Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

YULFETRI REO

2 karya publik ditemukan.

2021: 2

“Futu Smanaf” Suatu Tinjauan Teologi Kontekstual Terhadap praktek futu smanaf dan Relevansinya Bagi Jemaat GMIT Siloam Battuna

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

Warga Jemaat GMIT Siloam Battuna adalah salah satu jemaat yang berada di wilayah Klasis Amarasi Barat yang berlokasi di Desa Tunbaun, Kecamatan Amarasi Barat. Jemaat di tempat ini meskipun sudah menerima Injil tetapi masih melakukan praktek-praktek agama suku sampai hari ini. Salah satunya adalah praktek futu smanaf yang penulis kaji dalam penulisan karya ilmiah ini. Topik permasalahan yang menjadi perhatian penulis adalah usaha dari jemaat untuk mempertahankan nyawa mereka dalam rangka memperoleh umur panjang (hidup lebih lama). Dalam menyelesaikan tulisan ini, penulis menggunakan sebuah pendekatan teologis kontekstual milik Richard Niebuhr yakni Kristus pengubah dan pembaharu budaya. Pendekatan ini menekankan bahwa sebaik apapun kebudayaan tetap adalah dosa karena berasal dari manusia yang berdosa. Melalui kematian Kristus telah menang atas dosa dan Roh Kudus bekerja memperbaharui dan mentransformasi kebudayaan. Karena itulah, kebudayaan dapat diterima dalam kerangka iman, secara serentak kebudayaan juga disoroti, dinilai atau dievaluasi. Tujuannya supaya iman Kristen menjadi nafas atau warna kebudayaan. Dengan berdasar pada pendekatan yang digunakan, penulis melihat bahwa pelaksanaan praktek futu smanaf menjadi sebuah kebiasaan yang sangat bertentangan dengan dogma atau ajaran kekristenan. Kehadiran praktek tersebut menjadi suatu ancaman bagi gereja hari ini, juga dapat mempengaruhi iman percaya jemaat. Gereja akan kehilangan jati dirinya bahkan jemaatnya jika tidak dengan cepat menuntun orang-orang yang melakukan praktek tersebut kembali kepada jalan yang benar. Peran gereja dalam meyakinkan kembali iman jemaatnya sangat diperlukan. Hal tersebut dimaksudkan untuk menghindari dualisme dalam persekutuan bergereja. Berdasarkan hasil penelitian, penulis menemukan suatu kebenaran bahwa praktek futu smanaf dilakukan sebagai upaya untuk mempertahankan hidup dari kematian sekaligus untuk memperoleh umur panjang. praktek tersebut dilakukan secara tersembunyi (rahasia) serta tidak melibatkan banyak orang dalam pelaksanaannya. praktek tersebut menuntun orang untuk meninggalkan Tuhan, Pencipta dan pemilik kehidupan serta berpaling kepada penguasa-penguasa duniawi. Tiga kata kunci dalam karya ilmiah ini adalah, pertama: usaha manusia mempertahankan hidup dalam hal ini menggunakan praktek futu smanaf, kedua: konsep memelihara hidup menurut Alkitab PL dan PB dan ketiga: hakekat manusia

“Futu Smanaf” Suatu Tinjauan Teologi Kontekstual Terhadap praktek futu smanaf dan Relevansinya Bagi Jemaat GMIT Siloam Battuna

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Warga Jemaat GMIT Siloam Battuna adalah salah satu jemaat yang berada di wilayah Klasis Amarasi Barat yang berlokasi di Desa Tunbaun, Kecamatan Amarasi Barat. Jemaat di tempat ini meskipun sudah menerima Injil tetapi masih melakukan praktek-praktek agama suku sampai hari ini. Salah satunya adalah praktek futu smanaf yang penulis kaji dalam penulisan karya ilmiah ini. Topik permasalahan yang menjadi perhatian penulis adalah usaha dari jemaat untuk mempertahankan nyawa mereka dalam rangka memperoleh umur panjang (hidup lebih lama). Dalam menyelesaikan tulisan ini, penulis menggunakan sebuah pendekatan teologis kontekstual milik Richard Niebuhr yakni Kristus pengubah dan pembaharu budaya. Pendekatan ini menekankan bahwa sebaik apapun kebudayaan tetap adalah dosa karena berasal dari manusia yang berdosa. Melalui kematian Kristus telah menang atas dosa dan Roh Kudus bekerja memperbaharui dan mentransformasi kebudayaan. Karena itulah, kebudayaan dapat diterima dalam kerangka iman, secara serentak kebudayaan juga disoroti, dinilai atau dievaluasi. Tujuannya supaya iman Kristen menjadi nafas atau warna kebudayaan. Dengan berdasar pada pendekatan yang digunakan, penulis melihat bahwa pelaksanaan praktek futu smanaf menjadi sebuah kebiasaan yang sangat bertentangan dengan dogma atau ajaran kekristenan. Kehadiran praktek tersebut menjadi suatu ancaman bagi gereja hari ini, juga dapat mempengaruhi iman percaya jemaat. Gereja akan kehilangan jati dirinya bahkan jemaatnya jika tidak dengan cepat menuntun orang-orang yang melakukan praktek tersebut kembali kepada jalan yang benar. Peran gereja dalam meyakinkan kembali iman jemaatnya sangat diperlukan. Hal tersebut dimaksudkan untuk menghindari dualisme dalam persekutuan bergereja. Berdasarkan hasil penelitian, penulis menemukan suatu kebenaran bahwa praktek futu smanaf dilakukan sebagai upaya untuk mempertahankan hidup dari kematian sekaligus untuk memperoleh umur panjang. praktek tersebut dilakukan secara tersembunyi (rahasia) serta tidak melibatkan banyak orang dalam pelaksanaannya. praktek tersebut menuntun orang untuk meninggalkan Tuhan, Pencipta dan pemilik kehidupan serta berpaling kepada penguasa-penguasa duniawi. Tiga kata kunci dalam karya ilmiah ini adalah, pertama: usaha manusia mempertahankan hidup dalam hal ini menggunakan praktek futu smanaf, kedua: konsep memelihara hidup menurut Alkitab PL dan PB dan ketiga: hakekat manusia