JANSE PRISKILA PUNUF
2021 · Thesis · Open Access
Kulit pisang dapat diolah menjadi kerupuk. Kulit pisang mengandung nilai gizi seperti karbohidrat, vitamin, protein, kadar air. Tujuan penelitian untuk mengetahui kadar air pada kerupuk berbahan dasar kulit pisang kapok dan untuk mengetahui konsentrasi terbaik kulit pisang dan tepung tapioka yang digunakan untuk menghasilkan kerupuk kulit pisang kepok yang disukai oleh konsumen dilihat dari segi warna, rasa, aroma, tekstur. Penelitian ini dilakukan perbandingan antara kulit pisang dan tepung tapoka sebanyak P1(kulit pisang 400 gr : tepung tapioka 200 gr), P2(kulit pisang 300 gr : tepung tapioka 300 gr), dan P3(kulit pisang 200 gr : tepung tapioka 200 gr). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Dari hasil penelitian menunjukan bahwa hasil analisis kadar air tertinggi pada perlakuan P2 dengan rata-rata 13,33%. Lama waktu pengeringan 3 jam dengan suhu 1050C, sedangkan berdasarkan uji hedonik menunjukan hasil rata-rata kerupuk kulit pisang yang paling disukai panelis dari parameter tekstur, rasa, aroma dan warna yaitu pada perlakuan P3 dengan jumlah tekstur(4,35) dengan skor suka, rasa(4,55) dengan skor suka sampai sangat suka, aroma(4,5) dengan skor suka sampai sangat suka dan warna(4,55) dengan skor suka sampai sangat suka.
MAGDALENA ZACHARIA
2021 · Thesis · Open Access
Tanaman anggrek merupakan jenis tanaman hias yang sangat prospektif dan mempunyai nilai ekonomis tinggi karena bentuk dan warna bunga yang menarik serta mempunyai daya tahan yang lama. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui jenis-jenisdan karakteristik habitat Anggrek yang terdapat di kawasan Hutan Fatuleu. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling melalui tahapan identifikasi. Metode yang digunakan metode jelajah (cruise method). Analisis data dengan menghitung indeks keanekaragaman. Jenis tumbuhan anggrek yang ditemukan di Kawasan Hutan Fatuleu kecamatan Fatuleu Kabupaten Kupang terdapat 7 jenis anggrek yaitu Calanthe triplicata, Dendrobium crumenatum, Nervilia punctata, Vanda tricolor, Platanthera angustata, Platanthera elegans dan Pomatocalpa spicata. Nilai indeks keanekaragaman (H’) tumbuhan anggrek masuk dalam kategori sedang yaitu 1,831201. Demikian dapat disimpulkan bahwa anggrek yang ditemukan di Kawasan Hutan Camplong yaitu 7 jenis 3 jenis anggrek epifit dan 4 jenis anggrek terestrial. Parameter lingkungan habitat anggrek di kawasan hutan Camplong berdasarkan suhu, kelembaban dan intensitas cahaya. Berdasarkan kelembaban udara tergolong tinggi, berdasarkan suhu tergolong sedang hingga dingin dan berdasarkan intensitas cahaya tergolong sedang.
NORINCE ARIANCE HUMAU
2021 · Thesis · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan aktivitas belajar IPA terpadu di SMP Negeri 1 Taebenu. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatf. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII SMP Negeri 1 Taebenu yang berjumlah 30 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan tes angket, dan dokumentasi. Tes angket yang digunakan untuk mengetahui aktivitas siswa dan kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru, sedangkan dokumentasi dilakukan untuk mengambil gambar disetiap tes berlangsung terhadap upaya peningkatan aktivitas belajar IPA siswa kelas VII SMP Negeri 1 Taebenu. Teknik analisis data yang digunakan adalah kualitatif. Adapun indikator keberhasilan tindakan ditandai dengan minimal 80% dari jumlah siswa pada kategori baik dan sangat baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas belajar IPA Terpadu siswa mengalami peningkatan setelah dilakukan tes angket. mengalami peningkatan 74%, pada nilai sikap dan nilai tanggung jawab sangat menurun. Aktivitas belajar IPA Terpadu pada siswa kelas VII SMP Negeri 1 Taebenu pada grafik 4.1 meningkat 80%, siswa pada kategori baik, sedangkan pada grafik 4.2 presentase yang paling baik yaitu nilai sikap 74% dan nilai tanggung jawab 68%.
