kind of culture processes to the young generatio
Keywords: Context Situation, Tamtoet Bife, Uab Meto
HERNENSI WARIAKA
· Thesis · Open Access
A DESCRIPTIVE STUDY ON CLASSROOM QUESTIONING STRATEGY APPLIED BY ENGLISH TEACHER AT SMP N 1 TAEBENU
ABSTRACT
Student, Supervisor 1 Supervisor 2
(Wariaka Hernensi),(Prof. Drs. Jos Bire, MA.,M.Ed.,Ph.D), (Eltina A. Maromon)
Corresponding author’s email: [email protected]
This study was conducted to answer two research questions: (1) what are types of questioning strategy applied by English Teacher during learning process? (2) what are the aims of the questioning asked by the teacher?. The aims of this study are: to find out types of questioning strategy applied by English teachers at SMP Negeri 1 Taebenu, to find out the aim of questioning asked by English teacher in learning English at SMP Negeri 1 Taebenu. The subject used in this study is an English teacher. The instruments used in this research are observation and interview. From the result the writer find out four types of questioning strategy applied by English teacher in teaching and learning process: probing questioning, factual questioning, procedural questioning and devergent questioning, and there are eleven aims of questioning asked by the teacher: to arouse learning concerning a topic, to ask a students to clarify a vague comment, to prompt student to see a concept from another perspective, to prompt the students to explore attitudes, values, or feeling, to ask student to refine a statement or idea, to prompt students to support their assertions and interpretations, to direct students to respond to one another, to prompt students to investigate a thought process, to ask students to predict possible outcomes, to review and summarize previous lessons, to evaluate student preparation and check on homework preparation. The writer concludes that four types of questioning and eleven aims of questioning are considered to be applied by English teacher to measure the students understanding or knowledge.
Keywords: questioning, questioning strategy, the aim of questioning
BERTELEMEOS MAU BUKANG
· Thesis · Open Access
ABSTRAK
Sumber daya manusia merupakan aspek yang sangat penting bahkan, tidak dapat dilepas dari sebuah organisasi, baik institusi maupun perusahan. Sumber daya manusia juga merupakan kunci yang menetukan perkembangan perusahaan karena sumber daya manusia dalam organisasi adalah human capital, hal ini di karenakan sumber daya manusia kontribusi terhadap propabilitas sebuag organisasi. Sumber daya manusia sering kali juga disebut sebagai modal intelektual, karena kemampuan memberikan ide-ide cemerlang dalam pengembangan organisasi.
Rachmawati (2008), menjelaskan bahwa manajemen sumber daya manusia adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan kegiatan-kegiatan pengadaan, pengembangan, pemberian kompensasi, pengintegrasian, pemeliharaan, pelepasan sumber daya manusia agar tercapai berbagai tujuan individu, organisasi dan masyarakat.
Rekrutmen sendiri merupakan serangkaian program untuk mencari dan memikat pelamar kerja dengan motivasi, kemampuan, keahlian dan pengetahuan yang diperlukan guna menutupi kekurangan yang diidentifikasi dalam perencanaan kepegawaian. Irwansyah (2012:242), menjelaskan bahwa rekrutmen merupakan proses menarik orang – orang atau pelamar yang mempunyai minat dan kualifikasi yang tepat untuk mengisi posisi atau jabatan tertentu.
Sedangkan seleksi merupakan proses pemilihan dari sekelompok pelamar atau orang-orang yang memenuhikriteria untuk menempati posisi yang tersedia berdasarkan kondisi yang ada pada perusahaan. Selain itu, Kesalahan strategi dalam melakukan proses rekrutmen dan seleksi akan berakibat buruk pada tujuan perusahaan karena lalainya proses perekrutan dan seleksi. Kasmir (2016:101) menjelaskan bahwa seleksi adalah proses untuk memilih calon karyawan yang sesuai dengan persyaratan atau standar yang telah ditetapkan.
