Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir

3.893 item publik

Publikasi

Halaman 100 dari 195

FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB GURU PENGAJAR PERSEKUTUAN ANAK DAN REMAJA TIDAK MENGGUNAKAN FILM ANIMASI SUPERBOOK DALAM PENGAJARAN PERSEKUTUAN ANAK DAN REMAJA DI JEMAAT GMIT EBENHAEZER BILAMUN

OMA KESI NAUTU
2023 · Thesis · Open Access

Tujuan penelitian ini aalah untuk mengetahui faktor-faktor guru pelayanan anak dan remaja di jemaat GMIT Ebenhaezer Bilamun tidak menggunakan film animasi superbook dalam pengajaran pelayanan anak dan remaja. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam analisis data kualitatif memiliki 3 tahap yakni reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Adapun faktor-faktor penyebab Guru PAR tidak menggunakan film animasi superbook yaitu: Faktor Non Teknis yang berkaitan dengan pengetahuan, keterampilan dan juga kesiapan seorang guru PAR di dalam menyampaikan materi pembelajaran. Faktor Pendukung yang berkaitan dengan alat bantu apa saja yang digunakan oleh seorang pengajar PAR untuk melakukan pembelajaran baik itu ruangan, LCD, dan juga laptop. Faktor kualitas yang berkaitan dengan kualitas maupun keterampilan seorang pengajar PAR di dalam memilih atau menggunakan media apa yang baik agar mampu menjawab kebutuhan anak zaman sekarang. Selain faktor-faktor di atas didalam penggunaan film animasi superbook membutuhkan kerja sama dan dukungan yang baik dari pihak gereja agar proses pelayanan bagi anak-anak semakin baik. Berdasarkan hasil penelitian mengenai faktor-faktor penyebab guru PAR tidak menggunakan film animasi superbook dalam pengajaran PAR di Jemaat GMIT Ebenhaezer Bilamun klasis Kupang Tengah, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :Belum dijinkannya guru pengajar Persekutuan anak dan remaja untuk menggunakan fasilitas yang ada didalam gereja yaitu LCD dengan alasan LCD yang ada masih baru dan juga Kurangnya pengetahuan atau pemahaman guru pengajar Persekutuan anak dan remaja yang ada di jemaat GMIT Ebenhaezer Bilamun didalam menggunakan LCD dan juga Film Animasi Superbook

ANALISIS AKUNTABILITAS DAN TRANSPARANSI PROGRAM BANTUAN OPERASIONAL KESEHATAN (BOK) DALAM MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PUSKEMAS WEE KAROU KECAMATAN LOLI KABUPATEN SUMBA BARAT

YOHANES LELE WOLE
2023 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui akuntabilitas dan transparansi pengelolaan dana bantuan operasional kesehatan di puskesmas Wee Karou kecamatan loli kabupaten sumba barat dan untuk mengetahui efektivitas pemberian dana bantuan operasional kesehatan di puskesmas Wee karou kecamatan loli kabupaten sumba barat. Metode analisis yang digunakan yaitu deskriptip kualitatip. Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) adalah Bantuan Dana dari pemerintah melalui Kementerian Kesehatan dalam membantu pemerintahan kabupaten/kota dalam melaksanakan pelayanan kesehatan sesuai Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Kesehatan dengan fokus pencapaian target Millennium Development Goals (MDGs). Akuntabilitas adalah mempertanggung jawabkan pengelolaan sumber daya serta pelaksanaan kebijakan yang dipercayakan kepada entitas pelaporan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara periodik (KK,SAP, 2005). Transparansi adalah prinsip menciptakan kepercayaan timbal-balik antara pemerintah dan masyarakat melalui penyediaan informasi dan menjamin kemudahan di dalam memperoleh informasi adalah suatu kebutuhan penting bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam pengelolaan daerah. Berkaitan hal tersebut pemerintah daerah perlu proaktif memberikan informasi lengkap tentang kebijakan dan layanan yang disediakannya kepada masyarakat. Efektivitas adalah sesuatu yang memiliki pengaruh atau akibat yang menimbulkan manjur, membawa hasil dan merupakan keberhasilan dari suatu usaha atau tindakan Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Puskesmas Wee karou kecamatan loli Kabupaten sumba barat telah melakukan pertanggungjawaban dengan baik dan juga program bantuan operasional kesehatan sudah cukup transparan hal ini dapat dilihat dari sistem penyusunan MINLOK dan POA yang melibatkan seluruh staf puskemas serta rapat koordinasi masyarakat desa, dan pelaksanaan program bantuan operasional kesehatan di puskesmas Wee karou kecamatan loli kabupaten sumba barat dapat dikatakan telah berjalan dengan sukses.

ANALISIS PRODUTIVITAS PETANI PADI DI DUSUN UEL DESA NUNKURUS KECAMATAN KUPANG TIMUR.

