RONALDO DE BRITTO FALLO
2021 · Thesis · Open Access
Garam merupakan salah satu kebutuhan pelengkap dari kebutuhan pangan dan merupakan sumber elektrolit bagi tubuh manusia. Kelompok usaha garam Tiberias merupakan salah satu kelompok usaha garam yang terletak di Kelurahan Oesapa Barat Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang. Kelompok usaha garam ini berdiri sekitar tahun 1980, pada saat itu, kelompok masak garam ini menggunakan bahan baku dari tanah tambak. Pada tahun 1985 Dinas Perikanan Provinsi Kupang mengadakan pembuatan tambak garam di Kelurahan Oesapa Barat, sehingga kelompok usaha garam tersebut mulai mengenal garam krosok/garam mentah dan mulai menggunakan bahan baku untuk produksi garam masak tradisional dari garam krosok/garam mentah sampai saat ini. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan April-Mei 2021 di Kelurahan Oesapa Barat, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang untuk lokasi survei dan pengambilan sampel, sedangkan pengujian kadar air, natrium klorida (NaCl), iodium, magnesium (Mg) dan kalsium (Ca) di Laboratorium PT. Saraswanti Indo Genetech, Bogor. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif dengan analisis data menggunakan metode deskriptif komparatif. Hasil penelitian mutu garam menggunakan alat masak tradisional pada kelompok Tiberias, di Kelurahan Oesapa Barat, Kota Kupang yaitu kadar air memenuhi SNI 3556-2016 dan SNI 4435-2017, kadar NaCl belum memenuhi SNI 3556-2016 tetapi memenuhi SNI 4435-2017 dan tergolong pada garam K2 (garam kualitas sedang), kadar iodium tidak memenuhi SNI 3556-2016, kadar magnesium sebesar 183,71 mg/100 g dan kadar kalsium sebesar 503,70 mg/100 g.
ROLEN YALDIVILMON ANABOKAY
2021 · Thesis · Open Access
Kappaphycus alvarezzi merupakan salah satu jenis rumput laut yang sering dimanfaatkan dalam industri non-pangan seperti industri farmasi dan kosmetika karena kandungan antioksidannya mampu berfungsi sebagai pelindung dari sinar ultraviolet yang dapat merusak kulit. Salah satu produk non-pangan yang sering dibuat dari rumput laut ialah produk sabun padat. Studi karakteristik sabun padat yang diproses dengan persentase bubur rumput laut Kappaphycus alvarezii dan sari daun kelor (Moringa oliefera, Lamk) yang berbeda dirancang menurut pola percobaan faktorial dengan rancangan acak lengkap (RAL). Perlakuan yang dikenakan terdiri dari 2 Faktor yaitu: Faktor A (Persentase bubur rumput laut Kappaphycus alvarezzi) dan Faktor B (Persentase sari daun kelor). Faktor (A) persentase bubur rumput laut terdiri dari 2 taraf yaitu: A1 (10%) dan A2 (15%). Faktor (B) persentase sari daun kelor terdiri dari 3 taraf yaitu: B1 (10%), B2 (20%) dan B3 (30%) dengan dua kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai pH sabun berkisar antara 8,95-9,85. Stabilitas busa sabun padat berkisar antara 55,78%- 77,86%. Kadar air pada sabun berkisar antara 13,40%- 15,83% dan tingkat penerimaan panelis pada warna sabun berkisar antara 6,44- 8.00 sedangkan nilai pada parameter aroma berkisar dari 6,70- 8,94 dengan kategori suka sampai kategori sangat suka. Sabun padat yang memenuhi SNI 3532-2016 dan Dragon (1969) ialah sabun padat dari kombinasi perlakuan bubur rumput laut 15% dan sari daun kelor 10%.
MAGDALENA ROSIANA TUPA
2021 · Thesis · Open Access
MAGDALENA ROSIANA TUPA (17392122). Karakterisasi dan Identifikasi Bakteri Ice-ice Penyebab Penurunan Mutu Bahan Baku Rumput Laut Kappaphycus alvarezii dan Eucheuma denticulatum. Di bawah bimbingan : Yunialdi H. Teffu, S.Pi, M.Si sebagai Pembimbing I dan Wilson L. Tisera, S.Pi, M.Si, Ph.D sebagai Pembimbing II. Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang Penyakit ice-ice menyebabkan penurunan produksi dan mutu bahan baku pangan, tidak hanya menurunkan hasil panen (60-70%) tetapi dapat menyebabkan gagal panen. Jenis bakteri patogen yang berpotensial menyebabkan penyakit ice-ice pada rumput laut adalah bakteri Vibrio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa angka lempeng total paling tinggi pada K.alvarezii Sulamu 4,5 X 106 dan paling rendah air laut 1 X 102 dan karakterisasi dari bakteri Vibrio ialah memiliki motil, memfermentasi glukosa dan mampu hidup pada NaCl 2-8%, bakteri yang teridentifikasi berdasarkan Bergey’s Manual Of Determinative Bacteriology yang terserang rumput laut pada penyakit ice-ice dengan kemiripan bakteri Vibrio alginolyticus 94-100%, Vibrio harveyi 91-100%, Vibrio vulnificus 94-97%, Vibrio fulvialis 97%, Vibrio metchnikovii 91-97%, Vibrio. Furnissii 91-94% dan Vibrio damsela 91% yang merupakan bakteri patogen, dapat menurunkan kualitas dari hasil panen bahan baku rumput laut. Pengukuran parameter lingkungan, suhu 27°C, 28°C dan 25°C, kecepatan arus 0.12 m/s, 0,21 m/s dan 0.13 m/s dan nilai pH 8
YOHANES PETERSON KADHA
2021 · Thesis · Open Access