Rekrutmen dan seleksi merupakan dua tahap yang berbeda. Pada fase rekrutmen, semua calon karyawan dimotivasi dan didorong untuk melamar. Karena, semakin banyak semakin baik sehingga menghasilkan kumpulan data pelamar yang baik. Hal ini berbeda dengan seleksi. seleksi merupakan tahap penyaringan dan penerimaan pelamar yang memiliki kualifikasi serta memilki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
Berdaarkan perjelasan diatas maka, Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh strategi rekrutmen dan seleksi terhadap kinerja karyawan pada PT. Agumor Timorindo Baumata. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh karyawan PT. Aguamor Timorindi Baumata yang terdiri dari 42 orang karyawan tetap dan 34 orang karyawan kontrak. sampel pada penelitian ini diprioritaskan pada karyawan tetap berjumlah 42 orang yang kemudian dilakukan penentuan sampel menggunakan rumus slovin maka sampel pada penelitian ini sebanyak 30 orang. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dan data penelitian ini diperoleh dari kuesioner dengan pihak terkait sesuai tujuan penelitian. Teknik analisis menggunakan regresi berganda, koefisien determinasi, uji F (simultan) dan uji T (persial). Dari hasil penelitian yang dilakukan, peneliti dapat menyimpulkan bahwa secara parsial rekrutmen berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT. Timorindo Baumata Kupang, begitu juga secara parsial seleksi berpengaruh positif dan signifikan tehadap kinerja karyawan pada PT. Timorindo Baumata Kupang. Sedangkan secara simultan rekrutmen dan seleksi sama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT. Timorindo Baumata Kupang.
Hal ini dapat dibuktikan dengan hasil yang diperoleh dari analisis regresi linier berganda dengan konstanta = 13.859 sedangkan koefisien b1= 0.148 dan b2= 0.162. persamaan yang memperlihatkan pengaruh rekrutmen (X1) dan seleksi (X2) terhadap kinerjan karyawan (Y) adalah sebagai berikut: Y= 13.859 + 0.148(X1) + 0.162(X2) + e.
Selain itu uji hipotesis pertama yaitu ada pengaruh rekrutmen (X1) terhadap kinerja karyawan (Y) ditemukan T hitung = 3.414 > T tabel = 2.05283 dan tingkat sig = 0.002 < 0.005, maka Ho (b1=0 ) ditolak Ha (b1≠0) diterima yaitu variable rekrutmen (X1) memeliki pengaruh positif dan signifikan secara persial terhadap kinerja karyawan (Y).
Hasil uji hipotesis kedua ada pengaruh seleksi (X2) terhadap kinerja karyawan (Y) yang diketahui bahwa T hitung = 3.550 > T tabel = 2. 05283 dan tingkat sig = 0.001 < 0.005 maka, Ho (b2=0) ditolak dan Ha (b2≠0) diterima yaitu variable seleksi (X2) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan (Y).
Untuk hasil uji F didapati F hitung = 35.910 > 21. 807, tingkat signifikan = 0.000 < 0.005 maka, Ha ( b1=0 ) ditolak dan Ha (b1≠0) diterima artinya variable rekrutmen(x1) dan seleksi (X2) secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan (Y).
