Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir

3.893 item publik

Publikasi

Halaman 13 dari 195

PENGARUH CITRA MEREK DAN ATRIBUT PRODUK TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN PADA MOBIL SUZUKI DI PT. SURYA BATARA MAHKOTA KUPANG

TIAGO ANJELOTI NELSON LAY
· Thesis · Open Access

PENGARUH CITRA MEREK DAN ATRIBUT PRODUK TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN PADA MOBIL SUZUKI DI PT. SURYA BATARA MAHKOTA KUPANG TIAGO ANJELOTINELSON LAY ABSTRAK Suzuki Indonesia merupakan kelompok usaha yang bergerak dibidang industri otomotif yang memproduksi, memasarkan, memperniagakan motor, mobil dan motor tempel (outboard- motor). Hal tersebut juga diidukung dengan pelayanan purna jual suku cadang serta perbaikan/pemeliharaan di seluruh Indonesia yang solid dan terintegrasi dalam melayani para pelanggan Suzuki. Suzuki terus berinovasi tidak hanya soal produk namun juga layanan purna jual. Terbukti selama 2019, sekitar 1,1 juta pengguna mobil Suzuki melakukan servis di bengkel resmi atau mengalami peningkatan 8 persen dibandingkan tahun 2018. Suzuki mengandalkan 339 outlet servis yang tersebar di Indonesia yang menyediakan layanan sales, servis dan spare part.( PT. Suzuki Indomobil Group ) Suzuki Indonesia telah memberikan kontribusi untuk bangsa dan masyarakat dengan memberikan produk-produk bermanfaat bagi perkembangan bangsa. PT. Surya Batara Mahkota Kupang merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang penjualan kendaraan roda empat khususnya mobil Suzuki yang berdiri sejak tahun 2011 yang berlokasi di Kota Kupang Nusa Tenggara Timur, Jln. Timor Raya No. 1 Oeba, Kec. Kota Lama. Adapun upaya dari PT. Surya Batara Mahkota Kupang dalam menarik minat beli konsumen yaitu dengan melakukan pemasaran langsung dengan membagikan brosur sebanyak mungkin terhadap masyarakat luas dan juga memasang stand penjualan mobil pada PT. Surya Batara Mahkota Kupang di titik- titik keramaian pada pusat kota untuk mengsosialisasi produk yang mereka tawarkan secara langsung terhadap masyarakat. penjualan mobil suzuki ini berkembang cukup pesat, hal ini ditunjukan oleh penjualan mobil suzuki pada tahun 2018 sebanyak 2.128 unit mobil, sedangkan pada tahun 2019 terjadi peningkatan penjualan dengan total 2.194 unit mobil namun Pada tahun 2020 terjadi penurunan penjualan dengan total 1.329 unit mobil, Hal ini terjadi karena faktor pertumbuhan ekonomi yang tidak stabil sehingga terjadi penurunan penjualan pada PT. Surya Batara Mahkota Kupang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Citra Merek dan Atribut Produk terhadap kepuasan konsumen pada Mobil Suzuki di PT. Surya Batara Mahkota Kupang. Objek dalam penelitian ini adalah PT. Surya Batara Mahkota Kupang. Metode dalam menentukan sampel menggunakan teknik Slovin maka ditetapkan jumlah responden sebanyak 50 responden. Teknik Pengumpulan Data yang digunakan yaitu kusioner. Teknik analisis data, analisis pendahuluan yaitu menggunakan teknik skor dan Analisis Lanjutan menggunakan Analisis Regresi Linear Berganda. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa Citra Merek pada produk Mobil Suzuki tidak berpengaruh positif terhadap Kepuasan Konsumen di PT. Surya Batara Mahkota Kupang, dan Atribut Produk pada produk Mobil Suzuki berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Konsumen di PT. Surya Batara Mahkota Kupang. Kata Kunci: Citra Merek, Atribut Produk, Kepuasan Konsumen

IMPROVING STUDENTS VOCABULARY USING SHORT STORY AT SMP NEGERI 10 KUPANG ACADEMIC YEAR 2021/2022

DORKAS RIHI TUNGA
· Thesis · Open Access

Rumusan masalah dari penelitian ini adalah apakah hanya menggunakan cerita pendek dapat meningkatkan kosa kata siswa di SMP Negeri 10 Kupang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah dengan menggunakan cerita pendek dapat meningkatkan kosakata siswa di SMP Negeri 10 Kupang tahun 2021/2022. Penelitian ini adalah penelitian ekperimental. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kela Tujuh-A SMP Negeri 10 Kupang. Jumlah populasi sebanyak lima kelas yang terdiri dari 100 siswa, kemudian sampel adalah satu kelas yang terdiri dari duapuluh siswa. Untuk mengumpulkan data, peneliti menggunakan tes untuk mengukur penguasaan kosakata siswa melalui cerita pendek berupa pre-test dan post-test dengan menggunakan t-test. Penelitian ini adalah tes kosakata. Peneliti memberikan pre-test dan post-test kepada siswa. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa rata-rata skor pre-test siswa adalah 977, post-test adalah 1680, perbedaan skor pre-test post-test adalah 396, perbedaan nilai persentase dari pre-test 488, dan persentase dari post-test 8400, artinya ada kenaikan persentase setelah melakulan post-test. Jadi skor post-test adalah lebih tinggi dari skor pre-test . Hasil analisis statistik antara pre-test dan post-test untuk taraf signifikan 0.5 dengan (df)=20-1=19 adalah 1.73 dan analisis nilai t-obseve adalah 20.159(20.159>1.73. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menyimpulkan bahwa cerita pendek dapat meningkatkan kosakata siswa.

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DENGAN BANTUAN MEDIA LEAFLET TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATA PELAJARAN IPA, SISWA KELAS V11 DI UPTD SMP NEGERI 7 KOTA KUPANG TAHUN AJARAN 2022/2023

SAFIRA TEFA
· Thesis · Open Access

ABSTRAK PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DENGAN BANTUAN MEDIA LEAFLET TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATA PELAJARAN IPA, SISWA KELAS V11 DI UPTD SMP NEGERI 7 KOTA KUPANG TAHUN AJARAN 2022/2023 Tefa S. ) ** Meha A. M)** Paballa P. P)** Pembelajaran kontekstual adalah konsep belajar yang mengaitkan antara materi pembelajaran dengan situasi dunia nyata peserta didik. Leaflet merupakan media pembelajaran diharapkan dapat membantu siswa memahami materi pembelajaran. Leaflet disusun dengan bahasa yang sederhana agar mudah dimengerti siswa. Leaflet juga merupakan media berbentuk selembar kertas yang diberi gambar dan tulisan serta dilipat menjadi 3 lipatan. Pemahaman konsep adalah proses kemampuan seseorang dalam memaknai suatu konsep serta memahami dan mampu menjelaskannya kembali dengan kata-katanya sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Model Pembelajaran Kontekstual dengan bantuan Media Leaflet Terhadap Pemahaman Konsep Mata Pelajaran IPA, Siswa Kelas V11 di UPTD SMP Negeri 7 Kota Kupang Tahun Ajaran 2022/2023. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan penelitian posttest-only design. Kelompok yang pertama diperlakuan (X) disebut kelompok eksperimet dan kelompok kedua disebut kelompok kontrol. Jumlah seluruh sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 64 siswa. Pengumpulan data menggunakan soal posttest, data penelitian dianalisis menggunakan SPSS. Hasil nilai taraf signifikan 0,05. penelitian ini menyatakan bahwa ada pengaruh yang signifikan pada model pembelajaran kontekstual dengan bantuan media Leafle terhadap pemahaman konsep siswa di UPTD SMP Negeri 7 Kota Kupang Tahun Ajaran 2022/2023. Kata kunci : Model Pembelajaran Kontekstual, Media leaflet, Pemahaman Konsep Siswa