Abstrak YOHANES PETERSON KADHA (14380090). Analisis Pendapatan Nelayan Tradisional di Desa Soliu Kecamatan Amfoang Barat Laut Kabupaten Kupang. ALFRED G.O KASE, S.Pi, M.Si dan ROCKIE R. L. SUPIT, S.Pi, M.Si sebagai Pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Masyarakat nelayan secara umum masih menggunakan alat tangkap tradisional yang diwariskan oleh nenek moyang mereka. Kemiskinan nelayan terjadi karena keterbatasan akses nelayan terhadap hak penguasaan sumberdaya perikanan. Teknologi penangkapan menjadi kunci bagi keberhasilan nelayan dalam berusaha, bagi masyarakat nelayan yang terpenting adalah mendapatkan hasil tangkapan sebanyak mungkin, tetapi kondisi yang didapat selama ini bahwa tingkat produktivitas bagi masyarakat nelayan khususnya di bidang perikanan masih sangat rendah, rendahnya tingkat produktivitas tersebut dipengaruhi oleh rendahnya penguasaan akan teknologi. Masyarakat pesisir Desa Soliu merupakan masyarakat yang mayoritas penghasilannya sehari-hari dari hasil laut. Penghasilan nelayan sudah bergantung kepada hasil tangkapan namun dari itu sedikit akan menurun secara drastis karena pekerjaan sampingan pun tidak dapat memberikan jaminan untuk mencukupi kebutuhan hidup. Nelayan Desa Soliu pada saat ini masih banyak yang menggunakan alat tangkap tradisional dalam menangkap ikan, sehingga hasil tangkapan kurang maksimal. Pada umumnya nelayan Desa Soliu masih mengalami keterbatasan teknologi penangkapan dan modal usaha, dengan alat tangkap yang sederhana dan wilayah operasi yang terbatas serta tidak semua nelayan memiliki alat tangkap sendiri sehingga mereka harus bergantung kepada orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan nelayan tangkap tradisional di Desa Soliu, Kecamatan Amfoang Barat Laut, Kabupaten Kupang. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan September 2020 di Desa Soliu, Kecamatan Amfoang Barat Laut, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan mengkaji hal-hal yang berhubungan dengan pendapatan nelayan tangkap tradisional di Desa Soliu, Kecamatan Amfoang Barat Laut, Kabupaten Kupang. Usaha penangkapan ikan yang dilakukan oleh nelayan Desa Soliu tergolong menguntungkan dengan total keuntungan sebesar Rp. 1.283.851 per bulan. Berdasarkan hasil perhitungan BEP Produksi sebesar 14,30 kg, BEP Harga sebesar Rp. 0,46, nilai ROI sebesar 0,64%, nilai R/C Rasio sebesar 1,06 sehingga usaha tersebut layak untuk dikembangkan.
ARSO SARGOSA SAU
2021 · Thesis · Open Access
ARSO SARGOSA SAU (15380136). Analisis Pendapatan Nelayan Tangkap Jaring Insang (Gill Net) Di Kecamatan Borong Kabupaten Manggarai Timur WILSON L. TISERA., S.Pi M. Si, Ph.D dan DONNY M. BESSIE.,S.Pi, M.Si, sebagai pembimbing I dan II Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan,Universitas Kristen Artha Wacana Kupang Jaring insang gill net merupakan alat tangkap yang sebagian besar digunakan oleh nelayan di Kecamatan Borong. Demikian kajian tentang analisis pendapatan nelayan tangkap jaring insang gill net yang diangkat dari jumlah produksi hasil rangkapan dan biaya operasional, harga jual yang dikeluarkan penting untuk dilaksanakan. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui berapa besar pendapatan nelayan tangkap pada usaha perikanan Jaring Insang (Gill Net) di Kecamatan Borong Kabupaten Manggarai Timur. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survey dan metode deskriptif, data skunder yang diperoleh dari instansi terkait. Hasil penelitian ini menujukan besarnya jumlah rata-rata hasil tangkapan nelayan jaring insang gill net di Kecamatan Borong 1,950 kg/bulan besarnya rata-rata total biaya yang dikeluarkan pada usaha nelayan tangkap jaring insang gill net di Kecamatan Borong sebesar Rp. 13.212.766/ bulan, dan rata-rata pendapatan bersih nelayan tangkap jaring insang gill net di Kecamatan Borong sebesar Rp 19.287.270/ bulan
REYNALD ADYTHYA KIA
2021 · Thesis · Open Access
REYNALD ADHITHYA KIA (14380076). Analisis Kandungan Pigmen Alga Coklat Padina Australis Di Perairan Pantai Bolok Nusa Tenggara Timur: Alfred G. O. Kase, S.Pi, M.Si, Ph.D sebagai pembimbing I dan Imanuel J. Emola, S.Pi, M.Si sebagai pembimbing II. Program studi manajemen sumberdaya perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Padina australis merupakan spesies alga dari divisi Phaeyophyta (ganggang coklat) yang pada umumnya tersebar di perairan laut, mulai perairan laut dangkal hingga perairan dalam. Ganggang ini memiliki bentuk lembaran yang lebar berwarna coklat transparan. Ganggang ini berwarna coklat karena di dalam thalusnya terkandunga pigmen fikosantin dan xantofil. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi pigmen yang diekstrak pada alga coklat P. australis yang diambil di perairan pantai Bolok. Penelitian ini telah dilaksanakan di laboratorium Biologi, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode survei, metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dan metode Spektrofotometer. Berdasarkan hasil penelitian, jenis pigmen yang teridentifikasi pada alga coklat P. australis yaitu klorofil a, klorofil b, karotenoid (karoten dan xantofil) dan feofitin a. Melalui uji KLT di temukan delapan fraksi warna, yang dihitung nilai Rf-nya, (Retention faktor): fraksi pertama warna kuning dengan nilai Rf 0,98, fraksi kedua warna kelabu dengan nilai Rf 0,48, fraksi ketiga warna hijau kecoklatan dengan nilai Rf 0,4, fraksi keempat warna hijau kecoklatan dengan nilai Rf 0,32, fraksi kelima warna hijau dengan nilai Rf 0,26, fraksi keenam warna hijau dengan nilai Rf 0,24, fraksi ketujuh warna hijau dengan nilai Rf 0,2 dan fraksi kedelapan warna kuning-orange dengan nilai Rf 0,16. Hasil spektofotometer kedelapan fraksi bekisar pada 200-350 nm dan hasil spektrofotometer ekstrak total ada pada kisaran 270-500 nm. Kata kunci: Padina australis, Kromatografi Lapis Tipis, Spektrofotometer, Pigmen, Pantai Bolok.
