Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir

3.893 item publik

Publikasi

Halaman 101 dari 195

PENGARUH LITERASI KEUANGAN DAN TINGKAT PENDIDIKAN TERHADAP PERILAKU PENGELOLAAN KEUANGAN UMKM (Studi Kasus Pada Pelaku UMKM di Pantai Warna Oesapa)

HENDRIKUS TUBANI NAINAIF
2023 · Thesis · Open Access

ABSTRAK PENGARUH LITERASI KEUANGAN DAN TINGKAT PENDIDIKAN TERHADAP PERILAKU PENGELOLAAN KEUANGAN UMKM (Studi kasus Pada Pelaku UMKM Di Pantai Warna Oesapa) Nama :Hendrikus T. Nainaif Nim :18410043 Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak dari perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki atau menjadi bagian langsung maupun tidak langsung dari usaha menengah atau usaha besar (UU RI No.20/2008). UMKM adalah wujud kehidupan ekonomi sebagian besar rakyat Indonesia sehingga dapat dikatakan sebagai bagian utama dari dunia usaha nasional yang mempunyai kedudukan, potensi, dan peranan sangat penting dan strategis dalam mewujudkan tujuan pembangunan nasional pada umumnya, khususnya pembangunan ekonomi yang berperan sebagai penyediaan barang dan jasa, penyerapan tenaga kerja, pemerataan pendapatan nilai tambah bagi produk daerah dan peningkatan taraf hidup (Mulyati, 2016). Literasi keuangan merupakan salah satu essentiallifeskill yang sangat wajib dimiliki oleh seluruh masyarakat. Hal ini dikarenakan literasi keuangan adalah elemen yang penting dalam memupuk kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi dalam berbagai aktivitas ekonomi yang nantinya akan memberikan benefit bagi bagi dirinya sendiri maupun keluarga (OJK, 2018). Menurut Risnaningsih (2017:42) mengatakan bahwa pengelolaan keuangan menjadi salah atu masalah yang seringkali terabaikan oleh para pelaku bisnis Usaha Mikro, khususnya berkaitan dengan penerapan kaidah kaidah pengelolaan keuangan dan akuntansi yang benar. Permasalahan tentang pengelolaan keuangan diyakini sebagai faktor kunci yang memicu kegagalan UMKM. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dari sebagian pelaku UMKM yang berlokasi di sekitaran pantai warna Oesapa, bahwa rendahnya literasi atau pemahaman keuangan serta kesadaran pelaku UMKM tentang pentingnya melakukan kegiatan pencatatan dalam pengelolaan keuangan usahanya. Beberapa dari pelaku UMKM juga mengatakan bahwa usaha mereka berjalan dengan normal tanpah menerapkan kaidah-kaidah akuntansi dengan baik, dengan memiliki catatan dan perhitungan keuangan seadanya maupun tidak memiliki catatan dalam usahanya. Mereka hanya melakukan pencatatan keuangan yang sederhana berupa pemasukan dan pengeluaran hanya dari bukti-bukti transaksi penjualan dan pembelian. Diketahui nilai sig. Untuk pengaruh X1 terhadap Y adalah sebesar 0,013 0,001 dan nilai t hitung 2.663 > 2.048 t tabel sehingga dapat disimpulkan bahwa H1 diterima yang berarti terdapat pengaruh positif dan signifikan variable independen X1 (Literasi Keuangan) terhadap variable dependen Y (Perilaku Pengelolaan Keuangan UMKM). Diketahui nilai sig. Untuk pengaruh X2 terhadap Y adalah sebesar 0,028 0,001 dan nilai t hitung 2.324>2.048 t tabel sehingga dapat disimpulkan bahwa H2 diterima yang berarti terdapat pengaruh positif dan signifikan variable independen X2 (Tingkat Pendidikan) terhadap varibel Y (Perilaku Pengelolaan Keuangan UMKM). Diketahui nilai pada Fhitung sebesar 9.249 sedangkan untuk nilai Ftabel dengan tingkat signifikan a = 0,05 (5%) dan dihitung dengan rumus df 1 (k=2) dan df 2 (n-k = 30-2 =28) dapat nilai F tabel sebesar 3.34. Dengan demikian nilai F hitung > F tabel (9.249>3.34). Maka dapat disimpulkan bahwa berdasarkan hasil uji F variabel dependen Literasi Keuangan dan Tingkat Pendidikan berpengaruh secara simultan atau Bersama-sama memiliki pengaruh positif dan singnifikan terhadap variabel dependen Perilaku Pengelolaan Keuangan UMKM. Diketahui besarnya koefisien determinasi atau angka R Square adalah sebesar 0,407. Hal ini menunjukan bahwa variabel X1 (Literasi Keuangan) dan X2 (Tingkat Pendidikan) dapat menjelaskan sebesar 40,7% berpengaruh terhadap variabel Y (Perilaku Pengelolaan Keuangan UMKM) di Pantai Warna Oesapa dan sisanya sebesar 59,3% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diikutsertakan dalam penelitian ini. Kata Kunci : Literasi Keuangan, Tingkat Pendidikan, Dan Perilaku Pengelolaan keuangan

ANALISIS PENGELOLAAN DANA BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH (BOS) PADA SMA NEGERI 1 AMFOANG TIMUR KABUPATEN KUPANG

SETRIANA SAAPAN
2023 · Thesis · Open Access

ABSTRAK ANALISIS PENGELOLAAN DANA BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH (BOS) PADA SMA NEGERI 1 AMFOANG TIMUR. Peneltitian ini bertujuan mengetahui proses perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan pelaporan. Pengelolaan Dana BOS Di SMA Negeri 1 Amfoang Timur Tahun 2020. Kendala yang dihadapi dalam Pengelolaan Dana BOS Di SMA Negeri 1 Amfoang Timur Tahun 2020 dan upaya yang dilakukan mengatasi kendala itu. Pendekatan yang digunakan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa proses perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan pelaporan. Pengelolaan Dana BOS Di SMA Negeri 1 Amfoang Timur Tahun 2020 telah berjalan dengan baik sesuai dengan petunjuk teknis peraturan mentri pendidikan dan kebudayaan (Permendikbud) Nomor 8 Tahu 2020 Kendala pengelolaan dana BOS di SMA Negeri 1 Amfoang Timur yaitu waktu pencairan dana sering mengalami keterlambatan dana juga terdapat perubahan peraturan pengelolaan dana BOS. Upaya mengatasi kendala dilakukan melalui Tim pengelolaan BOS SMA Negeri 1 Amfoang Timur yaitu dilakukan bon ditempat rekanan yang sudah diajak kerja sama dan terkait perubahan aturan pemerintah,Tim pengelolaan dana BOS melakukan penyusunan laporan pertanggung jawaban (LPJ) ulang sesuai dengan petunjuk teknis permendikbud yang baru. Kata Kunci: Perencanan,Pelaksaan, Pengawasan, Pelaporan