Kata Kunci: Rekrutmen, Seleksi, Kinerja Karyawan
NIKSON KRISTIAN SIRAH
· Thesis · Open Access
ABSTRAK PENGARUH KEPEMIMPINAN KEPALA DESA DAN SOSIALISASI PAJAK TERHADAP KESADARAN MASYARAKAT MEMBAYAR PAJAK BUMI DAN BANGUNAN DI DESA KALONDAMA BARAT KECAMATAN PANTAR BARAT LAUT KABUPATEN ALOR Kegiatan pembangunan di Indonesia yang semakin meningkat dari tahun ketahun memerlukan pembiayaan yang semakin besar. Hal ini berarti bahwa usaha pencairan dan penggalian sumber-sumber dana harus digiatkan dan ditingkatkan lagi, khususnya dana yang bersumber dari dalam negeri, dimana dalam usaha tersebut memerlukan dukungan dari setiap daerah yang ada sehingga pembangunan dalam negeri berjalan dengan baik. Kartono (Rivai dkk, 2012:2) berpendapat bahwa Pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan khusus kecakapan disuatu bidang, sehingga dia mampu mempengaruhi orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas tertentu untuk pencapaian satu beberapa tujuan. Menurut Kamarudin,dkk. (2017) sosialisasi perpajakan adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh kantor pajak untuk memberikan informasi pajak guna meningkatkan pengetahuan dan wawasan masyarakat wajib pajak sehingga mampu menumbuhkan kesadaran dalam pemenuhan kewajiban perpajakan. Widjaya (1984 :14) Selanjutnya kesadaran dapat didefinisikan sebagai suatu sikap atau perilaku untuk mengetahui atau mengerti dalam hal ini patuh terhadap peraturan atau ketentuan perundangan yang telah dibuat, juga merupakan sikap atau perilaku mengetahui atau mengerti, taat dan patuh pada adat istiadat dan kebiasaan hidup masyarakat. Berdasarkan penjelasan diatas maka dalam penelitian ini peneliti akan membahas tentang Pengaruh Kepemimpinan Kepala Desa Dan Sosialisasi Pajak Terhadap Kesadaran Masyarakat Membayar Pajak Bumi Dan Bangunan Di Desa Kalondama Barat Kecamatan Pantar Barat Laut Kabupaten Alor. Dengan teknik pengambilan sampel peneliti menggunakan teknik slovin Sehingga diperoleh sampel sebanyak 65 orang dari jumlah populasi sebanyak 184 orang wajib pajak. Teknik pengumpulan data yang dipakai yaitu, data primer yang diperoleh secara langsung dengan melakukan survey lapangan yang mengunakan metode data original lewat pembagian kuesioner pada masyarakat desa Kalondama Barat. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 65 masyarakat wajib pajak. Berdasarkan hasil penelitian analisis lanjutan dalam analisis regresi linear berganda menggunakan SPSS dengan hasil nilai konstanta sebesar 3.972. Hasil Uji T menunjukan bahwa thitung sebesar 3,036 >ttabel sebesar 2,000 maka, H0 di tolak dan Ha diterima sehingga dapat disimpulkan kepemimpinan kepala desa berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesadaran masyarakat. nilai signifikan untuk pengaruh X2 terhadap Y adalah sebesar 0,004 0,05 dan nilai t hitung sebesar 11.176 > nilai t tabel sebesar 2,000 Maka dapat disimpulkan bahwa sosialisasi pajak berpengaruh dan signifikan terhadap kesadaran masyarakat membayar pajak bumi dan bangunan maka Ha diterima dan H0 ditolak. Untuk hasil Uji F dapat diketahui bahwa Fhitung>Ftabel yaitu 60.158 > 2,76 dan tingkat signifikannya adalah 0,000 0,05. Karena nilai f hitung lebih besar dari f tabel dan tingkat signifikannya lebih kecil dari 0,05 yaitu 0,000, maka disimpulkan bahwa kepemimpinan kepala desa dan sosialisasi pajak berpengaruh secara bersama-sama (simultan) terhadap kesadaran masyarakat membayar pajak bumi dan bangunan. Berdasarkan tabel hasil Uji Koefisien Determinasi (R2) dapat diketahui bahwa nilai R square adalah sebesar 0,986 atau 98,8%, maka dapat diartikan bahwa 98 % kesadaran masyarakat dipengaruhi oleh kepemimpinan kepala desa dan sosialisasi pajak. Kata Kunci : Kepemimpinan Kepala Desa, Sosialisasi Pajak Dan Kesadaran Masyarakat
PRISKILA DADDU NGEDI
· Thesis · Open Access
FIGURATIVE LANGUAGE ON JOHN MAYER’S ALBUM THE SEARCH FOR EVERYTHING
ABSTRACT
Priskila Daddu Ngediˡ Erny S. N. Hambandima² Zuvyati A. Tlonaen³
English Education Study Program Faculty of Teacher Training and Education
Artha Wacana Christian University
[email protected]
The title of this writing is “Figurative Language on John Mayer’s Album The Search for Everything”. Song is an example of literary and musical work where the words are performed to express thoughts and feelings. Figurative language is any way of saying other than the ordinary way. Figurative language are quite important to be learned to prevent any misunderstanding. The researcher formulated one research problem to observe and get the data for the research. The research problem is what are types of figurative language found in John Mayer’s song album. The purpose of this research is to identify the types of figurative language in the song lyrics of John Mayer. The researcher used descriptive qualitative method. This research has shown that this album consist of twelve song, because there is only one song that has no song lyrics. Therefore, the songs having lyrics are eleven. The result of this research those eleven songs become the data for this study, there are six types of figurative language, there are 12 data classified as hyperbole for example i have told you that a million times, 10 data belong to paradox for example nobody goes to that restaurant because it is too crowded, 9 data belong to personification for example the stars danced around the night sky, 4 data belong to metaphor for example your diamond eyes amaze me, 6 data belong to symbol for example she is so beautiful like a rose,3 data belong to simile for example the child resembles his father and 5 data belong to verbal irony for example your hand writing is very good that i could not read it.