DIANA NDAPAROKA
2023 · Thesis · Open Access

Produktivitas tanaman padi adalah suatu nilai yang menunjukan perbandingan rata-rata hasil produksi tanaman padi terhadap penggunaan beberapa input pada periode pelaporan. Produktivitas merupakan kemampuan atau kapasitas petani memproduksi tanaman padi. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui produktivitas petani padi sawah, mengetahui indeks produktivitas, mengetahui efisiensi teknis dan Mengetahui gap efisiensi petani padi sawah di Desa Nunkurus. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan wawancara terstruktur, dokumentasi, dan observasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan Nilai rata-rata, produktivitas petani 0,409, Produktivitas terendah 2,474 pada responden 36 terdapat pada RT 05 dan produktivitas tertinggi 9,009 pada responden 30 terdapat pada RT 04, Nilai rata-rata indeks produktivitas petani 0,489, Indeks terendah yaitu 0,275 pada responden 36, yang terdapat pada RT 05 dan indeks tertinggi yaitu 1.000 pada responden 30 yang terdapat pada RT 04, Nilai rata-rata efisiensi teknis 49% dengan nilai terendah 27% pada responden 36 yang terdapat pada RT 05 dan efisiensi teknis tertinggi 100% pada responden 30 terdapat pada RT 04, Nilai ratarata GAP efisiensi teknis 51% dengan nilai terendah 0% pada responden 36 yang terdapat pada RT 05 dan GAP efisiensi teknis tertinggi 73% pada responden 30 terdapat pada RT 04. Kesimpulan dari penelitian ini adalah produktivitas petani mempunyai nilai rata-rata 0,489, nilai rata-rata indeks produktivitas petani adalah 0,489, nilai rata-rata efisiensi teknis adalah 49% dan nilai rata-rata Gap efisisensi teknis 51%. Saran dari penelitian ini adalah Petani harus lebih meningkatkan produktivitasnya agar bisa mengelola lahan pertanian sehingga produksi padi sawah bisa di tingkatkan lagi dan akhirnya pendapatan juga akan meningkat dan petani juga harus berusaha dan terus meningkatkan produktivitas dengan cara mempelajari cara menanam padi dengan berbagai metode yang di anggap mampu untuk meningkatkan jumlah produksi padi dan petani membuat pupuk kompos dan pupuk kandang dari bahan-bahan yang ada di lingkungan sekitar sehingga tidak terlalu bergantung pada pupuk kimia sehingga pendapatan juga akan meningkat.

“SISTEM PEMANTAU SUHU DAN KELEMBABAN GREENHOUSE BERBASIS INTERNET OF THINGS (IOT) “

MELANI SABUNA
2023 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Sistem Pemantau Suhu Dan Kelembaban Greenhouse Berbasis Internet Of Things (Iot ) Sabuna Melani*) Haba Bunga, F.J. **) Dethan J. J. S. **) Program Studi Mekanisasi Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Pemantauan suhu dan kelembaban dalam pertumbuhan tanaman merupakan hal yang penting karena kedua faktor ini mempengaruhi tingkat pertumbuhan, produktivitas, dan kualitas tanaman. Suhu yang tepat dapat mempengaruhi tingkat fotosintesis, transpirasi, dan perkembangan bunga dan buah. Kelembaban yang tinggi juga dapat membantu tanaman menyerap air dan nutrisi yang dibutuhkan, serta mengurangi risiko kerusakan akibat perubahan suhu yang drastis. Selain itu, pemantauan suhu dan kelembaban juga dapat membantu dalam mengidentifikasi dan mengatasi masalah yang terjadi pada tanaman. Peneltian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana merancang Sistem pemantau suhu dan kelembaban pada tanaman greenhouse berbasis IoT dan menguji kinerja Sistem pemantau sebagai alat untuk mengamati suhu dan kelembaban pada tanaman greenhouse berbasis IoT. Penelitian ini merupakan penelitian kerekayasaan. Perancangan alat dilakukan dengan menyiapkan semua alat-alat yang diperlukan dan membuat source code arduino dengan bahasa C++ untuk arduino yang dihubungkan dengan kabel jumper ke sensor DHT11 dan NodeMCU ESP8266, dan Konfigurasi Blynk sehingga hasil yang di peroleh di teruskan dan terbaca di android yang telah terinstal aplikasi Blynk, menampilkan data suhu dan kelebaban yang sesuai dengan keadaan sekitar greenhouse. Sedangkan memantau suhu dan kelembaban di ambil setiap hari, apabila ada perubahan suhu yang terjadi pada setiap tahapan saat proses pengimplementasian alat yang dilakukan di sebuah greenhouse hidroponik yang ada di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem perancangan alat terdiri dari perancangan perangkat keras IoT berupa Node MCU ESP8266 dan Sensor DHT 11, serta perangkat Lunak program sistem pemantau yang terdiri dari iniaslisai program pada Arduino Ide dan Aplikai Blynk telah dapat dirancang dan berfungsi dengan baik. Berdasarkan hasil pengujian alat dengan hygrometer dan miji meter di dapatkan rata-rata presentase selisi suhu dan kelembaban di dalam greenhouse di dalam greenhous adalah 1,33% dan kelembaban 2,17% dan rata-rata eror suhu dan kelembaban di luar greenhouse Suhu udara di luar greenhouse adalah 1,40% dan kelembaban 2,35%. Kata Kunci: greenhouse, internet of things, blynk, suhu, kelembaban * Peneliti **Dosen Pembimbing 

PEMAHAMAN KATEKUMEN GMIT MARANATHA OEBUFU TENTANG MATERI SEKSUALITAS DALAM BAHAN AJAR KATEKISASI SINODE GMIT 2022/2023

ROLAND RASTMAN KISEK
2023 · Thesis · Open Access

ABSTRAK PEMAHAMAN KATEKUMEN GMIT MARANATHA OEBUFU TENTANG MATERI SEKSUALITAS DALAM BAHAN AJAR KATEKISASI SINODE GMIT TAHUN 2022/2023 Kisek.R.R (*) Manu. L (**) Metboki. M (**) Penelitian ini membahas tentang upaya GMIT dan Gereja dalam meningkatkan pengetahuan peserta didik katekisasi akan materi seksualitas dalam bahan ajar katekisasi di Jemaat GMIT Maranatha Oebufu Tahun 2022/2023. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pandangan para pengajar terhadap bahan ajar katekisasi yang diberikan GMIT akan materi seksualitas di Jemaat GMIT Maranatha Oebufu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Informan dalam penelitian ini adalah seluruh pengajar dan peserta didik yaitu 13 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah 3 pengajar dan 10 peserta didik. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan verfikasi data atau penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya GMIT dalam meningkatkan materi seksualitas dalam pengajaran katekisasi di Jemaat GMIT Maranatha Oebufu tahun 2022/20223 adalah gereja dapat menjalankan pengajaran katekisasi, memberikan materi yang dapat dimengerti, melibatkan pemuda dalam pelayanan ibadah gereja serta memotivasi pemuda. Namun dalam kenyataannya bahwa materi yang diberikan GMIT masih belum memadai atau masih memakai materi yang masih lama. GMIT perlu terus mengupayakan materi yang mudah dipahami dan materi yang selalu melihat masalah-masalah yang terjadi pada masa kini. Jika pemuda dilihat sebagai tulang punggung gereja dan masa depan gereja maka dari sekarang para pemuda harus dipersiapkan dalam segala hal. Perlu adanya upaya GMIT dalam bahan ajar katekisasi yang berfokus pada materi seksualitas. Kata Kunci: Katekisasi, GMIT , Seksualitas