PENGARUH KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT. SINAR BANGUNAN MANDIRI KOTA KUPANG

REGINA DELFA LAWA
2023 · Thesis · Open Access

ABSTRAK PENGARUH KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT. SINAR BANGUNAN MANDIRI KOTA KUPANG Sumber daya manusia merupakan aset yang sangat penting dalam perusahaan karena manusia adalah penggerakan seluruh aktivitas perusahan. Manusia sebagai tenaga kerja harus dikelola dengan baik agar mampu bersaing di pasar global. Sumber daya yang berkualitas adalah yang memiliki kinerja tinggi. Hasibuan (2010) menyatakan kinerja adalah salah satu hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksankaan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya yang didasarkan atas kecakapaan, pengalaman dan kesungguhan serta waktu. Dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan bagian yang sangat penting. Suatu organisasi atau perusahaan mengingginkan karyawan untuk bekerja secara maksimal sesuai dengan kemampuan yang dimiliki untuk mencapai tujuan perusahaan. Menurut Wahyuningsih (2003) kinerja adalah sebagai suatu tingkatan dimana karyawan memenuhi atau mencapai persyaratan kerja yang ditentukan. Kinerja merupakan catatan outcome yang dihasilkan dari suatu pekerjaan atau kegiatan tertentu selama satu periode waktu tertentu. Kinerja karyawan adalah hasil kerja yang dicapai seseorang atau sekelompok orang, sesuai dengan wewenang atau tanggung jawab masing-masing karyawan selama periode waktu tertentu. Sunarsih (2001) dan Swandari (2003) mendefenisikan bahwa kepemimpinan transformasional sebagai pemimpin yang mempunyai kekuatan untuk mempengaruhi bawahan dengan cara-cara tertentu. Bawahan merasa percaya, kagum loyal dan hormat terhadap atasannya sehingga bawahan termotivasi untuk berbuat lebih banyak dari pada apa yang bisa dilakukan dan diharapkannya. Menurut Suranta (2002) motivasi adalah keadaan dalam pribadi seseorang yang mendorong keinginan individu untuk melakukan kegiatan tertentu guna mencapai suatu tujuan. Motivasi yang ada pada saat diri seseorang akan mewujudkan suatu perilaku yang diarahkan pada tujuan mencapai sasaran kepuasan. Hasibun (2010) menyatakan motivasi mempersoalkan bagaimana caranya mengarhkan daya dan potensi bawahan, agar mau bekerjasama secara produktif berhasil mencapai dan mewujuhkan tujuan yang telah ditentukan. Berdasarkan penjelasan diatas tersebut, maka objek yang peneliti teliti adalah PT. Sinar Bangunan Mandiri Kota Kupang dengan jumlah sampel yang layak untuk penelitian ini adalah sebanyak 44 responden. Hasil penelitian menjelaskan bahwa terdapat parsial berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Teknik pengumpulan data yang dipakai yaitu, data primer yang diperoleh secara langsung dengan melakukan survey lapangan yang menggunakan metode data orginal lewat pembagian kuesioner pada seluruh karyawan PT. Sinar Bangunan Mandiri Kota Kupang. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 44 karyawan pada PT. Sinar Bangunan Mandiri Kota Kupang. Berdasarkan hasil penelitian analisis lanjutan dalam analisis regresi linear berganda menggunakan SPSS dengan hasil nilai konstanta sebesar 3,598. Hasi Uji T menunjukan bahw thitung sebesar 3.022ttabel 1.683 maka, Ho di tolak dan Ha di terima yaitu Motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT. Sinar Bangunan Mandiri. Dan nilai thitung sebesar 28.911>ttabel 1.683 maka, Ho di tolak dan Ha di terima yaitu motivasi kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada PT. Sinar Bangunan Mandiri. Untuk hasil Uji F dapat diketahui Fhitung >Ftabel yaitu 620.172>2,84 maka, Ho ditolak dan Ha diterima. Maka secara simultan kinerja karyawan, motivasi kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada PT. Sinar Bangunan Mandiri. Berdasarkan tabel hasil Uji Koefisensi Determinasi (R²) dapat diketahui bahwa nilai R Sguare adalah 0,914 atau 91,4%. Hal ini berarti bahwa besarnya kontribusi Kepemimpinan Transformasional, Motivasi Kerja terhadap kinerja karyawan adalah 90,6% sedangkan sebesar 1,6% dipengaruhi oleh variabel-variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Kata kunci : Kepemimpinan Transformasional, Motivasi Kerja dan Kinerja Karyawan

ANALISIS PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN PADA PT BOSOWA BERLIAN MOTOR KOTA KUPANG

MARIA G.N. BAHAN
2023 · Thesis · Open Access

ANALISIS PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN PADA PT BOSOWA BERLIAN MOTOR KOTA KUPANG Oleh: Maria G N Bahan Nim : 18410300 ABSTRAK Pada dasarnya kepuasan kerja merupakan hal yang bersifat individual. Setiap karyawan akan memiliki tingkat kepuasan yang berbeda-beda sesuai dengan sistem nilai-nilai yang berlaku dalam dirinya. Semakin banyak aspek-aspek dalam pekerjaan yang sesuai dengan keinginan individu, maka akan semakin tinggi tingkat kepuasan yang dirasakan ( as’ ad 2008 103-104). Manusia dalam hidup mempunyai kebutuhan mendasar yang tidak mungkin dapat dihilangkan, karena kebutuhan tersebut mendasari perilaku seseorang. Jika seseorang dalam bekerja merasa kebutuhannya sudah terpenuhi, maka akan timbul kepuasan bekerja dalan diri mereka. Kepuasan kerja menurut Hasibuan (2007:202) adalah sikap emosional yang menyenangkan dan mencintai pekerjaannya. Sikap ini dicerminkan oleh moral kerja, kedisiplinan, dan prestasi kerja. Kepuasan kerja dinikmati dalam, pekerjaan, luar pekerjaan, dan kombinasi luar dan dalam pekerjaan. Menurut Robbins (2008;170) kepuasan kerja merupakan sikap umum seseorang individu terhadap pekerjaannya. Jadi kepuasan kerja yang diperoleh oleh individu merupakan gambaran dari pekrjaan yang dilakukan. Sehinggah kepuasan kerja bukan hal yang sederhana, baik dalam arti dalam konsepnya maupun dalam arti analisisnya, karena kepuasan mempunyai konotasi yang beraneka ragam meskipun demikina tetap relevan untuk mengatakan bahwa kepuasan kerja merupakan suatu cara pandang seseorang baik yang bersifat positif maupun bersifat negatif tentang pekerjaanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan dan komunikasi interpersonal terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT Bosowa Berlian Motor Kota Kupang. Dalam penelitian ini metode yang digunakan penelitian ini adalah metode kuantitatif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan pada PT Bosowa Berlian Motor Kota Kupang berjumlah 38 orang yang terdiri dari Branch Manager 4 orang, koordinator 4 orang, Administration 6, Supervisor Lcv 6 orang, Supersor Pc, Supervicor cv 4 oarang dan Mekanik 10 orang dan dilakukan penentual sampel menggunakan rumus solvin maka sampel penelitian ini berjumlah 38 orang. Teknik yang digunakan yang peneliti gunakan pada penelitian ini untuk mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan dan komunikasi interpersonal terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT Bosowa Berlian Motor Kota Kupang, Penelitian ini menggunakan Uji Analisis Regresi Linear Berganda, Uji Parsial (Uji T), dan Uji Stimultan (Uji F), dan Uji Koefisien Determinasi (R2). Dari hasil penelitian yang dilakukan, peneliti dapat menyimpulkan bahwa secara parsial gaya kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT Bosowa Berlian Motor Kota Kupang, komunikasi interpersonal berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT Bosowa Berlian Motor Kota Kupang. Sedangkan secara stimultakan gaya kepemimpinan dan komunikasi interpersonal berpengaruh positif dan singnifikan secara bersama-sama terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT Bosowa Berlian Motor Kota Kupang. Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil pengujian yang didapati dari hasil analisis regresi linear berganda dengan konstanta a sebesar 3,810 sedangkan koefisien b1 = 0,400, koefisien b2 = 0,248. Dengan demikian persamaan regresi linear   berganda memperlihatkan pengaruh gaya kepemimpinan (X1), Komunikasi interpersonal (X2) terhadap kepuasan kerja karyawan adalah sebagai berikut : Y = 3,810 + 0,400 (X1) + 0,248 (X2) + e. Selain itu hasil uji hipotesis pertama yaitu ada pengaruh variabel gaya kepemimpinan (X1) terhadap kepuasan kerja karyawan (Y). Diketahui bahwa untuk variabel gaya kepemimpinan (X1) ditemukan t hitung = 4,815 lebih besar dari t tabel = 2,082 dan tingkat signifikan 0,000 oleh karena itu nilai sig. 0,05 maka Ho (b1= 0) ditolak Ha (b1≠0) diterima yaitu variabel gaya kepemimpinan (X1) memiliki pengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap variabel kepuasan kerja karyawan (Y). Berikut hasil uji Hipotesis kedua yaitu komunikasi interpersonal (X2) ditemukan t hitung = 2,703 lebih kecil dari t tabel =2,028 dan tingkat signifikan =0,011. Oleh karena itu nilai sig > 0,05 maka Ho (b1 = 0) diterima dan Ha (b1 ≠ 0) ditolak yaitu komunikasi interpersonal (X2) berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap kepuasan kerja karyawan (Y). Untuk hasil uji F didapati F hitung = 25,379 lebih besar F tabel = 4,11 dan tingkat sig = 0,000 oleh karena itu nilai sig 0,05 maka Ho (b1 =0 ) maka Ho ( b1 = 0 ) ditolak dan Ha (b1 ≠ 0 ) diterima artinya variabel gaya kepemimpinan ( X1) dan komunikasi interpersonal (X2) memiliki pengaruh positif dan signifikan secara stimultan terhadap kepuasan kerja karyawan (Y).Berdasarkan perolehan hasil uji koofisien determinasi ( R2) adalah 0,592 atau 59,2%. Hal ini berarti besarnya pengaruh gaya kepemimpinan dan komunikasi interpersonal terhadap kepuasan kerja keryawan adalah 59,2% Kata Kunci : Gaya Kepemimpinan, Komunikasi Interpersonal Kepuasan Kerja

