Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir

3.893 item publik

Publikasi

Halaman 165 dari 195

PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG BIJI NANGKA TERHADAP UJI ORGANOLEPTIK TORTILLA JAGUNG HIBRIDA

FERDINANDUS LAMPUR
2021 · Thesis · Open Access

ABSTRAK (FERDINANDUS LAMPUR*) (Ir. ZET MALELAK, MSi **)(Ir. M. NUHAMARA MP**) Tortilla merupakan salah satu produk olahan yang terbuat jagung yang berupa sejenis keripik atau chips yang terbuat dari jagung berbentuk bundar gepeng dengan ukuran ketebalan yang berbeda-beda. Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Menggunakan rancanganacak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan sehingga didapat 12 unit pecobaan, dengan persentase 0%, 10%,20% dan 30%. variabel yang diamati adalah, karakteristik organoleptik yaitu rasa, warna, tekstur, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh substitusi tepung biji Nangka pada tepung Jagung terhadap karakteristik organoleptik tortilla sebagai bentuk penganekaragaman produk olahan dari tepung biii nangka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik organoleptik terdapat pada perlakuan B dengan nilai rata-rata tingkat kesukaan Rasa 4,7, warna 4,4, dan Tekstur 4,1 dengan kategori sangat suka.

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE TYPE TALKING CHIPS TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA DI SEKOLAH MENENGAH TEOLOGI KRISTEN (SMTK) SO’E TAHUN AJARAN 2020/2021

SARA ARIANTI NENOMETA
2021 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh model pembelajaran cooperative type talking chips terhadap minat belajar siswa di SMTK So’e”. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan desain Posstest-Only Control Design. Populasi seluruh siswa kelas XI berjumlah 32 siswa, sampel kelas eksperimen 16 siswa dan kelas kontrol berjumlah 16 siswa. Pengumpulan data menggunakan angket dan data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan Uji t, bantuan SPSS versi 22. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada perhitungan Independent Samples Test nilai signifikan Equal variances assumed memiliki taraf Sign (2-tailed)= 0.000 yang artinya 0,05 maka hipotesis yang dipakai yaitu Ho ditolak dan H1 diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pada minat belajar siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan model cooperative type talking chips di SMTK So’e. Hal ini dikarenakan model pembelajaran yang diterapkan dapat melatih siswa untuk bekerjasama dalam kelompok tanpa ada yang mendominasi sehingga tercipta ketertarikan dan keaktifan siswa yang dapat berpengaruh terhadap minat belajar siswa dalam mengikuti pembelajaran.

STUDY TEKNIK PEMBUATAN SUSU KACANG NASI SELAMA MASA PENGUKUSAN YANG BERBEDA TERHADAP KARAKTERISTIK SUSU KACANG NASI (Vigna umbellata)

SARDI SADRAK MELLA
2021 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Penelitian ini telah dilaksanakanpada tanggal 17 -21 mei 2021 di laboraturatorium ekstra fakultas teknologi pertanian Universitas Kristen Artha wacana Kupang tentang menganalisis study teknik pembuatan susu kacang nasi selama masa pengukusan yang berbeda terhadap karakteristik susu kacang nasi dan metode yang digunakan adalah menggunakan Rancang Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan sehingga menghasilkan 12 unit percobaan . dan hasil analisis menunjukan bahwa Perlakuan study teknik pembuatan susu kacang nasi selama masa pengukusan yang berbeda terhadap karakteristik susu kacang nasi memberikan pengaruh yang sangat nyata (P>0,01) pada taraf signifikan 1% terhadap karakteristik organoleptik susu kacang nasi yaitu warna,dan rasa susu kacang nasi. Hasil analisis dan pembahasan menunjukkan bahwa perlakuan yang tepat dengan study teknik pembuatan susu kacang nasi selama masa pengukusan yang berbeda terhadap karakteristik susu kacang nasi terdapat pada perlakuan DKacang nasi dengan kupas kulit ari di kukus selama 10 menityang mendapat rata-rata nilai untuk setiap variabel yaitu tingkat kesukaan aroma susu kacangnasi (4,6)sangat suka rasa(4,3)sangat suka.

Substitusi Tepung Jagung Pada Tepung Beras Terhadap Karakteristik Organoleptik Kue Cucur Khas NTT

NOBEL SILWANUS KELLIN
2021 · Thesis · Open Access

SUBSTITUSI TEPUNG JAGUNG PADA TEPUNG BERAS TERHADAP KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK KUE CUCUR KHAS NTT Kellin .S Nobel*) Medah.I.A,**) Malelak Zet**) ABSTRAK Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui Pengaruh Substitusi Tepung Jagung Pada Tepung Beras Terhadap Karakteristik Organoleptik Kue Cucur Khas NTT. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan masing-masing diulang 3 kali dengan presentase 100%, 50%, 75%, 100% tepung jagung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Uji Ananlisis Organoleptik tertinggi terdapat pada perlakuan A dengan substitusi 100% terhadap rasa kue cucur khas NTT yang tertinggi dengan skor 4,2 (sangat suka),dan tekstur kue cucur khas NTT yang paling tinggi dengan skor 4,3 (sangat suka).

