Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir

3.893 item publik

Publikasi

Halaman 135 dari 195

PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN MOTIVASI KERJA TERHADAPKINERJA KARYAWAN PADA ASTON KUPANG HOTEL & CONVENTION CENTER

IDA AYU PUTU YULIANDARI
2021 · Thesis · Open Access

Kinerja adalah hasil kerja yang dapat dicapai oleh pegawai atau sekelompok pegawai dalam suatu organisasi, sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing, dalam upaya mencapai tujuan organisasi bersangkutan secara legal, tidak melanggar hukum dan sesuai dengan moral dan etika (Sinambela, 2006). Kinerja karyawan yang baik jika mempunyai keahlian (skill) yang tinggi, bersedia bekerja apabila mendapat imbalan (gaji) atau diberi sesuai dengan kesepakatan, serta memiliki masa depan dan harapan yang baik (Prawirosentono, 1999). Kinerja sangat tinggi berarti terjadinya peningkatan efisiensi, efektivitas, dan kualitas lebih baik dalam menyelesaikan tugas-tugas yang akan dibebankan kesetiap individu (Murty dan Hudiwinarsih, 2012). Gaya kepemimpinan adalah perilaku atau cara yang dipilih dan dipergunakan pemimpin dalam mempengaruhi pikiran, perasaan, sikap dan perilaku para anggota organisasi bawahannya. Sikap dan gaya prilaku pemimpin sangat besar pengaruhnya terhadap organisasi yang dipimpinnya, hal ini dapat berpengaruh terhadap produktivitas organisasi. Setiap pemimpin pada dasarnya memiliki prilaku yang berbeda-beda dalam memimpin para bawahannya hal ini diartikan oleh bawahannya sebagai gaya kepemimpinan. Seorang pemimpin harus menerapkan gaya kepemimpinan untuk mengelola bawahannya, karena seorang pemimpin akan sangat mempengaruhi keberhasilan organisasi dalam mencapai tujuannya. Adanya gaya kepemimpinan yang sesuai situasi dan kondisi organisasi maka karyawan akan lebih semangat dalam menjalankan tugas serta kewajibannya dan akan meningkatkan kemampuan karyawan dalam bekerja. Sehingga kinerja karyawan tersebut dapat maksimal dan sesuai dengan kompetensi yang ada dalam diri masing-masing karyawan (Wirawan, 2013). Aston Kupang Hotel & Convention Center membutuhkan seorang pemimpin yang baik agar mampu mengendalikan dan mengawasi semua system dan fungsi yang ada. Seorang pemimpin yang harus mampu mempengaruhi dalam menentukan tujuan organisasi, menjalankan serta mengawasi setiap pekerjaan. Disamping itu, pegawai juga membutukan motivasi sebagai bahan bakar dalam bekerja yang baik agar semangat menciptakan kinerja yang sesuai harapan. Motivasi kerja merupakan faktor yang kehadirannya dapat menimbulkan kepuasan kerja, dan meningkatkan kinerja karyawan (Umar,1999).Pemberian motivasi menjadi kebutuhan penting bagi pegawai. Motivasi ini melalui serangkaian usaha tertentu yang sesuai dengan kebijakan perusahaan. Dalam memberikan motivasi antar pegawai tidak sama. Hal ini karena pegawai memiliki cara pandang yang berbeda dalam menerima adanya motivasi. Kegiatan tersebut harus diarahkan pada pencapaian tujuan perusahaan sehingga prestasi pegawai bisa terarah dengan baik. Dalam penelitian ini metode yang peneliti gunakan adalah metote kuantitatif, dengan teknik pengambilan sampel peneliti menggunakan teknik random atau sampel acak yang didasarkan pada kriteria pekerjaan dan tingkat jabatan. Sehingga diperoleh sampel sebanyak 52 orang yang bekerja di Aston kupang Hotel & Convention Center. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa secara simultan dan parsial gaya kepemimpinan dan motivasi kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan di Aston kupang Hotel & Convention Center. Pada Uji T menunjukkan bahwa hasil pengujian hipotesis pertama yaitu adanya hubungan pengaruh gaya kepemimpinan (X1) terhadap kinerja karyawan (Y). Hal ini dibuktikan bahwa variabel gaya kepemimpinan (X1) ditemukan t hitung = 2,113 lebih besar t tabel = 1,67655 dan tingkat Sig. = 0,040 lebih kecil dari 0,05. Selain itu, berdasarkan hasil pengujian hipotesis pertama yaitu adanya hubungan pengaruhi motivasi kerja (X2) terhadap kinerja karyawan (Y). Hal ini dibuktikan bahwa variabel motivasi kerja (X2) ditemukan t hitung = 2,962 lebih besar t tabel = 1,67655 dan tingkat Sig. = 0,000 lebih kecil dari 0,05.Dan terakhir berdasarkan pada hasil uji koefisien determinasi (R2) diketahui besarnya koefisien determinasi R2 adalah 0.196 atau 19,6%. Hal ini berarti besarnya pengaruh gaya kepemimpinan dan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai adalah 19,6%. Sedangkan pengaruh sebesar 80,4% disebabkan oleh faktor lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL, DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI ( Study Kasus Karyawan Tetap Pada PT. Telkom Witel NTT Kupang )

RIKARDUS JEHADUT
2021 · Thesis · Open Access

ABSTRAK PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL DAN BUDAYA ORGANISASI, TERHADAP KINERJA PEGAWAI Studi Kasus Karyawan Tetap Pada PT. TELKOM WITEL NTT ( Kupang ) Skripsi ini ditulis oleh RIKARDUS JEHADUT, NIM 17412094 Fakultas Ekonomi, Program Studi Manajemen, Jalur Minat Manajemen Sumber Daya Manusia, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang (UKAW). Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh kecerdasan emosional dan budaya organisasi terhadap kinerja pegawai. Populasi penelitian ini adalah seluruh Karyawan Tetap Pada PT. TELKOM WITEL NTT ( Kupang ) yang berjumlah 72 orang. Sampel yang diambil 30 respomdem. Dalam pengumpulan data penulis menggunakan kuesioner, sedangkan dalam pembahasannya alat analisis regresi linier berganda. Berdasarkan hasil analisis dapat ketahui konstan regresi a sebesar 48.399 sedangkan koefesien regresi bˡ = 0,145 b² adalah 0,002. Dengan demikian persamaan regresi linear berganda yang memperlihatkan pengaruh kecerdasan emosional (X1) dan budaya organisasi (X2) terhadap kinerja karyawan (Y) adalah sebagai berikut : Y= 48.399 + 0,145 X1 + 0,002 X2 + e. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa secara simultan dan parsial kecerdasan emosional dan budaya organisasi berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada PT. Telkom Witel NTT Kupang. Pada uji (t) menunjukkan bahwa hasil pengujian hipotesis pertama yaitu ada pengaruh kecerdasan emosional (X1) terhadap kinerja pegawai (Y). Diketahui bahwa untuk variabel kecerdasan emosional (X1) nilai t hitung = 5.513 lebih besar t table = 0,804 dan tingkat Sig. = 0,000 Oleh karena nilai sig. 0,05 maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1>0) diterima yaitu variabel kecerdasan emosiona (X1) berpengaruh positif secara parsial terhadap kinerja pegawai (Y). Uji hipotesis kedua yaitu ada budaya organisasi (X2) terhadap kinerja pegawai (Y). Diketahui bahwa untuk variabel budaya organisasi (X2) nilai t hitung = 5,513 lebih besar t table = 0,074 dan tingkat Sig. = x 0,942 Oleh karena nilai sig. 0,05 maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1>0) diterima yaitu variabel budaya organisasi (X2) berpengaruh positif secara parsial terhadap kinerja pegawai (Y). Dan terahir pada hasil uji koefisien determinasi (R2) dapat diketahui besarnya koefisien determinasi R2 adalah 0.154 atau 15,4% Hal ini berarti besarnya pengaruh kecerdasan emosional dan budaya organisasi terhadap kinerja pegawai adalah 15,4% Sedangkan pengaruh sebesar 2,87% disebabkan oleh faktor lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Kata Kunci : Kecerdasan Emosional, Budaya Organisasi, Kinerja Pegawai.