PENGARUH KUALITAS PELAYANAN DAN LOYALITAS TERHADAP KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP DIPUSKESMAS KAPAN KECAMATAN MOLLO UTARA

AFNI WANA OEMATAN
2023 · Thesis · Open Access

ABSTRAK PENGARUH KUALITAS PELAYANAN DAN LOYALITAS TERHADAP KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP DIPUSKESMAS KAPAN KECAMATAN MOLLO UTARA Salah satu hal penting untuk mendapatkan konsumen yang loyalitas diperlukan strategi dan pelayanan yang baikyang membuat konsumenn merasa terpuaskan dan tetap setia menggunakan produk tersebut serta harga yang wajar sehingga nantinya konsumen dapat mempercayai produk yang digunakan tersebut yang kemudian akan membuat suatu loyalitas dari para konsumen.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan dan loyalitas terhadap kepuasan pasien rawat inap dipuskesmas kapan. Konsep penelitian dalam skripsi ini adalah kualitas pelayanan, loyalitas, dan kepuasan pasien. Menurut (Spillane &Hafid, 2015) menyatakan bahwa kepuasan adalah suatu keadaan di mana keinginan dan harapan pelanggan atau pasien dipenuhi. Suatu pelayanan akan dinilai memuaskan apabila pelayanan dapat memenuhi kebutuhan dan harapan pelanggan. Menurut Tjiptono (2014) menyatakan bahwa pasien merupakan konsumen yang penting dan untuk menjamin kepuasan pasien maka sangat perlu adanya pelayanan yang berkualitas tinggi sesuai dengan keinginan pasien. Menurut Tjiptono dan Chandra (2012 ;77) menyatakan bahwa kualitas pelayanan adalah suatu kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk jasa, manusia, proses, dan lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan, baik buruknya kualitas pelayanan tergantung pada kemampuan penyedia jasa memenuhi harapan pelanggan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif populasi sekaligus sampel dalam penelitian ini adalah pengaruh kualitas pelayanan dan loyalitas terhadap kepuasan pasien rawat inap dipuskesmas kapan yang berjumlah 30 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada responden, kemudian data dianalisis menggunakan teknik uji regresi linear berganda Uji t dan Uji F yang dilakukan dengan menggunakan program spss. Dari hasil penelitian, dalam analisis pendahuluan yang menggunakan analisis deskriptif persentase diketahui bahwa kualitas pelayanan pada kepuasan pasien rawat inap berada pada kategori tertinggi dengan nilai rata-rata 91,88 dan loyalitas berada pada kategori tertinggi dengan nilai rata-rata 81,67 dan kepuasan pasien berada pada kategori tertinggi dengan nilai rata-rata 92,06.indikator dari masing-masing variabel tersebut juga dideskripsikan dengan bantuan tabel distribusi frekuensi. Berdasarkan hasil uji analisis regresi linear berganda menggunakan SPSS dengan hasil nilai konstantan b sebesar 0,420 Hasil Uji t menunjukan bahwa kualitas pelayanan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pasien (t-hitung 4.002>nilai t-tabel 2,05183);loyalitas berpengaruh terhadap kepuasan pasien (t-hitung 0,243>nilai t-tabel 2,389);kualitas pelayanan berpengasruh signifikan terhadap kepuasan pasien (t-hitung 4,002 >nilai t-tabel 2,05183). Sedangkan hasil uji F menunjukan bahwa secara simultan kualitas pelayanan,dan loyalitas berpengaruh terhadap kepuasan pasien rawat inap dipuskesmas kapan kecamatan mollo utara dengan nilai F-hitung 23,718>F-tabel=0,35 Kata kunci : Kualitas Pelayanan, Loyalitas, Kepuasan Pasien Rawat Inap

MODEL KEPEMIMPINAN DEBORA “Suatu Kajian Naratif Terhadap Kitab Hakim-hakim 4:4-16 dan Implikasinya bagi Warga GMIT”

ESTER EUNIKE RACHMANTY TO'AF
2023 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Tujuan penulisan ini adalah untuk menunjukkan bahwa perempuan memiliki potensi untuk menjadi seorang pemimpin dan bisa menempati posisi strategis. Debora adalah seorang perempuan pada masa Israel Kuno yang dikenal sebagai pemimpin di Israel yang mana narasi ini terdapat dalam kitab Hakim-hakim 4:4- 16. Guna mencapai tujuan ini, penulis melakukan penafsiran menggunakan metode kritik naratif. Sebelum masuk dalam penafsiran teks, penulis mengkaji kitab Hakim-hakim secara umum dengan menekankan teori sumber Deuteronomi (DH) yang mana pengaruhnya sangat dominan dalam kitab ini. Hasil penafsiran dengan metode tersebut, menunjukkan bahwa perempuan juga berkompeten dalam menjalankan tugasnya sebagai pemimpin. Debora meskipun hidup di tengah masyarakat dengan pengaruh budaya patriarki yang kuat, namun ia diberi ruang dan kepercayaan dari orang-orang di sekitarnya untuk menjadi pemimpin. Debora juga memberi sebuah model kepemimpinan yang khas yaitu kepemimpinan yang bersifat partnership. Beberapa hal penting penulis temukan dalam kisah ini. Pertama, Debora telah dipersiapkan oleh Allah menjadi pemimpin. Kedua, Debora diberi ruang dan kepercayaan dari orang-orang di sekitarnya, dalam hal ini dari Barak dan orang-orang Israel. Akhirnya, penulis menyajikan kontribusi dari kisah ini bagi warga GMIT, secara khusus kaum perempuan. Gereja dan pemerintah saat ini perlu mempersiapkan ruang dan kesempatan serta menaruh kepercayaan terhadap perempuan untuk berkembang. Perempuan sendiri juga harus mengambil kesempatan yang ada untuk terus berani meningkatkan kualitas dirinya. Warga GMIT sebagai umat Allah harus lebih menghargai kaum perempuan sebagai insan yang memiliki martabat, kemampuan dalam memimpin dan dapat menjadi mitra yang sejajar dengan laki-laki. Kata kunci: Kitab Hakim-hakim, Deuteronomi, Perempuan, Debora, Kepemimpinan, partnership.

