RITUAL MATE PENNE LANGIT : Suatu Tinjauan Teologi Kontekstual Terhadap Pemahaman Mati Tidak Wajar dan Implikasinya bagi Gks Jemaat Sobawawi
Penelitian ini mengkaji ritual Mate Penne Langit sebagai praktik adat kematian tidak wajar dalam budaya masyarakat Loli dan implikasinya bagi pemahaman iman jemaat Gereja Kristen Sumba (GKS) Jemaat Sobawawi. Pokok persoalan penelitian ini adalah adanya pergumulan iman dan dualisme pemahaman jemaat, di mana ritual adat masih dijalankan dan dipercaya sebagai sarana keselamatan, meskipun jemaat telah beriman kepada Kristus. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konteks budaya dan kehidupan jemaat, menganalisis pemahaman jemaat terhadap ritual Mate Penne Langit, serta merefleksikannya secara teologis kontekstual guna merumuskan implikasinya bagi kehidupan bergereja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi, serta dianalisis menggunakan pendekatan teologi kontekstual dengan tipologi Kristus melawan budaya menurut H. Richard Niebuhr. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ritual Mate Penne Langit masih dipahami sebagai sarana perlindungan dan keselamatan, namun melalui refleksi teologi kontekstual, ritual ini dapat ditransformasi dengan mempertahankan nilai-nilai budaya yang positif dan mengarahkan pemahaman keselamatan sepenuhnya kepada Kristus sebagai sumber keselamatan sejati.