IDENTIFIKASI TINGKAT KERUSAKAN EKOSISTEM HUTAN MANGROVE DI PANTAI OESAPA TENGAH KECAMATAN KELAPA LIMA KOTA KUPANG

HENI L. SUTOPO BUSU
2021 · Thesis · Open Access

ABSTRAK IDENTIFIKASI TINGKAT KERUSAKAN EKOSISTEM HUTAN MANGROVE DI PANTAI OESAPA TENGAH KECAMATAN KELAPA LIMA KOTA KUPANG Sutopo Busu H, L.)* Daud Y.)** Hendrik A, Ch.)** Ekosistem hutan mangrove adalah ekosistem yang berada di daerah tepi pantai yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut sehingga substratnya selalu tergenang air (Supriharyono, 2009). Nusa Tenggara Timur merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang juga terdapat hutan mangrove dengan luas 17.571,32 ha. Berdasarkan hasil observasi awal pada tanggal 12 Juli 2019 di pesisir hutan mangrove Oesapa Tengah Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang menunjukkan bahwa ekosistem mangrove yang ada kondisinya telah mengalami kerusakan. Hal ini dilihat dari banyaknya mangrove yang telah mati, ada yang telah ditebang dan sudah kering, mangrove juga telah mengalami pencemaran oleh limbah rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kerusakan ekosistem mangrove, mengetahui faktor penyebab kerusakan ekosistem hutan mangrove di Pantai Oesapa Tengah Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode survey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 9 jenis mangrove yakni Rhizophora stylosa, Rhizophora mucronata, Rhizophora apiculata, Bruguiera cylindrica, Ceriops tagal, Avicennia alba, Soneratia alba, Exoecaria agallocha, Xylocarpus moluccensis. Berdasarkan kriteria baku kerusakan mangrove Kepmen. LH. No. 201, Tahun 2004, kondisi hutan mangrove di Pantai Oesapa Tengah dari tingkat semai dan pancang termasuk dalam kriteria baik sedangkan pada tingkat pohon termasuk dalam kriteria rusak. Faktor kerusakan ekosistem hutan mangrove disebabkan faktor alam seperti abrasi, kekeringan dan faktor manusia seperti penebangan mangrove dan pembuangan sampah disekitar hutan mangrove. Kata kunci : Tingkat Kerusakan, Kerapatan, Hutan Mangrove

PENGARUH PEMBERIAN HORMON NAA (Naphthalene Acetic Acid) DAN AIR KELAPA MUDA TERHADAP PERTUMBUHAN BENIH CABAI RAWIT PADI (Capsicum frutescens L.) SECARA IN VITRO

ESTER MEIRISA E PUNUF
2021 · Thesis · Open Access

“Pengaruh Pemberian Hormon NAA (Naphthalene Acetic Acid) Dan Air Kelapa Muda Terhadap Pertumbuhan Benih Cabai Rawit Padi (Capsicum frutescens L.) Secara In Vitro” Punuf , E. M. E) * Solle, H. R. L.) ** Hendrik, A. Ch.)** ABSTRAK Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) termasuk famili terong-terongan dan tergolong tanaman semusim atau tanaman berumur pendek. Setiap daerah mempunyai istilah untuk tanaman cabai rawit, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) cabai rawit dikenal dengan nama cabai rawit padi karena ukuranya kecil menyerupai padi, dan rasanya sangat pedas dari cabai rawit lainnya. Tujuan penelitian untuk mengetahui respon benih cabai rawit padi terhadap pemberian hormon NAA dan air kelapa muda secara in vitro. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial, terdiri dari 2 faktor perlakuan yaitu hormon NAA dengan 4 taraf konsentrasi, dan Air kelapa muda dengan 4 taraf konsentrasi, sehimgga terdapat 16 kombinasi perlakuan, dan diulang sebanyak 3 kali. Analisis data menggunakan analisis sidik ragam ANOVA, kemudian dilanjutkan uji DMRT pada taraf 5%. Hasil ANOVA menunjukan bahwa hormon NAA dan air kelapa muda berpengaruh signifikan (ρ 0,05) terhadap parameter pengamatan daya kecambah, tinggi tanaman, dan jumlah daun, kemudian dilanjutkan uji DMRT menunjukan daya kecambah tertinggi pada perlakuan NAA 2 Mg/L dan Air kelapa muda 25% dengan daya kecambah 56,7%, tinggi tanaman 5,92 cm, dan jumlah daun 2,67 helai. Dengan demikian hormon NAA dan air kelapa muda berpengaruh nyata pada setiap para meter pengamatan.

PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG LABU KUNING (Cucurbita moschata) PADA TEPUNG TERIGU TERHADAP KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK BISKUIT

MARIA FRIDA HOAR
2021 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Penelitian ini telah dilaksanakan pada tanggal 27 April sampai dengan 10 Mei di laboratorium Eksata Universitas Kristen Artha Wacana Kupang tahun 2021. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh biskuit yang renyah dengan rasa, warna, dan tekstur yang paling disukai konsumen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 kali ulangan sehingga menghasilkan 15 unit percobaan dengan presentase substitusi tepung labu kuning 0%, 10%, 20%, 30%, 40%. Variabel pengamatan yang diamati dalam penelitian ini adalah uji Rasa, Warna, dan Tekstur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan B 10% menghasilkan nilai tertinggi Rasa 4,822 (sangat suka), Warna 4,578 (sangat suka), Tekstur 4,711 (sangat suka).

KeanekaragamanTumbuhanPaku Di HutanMarmerOemauKelurahanMokdaleKecamatanLobalainKabupaten Rote Ndao

RESTI ARIYANI LOMANG
2021 · Thesis · Open Access

ABSTRAK KeanekaragamanTumbuhanPaku Di HutanMarmerOemauKelurahanMokdaleKecamatanLobalainKabupaten Rote Ndao Resti A. Lomang* ApriliananBallo ** Novi I. Bullu ** Salah satukelompoktumbuhan yang kaya akanjenisnyaadalahtumbuhanpaku. Tumbuhanpaku yang masihadasaatinidiperkirakanmencapai 10.000 jenis, di mana 3.000 jenisdiantaranyatumbuh di Indonesia. TujuandaripenelitianiniadalahUntukmengetahuijenis-jenistumbuhanpakudankeanekaragamantumbuhanpaku di HutanMarmerOemauKelurahanMokdale. Teknikpengambilansampelmenggunakan purposive sampling., Analisis data dalampenelitianiniadalahdenganmenggunakankualitatifdankuantitatif. Jenis-JenisTumbuhanPaku (Pteridophyta) Yang Di Temukan Di HutanMarmerOemauyakniPakuSisik Naga, PakuKikir, Pakutertutup, Pakulubang, PakuHarupat, Pakutanjung/pakuSayur. Nilaikerapatan, kerapatanrelatif, frekuensirelatif, danindeksnilaipentingberdasarkanindividudarimasing-masingspesiestumbuhanpaku, Polypodiaceae INP 2,35. PolypodiaceaeINP 1,5. Polypodiaceae INP 71,46. Dypolipodiceae INP 2,35. DryopteridaceaINP 30,59. Thelypteridaceae INP 70,19. NilaikerapatankeduaadalahDiplaziumesculentumdenganjumlahsebanyak 179 individu, sehingga di perolehnilaikerapatannya 7,16 m2. Dari jumlahnilaikerapatanDiplaziumEsculentuminisehinggamendapatklannilaikerapatanrelatifsebesar 35,01%. Hasilperhitungandengannilai INP terendahyaituspesiesTectariacrenata cav. Jenistumbuhanpakuinimemilikinilai INP sebesar 1,56. NilaiindekskeanekaragamanjenisShanon-Wiennerspesiestumbuhanpaku di kawasanhutanMarmerOemauyaituPyrrosiapiloselloidesi l m. g. price, TectariacrenatacavDavallia denticulate (burem.f), Blechnumorientale, NephrolepisbiserattadanDiplaziumesculentumdenganJumlah rata-rata nilaiindekskeanekaragamanadalah 0,500 Dari hasilpenelitian yang dilaksanakandikawasanHutanMarmerOemauKelurahanMokdale,KecamatanLobalain, Kabupaten Rote Ndao. Kata kunci :Pteridophyta, keanekaragaman, danIndeksnilaipenting