Key words: Song, Types of Figurative Language
FEBITA LASSA
· Thesis · Open Access
A DESCRIPTIVE STUDY OF HOMONYMY ON AMANUBAN DIALECT OF UAB METO
ABSTRACT
Febita LassaˡErny S. N. Hambandima² Zuvyati A. Tlonaen³
English Education Study Program Faculty of Teacher Training and Education Artha Wacana Christian University
[email protected]
This research was conducted with the title ''A Descriptive Study of Homonimyon Amanuban Dialect of Uab Meto.'' This study aims to the types of homonymy found in Amanuban Dialect of Uab Meto. This research uses descriptive qualitative research design. The instrument used to collect data was an in-depth interview with the community in Nekamese Village, Kie sub-district in analyzing the author's data using the theory of Homophone proposed by Saeed (2009:63). From the results of descriptive data, the author found types dialects of Uab Meto language. After describing Homonyms in the Uab Meto dialect, the author hopes that this research can provide information or knowledge about homonyms in the Uab Meto dialect for the community in Nekamese village, Kie subdistrict, south central Timor regency, must preserve the regional language as one of the cultural treasures that must be preserved.
Keyword: Homonyms, Dialect, Uab Meto.
FINSENSIUS MOA BERO
· Thesis · Open Access
ABSTRAK PENGARUH KOMPENSASI KARYAWAN DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA KOPERASI KREDIT SERVIAM CABANG OEBUFU KOTA KUPANG
Sumber daya manusia merupakan salah satu komponen yang sangat penting bagi keberlangsungan hidup manusia. Adanya sumber daya manusia dapat menunjang kepentingan suatu kelompok atau organisasi tertentu dalam usaha mencapai suatu tujuan. Sumber daya manusia secara umum biasanya digunakan dalam suatu perusahaan untuk mencapai tujuan dari perusahaan tersebut. Dalam mencapai tujuan tersebut , suatu organisasi dalam hal ini perusahaan harus mampu menciptakan karyawan yang memiliki kinerja kerja yang dapat digunakan sebagai penghantar dalam mencapai suatu tujuan. Oleh karena itu dalam suatu perusahaan atau organisasi tertentu pastinya memiliki suatu kompensasi dan juga disiplin kerja yang baik untuk mencapai sebuah tujuan. Kompensasi dan juga disiplin kerja yang ditentukan atau ditetapkan oleh tiap-tiap perusahaan maupun organisasi tertentu dapat menjadi penentu sumber daya manusia yang kemudian dapat dipertanggungjawabkan dengan baik atau malah sebaliknya.
Permasalahan mengenai kompensasi merupakan hal yang cukup rumit sehingga setiap perusahaan seharusnya memiliki cara sendiri untuk menetapkan kompensasi yang sesuai.Kompensasi merupakan sesuatu yang diterima karyawan sebagai pengganti kontribusi jasa mereka pada perusahaan. pemberian kompensasi merupakan salah satu pelaksanaan fungsi MSDM yang berhubungan dengan semua jenis pemberian penghargaan individualsebagai pertukaran dalam melakukan tugas keorganisasian (Veitzal dan Sagala, 2009:741).Di dalam kompensasi terdapat sistem insentif yang menghubungkan kompensasi dengan kinerja. Dengan kompensasi kepada pekerja diberikan penghargaan berdasarkan kinerja dan bukan berdasarkan senioritas atau jumlah jam kerja. Werther dan Davis 1996: 408 dalam (Wibowo, 2012:348).