HUBUNGAN GEREJA DAN PEMERINTAH Tinjauan Teologi Paulus dalam Surat Roma Mengenai Kepatuhan Kepada Pemerintah dan Implikasinya bagi Hubungan GMIT dan Pemerintah

DEVITA MARGARITHA FINIT
2023 · Thesis · Open Access

ABSTRAK HUBUNGAN GEREJA DAN PEMERINTAH “Tinjauan Teologi Paulus dalam Surat Roma Mengenai Kepatuhan Kepada Pemerintah dan Implikasinya bagi Hubungan GMIT dan Pemerintah” Devita M. Finit Program Studi Teologi Agama Kristen, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang email: [email protected] Kasus penyimpangan kekuasaan, diskriminasi dan maladministrasi berupa pengabaian laporan, korupsi dan pungutan liar di berbagai instansi pemerintahan semakin marak terjadi beberapa tahun belakangan. Kasus-kasus ini bahkan dianggap sebagai hal yang lumrah dalam lingkungan pemerintah. Acap kali kerja sama antara gereja dan pemerintah, membuat gereja tidak jeli atau bahkan enggan untuk menyampaikan kebenaran yang seharusnya disampaikan. Konsep yang mendasari hubungan antara gereja (lembaga) dengan pemerintah adalah keyakinan bahwa pemerintah adalah wakil Allah. Dasar pemahaman ini kemudian disalahgunakan oleh beberapa pihak untuk melakukan kesewenangan. Berdasarkan uraian pemasalahan di atas penulis tertarik untuk melakukan tinjauan terhadap teologi Paulus mengenai hubungan gereja dan pemerintah dalam surat Roma. Surat Roma menjadi karya terbesar Paulus yang memuat cukup rinci mengenai hubungan antara gereja dan pemerintah, dibanding dengan surat-surat Paulus lainnya walaupun semua uraian dalam suarat Paulus dapat bersifat saling melengkapi. Uraian dalam surat Roma, seringkali dijadikan sebagai pembelaan dan pembenaran atas tindakan dan kebijakan keliru yang dilakukan pemerintah. Meski demikian, nasihat Paulus sebenarnya merupakan bentuk dakwaan dan penolakan atas penindasan dan diskriminasi yang dilakukan pemerintah. Ketaklukkan yang dimaksudkan Paulus dalam uraiannya adalah kepatuhan yang mengarah pada Kristus. Kristus-lah yang membawahi pemerintah dengan demikian seorang yang mengikatkan pada kehendak Allah harus menghormati pemerintah atas dasar kasih terhadap Kristus. Jika demikian maka, ketaklukkan gereja kepada pemerintah adalah merupakan bentuk sikap patuh yang dilakukan selama pemerintah tindak menyimpang dari kehendak Allah. Jika pemerintah justru abai maka ketaklukan gereja adalah berupa sikap patuh yang kritis dan menyuarakan suara kenabiannya. Sikap patuh yang dinasihatkan Paulus juga bukan hanya akan berdampak pada diri setiap individu namun juga dampak meluas bagi sesama dan pada saat yang sama akan menggambarkan hubungan timbal balik yang bertanggung jawab antar gereja dan pemerintah. Pada akhirnya penulis menyajikan tulisan ini sebagai sumbangan terhadap hubungan antara GMIT dan pemerintah. Kata-kata kunci: Roma, Gereja, Pemerintah, Kepatuhan, Kritis, Mitra

PENGARUH LITERASI KEUANGAN TERHADAP KINERJA USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (KIOS) DI KELURAHAN OESAPA

SEFRON AMINADAB KAMEO
2023 · Thesis · Open Access

ABSTRAK PENGARUH LITERASI KEUANGAN TERHADAP KINERJA USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (KIOS) Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) adalah usaha produktif yang dimiliki perorangan maupun badan usaha yang telah memenuhi kriteria sebagai usaha mikro. Seperti halnya Keputusan Presiden RI nomor 99 tahun 1998 pengertian Usaha Kecil adalah: “Kegiatan ekonomi rakyat yang berskala kecil dengan bidang usaha yang secara mayoritas merupakan kegiatan usaha kecil. Adanya Gerakan dukung UMKM di Indonesia disambut baik oleh pelaku bisnis khususnya bagi para wirausaha muda atau indutri perumahan (home industry) yang terus tumbuh berkembang pesat dan berdikari. Model regresi tersebut dapat diinterpretasikan bahwa koefisien regresi variabel X (Literasi Keuangan) diperoleh sebesar 1,460. Tabel diatas menunjukan bahwa pengaruh Literasi Keuangan, memiliki tingkat signifikan 0,005 (dibawah α = 0,1). Dengan membandingkan t-tabel pada α = 0,1 dengan memakai rumus degree of freedom (df = n-k) dari total responden nilai df = 34-2 =32 dengan pengujian satu arah (one-tailed) di dapat nilai t- tabel sebesar 2,069. Maka dilihat dari (nilai t-tabel) dan t- hitung variabel X pada α = 0,1 yaitu sebesar 1693 yang berarti bahwa t- hitung lebih besar dari t-tabel, dengan melihat nilai t-hitung yang lebih besar dari t-tabel dan angka koefisien regresi dalam arah positif, maka ini berarti terdapat pengaruh positif literasi keuangan terhadap kinerja pada pelaku UMKM (Kios) di Kelurahan Oesapa. Berdasarkan tabel 4.9 diatas dapat diketahui bahwa F-hitung memiliki nilai 1222.770 lebih besar dari F-tabel yaitu 4,301 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p 0,1). Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa Literasi keuangan secara simultan berpengaruh terhadap Kinerja Pelaku UMKM (Kios) di Kelurahan Oesapa. Pada Tabel 4.10 diatas menunjukan bahwa besarnya koefisien determinasi atau angka R Square adalah sebesar 0,974 Hal ini menunjukan bahwa variabel X (Literasi Keuangan) dapat menjelaskan sebesar 0,974% berpengaruh terhadap variabel Y (Kinerja UMKM) di Kelurahan Oesapa dan sisanya sebesar 0 % Literasi keuangan (X),berpengaruh positif dan signifikansi terhadap kinerja UMKM (Kios) di Kelurahan Oesapa. Hasil tersebut memiliki mkna bahwa kinerja UMKM (Kios) akan meningkat apabila literasi keuangan pada kalangan pelaku Usaha Mikro ditingkatkan. Semakin tinggi literasi keuangan, maka akan semakin tinggi pula kinerja UMKM (Kios) di Kelurahan Oesapa. Maka dapat disampulkan bahwa H0 diterima dan Ha ditolak yang berarti pengaruh yang positif dan signifikan variabel literasi keuangan terhadap kinerja UMKM (Kios) di Kelurahan Oesapa. Hasil penelitian ini mendukung teori dari hasil penelitian sebelumnya diantaranya dari (Aribawa,2016) yang mengungkapkan bahwa jika pelaku usaha disektor usaha mikro memiliki kemampuan literasi keuangan yang memadai, maka keputusan bisnis dan keuangan yang diciptakan akan menuju kearah pengembangan yang membaik dari waktu ke waktu, meningkatkan kemampuan usaha untuk bertahan di tengah krisis, dan pada akhirnya akan membuat bisnis tersebut memiliki keberlanjutan jangka panjang. Kata Kunci : Literasi Keuangan Dan Kinerja Usaha Mikro Kecil Dan Menengah.