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA PT. TIMOR MITRA NIAGA KECAMATAN LAMBOYAARAT KABUPATEN SUMBA BARAT

YOHANES TODA BORE
· Thesis · Open Access

Produktivitas kerja karyawan menurut J.Ravianto ( 2001:102 ) adalah sebagai suatu konsep yang menunjukkan adanya kaitan antara ouput ( hasil kerja ) dengan waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan produk dari seorang tenaga kerja,maksudnya bahwa produktivitas seorang tenaga kerja sangat berkaitan dengan hasil kerja yang diperoleh terhadap waktu yang diperlukan untuk menghasilkannya. Sangat penting bagi pihak individu (karyawan ) dan perusahaan. Bagi setiap individu,produtivitas yang tinggi penting untuk meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian mereka masing-masing melalui gaji yang diterima.Selanjutnya untuk perusahaan produtivitas yang tinggi dapat meningkatkan keuntungan atau laba. Tiap perusahaan akan mengukur produktivitas berdasarkan tujuan dan sasarannya. Produktivitas Kerja adalah kemampuan karyawan dalam berproduksi dibandingkan dengan input yang digunakan, seorang karyawan dapat dikatakan produktif apabila mampu menghasilkan barang atau jasa sesuai dengan diharapkan dalam waktu yang singkat dan tepat. Produktivitas kerja merupakan kemampuan seperangkat sumber-sumber ekonomi untuk menghasilkan suatu sebagai perbandingan antara pengorbanan (input) dengan menghasilkan (output) (Muchdarsyah Sinungan 2003:12).Motivаsi mеrupаkаn hаl yаng sаngаt pеnting untuk dipеrhаtikаn olеh pеrusаhааn аgar sеtiаp sumbеr dаyа mаnusiа dаpаt mеmbеrikаn kontribusi positif tеrhаdаp tujuаn pеrusаhааn. Untuk mеndаpаtkаn sumbеr dаyа mаnusiа yаng dihаrаpkаn olеh pеrusаhааn, sеtiаp sumbеr dаyа mаnusiа dihаrаpkаn mеmilikimotivаsi kеrjа yаng tinggi sеhinggа nаntinyа аkаn mеningkаtkаn kinеrjа yаng tinggi. Tаnpа аdаnyаmotivаsi, sеorаng kаryаwаn tidаk dаpаt mеmеnuhi tugаsnyа sеsuаi stаndаr bаhkаn mеlаmpаui stаndаr kаrеnа аpа yаng mеnjаdi motif dаn motivаsinyа dаlаm bеkеrjа tidаk tеrpеnuhi.Аdаnyа motivаsi kerja karyawan disеbаbkаn kаrеnа аdаnyа kеbutuhаn dаn kеinginаn yang аdа didаlаm diri kаryаwаn.Lingkungan kerja adalah kehidupan sosial, psikologi, dan fisik bagi perusahaan yang berpengaruh terhadap pekerja dalam melaksanakan tugasnya kehidupan manusia tidak terlepas dari berbagai keadaan lingkungan sekitarnya, antara manusia dan lingkungan terdapat hubungan yang sangat erat.dalam hal ini manusia selalu berusaha untuk beradaptasi dengan berbagai keadaan lingkungan sekitarnya.Demikian pula halnya Ketika melakukan pekerjaan, karyawan sebagai manusia tidak dapat dipisahkan dari berbagai keadaan disekitar tempat mereka bekerja, yaitu lingkungan kerja. Selama melakukan pekerjaan, setiap karyawan akan selalu berinteraksi dengan berbagai kondisi yang terdapat dalam lingkungan kerja. Lingkungan kerja sendiri didefenisikan sebagai segala sesuatu yang ada disekitar para pekerja yang dapat mempengaruhi dirinya dalam memnjalankan tugas – tugas yang diembannya. (Nitiseminto, 2002.Singodimedjo, mengatakan disiplin adalah sikap kesediaan dan kerelaan seseorang untuk mematuhi dan menaati norma-norma peraturan yang berlaku disekitarnya. Disiplin karyawan yang baik akan mempercepat tujuan perusahaan, sedangkan disiplin yang merosot akan menjadi penghalang dan memperlambat pencapaian tujuan perusahaan., mengartikan disiplin sebagai suatu kekuatan yang berkembang di dalam tubuh karyawan dan menyebabkan karyawan dapat menyesuaikan diri dengan sukarela pada keputusan, perturan, dan nilai-nilai tinggi dari pekerjaan dan perilaku. Dalam arti sempit, biasanya dihubungkan dengan hukuman. Padahal sebenarnya menghukum seorang karyawan hanya merupakan sebagaian dari persoalan disiplin.Berdasrkan Penjelasan diatas tersebut maka dalam peneliitian ini peneliti akan membahas motivasi kerja lingkungan kerja dan disiplin kerja karyawan pada PT.timor mitra niaga kabupaten sumba barat Dalam penelitian ini metode yang di gunakan peneliti adalah metode kuantitatif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah karyawan divisi/bagian unit dan pengawasan PT.timor mitra niaga kabupaten sumba barat yang berjumlah 163 orang dan sampel pada penelitian ini di prioritaskan karyawan divis/bagian unit dan pengawasan berjumlah 263 orang dan dilakukan penetuan sampel menggunakan rumus slovin maka sampel pada penelitian ini berjumlah 62 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan meyebarkan kuesioner pada responden. Teknik analisis data yang peneliti gunakan pada penelitian ini untuk mengetahui pengaruh motivasi kerja, lingkungan kerja dan disiplin kerjaterhadap produktivitaskerja karyawan, peneliti menggunakan Uji Analisis Regresi Linear Berganda, Uji Parsial (Uji T), dan Uji Stimultan) dan Uji Koofisien Determinasi (R2). Dari hasil penelitian yang dilakukan, peneliti dapat menyimpul akan bahwa Secara parsial motivasi kerja,tidak berpengaruh signifikan terhadap produktivitas kerja pada PT timor mitra niaga kabupaten suma barat,lingkungan kerja,tidak berpengaruh signifikan terhadap produktivitas kerja pada PT timor mitra niaga kabupaten suma baratdan disiplin kerja, tidak berpengaruh signifikan terhadap produktivitas kerja pada PT timor mitra niaga kabupaten suma barat.Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil pengijian yang didapati dari hasil analisis regresi linear berganda dengan konstantan a sebesar 42,297, sedangkan koofisien regresi b1 = -0,087 b2= -0,029.dan b3=-0,052. Dengan demikian persamaan regresi linear berganda yang memperlihatkan tidak berpengaruh motivasi kerja(X1) lingkungan kerja (X2) dan disiplin kerja (X3) terhadap produktivitas kerja karyawan adalah sebagai berikut : Y = 42,297 -0,087(X1) -0,029 (X2)-0,052 + e. selain itu hasil Uji Hipotesis pertama yaitu ada pengaruh variabel motivasi kerja (X1) terhadap variavel produktivitas (Y) diketahui bahwa untuk variabel motivasi kerja (X1) di temukan t hitung =0,914 lebih kecil dari t tabel=2,05183 dan tingkat tingkat signifikannya 365 oleh karena itu nilai sig <0,0,5maka Ha (b1=0) diterimah dan Ha (b1=/0) ditolak yaitu variabel motivasi kerja (X1) tidak berpengaruh dan sig secara parsial terhadap produktivitas kerja (Y)Berikuthasil Uji hipotesis kedua yaitu ada pengaruh Lingkungan kerja (X2) terhadap produktivitas kerja (Y). diketahui bahwa variabel lingkungan kerja (X2) ditemukan t hutung = -0,037 lebih kecil dari t tabel = 2, 05283 dan tingkat sig. = 786. Oleh karna nilai sig < 0,05 maka Ho (b1 = 0) diterimah dan Ha (b1 ≠ 0) ditolak yaitu variabel lingkungan kerja (X2) tidak berpengaruh dan signifikan terhadap variabel produktivitas (Y). untuk hasil uji F didapati F hitung =574 lebih kecil dari F tabel = 3,35 dan tingkat Sig = 0,000 oleh karna itu nilai Sig < 0,05 maka Ho (b1 =0) diterimah dan Ha (b1 ≠ 0) ditolak artinya variabel motivasi kerja (X1) dan variabel lingkungan (X2) tidak berpengaruh dan signifikan secara stimultan terhadap variabel produktivitas kerja (Y).Berikuthasil Uji hipotesis ketiga yaitu ada pengaruh disiplin kerja (X3) terhadap produktivitas kerja (Y). diketahui bahwa variabel disiplin kerja (X3) ditemukan t hutung = -0,0437 lebih kecil dari t tabel = 2, 05283 dan tingkat sig. = 663. Oleh karna nilai sig < 0,05 maka Ho (b1 = 0) diterimah dan Ha (b1 ≠ 0) ditolak yaitu variabel motivasi kerja (X3) tidak berpengaruh dan signifikan terhadap variabel produktivitas (Y). untuk hasil uji F didapati F hitung =.574 lebih kecil dari F tabel = 3,35 dan tingkat Sig = 0,000 oleh karna itu nilai Sig < 0,05 maka Ho (b1 =0) diterimah dan Ha (b1 ≠ 0) ditolak artinya variabel disiplin kerja (X1) variabel lingkungan (X2) dan variabel disiplin kerja (X3) tidak berpengaruh dan signifikan secara stimultan terhadap variabel produktivitas kerja (Y). Dan terakhir berdasarkan perolehan hasil Uji koofisien determinasi (R2) adalah .029 atau 29%. Hal ini berarti kecil pengaruhnya motivasi kerja, lingkungan kerja dan disiplin kerja terhadap produktivitas kerja karyawan adalah 22,9%. Sedangkanp engaruh sebesar 77,1% disebabkan oleh factor lain yang tidak diteliti dalam penelitian in