Menurut Handoko (2001) dalam Sinambela (2016:334) Disiplin adalah kesediaan seseorang yang timbul dengan kesadaran sendiri untuk mengikuti peraturan-peraturan yang berlaku dalam organisasi. Disiplin merupakan sikap hormat yang ada dalam diri karyawan, yang mem buat ia dapat menyesuaikan diri dengan sukarela patuh terhadap peraturan dan ketetapan perusahaan (Sutrisno, 2009:92). Menurut Ardana, Mujiati dan Utama (2012:134) disiplin kerja adalah suatu sikap menghormati, menghargai, patuh, dan taat terhadap peraturan-peraturan yang berlaku, baik yang tertulis maupun tidak tertulis serta sanggup menjalankannya dan tidak mengelak untuk menerima sanksi-sanksinya. Menurut Sutrisno (2009:90) dalam menerapkan disiplin kerja perusahaan harus membuat peraturan yang bersifat jelas, mudah dipahami dan adil, yaitu berlaku bagi pimpinan yang tertinggi maupun bagi karyawan yang terendah.
Kinerja karyawan sering diartikan sebagai pencapaian tugas seseorang dalam bekerja. Pencapaian tersebut harus sesuai dengan kriteria kerja yang telah ditetapkan dalam rangka mencapai tujuan organisasi. Pencapaian setiap individu berbeda tergantung kepada kemampuan masing-masing individu Menurut Simanjuntak (2015) dalam Rivai (2015:406) kinerja adalah tingkat pencapaian hasil atas pelaksanaan tugas tertentu. Menurut Mangkunegara (2013:67) Kinerja merupakan hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadannya. Sedarmayanti (2010:176) menyatakan bahwa kinerja adalah hasil kerja seorang pekerja, sebuah proses manajemen atau suatu organisasi secara keseluruhan dimana hasil kerja tersebut harus dapat ditunjukan buktinya secara konkrit dan dapat diukur atau dibandingkan dengan standar yang telah ditentukan.
Berdasarkan Penjelasan diatas tersebut maka dalam penelitian ini peneliti akan membahas Pengaruh Kompensasi Karyawan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada Koperasi Kredit Serviam Cabang Oebufu Kota Kupang. Dalam penelitian ini metode yang digunakan peneliti adalah metode kuantitatif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh Karyawan koperasi Kredit Serviam Cabang Oebufu Kota Kupang berjumlah 23 orang dan sampel pada penelitian ini berjumlah 23 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada responden. Teknik analisis data yang peneliti gunakan pada penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pengaruh Kompensasi Karyawan Disiplin Kerja terhadap kinerja karyawan, peneliti menggunakan Uji Analisis Regresi Linear Berganda, Uji Parsial (Uji T), dan Uji Simultan) dan Uji Koefisien Determinasi (R2). Dari hasil penelitian yang dilakukan, peneliti dapat menyimpulkan bahwa Secara parsial Kompensasi Karyawan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada Koperasi Kredit Serviam Cabang Oebufu Kota Kupang dan Disiplin Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada Koperasi Kredit Serviam Cabang Oebufu Kota Kupang. Sedangkan secara simultan Kompensasi Karyawan dan Disiplin Kerja berpengaruh positif dan signifikan secara Bersama-sama terhadap kinerja karyawan pada Koperasi Kredit Serviam Cabang Oebufu Kota Kupang. Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil pengujian yang didapati dari Hasil analisis regresi linear berganda dengan konstanta a sebesar 34, 121 sedangkan koefisien regresi b1 = 0,093 dan b2 = 0,386. Dengan demikian persamaan regresi linear berganda yang memperlihatkan pengaruh kompensasi Karyawan (X1) dan Disiplin Kerja (X2) terhadap kinerja karyawan adalah sebagai berikut : Y = 34,121+ 3,050 (X1) + 3,210 (X2)