KELAYAKAN USAHA GARAM MASAK TRADISIONAL YANG DIPRODUKSI PADA KELOMPOK TIBERIAS KELURAHAN OESAPA BARAT KOTA KUPANG

EMELIA D RADI
2021 · Thesis · Open Access

ABTRAK EMELIA DOIKI RADI (14390017). Keleyakan Usaha Garam Masak Tradisional Yang Diproduksi Pada Tiberias Kelurahan Oesapa Barat Kota Kupang: UMBU P. L. DAWA, S.Pi, M.Si sebagai Pembimbing I dan ALFRED G.O.KASE, S.Pi., M.Si., Ph.D sebagai Pembimbing II. Program studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Unuversitas Kristen Artha Wacana, Kupang. Garam adalah hasil dari proses penguapan air laut dan bantuan matahari, dimana air laut merupakan tempat bermuaranya sungai, baik sungai besar maupun kecil. Kebutuhan garam nasional semakin meningkat dari tahun ketahun dimana pada tahun 2015 dibutuhkan garam mencapai 3,75 juta ton yang terdiri dari garam konsumsi sebesar 1,31 juta ton dan garam industri 2,44 juta ton. Analisis kelayakan usaha atau disebut juga feasibility study adalah kegiatan menilai seberapa besar manfaat yang diperoleh dalam melaksanakan suatu kegiatan usaha. Metode Pengumpulan Data, data yang dikumpulkan terdiri atas data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh secara langsung dari sumber yang diamati dan pihak yang bersangkutan secara langsung dengan obyek pengamatan yaitu Metode wawancara adalah proses tanya jawab dengan dengan responden secara lisan dimana dua orang atau lebih dan bertatap muka dan mendengarkan secara langsung informasi atau keterangan yang diperlukan,Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif. Untuk mengetahui kelayakan usaha (aspek ekonomi) pada Kelompok Tiberias Kelurahan Oesapa Barat Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupamg maka dilakukan analisa B/C (benefit cost rasio), ROI (return of investment), dan BEP (breek event point). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis biaya dan pendapatan pada usaha garam masak di Kelompok Tiberias Kelurahan Oesapa Barat Kota Kupang, Menganalisis kelayakan usaha garam masak di Kelompok Tiberies Kelurahan Oesapa Barat Kota Kupang, menganalisis kendala pada usaha garam masak di Kelompok Tiberies Kelurahan Oesapa Barat Kota Kupang. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa Biaya Usaha garam masak tradisional kelompok Tiberias Kelurahan Oesapa Barat sebesar Rp. 1.435.000 dan pendapatan adalah Rp. 2.000.000, usaha produksi garam skala rumah tangga layak dikembangkan karena memiliki nilai B/C Rasio 1,39 , nilai ROI 0,39 serta BEP produksi 278 kg dan BEP harga Rp .1.435, kendala pada usaha garam masak tradisional kelompok Tiberias adalah pada saat alat yang digunakan untuk produksi terjadi kerusakan Kata Kunci : Kelayakan usaha, Analisis B/C Rasio, Analisis ROI, Analisis BEP.

PENILAIAN SENSORI IKAN YANG DIJUAL DI TEMPAT PEMAJANGAN IKAN KELURAHAN PASIR PANJANG, KOTA KUPANG DI MASA PANDEMI COVID 19

AGUSTINUS TAEK
2021 · Thesis · Open Access

ABSTRAK AGUSTINUS TAEK (14390007). Penilaian Sensori Ikan Segar yang Dijual di Tempat Pemajangan Ikan Kelurahan Pasir Panjang, Kota Kupang di masa Pandemi Covid 19. Di bawah bimbingan : UMBU P.L. DAWA. S.Pi. M.Sc sebagai pembimbing I dan DEWI S. GADI. S.Pi. M.Si sebagai pembimbing II, Progranm Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang. Ikan segar merupakan komoditi pangan yang sangat cepat mengalami perubahan mutu jika tidak ditangani segera setelah ikan mati. Tujuan Penelitian adalah Untuk mengetahui kondisi sensori ikan segar (cakalang, kerapu macan, ekor kuning, kakap putih, kakap merah) yang dijual di tempat pemajangan ikan Kelurahan Pasir Panjang, Kota Kupang di masa pandemi covid 19. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan April-Mei 2021 bertempat di Kelurahan Pasir Panjang, Kota Kupang. Pengujian sensori serta suhu ikan segar (cakalang, kerapu macan, ekor kuning, kakap putih, kakap merah.) di tempat pemajangan ikan Kelurahan Pasir Panjang Kota Kupang. Metode penelitian yaitu metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan analisis data simple random sampling. Hasil penelitian penilaian sensori ikan segar yang dijual di tempat pemajangan ikan Kelurahan Pasir Panjang, Kota Kupang di masa Pandemi Covid 19 yaitu : karakteristik pada 5 jenis ikan segar (ikan cakalang, ikan kerapu macan, ikan ekor kuning, ikan kakap putih dan ikan kakap merah) dengan nilai rata-rata tingkat kesukaan panelis pada sensori kenampakan mata 6,40 sampai 8,67, kenampakan insang dengan nilai rata-rata 6,27 sampai 8,80, pada daging ikan dengan nilai rata-rata 6,07 sampai 8,53, nilai rata-rata aroma 6,00 sampai 8,40 dan pada tekstur dengan nilai rata-rata 6,13 sampai 8,80, serta pada pengujian suhu dengan nilai rata-rata 17,4˚C sampai 17,7˚C. Kata Kunci : Ikan Segar, Sensori, Suhu