PENGARUH PEMBERIAN PENGUATAN VERBAL TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DAN BUDI PEKERTI DI KELAS VIII DI SMP ANGKASA.

NOVITA NGURA NUNU
2023 · Thesis · Open Access

PENGARUH PEMBERIAN PENGUATAN VERBAL TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DAN BUDI PEKERTI DI KELAS VIII DI SMP ANGKASA KUPANG Nunu , N)* Natonis ,D A.)** Pellu H.L(**) ABSTRAK Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh yang ditimbulkan dari pemberian penguatan verbal pada saat pembelajaran berlangsung terhadap motivasi belajar siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif ex-post facto dengan desain regresi yaitu mencari pengaruh variabel pemberian penguatan verbal (X) terhadap variabel motivasi belajar (Y). Penelitian ini dilaksanakan di SMP Angkasa Kupang. Dari 30 populasi di SMP Angkasa, dipilih sebanyak 30 orang siswa kelas VIII sebagai sampel. Pengumpulan data menggunakan teknik angket dan dokumentasi. Data dianalisis dengan teknik statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil penelitian ini yaitu terdapat pengaruh positif dan s ignifikan pemberian penguatan verbal terhadap motivasi belajar siswa kelas VIII di SMP Angkasa Kupang. besarnya nilai koefisien korelasi yang dilambangkan dengan R yaitu sebesar 0.955. Sedangkan besarnya persentase (%) pengaruh yang ditimbulkan variabel bebas (pemberian penguatan verbal) terhadap variabel terikat (motivasi belajar siswa) yang dilambangkan dengan R square (R2) yaitu 0.911, artinya bahwa pengaruh variabel pemberian penguatan verbal (X) terhadap variabel, motivasi belajar siswa (Y) adalah sebesar 91.1%, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain diluar dari yang diteliti. Jadi, konstribusi pemberian penguatan verbal terhadap motivasi belajar siswa sebesar 91.1%. kata kunci: pengaruh, penguatan verbal, motivasi belajar

PERAN GEREJA DALAM MENCEGAH MINUMAN KERAS DI KALANGAN PEMUDA JEMAAT EBENHAEZER OEFAU KLASIS MOLLO BARAT TAHUN 2022

MERLIN SARDIANTI TEIN
2023 · Thesis · Open Access

PERAN GEREJA DALAM MENCEGAH MINUMAN KERAS DIKALANGAN PEMUDA JEMAAT EBENHAEZER OEFAU KLASIS MOLLO BARAT Tein, M,S)* Metboki, M)** Natonis, D)** Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah factor-faktor apakah yang menyebabkan minimnya peran gereja daam mencegah minuman keras di kalangan pemuda Ebenhaezer oefau Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan peran gereja dalam mencegah penyalgunaan minuman keras pada pemuda Ebenhaezer oefau. Yang merupakan populasi dalam penelitian ini adaah badan pengururs gereja Ebenhaezer Oefau, dan Tokoh masyarakat. Berdasarkan hal tersebut maka sampel dalam penelitian ini yakni Ketua majeis, UPP dan BPP pemuda, Tua Adat. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif untuk mengumpulkan informasi mengenai status gejala yang ada, yaitu keadaan gejala menurut apa adanya pada saat penelitian di lakukan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa peran gereja sangatlah penting dalam mencegah pemuda yang mengonsumsi minuman keras kerena gereja memiliki tanggung jawab yang etis untuk memberikan nasehat atau arahan pada pemuda agar tidak di perbudak oleh minuman keras yang pada akhirnya merugikan diri sendiri. kesimpulannya adalah Faktor utama yang menyebabkan minimnya peran gereja dalam mencegah penyalah gunaan minuman keras adalah pendampingan atau bimbingan dari gereja dan orang sekitar. Dalam hal ini Peran gereja merujuk pada peran pendeta,UPP dan BPP pemuda serta tokoh adat. Pendeta sebagai ketua majelis pada gereja yang berperan mencegah penyalah gunaan minuman keras pada kalangan pemuda sangatlah penting, dalam hal ini Pendeta sebagai penasehat dan pembimbing yang mengarahkan atau mencegah pemuda agar tidak terlibat dalam praktek minuman keras. Maka penulis memberi saran kepada : Pendeta harus mengadakan PA setiap minggu untuk membimbing pemuda agar terhindar dari penyalah gunaan minuman keras, ketua UPP dan BPP harus mengumpulkan pemuda atau menyusun jadwal PA bagi pemuda setiap minggu agar dapat dibimbing untuk menjauhi penyalah gunaan minuman keras, dan tokoh adat perlu mengadakan pertemuan khusus dengan Pendeta, UPP dan BPP serta orang tua dalam mencari solusi untuk mengatasi pemuda dalam penyalah gunan minuman keras.