Analisis perencanaan pajak melalui revaluasi aset tetap (studi empiris pada perusahaan manufaktur di BEI tahun 2015-2019)

ALBERTA LURUK NAHAK
2021 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Penelitian ini berjudul: “Analisis Perencanaan Pajak Melalui Revaluasi Aset Tetap (Studi Empiris Pada Peursahaan Manufaktur Yang Terdaftaf Di BEI 2015-2019)”. Masalah yang diambil dalam penelitian ini adalah Analisis Perencanaan Pajak Melalui Revaluasi Aset Tetap (Studi Empiris Pada Peursahaan Manufaktur Yang Terdaftaf Di BEI 2015-2019) serta yang menjadi persoalan penelitian dalam penelitian adalah : Bagaimana perencanaan pajak yang dilakukan perusahaan dengan merevaluasi aset tetap. Ada dua konsep pemikiran dalam penelitian ini sebagai : 1). Perencanaan pajak adalah langkah awal dalam manajemen pajak dimana dalam tahap ini dilakukan pengumpulan dan penelitian terhadap peraturan perpajakan, dengan maksud dapat diseleksi jenis tindakan penghematan pajak yang dilakukan. 2). Revaluasi aset tetap adalah penilaian kembali atas aset tetap yang dimiliki oleh perusahaan (entitas). Hal ini dilakukan akibat adanya kenaikan nilai aset tetap di pasaran atau karena rendahnya nilai aset tetap dalam laporan keuangan perusahaan akibat direvaluasi. Populasi dalam penelitian adalah laporan keuangan dalam hal ini perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI tahun 2015-2019. Sampel dalam penelitian adalah asset tetap sesuai dengan perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI tahun 2015-2019. Teknik pengumpulan data yang ydilakukan dengan Data penelitian ini dihimpun menggunakan metode dokumentasi, dengan metode ini data yang dibutuhkan adalah data Laporan Revaluasi perencanaan Aset Tetap pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Menurut suharsaputra (2011) “dokumentasi merupakan teknik pengumpulan data yang diperoleh dari dokumen-dokumen yang ada catatan-catatan yang tersimpan. Baik itu berupa catatan transkip, buku, dan lain sabagainya. Pada tahap ini analisis pendahulan akan didiskripsikan konsep berdasarkan indikator-indikator empirik masing-masing konsep. Pada tahap ini analisis lanjutan, Teknik analisis data yang digunakan penelitian ini adalah statistic deskriptif. Penelitian statistik deskriptif adalah penelitian yang luas dalam menggunakan data-data penelitian. Sehingga penelitian tersebut lebih fokus dari awal sampai dengan akhir penelitian. Statistic deskriptif yang digunakan untuk mendeskripsikan data yang ada dalam penelitian ini yang terdiri dari revaluasi aset tetap (X1) dan perencanaan pajak (X2). Revaluasi aset tetap dilakukan berdasarkan nilai wajar atau nilai wajar aset tetap yang diterapkan oleh perusahaan jasa penilai atau ahli penilai. Sedangkan pengukuran perencanaan pajak perusahaan dilakukan dengan membandingkan laba menurut akuntansi dengan laba menurut fiskal, yang mana laba akuntansi terdapat pada laporan laba rugi dalam laporan keuangan tahunan perusahaan sedangkan laba fiskal dapat di analisis pada rekonsiliasi fiskal yang terdapat di catatan atas laporan keuangan perusahaan. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis dengan mengunakan statistik Deskriptif, sebagai yang telah dibahas dalam bab-bab sebelumnya, maka penulis menyajikan kesimpulan dalam penelitian ini sebagai berikut : Hasil penelitian ini membuktikan bahwa revaluasi aset tetap merupakan dampak perusahaan meminimumkan beban penyusutan dengan melaporkan nilai aset di awal tahun untuk menambah penambahan sepanjang tahun dan mengurangi pengurangan selama tahun, dan nilai aset di akhir tahun. Perubahan revaluasi aset tetap merupakan dampak perusahaan meminimumkan beban penyusutan dengan melaporkan nilai aset di awal tahun untuk menambah penambahan sepanjang tahun dan mengurangi pengurangan selama tahun, dan nilai aset di akhir tahun. Berdasarkan hasil penelitian ini, penulis memberikan beberapa masukan sebagai alternatif yang dapat dipertimbangkan, sebagai berikut : Bagi perusahaan Perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek indonesia untuk memperhatikan dengan baik Laporan keuangan perusahaan agar sesuai dengan peraturan yang berlaku sehingga menjamin keberlangsungan perusahaan kedepan Bagi peneliti selanjutnya Peneliti selanjutnya dapat memperluas penelitian dengan menambah jumlah sampel tidak hanya berfokus pada perusahaan sektor manufaktur saja, sehingga mendapat hasil penelitian yang lebih baik lagi, dan juga menggunakan metode penelitian yang berbeda pula untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal.

PENGARUH PERAN PERANGKAT DESA DAN PARTISIPASI MASYARAKAT PADA AKUNTABILITAS PENGELOLAAN DANA DESA (Studi Empiris Pada Desa Oeletsala, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang)

ELVINA GOMES DOS SANTOS
2021 · Thesis · Open Access

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perang peran perangkat desa dan partisipasi masyarakat pada akuntabilitas pengelolaan dana desa. Penelitian ini dilaksanakan di kantor desa Oeletsala Kecamatan Taebenu. Variabel independen dalam penelitian ini yaitu peran perangkat desa (X1), partisipasi masyarakat (X2). Variabel dependen yaitu akuntabilitas pengelolaan dana desa (Y). Data yang digunakan merupakan data primer. Responden dalam penelitian ini adalah perangkat desa beserta masyarakat desa Oeletsala. Teknik pengambilan sampel dengan metode purposive sampling dengan 40 responden. Metode pengumpulan data yaitu dengan menggunakan kuesioner yang dibagikan kepada responden. Skala pengukuran data dengan skala ordinal. Data dianalisis dengan mengggunakan analisis regresi berganda dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel peran perangkat desa berpengaruh positif dan signifikan terhadap akuntabilitas pengelolaan dana desa, sedangkan variabel partisipasi masyarakat tidak berpengaruh terhadap akuntabilitas pengelolaan dana desa. Kata Kunci: Akuntabilitas pengelolaan dana desa, Peran perangkat desa, Partisipasi masyarakat.