STUDI KARAKTERISTIK NUGGET IKAN CAKALANG DENGAN PENGEMASAN VAKUM DAN NON VAKUM PADA PENYIMPANAN SUHU RUANGAN

MAYA EKA RADIENA
2021 · Thesis · Open Access

ABSTRAK MAYA EKA RADIENA(14390029). Studi Karakteristik Nugget Ikan Cakalang Dengan Teknik Pengemasan Vakum dan Non Vakum Pada Penyimpanan Suhu Ruang. Dibawah bimbingan : Dr. Ir. Ayub U. I. Meko.M.Si sebagai pembimbing I dan Mada M. Lakapu, S.Si. M.Si sebagai pembimbing II, Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang. Ikan merupakan bahan pangan yang sangat mudah rusak karena mengandung kadar air protein yang cukup tinggi. Nuggetmerupakan produk olahan dari daging giling diberi penambahan bumbu dicetak kemudian dilumuri dengan tepung roti pada bagian permukaannya dan digoreng.Fish nuggetsalah satu bentuk olahan dari daging ikan yang digiling halus dan diberi buumbu-bumbu serta dicampur dengan bahan pengikan dan bahan pengisi kemudian dicetak menjadi bentuk tertentu setelah itu dikukus, dipotong, dicelupkan kedalam better breading, kemudian digoreng atau disimpan terlebih dahulu dalam rauang pembeku atau freezer sebelum digoreng.Pengemasan adalah aktivitas merancang dan memproduksi wadah atau pembungkus suatu produk dengan material kemasan. Tujuan Penelitian adalahuntuk mengetahui lama pengukusan yang berbeda dan persentase tepung ubi jalar yang berbeda pada produk nugget ikan cakalang. Untuk mengetahui mutu dari nugget ikan dengan tambahan tepung ubi jalar kuning Penelitian ini dilaksanakan selama dua bulan yaitu dari April sampai Mei 2021 yang meliputi pembuatan produk nugget ikan cakalang, pengujian organoleptik (tekstur,warna,aroma,dan rasa),di Laboratorium Eksakta UKAW Kupang serta pengujian kadar air dan di Laboratorium Politeknik Pertanian Kupang.Menggunakan metode uji Duncan untuk mengetahui pengaruh perlakuan yang dicobakan, selanjutnya data kadar air, menggunakan analisis sidik ragam dengan mengukur suhu. Berdasarkan hasil penelitian nugget ikan cakalang dapat disimpulkan bahwa segi organoleptik dengan kemasan vakum dan non vakum penyimpanan 0 hari sampai 4 hari masih diterima oleh panelis, penyimpanan hari ke 4 kemasan non vakum sudah tidak diterima lagi oleh panelis karena produk sudah di tumbuhi jamur. Kata Kunci :ikan cakalang, fishnugget, pengemasan, kadar air

Karakteristik Bakteri Asam Laktat pada Bakasang Ikan Tembang Menggunakan Lumatan Nanas dengan Pemanasan Suhu Tinggi dan Lama Penyimpanan yang Berbeda

HENDRO UMBU SANGADJI
2021 · Thesis · Open Access

ABSTRAK HENDRO UMBU SANGAJI (14390020). Karakteristik Bakteri Asam Laktat pada Bakasang Ikan Tembang Menggunakan Lumatan Nanas dengan Pemanasan Suhu Tinggi dan Lama Penyimpanan yang Berbeda.di bawah bimbingan : YUNIALDI H. TEFFU. S.Pi.M.Sisebagai pembimbing I dan DEWI S. GADI.S.Pi.M.Si sebagai Pembimbing II, Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Bakasang adalah produk yang dikonsumsi sebagai bahan tambahan dalam penyajian makanan. Lama proses fermentasi bakasang umumnya 30-45 hari. Fermentasi adalah proses yang dilakukan oleh mikroorganisme yang bertujuan mengawetkan dan mengubah tekstur. Fermentasi asam laktat dapat terjadi sebagai akibat aktivitas bakteri asam laktat (BAL). Tujuan penelitian ini untuk mengisolasi dan identifikasi bakteri asam laktat pada bakasang ikan tembang menggunakan lumatan nanas dengan pemanasan suhu tinggi dan lama penyimpanan yang berbeda. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Juni-Agustus 2019, bertempat di Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana Kupang untuk pengujian pH sedangkan di Laboratorium PT. Saraswanti Indo Genetech Bogor untuk identifikasi Bakteri Asam Laktat.Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang disusun secara faktorial.Data dianalisis menggunakan ANOVA dilanjutkan Uji Jarak Berganda Duncan dan hasil sekuensing DNA dianalisis menggunakan programBLAST. Hasil penelitian bakasang ikantembang yaitu total bakteri asam laktat padasuhu 75oC berkisar 0-35.000 koloni dan suhu 121oC berkisar 0-25.500 koloni, pH padasuhu 75oC berkisar 4,10-5,75 dan suhu 121oC berkisar 4,05-5,70, uji kemurnian sampel ekstrak pada sampel a1b3 dan a2b3 yaitu bentuk circular, elevasi konveks, tepian entire, warna putih, ukuran kecil dan kondisi aerob dan anaerob, uji molekuler untuk genomic DNA yaitu sampel a1b3 dengan konsentrasi DNA 64,26 ng/µl, kemurnian DNA A260/280 2,210 dan A260/230 1,897, dan volume 30 µl dan sampel a2b3 dengan konsentrasi DNA 57,20 ng/µl, kemurnian DNA A260/280 2,344 dan A260/230 2,334, dan volume 30 µl, gel electrophoresis image-pcr product untuk hasil pita DNA yaitu homosigot dominan (AA), squence assembly 4288: CAAGAC-GTTTTTN-TTGCAGAACC-TGCGGTTCC dan squence assembly 1517: CAAA-CCGTTTTC-TTGCGGAACC-TGCGGTTC. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan, yaitu nilai pH tertinggi pada perlakuan suhu 75°C dengan penyimpanan 0 hari, yaitu 5,75, pada penyimpanan 20 hari yaitu 5,55 dan penyimpanan 40 hari yaitu 4,10. Sedangkan nilai pH tertinggi pada suhu 121°C dengan penyimpanan 0 hari yaitu 5,70, pada penyimpanan 20 hari yaitu 5,10 dan penyimpanan 40 hari yaitu 4,05.Hasil uji kemurnian pada bakteri tersebut, bentuk koloni bulat (circular), elevasi cembung (enterid), tepian koloni koveks, warna koloni putih dan kondisi aerob dan anaerob. Bakteri Asam Laktat yang teridentifikasi pada bakasang ikan tembang pada kode sampel a1b3 adalah Staphylococcus condimenti dan kode sampel a2b3 adalah Staphylococcus carnosus.

