ROSWITA NAHAK
2021 · Thesis · Open Access
Paradigma layanan publik berevolusi dari layanan yang terpusat untuk memberikan fokus yang lebih berorientasi pada layanan dalam mengelola pemerintah yang didorong oleh pelayanan kepada masyarakat. Untuk terwujudnya implementasi pelayanan publik diperlukan sumber daya manusia yang berkualitas, memiliki kemampuan untuk melayani, memenuhi kebutuhan, merespons pengaduan masyarakat secara memuaskan, sesuai dengan harapannya melalui kebijaksanaan, instrumen hukum yang dijadikan referensi dalam control ( Hadian,2017). Kinerja adalah ukuran keberhasilan suatu organisasi, baik secara organisasi produksi atau organisasi penyedia layanan.
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil adalah salah satu organisasi yang bergerak dibidang layanan yang juga membutuhkan kinerja sebagai tolak ukur keberhasilannya ( Pawirosumanto & Sarjana, 2017) Indikator untuk mengukur kinerja pegawai meliputi kualitas kerja yang artinya mutu pekerjaan yang dihasilkan, kuantitas kerja yang artinya upaya untuk meningkatkan angka unit yang diproduksi dan hasil dari aktifitas kerja, lalu ketepatan waktu artinya ketepatan memaksimalkan waktu yang tersedia, menyelesaikan tugas dengan cepat dan tepat dan mampu menyelesaikan tugas sesuai dengan kebutuhan dan efektivitas artinya menggunakan fasilitas yang tersedia dan memaksimalkan pekerjaan yang diselesaikan. Dewasa ini muncul beberapa fenomena dalam organisasi salah satunya belum optimalnya kinerja pegawai. Indikasinya tercermin dari rendahnya tingkat ketercapaian sasaran kerja pegawai dengan target yang telah ditetapkan ( Sari & Hadijah,2016).
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil merupakan salah satu instansi pemerintah yang melayani administrasi publik. Pelayanan publik ini meliputi pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil. Pendaftaran penduduk meliputi pembuatan Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP), Kartu Identitas Anak (KIA), dan Surat Pindah, sedangkan pencatatan sipil meliputi pembuatan kutipan akta kelahiran, kutipan akta kematian, kutipan akta perceraian, pencatatan pengakuan anak dan pengesahan anak, pencatatan perubahan nama, dan pencatatan perubahan kewarganegaraan. Budaya organisasi merupakan sistem makna bersama yang dianut oleh seluruh anggota yang membedakan organisasi itu dari organisasi-organisasi lain. Penerapan budaya organisasi yang kondusif dan menyenangkan dapat menjadi kekuatan yang mampu mengarahkan perilaku karyawan pada pencapaian tujuan organisasi melalui kinerja yang diberikan (Donny & Tri,2017). Budaya organisasi yang kuat berguna untuk mengarahkan perilaku, karena membantu karyawan untuk melakukan pekerjaan yang lebih baik sehingga setiap karyawan di awal karirnya perlu memahami budaya organisasi dan bagaimana budaya itu diterapkan didalam perusahaan(Paramita, Lumbanraja & Absah, 2018). Tanpa adanya budaya organisasi jalannya roda perusahaan tidak memiliki pedoman atau acuan dalam bertindak dan mememcahkan masalah. Selain berpegang pada budaya organisasi, pihak manajemen perlu memberikan kepuasan kerja pada setiap karyawannya seperti memberikan gaji yang dikenal signifikan, tetapi kompleks secara kognitif dan merupakan faktor multidimensi, kemudian promosi jabatan yang membuat karyawan berlomba-lomba dalaam melakukan yang terbaik atas rekam jejak kinerjanya supaya mendapatkan reward naik jabatan atau promosi jabatan, dan kondisi kerja yang baik.
Faktor kepuasan kerja pegawai sangat penting artinya bagi perusahaan karena dengan adanya kepuasan bagi pegawai, diharapkan nantinya akan semakin meningkatkan kinerja dan berimbas pada peningkatan produktivitas perusahaan secara menyeluruh atau dalam ilmu manajemen jasa dikenal dengan istilah “ happy employee, happy customer”, yang berarti sebelum memuaskan pelanggan, harus terlebih dahulu member kepuasan bagi pekerja, sehingga pekerja pun akan dengan senang hati dan tulus ikhlas member pelayanan yang optimal bagi customernya ( Ima & Gawi, 2016). Berdasarkan penjelasan diatas tersebut maka dalam penelitian ini peneliti akan membahas Pengaruh Budaya Organisasi dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Malaka. Dalam penelitian ini metode yang peneliti gunakan adalah metote kuantitatif, dengan teknik pengambilan sampel peneliti menggunakan teknik pengambilan data kusioner. Sehingga diperoleh sampel sebanyak 49 orang dan jumlah populasi sebanyak 49 orang karyawan yang bekerja di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Malaka.
Teknik analisis data yang peneliti gunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui pengaruh budaya organisasi dan kepuasan kerja terhadap kinerja pegawai pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Malaka. peneliti menggunakan Uji Analisis Regresi Linear Berganda, Uji Parsial (Uji T), Uji Simultan (Uji F) dan Uji koefisien Determinasi (R2). Dari hasil penelitian yang dilakukan, peneliti dapat menyimpulkan bahwa Secara parsial budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhada kinerja pegawai Pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Malaka dan kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Malaka. Sedangkan secara simultan budaya organisasi dan kepuasan kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Malaka
Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil pengujian didapati hasil analisis regresi linier berganda dengan nilai konstan a sebesar 10.490 sedangkan koefesien regresi bˡ = 0.508, b² adalah 0.211.Dengan demikian persamaan regresi linear berganda yang memperlihatkan budaya organisasi (X1) dan kepuasan kerja (X2) terhadap kinerja pegawai (Y) adalah sebagai berikut : Y= 10,490+ 0,211 X1 + 0,452 X2 + e. Selain itu hasil Uji hipotesis pertama yaitu ada pengaruh budaya organisasi (X1) terhadap kinerja pegawai(Y). Diketahui bahwa untuk variabel budaya organisasi (X1) ditemukan t hitung = 3.341 lebih besar t table = 2.4048 dan tingkat Sig. = 0,002.berikutnya hasil Uji hipotesis kedua yaitu ada pengaruh rekan kerja (X2) terhadap keputusan kerja karyawan (Y). Diketahui bahwa untuk variabel kepuasan kerja (X2) ditemukan t hitung = 6.525 lebih besar t table = 2.4048 dan tingkat Sig. = 0,000. Untuk hasil pengujian Uji F diadapati F hitung = 22.164 lebih besar F tabel = 5.93 dan tingkat Sig. = 0,000). berdasarkan perolehan hasil uji koefisien determinasi (R2 ) diatas dapat diketahui besarnya koefisien determinasi R2 adalah 0.833 atau 82,6%. Hal ini berarti besarnya pengaruh budaya organisasi dan kepuasan kerja terhadap kinerja pegawai adalah 82,6%.