KORNALIA ATAMAI
2021 · Thesis · Open Access
Pulau Semau adalah sebuah pulau yang terletak di antara teluk Kupang dan pulau Rote. Yang dikenal dengan sebutan Nusa Bungtilu yaitu pulau bunga tiga warna. Orang-orang Helong Bungtilu khususnya Jemaat GMIT Sonaf Neka Huilelot begitu memelihara budaya mereka, sehingga mereka tidak membiarkan kebudayaan mereka memudar apalagi sampai punah. Semua tradisi sejak kelahiran hingga kematian bahkan aspek kehidupan mereka masih dipertahankan dan terus dilakukan hingga saat ini. Pergumulan yang dihadapi oleh Jemaat Sonaf Neka Huilelot tidak hanya menyangkut pertumbuhan rohani melainkan juga menyangkut hal-hal yang menyangkut jasmani. Gereja hadir dengan melihat potensi-potensi yang ada dan memperdayakannya menjadi kekuatan untuk terlepas dari lingkaran hambatan yang ada. Nehe tuan adalah sebuah tradisi yang dilakukan oleh suku Helong dalam urusan adat perkawinan yang di dalamnya dapat melibatkan keluarga laki-laki dan perempuan. Untuk seluruh urusan adat yang berlangsung di atas nehe tuan akan dipimpin oleh Kaka Ama. Jemaat juga mendukung adanya nehe tuan dalam suku Helong karena ada sejumlah nilai-nilai positif yang dapat mendukung pelayanan dalam jemaat. Oleh karena itu nehe tuan masih terus digunakan sampai saat ini karena memilki nilai persaudaraan, solidaritas dan rasa saling memiliki. Ada pula tema-tema dominan yang terdapat dalam tradisi nehe tuan yakni adanya identitas tentang asal-usul Suku Helong ,terjalinnya sebuah hubungan persaudaraan/peresekutuan dan adanya nilai kesetaraan yang terjalin dengan baik. Nehe tuan merupakan warisan budaya leluhur yang terus dipraktekkan dan dilaksanakan oleh masyrakat Helong Bungtilu di desa Huilelot sampai saat ini. Tradisi nehe tuan yang dimaksudkan untuk memperhatikan sesama dengan menjalin dan memperat hubungan persaudaraan/persekutuan serta kesetaraan diantara mereka. Tradisi ini juga memiliki nilai dan makna yang baik yaitu memberikan dukungan dan perhatian kepada sesama keluarga, sikap saling menghargai, menghormati serta mengasihi. Inilah yang membuat mereka mempertahankan tradisi ini. Untuk itu dalam upaya kontekstualisasi, penulis menggunakan pendekatan yang diajukan oleh Stephan Bevans, yaitu Model Antropologis. Karena dengan model ini menolong penulis dalam menanggapi makna dan isi dari budaya tersebut. Pembahasan mengenai persaudaraan/persekutuan, dan kesetaraan yang ada dalam tradisi nehe tuan, diharapkan memberikan sumbangsi yang baik bagi wilayah pelayanan Semau Tengah Utara, khususnya Jemaat GMIT Sonaf Neka Huilelot.