Analisis perbedaan kinerja keuangan antara Bank Konvensional dengan Bank Syariah

YULIANA LOBO
2021 · Thesis · Open Access

This study aimed to compare the financial performance betweenConventional Bank and Islamic Bank measured by the ratio of CAR, ROA, ROE,NPL, LDR and BOPO at Conventional Bank and Islamic Banking is still under the name of one company that went public in the year 2015 to 2020.This research is a quantitative descriptive. The data usedfrom the form of annual financial statements of banks sampled in the study period of 5 years. While the sample is determined by purposive sampling method to obtain 14 banks, consisting of 6 Conventional Bank and 6 Islamic Bank. Types of data used are secondary data obtained from www.bi.go.id. The analytical method used is different test parametric paired sample T-test, based on two different types of tests used in this study stated that the results obtained CAR ratio between Conventional Bankand Islamic Bank there is a difference, but not significant, while the NPL ratio, ROA, ROE, and LDR has a significant difference.

AN ANALYSIS ON CONJUNTION FOUND OF GOSPEL OF MATTHEW IN NEW TESTAMENT

RIVANI R. K. STORY
2021 · Thesis · Open Access

This research enlisted , analysis on conjunction found is Gospel of Matthew in New Testament. This research problem of this study, what are the types on conjunction, what are the dominant btypes on conjunction? This is qualitative data.the main theory from murthybfrom unibi 2019.this findings shows 3 types of conjunction.Coordinatingconjunction,subordinating conjunction, correlative conjunction.

A DESCRIPTIVE STUDY ON TEACHER’S READINESS IN IMPLEMENTING INTERNET- BASED TEACHING (INTERACTIVE AND INNOVATIVE) DURING COVID-19 IN SMA ADVENT NUSRA IN ACADEMIC YEAR 2020/2021

FEBRIANTI JERA PATA PAMBI
2021 · Thesis · Open Access

Teacher’s readiness is the all condition of a teacher in teaching who overall ready to do the activity.This research aim to describe the ways of teacher’s readiness to implementing internet-based teaching during covid-19. The writer formulated the research question namely how do the teacher’s readiness in implementing internet-based teaching. The data was taken from interview using in-depth interview techniques with the English teacher who teach using internet then the writer transcribed, identified, classified and analyzed the data in conducting this research by using descriptive qualitative method. The result showed that the readiness of the English teacher who is good and ready internet facilities, lesson plan, elektronik media, communicate to parents that learning will be done remotely, prepare some applications that using for learning so availability of facilities or infrastructure that are enough to support the teacher always ready buying internet quota and electronic tools like smart phone and laptop that using in teaching. Besides that the teacher prepared her self to has skill and knowledge. The competence of knowledge and skills of teacher still really need good skills on the using of internet on some media technologies and internet application in teaching at SMA Advent Nusra.

A DESCRIPTIVE STUDY ON AUDIOVISUAL MATERIALS USED FOR TEACHING NUMBERS TO JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENTS AT SMP NEGERI BESTAUMUTI IN TOBU SUB-DISTRICT

DESRIYANI HERLINA NOMENI
2021 · Thesis · Open Access

ABSTRACT A DESCRIPTIVE STUDY ON AUDIO VISUAL MATERIALS USED FOR TEACHING NUMBERS TO JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENTS AT SMP NEGERI BESTAUMUTI IN TOBU SUB-DISTRICT This research aims to perceive the used of audiovisual materials by the teacher in teaching numbers to junior high school. The writer formulated three research question namely, (1) what are the types of audiovisual materials used for teaching numbers, (2) how does the teacher get the sources of audiovisual materials, and (3) what are the challenges using audiovisual materials. Aims of this research are, to know the types of audiovisual materials used for teaching numbers, to know how does the teacher get the sources of audiovisual materials and to know the challenges using audiovisual materials. The data was taken from interview using in-depth interview techniques with the English teacher then the writer transcribed, identified, clasified and analyzed the data in conducting this research by using descriptive qualitative method. The result proves that the audiovisual materials that used by the teacher for teaching numbers are four types such as objects, demonstration, handout and audio video in order to help the students easy to understand and memorize the material. Besides the four types the teacher get the sources from internet by download and textbook from the school. There also the teacher found two challenges using the audiovisual materials such as time constrains and professional knowledge and technical know how.

THE EFFECTIVENESS OF USING AUDIO-VISUAL MATERIAL FOR TEACHING NARRATIVE TEXT IN IMPROVING STUDENTS LISTENING COMPREHENSION AT SMP NEGERI BESTAUMUTI IN TOBU SUB-DISTRICT SOUTH CENTRAL TIMOR

ERICE OLLA
2021 · Thesis · Open Access

Audio-Visual is a component that contains elements of sound and image. The aims of this study were to find out the usefulness and effectiveness of using audiovisual materials in teaching narrative text. The writer formulated research questions namely does the audio-visual material in teaching narrative text can improve students’ listening comprehension and how far the effectiveness of using audio-visual material in teaching narrative text for increasing students listening comprehension. This research was an experimental research. There were two kinds of test that used, those were pre-test and post-test. It considered 57 students. The data was using T-test formula by comparing the mean score of pre-test and post-test. The significance level was set up 5%. The result of the research showed that, first, the students listening comprehension was difference before and after teaching using audio-visual material. The mean of pre-test was 33,50 while the mean of post-test was 87,00. The difference between pre-test and post-test mean was 43,5. Second, the result showed that t-test (to) 17,71 was higher than t-table (tt) 2,09 with the degree of freedom (df) 19. Therefore, there was significant difference after teaching using audio-visual material toward students’ listening comprehension. The effect size of experiment test was 4,30 which showed that using audio-visual material in teaching narrative text gave strong effect on students listening comprehension. It can be proved that audio-visual material is effective and can be used to improve students listening comprehension at SMP Negeri Bestaumuti in the academic year 2021.

A Descriptive Study On Door to Door English Learning During Covid19 Pandemic in SMPN Satu Atap Batulai in Kuli Aisele Village At Rote Regency

MELKHI THINE
2021 · Thesis · Open Access

This research aimed at knowing the advantages and disadvantages of door to door English learning during Covid-19 pandemic at SMPN Satu Atap Batulai. This research generally answered two questions as follows: (1) what are the advantages of the door-to-door English Learning during Covid-19 pandemic in SMPN Satu Atap Batulai in Kuli Aisele Village at Rote Regency? and (2) What are the disadvantages of the door to door English Learning during Covid-19 pandemic in SMPN Satu Atap Batulai in Kuli Aisele Village at Rote Regency. There were two teachers of SMPN Satu Atap Batulai involved in this study. To attain the aims of this study, the data were collected through interview and questionnaire. The collected data were analyzed using descriptive qualitative. The findings revealed that teachers had thirteen advantages and disadvantages during door to door English learning. The advantages included door to door learning is one of the solutions when online learning is not available, can encourage students motivation learning, can create a fun learning atmosphere, did not needed a lot of equipment, directing students towards a better environment, parents supporting students in learning, does not interfere the students time, got a good responses from students, and door to door learning was suited with covid-19 situation. Meanwhile, the disadvantages included door to door learning does not impact on physical activity and creativity of students, cannot increase the learning interest of students, teachers got some obstacles in learning, and the last, teachers experinced some losses in learning

ANALISIS PENGARUH KUALITAS PELAYANAN DAN TARIF TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN GRAB BIKE DI KOTA KUPANG