Studi Kualitas Garam Rakyat Yang Diproduksi Secara Tradisional Di Kelurahan Reo, Kabupaten Manggarai

RAYNOLD LEONARD EMANUEL SUI
2021 · Thesis · Open Access

ABSTRAK RAYNOLD LEONARD EMANUEL SUI (14390041). Studi Kualitas Garam Rakyat Yang Diproduksi Secara Tradisional Di Kelurahan Reo, Kabupaten Manggarai. Di bawah bimbingan : UMBU P. L. DAWA. S.Pi. M.Sc sebagai pembimbing I dan YUNIALDI H. TEFFU. S.Pi. M.Si sebagai pembimbing II, Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang. Garam adalah proses penguapan air laut dan bantuan matahari, dimana air laut merupakan tempat bermuaranya sungai, baik sungai besar maupun kecil. Kelurahan Reo merupakan Kelurahan yang terletak di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Petani garam di Kelurahan Reo, Kabupaten Manggarai melakukan produksi garam menggunakan teknik tradisional yaitu dengan cara menguapkan air laut pada sebidang tanah dengan bantuan sinar matahari dan angin sebagai sumber energi penguapan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui teknik pembuatan garam secara tradisional di Kelurahan Reo, Kabupaten Manggarai, mengetahui organoleptik (bau dan warna), kandungan mineral (Mg, K, Ca), logam berat (Pb dan Cd), kadar air, NaCl dan iodium pada garam rakyat yang diproduksi oleh masyarakat Kelurahan Reo, Kabupaten Manggarai. Penelitian ini telah dilaksanakan selama 2 bulan (September-Oktober) 2019 di Kelurahan Reo, Kabupaten Manggarai untuk pengambilan sampel, Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang untuk pengujian organoleptik dan Laboratorium Teknologi Hasil Pertanian, Politeknik Pertanian Negeri Kupang untuk pengujian sampel kadar air sedangkan Laboratorium PT. Saraswati Indo Genetech, Bogor untuk pengujian mineral, logam berat, kadar NaCl dan iodium. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif dengan analisis data deskriptif komparatif. Hasil penelitian garam kualitas garam rakyat yang diproduksi secara tradisional di Kelurahan Reo, Kabupaten Manggarai yaitu kadar air berkisar 2,03-2,94%, organoleptik parameter warna putih normal, organoleptik parameter bau normal tidak berbau, kadar NaCl 75,44%, kadar iodium 1,54 mg/kg, magnesium 496,98 mg/100 g, kalium 170,32 mg/100 g dan kalsium 122 mg/100 g. Dari hasil penelitian di atas maka dapat disimpulkan Teknik produksi garam tambak tradisional di Kelurahan Reo, Kabupaten Manggarai meliputi pengisian air laut ke petak penampungan dibiarkan selama 1 hari, pengaliran air ke 10 petak tambak dibiarkan selama 5 hari, air dari setiap petak dialirkan ke petak penampungan dibiarkan selama 1 minggu, pengaliran air tua ke 13 meja tambak dan dijemur selama 1 minggu, penggarukan dan pengumpulan, pengangkutan, pencucian, pengeringan, packing dan distribusi. Garam tambak tradisional yang diproduksi di Kelurahan Reo, Kabupaten Manggarai untuk pengujian organoleptik warna dan bau tergolong pada garam kualitas baik, kadar air 2,03-2,94%, NaCl 75,44%, iodium 1,54 mg/kg, magnesium 496,98 mg/100 g, kalium 170,32 mg/100 g, kalsium 122 mg/100 g dan logam berat timbal dan kadmium tidak terdeteksi.

Analisis Mutu Garam Krosok yang Diproduksi Secara Tradisional di Desa Tendakinde Kecamatan Wolowae Kabupaten Nagekeo

DICSON ATTE
2021 · Thesis · Open Access

ABSTRAK DICSON ATTE (14390014). Analisis Mutu Garam Krosok yang Diproduksi Secara Tradisional di Desa Tendakinde, Kecamatan Wolowae, Kabupaten Nagekeo. Dibawah bimbingan : UMBU P.L. DAWA. S.Pi. M.Sc sebagai pembimbing I dan MADA M LAKAPU. S.Si., M.Si sebagai pembimbing II, Progranm Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang. Garam adalah hasil dari proses penguapan air laut dan bantuan sinar matahari dimana air laut merupakan tempat bermuaranya sungai, baik sungai besar maupun kecil. Tujuan Penelitian adalah Untuk mengetahui Mengetahui teknik pengolahan garam krosok secara tradisional di Desa Tendakinde Kecamatan Wolowae, Kabupaten Nagekeo. Mengetahui mutu garam krosok secara kimiawi antara lain: kadar air, kadar NaCl, iodium dan mineral (magnesium, kalium dan kalsium), serta organoleptik (warna dan bau) di Desa Tendakinde, Kecamatan Wolowae, Kabupaten Nagekeo. Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan April sampai Mei 2021 di Desa Tendakinde, Kecamatan Wolowae, Kabupaten Nagekeo dan Laboratorium Politeknik Pertanian Negeri Kupang untuk melakukan pengujian kadar air, sedangkan untuk melakukan pengujian organoleptik di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UKAW Kupang dan untuk pengujian kadar NaCl, Mineral dan Iodium di Laboratoriun PT. Saraswati Indo Genetech Bogor. Metode penelitian yaitu metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan analisis data deskriptif komparatif. Hasil penelitian garam krosok yang diproduksi secara tradisional di Desa Tendakinde, Kecamatan Wolowae, Kabupaten Nagekeo, kadar air garam krosok pada pengujian I yaitu 3,15% dan pengujian II yaitu 3,18%, kadar NaCl garam krosok yaitu 82,30%, iodium garam krosok yaitu 3,31 mg/kg, kadar mineral garam krosok hasil pengolahan secara tradisional yaitu (magnesium 866,22 mg/g, kalsium 222,73 mg/g, kalium 300,23 mg/g), organoleptik parameter warna garam krosok yaitu putih kecokelatan dan organoleptik parameter bau garam krosok yaitu normal tidak berbau. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan yaitu: Teknik pengolahan garam krosok meliputi: pembersihan lahan, mencangkul tanah, pembuatan petak dan sumur penampungan air laut, pengaliran air kedalam petak-petak, dibiarkan selama seminggu hingga kering dan padat. Penyaluran air kepetak penampung kemudian ke petak pengkristalan, penambahan air dari petak penambahan ke petak pengkristalan diendapkankan selama 3 hari, hingga menjadi air tua, proses pengkristalan selama 1 minggu dengan mengandalkan panas sinar matahari, setelah 1 minggu garam hasil pengkristalan garam dikumpul menggunakan penggaruk garam, dikumpul menjadi timbunan garam dan dijemur selama sehari setelah itu baru dimasukan kedalam karung ukuran 50 kg, proses distribusi. Garam krosok hasil pengolahan secara tradisional di Desa Tendakinde dikategorikan tergolong pada garam K3 dengan kadar air pengujian I 3,15% dan pengujian II 3,18%, NaCl 32,30%, warna garam putih kecokelatan dan bau garam normal.