SIMSON TEFBANA
2021 · Thesis · Open Access
Jemaat GMIT Talenalain Manulai I merupakan salah satu persekutuan Jemaat Tuhan yang berada di wilayah Klasis Kupang Barat, dan berdomisili di Desa Manulai I. Kehadiran pertambangan membawa dampak bagi perubahan lingkungan hidup di wilayah pelayanan Jemaat Talenalain. Demi kelancaran pertambangan hutan sebagai tempat hidup flora dan fauna, serta sebagai penghasil oksigen menjadi rusak. Aktivitas pertambangan menghasilkan abu yang bertebaran di udara dan mengakibatkan jemaat setempat mengalami gangguan kesehatan. Aktivitas pertambangan juga menghadirkan ancaman longsor bagi anggota jemaat. Kerusakan lingkungan hidup yang terjadi di wilayah pelayanan Jemaat GMIT Talenalain Manulai I disebabkan oleh budaya antroposentris. Budaya antroposentris membuat masyarakat setempat melihat alam dan kehidupan lainnya sebagai barang kepemilikan pada kenyataanya mengutamakan subyektivitas untuk kepentingan hidup manusia. Dari paham tersebut menjadikan lingkungan hidup digarap yang kemudian menjadi rusak, dan sekaligus membawa dampak buruk bagi kehidupan. Konteks kemiskinan juga merupan wajah dari budaya antroposentris yang menjadi penyebab kerusakan lingkungan hidup. Anggota jemaat yang rata-rata adalah petani yang penghasilan sehari-hari tidak menentu. Tidak terpenuhinya tuntukan akan kebutuhan hidup, pada akhirnya mengijinkan pertambangan menjadi solusi agar kebutuhan ekonomi tertolong. Pandang Alkitab serta pendekatan yang diberikan terhadap lingkungan hidup ternyata teosentris dan bukan antroposentris. Lingkungan hidup adalah ciptaan Allah yang sejak permulaan dipelihara dan ditata-Nya, Dia memelihara dan menata alam maka Gereja turut mendapat peran istimewa itu dalam penataan lingkungan hidup ciptaan Allah. Gereja harus lebih menyadari keterpanggilannya. Gereja harus menjadi tempat yang paling aman untuk seluruh ciptaan. Praktik gereja dapat disertakan penanaman paham dari antroposentris ke teosentris, dengan begitu jemaat dan masyarakat dapat bertumbuh dengan pemaham teseontris yang lebih menata alam. Pelayanan gereja bagi kemiskinan bisa dimulai dengan ekonomi hijau. Keadaan anggota jemaat yang rata-rata adalah petani menjadi peluang gereja untuk meningkatkan pendapatkan ekonomi. Lahan-lahan yang ada tidak perlu lagi diperuntukan untuk pertambangan, tetapi lahan itu bisa dijadikan area pertanian yang hasilnya dapat membantu meningkatkan ekonomi jemaat dan sekaligus selaras alam.
MARIA SERAN
2021 · Thesis · Open Access
Emile Durkheim merupakan Sosiolog besar yang berpengaruh pada perkembangan ilmu sosial. Sama seperti Karl Max dan Weber, Durkheim hidup dalam masa peralihan sosial dan krisis di Eropa akibat revolusi industri. Revolusi industri inilah yang menjadi penggerak pemikirannya tentang fungsi sosial agama. Kerangka teori berpikir Durkheim terletak pada makna penting struktur masyarakat, interaksi dan kelembagaan sosial untuk melihat dan mempelajari masyarakat. Bagi Durkheim, agama adalah produk sosial masyarakat yang dijadikan standar moralitas bersama atau membangkitkan prinsip solidaritas bersama. Teori Durkheim terkait agama sebagai perekat sosial, penulis angkat dan dialogkan dengan konteks Klasis TTU yang menghadapi kesenjangan sosial. Untuk mendialogkan serta mendekati masalah tersebut, penulis menggunakan metode penelitian kualitatif khususnya studi pustaka serta melakukan wawancara beberapa pihak terkait. Metode penulisan yang digunakan ialah metode deskriptif dengan pendekatan deduktif juga menganalisis berdasarkan pemikiran beberapa ahli. Berdasarkan pola serta metode yang digunakan, penulis mendapati bahwa peran agama sebagai fungsi sosial di wilayah Klasis TTU belum optimal. Terlihat dari data-data serta isu-isu sosial yang masih kuat di Kabupaten Kefamenanu, serta kaum Katolik sebagai mayoritas yang mendominasi. Sehingga agama sebagai perekat sosial menjadi pergumulan Klasis TTU sebagai bagian di dalam Kabupaten Kefamenanu. Penulis kemudian melakukan refleksi Sosio Teologis dalam Injil Mat. 22: 34-40. Penulis mendapati bahwa di tengah kesenjangan sosial, Yesus merekatkan dengan kehadiranNya bagi semua orang di mana Ia dibutuhkan. Yesus menunjukkan bahwa kasih melampui segala kesenjangan yang terjadi. Kasih melampui batas-batas sosial, karena kasih tidak pernah terbatas. Sehingga dengan mengasihi sesama, manusia telah mengasihi Allah (Mat. 22:36-40).
