Survey Tentang Pembelajaran Permain Bulu Tangkis Pada Siswa SMP Negeri 1 Amanuban Timur
ABSTRAK SURVEY TENTANG PEMBELAJARAN PERMAINAN BOLA KECIL PADA SISWA SMP NEGERI I AMANUBAN TIMUR Nufri S. J. Sabat1*, David Loba2, Jimmy Ch. Atty3 1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia email. [email protected] Latar belakang:Pendidikan adalah suatu hal yang penting bagi kehidupan manusia.Tanpa adanya pendidikan maka manusia tidak akan tumbuh dan berkembang. Pendidikan adalah suatu usaha dasar dan terencana untuk mewujudkan suatu proses pembelajaran agar peserta didik secara aktiv mengembangkan potensi didalam dirinya, serta terampil baik dalam bidang ilmu pengetahuan maupun olaraga. Tujuan penelitian:Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian ini adalah: Untuk Mengetahui tentang Proses pembelajaran permainan bulu tangkis pada siswa- SMP Negeri 1 Amanuban Timur. Metode penelitian:Pendekatan Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian survey. Menurut Ali Maksum (2012: 70) penelitian survei adalah “penelitian yang mengambil sampel dari satu populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data yang pokok”Jenispenelitian yang akan digunakan adalah penelitian deskriptif. Penelitian ini biasanya dilakukan untuk mendapat gambaran atau deskripsi tentang fenomena sosial yang terjadi. Hasil dan pembahasan:Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, sehingga keadaan obyek akan digambarkan sesuai dengan data yang diperoleh. Data yang diperoleh adalah data jawaban responden dari kuisioner yang kemudian dikonversikan dalam bentuk persentase. Setelah mendapatkan data jawaban dari kuisioner maka penulis membuat pretest kepada ke 30 orang siswa yang menjadi obyek penelitian untuk mencari tahu minat dan pemahaman siswa tentang permainan bulu tangkis. Simpulan:Menyusun program pembelajaran yang kreatif. Penguasaan materi materi yang sangat rendah (40,5%)dari presentasi yang di dapat menunukan bahwa penguasaan materi permainan bola kecil rendah.Saran dan prasarana yang dimiliki tidak memadai sehingga menghambat proses pembelajaram. Kreativitas mengajar masih rendah