YON WELFER BENI HADAT TANEO
2021 · Thesis · Open Access
Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh Ekuitas merek dan kualitas produk Terhadap keputusan pembelian produk Asus di kota kupang dan. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 100 orang. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah kuesioner/angket. Hasil penelitian ini menunjukan hasil yang telah diperoleh dari koefisien regresi, maka dapat dilihat bahwa nilai konstanta (a) = 0,681 artinya bahwa jika kedua variabel independen (X1) yaitu 0,269 ekuitas merek,dianggap konstan maka nilai keputusan pembelian (Y) adalah 0,681. Sedangkan Kualitas prodk (X2) = 0,428. artinya Ekuitas Merek meningkat(X1), maka akan mampu meningkatkan keputusan pembelian (Y) sebesar 0,681 dengan asumsi Ekuitas Merek konstan adalah 0,001 < 0,05 dan nilai t – hitung 3.440 > t tabel adalah 1,985. Ekuitas Merek Hipotesis yang diajukan adalah H0 = terdapat pengaruh yang signifikan secara parsial antara variabel Ekuitas Merek dan Keputusan Pembelian, Ha = Terdapat Tidak ada pengaruh yang signifikan secara parsial antara variabel Ekuitas Merek dan keputusan Pembelian Konsumen Jika nilai signifikan < 0,05, atau thitung > ttabel maka terdapat pengaruh varaibel X terhadap Y. Sebaliknya jika nilai signifikan > 0,05, atau thitung < ttabel maka tidak terdapat pengaruh variabel X terhadap Y. Hasil uji parsial (uji-t) yang tercantum pada tabel 4. 6 dapat dijelaskan sebagai berikut: Variabel Ekuitas Merek dari thitung 3,440 > dari ttabel 1,985 artinya signifikan. Signifikan di sini berarti H1 diterima, artinya Ekuitas merek secara parsial berpengaruh terhadap positif terhadap keputusan pembelian. Sedangkan nilai signifikan Ekuitas Merek 0,001 nilai thitung < ttabel kurang dari 0,05 (0,001 < 0,05) maka ekuitas merek secara parsial berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian (menerima H0 dan menolak Ha). Variabel kualitas produk (X2), hipotesis yang diajukan adalah sebagai berikut H0 = Tidak terdapat pengaruh yang signifikan secara parsial antara variabel kualitas produk dan keputusan pembelian, H1 = terdapat tidak ada pengaruh yang signifikan secara parsial antara variabel kualitas produk dan keputusan pembelian Jika nilai signifikan < 0,05, atau thitung > ttabel maka terdapat pengaruh varaibel X terhadap Y. Sebaliknya jika nilai signifikan > 0,05, atau thitung < ttabel maka tidak terdapat pengaruh variabel X terhadap Y. Variabel kualitas produk memiliki nilai signifikan 0,000 < 0,05 artinya tidak ada signifikan. Karena nilai Signifikan < 0,05, dari thitung 7,151 < dari ttabel 1,985 artinya tidak ada signifikan. H0 ditolak H1 diterima dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh Signifikan namun berpengruh secara positif antara variabel kualitas produk terhadap keputusan pembelian yang berarti Ha diterima H0 ditolak, artinya kualitas produk secara parsial tidak keputusan pembelian.
JOANICO AMARAL
2021 · Thesis · Open Access
Penelitian dalam skripsi ini bertujuan untuk mengetahui komitmen organisasi berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada Kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Kupang dan lingkungan kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada Kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Kupang. Latar belakang dari penelitian ini adalah berdasarkan survei yang dilakukan oleh peneliti bahwa bahwa komitmen dari para pegawai Kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Kupang ini sudah baik, namun masih terdapat beberapa pegawai yang belum komitmen dengan tugas dan tanggung jawab yang diberikan. Selain itu faktor lingkungan kerja juga perlu diperhatikan. Salah satunya kondisi yang nyaman baik dari segi fisik berupa peralatan kerja, suhu tempat kerja, kesesakan dan kepadatan, kebisingan dan luas ruang kerja. Seperti beberapa hal yang ditemukan peneliti bahwa terdapat bengkel di belakang Kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Kupang dan juga kesesakan dalam ruang kerja. Hal ini dapat mengganggu kenyamanan dan konsentrasi para pegawai dalam bekerja sehingga dapat berpengaruh pada kinerja pegawai. Berdasarkan data yang diperoleh bahwa keefektifan kinerja pegawai pada kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Kupang dinyatakan belum efektif karena dilihat dari indikator atau alat uji yang telah ditetapkan dan hasil penilaian dari setiap pegawai dari setiap pegawai sesuai dengan indikator tersebut. Nilai yang ditetapkan sebagai indikator dalam menguji keefektifan kinerja pegawai dengan nilai mulai dari 80 sampai pada nilai 90 dikatakan efektif, tetapi sesuai dengan hasil yang diperoleh beberapa pegawai belum mencapai nilai keefektifan. Dan dalam upaya untuk mencapai tujuan penelitian ini dan menyelesaikan persoalan tersebut, maka penulis menggunakan teknik pengumpulan data berupa pembagian kuesioner kepada pegawai di Kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Kupang. Dan hasil pengumpulan data tersebut diuji berdasarkan analisis data kuantitatif menggunakan persamaan regresi linier berganda dengan uji hipotesis pertama diketahui bahwa untuk variabel komitmen organisasi (X1) ditemukan t hitung sebesar 2,554 lebih besar dari ttabel 1,670 maka hipotesis diterima yaitu komitmen oganisasi (X1) berpengaruh positif secara parsial terhadap kinerja pegawai (Y). Sedangkan uji hipotesis kedua untuk variabel lingkungan kerja (X2) ditemukan t hitung sebesar 4,923 lebih besar dari t tabel 1,670 maka hipotesis diterima yaitu variabel lingkungan kerja (X2) berpengaruh positif secara parsial terhadap kinerja pegawai (Y). Dan koefisien determinasi membuktikan variansi dalam kinerja pegawai (Y) dapat dijelaskan oleh komitmen organisasi (X1) dan lingkungan kerja (X2) melalui model sebesar 30,2 %, sisanya 69,8 % berasal dari variabel lain. Penelitian ini menunjukkan bahwa secara statistikterbukti bahwa komitmen organisasi berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Kupang dan lingkungan kerja berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai pada Kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Kupang. Berkaitan dengan komitmen organisasi pada kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Kupang, sebaiknya perlu memperhatikan lingkungan kerja dan meningkatkan kinerja pegawai dengan mengikuti arahan atau wewenang yang telah ditentukan oleh Kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Kupang, serta harus menyelesaikan pekerjaan yang telah diberikan secara bertahap agar pekerjaan dapat terselesaikan tepat waktu.
MODESTA SEUK
2021 · Thesis · Open Access
Organisasi yang ideal adalah organisasi yang mampu mencapai tujuan secara optimal. Sebagai tujuan yang ingin di capai oleh PT. Timor Sejahtera Aguafit Kabupaten Kupang. Suatu organisasi sangat memahami bahwa karyawan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keberhasilannya.
Hal tersebut hanya dapat menjadi berkat kepemimpinan dalam suatu organisasi dalam memahami kebutuhan karyawan, dean dengan kemampuan mereka untuk menciptakan lingkungan kerja yang kondusif yang pada akhirnya dapat menumbuhkan daya saing yang sehat dan dapat membuat para karyawan merasa termotivasi secara internal. Sadar akan pentingnya kualitas dari tenaga kerja untuk mencapai stadar yang diperlukan baik oleh pelanggan-pelanggan lokal maupun internasional PT. Timor Sejahtera Aquafit Kabupaten Kupang . Disiplin kerja adalah sebuah penentuan kerja yang ampuh. Meskipun demikian karena disiplin kerja biasanya berhubungan erat dengan kompensasi. Para atasan umumnya berupaya untuk mengurus kelompok mereka, bukan menggunakan penilaian kinerja untuk mengenali siapa yang tidak bekerja dengan baik dan kemudian menentukan mengapa kinerja karyawan tersebut dibawah standar.