DELSI MARTHA CHRISTIANA NUNNENO
2021 · Thesis · Open Access
Korupsi adalah salah satu masalah sosial yang terjadi di hampir seluruh lapisan masyarakat.Hal ini membuat korupsi dikategorikan sebagai kejahatan luar biasa (Extraordinary Crime).Penyebarannya sistematis mulai dari pusat sampai ke daerah-daerah dan desa-desa bahkan melibatkan pilar utama kekuasaan bangsa yakni Legislatif, Eksekutif dan Yudikatif. Di NTT sendiri tak perlu diulang-ulang karena hampir setiap hari kita membaca di surat kabar maupun secara online. Gereja khususnya GMIT terpanggil secara aktif untuk melibatkan diri dan memiliki kepekaan dalam usaha memberantas masalah-masalah ini terutama dalam realitas sosial. Penulis dalam mengkaji masalah ini menggunakan metode penelitian kualitatif khususnya studi pustaka. Jon Sobrino melihat bahwa gereja harus turut ambil bagian dalam mengatasi masalah-masalah sosial yang terjadi di masyarakat.Namun ketelibatan gereja bukan hanya keterlibatan humanis semata tetapi juga keterlibatan teologis.Ia berangkat dari konteks Amerika Latin khususnya El Salvador dan mengantarkannya untuk berbicara mengenai Yesus yang Solider.Penulis mengaitkan konsep ini dengan pemikiran J.B. Banawiratma mengenai proses Teologi Sosial untuk dianalisis melalui empat aspek teologi Sosial yaitu aspek sosial, kultural, historis dan personal. Analisis ini menghasilkan tiga pokok penting tentang solidaritas menurut Sobrino yaitu sumber dari solidaritas adalah realitas, solidaritas terbentuk dari iman komunitas dan bukan individu dan Yesus dari Nazaret menjadi titik tolak melakukan solidaritas. Penulis kemudian melakukan refleksi teologis dan mengaitkan dengan teks Lukas 4:16-21 yang merupakan bagian cerita tentang Yesus yang ditolak di Nazaret. Teks ini membuktikan bahwa Allah selalu melihat realitas. Ia mengutus anak-Nya untuk memberitakan kabar baik ke dalam realitas hidup manusia yang penuh ketidakadilan dan keputusasaan.Kabar baik adalah juga kehadiran untuk orang miskin, orang-orang tawanan, orang-orang buta dan yang tertindas. Artinya bukan hanya mengenai kabar baik lewat pemberitaan firman atau lewat perkataan tetapi aksi nyata yang kita lihat lewat pengajaran, penyembuhan dan mujizat yang dibuat Yesus.Namun gereja mesti juga menjaga sikap kritis atas realitas yang dihadapi. Gereja yang bercermin dari Yesus juga harus menyadari bahwa ia sama seperti Yesus berbeda dari dunia. Namun terlepas dari perbedaan itu, gereja lahir di dalam realitas dunia, maka gereja tidak dapat mengabaikan tugas panggilannya di dunia. Ini berarti khotbah atau pelayanan nyata yang diberikan gereja boleh sama tetapi punya nilai dorong yang berbeda.
SOLEMAN LANMAI
2021 · Thesis · Open Access
Abstrak
SOLEMAN LANMAI (15380031) Struktur Komonitas Mangrove di Desa Aimoli, Kecamatan Alor Barat Laut , Alfred G. O, S. Pi, M, Si, Ph,D., Imanuel J Emola, S.Pi, M,Si. Sebagai pembimbing I dan pembimbing II Program Studi Manajemen Sumberdaya Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Krinsten Artha Wacana Kupang.
Manggrove atau hutan mangrove merupakan komunitas vegetasi pantai tropis dan sub tropis yang didominasi oleh beberapa jenis pohon mangrove yang mampu tumbuh dan berkembang pada daerah pasang surut pantai berlumpur dan berpasir.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Struktur Komonitas Manggrove di Desa Aimoli, Kecamatan Alor Barat Laut Kabupaten Alor dengan mengunakan metode purposive sampling dan observasi (pengamatan secara langsung di lapangan) sedangkan pengambilan contoh dilakukan mengunakan metode petak contoh dimana unsur-unsur populasi atau vegetasi mangrove digolongkan berdasarkan tingkat kerpatan atau ketebalan mangrove. Metode pengambilan contoh dilakukan mengikuti pendekatan petak contoh yang berada pada garis contoh yang beradap ada garis transek yang ditarik melewati wilayah ekosistem mangrove.Data yang di ambil adalah jenis-jenis mangrove yang dibedakan antara pohon, anakan dan semai. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan menggunakan analisis komunitas (kerapatan jenis, kerpatan relative, frekuensi jenis, frekuensi relative, penutupan jenis penutupan relative, indeks keanekaragaman, dan indek nilai penting). Berdasarkan hasil penilitian ditemukan 4 jenis mangrove padalokasi pengamatan Rhizophora apiculata, Rhzophora mucronata, Bruguieragi mnorrizha, dan Avecenia alba dari keempat jenis yang memiliki nilai tertinggi Rhizophora apiculata memiliki nilai tertinggi dari tingkat kerpatan jenis, kerapatan relatif, frekuensi jenis, frekuensi, relative, penutupan jenis ,penutpan relative, keanekaragaman dan indeks nilai penting.
Kata Kunci :struktur, komunitas, mangrove, kerapatan, INP. Desa Aimoli.