MALJAYATI MBADO
2021 · Thesis · Open Access
ABSTRAK
PERSEPSI MAHASISWA PENDIDIKAN BIOLOGI TERHADAP PEMBELAJARAN ONLINE PADA MATA KULIAH FISIOLOGI HEWAN DI MASA PANDEMI COVID-19
Mbado, M)* Foeh, Y)** Ngginak, J)**
Pembelajaran online menjadi solusi terbaik terhadap proses belajar mengajar dimasa pandemi COVID-19. Program studi Pendidikan Biologi sebagai salah satu program studi yang ikut menerapkan pembelajaran online, salah satunya pada mata kuliah fisiologi hewan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi mahasiswa terhadap pembelajaran online pada mata kuliah fisiologi hewan di masa pandemi COVID-19. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Pendidikan Biologi angkatan 2019 dan sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa Pendidikan Biologi angkatan 2019 kelas B dengan jumlah 24 orang mahasiswa yang mengambil mata kuliah fisiologi hewan secara online. Teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kuesioner melalui WhatsApp Group mahasiswa untuk mengetahui persepsi mahasiswa terhadap pembelajaran online. Hasil penelitian menunjukkan persepsi mahasiswa pendidikan Biologi terhadap pembelajaran online pada mata kuliah fisiologi hewan dimasa pandemi COVID-19 termasuk dalam kategori baik, secara keseluruhan memperoleh hasil pada indikator penerimaan dengan persentase sebesar 66,60%, pada indikator evaluasi dengan persentase sebesar 66.4%, sehingga diperoleh kesimpulan bahwa persepsi mahasiswa pendidikan Biologi terhadap pembelajaran online pada mata kuliah fisiologi hewan termasuk dalam kategori baik dengan rata-rata persentase sebesar 66.5%.
Kata kunci :Persepsi Mahasiswa, Pembelajaran Online, Fisiologi Hewan, COVID-19.
WILFRIDA DE CARVALHO TALO
2021 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair Kotoran Ayam Terhadap Pertumbuhan Umbi Bawang Merah (Allium cepa L.) Talo, W. D. C.)* Solle, H. R. L.)** Daud, Y.)** Bawang merah (Allium cepa L.) merupakan salah satu komoditas tanaman hortikultura yang memiliki nilai ekonomis dan banyak manfaatnya bagi manusia, tingginya kebutuhan komsumsi mengakibatkan budidaya bawang merah yang tidak memperhatikan faktor lingkungan seperti penggunaan pupuk anorganik yang berlebihan sehingga mengakibatkan tanah menjadi padat. Pemberian pupuk organik cair (POC) mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman bawang merah karena kandungan hara mikro maupun makro serta mampu memperbaiki kualitas tanah. Tujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair kotoran ayam terhadap pertumbuhan umbi bawang merah (Allium cepa L.). Metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 6 perlakuan dan 5 ulangan yang terdiri dari A0 (240ml air), A1 (100ml POC), A2 (200ml POC), A3 (300ml POC), A4 (400ml POC) dan A5 (500ml POC), Parameter tinggi tanaman dan jumlah daun. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Anova dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan nilai F hitung tinggi tanaman (2.70) > F tabel 0.05 (2.62) dan F hitung jumlah daun (2.67) > F tabel 0.05 (2.62). Pemberian POC kotoran ayam memberikan pengaruh pada tinggi tanaman dan jumlah daun menunjukkan ketersedian unsur hara melalui pemberian POC kotoran ayam mampu menunjang pertumbuhan vegetatif tanaman secara optimal, dan dapat di simpulkan pemberian POC kotoran ayam berpengaruh pada pertumbuhan umbi bawang merah (Allium cepa L.). Pemberian POC kotoran ayam pada perlakuan A3 (300ml) lebih baik dibandingkan dengan A0 (240ml air), A1 (100ml POC) A2 (200ml POC), A4 (400ml POC), dan A5 (500ml POC). Kata kunci: bawang merah, pupuk organik cair, kotoran ayam.