ERBIN SIOKH
2021 · Thesis · Open Access

ABSTRAKSI ANALISIS PENGARUH KUALITAS PELAYANAN DAN TARIF TERHADAPKEPUASAN KONSUMEN GRAB BIKE DI KOTA KUPANG Salah satu fakta yang mempengaruhi Kepuasan Konsumen adalah Kualitas Pelayanan Dan Tarif. Penelitian dalam skripsi ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan dan tarif terhadap kepuasan konsumen Grab Bike Di Kota Kupang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekaan kuantitaf, dengan populasi seluruh konsumen Grab Bike Kota Kupang, dengan sampel sebanyak 100 responden. Teknk analisis data yang digunakan dalam menjawab hipotesis adalah Regresi Linear Berganda dengan bantuan SPSS. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa, pertama Kualitas pelayanan berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap Kepuasan Konsumen Grab Bike Di Kota Kupang, dibuktikan dari t hitung sebesar 4,511 dengan nilai signifikan sebesar 0,000 0,05 dan koefesien regresi mempunyai positif sebesar 0,384, hal ini berarti bahwa semakin tinggi Kualitas Pelayanan yang diberikan maka akan diikuti dengan semakin tinggi Kepuasan Konsumen Grab Bika Di Kota Kupang. Kedua Tarif berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen Grab Bike Di Kota Kupang, dibuktikan dari nilai t hitung sebesar 3,931 dengan tingkat signifikan 0,000 0,05 dan koefesien regresi mempunyai positif sebesar 0,298. Ketiga Kualitas Pelayanan Dan Tarif berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap Kepuasan Konsumen Grab Bike Di Kota Kupang, hal ini dibuktukan dengan hasil pengujian diperoleh nilai F hitung sebesar 34,733 dengan signifikan 0,000 0,05.

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS INFORMASI LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH DI KOTA KUPANG

MARIA FRANSISKA MUTI
2021 · Thesis · Open Access

ABSTRAK ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS INFORMASI LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH KOTA KUPANG Dierapemerintahaansekaranginibanyaksekaliterjadipembaharuanperaturanpemerintah yang sejalandenganberlakunyaundang-undangotonomidaerahuntukmenumbuhkankesadaranpembangundaerahsecara optimal. Hal tersebutberartipemerintahdaerahdiberikankewenanganuntukmenyelenggarakanpemerintahdaerah yang lebihluas, nyata dan bertanggungjawab. SehinggaPemerintah Daerah ditugaskanuntukmenjalankanrodapemerintahan, pembangunan dan layanansosialmasyarakatsertadiwajibkanuntukmenyampaikanlaporanpertanggungjawabankeuangandaerahnyauntukdinilaiapakahpemerintahdaerahtersebutberhasilmenjalankantugasdenganbaikatautidak. Oleh sebabituPemerintahdaerahdituntut agar pengelolaankeuangandaerahsecarabaik yang harusdilakukandalammewujudkantujuanpemerintahan yang bersih(clean goverment), dimanapengelolaankeuangandaerah yang baikadalahkemampuanmengontrolkebijakankeuangandaerahsecaraekonomis, efisien, transparan dan akuntabel. Pemerintah Daerah harusdapatmempertanggungjawabkanpengelolaankeuangandaerahmelaluiLaporanKeuangan. Undang-UndangNomor 17 Tahun 2003 tentangKeuangan Negara dan Undang-UndangNomor 9 Tahun 2015 tentangPerubahanKedua Atas Undang-UndangNomor 23 Tahun 2014 tentangPemerintah Daerah, yang mengaturbentukpertanggungjawabandalampenyelenggaraankegiatanpemerintahan, dalamhalinidenganmenyampaikanlaporanpertanggungjawabanberupalaporankeuangan. MenurutPeraturanPemerintahNomor 71 Tahun 2010, apabilainformasi yang terdapatdalamLaporanKeunganPemerintah Daerah telahmemenuhikriteriakarakteristik yang ditetapkanmakapemerintahdaerahmampumewujudkantransaparasi dan akuntabilitasdalampengelolaankeuangandaerah. Informasi yang terkandungdalamlaporankeunganharussesuaidenganstandar yang ditetapkan, apabilatidaksesuaimakaakanmengakibatkankerugiandaerah, potensikekuranganpenerimaan, kelemahanadministrasi, ketidakefisien dan ketidakefektifan. Kualitaslaporankeuanganadalahsejauh mana laporankeuanganmenyajikaninformasi yang benar dan jujur. Hal iniberartibahwakualitaslaporankeuanganmenunjukkankonsepkualitasinformasidarilaporantersebut. SehinggaberdasarkanpenjelasantersebutmakadapatmenjadiacuanuntukmenganalisisFaktor-faktorapasaja yangdapatmempengaruhiKualitasInformasiLaporanKeuangan. Faktor-faktor yang dapatmempengaruhikualitasinformasilaporankeuangandiantaranyayaituPengawasan Internal, KapasitasSumberDayaManusia, PemanfaatanTeknologiInformasi, Dan KomitmenOrganisasi. Objek yang akanditelitidalampenelitianiniadalah Badan Keuangan dan AsetPemerintah Daerah Kota Kupangdenganjumlahpegawaisebanyak 85 orang. Teknik analisis data yang penelitigunakandalampenelitianiniuntukmengetahuipengaruhPengawasan Internal, KapasitasSumberDayaManusia, PemanfaatanTeknologiInformasi, dan KomitmenOrganisasiterhadapKualitasInformasiLaporanKeuangan, penelitimenggunakan Uji AnalisisRegresi Linear Berganda, Uji Parsial (Uji t), Uji Simultan (Uji F) dan Uji koefisienDeterminasi (R2). Dari hasilpenelitian yang dilakukan, penelitidapatmenyimpulkanbahwaSecaraparsialterdapatpengaruhPengawasan Internal (X1), KapasitasSumberDayaManusia (X2), PemanfaatanTeknologiInformasi (X3) dan KomitmenOrganisasi (X4) teterhadapKualitasInformasiLaporanKeuangan (Y) pada Pemerintah Daerah Kota Kupang. SedangakansecarasimultanterdapatpengaruhPengawasan Internal (X1), KapasitasSumberDayaManusia (X2), PemanfaatanTeknologiInformasi (X3) dan KomitmenOrganisasi (X4) teterhadapKualitasInformasiLaporanKeuangan pada Pemerintah Daerah Kota Kupang. Hal inidibuktikandenganperolehanhasilpengujiandidapatihasilanalisisregresi linier bergandadengannilaikonstan a sebesar 1.103 sedangkankoefesienregresibˡ = 0.176, b² adalah 0.143, b3adalah 0.113, b4adalah 0.925. Sehinggadapatdimasukandalampersamaananalisisregresi linier bergandayaitu Y = 1.103 + 0.176X1 + 0.143X3 + 0.113X3 + 0.925X4+e. Selainituhasil Uji hipotesispertamayaituterdapatpengaruhpositif dan signifikanvariabelPengawasan Internal (X1) terhadapvariabelKualitasInformasiLaporanKeuangan (Y) dengandibuktikannilai sig 0,0000,05 dan nilaiT_hitung 8.279>1,664. Selanjutnya terdapatpengaruhpositif dan signifikanvariabelKapasitasSumberDayaManusia (X2) terhadapvariabelKualitasInformasiLaporanKeuangan (Y) dengandibuktikannilai sig 0,0010,05 dan nilaiT_hitung 3.542>1,664. Selanjutnya terdapatpengaruhpositif dan signifikanvariabelPemanfaatanTeknologiInformasi(X3) terhadapvariabelKualitasInformasiLaporanKeuangan (Y) dengandibuktikannilai sig 0,0040,05 dan nilaiT_hitung 2.978>1,664. Dan selanjutnya terdapatpengaruhpositif dan signifikanvariabelPemanfaatanKomitmenOrganisasi(X4) terhadapvariabelKualitasInformasiLaporanKeuangan (Y) dengandibuktikannilai sig 0,0000,05 dan nilaiT_hitung 28.210>1,664. Berdasarkan perolehan hasil uji koefisien determinasi (R2) sebesar 0.970. Artinyabahwasebesar 97% variabelKualitasInformasiLaporanKeuangan (Y) dapatdijelaskan oleh variabelPengawasan Internal (X1), KapasitasSumberDayaManusia (X2), PemanfaatanTeknologiInformasi (X3) dan KomitmenOrganisasi (X4). Sedangkanselisihnya 3% dijelaskan oleh variabel lain yang tidaktermasukdalampenelitianini. Kata Kunci :KualitasInformasiLaporanKeuangan, Pengawasan Internal, KapasitasSumberDayaManusia, PemanfaatanTeknologiInformasi dan KomitmenOrganisasi.