YASNI SURYANI UFI
2021 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Pengaruh Variasi Konsentrasi Hasil Fermentasi Kotoran Sapi Terhadap Perkecambahan Dan Pertumbuhan Tanaman Kopi Robusta (Coffea canephora). Ufi, Y, S.)* Solle, H R. L.)** Nitsae, M.)** Kopi merupakan tanaman perkebunan yang menjadi komoditas pertanian yang berperan penting dalam mendukung kehidupan perekonomian masyarakat. Faktor yang menjadi permasalahan dalam budidaya tanaman kopi adalah tanah yang kurang subur sehingga dapat menyebabkan rendahnya produktivitas dan mutu tanaman kopi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi hasil fermentasi kotoran sapi terhadap perkecambahan dan pertumbuhan tanaman kopi robusta (Coffea canephora). Penelitian deskriptif kuantitatif ini terdapat 4 perlakuan termasuk kontrol, yaitu N_0 (Kontrol), N_1 (50ml HFKS + 250ml air), N_2 (100ml HFKS + 250ml air), N_3 (150ml HFKS + 250ml air) Setiap perlakuan terdiri dari tiga ulangan. Parameter pengamatan meliputi daya kecambah, laju perkecambahan, tinggi tanaman, dan jumlah daun. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis deksriptif. Berdasarkan hasil penelitian, pemberian variasi konsentrasi hasil fermentasi kotoran sapi berpengaruh signifikan terhadap daya kecambah, laju perkecambahan, tinggi tanaman, dan jumlah daun, dimana konsentasi terbaik pada perlakuan N_3 (150ml HFKS + 250ml air) nilai terbaik masing-masing parameter uji adalah rata-rata daya kecambah 12,05 %, rata-rata laju perkecambahan 16,00 hari, rata-rata tinggi tanaman 12,05 cm, rata-rata jumlah daun 4,00 helai. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pemberian hasil fermentasi kotoran sapi memberikan pengaruh signifikan terhadap perkecambahan dan pertumbuhan tanaman kopi robusta (Coffea canephora) Kata Kunci : Benih, Kopi Robusta (Coffea canephora), Fermentasi, Kotoran Sapi Keterangan: )* Penulis )** Pembimbing
TINI MARGARITA TALAN
2021 · Thesis · Open Access
ABSTRAK
UJI KUALITAS AIR PADA SUMBER MATA AIR SUMUR BOR DI DESA BAUMATA TIMUR KECAMATAN TAEBENU KABUPATEN KUPANG
Talan M. T.)* Mauboy S. R.)** Nitsae, M.)**
Air adalah Substansi yang memungkinkan terjadinya kehidupan seperti yang ada di bumi. Penggunaan air untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia, mulai dari kebutuhan langsung seperti air minum, mandi, mencuci, irigasi, pertanian, perternakan, perikanan dan rekreasi. Air bersih harus memenuhi syarat kesehatan berupa faktor fisika, Kimia maupun Biologi. Penelitian ini bertujuan untuk Mengkaji Kualitas Air Pada Sumber Mata Air Sumur Bor Di Desa Baumata Timur Kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang dengan menggunakan parameter Fisika, kimia dan biologi dibandingkan dengan PP No 82 tahun 2001 berdasarkan kelas 1. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Deskriptif Kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian dilihat dari parameter yang digunakan, TSS dari kedua Sumur Bor Bilamun dan Putun melebihi standar baku mutu, sedangakan Suhu, TDS, pH, dan total colifrom dari kedua Sumur Bor memenuhi Standar Baku Mutu air yang telah ditetapkan pada PP No 82 tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas air berdasarkan kelas 1. Maka demikian hasil penelitian pada kedua Sumur Bor Bilamun dan Putun dapat digunakan sebagai air baku mutu menurut PP No 82 tahun 2001 tentang pengelolaan kualitas air sesuai perumtukannya.
Kata kunci : Kualitas Air Sumur, Baku Mutu, Parameter
SEPRIANUS MISSA
2021 · Thesis · Open Access
Air merupakan sumber daya utama karena sifatnya yang terbarukan dan dinamis, artinya sumber utama air adalah air hujan yang akan datang pada musimnya sesuai dengan waktunya. Oleh karena itu, air harus bebas dari pencemaran dan memenuhi tingkat kualitas tertentu sesuai dengan kebutuhan kadar di dalam tubuh manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas mata air Naifalo di Desa Nunsaen Kecamatan Fatuleu Tengah Kabupaten Kupang berdasarkan parameter suhu, pH, mikrobiologi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan objek penelitian adalah satu sumber mata air dan tiga titik sampel yang diambil pada mata air Naifalo Desa Nunsaen. Tahap persiapan menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan dalam penelitian ini dan memeriksanya terlebih dahulu sebelum digunakan, kemudian menetukan titik lokasi dengan cara observasi atau survei. Tahap pengambilan sampel pada mata air dilakukan di tiga titik, masing-masing titik sampel air diambil sebanyak 500 ml menggunakan botol steril di mata air Naifalo. Teknik pengumpulan data dengan cara pengukuran suhu dan pH, pengambilan smpel, pembuatan media, pengujian sampel. Hasil penelitian menunjukkan pada ketiga titik sampel air. Sampel 1 (mata air) sampel 2 (aliran) sampel 3 (mengairi). Suhu pada mata air (sampel 1) 26°C, (sampel 2) 26°C, (sampel 3) 26°C. pH pada mata air (sampel 1) 7,48, (sampel 2) 7,48, (sampel 3) 7,48. Jumlah bakteri Coliform pada sampel 1 (9), sampel 2 (17), sampel 3 (33). Jumlah bakteri Escherichia coli pada sampel 1 (9), sampel (17), sampel 3 (33).Maka ketiga sampel air berada pada ambang batas maksimum baku mutu sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 416/MENKES/IX/1990 tentangsyarat-syarat dan pengawasan kualitas air. Disarankan kepada masyarakat Desa Nunsaen dan perangkat Desa untuk memperhatikan kebersihan di sumber mata air Naifalo agar terhindar dari pencemaran dan tidak menimbulkan penyakit yang ditulakan melalui air jika air tersebut dikonsumsi oleh masyarakat.