Kinerja menjadi alat penting dalam melihat pencapaian tujuan organisasi, apabila kinerja karyawan rendah maka harus dilihat dari faktor disiplin dan motivasi kerjanya. Jika kedisiplinan dan motivasi kerja suatu karyawan tinggi maka kinerja kerja juga akan tinggi, tetapi sebaliknya jika kedisiplinan dan motivasi kerja suatu karyawan rendah makan kinerja juga akan rendah. Sehingga pernyataan tersebut maka munculah permasalahan yaitu “Apakah disiplin kerja motivasi kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada PT. Timor Sejahtera Aguafif Kupang”?. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh disiplin kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan pada PT. Timor Sejahtera Aguafit Kabupaten Kupang.
Pengumpulan data yang dilakukan dengan penyebaran kuisioner dengan jumlah sampel sebanyak 37 responden dengan menggunakan pendekatan deskripsif kuantitatif. Oleh karena itu dalam penelitian ini, hasil analisis data yang digunakan adalah analisis statistic dalam bentuk uji regresi linear berganda.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada pengaruh yang positif antara disiplin kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan pada PT. Timor Sejahtera Aguafit Kabupaten Kupang. Hasil uji correlation mengemukakan bahwa N=37 dan indicator Disiplin kerja (X1) memperoleh nilai pearson correlation 0,606 dengan taraf signifikansi 0.000, sedangkan motivasi kerja (X2) memperoleh nilai 0,699 dengan taraf signifikansi 0,000<0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa Disiplin kerja dan motivasi kerja sangat berpengaruh terhadap kinerja Karyawan (Y).
Sedangkan dalam hasil uji Parsial (uji t) menunjukan bahwa nilai thitung koefisien disiplin kerja (X1) adalah 3,259 dengan tarag signifikan 0.003, sedangkan ttabel adalah ἁ=0,05, sedangkan pada motivasi kerja memiliki nilai 4.614 dengan nilai sig. 0.000= 5%. Sedangkan pada uji F, dari perhitungan didapatkan nilai Fhitung sebesar 26.649 dengan taraf signifikansi 0.000, dan nilai df1 = 2, df2 = 34. Dapat didapatkan nilai Ftabel = 2.032. dalam hasil uji koefisien determinasi (R2 ) diketahui nilai R squere sebesar 0.611 (61,1%). Sehingga dapat dijelaskan bahwa variabel disiaplin kerja menjelaskan kinerja karyawan sebesar 61,1% dan sisa di jelaskan oleh variabel lain. Dalam pengujian hipotesis juga di ketahui bahwa variabel disiplin kerja dan motivasi kerja berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan pada PT. Timor Sejahtera Aguafit Kabupaten Kupang karena masing-masing variabel memiliki nilai signifikansi 0.000 atau 5%.
TEOFILUS POLO
2021 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Peraturan Mentri Dalam Negeri Nomor 113 Tahun 2014 tentang pengelolaan dana desa,di mana dana desa merupakan dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yang diperuntukan bagi desa yang ditransfer melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja daerah Kabupaten/kota dan digunakan untuk membiayai penyelenggaraan pemerintah, pelaksanaan pembangunan, pembinaan kemasyaraakatan dan pemberdayaan masyarakat . Sistem pengelolaan dana desa yang dikelola oleh pemerintah desa termasuk didalamnya mekanisme penghimpunan dan pertanggungjawaban merujuk pada UU No 33 Tahun 2004 tentang perimbangan keuangan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Dalam pengelolaaan dana desa terdapat 5(lima) tahapan yaitu Perencanaan, Pelakaksanaan, Penatausahaan, Pelaporan dan Pertangungjawaban. Berdasarkan latar belakang tersebut maka peneliti tertarik megambil judul”Analisis Kinerja Pengelolaan Dana Desa”. Untuk mengetahui proses perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan dan pertanggungjawaban dalam pengelolaan dana desa di desa Baumata Barat. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) bagaimana proses perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan dan pertanggungjawaban dalam pengelolaan dana desa di desa Baumata Barat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan dan pertanggungjawaban dalam pengelolaan dana desa di desa Baumata Barat. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dukumentasi, dan wawancara. sumber data dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil analisis bahwa perencanaan dalam pengelolaan dana desa telah dilakukan proses penetepan perencanaan sudah sesuai dengan permendagri No. 113 tahun 2014. Proses pelaksanaan dalam pengelolaan dana desa sudah sesuai dengan permendagri No.113 tahun 2014. Untuk proses penatausahaan dalam pengelolaan dan desa belum sesuai dengan permendagri No.113 tahun 2014 dimana bendahara desa Baumata Barat terlambat melakukan pencatatan penerimaan maupun pengeluaran. Dan proses pelaporan dalam pengelolaan dana desa juga belum sesuai dengan permendagri No.113 tahun 2014 dikerenakan keterlambatan dalam penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan sehingga tidak dapat dilaporkan sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan. Proses pertanggungjawaban dalam pengelolaan dana desa sudah sesuai dengan permendagri No.113 tahun 2014 dimana pemerintah desa Baumata Barat memberikan informasi pertanggunjawaban kepada masyarakat dilakukan melalui baliho sehingga mempermudah masyakat untuk mengatahui laoparan pertanggunjawaban yang ada. Kata Kunci : Pengelolaan Dana Desa, Perencanaan, Pelaksanaan, Penatausahaan, Pelaporan, Pertanggungjawaban
HERONIMUS JUWA WERO
2021 · Thesis · Open Access
ABSTRAK PENGARUH LINGKUNGAN KERJA DAN DISIPLIN KERJA TERHADAPA KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR BADAN PENGELOLAH PERBATASAN PROVINSI NTT Salah satu hal penting yang harus dimiliki oleh setiap pegawai adalah kinerja pegawai. Suatu organisasi dapat bertahan jika setiap kegiatan pegawai didukung oleh kinerja pegawai. Salah satu cara untuk meningkatkan kinerja pegawai adalah dengan memperhatikan kualitas lingkungan kerja dan disiplin kerja pada karyawan. Lingkungan kerja merupakan salah satu komponen penting dalam menumbuhkan kenyamanan pegawai di tempat kerja. Selain itu disiplin kerja juga merupakan komponen penting untuk meningkatkan ketaatan pegawai terhadap peraturan organisasi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahuai pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai dan pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja pegawai pada kantor Dinas Pengelolah Perbatasan provinsi NTT, karena penulis menemukan bahwa terdapat kenaikan tingkat absensi pegawai serta meningkatkan kinerja pegawai. Konsep penelitian dalam skripsi ini adalah lingkungan kerja displin kerja, dan kinerja pegawai. Menurut Saydam (2010:226) mendefenisikan lingkunga kerja sebagai keseluruhan sarana prasarana kerja yang ada disekitar pegawai yang sedang melaksanakan pekerjaan yang dapat mempengaruhi pekerja itu sendiri. Suwanto (2001:228) mengemukakan pengertian disiplin kerja yaitu suatu sikap menghormati, menghargai, patuh dan taat terhadap peraturan-peraturan yang berlaku, baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis serta sanggup menjalankannya dan tidak mengelak untuk menerima sanksi- sanksinya apabila ia melanggar tugas dan wewenang yang diberikan kepadanya. Mangkunegara (2005:9) Kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Kinerja dapat dipandang sebagai proses maupun hasil pekerjaan. Kinerja merupakan suatu proses tentang bagaimana pekerjaan berlangsung untuk mencapai hasil kerja. Namun hasil pekerjaan itu sendiri juga menunjukkan kinerja. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Dengan jumlah populasi sebanyak 52 orang pegawai. Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 52 orang pegawai. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada responden, kemudian data dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda menggunakan SPSS.Dari hasil penelitian, dalam analisis pendahuluan yang menggunakan analisis deskriptif presentase diketahuai bahwa. Lingkungan kerja pegawai dalam kategori sedang, disiplin kerja berada dalam kategori sedang dan kinerja karyawan juga berada dalam kategori sedang. Dalam analisi lanjutan yang menggunakan teknik analisis regresi linear berganda diketahui bahwa lingkungang kerja tidak berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai yang ditunjukan dengan nilai signifikan sebesar 0,040 dan nilai koefisien regresi sebesar 0,342 yang berarti semakin baik lingkungan kerja, semakin tinggi pula kinerja pegawai, dan sebaliknya. Sedangkan disiplin kerja berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai yang di tunjukan dengan nilai signifikan sebesar 0,458 dan nilai koefisien regresi sebesar 0,133 yang berarti semakin baik disiplin kerja maka semakin tinggi pula kinerja pegawai . Kata Kunci : Lingkungan Kerja, Disiplin Kerja Dan Kinerja Pegawai