RITUS PEMMAU DO MADE

ARTININGTIAS LAKE PALI
2021 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Kebudayaan merupakan hasil karya manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya agar mampu bertahan dalam lingkungan sosial atau lingkungan alam di mana ia hidup. Salah satu warisan kebudayaan itu adalah ritus Pemmau Do Made. Ritus ini adalah ritus yang dilakukan keluarga duka setelah penguburan orang mati dengan tujuan-tujuan tertentu. Namun, kebutuhan hidup masyarakat yang sudah semakin berkembang, menyebabkan banyaknya masyarakat yang memilih untuk tidak lagi melakukan ritus Pemmau Do Made. Pihak gereja (presbiter) dan pemerintah desa pun turut memberi himbauan kepada masyarakat untuk tidak lagi melakukan ritus ini, dengan pertimbangan-pertimbangan tertentu. Penulis melihat tindakan gereja (presbiter) dan pemerintah desa merupakan suatu bahaya akan hilangnya warisan budaya. Padahal, ritus ini memiliki nilai baik yang harusnya dilestarikan dalam kehidupan masyarakat. Dalam kajian ini, penulis menawarkan satu metode dialog yakni metode dialog liberal – mencari kebenaran sebagai metode penulisan. Metode ini digunakan sebagai solusi bagi gereja dalam upaya pemberitaan Injil yang kontekstual dan pada saat yang sama tidak menghilangkan warisan-warisan kebudayaan. Adapun metode yang digunakan penulis dalam penelitian adalah metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang dipakai penulis yaitu teknik triangulasi, yaitu observasi partisipasi dan wawancara. Dalam penelitian, diketahui bahwa ritus Pemmau Do Made memiliki nilai-nilai yang baik. Nilai yang pertama adalah penghargaan kepada leluhur. Kenyataan bahwa leluhur mereka telah banyak mewariskan hal baik untuk tetap menjaga relasi emosional mereka dengan para leluhur (aspek mistik). Nilai yang kedua, berkaitan dengan relasi sosial mereka sebagai upaya untuk menjaga relasi dengan sesama (aspek sosial). Kemudian, nilai-nilai ini dilihat sebagai hal baik yang penting untuk tetap dilestarikan dan juga menjadi perhatian masyarakat, pemerintah dan gereja. Gereja khususnya, sebagai suatu persekutuan (Koinonia), yang tumbuh di tengah masyarakat yang berbudaya dengan konteks seperti ini, gereja bisa belajar dari budaya. Gereja seharusnya mampu melihat hal yang baik dari budaya dan memperkaya teologi. Namun, sikap toleransi ini berlaku sejauh tidak bertentangan dengan ajaran gereja.

“Futu Smanaf” Suatu Tinjauan Teologi Kontekstual Terhadap praktek futu smanaf dan Relevansinya Bagi Jemaat GMIT Siloam Battuna

YULFETRI REO
2021 · Thesis · Open Access

Warga Jemaat GMIT Siloam Battuna adalah salah satu jemaat yang berada di wilayah Klasis Amarasi Barat yang berlokasi di Desa Tunbaun, Kecamatan Amarasi Barat. Jemaat di tempat ini meskipun sudah menerima Injil tetapi masih melakukan praktek-praktek agama suku sampai hari ini. Salah satunya adalah praktek futu smanaf yang penulis kaji dalam penulisan karya ilmiah ini. Topik permasalahan yang menjadi perhatian penulis adalah usaha dari jemaat untuk mempertahankan nyawa mereka dalam rangka memperoleh umur panjang (hidup lebih lama). Dalam menyelesaikan tulisan ini, penulis menggunakan sebuah pendekatan teologis kontekstual milik Richard Niebuhr yakni Kristus pengubah dan pembaharu budaya. Pendekatan ini menekankan bahwa sebaik apapun kebudayaan tetap adalah dosa karena berasal dari manusia yang berdosa. Melalui kematian Kristus telah menang atas dosa dan Roh Kudus bekerja memperbaharui dan mentransformasi kebudayaan. Karena itulah, kebudayaan dapat diterima dalam kerangka iman, secara serentak kebudayaan juga disoroti, dinilai atau dievaluasi. Tujuannya supaya iman Kristen menjadi nafas atau warna kebudayaan. Dengan berdasar pada pendekatan yang digunakan, penulis melihat bahwa pelaksanaan praktek futu smanaf menjadi sebuah kebiasaan yang sangat bertentangan dengan dogma atau ajaran kekristenan. Kehadiran praktek tersebut menjadi suatu ancaman bagi gereja hari ini, juga dapat mempengaruhi iman percaya jemaat. Gereja akan kehilangan jati dirinya bahkan jemaatnya jika tidak dengan cepat menuntun orang-orang yang melakukan praktek tersebut kembali kepada jalan yang benar. Peran gereja dalam meyakinkan kembali iman jemaatnya sangat diperlukan. Hal tersebut dimaksudkan untuk menghindari dualisme dalam persekutuan bergereja. Berdasarkan hasil penelitian, penulis menemukan suatu kebenaran bahwa praktek futu smanaf dilakukan sebagai upaya untuk mempertahankan hidup dari kematian sekaligus untuk memperoleh umur panjang. praktek tersebut dilakukan secara tersembunyi (rahasia) serta tidak melibatkan banyak orang dalam pelaksanaannya. praktek tersebut menuntun orang untuk meninggalkan Tuhan, Pencipta dan pemilik kehidupan serta berpaling kepada penguasa-penguasa duniawi. Tiga kata kunci dalam karya ilmiah ini adalah, pertama: usaha manusia mempertahankan hidup dalam hal ini menggunakan praktek futu smanaf, kedua: konsep memelihara hidup menurut Alkitab PL dan PB dan ketiga: hakekat manusia