ANGELA DOMINGGAS NAHAK
2021 · Thesis · Open Access
ABSTRAK
Etnobotani Tumbuhan Kosmetik Alami di Desa Haitimuk Kabupaten Malaka
Nahak, A.D)* Rupidara, A.D.N)** Bullu, N.I)**
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan jenis-jenis tumbuhan dan pemanfaatan tumbuhan sebagai bahan kosmetik alami. Penelitian ini termasuk penelitian survey eksploratif dengan metode teknik wawancara yang meliputi wawancara semi terstruktur (semi terstruktured interview), wawancara terbuka (tidak terstruktur). Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan sebagai berikut. Masyarakat Haitimuk Umaau terdiri dari 10 spesies dan masyarakat Haitimuk Wematan terdapat 8 spesies sebagai bahan kosmetik alami. Organ yang digunakan masyarakat Haitimuk Umaau terdiri dari 5 organ yaitu Daun, Buah,Batang, Rimpang, Biji. Sedangkan masyarakat Haitimuk Wematan terdapat 4 organ yaitu Daun, Buah, Rimpang, Biji. Cara pengolahan oleh masyarakat Haitimuk Wematan terdapat 4 cara pengolahan yaitu diparut, ditumbuk, diiris, dikunyah sedangkan masyarakat Haitimuk Umaau terdapat 5 cara pengolahan yaitu ditumbuk, diris, dikunyah, diparut, diremas. Kosmetik alami digunakan untuk menyuburkan rambut, memperkuat gigi, mencerahkan kulit wajah, menghilangkan bekas jerawat, menghilangkan ketombe, memperkuat rambut, pewangi rambut. Sumber perolehan mayarakat Haitimuk Wematan dan Haitimuk Umaau sama-sama memperoleh dari hutan dan lading atau Budidaya.
Perlu adanya dokumentasi tertulis tentang jenis-jenis tumbuhan bahan kosmetik alami dan cara pemanfaatannya, agar pengetahuan lokal tentang pemanfaatan jenis tumbuhan tetap terpelihara dan tidak punah.
Kata Kunci : Etnobotani, Kosmetik, Tumbuhan Alami, Haitimuk Malaka
YASINTA KARTONA
2021 · Thesis · Open Access
Permasalahan utama pada penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa. Salah satu faktor yang menyebabkan hasil belajar siswa rendah adalah metode mengajar ceramah yang selama ini digunakan cenderung membuat siswa pasif dan berpusat pada guru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Active Knowledge Sharing terhadap hasil belajar. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan desain Posstest-Only Control Design. Populasi seluruh siswa kelas VIII berjumlah 50 siswa dan sampel kelas VIIIA dan kelas VIIIB berjumlah 50 siswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Sampling Jenuh. Pengumpulan data dilakukan dengan tes hasil belajar. Data hasil belajar siswa yang diperoleh dianalisis menggunakan Uji t, dengan bantuan SPSS For Windows versi 16.0.
Berdasarkan hasil uji homogenitas diperoleh nilai F sebesar 2,748 serta hasil uji hipotesis diperoleh nilai t 12,967 dengan signifikan 0,000 atau kurang dari 0,05 hal tersebut menunjukan bahwa terdapat pengaruh hasil belajar siswa antara kelas kontrol dan eksperimen. Hal ini dapat dilihat dari bertambahnya pemahaman siswa mengenai pentingnya belajar membuat siswa menyadari bahwa untuk mendapatkan keberhasilan perlu adanya ketertarikan dalam memahami suatu konsep dalam pembelajaran, selain itu juga dilihat dari sikap siswa yang berantusias dalam belajar dan memiliki rasa ingin tahu. Hal ini dikarenakan model pembelajaran Active Knowledge sharing memiliki potensi yang cukup besar yaitu dapat mengembangkan ide siswa tentang suatu masalah dalam pembelajaran. Hasil penelitian menunjukan bahwa persentase hasil belajar siswa pada kelas eksperimen lebih tinggi yaitu C1 93,26 %, C2 93,38% dan C3 74,35% dibandingkan dengan hasil belajar siswa pada kelas kontrol. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada Pengaruh Model Pembelajaran Active Knowledge Sharing Dalam Pembelajaran IPA Terhadap Hasil Belajar Siswa Di SMP Negeri 5 Kota Komba Tahun Ajaran 2020/2021
ANJELA MERICI KOA
2021 · Thesis · Open Access
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Reading Questioning Answeringterhadap hasil belajar kognitif siswa. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen semu (quasi eksperimen) dengan desain Posstest-Only Control Design. Populasi seluruh siswa kelas VIII berjumlah 135 siswa dan sampel kelas VIIIA dan kelas VIIIB berjumlah 20 siswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Simple Random Sampling.Pengumpulan data dilakukan dengan tes hasil belajar.Data hasil belajar siswa yang diperoleh dianalisis menggunakan Uji t, dengan bantuan SPSS For Windows versi 25.0. Berdasarkan hasil uji homogenitas diperoleh nilai sig. sebesar 0.569 serta hasil uji hipotesis diperoleh nilai thitung 7,116 dengan signifikan 0,000 atau kurang dari 0,5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh model pembelajaran Reading Questioning and Answering terhadap hasil belajar kognitif siswa.Hasil belajar kognitif siswa yang diajar dengan Reading Questioning and Answering lebih tinggi dibandingkan dengan hasil belajar yang menggunakan metode konvensional. Hal ini dikarenakan model pembelajaran kooperatif tipe Reading Questioning And Answering memiliki potensi yang cukup besar yaitu dapat mengembangkan ide siswa tentang suatu masalah dalam pembelajaran. Hal ini dapat dilihat persentase hasil belajar siswa pada kelas eksperimen lebih tinggi yaitu C1 88,46 %, C2 75% dan C3 84,54% dibandingkan dengan hasil belajar siswa pada kelas kontrol. Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaranReading Questioning and Answering terhadap hasil belajar siswa.Sehingga dapat disimpulkan bahwa H1 diterima dan H0 ditolak