DINOSIUS SERAN
2021 · Thesis · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Hubungan variabel Penghargaan Atas Prestasi Karyawan terhadap Prestasi Kerja KaryawanPT. Telkom Kupang. (2) Hubungan variabel Kebutuhan Fisiologisterhadap Prestasi Kerja Karyawan PT. Telkom Kupang. Penelitian ini dikategorikan sebagai penelitian survey, di mana instrumen penelitian ini berupa kuesioner.Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan PT. Telkom Kupang sebanyak 99 karyawan.Sampel yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 20 responden.Uji Deskriptif menggunakan IBM SPSS Statistics versi 21 dan uji Korelasi menggunakan rumus korelasi. Hasil penelitian menemukan bahwa: (1) Berdasarkan pengujian yang dilakukan, hasil pengujian menyimpulkan bahwa penghargaan atas prestasi karyawan berhubungan dengan gaji, promosi, bonus dan apresiasi terhadap prestasi kerja yang dilaksanakan oleh karyawan untuk mengetahu tingkat prestasi kerja pada perusahaan sehingga dapat melihat tingkat kualitas kerja yang bagus. Dalam hal ini yang kuat positif terhadap prestasi kerja karyawan PT Telkom Kupang. Hal ini dapat dibuktikan dengan hasil uji korelasi tersebut, diketahui nilai signifikansi sig.(2-tailed) antara penghargaan atas prestasi kerja karyawan terhadap prestasi kerja karyawan dalam sebesar 0,003 dan nilai correlation coefficient sebesar 0,490 yang berarti Ha diterima dan Ho ditolak. Berdasarkan pengujian yang dilakukan, hasil pengujian menyimpulkan bahwa berhubungan dengan sandang, pangan dan papan terhadap prestasi kerja yang dilaksanakan oleh karyawan untuk mengetahu tingkat prestasi kerja pada perusahaan sehingga dapat melihat tingkat kualitas kerja yang bagus. Dalam hal ini yang kuat positif terhadap prestasi kerja karyawan PT Telkom Kupang. Hal ini dapat dibuktikan dengan hasil uji korelasi tersebut, diketahui nilai signifikansi sig.(2-tailed) antara kebutuhan fisiologis terhadap prestasi kerja karyawan dalam sebesar 0,001 dan nilai correlation coefficient sebesar 0,490 yang berarti Ha diterima dan Ho ditolak. Berdasarkan pengujian yang dilakukan, hasil pengujian menyimpulkanbahwa berhubungan dengan kualitas kerja, kuantitas kerja, keandalan dan sikap denganpenghargaan dan kebutuhan fisiologis yang dilaksanakan oleh karyawan untuk mengetahu tingkat prestasi kerja pada perusahaan sehingga dapat melihat tingkat kualitas kerja yang bagus. Dalam hal ini yang kuat positif terhadap prestasi kerja karyawan PT Telkom Kupang. Hal ini dapat dibuktikan dengan hasil uji korelasi tersebut, diketahui nilai signifikansi sig.(2-tailed) antara prestasi kerja karyawan terhadap penghargaan atas prestasi karyawan dengan kebutuhan fisiologis dalam sebesar 0,006 dan nilai correlation coefficient sebesar 0,490 yang berarti Ho diterima dan Ha ditolak. Maka dapat disimpulkan bahwa penghargaan atas prestasi karyawan berhubungan positif dan signifikan terhadap prestasi kerja karyawan begitupun dengan kebutuhan fisiologis berhubungan positif dan signifikansi terhadap prestasi kerja karyawan.
ARNI SARLINCE NDUN
2021 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Penelitian ini berjudul analisis pengaruh kualitas pelayanan dan nilai pelanggan terhadap kepuasan anggota pengguna jasa KSP Kopdit Sehati Ba’a. Skripsi ini ditulis Oleh Arni Sarlince Ndun, Nim: 17412491, Fakultas Ekonomi Program Studi manajemen, Jalur Minat pemasaran, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Latar belakang penulis melakukan penelitian mengenai kualitas pelayanan dan nilai pelanggan yang mampu membuat anggota puas dalam menggunakan jasa KSP Kopdit Sehati Ba’a. Lembaga keuangan merupakan salah satu lembaga yang harus selalu meningkatkan kualitas pelayanannya kepada anggota. Didalam perekonomian, pasti ada transaksi simpan pinjam terhadap lembaga maupun perorangan Menurut Malayu Hasibuan, (2000:9). Operasional koperasi akan berkaitan dengan pelayanan jasa Semakin disadari bahwa pelayanan merupakan salah satu cara atau jurus yang ampuh, agar dapat menarik nasabah sehingga tujuan dari koperasi dapat tercapai. Kualitas pelayanan merupakan hal yang sangat penting bagi anggota sehingga tetap harus menerapkan kualitas pelayanan yang baik dan nilai pelanggan dalam Mencapai Tujuan. Penelitian Ini Bertujuan Untuk Dapat Menganalisis Pengaruh Pengaruh Dari Kualitas Pelayanan (X1) dan Nilai Pelanggan (X2) Terhadap Kepuasan Anggota (Y) Pengguna Jasa Ksp Kopdit Sehati Ba’a. Penelitian ini dilakukan karena peneliti menganggap perlu mengetahui variabel yang diteliti pada KSP Kopdit Sehati Ba’a sehingga pemimpin dapat menyiapkan kualitas pelayanan dalam menjalankan tugas sehingga dapat tercapainya visi, misi serta tujuan organisasi. Objek penelitian ini adalah Ksp Kopdit Sehati Ba’a . Penelitian ini dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada sampel penelitian sebanyak 222 anggota dalam penelitian ini dianalisis menggunakan persamaan analisis regresi linear berganda dilakukan untuk mengetahui seberapa pengaruh variabel (x) terhadap (y) persamaan regresi berganda secara umum adalah : Y= α +β1 x1+ β 2 x2+ e. Berdasarkan hasil analisis pada tabel diatas, dengan menggunakan aplikasi SPSS dapat diperoleh persamaan regresi linear berganda sebagai berikut : Y = 21.724 + 0,573 (X1) + 0,142 (X2)+ e. Uji hipotesis koefisien Determinasi nilai Adjusted R Square sebesar 0,624. Hal ini berarti kemampuan variabel bebas dalam menjelaskan variabel terikat adalah sebesar 62,4 % sisanya 37,6 % dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini. Uji hipotesis Konsep penelitian dalam skripsi ini adalah Kualitas Pelayanan, Nilai Pelanggan dan Kepuasan Anggota. Diketahui bahwa t tabel sebesar 2.033, t hitug sebesar 9,030 menunjukkan bahwa nilai signifikan adalah 0,000 0,05 dan nilai t hitung 9,030 > nilai t tabel 2.033 maka ho ditolak artinya terdapat pengaruh kualitas pelayanan ( X1) terhadap kepuasan pelanggan ( Y ) secara signifikan dan ha diterima. Diketahui bahwa t tabel sebesar 2.033, t hitug sebesar 1,139 menunjukkan bahwa nilai signifikan adalah 0,256 > 0,05 dan nilai t hitung 1,139 nilai t tabel 2.033 maka ha ditolak dan ho diterima artinya tidak terdapat pengaruh nilai pelanggan terhadap kepuasan pelanggan secara signifikan. Diketahui bahwa F tabel sebesar 3,28 F hitug sebesar 184,417 dan nilai signifikan adalah 0,000 . maka : F hitung 184,417 > F tabel 3,28 menunjukkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima artinya terdapat pengaruh kualitas pelayanan dan nilai pelanggan terhadap kepuassan anggota secara signifikan. Hasil penelitian ini diperoleh bahwa variabel kualitas pelayanan pengaruh secara signifikan terhadap kepuasan anggota pengguna jasa ksp kopdit sehati ba,a. Hasil penelitian ini diperoleh bahwa variabel nilai pelanggan pengaruh secara signifikan terhadap kepuasan anggota pengguna jasa ksp kopdit sehati ba,a. Kata Kunci : Kualitas Pelayanan, Nilai Pelanggan dan Kepuasan Anggota
NIRMALA SETIAWATI RASSI
2021 · Thesis · Open Access
Perusahaan perbankan merupakan lembaga yang memegang peranan penting
dalam kegiatan perekonomian suatu negara. Peningkatan kinerja perusahaan bank
di suatu negara dapat dijadikan tolak ukur bagi perkembangan pembangunan
negara tersebut. Semakin maju suatu negara maka semakin besar pula perannya.