ANALISIS TOTAL KOLONI KAPANG DAN PROFIL ORGANOLEPTIK PRODUK IKAN TIBU YANG DIBUAT DARI IKAN TONGKOL (Euthynnus affinis) YANG DIKEMAS SECARA BERBEDA DAN DISIMPAN PADA SUHU KAMAR

IMELDA AEK
2021 · Thesis · Open Access

Ikan tibu merupakan salah satu makanan khas Kabupaten Manggarai Timur, yang memiliki kesamaan dengan ikan pepes namun, cara pengolahan ikan tibu masih tradisional yaitu dimana ikan tibu dilumuri dengan bumbu-bumbu dan garam serta menggunakan batang bambu muda sebagai wadah dan bagian atas batang bambu ditutup menggunakan daun serei. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2020-Januari 2021, bertempat di Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana Kupang untuk pembuatan produk, pengujian total koloni kapang, kadar air, pH, dan pengujian organoleptik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial. Faktor yang dicobakan adalah kemasan dan lama penyimpanan. Variabel yang diuji yaitu total koloni kapang, kadar air, pH dan pengujian organoleptik seperti warna, aroma, tekstur dan rasa. Berdasarkan hasil penelitian terhadap produk ikan tibu tongkol dapat disimpulkan bahwa: Nilai rata-rata total koloni kapang selama penyimpanan suhu kamar berkisar antara 0-2,3 x103 koloni/gram. Produk ikan tibu tongkol selama penyimpanan pada suhu kamar memiliki nilai pH berkisar antara 6,45-6,95 (kemasan bambu) dan 7,05-7,55 (kemasan plastik polietilen). Kadar air berkisar antara 57,82-65,56 % (kemasan bambu) dan 61,15-67,66% (kemasan plastik polietilen). Penerimaan panelis masih diterima sampai penyimpanan 3 hari untuk produk yang dikemas menggunakan bambu dan 2 hari untuk kemasan plastik polietilen.

PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DI SD GMIT OENAEK

NOVILIA ROSINCE SIKI
2021 · Thesis · Open Access

Novilia Rossince Siki; Pendidikan Multikultural di SD GMIT Oenaek; “Analisis SWOT Terhadap Peran Sekolah GMIT dalam Membudayakan Pendidikan Multikultural di SD GMIT Oenaek Kupang Barat.” Pembimbing I: Pdt. Merensiana Hale, M.Th; Pembimbing II: Pdt. Dr. Fredrik Y. A. Doeka, MA. Tulisan ini mengkaji persoalan pendidikan multikultural yang berlangsung di SD GMIT Oenaek. Sejauh mana pendidikan multikultural menjadi prioritas untuk diwujudkan dan dibudayakan melalui kajian kurikulum dan metode pembelajaran yang mencakup berbagai pengetahuan tentang keberagaman suku, budaya, bahasa, ras, gender, sosial dan agama, sebab melalui peranan pendidikan multikultural dapat mempersiapkan peserta didik sejak dini agar mampu bersikap terbuka dengan perbedaan yang ada serta mampu untuk mencegah dan menangani konflik yang ditimbulkan oleh perbedaan-perbedaan tersebut. Untuk itu, SD GMIT Oenaek sebagai sekolah yang berbasis agama Kristen Protestan diharapkan dapat menjadi wadah yang dapat membudayakan pendidikan multikultural ini. Adapun tujuan dari penulisan ini adalah pertama, mendeskripsikan dan mengkaji konteks SD GMIT Oenaek. Kedua, mengkaji dan menganalisa sejauh mana peran SD GMIT Oenaek dalam membudayakan pendidikan multikultural. Ketiga, merefleksikan peran SD GMIT Oenaek dalam membudayakan pendidikan multikultural di tengah masyarakat majemuk. Untuk mencapai tujuan penulisan tersebut, maka metode yang digunakan oleh penulis dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Selanjutnya penulis melakukan wawancara dan observasi langsung ke lokasi penelitian dan penulis juga menggunakan penelitian pustaka untuk memahami literatur-literatur yang menunjang penulisan karya ilmiah ini. Sedangkan metode penulisan yang dipakai adalah metode deskriptif dengan pendekatan deduktif lalu dianalisis menggunakan analisis SWOT dan ditarik kesimpulannya menggunakan Balance Scorecard dan diakhiri dengan merefleksikan peran dari SD GMIT Oenaek dalam membudayakan pendidikan multikultural. Mengacu pada hasil penelitian, maka penulis menemukan bahwa SD GMIT Oenaek sebagai sekolah berbasis agama Kristen Protestan belum dapat menjalankan perannya secara optimal. Faktor yang mempengaruhi baik secara internal maupun eksternal dan berdasarkan analisis yang telah dikaji dalam beberapa aspek yakni sejarah, struktur organisasi, visi misi, komposisi guru dan siswa, keadaan infrastruktur, keadaan sosial masyarakat dan sistem pendidikan, maka terdapat kekuatan dan peluang yang bisa menolong, akan tetapi terdapat juga kelemahan dan ancaman yang bisa menjadi penghambat. Adapun nilai-nilai multikulturalisme yang termuat dalam dasar biblis, serta bentuk tindakan kasih yang telah ditunjukkan oleh Yesus dapat menjadi kunci utama yang harus dimiliki semua orang agar mampu hidup berdampingan dengan damai dalam keberagaman dan menjadi acuan bagi pendidikan dalam konteks majemuk serta menjadi jalan bagi manusia untuk bisa saling mengenal dan mengasihi satu dengan yang lain. Dengan belajar hidup dalam perbedaan, berpikir terbuka untuk belajar budaya lain, menjunjung sikap saling menghargai, serta menjadi penyalur kasih merupakan peran atau nilai-nilai multikulturalisme yang diharapkan dapat dibudayakan dalam kehidupan sehari-hari, akan tetapi peran-peran tersebut belum dapat diwujudkan secara optimal oleh SD GMIT Oenaek. Untuk mencapai peran-peran tersebut, maka membutuhkan kerjasama serta partisipasi aktif dari berbagai pihak baik itu pengelola pendidikan, peserta didik, orang tua dan sistem pendidikan beserta fasilitas pendukung lainnya yang perlu ditingkatkan lagi, serta diharapkan dapat menjadi pendukung dalam meningkatkan kualitas SD GMIT Oenaek dalam membudayakan pendidikan multikultural di tengah kehidupan masyarakat majemuk yang semakin modern.