TANGGUNG JAWAB GURU PELAYANAN ANAK REMAJA DALAM MENINGKATKAN MORAL REMAJA (USIA 12-15 TAHUN) DI JEMAAT GMIT EBENHAIZER MOSU NEFONEUT KLASIS AMFOANG SELATAN TAHUN 2020/2021

ELFINA SEMERLINDA UTAN
2023 · Thesis · Open Access

ABSTRAK TANGGUNG JAWAB GURU PELAYANAN ANAK REMAJA DALAM MENINGKATKAN MORAL REMAJA (USIA 12-15 TAHUN) DI JEMAAT GMIT EBENHAIZER MOSU NEFONEUT KLASIS AMFOANG SELATAN TAHUN 2020/2021 Utan S. E(*) Manu L(**) Pellu H.L(**) Masalah dalam penelitian ini adalah Tanggung Jawab Guru Pelayanan anak Remaja Dalam Meningkatkan Moral Remaja Usia 12 15 Tahun. Di Jemaat GMIT EBENHAIZER MOSU NEFONEUT KLASIS AMFOANG SELATAN TAHUN 2020/2021. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tanggung jawab guru pelayanan anak remaja PAR dalam meningkatkan moral remaja (usia 12 15 tahun) Di Jemaat GMIT Ebenhaizer Mosu Nefoneut Klasis Amfoang Selatan Tahun 2020/2021. Metode yang di gunakan adalah metode Kualitatif. Penelitian ini dilakukan 1 bulan terhitung dari tanggal 22 April 29 Mei 2022, bertempat di Jemaat Ebenhaizer Mosu Nefoneut.Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini merujuk pada. Tanggung Jawab Guru Pelayanan Anak Remaja terhadap beberapa masalah yang sudah teliti antara lain. Persiapan Mengajar, Kedisiplin guru dalam melaksanakan tanggung jawabnya, Pelaksanaan Mengajar, Pandangan guru PAR terhadap tugas dan tanggung jawab, Moral Berdasarkan Hasil Penelitian, dapat disimpulkan 5 poin. Tanggung Jawab Guru PAR. Masalah yang dominan adalah kesulitan anak remaja dalam mengikuti Ibadah dan moral remaja . Saran : Upaya bapak-ibu guru pelayanan anak remaja PAR, pendeta dan orang tua agar saling memotivasi, mendorong, memperhatikan anak-anak, mendidik anak-anak dengan baik dan benar. Kata Kunci : Tanggung Jawab, Guru Pelayanan Anak dan Remaja,Moral Anak Remaja. Penulis (*) Pembimbing (**)

MAKNA ANGKAT BANTAL GULUNG TIKAR ( DADANG NULANG LUNUNG TAPU ) DALAM BUDAYA MASYARAKAT DI DESA UMBU JODU KECAMATAN UMBU RATU NGGAY BARAT KABUPATEN SUMBA TENGAH 2022

ASTI RAMBU TAGU HANA
2023 · Thesis · Open Access

ABSTRAK MAKNA ANGKAT BANTAL GULUNG TIKAR (DADANG NULANG LUNUNG TAPU) DALAM BUDAYA MASYARAKAT DESA UMBU JODU,KEC AMATAN UMBU RATU NGGAY BARAT KABUPATEN SUMBA TENGAH 2022 ASTI H)* LINTJE, P)* MANGGOA, M)** Budaya dan adat-istiadat di asyarakat pada mumnya berbeda. Budaya dan adat-istiadat ini mengacu kepada masyarakat pada umumnya dan cara menjalankannya yang berbeda, seperti: upacara perkawinan, upacara kematian, upacara pernikahan dan lain-lain. Dalam Penelitian ini Tujuan untuk mengetahui Makna Angkat Bantal Gulung Tikar (Dadang Nulang Lunung Tapu ) Dalam budaya masyarakat Di Desa Umbu Jodu,Kecamatan Umbu Ratu Nggay Kabupaten Sumba Tengah dalam tradisi adat sumba Tengah ada tiga tahap dalam proses adat, yaitu 1) Masuk minta, 2) Membawa sirih pinang, 3) Bungkus sirih pinang dengan tahapan di atas harus di selesaikan agar proses adat dapat berjalan dengan lancar. Metode penelitian yang digunakan metode penelitian Deskriftif kualitatif .Teknik. Pengumpulan data yang digunakan adalah Teknik Dokumentasi, dan wawancara . Hasil yang diperoleh dalam menganalisis makna angkat bantal (Dadang nulang lunung tapu ) pada masyarakat desa umbu jodu,kecamatan umbu ratu nggay barat kabupaten sumba tengah yakni fungsi dari makna yang ditemukan adalah makna bertanggung jawab, makna memberi perlindungan, makna kebersamaan, makna sosial, dan makna Religius. Kata kunci : Makna Angkat Bantal Gulung Tikar (Dadang Nulang Lunung Tapu). Keterangan : Mahasiswa : ** Dosen pembimbing

ANALISIS PELAKSANAAN PELAYANAN DIAKONIA KARITATIF DI JEMAAT GMIT IMANUEL OELALALI KLASIS FATULEU TIMUR TAHUN 2022

NIRMA F NENOHAI
2023 · Thesis · Open Access

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah membahas tentang bagaimana pelaksanaan pelayanan diakonia karitatif di jemaat GMIT Imanuel Oelalali Klasis Fatuleu Timur, Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pelaksanaan pelayanan diakonia karitatif di jemaat GMIT Imanuel Oelalali . Dalam penelitian ini metode yang di gunakan adalah kualitatif dengan pendekatan Deskriptif.Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 11 penerima diakonia. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara,dan dokumentsi.Teknik analisis data menggunakan tori dari Kaelan (2012:129). Hasil Penelitian ini dimotivasi oleh pelaksanaan pelayanan diakonia jemaat GMIT Imanuel Oelalali Klasis Fatuleu Timur. Sumber data dalam penelitian ini dalah jemaat GMIT Imanuel Oelalali sebanyak 16 orang dengan pembagian 3 orang majelis jemaat, 11 orang penerima diakonia, 1 pendeta, dan 1 orang sekertaris. Data diambil menggunakan metode wawancara. Data yang telah didapat kemudian dianalisis dengan pemahaman jemaat GMIT Imanuel Oelalali. Pada akhirnya peneliti menemukam bahwa pelayanandiakonia di jemaaat GMIT Imanuel Oelalali merupakan salah satu bentuk pelayanan yang harus di gumuli bersama untuk tidak terhambat dalam pelayanan. Menurut pemahaman Majelis jemaat GMIT Imanuel Oelalali sebagai usaha untuk mengatur dan mengusahakan agar pelayanan diakonia tidak terhambat, kemudian mempersiapkan semua fasilitas sehingga diakoniadapat dilaksanakan dengan baik. Pelaksanaan pelayanan diakonia di jemaat GMIT Imanuel Oelalali yang dilakukan secara rutin adalah diakonia karitatif/pelayanan kasih melihat dari realita jemaat dan pergumulan gereja maka sesungguhnya jemaat tidak hanya membutuhkan diakonia karitatif saja tapi juga diakonia transformatif dan reformatif atau diakonia secara menyeluruh

PENERAPAN MEDIA AUDIO VISUAL VIDEO UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DAN BUDI PEKERTI DI SMA NEGERI 2 KUPANG TIMUR

INDAH LAWATI TAMONOB
2023 · Thesis · Open Access

Media Audio Visual adalah media instruksional modern sesuai degan perkembangan zaman, meliputi media yang dapat dilihat dan di dengar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) mengetahui penggunaan media audio visual video pada siswa kelas X IPA 2 di SMA Negeri 2 Kupang Timur. (2) untuk mengetahui penggunaannya dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen Dan Budi Pekerti. Untuk mencapai tujuan diatas, digunakan pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. sedangkan untuk analisisnya penulis menggunakan teknik analisis deksriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media audio visual dengan materi Roh Kudus Membaharui Gereja mampu meningkatkan motivasi belajar siswa khususnya variabel motivasi belajar dapat dijelaskan dari banyaknya siswa yang menyatakan senang terhadap penggunaan media audio visual video ini dan tumbuhnya motivasi untuk belajar, semangat siswa pada mata pelajaran pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti dapat membuat suasana kelas menjadi hidup. Dengan demikian, bahwa penggunaan media audio visual dapat meningkatkan motivasi belajar siswa

PERSEPSI ORANG TUA TENTANG PENDIDIKAN FORMAL BAGI ANAK PEREMPUAN Di Desa Mauta Kecamatan Pantar Tengah Kabupaten Alor Tahun 2022