PENGARUH CITRA MEREK DAN KUALITAS PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK HANDPHONE OPPO DI KOTA KUPANG

MARLIN YATI BANI
2021 · Thesis · Open Access

ABSTRAK PENGARUH CITRA MEREK DAN KUALITAS PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK HANDPHONE OPPO DI KOTA KUPANG Nama : Marlin Yati Bani Nim : 17413325 Fakultas : Ekonomi Program Studi/Jalur Minat : Manajemen/Pemasaran Banyaknya pilihan merek dan model handphone di pasaran akan mempengaruhi sikap seseorang terhadap pembelian dan pemakaian handphone. Faktor citra merek dan kualitas produk merupakan indikator yang mempengaruhi terbentuknya keputusan pembelian konsumen untuk membeli sebuah produk. Kemampuan perusahaan dalam menciptakan produk yang inovatif dan sesuai keinginan dan perilaku konsumen. Penulis melakukan penelitian ini bertitik tolak dari permasalahan yang sering ditemui dilokasi penelitian yaitu apakah citra merek dan kualitas produk berpengaruh terhadap keputusan pembelian produk handphone oppo di kota kupang. Kemudian penelitian bertujuan untuk mengetahui apakah citra merek dan kualitas produk berpengaruh terhadap keputusan pembelian produk handphone oppo di kota kupang. Menurut Kotler dan Keller (2009), citra merek adalah proses dimana seseorang memilih, mengorganisasikan, dan mengartikan masukan informasi untuk menciptakan suatu gambaran yang berarti. Kertajaya (2007) mengemukakan pendapatnya bahwa yang dimaksud dengan citra merek adalah gebyar dari seluruh asosiasi yang terkait pada suatu merek yang sudah ada di benak konsumen. Proses pengambilan keputusan diawali dari adanya kebutuhan yang berusaha untuk terpenuhi. Pemenuhan kebutuhan ini terkait dengan beberapa alternatif sehingga perlu dilakukan evaluasi yang bertujuan untuk memperoleh alternative yang baik dari konsumen. Menurut Kotler (2014:184) keputusan pembelian konsumen yaitu keputusan akhir perorangan dan rumah tangga yang membeli barang dan jasa untuk konsumen pribadi. Penelitian yang penulis lakukan disini adalah penelitian lapangan (Field Research) dengan menggunakan Statistik Deskriptif dengan bantuan tabel dalam jumlah presentase. Penelitian ini dilakukan di sekitaran kota kupang, dan sampel dari penelitian ini sebanyak 100 orang sebagai responden. Dalam mengumpulkan data penulis menggunakan kuesioner. Sedangkan didalam pembahasannya menggunakan alat analisis Regresi Linear Berganda. Hipotesis pertama (H1) ditolak dari hasil perhitungan regresi linear berganda diperoleh dari nilai signifikan untuk pengaruh variabel citra merek (X1) terhadap keputusan pembelian (Y) adalah 0.041 > 0,05, dan t tabel = t (α/2; n-k-1 = (0,05/2; 100-3-1) = ( 0,025;96 ) =1,984. Berarti nilai t hitung > t tabel ( 2.070 >1,984 ), maka Ha diterima dan Ho ditolak dengan demikian dapat disimpulkan bahwa citra merek (X1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian (Y) di Kota Kupang. Hipotesis kedua (h2), hipotesis kedua (H2) ditolak dari hasil perhitungan regresi linear berganda diperoleh dari nilai signifikan untuk pengaruh variabel kualitas produk (X2) terhadap keputusan pembelian (Y) adalah 0,000 0,05 , dan t tabel = t (α/2; n-k-1 = (0,05/2; 100-3-1) =( 0,025;96 ) =1,984. Berarti nilai t hitung > t tabel (10,747> 1,984 ), maka Ha diterima dan Ho ditolak dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kualita produk (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian(Y) produk handphone oppo Di Kota Kupang. Hasil uji simultan ( uji f), hasil pengujian maka nilai t hitung sebesar 1,446 dengan nilai f tabel sebesar 84.379 dan tingkat signifika sebesar 0,000. Karena nilai f hitung lebih kecil dari f tabel dan tingkat signifikan lebih kecil dari 0,05 yaitu 0,000 maka dapt disimpulkan bahwa citra merek (X1), kualitas produk(X2) terdapat pengaruh bersama- sama terhadap keputusan pembelian produk handphone oppo di Kota Kupang.

ANALISIS PENGARUH KERAGAMAN PRODUK DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP MINAT BELI KONSUMEN PADA U.D SARI JAYA KUPANG

DONI YANTO TAMESES
2021 · Thesis · Open Access

ABSTRAK ANALISIS PENGARUH KERAGAMAN PRODUK DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP MINAT BELI KONSUMEN PADA U.D SARI JAYA KUPANG Setiap perusahaan dalam menjalankan bisninya selalu berupaya maksimal untuk mencapai profitabilitas, dengan tujuan mempertahankan kelangsungan bisnisnya. Oleh karena itu perusahaan perlu menjalankan strategi pemasaran secara efektif agar dapat membentuk minat konsumen melakukan pembelian. Dengan terbentuknya minat pembelian tersebut maka konsumen akan menunjukkan sejumlah kecenderungan positif dalam suatu aktifitas berbelanja, yang berperan memberikan keuntungan bagi perusahaan. U.D Sari jaya yang teletak di Jalan Ahmad Yani Nomor 164 Kelurahan Merdeka Kota Kupang, adalah salah satu unit bisnis yang bergerak dalam usaha penjualan barang-barang kebutuhan rumah tangga. Sebagai perusahaan yang berorientasi bisnis, maka sepatutnya setiap aktifitas yang dilakukan benar-benar diarahkan untuk mendorong minat konsumen melakukan pembelian. Namun hal tersebut masih sulit diwujudkan, dimana kondisi penjualan pada U.D Sari Jaya sejak tahun 2020 mengalami penurunan secara tajam. Populasi penelitian ini terdiri dari seluruh pelanggan yang berbelanja di U.D Sari Jaya Kupang, yang jumlahnya tidak diketahui secara pasti, jumlah sampel atau responden yang harus diteliti adalah 96,4 responden. Namun untuk memudahkan penelitian ini maka jumlah sampel ditentukan sebesar 100 responden. Dalam penelitian ini hasil menunjukan bahwa variabel keragaman produk (X1) memiliki pengaruh terhadap minat beli konsumen pada U.D Sari Jaya Kupang. Hal ini dapat dilihat dari hasil pengujian yang memiliki nilai t hitung sebesar 8,058 dengan tingkat signifikan 0,000 sehingga variabel bebas keragaman produk berpengaruh terhadap keputusan minat beli konsumen pada U.D Sari Jaya Kupang. Dalam penelitian ini hasil menunjukan bahwa variabel kualitas pelayanan (X2) berpengaruh terhadap minat beli konsumen pada U.D Sari Jaya Kupang, hal ini dapat dilihat dari hasil pengujian yang memiliki nilai t hitung sebesar 3,943 dengan tingkat signifikan 0,000. Maka dapat disimpulkan bahwa variabel kualitas pelayanan berpengaruh signifikan secara parsial terhadap minat beli konsumen pada U.D Sari Jaya Kupang.