PENGAJAR DI GMIT

INRI TEEPATRIE J. AGUNG LAKAPU
2023 · Thesis · Open Access

Pengajar dalam jemaat sering dikaitkan dengan PAR dan katekisasi. Karena yang diketahui oleh khalayak luas pengajar mempunyai tugas dan peran sebagai pengajar sekolah minggu dan pengajar katekisasi saja. Hal ini membuat tugas pengajar menjadi dipersempit dengan minimnya pemahaman jemaat dan pengajar mengenai tugasnya. Jemaat Ora Et Labora Oesapa berada dalam kompleks perumahan RSS Oesapa dan Jemaat ini termasuk dalam wilayah pelayanan Klasis Kota Kupang Timur. Dalam melakukan penelitian kualitatif, penulis melakukan pengamatan secara langsung dengan terlibat dalam aktivitas bersama terhadap hal-hal yang berhubungan dengan penelitian untuk melihat atau mengamati peran dan tugas pengajar kemudian dapat dilakukan penilaian secara sistematis, metode penulisan yang dipakai adalah metode deskriptif, analitis, dan interpretatif. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data, penelitian menemukan bahwa pengajar belum memahami dan melaksanakan dengan baik perihal tugas dan tugas, wewenang, dan tanggung jawab dari pengajar karena kurangnya pembinaan dari gereja oleh pendeta. Penulis menemukan bahwa perlu adanya sosialisasi mengenai tugas pengajar serta persiapan diri dari pengajar untuk mempersiapkan materi yang ada sehingga materi dapat dipahami dan menjawab pergumulan jemaat.

TINJAUAN PEMBELAJARAN PJOK MASA NEW NORMAL DI SMP NEGERI 8 KUPANG

KRIS S. MONE LOBO
2023 · Thesis · Open Access

ABSTRACT Learning Review of Pjok New Normal Period at SMP Negeri 8 Kupang Kris S. Mone Lobo1* , Agustinus J. Nafie2 , Isak Riwu Rohi3 123Physical Education, Health, and Recreation Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, Artha Wacana Christian University, Kupang, Indonesia email. [email protected] Background: Educational background is an effort made by humans with the aim of growing and developing the potentials they have with a good physical and spiritual nature and in accordance with the values that exist in their environment. Research objective: The purpose of this study is to find out how to learn the PJOK gymnastics floor roll in front of the New Normal Period at SMP Negeri 8 Kupang. Research method: The method used in this research is descriptive qualitative. Data collection techniques used in research are observation, interviews, and documentation. The data analysis technique used is a qualitative descriptive analysis technique to find out the learning of PJOK floor roll gymnastics in the new normal period at SMP Negeri 8 Kupang. Results and discussion The results obtained: The research results obtained are online learning activities carried out through the WhatsApp application. Physical education learning activities are carried out according to the learning stages, namely: 1) initial stage, 2) core stage, 3) closing stage. Conclusion: Physical education and physical education learning at SMP Negeri 8 Kupang is going well like learning at school. By participating students in online learning so that the learning process continues to run well. Keywords: Penjasorkes Learning Roll Ahead, In the New Normal Era

PERAN GURU DALAM MEMOTIVASI SISWA PADA PEMBELAJARAN PENJASORKES MELALUI PERMAINAN ROUNDERS

ARSENIUS AGUNG
2023 · Thesis · Open Access

Latar belakang: Berdasarkan latar belakang masalah, Tinjauan proses pembelajaran penjasorkes terhadap peran guru dalam memotivasi siswa pada pembelajaran penjas orkes melalui permainan rounders di SD Inpres Rondowoing sudah di terapkan namun masih ada beberapa siswa yang belum mampu menerapkannya secara baik dan benar, di karenakan usia yang masih sangat mudah sehingga mereka kurang memahaminya. Tujuan penelitian: Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran guru dalam memotivasi siswa pada pembelajaran penjas orkes melalui permainan rounders di SD Inpres Rondowoing. Metode penelitian: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi serta teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sampel pada penelitian ini adalah guru Penjasorkes, dan siswa kelas IV SD Inpres Rondowoing. Hasil dan pembahasan: permainan rounders di sekolah merupakan salah satu upaya strategis untuk menggerakan dan memberdayakan para guru dan siswa untuk permainan rounders. Hasil penelitian menunjukan bahwa Permainan rounders dalam pendidikan karakter sudah di terapkan di SD Inpres Rondowoing dan siswa/siswi sudah dapat menyikapinya namun masih ada beberapa siswa yang menerapkannya secara tidak baik dan benar, di karenakan usia mereka yang masih sangat mudah. Kesimpulan: Tinjaun proses pembeljaran penjasorkes terhadap permainan rounders di SD Inpres Rondowoing sudah di jalankan dengan baik. Namun dalam mengimplementasikan permainan rounders masih ada siswa yang menerapkannya tidak secara benar. Hal ini di karenakan usia mereka yang masih sangat mudah.

TINJAUAN MODEL PEMBELAJARAN TEKNIK DASAR SEPAK SILA PADA PERMAINAN SEPAK TAKRAW

WILIBRODUS YOTEHING PERI
2023 · Thesis · Open Access

Latar belakang: Berdasarkan latar belakang masalah, tinjau model pembelajaran teknik dasar sepak silah pada permainan sepak takraw pada siswa di SMP Swasta Swadaya Tarus. Siswa harus banyak belajar, berlatih sampai lincah dan selalu memperhatikan apa yang disampaikan oleh guru. Tujuan penelitian: Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaiman siswa dalam pembelajaran penjas khususnya pada saat melakukan teknik dasar sepak sila pada permaianan sepak takraw. Metode penelitian: metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif, kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi dan dengan teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu redukasi data, penyajian data dan kesimpulan atau verifikasi. Sampel pada penelitian ini adalah guru PJOK, siswa kelas VIII di SMP Swasta Swasta Swadaya Tarus Kupang. Hasil dan pembahasan: Hasil penelitian ini menujukan bahwa dalam tinjau model pembelajaran teknik dasar sepak sila pada permainan sepak takraw berjalan dengan baik. Dalam pembelajaran, seluruh rangkaian penyajian materi ajar yang meliputi segala aspek sebelum, sedang dan sesudah pembelajaran yang dilakukan guru serta segala fasilitas yang terkait secara langsung dalam proses belajar mengajar untuk mencapai tujuan belajar. Simpulan: Pada pembelajaran penjas tentang teknik dasar sepak sila pada permainan sepak takraw di SMP Swasta Swadaya Tarus berjalan dengan baik. Dan selalu memberi pemahaman bagi siswa yang masih memiliki kekurangan dalam melakakukan teknik dasar sepak sila.