A SEMANTIC ANALYSIS ON SUMBANESE THREE TRADITIONAL SONGS

CHRISTANTILIA MANU RAGA
· Thesis · Open Access

penelitian ini dilakukan untuk menjawab dua pertayaan: 1) Apa jenis makna yang ditemukan dalam lirik lagu daerah sumba? 2) apa fungsi yang ditemukan pada lirik lagu daerah sumba? Penulisan ini berfokus pada makna dan fungsi lagu sumba penelitian ini adalah semua lirik dan kalimat dari tiga lirik lagu sumba penulisan menggunakan metode kualitatif, dimana datanya ada pada lirik ketiga lagu yang memeliki makna dalam liriknya data dianalis secara kualitatif berdasarkan analisis diketahui bahwa dua jenis makna yang yang satu ini yaitu makna lexical dan kontextual, sedangkan fungsi lagu adalah mendidik, menghibur dan menasehati sebagai nilai moral

PENGARUH STRUKTUR MODAL DAN KINERJA KEUANGAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2017-2021 (STUDI PADA PERUSAHAAN SUB SEKTOR MAKANAN DAN MINUMAN).

JEFRI A BANU
· Thesis · Open Access

ABSTRAKSI Masalah yang diambil dalam penelitan ini adalah pengaruh struktur modal dan kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan. Adapun persoalan yang diangkat adalah Apakah struktur modal berpengaruh terhadap nilai perusahaan? Dan Apakah kinerja keuangan berpengaruh terhadap nilai perusahaan?. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh struktur modal terhadap nilai perusahaan dan tujuan kedua adalah untuk mengetahui pengaruh kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan. Adapun konsep dari penelitian ini adalah nilai perusahaan, struktur modal dan kinerja keuangan. Nilai perusahaan adalah nilai presepsi investor terhadap tingkat keberhasilaan perusahaan yang terkait erat dengan harga sahamnya.Harga saham yang tinggi membuat nilai perusahaa juga tinggi, dan meningkatkan kepercayaan pasar tidak hanya terhadap kinerja perusahaan saat ini namun juga pada prospek perusahaan di masa mendatang. Struktur modal adalah bagian dari struktur keuangan yang mencerminkan rasio (absolut atau relatif) antara seluruh modal eksternal (baik dalam jangka pendek dan dalam jangka panjang) dengan total sendiri. yang diwakili hutang, saham preferen dan ekuitas saham biasa. kinerja keuangan adalah suatu analisis yang bertujuan untuk memahami sejauhmana suatu perusahaan menerapkan aturan pelaksanaan keuangan dengan benar. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur sub sektor makanan dn minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2017-2021. Sampel diperoleh dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan tujuan untuk mendapatkan sampel sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan dan sampel pada penelitian ini adalah 33 perusahaan sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di bursa efek indonesia. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan menggunakan data sekunder. Data sekunder adalah sumber data yang di peroleh melalui media perantara atau secara tidak langsung. Data ini berupa laporan keuangan yang sudah di publikasikan oleh perusahaan manufaktur sub sektor telekomunikasi yang memenuhi kriteria sampel penelitian yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2017-2021 yang dapat diakses melalui Situs www. idx.co.id Berdasarkan hasil uji determinasi nilai R2 adalah 0,166 atau 16,6%. Hal ini menunjukan bahwa pengaruh struktur modal (X1) dan kinerja keuangan (X2) terhadap nilai perusahaan (Y) sebesar 16,6% sedangkan sisanya sebesar 83,4% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dapat dijelaskan dalam penelitian ini. Hasil uji regresi secara parsial struktur modal (H1) menunjukkan nilai Koefisien (β1) adalah 0,009 dengan tingkat signifikansi 0,741 lebih dari 0.05 maka hipotesis pertama dalam penelitian ini diitolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa struktur modal tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Selanjutnya hasil uji regresi secara parsial kinerja keuangan Menunjukkan nilai Koefisien (β2) sebesar 0,519 yang berarti terdapat hubungan positif kinerja keuangan dengan nilai perusahaan dengan tingkat signifikansi 0,024 lebih kecil dari 0.05 maka hipotesis kedua dalam penelitian ini diiterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kinerja keuangan berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan

DESKRIPSI TENTANG TERJADINYA TINDAK PIDANA PENCURIAN BARANG BAGASI PESAWAT KOMERSIAL

PAULUS ANTONIO PADE RUING
· Thesis · Open Access

Judul Skripsi penulis, adalah “Deskripsi Tentang Terjadinya Tindak Pidana Pencurian Barang Bagasi Pesawat Komersial”. Permasalahan pokok yang dibahas dalam penelitian ini adalah : 1) Faktor-faktor apakah yang menyebabkan terjadinya tindak pidana pencurian barang bagasi pesawat komersial? 2). Bagaimana cara pelaku melakukan pencurian barang bagasi pesawat komersial? 3).Bagaimana akibat hukum dari tindak pidana pencurian barang bagasi pesawat komersial terhadap pelaku dan korban? Tujuan penelitian penulis, adalah :1). Untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya tindak pidana pencurian barang bagasi pesawat komersial; 2). Untuk mengetahu bagaimana cara pelaku melakukan pencurian barang bagasi pesawat komersial; dan 3). Untuk mengetahui akibat hukum dari tindak pidana pencurian barang bagasi pesawat komersial terhadap pelaku dan korban Guna meperlancar proses penelitian ini, maka dibantu dengan metode penelitian, dimana Sifat penelitian penulis adalah “Deskriptif”, yaitu memberikan suatu gambaran tentang factor penyebab,cra melakukn dan akibat hukun dari tindak pidana pencurian barang bagasi pesawat komersial. Sedangkan jenis penelitian penulis adalah penelitian hukum normatif. Alat pengupulan datanya adalah Studi Dokumen ; yakni berupa Putusan pengadilan, dengan teknik analisis datanya adalah eskriptif kualitataif. Adapun yang hasil penelitian penulis, sebagai berikut: 1) Faktor yang menyebabkan terjadinya tindak pidana pencurian barang bagasi pesawat komersial, yaitu a). Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari; dan. b. Kurangnya pengawasan. 2) Cara pelaku melakukan pencurian barang bagasi pesawat komersial, yaitu dengan cara merusak/membobol barang berupa tas milik korban dan mengambil barang tersebut. Juga ada yang dengan cara Membuka jahitan karung dengan Bulpen Kemudian Terdakwa mengeluatkan gardus-gardus yang berisi HP. Setalah itu mereka menyimpannya di dalam rompi porter, selanjutnya disembunyikan didalam loker di tempat istirahat porter. Kemudian ketika pulang mereka membawa barang tersebut dengan cara salah satu terdawka mengajak bicara petugas keamanan sehingga barang tersebut dapat dibawa pulang. 3). Akibat hukum dari tindak pidana pencurian barang bagasi pesawat komersial terhadap pelaku dan korban. Dimana terhadap terdakwa/pelaku berupa :a). Terhadap pelaku, yaitu : terdakwa ditahan, Terdakwa dipidana penjara.; dan Terdakwa dibebanMembayar biaya perkara; b). Terhadap Korban, yaitu barang yang di curi oleh pelaku/terdakwa dikembalikan kepada pemiliknya/korban.