Oleh sebab itu dalam penelitian ini peneliliti akan menganalisis laporan
keuangan perusahaan perbankan untuk menggambarkan kondisi baik atau
buruknya kinerja keuangan suatu perusahaan perbankan.Kinerja keuangan adalah
gambaran dari pencapaian keberhasilan perusahaan dapat diartikan sebagai hasil
yang telah dicapai atas berbagai aktivitas yang telah dilakukan. Selain dari pada
itu kinerja keuangan merupakan pekerjaan formal yang dilakukan oleh
perusahaan, untuk mengukur keberhasilan perusahaan dalam menghasilkan laba,
sehingga dapat diketahui prospek, pertumbuhan dan potensi perusahaan untuk
perkembangan yang baik.Perusahaan mengandalkan sumber daya yang ada. Cara
Pengukuran kinerja keuangan perusahaan adalah dengan menggunakan rasio
keuangan. Sehingga rasio keuangan menunjukkan perubahan dalam kondisi
keuangan perusahaan serta potensi perusahaan dalam mengelola kekayaan
perusahaan dalam meningkatkan nilai perusahaan.
Berdasarkan penjelasan tersebut, untuk melihat nilai suatu perusahaan dapat
dilihat berdasarkan return saham yang diperoleh perusahaan dari investasi.Perlu
untuk diketahui bahwa Return saham merupakan salah satu dayatarik bagi investor dalam menanamkan modalnya dalam bentuk saham, dimana return dapat
memberikan keuntungan yang cukup besar, namun kadang juga mampu
memberikan kepuasan tersendiri. Selain dari pada itu return saham selalu
dijelaskan dengan variabel funda mental. Informasi funda mental secara umum
dapat digambarkan sebagai informasi yang berkaitan dengan data keuangan
historis suatu perusahaan. Rasio keuangan yang dapat digunakan untuk
memprediksi return saham adalah Loan to Deposit Ratio ( LDR), Net Profit
Margin (NPM), dan Capital Adequacy Ratio (CAR).
Oleh sebab itu dalam penelitian ini, penelitian bertujuan untuk menganalisis
apakah terdapat pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Return Saham pada
Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia.Populasi dalam
penelitian ini adalah seluruh Perusahaan Perbankan yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia yaitu sebanyak 45 Perusahaan Perbankan. Dan sampel yang akan
diteliti dalam penelitian ini adalah sebanyak 10 Perusahaan Perbankan yang
memenuhi kriteria yang diajukan oleh peneliti dengan menggunakan teknik
pengambilan sampel secara Purpose Sampling.
Dari hasilanalisis yang dilakukan peneliti menyatakan bahwa untuk Uji atau
secara parsial terdapat pengaruh Loan to Deposit Ratio (X1), Net Profit Margin
(X2), Capital Adequacy Ratio (X3) terhadap Return Saham (Y) pada Perusahaan
Perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2015-2019. Hal ini
dibuktikan dengan perolehan Loan to Deposit Ratio (X1) nilai signifikan adalah
sebesar 0,001 < 0,05 dan nilaithitung 3,598 >1,679 , untuk variable Net Profit
Margin (X2) diperoleh nilai signifikan adalah sebesar 0,007 > 0,05 dan nilaithitung
2,864 >1,679 dan untuk variabel Capital Adequacy Ratio (X3) diperoleh nilai signifikan adalah sebesar 0,027 < 0,05 dan nilait hitung2,318 > 1,688.Untuk Uji F
atau secara bersama-sama atau simultan terdapat pengaruh Loan to Deposit Ratio
(X1), Net Profit Margin (X2), Capital Adequacy Ratio (X3)terhadap Return
Saham (Y). hal ini dibuktikan dengan perolehan tingkat signifikansi sebesar
0.000<0.05. Sedangkan untuk Uji Determinasi di dapati nilai R2 sebesar 0,628
yang artinya bahwa perolehan R2 sebesar 62,8% variable return saham (Y) dapat
dijelaskan oleh variable Loan to Deposit Ratio (X1) dan Net Profit Margin (X2)
dan Capital Adequacy Ratio (X3). Sedangkan selisihnya 37,2% dijelaskan oleh
variabel lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini.
Sehingga berdasarkan hasil analisis yang dilakaukan oleh peneliti maka
dalam penelitian ini peneliti dapat memberikan beberapa saran bagi perusahaan
dan penelitian selanjutnya. Saran bagi perusahaan diharapkan dari hasil analisis
yang dilakukan oleh peneliti bisa menjadi bahan pertimbangan untuk
pengambilan keputusan berkaitan dengan pengaruh kinerja keuangan yang
diantarnya terdiri dari Loan to Deposit Ratio, Net Profit Margin, Capital
Adequacy Ratio sebagai acuan dalam meningkatkan return saham. Saran yang
dapat diberikan untuk penelitian selanjutnya adalah diharapkan dapat menambah
variable independen lainnya yang dapat mengukur return saham.