FEDELISA LEMALIDA EKO
2021 · Thesis · Open Access
Permasalahan utama pada penelitian ini adalah kurangnya motivasi belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Amanuban Barat. Tujuan penelitian untuk melihat pengaruh strategi sinergetic teaching terhadap motivasi belajar siswa. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen yang didesain dengan tipe intact-group comparision. Populasi seluruh siswa kelas VIII berjumlah 114 siswa, sampel kelas VIIIA dan VIIIB berjumlah 27 siswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah cluster sampling. Pengumpulan data menggunakan angket motivasi belajar. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji t dengan bantuan SPSS versi 25.0. Berdasarkan hasil uji hipotesis, diperoleh nilai t-hitung sebesar 12,773 dengan signifikan 0,0000,05, maka H1 diterima dan H0 ditolak. Hal tersebut menunjukan bahwa terdapat pengaruh signifikan motivasi belajar siswa antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelebihan dari strategi sinergetic teaching adalah lebih mudah memahami materi, mendapatkan pengalaman belajar yang berbeda, siswa lebih aktif dalam belajar, pengajaran berjalan lebih menarik, merangsang stimulus motorik siswa. Hal ini terlihat saat proses pembelajaran, siswa terlihat sangat berantusias untuk mengikuti pelajaran. Sehingga dapat di simpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan dalam penggunaan strategi sinergetic teching terhadap motivasi belajar siswa.
IVONE MEISKE LETTY
2021 · Thesis · Open Access
Tanaman bayam merupakan tumbuhan C4 dan pengikat gas CO2. Selain itu, bayam juga banyak mengandung Vitamin A, B, C, mineral (kalsium, fosfor dan zat besi). Salah satu bentuk atau upaya meningkatkan produktifitas sayur bayam adalah pemanfaatan bahan organik sebagai penyedia unsur hara bagi tanaman bayam. Bahan organik yang dapat dimanfaatkan adalah kompos limbah kulit pisang kepok. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh pemberian kompos limbah kulit pisang kapok terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman bayam hijau. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) terdiri dari 5 perlakuan dan 3 kali ulangan yaitu K0 : Kontrol, P1 : Perlakuan 1, P2 : Perlakuan 2, P3 : Perlakuan 3, P4 : Perlakuan 4. Data hasil pengukuran dianalisis dengan analisis ragam dan dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan taraf 5%.. Parameter pengamatan adalah tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun dan lebar daun. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan P3 (1250 gr tanah + 750 gr pupuk kompos) memberikan hasil terbaik pada semua parameter pengamatan yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun dan lebar daun
NELCI JULIANA HENUKH
2021 · Thesis · Open Access
Wilayah pesisir dan laut Indonesia mempunyai kekayaan dan keanekaragaman hayati (biodiversity) terbesar di dunia, yang tercermin pada keberadaan ekosistem pesisir seperti hutan mangrove, terumbu karang dan padang lamun.Salah satu jenis kekayaan sumber daya alam yang dapat ditemukan pada wilayah pesisir dan lautan yaitu kerang.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Kelimpahan Jenis Kerang (Anadara) pada Kawasan Pantai Namodale Desa Kuli Kecamatan LobalainKabupaten Rote Ndao dan untuk mengetahui kelimpahan kerang (anadara) yang ada pada kawasan Pantai Namodale Desa Kuli Kecamatan Lobalain Kabupaten Rote Ndao.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Transek Kombinasi Metode Garis dan Transek Kuadrat. Hasil penelitian menunjukan Kerang yang ditemukan di perairan Pantai Namodale dikategorikan dalam 1 famili yaitu Arcidae dengan 3 spesies yaitu A. granosa, A. antiquata danA. poliiyang tersebar di 4 stasiun pengamatan. Analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif dan komposisi jenis Kerang yang dinyatakan berdasarkan observasi serta melakukan pengukuran dan perhitungan kelimpahan frekuensi dan indeks keanekaragaman.Berdasarkan hasil perhitunganKelimpahan jenis kerang yang ditemukan pada lokasi penelitian stasiun lamun memiliki kelimpahan tertinggi yaitu 9.25 ind/m2 dengan diikuti stasiun batu memiliki kelimpahan 4.30 ind/m2. Kerang jenis A. antiquata memiliki kelimpahan tertinggi yaitu 4.10 ind/m2dengan kepadatan relatif 46.42%, Kerang jenis A. polii memiliki kelimpahan terendah yaitu 0.35 ind/m2 dengan kelimpahan relatif 5.81%.Kerang jenis A. antiquata memiliki frekuensi tertinggi yaitu 1.00% dengan kepadatan relatif 38.2% dan Kerang jenis A. polii memiliki frekuensi terendah yaitu 0.25% dengan frekuensi relatif 10.42%indeks keanekaragaman spesies Kerang yang terdapat pada stasiun mangrove 0.87, stasiun batu 0.83, stasiun pasir 1.08 dan stasiun lamun 0.97, nilai indeks keanekaragaman tersebut berada pada kateogori rendah-sedang.