Deskripsi Tentang Putusan Hakim Pengadilan Niaga Dalam Sengketa Merek Gudang Garam

DEWI ELITA BOSOIN
· Thesis · Open Access

INTISARI: Judul Skripsi penulis adalah: DESKRIPSI TENTANG PUTUSAN HAKIM PENGADILAN NIAGA DALAM SENGKETA MEREK GUDANG GARAM. Rumusan masalah penelitian penulis adalah: 1) Mengapa Hakim Pengadilan Niaga dan Hakim Peninjauan kembali mengabulkan gugtan penggugat? 2) Mengapa Hakim Kasasi menolak gugatan penggugat dalam sengketa Merek Gudang Garam? Tujuan yang ingin penulis kaji adalah: 1) Untuk mengetahui alasan Hakim Pengadilan Niaga dan Hakim Peninjauan kembali mengabulkan gugatan penggugat, 2) Untuk mengetahui alasan Hakim Kasasi menolak gugatan penggugat dalam sengketa Merek Gudang Garam. Jenis Metode Penelitian yang penulis gunakan adalah : Jenis Penelitian Normatif dan Sifat Penelitian adalah bersifat Deskriptif yakni penulis akan memaparkan secara lengkap, rinci, jelas dan sistematis hasil dalam bentuk karya ilmiah, dalam hal ini tentang alasan Hakim Pengadilan Niaga dan Hakim Peninjauan kembali mengabulkan gugtan penggugat, serta alasan Hakim Kasasi menolak gugatan penggugat dalam sengketa Merek Gudang Garam. Bahan hukum yang digunakan adalah bahan hukum primer yang terdiri dari putusan hakim serta peraturan perundang-undangan, traktat, kaidah dasar atau norma serta peraturan dasar. Berdasarkan Hasil Penelitian yang penulis lakukan maka yang menjadi kesimpulan sesuai masalah yang penulis kaji yaitu 1) Alasan Hakim Pengadilan Niaga dan Hakim Peninjauan kembali mengabulkan gugtan penggugat, yaitu karena: a) Gugatan penggugat sempurna, b) Penggugat mampu membuktikan sebagai pemilik Merek Gudang Garam, c) Adanya Novum atau bukti baru sebagai pemilik merek gudang garam. 2) Alasan Hakim Kasasi menolak gugatan penggugat dalam sengketa Merek Gudang Garam Yaitu karena: a) Judex Factie salah menerapkan hukum, b) Pengugat tidak dapat membuktikan sebagai pemilik merek gudang garam.

DESKRIPSI TENTANG MOTIF, MODUS DAN AKIBAT HUKUM DALAM TINDAK PIDANA KEJAHATAN ELEKTRONIK DENGAN TUJUAN UNTUK MEMPEROLEH INFORMASI DOKUMEN SECARA BERLANJUTAN

JONATHAN MALETA
· Thesis · Open Access

Judul Skripsi Penulis adalah : DESKRIPSI TENTANG MOTIF, MODUS DAN AKIBAT HUKUM DALAM TINDAK PIDANA KEJAHATAN ELEKTRONIK DENGAN TUJUAN UNTUK MEMPEROLEH INFORMASI DOKUMEN SECARA BERLANJUTAN. Rumusan masalah yang penulis kaji adalah bagaimana motif, modus dan akibat hukum terjadinya kejahatan dalam tindak pidana kejahatan elektronik dengan tujuan untuk memperoleh informasi dokumen secara berlanjutan. Tujuan yang ingin Penulis kaji adalah Untuk Mengetahui Motif, Modus dan Akibat Hukum Terjadinya tindak pidana kejahatan elektronik dengan tujuan untuk memperoleh informasi dokumen secara berlanjutan. Metode Penelitian yang penulis gunakan adalah sifat penelitian adalah bersifat deskriptif yakni penulis akan memaparkan secara lengkap, rinci, jelas dan sistematis hasil dalam bentuk karya ilmiah dan Jenis Penelitian yang penulis gunakan adalah jenis penelitian Normatif. Sumber data yang digunakan adalah bahan hukum Primer yang terdiri dari Putusan Hakim serta Peraturan perundang-undangan, traktat, kaidah dasar atau norma serta peraturan dasar. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi kepustakaan dimana diperoleh informasi dari putusan pengadilan. Analisis Data yang digunakan adalah menggunakan analisis secara kualitatif yaitu analisis yang bersifat deskriptif . Berdasarkan Hasil penelitian yang penulis lakukan maka yang menjadi kesimpulan sesuai masalah yang penulis kaji yaitu berdasarkan hasil penelitian pada putusan pertama sampai putusan ke lima, maka penulis menarik kesimpulan modus terjadinya tindak pidana tanpa hak mengakses informasi dan dokumen elektronik : a.Para pelaku memasang kamera CCTV dan alat skimmer dalam ATM; b.Mencari mesin ATM HYOSUNG dan mengambil struk dari mesin ATM; c.Memasang spycam dengan ditempelkan pada bamper tombol mesin ATM sebelah kanan; d.Berkeliling dengan menggunakan sepeda motornya untuk mencari lokasi ATM yang akan dipasang Alat Skimme. Dari modus tersebut adapun akibat hukumnya yaitu : 1)Para terdakwa ditahan. 2) Para terdakwa dipidana dan denda. 3)Para terdakwa dibebankan membayar biaya perkara. Mengacu pada kesimpulan tersebut saran penulis adalah 1. Bagi penegak hukum diharapkan agar lebih meningkakan keamanan terhadap mesin ATM. 2. Bagi seluruh masyarakat diharapkan lebih berhati-hati dalam melakukan pengambilan uang dimesin ATM.