Manajemen pelati pada klub sepak bola barbor di kabupaten ende

OKTAVIANUS WASA BANDA
2023 · Thesis · Open Access

ABSTRAK MANAJEMEN PELATIH PADA KLUB SEPAK BOLA BARBOR DI KABUPATEN ENDE Oktavianus Wasa Banda1*, David Loba2 , Andry Sinlaeloe3 1 Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia email. [email protected] Latar belakang: Berdasarkan hal tersebut maka akan dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui”Manajemen Pelatih Pada klub SepakBola BarborDi Kabupaten Ende”yang diharapkan dapat memberikan masukan bagi organisasi atau klub Sepakbola pada umumnya dan klub Barbor Kabupaten Ende. Tujuan penelitian: Adapun tujuan dari penelitian ini adalah Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui manajemen pelatih pada klub Barbor di kabupaten Ende. Metode penelitian: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengaan teknik pengumpulan data yang digunakan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi serta teknikanalisis dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data dan kesimpulan atau verifikasi. Sampel pada penelitian ini adalah kepala desa Barai boro kanda 1, pelatih klub barbor , atlet klub barbor, . Hasil dan pembahasan: Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa Klub Barbor merupakan salah satu Klub sepak bola yang sudah diakui oleh Kabupaten Ende tahun 2002 berada di Kabupaten Ende yang bertempat di desa boro kanda alamat jln. Imam Bonjol Kecamatan Ende Utara. Tahun didirikan pada tahun 2002 tempat lapangan Nanga Keo.Klub Barbor sudah berusia kurang lebih 20 tahun sampai saat ini dan di ketuai oleh Bapak Muhemad Safrudin.yang memiliki visi “Unggul, Sportif, Dan Berprestasi Dalam Sepakbola”. Jadwal Latihan Klub sepakbola barbor Jadwal latihan yang ada di klub sepakbola barbor (Hasil Wawancara dengan Bapak Muhemad Safrudin) ini dilaksanakan sebagai berikut, antara lain: 1) Hari selasa 15.00 WIB, sampai selesai. 2) Hari Jum’at pukul 15.00 WIB, sampai selesai.3) Hari Minggu pukul 15.00 WIB, sampai selesai.Semua latihan dilaksanakan di lapangan Nanga Keo Kecamatan Ende Kabupaten Ende. Selain jadwal yang telah di tentukan oleh Klub barbor ini juga rutin. Simpulan: Berdasarkan hasil penelitian dan data yang diperoleh dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:1Manajemen Klub Barbor Kabupaten masuk dalam katagorisedang.2 Pola pembinaan yng dilaksanakan pada kKlub Barbor Kabupaten Ende nmasuk dalam katagori sedang.Prestasi Klub Barbor Kabupaten Ende masuk dalam kategori sedang, pada kompotetisi-kompotisi yang selenggarakan oleh Kabupaten Ende. Kata kunci:Manajemen pelatih pada klub sepak bola barbor di kabupaten Ende.

POLA ASUH ORANG TUA

ANGELITA MILANY M. MANDALA
2023 · Thesis · Open Access

Surat Efesus adalah salah satu surat Paulus yang berbicara mengenai kehidupan praktis keluarga-keluarga Kristen. Di dalamnya menyangkut setiap anjuran tindakan bagi anggota-anggota keluarga, termasuk juga bagi orang tua maupun anak-anak. Secara khusus, juga berbicara mengenai cara mengasuh anak. Setiap orang tua memiliki cara tersendiri dalam mengasuh anak-anaknya. Tidak jarang bahwa penerapan pola asuh anak didasarkan pada apa yang dialami oleh orang tua sebelumnya, dan pengaruh lingkungan atau budaya sekitar. Pada dasarnya pola asuh yang tepat akan melahirkan relasi yang tepat pula, dan begitupun sebaliknya. Timbul pertanyaan bagaimana pola asuh yang tepat yang harus diterapkan oleh orang tua Kristen? Penulisan ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana pola asuh yang harus diterapkan oleh keluarga Kristen menurut pandangan Alkitab, khususnya yang tercatat di dalam Efesus 6:1-4. Metode yang digunakan adalah metode tafsir historis kritis, dengan melihat latar belakang teks, kemudian menggali isi teks untuk menemukan makna. Kajian teks ini dilakukan dengan tujuan untuk menjawab persoalan pola asuh yang menggunakan kekerasan, baik secara fisik maupun verbal di Jemaat GMIT Talitakum Oehunik, Klasis Lobalain. Hasil kajian dari teks Efesus 6:1-4 ini ialah ajaran dan nasihat Tuhan menjadi rujukan penerapan pola asuh yang dilakukan oleh orang tua Kristen. Selain itu, teks ini juga berimplikasi bagi relasi orang tua dan anak, di mana relasi tersebut haruslah relasi kasih. Pola asuh yang berorientasi pada ajaran dan nasihat Tuhan mendobrak kebiasaan pola asuh jemaat GMIT Talitakum Oehunik yang didasarkan pada pengalaman masa lalu, dan kebudayaan yang berkembang, sehingga menciptakan relasi kekuasaan. Sebaliknya, pola asuh yang berdasarkan pada ajaran dan nasihat Tuhan menciptakan relasi yang dikuasai oleh kasih.