DEVITSON BOIMAU
2021 · Thesis · Open Access
ABSTRAK PENGGUNAAN MODIFIKASI MEDIA OLAHRAGA DALAM PEMBELAJARAN LOMPAT JAUH GAYA JONGKOK PADA SISWA KELAS V Devitson Boimau1*, Ramona Mathias Mae2, Jimmy Charter Atty3 1,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia 2 email. [email protected] Latar belakang: Pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan adalah suatu proses modifikasi dalam pembelajaran melalui aktivitas jasmani yang di desain oleh guru untuk membatasi masalah mengenai parasarana yang tidak mendukung dalam proses pembelajaran penjasorkes khusunya pada pembelajaran lompat jauh. dikarenakan prasarana yang tidak tersedia dalam hal ini bak pasir. Menurut Ahmad Rusly (1989:142-143), memodifikasi merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh seorang guru penjasorkes agar proses pembelajaran dapat mencapai tujuan pembelajaran penjasorkes. Salah satu materi pendidikan jasmani yang tercantum dalam kurikulum sekarang ini kurikulum 2013 yaitu lompat jauh (Depdiknas:2004). Adanya beberapa gaya yang terdapat dalam lompat jauh yaitu: gaya berjalan di udara, gaya jongkok, dan gaya menggantung. Tujuan penelitian: Tujuan yang diharapkan pada penelitian ini adalah untuk mendukung proses pembelajaran penjasorkes dan mengetahui pemahaman siswa dalam proses pembelajaran lompat jauh melalui modifikasi media. Metode penelitian: Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD Inpres Oehala, dan berupa lampiran data yaitu: 1) observasi, 2) wawancara, 3) dokumentasi, guna melengkapi data penelitian. Hasil dan pembahasan: Pada proses pembelajaran lompat jauh gaya jongkok, khususnya kelas V dari ke 15 siswa diantaranya 10 orang siwa dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan gerak dalam (kategori baik), dan 5 orang siswa dalam (kategori baik sekali), karena proses modifikasi media pembelajaran lompat jauh sangat tertarik bagi siswa dan dapat menguasai teknik-teknik dalam pembelajaran lompat jauh yaitu gaya jongkok. Simpulan: Dalam proses pembelajaran penjasorkes melalui modifikasi media dalam pembelajaran lompat jauh gaya jongkok pada siswa kelas V, dapat memacu siswa meningkatkan keterampilan gerak dalam pembelajaran lompat jauh gaya jongkok dengan kriteria baik.