DESKRIPSI TENTANG PENEGAKAN HUKUM TERHADAP ANGGOTA MILITER YANG MENYALAHGUNAKAN NARKOTIKA GOLONGAN-1

JEFRIADIN PABALA
· Thesis · Open Access

INTISARI Judul skripsi penulis adalah: Deskripsi Tentang Penegakan Hukum Terhadap Anggota Militer Yang Menyalahgunakan Narkotika Golongan-1. Rumusan masalah yang penulis kaji adalah: 1) Mengapa Hakim Mahkamah Agung menjatuhkan putusan pemidanaan terhadap Anggota Militer yang menyalahgunakan Narkotika Golongan-1?.Dan 2) Mengapa Hakim Peninjauan Kembali Menjatuhkan putusan bebas terhadap Anggota Militer yang menyalagunakan Narkotika Golongan -1?.Tujuan yang ingin penulis kaji adalah: Untuk mengetahui Alasan Hakim Mahkamah Agung menjatuhkan putusan pemidanaan terhadap anggota militer yang menyalagunakan narkotika golongan-1? Dan 2) Untuk mengetahui Alasan Hakim Peninjauan Kembali Menjatuhkan putusan bebas terhadap Anggota Militer yang menyalagunakan Narkotika Golongan -1. Jenis Metode Penelitian yang penulis gunakan adalah: Jenis Penelitian Normatif dan Sifat Penelitian adalah bersifat deskriptif yakni penulis akan memaparkan secara lengkap, rinci, jelas dan sistematis hasil dalam bentuk karya ilmiah dalam penelitian yang penulis deskripsikan adalah Deskripsi Tentang penegakan Hukum terhadap anggota Militer yang menyalagunakam Narkotika golongan-1. Bahan hukum yang digunakan adalah bahan hukum primer yang terdiri dari putusan hakim serta peraturan perundang-undangan, traktat, kaidah dasar atau norma serta peraturan dasar. Berdasarkan Hasil Penelitian terhadap 3 (tiga) putusan yang penulis lakukan maka yang menjadi kesimpulan sesuai masalah yang penulis kaji yaitu : 1. Alasan Hakim Mahkamah Agung menjatuhkan putusan pemidanaan terhadap pelaku tindak pidana penyalahgunaan narkotika Golongan – 1 karena: a. Perbuatan Terdakwa memenuhi unsur surat dakwaan b. Judex Fcati salah menerapkan hukum 1. Alasan Hakim Peninjauan Kembali menjatuhkan putusan bebas terhadap pelaku tindak pidana penyalagunaan Narkotika Golongan 1, karena: a. Adanya Kekhilafan Judex Juris b. Perbuatan Terdakwa tidak terbukti Kata Kunci: Tindak pidana Penyalahgunaan Narkotika Golongan-1 oleh Anggota Militer.

DESKRIPSI TENTANG MOTIF, MODUS DAN AKIBAT HUKUM TERJADINYA TINDAK PIDANA MEMANEN HASIL PERKEBUNAN KELAPA SAWIT SECARA ILEGAL

RAMBU ENSI LIDIA LODA MULLA
· Thesis · Open Access

Masalah pokoknya diteliti penulis ialah bagaimanakah motif pelaku melakukan tindak pidana memanen hasil perkebunan, bagaimanakah modus pelaku melakukan tindak pidana memanen hasil perkebunan dan bagaimanakah akibat hukum terjadinya tindak pidana memanen hasil perkebunan terhadap pelaku dan barang bukti. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui motif pelaku melakukan tindak pidana memanen hasil perkebunan, untuk mengetahui modus pelaku melakukan tindak pidana memanen hasil perkebunan dan untuk mengetahui akibat hukum akibat hukum terjadinya tindak pidana memanen hasil perkebunan terhadap pelaku dan barang bukti. sifat penelitian yang digunakan penulis bersifat Deskriptif. Jenis penelitian hukum yang digunakan ialah jenis penelitian normatif dan teknik pengumpulan data dalam penulisan ini menggunakan studi dokumen atau bahan pustaka. Hasil peneilitian yang dilakukan oleh penulis selanjutnya dirumusakan dan di tarik kesimpulan sebagai berikut: 1. Motif pelaku adalah untuk mendapatkan keuntungan dan memenuhi kebutuhan hidup 2. Modus pelaku : a. Terdakwa membawa pisau egrek adalah untuk mengegrek buah kelapa sawit b. Terdakwa menggunakan pisau dodos yang bergagang kayu dan sebatang gancu adalah untuk memotng kelapa sawit c. Terdakwa menggunakan kerajang along-along untuk menyimpan buah kelapa sawit 3. Akibat hukum terhadap terdakwa dan barang bukti dalam tindak pidana memanen hasil perkebunan kelapa sawit secara ilegal : a. Terdakwa ditahan b. Terdakwa dipidana penjara dan dibebankan membayar biaya perkara c. Barang bukti disita atau dijadikan barang bukti diperkara lainnya Berdasrkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dikemukakan, maka saran yag dapat di kemukakan penulis yaitu : Diharapkan kepada pemerintah untuk lebih banyak membuka lapangan pekerjaan berupa proyek swadaya, dan diharapkan kepada hakim supaya bisa menciptakan kepastian hukum

DESKRIPSI TENTANG PUTUSAN HAKIM DALAM SENGKETA PERJANJIAN HUTANG PIUTANG

MARIYANA KUJI ROHI
· Thesis · Open Access

INTISARI Judul penelitian ini ialah Deskripsi Tentang Putusan Hakim Dalam Sengketa Perjanjian Hutang Piutang .Masalah pokoknya diteliti penulis ialah. (1) Alasan judex facti mengabulkan gugatan konvensi dan menolak gugatan rekonvensi. (2) Mengapa gugatan penggugat konvensi ditolak sedangkan gugatan penggugat rekonvensi dikabulkan oleh hakim tingkat kasasi. Tujuan penelitian ini (1) Untuk mengetahui alasan judex facti mengabulkan gugatan konvensi dan menolak gugatan rekonvensi (2) Untuk mengetahui alasan gugatan penggugat konvensi ditolak sedangkan gugatan penggugat rekonvensi dikabulkan oleh hakim tingkat kasasi.Sifat penelitian hukum yang digunakan ialah bersifat deskripsi dalam penelitian ini penulis mendeskripsikan tentang penyelesaian sengketa akta notaris dalam perjanjian hutang piutang dan jenis penelitian yang digunakan penulis bersifat normatif. Penelitian ini mempunyai dua variabel yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas penelitian penulis adalah Alasan judex facti mengabulkan gugatan konvensi dan menolak gugatan rekonvensi dan Mengapa gugatan penggugat konvensi ditolak sedangkan gugatan penggugat rekonvensi dikabulkan oleh hakim tingkat kasasi. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah putusan pengadilan tentang penyelesaian sengketa akta notaris dalam perjanjian hutang piutang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Alasan judex facti mengabulkan gugatan konvensi dan menolak gugatan rekonvensi ? a. Penggugat rekonvensi tidak dapat membuktikan dalil-dalil gugatannya : Penggugat pada petitum ad-2, ad3, Penggugat adalah pemilik sertifikat hak milik No 686/Sudirejo-I sebagai mana diuraikan dalam surat ukur tanggal 31 Januari 2002. b. Penggugat rekonvensi terbukti melakukan perbuatan melawan hukum :Tergugat I,II,III, IV,V dan VI terbukti melakukan perbuatan melawan hukum. (2) Gugatan konvensi ditolak sedangkan gugatan penggugat rekonvensi dikabulkan oleh hakim tingkat kasasi? a.Gugatan konvensi ditolak oleh hakim tingkat kasasi karena : Judex Facti telah salah menerapkan atau melanggar hukum yang berlaku. b. penggugat konvensi tidak dapat membuktikan dalil gugatannya karena.: Judex Facti telah salah menerapkan hukum karena tidak memberi perlindungan hukum terhadap pemegang hak tanggungan yang beriktikad baik. c. Penggugat rekonvensi dapat membuktikan dalil gugatannya :Judex Facti telah salah menerapkan hukum karena tidak memberi perlindungan hukum terhadap pemegang hak tanggungan yang beriktikad baik Saran penulis adalah Berdasarkan pada permasalahan dalam penelitian ini, maka peneliti dapat memberikan saran sebagai berikut :1. Jaksa penuntut umum dalam petitumnya harus teliti dan cermat menjelaskan substansi pokok perkara yang terjadi antara para pihak berdasarkan fakta hukum dan dalil-dalil yang sesuai dengan bukti-bukti yang ada pada pokok perkara 2. Dalam membuat putusan hakim memperhatikan fakta-fakta hukum dipersidangan dan penerapan hukum dalam menentukan terbukti atau tidaknya para pihak. 3. Hakim harus menilai bukti-bukti yang diajukan untuk dijadikan dasar pertimbangan dalam menjatuhkan putusan. 4. Hakim harus benar-benar teliti secara cermat, dalam pertimbangannya sebelum menjatuhkan putusan , Kata Kunci :Penyelesaian Sengketa Akta Notaris, Hutang Piutang.