HAKIKAT MANUSIA

APRILIANI ELISABETH NAHAS
2023 · Thesis · Open Access

Hakikat adalah kenyataan yang sebenarnya (sesungguhnya). Hakikat berhubungan dengan makna atau arti sesungguhnya dari sesuatu hal. Di era perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin canggih, kehadiran berbagai macam perangkat teknologi yang superjenius mampu mengalahkan kehebatan manusia sebagai penciptanya dari sudut pandang kemampuan bekerja dan daya inteligensi (AI). Contohnya seperti munculnya robot/humanoid Sophia dan Erika, manusia sudah tidak lagi memberdayakan potensi-potensi dan akal budi yang ada padanya. Akal budi yang merupakan anugerah bagi manusia sekarang dapat diduplikasikan bagi teknologi-teknologi yang ada. Hal ini membuat kita bertanya-tanya tentang bagaimana hakikat manusia. Apakah manusia itu, di tengah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi ini? Bagaimana manusia memahami dirinya dan sesama? Pertanyaan mengenai hakikat manusia juga muncul dalam Mazmur 8, di mana pemazmur membahas tentang manusia. Akan tetapi, dalam teks ini pemazmur tidak berangkat dari suatu defenisi pasti tentang manusia melainkan dia berangkat dari pertanyaan tentang manusia itu sendiri. Penulis melihat bahwa pemazmur di sini memiliki suatu cara pandang yang berbeda atau semacam perhatian khusus dan unik terhadap manusia dari pada teks-teks lain yang mungkin juga berbicara mengenai manusia. Hal inilah yang menjadi titik kegelisahan sekaligus pemicu bagi penulis untuk mengkaji kembali teks Mazmur 8 dalam kaitannya dengan identitas/hakikat manusia menurut kitabMazmur. Hasil penafsiran menunjukkan bahwa siapa manusia tidak dapat terpisahkan dari siapa Tuhan. Artinya bahwa berbicara mengenai manusia sebagai ciptaan tidak dapat terlepas dari Tuhan sebagai penciptanya. Sekalipun manusia adalah ciptaan yang lemah dan rapuh, serta berdosa, manusia tetaplah makhluk yang diciptakan oleh Allah menurut gambar dan rupa-Nya. Dalam kelemahan dan kerapuhan manusia yang hanyalah ciptaan, nyata kemuliaan dan keagungan Allah melalui gambar diri manusia yang tidak dapat tergantikan ataupun di geser oleh apapun itu. Tuhan membuat manusia menjadi kepala atas ciptaan-ciptaan, memerintah dan berkuasa sebagai wakil Tuhan di bumi.

HANIK BESI

KORNALIA JETA TAUHO
2023 · Thesis · Open Access

Hanik Besi adalah mendinginkan/menjinakan besi. Ritual ini wajib dilakukan untuk barang-barang baru seperti untuk alat-alat pertanian, alat-alat tukang dan juga alat transportasi pada saat seseorang membeli motor atau mobil baru. Penulis melakukan penelitian di Jemaat Bermata Jemaat GMIT Ebenhezer Pene Tunan, Klasis Amanuban Tengah Utara dengan menggunakan metode penelitian pendekatan kualitatif. Penulis menggunakan teori Bevans model sintesis untuk menganalisa ritual hanik besi dapat berdasarkan indikator-indikator teologi kontekstual. Tujuannya ialah untuk mengetahui apakah sudah terjadi kontekstualisasi berdasarkan ritual hanik besi. Berdasarkan hasil analisis didapati bahwa Gereja terlibat dan berbaur dengan jemaat dalam ritual hanik besi, Tindakan gereja menunjukkan bahwa gereja sedang berteologi secara kontekstual. Sekalipun dari segi pendidikan jemaat ada pada tingkat pendidikan rendah, mereka telah berteologi secara kontekstual. Budaya adalah jalan masuk untuk memberitakan Injil dalam jemaat yang berbudaya. Oleh karena itu, pelayanan gereja perlu melestarikan budaya yang ada dan mengsejajarkan posisi budaya dan agama setara. Seperti halnya dalam Alkitab Perjanjian Lama Allah pemilik kebudayaan, pribadi Paulus dalam Alkitab Perjanjian Baru 1 Korintus 7:20. Jadi budaya setara dengan gereja tetapi harus searah dengan Firman Tuhan, nilai-nilai budaya harus menyesuaikan dengan nilai-nilai Alkitab. Budaya bukan yang utama tetapi Allah yang terutama, sehingga budaya apapun tidak boleh bertentangan dengan Allah.

“PERSEKUTUAN SISWA SEBAGAI SARANA PENDAMPINGAN PASTORAL” “Suatu Tinjauan Teologi Pastoral Terhadap Peran Pendampingan Pastoral oleh Komunitas Persekutuan Siswa Kristen di SMAN 1 Kupang bagi Siswa Korban Kekerasan Verbal”