ELISABETH KLON
2021 · Thesis · Open Access
Sumber Daya manusia (SDM) tentunya mempunyai peran yang sangat penting seperti yang diketahui bahwa kinerja perusahaan atau organisasi dipengaruhi dengan kualitas sumber daya manusianya. Kinerja yang baik merupakan hal yang tentunya diinginkan pencapaiannya oleh setiap perusahaan atau organisasi. Oleh sebab itu perlu untuk diketahui bahwa Kinerja adalah hasil kerja yang dicapai oleh seseorang dalam bekerja menurut Dessler (1992:46) kinerja merupakan prestasi kerja, yakni perbandingan antara hasil kerja yang secara nyata dan standar kerja yang ditetapkan. Dengan demikian kinerja memfokuskan pada hasil kerja yang ditetapkan. Untuk dapat tercapainya tujuan organisasi yang baik dimasa yang akan datang maka sumber daya manusia memiliki peran yang sangat penting untuk diperhatikan. Oleh sebab itu dibutuhkan pemimpin yang mempunyai potensi untuk dapat mengarahkan karyawannya. Perusahaan atau organisasi merasa diuntungkan jika karyawannya dapat mencapai hasil yang optimal dalam mengerjakan tugas yang diberikan oleh pimpinan. Keberhasilan suatu organisasi dapat dilihat dari Pemimpin yang mampu mempengaruhi bawahannya agar mampu melaksanakan pekerjaan dengan baik. Sukses atau tidaknya seorang pemimpin tergantung dari keahliannya menggerakkan orang lain untuk tujuan organisasi kedepannya. Menurut Moeheriono (2012:382) gaya kepemimpinan merupakan sesuatu bentuk persuasi, suatu seni menggerakkan dan pembinaan kelompok orang-orang tertentu, biasanya melalui human realtions dan motivasi yang tepat, sehingga tanpa adanya rasa takut mereka mau bekerja sama dan memahami untuk mencapai segala sesuatu yang menjadi tujuan organisasi. Oleh sebab itu Hal pertama yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan adalah kepemimpinan. Menurut (Fahmi, 2013) bahwa kepemimpinan memiliki pengaruh besar dalam mendorong peningkatan kinerja karyawannya. Sebagai pemimpin tentunya dapat mempengaruhi karyawannya dengan proses organisasi yang sesuai dengan kebutuhan, baik itu kebutuhan individu, kelompok maupun kebutuhan organisasi. Gaya kepemimpinan merupakan suatu cara yang dilakukan oleh seorang pemimpin untuk dapat mempengaruhi perilaku orang lain.Dari pola tingkah laku yang dibuat oleh pemimpin diharapkan dapat menjabarkan tujuan organisasi agar tercapainya tujuan bersama. Sedangkan (Hapid & Sunarwan, 2014) berpendapat bahwa gaya kepemimpinan ialah usaha-usaha pemimpin untuk mengelola, memotivasi, dan mengkategorikan keseluruhan elemen perusahaan untuk mencapai tujuannya. Selain gaya kepemimpinan yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan, tentunya ada juga faktor lain yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan yaitu disiplin kerja. Dimana menurut Menurut Melayu S.P Hasibuan (2014) disiplin kerja adalah kesadaran atau kesediaan seseorang menaati semua peraturan perusahaan dan norma-norma sosial yang berlaku. Kedisplinan juga merupakan fungsi operatif manajemen sumber daya manusia yang terpenting karena semakin baik disiplin karyawan, maka semakin tinggi prestasi kerja yang dapat dicapai. Tanpa disiplin karyawan yang baik, sulit bagi organisasi perusahaan mencapai hasil yang optimal dan kedisiplinan juga merupakan kesadaran,kesediaan karyawan menaati semua peraturan. Salah satu permasalahan pokok dalam organisasi ialah bagaimana menerapkan kedisiplinan untuk melakukan pekerjaan dengan baik. Bagaimana orang-orang dapat bekerja sama, engikuti perintah perintah yang baik setuju maupun tidak setuju, patuh terhadap atasan dan sebagainya dalam mencapai tujuan organisasi. Untuk dapat meningkatkan disiplin kerja yang baik tentu merupakan suatu hal yang tidak mudah. Namun untuk mengatasi hal tersebut sebagai pemimpin dapat memberikan contoh dan arahan kepada karyawannya dengan menjelaskan peraturan-peraturan yang terdapat pada perusahaan. Objek yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Belu. Dimana Badan Pusat Statistik (BPS) adalah Lembaga Pemerintah Non Departemen yang dibentuk berdasarkan keputusan presiden Nomor 86 Tahun 1998 tentang struktur dan tata kerja Badan Pusat Statistik. Lembaga ini berkedudukan dan bertanggung jawab langsung kepada presiden yang mempunyai tugas dan fungsi membantu presiden dalam rangka penyelenggaraan statistik dasar, melaksanakan koordinasi dan kerja sama serta mengembangkan dan membina statistik dasar dengan peraturan yang berlaku. Di BPS kegiatan kondisional periodenya pendek (kurang dari 1 tahun) dan membutuhkan tenaga yang lebih banyka (sensus dan survei berskala besar) pengolahan data yang harus cepat, tepat dan akurat, karena waktu yang diberikan hanya satu atau dua bulan. Pegawai harus bisa membagi waktu antara pekerjaan rutin, kodisional, pengolahan data, verifikasi lapangan dan pembuatan publikasi. Oleh karena itu diperlukan gaya kepemimpinan yang baik, kondisi organisasi dan sikap kerja yang mendukung sehingga target waktu dan cakupan pekerjaan dapat dilaksanakan. Dalam menyikapi tuntutan dan tugas dan tanggung jawab yang dipikul oleh BPS maka dibutuhkan sumber daya manusia atau karyawan yang handal dan didukung oleh pimpinan yang akan memunculkan kemampuan karyawan secara maksimal, yaitu pimpinan yang dapat memacu tumbuhnya inovasi dan berpandang jauh kedepan, mampu mensinergikan berbagai unit kerja dan sumber daya yang ada serta menggerakkan orang-orang dalam organisasi untuk mencapai tujuan organisasi. Dalam operasional BPS diatur oleh Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 1997 tentang statistik dan peraturan pemerintah Republik Indonesia tentang penyelenggaraan statistik. Kedua peraturan tersebut memberikan tugas dan fungsi serta peran Badan Pusat Statistik sebagai institusi yang menyelenggarakan penyediaan data, penyusunan rencana, penyusunan bijaksana, penetapan sistem informasi dan penyelenggaraan statistik dasar merupakan kebutuhan sebagai dasar perencanaan pembangunan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh gaya kepemimpinan dan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan pada badan pusat statistik Kabupaten Belu. Alat dan pengumpulan metode pengumpulan data berupa kusioner dengan menggunakan 36 responden di Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu. Teknik analisis data menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa hipotesis pertama terdukung, yaitu gaya kepemimpinan berpengaruh positif terhadap kinerja, begitu juga dengan hipotesis kedua terdukung, yaituu disiplin kerja berpengaruh positif terhadap kinerja.
OLIVIA NGONGO
2021 · Thesis · Open Access
Penelitian dalam tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas produk kepercayaan konsumen dan kualitas layanan dalam menggunakan layanan Agen Mandiri Pada Unit Urip Sumohardjo Kupang. Dengan latar belakang penelitian ini adalah Perkembangan teknologi dan informasi menjadi sarana khususnya dalam bidang digital sekarang ini. Banyak perusahaan harus serba cepat dan tanggap dalam mempromosikan produk andalan, yang dapat menarik konsumen untuk membeli serta menjadikan produk unggulan dan produk tersebut nyaman serta dapat dipertahankan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuisioner yang disebarkan kepada pelanggan sebanyak 96 orang yang pernah menggunakan layanan Agen Mandiri, sedangkan alat analisis yang digunakan adalah uji hipotesis berupa analisis linear berganda, uji t, uji f dan koefesien determinasi (R2 ). Berdasarkan hasil analisis uji t data dapat disimpulkan sebagai berikut : (1) Kualitas Produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasaan pelanggan dalam menggunakan layanan Agen Mandiri (2) Kepercayaan Konsumen tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasaan pelanggan dalam menggunakan layanan Agen Mandiri (3) Kualitas layanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasaan pelanggan dalam menggunakan layanan Agen Mandiri. dari hasil uji f terdapat bukti bahwa secara simultan kualitas produk, kepercayaan konsemen dan kualitas layanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Dari hasil analisis determinasi R2 sebesar 0,787 menunjukkan bahwa presentase sumbangan pengaruh variabel indenpenden kualitas produk, kepercayaan konsumen dan kualitas layanan terhadap kepuasan pelanggan dalam menggunakan layanan Agen Mandiri pada Unit Urip Sumohardjo Kupang sebesar 78,7% dan sisanya sebesar 21,3% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimasukan dalam penelitian ini. Koefisien Determinasi R2 berpengaruh relatif kuat.