FEBRIATI TANA HAWU
2021 · Thesis · Open Access
Gamal (Gliricidia sepium) adalah tanaman dalam golongan Leguminosae, dapat tumbuh dengan baik di dataran rendah hingga 30 m di atas permukaan laut (DPL) dan di tanah yang kurang subur yang dimanfaatkan sebagai pagar hidup, dan pupuk hijau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antibakteri ekstrak kulit batang gamal terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli, dan untuk mengetahui daya hambat ekstrak kuli batang gamal terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Pendidikan Biologi UKAW Kupang, dengan menggunakan metode eksperimen dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan dengan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL). Parameter yang di amati zona hambat pada bakteri Staphylococcus aureus dan bakteri Escherichia coli. Hasil penelitian dianalisis menggunakanan analisis ANOVA satu jalur dengan uji lanjut Duncan (DMRT). Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh uji antibakteri ekstrak kulit batang gamal (Gliricidia Sepium) berpengaruh terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan tidak memberi pengaruh terhadap bakteri Escherichia coli. Konsentrasi ekstrak kulit batang gamal yang memberi pengaruh sangat tinggi terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus dengan zona hambat sebesar 10,67 mm kategori kuat dan pada bakteri Escherichia coli dengan zona hambat 7,67 mm kategori sedang
ADON SEMITRA MAOL
2021 · Thesis · Open Access
ABSTRACT
This thesis is entitled A SEMANTIC ANALYSIS ON POLYSEMY AND HOMONYMY OF UAB METO LANGUAGE UTTERED BY FATULEU COMMUNITY. The research problems of this study are what are the types and meanings of polysemy and homonymy of Uab Meto used by people living in Fatuleu. The aims of this study are to find out the types and meanings of polysemy and homonymy in Uab Meto. Descriptive qualitative method is applied in this research. The object of this study is Fatuleu especially Passi village. To collect the data the writer needed eight peoples to be sample to take record in conversation. There are two types of polysemy, namely: 1. Regular Polysemy. 2. Irregular Polysemy. There are examples for regular polysemy: A. metnah ’lie’, and ‘black’ and fatu ’stones’, ‘ battery’ and irregular polysemy like nao, fanin, poe ’go out’. There are four types of homonymy, like: 1. Same Spelling-category, 2. Same Category-different Spelling (homophone), 3.Different category-same Spelling (homograph), 4.Different Category-Different Spelling. There are examples of homonymy: same spelling-category: nahan ‘sound’ and ‘cook’, some category-different spelling: na’lot ‘hungry’ and ‘boiling’, different category-same spelling: neno ’day’ and ‘skies’, different category-different spelling: hetpoe ’clean and hepoe ‘looking’. ’The data was collect by taking recording and transcribe, then translate to English. After analyzing the data polysemy and homonymy in Uab Meto language the writer found fifty data of polysemy and homonymy , that consists of : elevant regular polysemy, five irregular polysemy, eight same spelling-category, five same category-different spelling (homophone), thirteen different category-same spelling (homograph), eight different category-different spelling.
OMAR D BANUNAEK
2021 · Thesis · Open Access
ABSTRACT
A COMPARATIVE STUDY ON THE ENGLISH LEARNING ABILITY OF STUDENTS IN GRADE XII OF SCIENCE MAJOR AND LANGUAGE MAJOR AT SMA EFATA SOE DURING ONLINE LEARNING
The aims of this study are to know the differences and similarity of achievement outcomes between Science major and Language major students and to describe and compare which one major of the students that have the most ability in learning English. Quantitative research was used as the method of this research with population in grade XII science major and language major class, as a sample that is science major class consists of 30 students and language major class consists of 30 students. The documentation technique was used to collect the data to complete this study. Analysis the data by using calculate the average ability students and classify students’ score based on the ability level of students. The result of this study shows the ability in learning English of students in science major get 100% or 30 students have good ability in knowledge and skills, with the highest score is 93 and the lowest score is 84. The most students get a score of 86, students get the score in very high/advance level (81-100), the average score is 88.While the ability in learning English of language major students have 60% or from 30 students get the highest score is 92 and the lowest score is 76. The most students get a score of 76, with the average score is 80. For two types assessment in K13 program, 60% score of knowledge and 63,3% score of skills in as high/intermediate level (61-80), and then 40% score of knowledge and 36,7% score of skills in very high level (81-100). So, 60% students in language major have intermediate level ability, and 40% students have advance level ability in learning English. The ability to learning English for students in Science major is better or higher than ability to learning English of students in language major.
Keywords: comparative ability, learning English, science major, language major
YOHANES BALI ATE
2021 · Thesis · Open Access
ABSTRACT
This research entitled A Grammatical Analysis of Pronouns in Waijewa Language. The research problems of this study are: 1). what are the forms and types of pronouns in Waijewa language? 2) How are those pronouns used in clause? The aims are 1) to identify and describe the forms and types of pronouns in Waijwa language, 2) to describe the used of those pronouns in clauses. This research concerned on grammatical analysis of pronouns in Waijewa language, the used of pronouns in clauses. The data was collected from video recording that take place in Waimangura sub-district. The method used is descriptive qualitative. There were four informants that the writer record as the subject of this study. The techniques of data analysis used in this study are transcribing the recording, identifying and classifying the types of pronouns forms and describing the use of the pronouns in clause. The result of this study shows that there are 7 types of pronouns found in Waijewa language. First, there are 7 personal pronouns such as yauwa, yo’u, nya, yamme, hitto, hidda, yemmi. Second, there are 6 possessive pronouns such as nggu, mu, nya, ma, ndi. Third, there are 6 reflexive pronouns such as dounggu, doumu, nyadou, dounda, doundi. Fourth, there are 4 demonstrative pronouns such as newe, neke, nawa, naka. Fifth, 2 reciprocal pronouns such as ia waddeka. Sixth, there are 5 interrogative pronouns such as nggara, nggei, appa. Seventh, there are 3 relative pronouns such as nakka, nggarra nggei. The pronouns have been described by using the 8 types of pronouns. The entire pronouns are used as a subject or as an object either as independent clause or dependent clause.