JUSTINE MILIANI SAUDALE
2023 · Thesis · Open Access

Kekerasan verbal adalah penganiayaan emosi maupun perilaku menyakiti emosional siswa yang dilakukan secara terus-menerus hingga menyebabkan pengaruh buruk terhadap perkembangan mental siswa. Persekutuan Siswa Kristen menjadi tempat bagi siswa/i untuk berbagi cerita tentang masalah yang mereka alami dalam keluarga maupun di lingkungan sekolah. Masalah yang penulis kaji ialah mengenai kekerasan verbal yang dialami oleh siswa/i di SMAN 1 Kupang. Oleh karena itu, Persekutuan hadir sebagai media pemulihan. Untuk mencapai tujuan penulisan, penulis ingin melakukan penelitian dengan metode penelitian kualitatif yaitu lapangan dan penelitian kepustakaan dimana dengan menggunakan metode ini penulis dapat dengan mudah memperoleh data secara langsung dan lebih akurat. Metode kepustakaan juga penulis dapat mendukung hasil penelitian dengan teori-teori ilmiah. Hasil dari penelitian ini menggambarkan bahwa kekerasan verbal masih sangat sering terjadi di dalam keluarga, baik dari seorang ayah, ibu maupun dari saudara. Hal ini dipandang bahwa masih ada keluarga yang tidak harmonis dikarenakan masih terjadi gesekan-gesekan yang bisa membuat sakit hati maupun terjadi hal-hal yang tidak di inginkan terjadi dalam keluarga. Akibat dari kekerasan verbal yang dilakukan terhadap siswa, mereka merasa sakit hati, rasa ingin bunuh diri, menyalahkan diri, benci kepada pelaku kekerasan verbal, depresi dan trauma. Siswa lebih menutup diri, tidak mau mengembangkan bakat, dan tidak mau bersosialisasi. Oleh karena itu, Persisten hadir untuk memulihkan dan menyembuhkan yang terluka. Pemulihan dan penyembuhan yang terjadi terhadap korban kekerasan verbal semata karena kasih Tuhan. Tuhan memakai anak-anakNya untuk menjadi alat memulihkan yang terluka. Dalam upaya menolong korban kekerasan verbal, maka Persisten menerapkan pola pendampingan pastoral yang memuat 5 fungsi, yaitu Membimbing, Menopang, Menyembuhkan, Memulihkan, Memelihara

Sejarah Kepemimpinan Presbiterial Sinodal Di Jemaat GMIT Hosana Raeawu

IMANUEL BIRE LEO
2023 · Thesis · Open Access

ABSTRAK SEJARAH KEPEMIMPINAN PRESBITERIAL SINODAL DI JEMAAT GMIT HOSANA RAEAWU Imanuel Bire Leo Program Studi Teologi Agama Kristen, Fakultas Teologi, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang, NTT, Indonesia Email: [email protected] Dalam skripsi ini, penulis menemukan hal yang menarik terkait kepemimpinan presbiterial sinodal yang terjadi di jemaat GMIT Hosana Raeawu. Sebelum jemaat ini menjadi jemaat mandiri, sebagai pos pelayanan dan kemudian menjadi mata jemaat, jemaat ini dipimpin oleh para penatua dan diaken. Meski demikian, kepemimpinan dalam jemaat tetap berjalan dengan baik. Hal ini terlihat dengan berbagai pelayanan yang tetap berjalan dan sangat minim konflik dalam jemaat. Dalam kepemimpinan mereka dengan cara penunjukan langsung oleh para tokoh utama yakni tokoh jemaat yang mendirikan Pos Pelayanan Hosana Raeawu untuk menjawab kebutuhan pelayanan. Kepemimpinan mereka juga memainkan peran penting dalam pengambilan keputusan dalam jemaat dan menghindari perselisihan dalam melaksanan pelayanan serta menjaga persatuan dan kesatuan dalam pelayanan. Dalam perkembangan selanjutnya berkembang salah satu model kepemimpinan gereja yaitu presbiterial sinodal yang menekankan cara pemilihan penatua dan diaken dalam tiap periode. Penulis juga mengkombinasikan model kepemimpinan yang berhubungan terkait dengan kepemimpinan di jemaat dari Charles J. Keating, kemudian kenyataan terhadap konteks kepemimpinan. Untuk meneliti, penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dengan tujuan mengetahui cara kepemimpinan presbiterial sinodal dan membuat refelksi teologis dari kepemimpinan presbiterial sinodal. Analisa yang ditemukan dari kepemimpinan presbiterial sinodal di jemaat GMIT Hosana Raeawu adalah kesatuan dalam kepimpinan yang saling membantu yaitu dengan saling menopang antara satu dengan yang lainnya. Kepemimpinan ini lebih menekankan pada cara pemilihan penatua dan diaken di tiap periode. Sekalipun cara pemilihan penatua dan diaken berbeda tiap periodenya. Tetapi kerja sama, terus terjalin dalam kepemimpinan mereka. Presbiter bersama-sama mengatur pelayanan dengan Ketua Majelis jemaat induk sebagai kawan sekarja Allah. Penatua dan Diaken sebagai pemimpin dalam jemaat memiliki kesatuan hati untuk melakukan tugas pelayanan dan menjalankan kepemimpinan dalam jemaat meski Pendeta jemaat tidak tinggal bersama dengan mereka. Dan faktor yang membuat jemaat ini tetap eksis dan bersatu adalah budaya. Masalah-masalah dapat diselesaikan dengan menggunakan pendekatan budaya dan kekeluargaan bisa terjadi karena kesatuan para pemimpin dalam jemaat ini. Penulis berefleksi bahwa pentingya kesatuan dalam pelayanan adalah hal yang seperti meningkatkan solidaritas, dan kinerja suatu jemaat/kelompok. Kesatuan ini tercermin melalui doa Yesus kepada Bapa supaya para murid menjadi satu (Yoh. 17:11). Kesatuan ini ada dalam presbiter di Jemaat GMIT Hosana Raeawu bahwa pentingnya di jemaat membangun kesatuan dalam pelayanan. Kata Kunci : Sejarah, Kepemimpinan, Presbiterial Sinodal, Kesatuan