ORLANDO Y RADJA
2021 · Thesis · Open Access
Alga termasuk salah satu sumber daya hayati yang sangat melimpah di perairan Indonesia. Alga dari kelas alga merah (Rhodophyceae) menempati urutan terbanyak dari jumlah jenis yang tumbuh di perairan laut Indonesia yaitu sekitar 452 jenis, setelah itu alga hijau (Chlorophyceae) sekitar 196 jenis dan alga coklat (Phaeophyceae) sekitar 134 jenis. Alga biasanya hidup di dasar yang dapat tertembus cahaya matahari seperti layaknya tanaman di darat pada umumnya, alga juga memiliki klorofil atau pigmen warna yang lain. Warna inilah yang menggolongkan jenis alga. Alga termasuk dalam golongan tanaman tingkat rendah yang memiliki klorofil atau zat hijau daun dan memiliki manfaat untuk manusia seperti anti oksidan, anti kanker, anti obesitas, anti diabetes, anti inflamasi dan anti bakteri. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Biologi pada bulan April 2021 dengan pengambilan sampel dari perairan Bolok. Dengan judul analisis kandungan pigmen yang diekstrak dari alga hijau Caulerpa racemosa, dengan Metode Survei, Metode Kromatografi Lapis Tipis, dan Metode Spektrofotometri serta pengambilan sampel Caulerpa racemosa dengan sampling secara acak. Hasil penelitian dengan proses ekstrak pigmen total berada pada panjang gelombang 200-800 nm,memiliki tiga nilai puncak serapan panjang gelombang 353, 361, dan 378 nm dan nilai absorban 4,61, 4,28, 4,64. Untuk analisis Kromatografi Lapis Tipis mendapatkan tujuh spot pigmen dengan pigmen klorofil b, klorofil a, klorofil b sedangkan pigmen berikutnya pigmen tipe feofitin a, tipe diatoxanthin, xantofil dan karoten. Dalam analisis spektrofotometer tujuh spot pigmen diisolasi lalu di spektro pada panjang gelombang 200-350 nm untuk menghasilkan spektrogram dengan nilai puncak dan nilai absorbannya berbeda.
SELVANA VEROWATI SIRILEU
2021 · Thesis · Open Access
ABSTRAK JENIS-JENIS TUMBUHAN OBAT YANG TERDAPAT DI DESA OEBELO KABUPATEN KUPANG Sirileu, S. V)* Ballo, A. )** Daud, Y)** Indonesia memiliki keanekaragaman tumbuhan yang mempunyai banyak manfaat diantaranya sebagai sandang, pangan, papan. Propinsi Nusa Tenggara Timur merupakan salah satu daerah yang memiliki beraneka tumbuhan dengan fungsi dan kegunaannya masing-masing. Tumbuhan obat merupakan tumbuhan yang biasa digunakan oleh berbagai etnik dan dipercayai mempunyai khasiat obat yang dikelompokan menjadi tumbuhan obat tradisional, tumbuhan obat modern dan tumbuhan obat potensial. Pengobatan tradisional merupakan akumulasi dari pengetahuan, keterampilan dan praktek yang didasarkan pada berbagai teori, kepercayaan dan pengalaman yang dikembangkan oleh berbagai kebudayaan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui jenis tumbuhan obat yang digunakan sebagai obat tradisional oleh masyarakat Desa Oebelo Kabupaten Kupang, organ tumbuhan yang digunakan untuk mengetahui cara meramu tumbuhan obat yang digunakan sebagai obat tradisional. Pengambilan sampel dan pengumpulan data tumbuhan yang berkhasiat obat dilakukan dengan metode eksplorasi yang dilakukan di Desa Oebelo Kabupaten Kupang dan dibantu oleh orang yang pernah menggunakan tumbuhan sebagai obat. Metode yang digunakan adalah metode eksplorasi.Variabel pengamatan berupa informasi pemanfaatan tanaman obat dan informasi botanis. Analisis data secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa jenis tumbuhan obat yang dimanfaatkan sebagai obat tradisional di Desa Oebelo Kabupaten Kupang diperoleh 18 spesies tumbuhan. Organ tumbuhan yang biasa digunakan sebagai obat adalah daun, batang, bunga, buah, dan akar, Dari hasil penelitian menunjukan bahwa tumbuhan obat mampu menyembuhkan berbagai penyakit dan cara pengolahannya yaitu direbus, ditumbuk, diperas, dipanaskan, dicampur dan dikunyah. Kata kunci : Keanekaragaman, Tumbuhan obat, Masyarakat Desa Oebelo
WILHELMUS L RATU
2021 · Thesis · Open Access
ABSTRAK
Wilhelmus L. Ratu (14380086). Struktur Komunitas Gastropoda di Pantai Pasir Panjang Kelapa Lima, Kota Kupang dibawah bimbingan Wilson L. Tisera, S.Pi, M.Si, Ph.D, Pembimbing I dan Ir Izaak Angwarmasse sebagai Pembimbing II P.rogram studi manajemen sumberdaya perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana-Kupang.
Kelurahan Pasir Panjang Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang yang saat ini mengalami pengembangan di wilayah pesisir seperti pembangunan hotel, jalan dan kegiatan reklamasi. Kegiatan pembangunan tersebut akan berdampak pada ekosistem wilayah pesisir dan organisme perairan seperti gastropoda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tujuan komposisi jenis, kelimpahanan, indeks keanekaragaman, keseragaman dan dominansi gastropoda Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan April 2021 di Pantai Pasir Panjang Kelapa Lima Kota Kupang. Analisis yang digunakan adalah Kelimpahan jenis, Keanekaragaman, Keseragaman dan Dominansi. hasil penelitian yang telah di lakukan di Pantai Pasir Panjang Kelapa Kota Kupang terdapat (9) jenis Gastropoda yang ditemukan pada lokasi penelitian. Nilai kelimpahan tertinggi adalah jenis Cypraea annulus sedangkan Nilai indeks keanekaragaman berdasarkan kriteria indeks Shannon-wiener dikategorikan rendah, Nilai indeks keseragaman tergolong seragam/stabil. dan nilai indeks Dominansi sedang. Kisaran nilai parameter lingkungan diketahui masih tergolong normal dan baik untuk kelangsungan hidup gastropoda.