JOHANA BOLING SULLA
2023 · Thesis · Open Access

Desa Mauta Kecamatan Pantar Tengah, masih bertahan dengan adat istiadat dimana pada umumnya Orang Tua selalu mempekerjakan anak perempuan dalam usia sekolah untuk bekerja di kebun atau di ladang serta tugas dalam rumah tangga dari pada menyekolahkannya. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah : untuk mengetahui persepsi OrangTua Desa Mauta di Kecamatan Pantar Tengah, Kabupaten Alor tentang pendidikan bagi anak perempuan. Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 6 responden. Pengambilan data menggunakan teknik Observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yaitu data reduction, data display, dan conclution/ verification. Hasil penelitian ini menunjukan Persepsi Orang Tua Desa Mauta dalam pendidikan Formal Anak Perempuan yaitu masi terdapat perbedaan perhatian antara anak perempuan dan anak laki-laki, Ekonomi Orang tua yang minim menghambat kebutuhan pendidikan tinggi bagi anak perempuan, Hilangnya rasa kepercayaan orang Tua terhadap Anak Perempuan dikarenakan sebagian anak perempuan tidak serius dan tidak dapat menuntaskan pendidikan yang diberikan orang tua dengan baik. Sebagian orang tua memilih akan melanjutkan pendidikan anak perempuannya ke jenjang Paket B dan Paket C. Berdasarkan hasil analisis data dan kesimpulan maka penulis mengajukan saran-saran sebagai berikut: Aparat Desa Mauta seharusnya dapat memberikan penyuluhan, edukasi dan kesadaran dalam masyarakat tentang pentingnya pendidikan Formal bagi anak perempuan, bagi Orang Tua harus memiliki pemikiran yang maju dan terbuka agar anak-anak mendapatkan pendidikan yang layak sebagai bekal mereka bertumbuh dan berkembang

PENGARUH METODE JIGSAW TERHADAP HASIL BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DI UPTD SMP NEGERI 20 KOTA KUPANG TAHUN 2022

FRIDERICH JHONNOTO DAMI
2023 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh metode Jigsaw terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen. Penelitian ini telah dilaksanakan di UPTD SMP Negeri 20 Kota Kupang. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen post test only control group design, dalam desain eksperimen ini terdapat dua kelompok yang masing-masing dipilih secara random (R). Intrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes hasil belajar dalam bentuk pilihan ganda. Berdasarkan pengujian dua sampel yang menggunakan uji-t, data membuktikan bahwa nilai thit = 3,2839 > ttab = 2,0322 pada taraf signifikan 0,05 (5%). Rata-rata skor hasil belajar siswa pada kelas eksperimen adalah 84,167 dan rata-rata skor hasil belajar siswa pada kelas kontrol adalah 78,056. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kesimpulan dari hasil penelitian yang telah dilakukan ini menyatakan bahwa terdapat pengaruh metode jigsaw terhadap hasil belajar Pendidikan Agama Kristen di UPTD SMP Negeri 20 Kota Kupang. Saran bagi sekolah, adanya kerjasama dalam hal perizinan pembelajaran jigsaw, adanya buku sumber untuk menunjang proses pembelajaran dan adanya fasilitas untuk mempermudah siswa dalam proses pembelajaran

Teori Keadilan “Studi Tentang Pemikiran John Rawls dan Implikasinya Bagi Pelayanan Diakonia di GMIT.”

MARTHORIKA NOVELAWASTY LILINSA ASBANU
2023 · Thesis · Open Access

ABSTRAK TEORI KEADILAN Studi tentang Pemikiran John Rawls dan Implikasinya Bagi Pelayanan Diakonia Di GMIT Marthorika Novelawasty Lilinsa Asbanu Email penulis: [email protected] John Rawls adalah filsuf dari Amerika Serikat yang terkenal pada abad ke-20 di dalam bidang filsafat politik. Hampir sebagian besar filsuf dari seluruh dunia menyepakati bahwa karya-karya ilmiah dari Rawls telah memberikan kontribusi pemikiran yang akan terus diperbincangkan di ranah filsafat. Salah satu karya besar yang menjadikan Rawls terkenal adalah Theory of Justice (Teori Keadilan). Gagasan Rawls dalam teori keadilan memicu perhatian serius dari berbagai kalangan, mulai dari para praktisi ekonomi, pakar hukum, ahli politik, pengamat sosiologi, hingga penggiat teologi. Melalui tulisan ini, akan dibahas secara positif tetapi juga kritis terhadap nilai yang dapat digalih dari pokok pikiran Rawls mengenai teori keadilan. Secara ringkas, Rawls mengatakan bahwa keadilan adalah keutamaan pertama dalam institusi sosial, sebagaimana kebenaran pada sistem pemikiran. Karena itu, prinsip-prinsip keadilan berfungsi sebagai petunjuk dan pengarah untuk menguji dan mengukur bagaimana masyarakat dikelola dan dijalankan. Dalam kerangka pemahaman tersebut maka ketika berbicara tentang keadilan, seseorang pertama-tama harus terlebih dahulu memiliki pemahaman yang jernih tentang syarat-syarat utama terciptanya keadilan; tentang aturan main atau prosedur dan karena terkait erat dengan aturan main. Konsep keadilan ini menjadi relevan dalam konteks pelayanan diakonia di GMIT. Dalam arti lain, pelayanan diakonia sering dinilai tidak tepat sasaran. Karena itu, pemikiran Rawls yang dibahas dalam tulisan ini diharapkan memberi tawaran bagi GMIT untuk menata pelayanan diakonia yang lebih berkeadilan. Memang, sangat disadari dalam tulisan ini bahwa bahwa konteks Rawls berbeda dengan konteks GMIT. Tetapi, perlu juga ditegaskan di sini kalau yang dilihat di sini adalah sistem nilai positif dari pemikiran Rawls yang tentunya tidak bertentangan dengan teologi yang dianut GMIT.

PENGARUH PENEMPATAN KERJA, PENGALAMAN KERJA DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI ( Studi Kasus Kantor Dinas Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Provinsi Nusa Tenggara Timur )

YUNITA MARLINCE ASBANU
2023 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk bisa mengetahui tentang pengaruh penempatan kerja, pengalaman kerja dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai pada Kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Nusa Tenggara Timur. Dalam penelitian ini metode yang digunakan peneliti adalah metode kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah Pegawai Negeri Sipil pada Kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan berjumlah 34 pegawai. Semua populasi ini dijadikan unit pengamatan, sehingga penelitian ini termasuk penelitian populasi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada responden. Teknik analisis data yang peneliti gunakan pada penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penempatan kerja, pengalaman kerja dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai, peneliti menggunakan Uji Analisis Regresi Linear Berganda, Uji Parsial(T), Uji Simultan (F), dan Uji Koefisien Determinasi(R2).Oleh karena itu maka dapat dibuktikan hasil perolehan hasil pengujian didapati hasil analisis regresi linear berganda dangan nilai konstanta a sebesar 7,168. Sedangkan untuk koefisien regresi b1 = 0,022, b2 = 0,333, b3 = 0,790. Dengan demikian persamaan regresi linear berganda yang memperlihatkan pengaruh penempatan kerja (X1), pengalaman kerja (X2) dan lingkungan kerja (X3) terhadap kinerja pegawai (Y) adalah sebagai berikut : Y=7,168+0,022X1+ 0,333X2+ 0,790X3 +e. Selain itu hasil uji hipotesis pertama yaitu ada pengaruh penempatan kerja (X1) terhadap kinerja pegawai (Y). Ditemukan nilai signifikan 0,854 >0,05 dan nilai t hitung 0,186 t tabel 2,04227, sehingga dapat disimpulkan bahwa Ho diterima dan Ha ditolak berarti penempatan kerja (X1) tidak memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja pegawai(Y). berikut hasil uji hipotesis kedua yaitu ada pengaruh pengalaman kerja (X2) terhadap kinerja pegawai, diketahui bahwa untuk variabel pengalaman kerja (Y). t hitung = 1,684 t tabel 2,04227 dan nilai signifikan = 0,103 oleh karena itu nilai sig0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima yaitu pengalaman kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Berikut ini hasil uji hipotesis ketiga yaitu dengan nilai signifikan sebesar 0,0010,05 dan nilai t hitung 3,699>2,04227 sehingga dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima berarti lingkungan kerja(X3)berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai(Y). sedangkan untuk hasil pengujian Uji F Diketahui bahwa sig, untuk pengaruh (simultan) X1,X2 dan X3 terhadap Y adalag sebesar 0,0000,05 dan nilai Fhitung 22,120>Ftabel 2,91, maka Ho ditolak dan Ha diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel penempatan kerja, pengalaman kerja dan lingkungan kerja secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai pada Dinas Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Kota Kupang. Dan untuk hasil uji koefisien determinasi (R2) dapat diketahui hasil uji koefisien determinasi R2 dengan nilai R Square sebesar 0,689 hal ini mengandung arti bahwa besar pengaruh variabel X1,X2 dan X3 secara simultan terhadap variabel Y adalah sebesar 68,9% dengan sisanya 31,1% disebabkan oleh faktor lain. Hasil ini menunjukkan bahwa seluruh variabel baik itu penempatan kerja, pengalaman kerja dan lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Kesimpulan penelitian ini adalah setiap variabel bebas baik itu penempatan kerja, pengalaman kerja dan lingkungan kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai.