PENGARUH PENGELOLAAN ATRAKSI, AMENITAS DAN AKSESIBILITAS TERHADAP PENGEMBANGAN OBYEK WISATA MOTADIKIN DI KABUPATEN MALAKA

MARIA MARICE KLAU
2021 · Thesis · Open Access

Objek wisata merupakan bagian yang sangat penting dalam perkembangan sebuah daerah tujuan wisata, objek wisata yang baik dapat memberikan opini yang positif terhadap wisatawan potensial untuk berkunjung ke suatau destinasi atau daerah tujuan wisata.Mengembangkan suatu objek wisata di suatu daerah tujuan wisata tidak bisa melepaskan komponen produk atraksi, aksesibilitas maupun fasilitas karena ketiga komponen ini dapat menjadikan daya tarik suatu objek wisata. Pengelolaan ketiga komponen produk pariwisata dengan baik maka akan berimplikasi positif terhadap citra objek wisata tersebut. Pengelolaan objek wisata dengan basis atraksi yang baik harus didukung oleh komponen aksibilitas dan amenitas, aksibilitas memberikan kemudahan kepada pengunjung untuk menjangkau suatu objek wisata sementara fasilitas dapat memenuhi kebutuhan pengunjung selama mereka menikmati atraksi di suatu objek wisata yang dipilihnya.Suatu tempat dapat dikembangkan menjadi sebuah destinasi wisata terutama perlu memenuhi 4 (empat) komponen kepariwisataan yang disebut 4A, yakni Atraksi, Aksesibilitas, Amenitas dan Ansilari (Sugiama, 2014). Atraksi merupakan komponen yang signifikan dalam menarik wisatawan. Modal atraksi yang menarik kedatangan wisatawan itu ada tiga, yaitu: Natural Resources (alami), Atraksi wisata budaya, dan Atraksi buatan manusia itu sendiri. Modal kepariwisataan itu dapat dikembangkan menjadi atraksi wisata ditempat dimana modal tersebut ditemukan. Keberadaan atraksi menjadi alasan serta motivasi wisatawan untuk mengunjungi suatu daya tarik wisata (DTW). Aksesibilitas adalah sarana dan infrastruktur untuk menuju destinasi. Akses jalan raya, ketersediaan sarana transportasi dan rambu-rambu penunjukjalan merupakan aspek penting bagi sebuah destinasi. Amenitasadalah segala fasilitas pendukung yang bisa memenuhi kebutuhan dan keinginan wisatawan selama berada di destinasi. Amenitas berkaitan dengan ketersediaan sarana akomodasi untuk menginap serta restoran atau warung untuk makan dan minum. Kebutuhan lain yang mungkin juga diinginkan dan diperlukan oleh wisatawan, seperti toilet umum, rest area, tempat parkir, klinik kesehatan, dan sarana ibadah sebaiknya juga tersedia di sebuah destinasi. Tentu saja fasilitas-fasilitas tersebut juga perlu melihat dan mengkaji situasi dan kondisi dari destinasi sendiri dan kebutuhan wisatawan. Tidak semua amenitas harus berdekatan dan berada di daerah utama destinasi. Penelitian yang penulis lakukan disini adalah penelitian lapangan (Field Research) dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di Motadikin Malaka . Dengan teknik pengumpulan data melalui pembagian kuesioner kepada 100 responden di Motadikin. dan sampel dari penelitian ini adalah pengunjung Motadikin sebanyak 100 responden. Dalam. Sedangkan didalam pembahasannya digunakan metode deskriptif yaitu metode yang menggambarkan keadaan yang terjadi dilapangan secara sistematis. Adapun metode yang digunakan dalam menentukan sampel yang diambil menggunakan teknik non probability sampling yaitu incidental sampling dimana siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti pada Motadikin dapat dijadikan sebagai Sampel penelitian. Berdasarkan hasil penelitian bahwa pengelolaan atraksi, amenitas dan aksesibilita tidak mempengaruhi pengembangan obyek wisata Motadikin.Hasil uji koefisien determinasi ( R2 )dapat diketahui besarnya koefisien determinasi (R2) adalah sebesar 0,21 yang menegandung penegrtian bahwa penagruh variabel pengelolaan atraksi (X1), pengelolaan2 amenitas(X2),dan pengelolaan aksesibilitas (X3), terhadap pengembangan obyek wisata (Y) adalah 21% dan sisanya 79% dipengeruhi variabel lain. Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan yang telah disajikan maka kiranya dapat memberikan manfaat pada pihak-pihak lain yang terkait atas penelitian ini.

PENGARUH MOTIVASI KERJA DAN KEMAMPUAN KERJA TERHADAP PRESTASI KERJA KARYAWAN PT. TELEKOMONIKASI INDONESIA KUPANG (Studi Kasus pada PT. Telekomonikasi Indonesia Kupang)