Kekerasan Seksual Inses

MARTHA KAROLINA TANGAWOLA
2023 · Thesis · Open Access

Kekerasan seksual inses adalah sebuah bentuk pelecehan atau persetubuhan yang dilakukan secara paksaaan atau acaman terhadap korban yang mana pelaku dari tindak kekerasan seksual inses adalah seseorang yang masih memiliki hubungan darah atau hubungan kekerabatan dengan korban. Kasus kekerasan seksual inses terjadi juga di Mali-Kabola. Kekerasan ini dilakukan oleh ayah kandung dari korban yang adalah anak kandungnya sendiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kasus kekerasan seksual inses yang dialami oleh korban serta menganalisis faktor penyebab dan dampak kekerasan seksual inses bagi korban. Selain itu, untuk mengetahui bagaimana sikap pastoral gereja terhadap korban. Jadi, fokus penelitian ini hanya kepada korban bukan pada pelaku. Penelitian ini menggunakan Metode Studi Kasus. Metode Studi Kasus adalah sebuah metode yang digunakan untuk mengolah studi kasus yang terjadi dalam masyarakat. Hasil dari penelitian ini menggambarkan, bahwa kekerasan seksual inses ini benar terjadi pada korban sehingga memberikan dampak trauma bagi korban yakni dampak secara fisik, psikis, sosial, dan dampak secara spiritual. Serta faktor yang menjadi penyebab kekerasan seksual inses ini adalah faktor gender, pendidikan dan ekonomi. Oleh karena itu, gereja harus melihat persoalan ini sebagai persoalan yang serius, dengan memberikan sebuah pendampingan pastoral bagi korban, pendampingan gereja dalam bentuk merawat, mengasuh, menopang dan menyembuhkan, sehingga baik hubungan sosial maupun spiritualitas korban menjadi pulih melalui pendampingan pastoral. Pendampingan pastoral yang diberikan harus menggambarkan sikap Yesus yang peduli dan pembela orang-orang yang membutuhkan pertolongan.

“YANG BESAR BAGI ALLAH DARI YANG TERKECIL DI ANTARA MANUSIA” Suatu Kajian Naratif Terhadap Injil Lukas 21:1-4 Dan Implikasinya Bagi Pemberdayaan Janda Di Jemaat GMIT Alfa Omega Labat

MORIONIS ALFRED PENU
2023 · Thesis · Open Access

ABSTRAK YANG BESAR BAGI ALLAH DARI YANG TERKCEIL DI ANTARA MANUSIA Suatu Kajian Naratif Terhadap Injil Lukas 21:1-4 dan Implikasinya Bagi Pmberdayaan Janda di Jemaat GMIT Alfa Omega Labat Morionis Alfred Penu Program Studi Teologi Agama Kristen, Fakultas Teologi, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang email:[email protected] Injil Lukas memuat banyak catatan tentang perhatian Yesus bagi kaum marjinal seperti para janda. Meskipun dalam kehidupan sosial dipandang sebagai bagian yang lemah dan rendah, namun bagi Yesus para janda adalah manusia yang berharga. Bahkan dalam Injil Lukas 21:1-4, Lukas mencatat bahwa Yesus mengangkat kehidupan seorang janda dalam hal memberikan persembahan untuk dijadikan pengajaran kepada murid-murid dan orang-orang kaya. Dalam konteks pelayanan yang berlangsung di Jemaat GMIT Alfa Omega Labat, penulis menemukan suatu indikasi bahwa para janda belum secara baik dilibatkan dalam pelayanan gereja. Dalam pelayanannya, gereja cenderung masih memandang kehadiran janda hanya sebatas sebagai anggota jemaat yang lemah dan perlu dikasihani. Dengan demikian para janda selalu hanya hadir sebagai obyek dalam pelayanan dan sulit diberikan posisi sebagai subyek pelayanan. Berangkat dari dua latar belakang itu, maka penulis telah melakukan suatu kajian terhadap Injil Lukas 21:1-4 dengan metode kajian pustaka, secara khusus menggunakan kajian naratif dan menemukan kerygma teologis bahwa Allah memiliki kehendak bebas untuk memakai siapa saja menjadi alat untuk menyatakan kebenaran serta sikap ketulusan dalam melayani merupakan bukti syukur terbesar. Poin implikasi teologis juga penulis kemukakan bagi pemberdayaan janda dalam pelayanan di Jemaat GMIT Alfa Omega Labat, bahwa para janda di Jemaat GMIT Alfa Omega Labat perlu menyadari kehadiran mereka dalam persekutuan gereja sebagai bagian penting yang dapat memberi sumbangsi bagi pelayanan. Sebaliknya gereja harus menyediakan ruang bagi para janda untuk dapat terlibat dalam pelayanan gereja. Kata Kunci: Janda, Gereja, Pelayanan.

UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR PASSING BAWAH DALAM PERMAINAN BOLA VOLI DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA BOLAMENGGANTUNG PADA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 2 KUPANG

ARRIZAL AZHARY
2023 · Thesis · Open Access

ABSTRAK UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR PASSING BAWAH DALAM PERMAINAN BOLA VOLI DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA BOLA MENGGANTUNG PADA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 2 KUPANG Arrizal Azhary**Andreas J.F Lumba**Yahya J. Palinata Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penggunaan media pembelajaran yang tidak sesuai dengan krakteristik siswa yang menyebabkan siswa menjadi tidak tertarik dan kurang aktif dalam proses pembelajaran sehingga hasil belajar siswa menurun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan proses pembelajaran passing bawah dengan menggunakan media bola menggantung pada siswa kelas XI SMA Negeri 2 Kupang. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus, pada tiap siklus terdapat empat tahapan yaitu Perencanaan, Pelaksanaan, Observasi, dan Refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri 2 Kupang sebanyak 36 orang yang terdiri dari 20 siswa laki-laki dan 16 siswa perempuan. Kondisi keadaan fisik siswa adalah sehat jasmani dan rohani. Hasil penelitian menunjukan bahwa dengan menggunakan media bola menggantug dapat meningkatkan hasil belajar passing bawah pada siswa kelas XI SMA Negeri 2 Kupang pada siklus I dan siklus II. Hasil belajar passing bawah pada siklus I nilai rata-rata yang diperoleh adalah 69,06 dengan ketuntasan klasikal 35%. Pada siklus II nilai rata-rata siswa meningkat menjadi 79,15 dengan ketuntasan klasikal 75%. Kata Kunci : Media Bola Menggantung, Hasil Belajar, Passing Bawah