PENGARUH KEMAMPUAN KERJA DAN TUNJANGAN KESEJAHTERAAN TERHADAP PRESTASI KERJA PEGAWAI PADA UPTD SARANA PRASARANA OLAHRAGA DINAS KEPEMUDAAN DAN OLAHRAGA NUSA TENGGARA TIMUR

KRISYANUS KORE MANU
2023 · Thesis · Open Access

Dunia kerja merupakan suatu persaingan yang sangat ketat saat ini dimana sekumpulan individu melakukan suatu aktifitas kerja dan harus dibarengi dengan pemikiran yang maju, cerdas serta memiliki kemampuan kerja dan semangat yang tinggi dalam menghadapi suatu pekerjaan. Di sisi lain mengingatkan bahwa persaingan dalam dunia kerja akan semakin meningkat di karenakan perekonomian yang begitu memadai sehingga setiap pegawai harus mampu bersaing dalam memaksimalkan laba yang ada dalam sebuah pekerjaan untuk membantu perkembangan kinerja perusahaan. Dalam era globalisasi sekarang ini akan memasuki persaingan yang begitu ketat di segala bidang pekerjaan yang memungkinkan setiap kantor akan mempertahankan kinerja kedinasannya yang sudah menjadi kesepakatan bersama dalam meningkatkan kesejahteraan pegawai. Kemampuan yang dimiliki oleh seorang pegawai akan menjadi hal yang sangat penting bagi setiap pegawai, dalam hal ini pegawai harus mampu menyesuaikan diri dan beradaptasi di lingkungan kerjanya. Kemampuan kerja para pegawai dianggap penting karena setiap pemimpin perlu memahami sifat yang dimiliki oleh pegawai, melalui usaha tersebut dapatlah suasana kerja yang lebih tepat bagi usaha kinerja pegawai. Kemampuan yang dimiliki oleh pegawai akan diberikan dukungan oleh perusahaan. Supaya perusahaan dapat mencapai tujuannya. Dengan demikian terdapat keterkaitan yang erat antara kemampuan dengan usaha pencapaian yang akan dicapai. Menurut Handoko (1984) Tunjangan kesejahteraan adalah merupakan suatu kompensasi tambahaan yang bertujuan untuk mengikat pegawai agar tetap bekerja pada perusahaan tersebut. Prestasi kerja adalah suatu hasil kerja yang sudah dicapai seseorang dalam menjalankan tugas-tugas yang sudah dibebankan kepadanya atas dasar kecakapan, pengalam serta dalam menghargai waktu dalam bekerja. Tanggung jawab yang di peroleh itu meripakan suatu nilai yang baik dalam menentukan prestasi kerja yang dihasilkan. Adapun indikator dalam mencapai prestasi kerja yaitu kualitas kerja, kuantitas kerja, hubungan kerja, serta penyesuaian lingkungan kerja dalam dinas. Sehingga kesamaan persepsi terhadap penyesuaian perilaku dan sikap, kemampuan kerja serta tunjangan kesejahteraan sebagai suatu kepuasan sendiri dalam kedinasan. Sehingga tinggi rendahnya prestasi seorang pegawai tidak dapat di perolah begitu saja, tetapi melalui proses yang sangat panjang dalam proses prestasi kerja itu sendiri .Jadi setiap pegawai yang ada dalam kantor tersebut memiliki perbedaan terhadap kemampuan kerja, tunjangan keejahteraan dan prestasi kerja yang dimilikinya. Dalam hal ini kantor UPTD Sarana Prasarana Olahraga Dinas Kepemudaan dan Olahraga NTT adalah suatu lembaga yang bergerak di bidang olahraga dalam memimpin serta memajukan generasi muda yang ada di NTT. Berdasarkan penjelasan diatas tersebut maka dalam penelitian inipeneliti akan membahas kemampuan kerja dan tunjangan kesejahteraan berpengaruh terhadap prestasi kerja pegawai pada UPTD Sarana Prasarana Olahraga Dinas Pemudah dan Olahraga Nusa Tenggara Timur. Dalam penelitian ini metode yang digunakan peneliti adalah metode kuantitatif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini pegawai pada UPTD Sarana Prasarana Olahraga Dinas Pemudah dan Olahraga Nusa Tenggara Timur berjumlah 42 orang dan dilakukan penentuan sampel pada penelitian ini diprioritaskan pegawai yang berjumlah 42 orang dan dilakukan penentuan sampel menggunakan rumus slovin maka sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada responden. Teknik analisis data yang peneliti gunakan pada penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kemampuan kerja dan tunjangan kesejahteraan terhadap prestasi kerja pegawai, peneliti menggunakan uji analisis Regresi Linier Berganda, uji parsial (Uji T), dan uji stimultan atau uji koefisien determinasi (R2). Dari hasil penelitian yang dilakukan, peneliti dapat menyimpulkan bahwa secara parsial kemampuan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada UPTD Sarana Prasarana Olahraga Dinas Pemudah dan Olahraga Nusa Tenggara Timur dan tunjangan kesejahteraan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada UPTD Sarana Prasarana Olahraga Dinas Pemudah dan Olahraga Nusa Tenggara Timur. Sedangkan secara stimultan kemampuan kerja dan tunjangan kesejahteraan berpengaruh positif dan signifikan secara bersama-sama terhadap prestasi kerja pegawai pada UPTD Sarana Prasarana Olahraga Dinas Pemudah dan Olahraga Nusa Tenggara Timur. Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil pengijikan yang didapati dari hasil analisis regeresi linier berganda dengan konstantan a sebesar 6,430 sedangkat koefisien b1 = 0,679 dan b2 = 0,445. Dengan demikian persamaan regresi linier berganda memperlihatkan pengaruh kemampuan kerja (X1) dan tunjangan kesejahteraan (X2) terhadap prestasi kerja (Y) adalah sebagai berikut : Y = 6.430 + 0,679 + 0,445 + e. Selain itu hasil uji hipotesis pertama adalah pengaruh variabel kemampuan kerja (X1) terhadap prestasi kerja (Y). Diketahui bahwa untuk variabel kemampuan kerja (X1) ditentukan t hitung=3,561 lebih besar dari t tabel =2,05183 dan tingkat signifikan=0,001. Oleh karena itu nilai sig>0,05 maka Ho (bl=0) diterima Ha(b1) ditolak yaitu variabel kemampuan kerja (X1) berpengaruh signifikan secara parsial terhadap varibel prestasi kerja (Y). Berikut ini hasil uji hipotesis kedua yaitu ada pengaruh kemampuan kerja (X1) terhadap prestasi kerja (Y). Diketahui bahwa variabel kemampuan kerja (X2) ditemukan t hitung=1,949 lebih besar dari t tabel=2,05183 dan tingkat sig=0,05 maka Ho (b1=0) ditolah Ha (b=0) diterima yaitu variabel kemampuan kerja (X2) berpengaruh signifikan terhadap variabel prestasi kerja (Y). Untuk hasil uji F didapati F hitung=11,178 lebih besar dari F tabel=3,35 dan tingkat sig=0,000 oleh karena itu nilai sig0,05 maka Ho (bl=0 maka Ho (b1=0) ditolak dan Ha (b1=0) diterima. Artinya variabel kemampuan kerja (X1) dan variabel tunjangan kesejahteraan (X2) memiliki pengaruh positif dan signifikan secara simultan terhadap prestasi kerja (Y). Dan terakhir berdasarkan perolehan hasil uji koefisien determinasi (R2) adalah 45,3 atau 45,3%. Hal ini berarti besar pengaruh kemampuan kerja dan tunjangan kesejahteraan terhadap prestasi kerja adalah 45,3% sedangkan pengaruh sebesar 54,7% disebabkan oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