PENGARUH KENAIKAN PENGHASILAN TIDAK KENA PAJAK (PTKP) TERHADAP PENINGKATAN DAYA BELI MASYARAKAT DI KOTA KUPANG

OBA ORDYANI MELINDA SINE
· Thesis · Open Access

ABSTRAK Negara berkembang seperti negara Indonesia, pembangunan sangatlah diperlukan pemerintah guna membuat negara ini menjadi lebih baik serta tumbuh menjadi negara maju. PTKP itu sendiri adalah penghasilan yang tidak dikenakan pajak. Kebijakan kenaikan PTKP pada tahun 2013 ini diambil oleh pemerintah karena kebijakan stimulus fiskal untuk mengantisipasi perlambatan ekonomi global. Tujuan dari penelitian ini yaitu pengaruh kenaikan PTKP terhadap daya beli masyarakat di Kota Kupang khususnya di Universitas Kristen Artha wacana. Teknik pengumpulan data yang digunakan penelitian adalah Kuesioner. Hasil penelitian dapat diketahui bahwa hasil uji yang dilakukan yaitu Ho diterima dan Hₐ ditolak artinya kenaikan penghasilan tidak kena pajak (ptkp) tidak berpengaruh terhadap peningkatan daya beli masyarakat. Saran dari penelitian agar pemerintah lebih cermat lagi apabila ingin menaikan jumlah PTKP guna meningkatkan daya beli. Pemerintah dapat meningkatkan daya beli masyarakat dengan menaikan PTKP tetapi juga mengontrol harga kebutuhan pokok. Kata kunci : Pajak penghasilan, penghasilan tidak kena pajak, dan daya beli masyarakat

DESKRIPSI PUTUSAN HAKIM TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA PEMALSUAN AKTA OTENTIK

EVANGELISTA TALAN
· Thesis · Open Access

Rumusan masalah yang penulis kaji adalah : Apa dasar pertimbangan hakim Pengadilan Negeri dan hakim Mahkamah Agung pada tingkat kasasi dalam menjatuhkan putusan pemidanaan terhadap pelaku pemalsuan akta otentik dan apa dasar pertimbangan hakim pengadilan tinggi dalam menjatuhkan putusan lepas dari segala tuntutan hukum terhadap pelaku pemalsuan akta otentik?Tujuan Penelitian ini adalah Untuk mengetahui dasar pertimbangan hakim Pengadilan Negeri dan hakim Kasasi dalam menjatuhkan putusan pemidanaan terhadap pelaku pemalsuan akta otentik dan pertimbangan hakim Pengadilan Tinggi dalam menjatuhkan putusan lepas terhadap pelaku pemalsuan akta otentik.Jenis penelitian yang di gunakan bersifat deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penulisan ini menggunakan studi dokumen atau bahan pustaka. Berdasarkan analisis pada bab sebelumnya maka adapun kesimpulan penulis adalah: Dasar pertimbangan hakim Pengadilan Negeri menjatuhkan putusan pemidanaan terhadap pelaku tindak pidana pemalsuan akta otentik karena Terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “secara bersama-sama ”menyuruh memasukan keterangan palsu kedalam akta otentik sedangkan pertimbangan hakim Kasasi dalam menjatuhkan putusan pemidanaan terhadap pelaku tindak pidana pemalsuan akta otentik yaitu Putusan judex facti/pengadilan tinggi dibuat tidak berdasarkan fakta hukum yang relevan secara yuridis dengan tepat dan benar, serta salah dalam menerapkan hukum dan dasar pertimbangan hakim Pengadilan Tinggi dalam menjatuhkan putusan lepas dari segala tuntutan hukum terhadap pelaku tindak pidana pemalsuan akta otentik yaitu: Perbuatan terdakwa telah terbukti akan tetapi bukan merupakan tindak pidana melainkan perbuatan perdata.Saran untuk Hakim yaitu dalam membuat putusan Hakim harus memperhatikan fakta di persidangan dan penerapan hukum dalam menentukan terbukti atau tidaknya seorang terdakwa.Hakim harus menilai bukti-bukti yang di ajukan untuk di jadikan dasar pertimbangan dalam menjatuhkan putusan

DESKRIPSI TENTANG MOTIF MODUS DAN AKIBAT HUKUM PELAKU TINDAK PIDANA PEMBAKARAN HUTAN

VIKTOR JOLO
· Thesis · Open Access

Judul penelitian ini adalah Deskripsi Tentang Motif Modus Akibat Pelaku Tindak Pidana Pembakaran Hutan. Berikut Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah : 1. Bagaimana motif pelaku / terdakwa dalam melakukan tindak pidana pembakaran hutan. 2. Bagaimana modus pelaku dalam melakukan tindak pidana pembakaran hutan. 3. Bagaimana akibat hukum dari tindak pidana pembakaran hutan terhadap pelaku / terdakwa. Berikut tujuan penelitian ini adalah : 1. Untuk mengetahui Motif Tindak Pidana Pembakaran Hutan. 2. Untuk mengetahui Modus Tindak Pidana Pembakaran Hutan. 3. Untuk mengetahui, Akibat Hukum terhadap pelaku dan korban Tindak Pidana Pembakaran Hutan. Metode Penelitian yang penulis gunakan adalah sifat penelitian adalah bersifat deskriptif yakni penulis akan memaparkan secara lengkap,rinci,jelas dan sistematis hasil dalam bentuk karya ilmiah dan Jenis Penelitian yang penulis gunakan adalah jenis penelitian Normatif . sumber data yang digunakan adalah bahan hukum Primer yang terdiri dari Putusan Hakim serta Peraturan perundang-undangan,traktat,kaidah dasar atau norma serta peraturan dasar, Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi kepustakaan dimana diperoleh informasi dari putusan pengadilan. Analisis Data yang digunakan adalah menggunakan analisis secara kualitatif yaitu analisis yang bersifat deskriptif. Berdasarkan Hasil penelitian yang dilakuakan oleh penulis selanjutnya dirumuskan dan ditarik kesimpulan sebagai berikut: 1. Motif Tindak Pidana Pembakaran Hutan adalah: Untuk Membuka Lahan Baru. 2. Modus Tindak Pidana Pembakaran Hutan adalah: Terdakwa mengumpulkan rumput kering dengan cara memangkas menggunakan parang, Terdakwa menggunakan korek api dan melakukan pembakaran. 3. Akibat hukum terhadap pelaku Tindak Pidana Pembakaran hutan adalah: Terdakwa dikenakan penahanan, Terdakwa di pidana penjara, Terdakwa dibebankan untuk membayar biaya perkara dan Akibat hukum terhadap korban adalah korban mengalami kerugian.