EMILIA SETYAWATI LANDUWULANG
2021 · Thesis · Open Access
Penelitian ini dilatar belakangi oleh tingginya tingkat pembelian konsumen dalam memutuskan pembelian tenun ikat sumba timur di prailiu yang dapat dikatakan suatu produk eksulusif, sehinga dapat peluang bagi pembisnis bidang industri terlebih bagi industritenun ikat sumba timur.Penelitian yang penulis lakukan disini adalah penelitian lapangan (Field Research) dengan menggunakan Statistik Deskriptif dengan bantuan tabel dalam jumlah presentase. Penelitian ini dilakukan di kabupaten sumba timur, kelurahan prailiudan sampel dari penelitian ini sebanyak 100 orang sebagai responden. Dalam mengumpulkan data penulis menggunakan kuesioner. Sedangkan didalam pembahasannya menggunakan alat analisis regresi linear sederhana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh promosi penjualan terhadap keputusan pembeli kain tenun ikat sumba timur di prailiu.Uji t pada dasarnya untuk menunjukan seberapa besar hubungan satu variabel independen secara individual dalam menerapkan variabel dependen. Uji t merupakan prosedur yang digunakan untuk menguji kebenaran atau kesalahan hipotesis nol dan hasil sampel. Hasil penelitian ini menunjukan setiap penambahan 1% nilai promosi penjualan maka keputusan pembeli akan bertambah sebesar 0,250. Koefesian regresi tersebut bernilai positif, sehinga dapat di katakana bahwa promosi penjualan (variabel X) terhadap keputusan pembelian (variabel Y) adalah positif. Dan berdasarkan nilai signifikasi yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa variabel promosi penjualan (X) berpengaruh terhadap keputusan pembelian variabel (Y). Dilakukan untuk menunjukan seberapa juah pengaruh antara variabel bebas dan variabel terikat. Apabila nilai signifikasi (sig) lebih kecil dari 0,05 maka satu variabel dikatakan berpengaruh secara signifikasi terhadap variabel yang lain. Pada tabel 2.20 di ketahui bahwa nilai thitung, sebesar -2,339 lebih besar dari nilai tabel 1.686 dengan nilai sigifikasi 0,00 0,05.Dapat diambil kesimplan bahwa promosi penjualan berpengaru positif dan signifikasikan lebih kecil dari 0.05 sehingga Ho ditolak dan Ha diterima sehingga hal ini menunjukan bahwa promosi penjualan kain tenun ikat sumba timur di prailiu memiliki berpengaruh positif dan signifikasi terhadap keputusan pembelian.
NORTH LEWI MULLE
2021 · Thesis · Open Access
ANALISIS KEBUTUHAN AIR TANAMAN KENTANG DI DESA NENAS KECAMATAN FATUMNASI KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN MENGGUNAKAN CROPWAT 8.0 Mulle N.L. * ) Nainiti N.P.P.E. **) Dethan J.J.S. **) ABSTRAK Penelitian ini dilaksanakan di Desa Nenas Kabupaten Timor Tengah Selatan dengan judul Analisis Kebutuhan Air Tanaman Kentang Di Desa Nenas Kecamatan Fatumnasi Kabupaten Timor Tengah Selatan menggunakan Cropwat 8.0.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan air irigasi tanaman kentang dari tahap penanaman hingga panen dengan program Cropwat 8.0.Data yang dikumpulkan berupa data sekunder. Data sekunder diperoleh dari BMKG berupa data iklim selama 5 Tahun dengan periode pengamatan 2015 s.d. 2019 kemudian disesuaikan dengan kebutuhan Cropwat 8.0.Berdasarkan data iklimnya diperolehEvapotranspirasi potensial tertinggi dicapai pada bulan September yaitu 5,41 mm/hari dan terendah pada bulan Januari sebesar 3,37 mm/hari. Semakin tinggi temperatur udara dan lama penyinaran matahari maka nilai evapotranspirasi potensial (ETo) juga semakin tinggi. Rata-rata nilai evapotranspirasi potensial sebesar 4,66 mm/hari. Kemudian kebutuhan air tanaman semakin besar setiap bulannya. Sedangkan Kebutuhan air irigasi tertinggi yaitu pada bulan Maret dekade ke-3 sebesar 45,6 mm/dec dan terendah pada bulan April dekade ke-2 sebesar 10,9 mm/dec.
ARDI WATI NOMATE
2021 · Thesis · Open Access
Berdasarkan Hasil Analisis diperoleh bahwa PT. Rotendo Permai telah menerapkan perhitungan pajak penghasilan PPh pasal 21 sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Perpajakan No. 36 Tahun 2008 yang berlaku namun perlu adanya rincian perhitungan PPh Pasal 21 dari PT. Rotendo Permai kepada pegawai untuk mengetahui penghitungan, pemotongan, pembayaran dan pencatatan akuntansi yang berlaku sesuai PPh Pasal 21. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penerapan pajak penghasilan pasal 21 pada PT. Rotendo Permai sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku, hal ini sejalan dengan peraturan perpajakan yang berlaku di Indonesia sesuai peraturan perundang-undangan No. 36 tahun 2008. Kata kunci; Akuntansi pajak, Pajak penghasilan pasal 21
HENDRIAN SEPTORY
2021 · Thesis · Open Access
OPERASI DAN PEMELIHARAAN PADA DAERA IRIGASI WAIKELAK, DI DESA BENDONA, KECAMATAN TANJUNG BUNGA, KABUPATEN FLORES TIMUR. ABSTRAK Program Studi Mekanisasi Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang SEPTORY.H. *) LANO.M.L.**) MAKABORANG.M. **) Penelitian Berjudul Operasi Dan Pemeliharaan Daerah Irigasi Waikelak Di Desa Bendona Kecamatan Tanjung Bunga Kabupaten Flores Timur Pada Bulan mey 2021. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui Operasi dan Pemeliharaan Daerah Irigasi Waikelak Di Desa Bendona Kecamatan Tanjung bunga Kabupaten Flores Timur. Penelitan dilaksanakan untuk mengetahui Operasi Dan Pemeliharaan Daerah Irigasi Waikelak Di Desa Bendona Pada P3A Bendona yaitu : Pekerjaan Pemeliharaan Rutin, Pekerjaan Pemeliharaan Berkala, Pekerjaan Pemeliharaan Khusus Kata Kunci: Operasi, Pemeliharaan, Daerah Irigasi Keterangn: * Peneliti ** Pembimbing
YUNUS SAPUTRA MOKONI
2021 · Thesis · Open Access