OSRI NIFU EKI
2021 · Thesis · Open Access
ABSTRACT
This research is about A Descriptive Study of Characters in Sydney Sheldon’s novel The Naked Face. The research questions in this research are: What are the types of characters in the novel The Naked Face and What are the characteristic of the character in the novel The Naked Face. The aims of this research are: To know the types of characters in the novel and To describe the characteristic of the character in the novel. The method used in this research is qualitative method. The data resources used in this research is the writer taken the data from novel The Naked Face by Sydney Sheldon. The technique of data collection used in this research is done through by documentation, then analyzed each dialogues of the characters and characteristics that includes the types of characters and characteristic of the character. After analyzing the data, the writer found two types of characters such as; the first is Major character they are; Dr. Judd Steven, McGravy, and Frank Angeli and the second is Minor character they are; Carol and John Hanson. And writer analyzing two characteristic of the character such as; the first is Protagonist characteristic they are; Dr. Judd Steven, McGreavy, and Frank Angeli, and the second is Antagonist characteristic, they are Moody, Harrison Burke, Anthoni DeMarco, and Teri.
NOVANDI MAROO
2021 · Thesis · Open Access
Kecamatan Amarasi adalah salah satu kecamatan mempunyai sumber daya alam pertanian yang sangat melimpah yang dapat meningkatkan kebutuhan masyarakat petani. Tanaman pisang sebagai salah satu jenis tanaman yang dijadikan sebagai bahan makanan maupun bahan obat-obatan, selain dijadikan sebagai bahan makanan dan bahan obat-obatan dijual untuk meningkatkan kebutuhan ekonomi para petani di Kecamatan Amarasi, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis tanaman pisang yang ada diperkebunan para petani di Desa Apren, dan untuk mengetahui bagaimana para petani di Desa Apren memanfaatkan tanaman pisang dalam keperluan sehari-hari baik secara budaya maupun ekonomis, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksplorasi, metode eksplorasi digunakan untuk mengamati bagian permukaan dari tanaman pisang, Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakuan, diinventarisasikan 8 jenis tanaman pisang yang ditanam atau dibudidayakan oleh masyarakat di halaman rumah maupun di perkebunan masyarakat di Desa Apren. Jenis-jenis tanaman pisang yang ditemukan yaitu jenis pisang merah mempunyai nama latin musa velitia nama lokal uik tembaga, pisang meja mempunyai nama latin musa x paradisiaca L nama lokal uik me, pisang raja mempunyai nama latin musa textilia nama lokal uik raja, pisang barangan hitam mempunyai nama latin musa acuminate L nama lokal uik goreng, pisang barangan putih mempunyai nama latin musa acuminate L nama lokal uik goreng, pisang kepok mempuyai nama latin musa paradisiaca L. var. bluggoe nama lokal uik rote, pisang ambon mempuyai nama latin musa cavendishii var giant paxton nama lokal uik ambon, dan pisang susu mempunyai nama latin musa paradisiaca var.nana nama lokal uik susu. Berdasarkan perhitungan jumlah responden dalam memanfaatkan tanaman pisang oleh masyarakat di Desa Apren maka presentase pemanfaatan bagian organ dari pisang merah yaitu daun 14,28%, buah 61,90%, batang 4,76%, Jantung 19,04%. Presentase pemanfaatan bagian organ pisang meja daun 9,52%, buah 61,90%, batang 4,76%, jantung 23,80%. Presentase pemanfaatan bagian organ pisang raja daun 9,52%, buah 57,14%, batang 4,76%, jantung 28,57%. Presentase pemanfaatan bagian organ pisang barangan hitam daun 4,76%, buah 57,14%, batang 4,76%, jantung 23,80%. Presentase pemanfaatan bagian organ pisang barangan putih daun 4,76%, buah 57,14%, batang 4,76%, jantung 23,80%. Presentase pemanfaatan bagian organ pisang kapok daun 4,76%, buah 52,38%, batang 4,76%, jantung 23,80%. Presentase pemanfaatan bagian organ pisang ambon daun 9,52%, buah 76,19%, batang 4,76%, jantung 9,52%. Dan presentase pemanfaatan bagian organ pisang susu daun 4,76%, buah 76,19%, batang 4,76%, jantung 14,28%. Berdasarkan wawancara dan pembagian kuisoner pemanfaatan bagian tanaman pisang yang lebih menjadi komoditi primadona adalah buah pisang. Pemanfaatan buah pisang dalam kehidupan masyarakat di Desa Apren yaitu sebagai bahan makanan maupun dijual untuk meningkatkan kebutuhan ekonomi masyarakat petani. Hasil pemanfaatan bagian tanaman pisang berdasarkan bagan bagian tanaman pisang yaitu daun 52,36%, Buah 438,04%, batang 38,08%, jantung 185,69%.int parts based on the banana plant part chart are leaves 52.36%, fruit 438.04%, stems 38.08%, heart 185.69%.