ALFIANUS CONTERIUS DESI
2021 · Thesis · Open Access
RINGKASAN ALFIANUS KONTERIUS DESI (16382733) Analisis Ekonomi Dan Rantai Pemasaran Nelayan Pancing Kerapu (Serranidae) Di Desa Mausambi Kecamatan Maurole Kabupaten Ende. Alferd G.O Kase, S.Pi., M.Si danRockie R.L Supit, S.P.i, M.Si sebagai Pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang Ikan Kerapu atau Grouper adalah ikan dari Famili Serranidae dengan subfamili Ephinephelinae, dengan jumlah spesies 159 di dunia, 39 jenis dapat di temukan perairan di Indonesia, sementara di Asia Tengara ada 46 jenis. Ikan kerapu memiliki habitat di dasar perairan laut teropis dan subteropis. Sebagian besar spesies kerapu berasosiasi dengan terubu karang di daerah dangkal dan beberapa tingal di daerah estuari dan berbatu, berpasir dan berlumpur, meskipun juvenile ikan kerapu di temukan di daerah lamun. Beberapa spesies juga di temukan kedalaman 100-200 meter, kadang-kadang sampe pada kedalam 500 meter. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif. Metode deskriptif ini adalah metode yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau mengambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi Nilai return of investmen (ROI) yang diperoleh dalam usaha penangkapan ikan kerapu dengan alat tangkap pancing adalah sebesar adalah 0,479. Angka ini menunjukan secara ekonomi usaha penangkapan ikan dengan alat tangkap pancing kerapu di Desa Mausambi tidak layak atau rugi.
SILVESTER NAHAK BEREK
2021 · Thesis · Open Access
Silvester Nahak Berek (14380077) Struktur Komunitas Manggrove di Desa Weseben Kecamatan Wewiku, Kabupaten Malaka. Wilson L. Tisera, S.pi.M.si. Ph.D. Sebagai pembimbing I. Rockie R. L. Supit, S.pi. M.si. Sebagai pembimbing II. Program studi manajemen sumberdaya perairan dan Ilmu Kelautan Universitas Kristen Artha Wacana Kupang.
Salah satu Kabupaten di Nusa tenggara Timur yaitu Kabupaten Malaka memiliki potensi perairan yang sangat besar. Luas wilayah perairan di Kabupaten Malaka adalah seluas 10,773,62 KM₂ dengan Panjang garis pantai 287,1 KM. Potensi lestari sumber daya ikan di kabupaten Malaka sebesar 45,714,85 Ton/ tahun sehingga jumlah tangkapan yang diperboleh kansebesar 36,571,88 Ton. Sementara tingkat pemanfaatan penangkapan sumberdaya ikan baru sebesar 17,85% untuk di kenbangkan penangkapan sumberdaya ikan di Kabupaten Malaka.
Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Wewiku Kabupaten Malaka yang berlangsung selama 2 bulan yaitu Bulan November- Desember 2020 .Dengan Judul Struktur komunitas mangrove di Kecamatan Wewiku Kabupaten Malaka. Metode yang di gunakan adalah metode Wawancara (Daftarpertanyaan) danobservasi (Pengamatansecaralangsung)
Hasil penelitian menujukan bahwa tingkat penerimaan rata-rata Masyarakat di Kecamatan Wewiku Kabupaten Malaka terdapat 4 jenis Mangrove /bulan dalam melakukan penelitian dan tingkat Bruguiera yang sangat dominan sebanyak 687 dan untuk kategori anakan jenis mangrove tertinggi terdapat pada Avicenia sp. 450 /bulan dalam melakukan penelitian. Struktur komunitas Mangrove kategori pohon yaitu sebesar 22,95 sedangkan untuk anakan Mangrove terdapat 4,21 dan untuk semai paling banyak 3,28 Angka ini menunjukan secara ekonomi Struktur komunitas mangrove terdapat di desa weseben kecamatan Wewiku kabupaten Malaka sangat bermanfaat bagi masyarakat.
GLENOWARDUS NAMU WALI
2021 · Thesis · Open Access
Produk pengasapan ikan di Kota Kupang lebih dikenal dengan sebutan se’i tuna, pada umumnya masih dilakukan secara tradisional yang diasap menggunakan bara api kayu kesambi. Pengasapan merupakan salah satu cara pengawetan ikan agar tidak terjadi pembusukan dan menjaga nilai gizinya. Pengasapan berfungsi menambah citarasa dan warna yang spesifik pada makanan serta bertindak sebagai antibakteri dan antioksidan.
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui nilai pH, susut berat, dan organoleptik (warna, aroma, rasa dan tekstur)pada produk tuna se’i.Penelitian ini telah dilaksanakan dari bulan Mei sampai bulan Juni 2020 dimana masa pendemi covid 19 sehingga penelitian ini dilaksanakan secara terbatas pada lingkup Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif, dengan perlakuan bagian jenis loin dari perlakuan ikan tuna. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai pH dengan nilai 5,5-6,0, susut berat dengan nilai loin pungung 8,41–10,02 % dan loin perut 4,02-5,64% dan tingkat penerimaan panelis masih menyukai organoleptik produk tuna se’i.