PENGARUH MODAL USAHA, ORIENTASI PASAR DAN ORIENTASI KEWIRAUSAHAAN TERHADAP KINERJA UMKM DI KELURAHAN PENFUI KABUPATEN KUPANG

FEBI MARLINCE LAHA
· Thesis · Open Access

ABSTRAK Masalah yang diambil dalam penelitian ini adalah pengaruh Modal Usaha, Orientasi Pasar dan Orientasi Kewirausahaan Terhadap Kinerja UMKM di Kelurahan Penfui Kabupaten Kupang. Pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia merupakan salah satu prioritas dalam pembangunan ekonomi nasional. Hal ini karena usaha tersebut merupakan tulang punggung sistem ekonomi kerakyatan yang tidak hanya ditujukan untuk mengurangi masalah kesenjangan antar golongan, pendapatan, dan antar pelaku usaha, ataupun pengentasan kemiskinan dan penyerapan tenaga kerja. Lebih dari itu, pengembangannya mampu memperluas basis ekonomi dan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam mempercepat perubahan struktural, yaitu meningkatnya perekonomian daerah dan ketahanan ekonomi nasional. Peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam perekonomian Indonesia ditunjukkan oleh populasinya sebagai pelaku usaha terbesar, serta kontribusinya dalam penyerapan tenaga kerja, pembentukan produk domestik bruto (PDB), ekspor, dan penciptaan modal tetap/investasi. Ditinjau secara sektoral, sebagian besar UMKM bergerak di sektor primer (50,1 persen), sektor sekunder (7,4) dan sektor tersier (42,5 persen). Penulisan ini bersumber dari BPS dan kementerian koperasi dan UMKM kabupaten kupang. Menurut Listyawan Ardi Nugraha (2011:9) modal usaha merupakan salah satu variabel bebas, yang mempengaruhi kinerja UMKM. Modal usaha yang besar memungkinkan UMKM untuk melakukan usaha dengan kapasitas produksi yang besar pula sehingga menghasilkan laba yang besar. Begitu pula sebaliknya, modal usaha yang kecil mengakibatkan UMKM hnya mampu memproduksi atau menjual barang/jasa dalam jumlah sedikit. Menurut Lamb et.al Sumiati (2015:36) bahwa orientasi pasar merupakan suatu filosofi dalam strategi pemasaran yang menganggap bahwa penjualan produk tidak tergantung pada strategi penjualan tetapi lebih pada keputusan konsumen dalam membeli produk. orientasi pasar juga mempengaruhi kinerja UMKM apabila permintaan pasar meningkat maka kegiatan produksi akan semakin dipercepat untuk memenuhi permintaan konsumen. Menurut Morris dan Paul (2012) Orientasi kewirausahaan juga mempengaruhi kinerja UMKM, apabila pengusaha UMKM memiliki skill dan pengetahuan yang baik mengenai kewirausahaan, maka kinerjanya akan bagus. Meskipun demikian, terdapat beberapa faktor yang harus tetap diperhatikan karena dapat mempengaruhi kinerja suatu UMKM dan berdampak pada keberlanjutannya dalam dunia bisnis, yakni modal usaha, orientasi pasar, dan orientasi kewirausahaan. Ketiga faktor tersebut akan berdampak positif apabila porsinya dalam bisnis UMKM ditingkatkan, sehingga kinerja UMKM turut meningkat. Penulis menganalisis data dalam penelitian ini dengan menggunakan jenis penelitian kuantitatif, di mana penulis menyebarkan kuesioner kepada para pelaku UMKM di Kelurahan Penfui kemudian melakukan perhitungan matematis dan menggunakan prosedur statistik untuk mendapatkan kesimpulan. Peneliti menggunakan Uji Analisis Regresi Linear Berganda, Uji Parsial (Uji T) Uji Simultan (Uji F), dan uji koefisien determinasi (R2). Hasil penelitian yang dilakukan penulis menunjukkan bahwa variabel modal usaha, orientasi pasar, dan orientasi kewirausahaan berpengaruh positif terhadap kinerja UMKM. Artinya, kinerja UMKM akan meningkat apabila modal usaha, orientasi pasar, dan orientasi kewirausahaan ditingkatkan di kalangan pelaku UMKM. Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil pengujian didapati hasil analisis linear berganda dengan nilai konstan regresi sebesar 8.462. sedangkan untuk koefisien regresi b1 = 0,211, b2 = 0,541, b3 = 0,099. Dengan demikian persamaan regresi linear berganda yang memperlihatkan pengaruh modal usaha( X1), orientasi pasar (X2) dan orientasi kewirausahaan (X3) terhadap kinerja UMKM (Y) adalah sebagai berikut: Y = 4.462 + 0,054X1 + 0,156X2 + 0,139X3+e. berdasarkan hasil uji thitung pada aplikasi SPSS dapat diketahui bahwa nilai thitung sebesar 1.542 dan nilai ttabel 1,679 dan tingkat signifikannya sebesar 0,000. Maka terbukti bahwa thitung lebih besar dari pada ttabelartinya Ho ditolak Ha diterima. Maka dapat disimpulkan bahwa Orientasi Pasar berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja UMKM. Berdasarkan hasil uji Fhitung pada aplikasi SPSS dapat diketahui bahwa nilai Fhitung sebesar 9.122 dan nilai Ftabel 2,81 dan tingkat signifikannya sebesar 0,000. Karena nilai Fhitung 9.122>2,81. Maka Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa modal usaha orientasi pasar dan orientasi kewirausahaan secara simultan atau bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja UMKM di Kelurahan Penfui, Kabupaten Kupang. Besarnya koefisien determinasi atau angka (R2) totalnya. Hasil hitung menggunakan SPSS diperoleh nilai R= 0,611 R Square= 0,373 sehingga yang dipilih adalah Adjusted R Squad dengan besaran 0,332 atau 33,2%. Nilai R Square 0,332 ini berasal dari pengkuadratan nilai koefisien korelasi atau “R”, yaitu 0,611 x 0,611 = 0,332 atau sama dengan 33,2%. Hal ini menunjukkan bahwa variabel X1 (Modal Usaha) X2 (Orientasi Pasar) dan X3 (Orientasi Kewirausahaan) dapat menjelaskan sebesar 33,2 % berpengaruh terhadap variabel Y (Kinerja UMKM) di kelurahan penfui dan sisanya sebesar (100% - 33,2% = 62,7%) dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diikutsertakan dalam penelitian ini. Kata Kunci: Modal Usaha, Orientasi Pasar, Orientasi Kewirausahaan, Kinerja UMKM

PENGARUH SELEKSI PENERIMAAN KARYAWAN DAN KESESUAIAN PENEMPATAN KERJA TERHADAP PRESTASI KERJA KARYAWAN PADA PT. PLN (PERSERO) UNIT INDUK WILAYAH NTT