“HOSPITALITAS GEREJA” “Suatu Kajian Naratif Terhadap Injil Lukas 10:25-37 dan Implikasinya Bagi Pelayanan Gereja Masehi Injili Di Timor dalam Mengatasi Masalah Kemiskinan”

ALMA VICTORIA ANASTASIA LUKAS
2023 · Thesis · Open Access

Kemiskinan adalah masalah klasik, karena itu banyak orang, organisasi atau negara, berusaha untuk mengatasi persoalan kemiskinan, tetapi kemiskinan tidak pernah berakhir dan masih menjadi kenyataan dunia. Kemiskinan disebabkan dan telah menyebabkan banyak hal. Dalam upaya mengatasi masalah kemiskinan dibutuhkan hospitalitas. Penulis tertarik untuk mengkaji permasalahan tersebut secara lebih mendalam melalui karya ilmiah dengan menggunakan metode kritik naratif dari teks Injil Lukas 10:25-37. Injil Lukas mencatat kepedulian Yesus terhadap orang-orang miskin, kaum perempuan, anak-anak, orang Samaria dan orang-orang yang paling berdosa. Tulisan ini berupaya memaknai hospitalitas dan makna tanggung jawab sosial yang penulis dapat dari penafsiran teks Injil Lukas 10:25-37. Kerygma teologis yang penulis temukan menunjukkan karakteristik dari orang Samaria dan pemilik penginapan yang berhospitalitas terhadap orang yang terluka, dapat dibawa dalam konteks GMIT. Sikap hospitalitas inilah yang kemudian penulis kaitkan dengan bagaimana pelayanan GMIT dalam mengatasi masalah kemiskinan di NTT dan bagaimana GMIT berkerja sama dengan denominasi lain maupun agama lain dalam pengentasan kemiskinan di NTT. Dalam upaya gereja dalam mengatasi masalah kemiskinan di NTT, maka gereja perlu berkolaborasi dengan denominasi lain maupun agama lain. Cara pandang gereja terhadap sang liyan (yang lain) harus dipandang sebagai sahabat, agar hospitalitas dari gereja dan sang liyan dapat menjadi kepedulian yang utuh dalam mengatasi masalah sosial kemiskinan di NTT. Pada akhirnya, tulisan ini mengajak Gereja Masehi Injili di Timor menghidupi hospitalitas dalam kehidupan bergereja

ANALISIS KINERJA KEUANGAN PADA PERUSAHAAN FOOD & BEVERAGE YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) PADA TAHUN 2017-2021

IIN PADEDA
2022 · Thesis · Open Access

Salah satu bentuk informasi yang sering dipakai dari beberapa informasi adalah laporan keuangan yang dipublikasi perusahaan. Laporan keuangan disusun bukan saja untuk kepentingan manajemen perusahaan tetapi untuk pihak lain juga yang mempunyai kepentingan dengan data keuangan dalam perusahaan dan untuk mencapai tersebut maka setiap perusahaan yang go publik di Bursa Efek Indonesia diwajibkan melaporkan laporan keuangan tahunan. Dalam laporan keuangan tersebut terdapat laporan . Laporan laba rugi adalah laporan yang memberikan informasi mengenai kinerja perusahaan, dalam laporan laba rugi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat dan menganalisis kinerja keuangan pada PT.Campina Ice Cream Industri yang terdaftar di BEI Pada Tahun 2017-2021. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan food & beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Sampel berjumlah 1 perusahaan dengan periode 5 tahun. Metode pemilihan sampel adalah purposive sampling. Jenis data yang digunakan adalah data kuantitatif dan sumber data menggunakan data sekunder

DESKRIPSI TENTANG MOTIF MODUS DAN AKIBAT HUKUM TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG

DEDI HONGGOR
2022 · Thesis · Open Access

INTISARI Judul tulisan ini adalah Deskripsi Tentang Motif Modus Dan Akibat Hukum Tindak Pidana Pencucian Uang”jurusan ilmu hukum. Rumusan masalah: 1)Bagaimanakah motif pelaku melakukan tindak pidana pencucian uang. 2)Bagaimanakah modus pelaku melakukan tindak pidana pencucian uang, 3)Bagaimanakah akibat hukum pelaku melakukan tindak pidana pencucian uang terhadap pelaku dan barang bukti jenis penelitian hukum yang digunakan adalah penelitian normatif dan bersifat deskriptif yang berusaha untuk mendeskripsikan atau menguraikan masalah aktual terkait faktor penyebab dan modus terjadinya tindak pidana pencucian uang.Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan maka yang menjadi kesimpulan dimana penulis menemukan beberap Motif,modus dan akibat Hukum terhadap pelakuTindak pidana pencucian uang 1. Motif terjadinya tindak pidana pencucian uang adalah: Untuk Mencari keuntungan. 2. Modus terjadinya tinda pidana pencucian uang adalah: a. Terdakwa menjual Narkotika dan hasilnya disimpan di bank b. Terdakwa membuat ivent dengan mencari sponsor c. Terdakwa bermodus sebagai makelar dan jual beli mobil second d. Terdakwa melakukan perekrutan nasabah untuk simpan pinjam uang dengan bunga 10%. e. Terdakwa menyimpan uang dalam rekening milik orang lain. 3. Akibat hukum bagi pelaku dalam tindak pidana pencuciaan adalah: a. Pelaku ditahan b. Pelaku dipidana penjara dan denda c. Pelaku dibebani membayar biaya perkara 4. saran Untuk terdakwa jangan ceroboh melakukan transaksi di orang punya uang tapi lebih hati-hati dalam melakukan transaksi. Untuk bank meningkatkan pengawasan terhadap transaksi nasabah. Dengan memperhatikan berbagai hal yang diuraikan pada babbab terdahulu, maka dalam usaha mengangkat kejahatan pencucian uang di Indonesia, perlu beberapa hal yang harus di perhatikan Agar sistem penegakan hukum anti pencucian uang dapat bekerja efektif, dan perlu ada peningkatan kualitas sumber daya manusia yang terlibat dalam usaha pencegahan pencucian dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang di indonesai, terutama pada lembaga-lembaga penting seperti kehakiman, kejaksaan, kepolisian, PPATK, dan penyedia jasa keuangan. Mengenai lembaga kepolisian dan kejakasaan khususnya, peningkatan kuliatas sumber daya manusia ini merupakan suatu hal yang harus di utamakan mengingat petinganya lembaga untuk mencari bukti-bukti dan membuat terang dalam tindak pidana pencucian uang. Kata kunci: Motif, modus, akibat hukum, tindak pidana pencucian uang