selain itu hasil Uji Hipotesis pertama yaitu ada pengaruh variabel Kompensasi Karyawan (X1) terhadap variabel kinerja karyawan (Y). diketahui bahwa untuk variabel Kompensasi Karyawan (X1) di temukan t hitung = 3,525 lebih besar dari t tabel = 2, 06866 dan tingkat signifikan = 0,002. Oleh karna itu nilai Sig. < 0,05 maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1 ≠ 0) diterima yaitu variabel Kompensasi Karyawan (X1) berpengaruh secara positif dan signifikan secara parsial terhadap variabel kinerja karyawan (Y). Berikut hasil Uji hipotesis kedua yaitu ada pengaruh Disiplin Kerja (X2) terhadap kinerja karyawan (Y). diketahui bahwa variabel Disiplin Kerja (X2) ditemukan t hitung = 3,525 lebih besar dari t tabel = 2, 06866 dan tingkat sig. = 0,003. Oleh karna nilai sig < 0,05 maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1 ≠ 0) diterima yaitu variabel disiplin kerja (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel kinerja karyawan (Y). untuk hasil uji F didapati F hitung = 2,698 lebih besar dari F tabel = 3,49 dan tingkat Sig = 0,000 oleh karna itu nilai Sig < 0,05 maka Ho (b1 =0) ditolak dan Ha (b1 ≠ 0) diterima Kompensasi Karyawan (X1) dan variabel disiplin kerja (X2) memiliki pengaruh positif dan signifikan secara simultan terhadap variabel kinerja karyawan (Y). Dan terakhir berdasarkan perolehan hasil Uji koefisien determinasi (R2) adalah 0,527atau 52,7%. Hal ini berarti besar pengaruhnya kompensasi Karyawan dan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan adalah 52,7%. Sedangkan pengaruh sebesar 47,3%disebabkan oleh factor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Kata Kunci : Kompensasi Karyawan, Disiplin Kerja, Kinerja Karyawan
ANJALINA MARTINS NAIBUTI
· Thesis · Open Access
ABSTRAK
EVALUASI PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN PADA USAHA KECIL DAN MENENGAH KERAJINAN KAIN TENUN IKAT BIA BEREK
DI ATAMBUA
NAMA : ANJALINA MARTINS NAI BUTI
NIM : 17192542
Masalah dalam penelitian ini adalah Penyusunan Laporan Keuangan Pada Usaha Kecil dan Menengah Kerajinan Tenun Ikat Bia Berek tahun 2021.Adapun persoalan yang diangkat adalah Bagaimana penyusunan laporan keuangan pada usaha kecil dan menengah kerajinan kain tenun ikat bia berek tahun 2021. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyusunan laporan keuangan pada tenun ikat bia berek tahun 2021.Adapun konsep dari penelitian ini adalah mengevaluasi penyusunan laporan keuangan berdasarkan SAK-EMKM. SAK-EMKM adalah suatu standar yang disusun oleh IAI (Ikatan Akuntan Indonesia)untuk memenuhi persyaratan akuntansi dalam pelaporan keuangan entitas mikro, kecil dan menengah (EMKM) (IAI, 2021). Standar ini diperuntukkan bagi pengusaha yang tidak atau belum mampu memenuhi persyaratan akuntansi dalam SAK Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (ETAP).
Populasi dalam penelitian ini adalah Usaha Tenun Ikat Bia Berek Di Kota Atambua. Sampel dalam penelitian ini adalah Laporan keuangan usaha Tenun Ikat Bia Berek tahun 2021.Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha Tenun Ikat Bia Berek tidak menggunakan penyusunan laporan keuangan yang sesuai, perhitungannya terbilang sederhana pencatatan yang dilakukan atas dasar hasil pemahaman usaha sendiri. Penyusunan laporan keuangan yang dilakukan pemilik usaha Tenun Ikat Bia Berek cukup baik, akan tetapi belum mencerminkan posisi keuangan secara baik sesuai standar akuntansi.
Kata Kunci : SAK-EMKM, Laporan Keuangan.