MARTHINUS S NALLUKH
2021 · Thesis · Open Access
Fungi atau jamur merupakan organisme yang bersifat heterotrof, memperoleh makanan dengan menyerap nutrisi dari bahan organik seperti tumbuhan dan sisa-sisa hewan yang telah mati. Fungi parasit memperoleh nutrisi dengan menyerap dari tumbuhan ataupun hewan yang masih hidup. Kebiasaan masyarakat menggunakan berbagai jenis jamur sebagai lauk untuk dimakan didasarkan pada pengetahuan tradisional dalam pengolahan jenis-jenis jamur sebagai bahan makanan. Masyarakat menggunakan berbagai jenis jamur sebagai bahan makanan karena mudah didapat dan tidak memakai biaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis jamur makroskopis dan manfaatnya di Taman Hutan Raya Prof Ir Herman Johannes. Metode yang digunakan dalam penelitian ini bersifat deskriptif. Pengambilan sampel dan pengumpulan data jenis jamur dilakukan dengan metode jelajah di sekitar lokasi Taman Hutan Raya Prof Ir. Herman Johannes. Hasil penelitian menunjukan bahwa di sekitar lokasi Taman Hutan Raya Prof Ir. Herman Johannes, terdapat 14 jenis jamur. Dari 14 jenis jamur tersebut ada yang diolah menjadi bahan makanan dan obat tradisional. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Taman Hutan Raya Prof. Ir. Herman Johannes Kecamatan Amarasi maka dapat disimpulkan bahwa jenis-jenis jamur makroskopis yang ditemukan terdapat beberapa jenis jamur seperti jamur kipas, jamur shitake, jamur lapuk putih, jamur kuping, jamur merah dan jamur lingsih. Disarankan setiap mahasiswa atau calon sarjana agar melakukan penelitian lanjutan dari segi pemanfaatan jamur sebagai bahan obat-obatan karena dari beberapa jamur tersebut terdapat beberpapa jenis yang digunakan oleh masyarakat setempat baik untuk dikosumsi maupun digunakan sebagai bahan obat-obatan tradisonal.
DEWI KRISTINA BLEGUR
2021 · Thesis · Open Access
ABSTRAK
Jenis Ubi-Ubian Yang Dimanfaatkan Sebagai Bahan Pangan di Desa Motongbang Kecamatan Teluk Mutiara Kabupaten Alor
Blegur,D.K.)* Bullu,N.I)** Daud,Y)*
Salah satu usaha memantapkan swasembada pangan dan ketahanan pangan adalah dengan diversifikasi pangan. Diversifikasi pangan yang dimaksudkan bukan untuk menggantikan beras sepenuhnya, namun mengubah dan memperbaiki pola konsumsi masyarakat supaya lebih beragam jenis pangan dengan mutu gizi yang lebih baik. Ubi-ubian merupakan tanaman yang cocok dikembangkan untuk mengatasi masalah pangan. ubi-ubian memiliki nilai gizi tinggi dan lengkap serta dapat digunakan sebagai bahan pangan alternatif pengganti beras. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis ubi-ubian yang di manfaatkan sebagai bahan pangan di Desa Motongbang Kecamatan Teluk Mutiara Kabupaten Alor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksplorasi. Pengambilan data tanaman ubi-ubian dilakukan dengan teknik wawancara dan dokumentasi serta pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Jenis ubi-ubian yang berpotensi sebagai bahan pangan yang ditemukan di Desa Motongbang Kecamatan Teluk Mutiara Kabupaten Alor meliputi 8 jenis tanaman ubi-ubian dan 12 kultivar dari 4 jenis tanaman yaitu Ubi kayu mentega, ubi kayu putih, ubi kayu adira 2, Ubi jalar putih, ubi jalar kuning, ubi jalar ungu, Uwi putih, uwi kuning, uwi kelapa, Uwi putih kulit coklat, Gadung, Talas kimpul, talas beneng, talas ungu, Ganyong, Garut. Bagian tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai bahan pangan yaitu umbi dan daun.
Kata kunci : Jenis ubi-ubian, Bahan pangan