“ORANG KRISTEN ANONIM” SUATU TINJAUAN TERHADAP PERSPEKTIF KARL RAHNER TENTANG KRISTEN ANONIM DALAM PERSPEKTIF TEOLOGI AGAMA-AGAMA DAN IMPLIKASINYA BAGI PEMAHAMAN PEMUDA GMIT SYALOM KUPANG DAN PERUMUSAN KESELAMATAN BAGI UMAT BERAGAMA LAIN

STIFANI NATALIA TANOF
2021 · Thesis · Open Access

Kemajemukan yang ada di Indonesia membuktikan bahwa Indonesia berada dalam kemajemukan global. Tetapi dalam kenyataannya, keberagaman ini menjadi ancaman. Salah satu pemicu munculnya masalah ialah keberagaman agama dan ajarannya masing-masing. Hal ini terlihat dari pemahaman pemuda GMIT Syalom Kupang tentang keselamatan di tengah-tengah kemajemukan. Pemuda GMIT Syalom Kupang tidak setuju bahwa keselamatan juga diperoleh umat beragama lain walaupun pemuda GMIT Syalom Kupang setuju bahwa keselamatan tidak terbatas pada suatu agama. Pemuda GMIT Syalom Kupang masih membatasi keselamatan Allah yang universal dalam pemahaman mereka sebagai seorang kristiani. Hal inilah yang melatarbelakangi penulis untuk membahas konsep berteologi Karl Rahner yakni Kristen Anonim yang sesuai dengan konsep berteologi di dalam GMIT. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep teologi Karl Rahner yakni “Kristen Anonim” yang dapat direfleksikan dan manfaatnya bagi pemuda GMIT Syalom Kupang di dalam memahami dan merumuskan konsep keselamatan yang juga diterima oleh umat beragama lain. Metode yang dipakai dalam penulisan karya ilmiah ini terbagi atas dua yaitu metode penelitian baik penelitian pustaka maupun penelitian lapangan yang berlokasi di Jemaat GMIT Syalom Kupang. Populasi dalam penelitian ini ialah pemuda-pemudi tingkat jemaat dengan jumlah sampel yakni 60 orang dari 600 orang. Sedangkan untuk metode penulisan memakai metode deskriptif-deduktif. Artinya metode yang dipakai ini akan membahas terlebih dahulu data-data yang bersifat umum dan dilanjutkan dengan penuturan dan penafsiran data atas fenomena yang ada. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data, penulis menemukan bahwa pemuda GMIT Syalom Kupang tidak setuju bahwa keselamatan diperoleh oleh umat beragama lain jika tidak menjadi Kristen walaupun pemuda GMIT Syalom Kupang setuju bahwa keselamatan tidak terbatas pada suatu agama. Pemahaman pemuda GMIT Syalom Kupang ini ternyata dipengaruhi oleh beberapa faktor yakni usia, orang tua dan keluarga, lingkungan dan sesama pemuda menjadi faktor yang mempengaruhi pemahaman pemuda dalam berpikir. Berdasarkan hasil analisis yang ada, penulis melihat bahwa konsep Teologi Karl Rahner yang sesuai dengan konsep GMIT dalam menjalankan misi-Nya tidak dimaknai dengan baik. Konsep GMIT dalam berteologi ini menunjukkan bahwa GMIT terbuka lebih fleksibel dan lebih terbuka dalam menerima keberadaan umat beragama lain tetapi tetap mempertahankan ciri khas dari setiap agama. Teori Rahner ini tentu menjadi relevan dan bisa dijadikan bahan untuk memperbaiki pemahaman pemuda GMIT Syalom Kupang, yang sedang menjalankan misi Allah dalam persekutuan bersama pemuda agama lain. Teologi “Kristen Anonim” menjadi konsep teologis yang menarik bagi pengembangan wacana dan wawasan pemuda GMIT Syalom Kupang

ETIKA PROTESTANTISME “Studi Sosio-Teologis Terhadap Etos Kerja Suku Sabu Berdasarkan Etika Protestantisme Max Weber dan Implikasinya Bagi Etos Kerja di Jemaat GMIT Getsemani Aimere”

LUDYA WADU
2021 · Thesis · Open Access

Asumsi yang diuji oleh peneliti adalah hubungan antara agama dan pekerjaannya. Hubungan antara agama dan pekerjaan tercermin dari perilaku seseorang dalam bekerja. Skripsi ini merupakan hasil penelitian lapangan yang membahas tentang hubungan agama dan etos kerja seseorang dengan judul “Etika Protestantisme (Studi Sosio-Teologis Terhadap Etika Protestantisme Max Weber dan Implikasinya bagi Etos Kerja di Jemaat GMIT Getsemani Aimere)”. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat hubungan agama dan etos kerja Jemaat GMIT Getsemani Aimere serta dampaknya pada perekonomian jemaat. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan menggunakan metode pendekatan fenomenologi yakni mengamati fenomena yang terjadi, mendeskripsikan dan menganalisis. Penulis menganalisis hubungan agama dan etos kerja jemaat menggunakan teori Max Weber tentang Etika Protestantisme serta teori sekunder sebagai pendukung yakni teori John Calvin tentang kerja sebagai panggilan. Pandangan dan sikap yang positif akan membentuk etos kerja yang baik. Etos kerja dapat dibentuk ketika seseorang memahami kerja sebagai ‘panggilan’. Dari hasil penelitian di Jemaat GMIT Getsemani Aimere khususnya suku Sabu menunjukkan bahwa etos kerja yang baik dipengaruhi oleh budaya dan agama. Budaya mengajarkan kerja keras dan agama mengajarkan sikap yang baik dalam bekerja serta arti kerja yang sesungguhnya. Akibat dari latar belakang yang berbeda ini sebagian besar jemaat memiliki tujuan kerja hanya sekedar untuk memenuhi kebutuhan hidup. Arti kerja sebagai paggilan, tujuan bekerja tidak sekedar untuk memenuhi kebutuhan hidup melainkan untuk melayani-Nya dan dunia. Pemaknaan akan arti kerja sebagai panggilan mempunyai hubungan erat dengan spiritualitas seseorang. Spiritualitas yang baik akan mendorong lahirnya Etika Protestantisme. Etika Protestantisme ini merupakan bentuk ibadah kepada Tuhan berkaitan dengan kerja.