RICHARD ANDIRISMAN SANAM
2021 · Thesis · Open Access

Prestasi kerja yang tinggi akan meningkatkan produktivitas perusahaan, menurunkan tingkat keluar masuk karyawan, serta memantapkan manajemen perusahaan. Selain itu tingkat prestasi kerja yang tinggi dapat memberi-kan keuntungan tersendiri, seperti meningkatkan gaji, memperluas, kesempatan untuk dipromosikan, menurunnya kemungkinan untuk didemosikan, serta membuat karyawan semakin ahli dan berpengalaman dalam bidang pekerjaanya. Sebaliknya, tingkat prestasi kerja pegawai yang rendah menunjukkan bahwa karyawan tersebut sebenarnya tidak kompeten dalam pekerjaannya, akibatnya ia sukar untuk dipromosikan ke jenjang yang tingkatnya lebih tinggi, dan pada akhirnya dapat juga menyebabkan karyawan tersebut mengalami pemutusan hubungan kerja. Untuk itu peningkatan prestasi kerja karyawan PT. Telekomonikasi Indonesia Kupang harus dilakukan melalui perubahan sikap dan perilakunya dalam bekerja. Peningkatan prestasi kerja karyawan tercapai karena didukung oleh adanya kemampuan yang dimiliki oleh setiap karyawan tersebut. Kemampuan kerja merupakan kontribusi yang sangat besar terhadap prestasi kerja. Memang tidak mudah memampukan pegawai karena kemampuan kerja merupakan hal yang bersifat individual. Setiap individu akan memiliki tingkat kemampuan yang berbeda-beda dalam dirinya. Hal ini sesuai dengan pengertian kemampuan itu sendiri Kemampuan merupakan suatu kapasitas individu untuk mengerjakan berbagai tugas dalam suatu pekerjaan (Stephen P Robbins 1996:82). Kemampuan individu yang ingin digunakan dan mungkin juga tidak. Kemampuan individu ini terdiri dari kemampuan fisik dan mental. Seorang karyawan yang tidak memiliki kemampuan untuk menganalisis persoalan mungkin sekali tidak akan berusaha bersungguh-sungguh untuk memecahkan persoalan dalam pekerjaanya. Pemberian motivasi menjadi kebutuhan penting bagi pegawai. Motivasi ini melalui serangkaian usaha tertentu yang sesuai dengan kebijakan perusahaan. Dalam memberikan motivasi antar pegawai tidak sama. Hal ini karena pegawai memiliki cara pandang yang berbeda dalam menerima adanya motivasi. Kegiatan tersebut harus diarahkan pada pencapaian tujuan perusahaan sehingga prestasi pegawai bisa terarah dengan baik. Berdasarkan penjelasan diatas tersebut maka dalam penelitian ini peneliti akan membahas pengaruhmotivasi kerja dan kemampuan kerja terhadap prestasi kerja pada PT. Tekom Kupang. Dalam penelitian ini metode yang peneliti gunakan adalah metote kuantitatif, dengan teknik pengambilan sampel peneliti menggunakan teknik random atau sampel acak yang didasarkan pada kriteria pekerjaan dan tingkat jabatan. Sehingga diperoleh sampel sebanyak 36 orang dari jumlah populasi sebanyak 72 orang karyawan yang bekerja di PT. Tekom Kupang. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa secara simultan dan parsialmotivasi dan kemampuan kerja berpengaruh terhadap prestasi kerja karyawan di PT. Tekom Kupang. Pada Uji Tmenunjukkan bahwa hasil pengujian hipotesis pertama yaitu adanya hubungan pengaruh motivasi kerja (X1) terhadap prestasi kerja (Y). Hal ini dibuktikan bahwa variabel motivasi kerja (X1) ditemukan t hitung = 5.415 lebih besar t tabel = 1.904 dan tingkat Sig. = 0,00 lebih kecil dari 0,05. Selain itu, berdasarkan hasil pengujian hipotesis pertama yaitu adanya hubungan pengaruhiKemampuan kerja (X2) terhadap prestasi kerja karyawan (Y). Hal ini dibuktikan bahwa variabel kemampuan kerja (X2) ditemukan t hitung = 2.279 lebih besar t tabel = 1,904 dan tingkat Sig. = 0,029 lebih kecil dari 0,05.Dan terakhir berdasarkan pada hasil uji koefisien determinasi (R2) diketahui besarnya koefisien determinasi R2 adalah 0. 644 atau 64,4%. Hal ini berarti besarnya pengaruh motivasi kerja dan kemampuan kerja terhadap prestasi kerja adalah 64,4%. Sedangkan pengaruh sebesar 35,6% disebabkan oleh faktor lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR INTERNAL YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN PEMBELIAN BAJU PADA TOKO MIAFA

JONAS LONGGO
2021 · Thesis · Open Access

ABSTRAK ANALISIS FAKTOR-FAKTOR INTERNAL YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN PEMBELIAN BAJU PADA TOKO MIAFA (STUDI KASUS TOKO MIAFA FASHION DAN SHEOS) KOTA KUPANG Dalam membeli dan menggunakan sesuatu terlebih dahulu konsumen membuat keputusan mengenai produk apa yang di butuhkan, kapan, bagaimana dan dimana proses pembelian atau menggunakan itu akan terjadi. Dengan kata lain di perlukan suatu proses pengambilan keputusan untuk membeli sesuatu barang atau jasa. Menurut Setiadi (2003), pengambilan keputusan yang di ambil oleh seseorang dapat di sebut sebagai suatu pemecahan masalah. Dalam proses pengambilan keputusan, konsumen memiliki sasaran atau perilaku yang ingin di capai atau di puaskan. Selanjutnya konsumen membuat keputusan perilaku mana yang ingin di lakukan untuk mencapai sasaran tersebut. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahuai, faktor-faktor internal terhadap keputusan pembelian pada Toko Miafa Fashion dan shoes kota kupang karena penulis menemukan bahwa terdapat banyaknya tingkat faktor-faktor internal serta kurangnya keputusan pembelian. Konsep penelitian dalam skripsi ini adalah fakto-faktor internal dan keputusan pembelian. Menurut Kotler dan Keller (2012:227) adalah Proses keputusan pembelian merupakan proses dimana konsumen melewati lima tahap, yaitu pengenalan masalah, pencarian informasi, evaluasi alternatif, keputusan pembelian, dan perilaku pasca pembelian, yang dimulai jauh sebelum pembelian aktual dilakukan dan memiliki dampak yang lama setelah itu. Pada analisis lanjutan ini akan menjelaskan mengenai hasil perhitungan pengujian hipotesis Analisis Regresi Linear Berganda Analisis lanjutan ini digunakan untuk mengetahui hasil persamaan regresi linear berganda pada faktor-faktor internal, terhadap keputusan pembelian pada Toko Miafa fashion dan shoes Kota Kupang. Untuk melakukan pengujian pada penelitian ini menggunakan IMB SPSS, maka didapatkan hasil pengujian statistik persamaan regresi linear berganda. Uji t pada dasarnya untuk menunjukan seberapa besar hubungan satu variabel independen secara individual dalam menerapkan variabel dependen. Uji t merupakan prosedur yang digunakan untuk menguji kebenaran atau kesalahan hipotesis nol dan hasil sampel. Hasil penelitian ini menunjukan setiap penambahan 1% nilai faktor motivasi, faktor gaya hidup, sikap dan kepercayaan dan konsep diri maka keputusan pembelian akan bertambah sebesar 0,250. Koefesian regresi tersebut bernilai positif, sehinga dapat dikatakana bahwa faktor motivasi (variabel X1), faktor gaya hidup (variabel X2), sikap dan kepercayaan (variabel X3) dan konsep diri (variabel X4) terhadap keputusan pembelian (variabel Y) adalah positif. Dan berdasarkan nilai signifikasi yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa variabel faktor motivasi (variabel X1), faktor gaya hidup (variabel X2), sikap dan kepercayaan (variabel X3) dan konsep diri (variabel X4) berpengaruh terhadap keputusan pembelian variabel (Y). Dilakukan untuk menunjukan seberapa juah pengaruh antara variabel bebas dan variabel terikat. Apabila nilai signifikasi (sig) lebih kecil dari 0,05 maka satu variabel dikatakan berpengaruh secara signifikasi terhadap variabel yang lain. Pada tabel 4.9 diketahui bahwa nilai thitung variabel motivasi, sebesar 3,644 lebih besar dari nilai ttabel 1.986 dengan nilai sigifikasi 0,00 0,05, thitung variabel gaya hidup, sebesar 0,846 lebih kecil dari nilai ttabel 1.986 dengan nilai sigifikasi 0,00 0,05, thitung variabel sikap dan kepercayaan, sebesar 1,642 lebih besar dari nilai ttabel 1.986 dengan nilai sigifikasi 0,00 0,05, thitung variabel konsep diri, sebesar 0,245 lebih kecil dari nilai ttabel 1.986 dengan nilai sigifikasi 0,00 0,05, Dapat diambil kesimplan bahwa motivasi, berpengaru positif dan signifikasikan lebih kecil dari 0.05 sehingga Ho ditolak dan Ha diterima, sedangkan gaya hidup,sikap dan kepercayaan dan konsep diri tidak berpengaru positif dan signifikasikan terhadap keputusan pembelian lebih kecil dari 0.05 sehingga Ha ditolak dan Ho diterima sehingga hal ini menunjukan bahwa motivasi memiliki berpengaruh positif dan signifikasi terhadap keputusan pembelian sedangkan gaya hidup, sikap dan kepercayaan dan konsep diri tidak berpengaru terhadap keputusan pembelian Dari hasil perhitungan regresi linear berganda yang menunjukan bahwa nilai F-hitung adalah sebasar 6,014 sedangkan F-tabel sebesar 3,09 dengan demikian F-hitung>F-tabel dan tarif signifikan (0,0000,05) maka hipotesis Ha ditolak dan Ho diterima. Maka dapat disimpulkan bahwa variabel faktor internal berpengaruh terhadap keputusan pembelian. Kata Kunci : Faktor-Faktor Internal Dan Keputusan Pembelian