ABSTRAK KAJIAN KINERJA KELEMBAGAAN P3A DI DAERA IRIGASI PUMANG DESA TANGLAPUI KECAMATAN ALOR TIMUR KABUPATEN ALOR Mokoni S. Y *) N.P.P.E. Nainiti **) Makaborang M***) Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja kelembagaan P3A daerah Irigasi Pumang, Desa Tanglapui, Kecamatan Alor Timur, Kabupaten Alor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif yang bertujuan untuk pemecahan masalah dengan cara mengumpulkan data pada daerah irigasi Pumang Desa Tanglapui. Hasil pengamatan kinerja kelembagaan P3A dengan adanya Organisasi Perkumpulan Petani Pemakai Air dapat Terorganisir dengan baik dalam upaya Memenuhi Kebutuhan Air ke Lahan. Menjaga Saluran Irigasi pelaksanaan Pemeliharaan Saluran Irigasi dan Organisasi Personalia di P3A di Derah Irigasi Pumang. Sehingga terdapat 6 responden yang menyatakan Sangat Baik dengan presentase 30 %, sedangkan petani yang menyatakan Baik terdapat 9 responden dengan presentase 45% dan petani yang menyatakan Kurang Baik terdapat 5 responden dengan presentase 25 %. Maka dari itu penulis menyimpulkan bahwa Kinerja Kelembagaan P3A di Daerah Irigasi Pumang tergolong Baik. Sementara untuk struktur organisasi menunjukan bahwa ada pula aset organisasi belum dimaksimalkan dengan baik. Kata kunci: Kinerja, Kelembagaan P3A Daerah Irigasi Pumang. *) Peneliti **) Pembimbing I ***) Pembimbing II
FREDRIK ADONIA ASAKAMENG
2021 · Thesis · Open Access
ABSTRAK PENGARUH JENIS TANAH YANG BERBEDA TERHADAP PRODUKTIFITAS TANAMAN SAWI HIJAU DENGAN MENGUNAKAN SISTIM IRIGASI TETES Asakameng, F. A*) Nainiti, N. P.P.E. **) Makaborang, M***) Penelitian mengenai pertumbuhan dan produksi tanaman sawi hijau Brassica juncea L. pada berbagai jenis tanah yang berbeda, dan telah dilakukan mulai bulan April hingga Mei 2021. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perlakuan yang memberikan pengaruh terbaik (perbedaan antara perlakuan) pertumbuhan dan produksi tanaman sawi hijau Brassica juncea L. Perlakuan yang dicoba yaitu A (Tanah organosol) B (tanah pasir), C (tanah lateril) dan D (tanah kapur). Parameter yang diamati adalah jumlah daun, panjang daun, lebar daun, dan berat basah tanaman sawi hijau Brassica juncea L. Data dianalisis mengunakan sidik ragam (ANOVA). (A Tanah Laterit) yang menghasilkan nilai rata-rata untuk setiap variable pengamatan yaitu untuk jumlah daun sebanyak 12 daun, lebar daun 15,833 cm, panjang daun 23,333 cm dan berat tanaman 173,5 gr (B Tanah Pasir) yang menghasilkan nilai rata-rata untuk setiap variable pengamatan yaitu untuk jumlah daun sebanyak 9 daun, lebar daun 12,833 cm, panjang daun 19,667 cm dan berat tanaman 94,333 gr. (C Tanah Organosol) yang menghasilkan nilai rata-rata untuk setiap variable pengamatan yaitu untuk jumlah daun sebanyak 10 daun, lebar daun 12,500 cm, panjang daun 19,000 cm dan berat tanaman 88,333 gr.( D Tanah Kapur) yang menghasilkan nilai rata-rata untuk setiap variable pengamatan yaitu untuk jumlah daun sebanyak 9 daun, lebar daun 14,500 cm, panjang daun 18,833 cm dan berat tanaman 142,167 gr. Kata kunci: Sawi Hijau (Brassica juncea L), Tanah Laterit *) Peneliti **) Pembimbing 1 ***) Pembimbing 2
AYUB KOLIS
2021 · Thesis · Open Access
ABSTRAK PENGARUH PENAMBAHAN CMC (Carboxyl Methyl Cellulose)SEBAGAI PENGIKAT DALAM SIRUP LONTAR (KOLIS AYUB*) (Ir. ZET MALELAK, MSI **)( Ir. M. NUHAMARA MP **) Penelitianinibertujuanuntukmengetahuipengaruhpenambahankonsentrasi CMC(carboxyl methyl cellulose) sebagaipengikatdalam sirup lontar. Penelitianinidilaksanakan di laboratoriumEksakta Universitas Kristen ArthaWacanaKupang. Menggunakanrancanganacaklengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 3 kali ulangansehinggadidapat9unitpecobaan, denganpersentase 0%, 1% dan 2%. variabel yang diamatiadalah, karakteristikorganoleptikyaitu rasa, warna, aroma dan uji viskositas, uji pegendapan. Hasil penelitianmenunjukkanbahwaPenambahan CMC (carboxyl methylcellulose) berpengaruhterhadapkarakteristik Aroma, tetpaitidakberpengaruhterhadapa rasa dan warna sirup lontar, dan berpengaruhterhadapViskositas, yang dihasilkan. Perlakuanterbaikyaitupenambahan CMC sebanyak 1% dengansifatorganoleptikyakni: skor aroma 4,44 (khasbuah lontar); skor rasa 4,22 (khasbuah lontar); skorwarna 4,67 (orange kekuningan). Sedangkanhasilanalisiskimia sirup yang diberiperlakuanpenambahan CMC sebanyak 1% yaituuji viskositassebesar 2600.000
ERMELINDA BHOKO
2021 · Thesis · Open Access
PENGARUH LAMA FERMENTASI SELAMA PEMBUATAN KEFIR SUSU KACANG KEDELAI Bhoko E*) Nuhamara Ir.N**) Nubatonis L.M**) ABSTRAK Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium processing UKAW dengan tujuan untuk mengetahui karakteristik mutu kefir susu kacang kedelai dan menentukan mutu organoleptik meliputi rasa, aroma, warna, dan penerimaan secara keseluruhan.Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan masing-masing diulang 3 kali dengan Lama Fermentasi 12 jam, 14 jam, 16 jam dan 18 jam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Uji Ananlisis Organoleptik tertinggi terdapat pada perlakuan Bdengan Lama Fermentasi 14 jam terhadap rasa kefir susu kacang kedelai yang tertinggi dengan skor 4,833 (sangat suka), aroma kefir susu kacang kedelai yang paling tinggi disukai yaitu terdapat pada perlakuan B dengan skor 4,750 (sangat suka),warna kefir susu kacang kedelai yang paling tinggi disukai yaitu terdapat pada perlakuan B dengan skor 4,295 (sangat suka). Kata kunci : Kefir, Kacang Kedelai, Organoleptik dan Susu Kacang
FERONIKA MOI
2021 · Thesis · Open Access
TERIGU TERHADAP SIFAT FISIK KIMIA DAN ORGANOLEPTIK BISKUIT Feronika Mo’i*) , Lesybeth M Nubatonis**) Zet Malelak**) ABSTRAK Biskuit adalah produk panggang dalam bentuk potongan kecil dan mempunyai tekstur atau konsistensi yang kering, renyah dan tekstur berpori lebih rapat Penelitian ini tentang Penambahan tepung labu kuning pada tepung terigu terhadap sifat fisik kimia dan organoleptik biskuit dan metode yang digunakan adalah menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan sehingga menghasilkan 12 unit percobaan. analisis menunjukan bahwa Perlakuan lama waktu pembuatan dalam menghasilkan biskuit memberikan pengaruh yang sangat nyata (P>0,01) pada taraf signifikan 1% terhadap organoleptik biskuit yaitu aroma, warna, rasa dan tekstur biskuit. Hasil analisis dan pembahasan menunjukkan bahwa perlakuan yang tepat dengan lama waktu pembuatan dalam menghasilkan biskuit terdapat pada perlakuan D 15 menit yang mendapat rata-rata nilai untuk setiap variabel yaitu tingkat kesukaan aroma biskuit (4,611) sangat suka, rasa biskuit (4,77) sangat suka, warna biskuit (4,567) sangat suka tekstur biskuit (4,711). Kata Kunci : labu kuning, pembuatan ,biskuit, aroma, rasa, warna, tekstur.