Permainan Kecil: Teori dan Aplikasi
Bermain sebagai kegiatan yang berkaitan dengan keseluruhan komponen dalam diri anak. Saat anak bermain, mereka mempraktikkan keterampilannya yang diarahkan pada perkembangan kognitif, perkembangan bahasa, perkembangan psikomotor, dan perkembangan fisik anak. Pengalaman bermain akan mendorong anak untuk lebih kritis dan kreatif dalam berpikir. Saat bermain anak membentuk perasaan euforia karena mendapatkan kemenangan, kekecewaan kerena kalah, semangat dan disiplin diri karena ingin memenangkan permainan, kerja keras untuk mempertahankan kemenangan, adil untuk menjaga persahabatan, dan jujur untuk selalu diterima di dalam regu. Dengan demikian, bermain mampu mengembangkan seluruh domain hasil belajar anak. Kegiatan bermain telah menawarkan beragam manfaat, namun belum dipahami betul oleh sebagian orang yang masih terbatas pemahamannya tentang bermain. Hal ini terjadi ketika sebagian orang yang berpendapat bahwa anak yang terlalu banyak bermain akan membuat anak menjadi malas belajar sehingga berdampak pada rendahnya kemampuan intelektualnya. Pendapat ini kurang tepat dan bijaksana, karena dalam berbagai literatur telah menjelaskan para ahli psikologi sepakat bahwa permainan sangat besar pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak. Dapat dibuktikan secara ilmiah pula.