¬PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS JOYFUL LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA DI SMP NEGERI 1 AMFOANG BARAT DAYA TAHUN AJARAN 2020/2021

FRANSINA AKALAU
2021 · Thesis · Open Access

Permasalahan utama pada penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Amfoang Barat. Tujuandari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Strategi pembelajaran berbasis Joyfull Learningterhadap hasil belajar. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan desain Posstest-Only Control Design. Populasi seluruh siswa kelas VIII berjumlah 52 siswa dan sampel kelas VIIIA dan kelas VIIIBberjumlah 26 siswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalahteknik sampel jenuh. Pengumpulan data dilakukan dengan tes hasil belajar. Data hasil belajar siswa yang diperoleh dianalisis menggunakan Uji t, dengan bantuan SPSS For Windows versi 25.0. Berdasarkan hasil uji hipotesis diperoleh nilai thitung>ttabelatau 5,885>2,008dengan signifikan 0,000 atau kurang dari 0,05 hal tersebut menunjukan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar siswa antara kelas kontrol dan eksperimen . Hal ini dapat dilihat dari adanya pengaruh terhadap pemahaman siswa mengenai pentingnya belajar membuat siswa menyadari bahwa untuk mendapatkan keberhasilan perlu adanya ketertarikan dalam memahami suatu konsep dalam pembelajaran, selain itu juga dilihat dari sikap siswa yang berantusias dalam belajar, memiliki rasa ingin tahu, dan berani menyampaikan pendapat saat proses pembelajaran. Hal ini dikarenakan strtegi pembelajaran joyfull learning memiliki potensi yang cukup besar yaitu dapat mengembangkan ide siswa tentang suatu masalah dalam pembelajaran. Hal ini dapat dilihat persentase hasil belajar siswa pada kelas eksperimen lebih tinggi dari hasil belajar siswa pada kelas kontrol yaitu C1 84,61 %, C2 82,30% , C3 80,28% dan C4 77,40%.Adanya strategi pembelajaran pada kelas eksperimen, karena kelas eksperimen diberikan perlakuan, sedangkan kelas kontrol tidak diberikan perlakuan. Sehingga dapat disimpulkan adanya pengaruh yang signifikan dalam penggunaan strategi pembelajaran joyfull learning terhadap hasil belajar siswa.

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBING PROMTING BERBASIS ACTIVE LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA DI SMP NEGERI MET’ANA KECAMATAN KUANFATU TAHUN AJARAN 2020/2021.

MARIA MAGDALENA KASE
2021 · Thesis · Open Access

ABSTRAK PENGARUHMODEL PEMBELAJARAN PROBING PROMTING BERBASIS ACTIVE LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA DI SMP NEGERI MET’ANA KECAMATAN KUANFATU TAHUN AJARAN 2020/2021 Kase M. M* Nomleni Th. F)** Foeh. Y** TujuandalampenelitianiniadalahUntukmengetahuipengaruh modelpembelajaranprobing promtingberbasisactive learningterhadapkemampuanberpikirkritissiwapadakelas VIIISMP NegeriMet’ana.Metode yang digunakandalampenelitianiniadalahmetodeEksperimenyaitubertujuanuntukmengetahuihubunganvariabelbebasterhadapvariabelterikat.Metode yang digunakanadalahmetodeeksperimendengandesainPosstest-Only Control Design.Populasiseluruhsiswakelas VIII berjumlah31siswadansampelkelas VIIIAdankelas VIIIB berjumlah14 siswa.Teknikpengambilansampel yang digunakanadalahPurposive Sampling.Pengumpulan data dilakukandengantes.Teknikanalisis data menggunakanUji t, denganbantuanSPSS.Berdasarkan hasil uji homogenitas diperoleh nilai F sebesar 4,124 serta hasil uji hipotesis diperoleh nilai t 9,032 dengan signifikan 0,000 atau kurang dari 0,05 hal tersebut menunjukan bahwa terdapat pengaruh berpikir kritis siswa antara kelas kontrol dan eksperimenHasilpenelitianmenunjukkanbahwapenggunaanModel PembelajaranProbing promtingberbasisactive learningpadakelaseksperimenlebihtinggiyaituMemberikanpenjelasansederhana93%, Membangunketerampilandasar93,00%, Menyimpulkan87,14%,Memberikanpenjelasanlebihlanjut 86,00%.danMengaturstrategidantaktik92,85%. Dibandingkandengankemampuanberpikirkritis padakelasKontrol.Sehinggadapatdisimpulkanbahwaadapengaruh yang signifikandalammodelpembelajaranprobing promtingterhadap kemampuan perpikir kritis siswa di SMP NegeriMet’anaKecamatanKuanfatuTahunAjaran 2020/2021.

ANALISIS AKTIVITAS BELAJAR SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI SATAP NASI KECAMATAN AMANATUN UTARA TAHUN AJARAN 2021/2022

MINCE NONI BENU
2021 · Thesis · Open Access

ABSTRAC ANALYSIS OF STUDENS’ LEARNING ACTIVITY IN CLASS VIII AT THE STATE SMP SATAP NASI AMANATUN UTARA DISTRICT ACADEMIC YEAR 2021/2022 Benu, N. M.* Manu, T. S. N.** Blegur, J.** Learning activities are activitiescarried out in the classroom to obtain a very pleasant learning. Learning activities play a role in the learning outcomes that will be obtained by students. The purpose of this study was to analyze the learning activities of class VIII students at SMP Negeri Satap Nasi. The method used in this research is descriptive method. The subject in this study were students of class VIII SMP data analysis technique questionnaire with the percentage formula.The population of this study was 34 students. Data collection techniques used in the from of a questionnaire. The results obtained from visual 68,02% whit very good qualifications, Verbal activity 67,64%, listening activity 70,22%, writing activity 85,29%, drawing activity 79,41%, mental activity 68,62%. The presentage of assessment shows a positive response to students learning activity while the analisis for visual activitiest is very good because students pay attention to whatis conveyed by their friends when presenting the results of the discussion,oral activity is seen from student readiness, namely when students understand the learning material students will listen to the material presented by the theacer is asking ant the students do not understand what is explainedby the theacher students will ask questions, lisening activities students will listen to the material presented by theacer and the opinions conveyed by their friends, writing activities are good because every material presented explain the teacher will be written in their notebook and will be checked and reated by the theacer, drawing activities of student who have a talent for drawing will create concept maps from the explanations given by the teacher to facilitate understanding, good mental activityes because students have the courage to respond to opinions during discussion presentations. The conclusion of learning activiteas is active student involvement in the from of physical and spiritual activities during the learning process in order to support success and benefit from these learning activiteas.