RUTH ELSHE FONI
· Thesis · Open Access

Prestasi kerja karyawan merupakan melakukan tugas yang dipercayakan kepadanya. Dalam melakukan kegiatannya, prestasi kerja karyawan dapat mengembangkan keinginannya melalui promosi maka prestasi kerja mendukung pengembangan karir karyawan di PT.PLN (Persero) Unit Induk Wilayah NTT, perlu adanya pengalaman kerja, pendidikan dan prestasi kerja. Hal ini akan mengetahui seberapa bulan atau tahun pekerjaan yang dilakukan karyawan diluar sana. Karyawan sebagai sumber daya manusia utama dalam perusahaan selalu dituntut untuk memberikan kinerja yang optimal. Keberadaan karyawan sangat penting karena merupakan salah satu faktor penentu dalam produktivitas perusahaan, dalam menjalankan kegiatan usahanya perusahaan memerlukan sumber daya manusia yang penting, terutama dalam suatu usaha industri, yaitu sumber daya alam dan sumber daya manusia. Keberadaan keduanya sangat penting dalam suatu organisasi atau perusahaan, karena keduanya saling mendukung dan mengsukseskan tujuan perusahaan. Seleksi penerimaan karyawan merupakan pemilihan tenaga kerja yang sudah tersedia. Pada dasarnya tujuan dari seleksi adalah untuk mendapatkan tenaga kerja yang memenuhi syarat dan sesuai dengan pendidikannya. Menurut (Ibid 2017) mengatakan seleksi adalah mendapatkan tenaga kerja yang paling memangku suatu jabatan tertentu. kegiatan seleksi penerimaan karyawan ini merupakan angkah awal penentu kualitas karyawan yang akan dipekerjakan sesuai dengan pendidikannya. Menurut Gomes (2011) kesesuaian penempatan kerja merupakan suatu cara yang bukan hanya mrngoptimalkan kemampuan dan keterampilan menuju prestasi yang tinggi bagi karyawan itu sendiri, akan tetapi kesesuaian harus menempatkan diri sesuai dengan karakter pendidikan sehingga seseorang mampu mengerjakan tugas yang diberikan oleh perusahaan. Menurut Hasibuan (2018) prestasi kerja karyawan adalah melaksanakan pekerjaan dengan baik secara kualitas maupun secara kuantitas dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab terhadap karyawan yang berprestasi dalam bidang suatu pencapaian keberhasilan. Prestasi kerja harus memberikan motivasi-motivasi kepada perusahaan sehingga perusahaan dapat meningkat efektif dan efesien. Berdasarkan penjelasan diatas tersebut, maka objek yang peneliti teliti adalah pada PT. PLN (Pesreo) Unit Induk Wilayah NTT dengan jumlah sampel yang layak untuk penelitian ini adalah sebanyak 44 responden. Hasil penelitian menjelaskan bahwa terdapat parsial berpengaruh terhadap Prestasi kerja karyawan. Teknik pengumpulan data yang dipakai yaitu, data primer yang diperoleh secara langsung dengan melakukan survey lapangan yang menggunakan metode data original lewat pembagian kuesioner pada seluruh karyawan PT.PLN (Persero) Unit Induk Wilayah NTT. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 44 karyawan pada PT.PLN (Persero) Unit Induk Wilayah NTT . Berdasarkan hasil penelitian analisis lanjutan dalam analisis regresi linear berganda menggunakan SPSS dengan hasil nilai konstanta sebesar 14.486. Hasil Uji T menunjukkan bahwa thitung sebesar 4.524 ˃ttabel sebesar 1.683 maka, H0 di tolak dan Ha di terima yaitu seleksi penerimaan karyawan berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi kerja karyawan pada PT.PLN (Persero) Unit Induk Wilayah NTT Nilai thitung sebesar 372 ˃ttabel 1.683 maka, H0 di tolak dan Ha di terima yaitu Keseusaian penempatan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi kerja karyawan pada PT.PLN (Persero) Unit Induk Wilayah NTT. Untuk hasil Uji F dapat diketahui bahwa Fhitung ˃ Ftabel yaitu 279.065˃2,83 maka, H0 ditolak dan Ha diterima. Maka secara simultan sleksi penerimaan karyawan, kesesusian penempatan kerja berpengaruh terhadap prestasi kerja karyawan pada PT.PLN (Persero) Unit Induk Wilayah NTT Berdasarkan tabel hasil Uji Koefisien Determinasi (R2) dapat diketahui bahwa nilai R Square adalah 0,965 atau 96,5%. Hal ini berarti bahwa besarnya kontribusi seleksi penerimaan kryawan , kesesuaian penempatan kerja terhadap prestasi kerja karyawan adalah 93,2% sedangkan sebesar 1,2% dipengaruh oleh variabel-variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini

ANALISIS DETERMINAN EFEKTIVITAS AUDIT INTERNAL PADA SEKTOR PEMERINTAHAN (Studi Kasus Pada Inspektorat Kota Kupang)

DEWI PURNAMA JAYA
· Thesis · Open Access

Audit internal adalah bagan penting dari struktur organisasi pemerintah Peranan audit internal secara tradisional hanya menekankan pada pengendalian internal dan kepatuahan atas pengelolaan keuangan. Namun, audit internal telah berkembang secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir menuju peran konsultasi internal yang lebih luas dalam fungsi manajemen risiko perusahan. Oleh karena itu, penting yang menyelidiki seberapa efektif audit internal Penelitian ini dilalukan di inspektorat Kota Kupang dengan judul Analisis Determinan Efektivitas Audit Internal Pada sektor pemerintahan Kota Kupang. Sampel dalam penelitian ini auditor pada inspektorat Kota Kupang dengan responden 20 orang. Data yang digunakan adalah data primer. Metode pengumpulan data menggunakan teknik kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah kuantitatif dengan menggunakan SPSS Versi 21.0. Hasil analisis menunjukan bahwa Kompetensi auditor internal berpengaruh signifikan terhadap efektivitas audit internal, Hubungan antara auditor internal dan eksternal berpengaruh signifikan terhadap efektivitas audit internal dan dukungan manajemen terhadap audit internal tidak berpengaruh signifikan terhadap efektivitas audit internal.

AN ANALYSIS OF MAXIM VIOLATION IN SITUATIONAL COMEDY OF KABOAX SESSION 10

WINDA PANIE
· Thesis · Open Access

This research is An Analysis of Maxim Violation in Situational Comedy Kaboax Session 10. There one of research problem namely what are the types of maxim violation. The aim of this research were to know the types of maxim violation. The data was taken from three videos using the note-taking and applied documentation as the data collection. Based on the analysis video, there are four types and sixteen utterances of maxim violation. The first is maxim violation of quality, for example, Police: do you bring SIM? ‘Polisi: apakah kamu membawa SIM’, Bosan: I forgot to bring it, it is all in my home…, Bosan: saya lupa untuk membawa SIM, semua ada di rumah…’. The second is maxim quantity, Bosan: where are you going to? ‘Bosan: kamu mau pergi kemana?’, Rara: why do you ask? I am going to manicure, if I am not going to manicure for a day my heart flutters…, ‘Rara: mengapa bertanya? Saya mau pergi perawatan, jika saya tidak perawatan 1 hari, hati saya bergejolak’. The third is maxim relation, Ben: where is the bike? ‘Ben: dimana motor?’, ‘Bosan: sorry to say it before, do not be angry ‘Bosan: jang marah sebelumnya…’. The fourth is maxim manner, Naris: I see, it is got ASF, Ben: what is it? ‘Naris: itu su kena ASF’, Ben: itu apa. The conclusion is what can be taken is that subconsciously everyone has violated types of this maxim but can the listener or the speaker not hurt each and still have meaning.

AKIBAT HUKUM PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 30/PUU-XX/2022 TERHADAP JUMLAH ANGGOTA KOMISI NASIONAL HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA

I PUTU DELIA SARON SUTYAWAN
· Thesis · Open Access

INTISARI Judul: AkibatHukum Dari Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 30/PUU-XX/2022 Terhadap Jumlah Anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Permasalahannya adalah: Bagaimanakah akibat hukum putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 30/PUU-XX/2022 Terhadap Jumlah Anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Republik Indonesia?sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui akibat hukum dari putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 30/Puu-XX/2022 Terhadap Jumlah Anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan kegunaan secara teoretis dan praktis. Sifat dari penelitian ini adalah deskritif kualitatif dengan jenis penelitian normatif. Variabel penelitian ini terdiri dari variabel bebas yaitu akibat hukum dari putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 30/PUU-XX/2022 terhadap jumlah anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia dan variabel terikat yaitu putusan Mahkamah Konstitusi. Sumber bahan hukum yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder dan tersier dengan studi kepustakaan / dokumen yang dianalisis secara deskriptif kualitatif. Berdasarkan pada hasil penelitiam ditemukan akibat hukum dari putusan Mahkamah Konsitusi Nomor: 30/PPU-XX/2022 terhadap Jumlah Anggota Komisi Hak Asasi Manusia Republik Indonesia yaitu : 1. Kata berjumlah 35 (tiga puluh lima) yang diatur secara imperatif diubah Mahkamah Konstitusi menjadi fakultatif. 2. Jumlah anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia berjumlah 35 (tiga puluh lima) orang. 3. Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia harus melakukan penyesuaian terhadap Pasal 83 ayat (1) melalui perubahan Undang Undang. Dari berbagai permasalahan yang muncul, maka saran yang dapat dikemukakan adalah: 1. Mahkamah Konstitusi perlu diberi kewenangan untuk mengingatkan Pemerintah dan DPR mengenai tindak lanjut putusan Mahkamah Konstitusi. 2. Bagi DPR dan Pemerintah berkewajiban memberikan klarifikasi terhadap perkembangan tindak lanjut Putusan Mahkamah Konstitusi sebagai hubungan kerja antara DPR dan Pemerintah disampaikan kepada Presiden belum disahkan menjadi undang-undang