Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

LENAWATI TINDAON

2 karya publik ditemukan.

2022: 2

ANALISIS HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI KERJA, LINGKUNGAN KERJA DENGAN KINERJA PEGAWAI DI MASA PANDEMI COVID-19 PADA KANTOR KESEHATAN PELABUHAN (KKP) KELAS III KUPANG

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK ANALISIS HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI KERJA, LINGKUNGAN KERJA DENGAN KINERJA PEGAWAI DI MASA PANDEMI COVID-19 PADA KANTOR KESEHATAN PELABUHAN (KKP) KELAS III KUPANG Sumber Daya Manusia (SDM) yang profesional dan kompeten merupakan salah satu faktor kunci dalam mencapai sasaran kinerja kegiatan di KKP Kelas III Kupang. Akan tetapi, mewabahnya virus Covid-19 di Provinsi Nusa Tenggara Timur sejak April tahun 2020 turut memberi andil dalam perubahan tata kerja dan kinerja pegawai. Hasil Capaian Indikator Kinerja Kegiatan KKP Kelas III Kupang pada Tahun 2021, terdapat 2 indikator yang tidak mencapai target dari 7 target yang telah ditetapkan. Wabah Covid-19 menjadi salah satu faktor yang juga memberi dampak pada motivasi kerja, lingkungan kerja, serta tentunya kinerja pegawai KKP Kelas III Kupang. Berdasarkan penelitian-penelitian terdahulu dan kondisi mewabahnya virus Covid-19 maka diperoleh informasi tentang adanya keterkaitan antara motivasi kerja, lingkungan kerja dengan kinerja pegawai. Tujuan dari penelitian ini untuk melihat bagaimana motivasi kerja, lingkungan kerja, dan kinerja pegawai serta bagaimana hubungan antara ketiga variabel tersebut pada KKP Kelas III Kupang. Konsep penelitian dalam skripsi ini adalah motivasi kerja, lingkungan kerja, dan kinerja pegawai. Menurut Mathis dan Jackson dalam Edward (2022) pada dasarnya pengukuran kinerja didasarkan pada 5 indikator yaitu kuantitas output, kualitas output, ketepatan waktu, kehadiran, serta kemampuan bekerjasama. Stoner dan Wankel dalam Dalimunthe (2016) menyatakan bahwa salah satu aspek penting yang mempengaruhi motivasi kerja dalam organisasi adalah karakteristik individu. Hal ini karena setiap individu membawa minat, sikap dan kebutuhannya ke dalam situasi kerja. Sedarmayanti dalam Bahri (2018) mengatakan bahwa suatu kondisi lingkungan kerja dapat di katakan baik jika manusia dapat menjalankan suatu kegiatan secara: optimal, sehat, aman serta nyaman. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi pegawai KKP Kelas III Kupang adalah sebanyak 80 orang dan dengan menggunakan rumus Slovin (toleransi kelonggaran 10 persen) maka sampel penelitian ini sebanyak 45 responden. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada responden, kemudian data dianalisis menggunakan teknik uji korelasi ranks spearman menggunakan Software R Studio versi 4.2.1. Dalam analisis pendahuluan yang menggunakan analisis deskriptif persentase diketahui bahwa motivasi kerja pada KKP Kelas III Kupang masuk dalam kategori sangat baik. Sedangkan lingkungan kerja dan kinerja pegawai masuk dalam kategori baik. Indikator dari masing-masing variabel tersebut juga dideskripsikan dengan bantuan tabel distribusi frekuensi. Dalam analisis lanjutan yang menggunakan teknik analisis uji korelasi rank spearman diketahui nilai Korelasi Spearman (Spearman’s rho) antara variabel Motivasi Kerja dengan Kinerja Pegawai sebesar 0,2647 serta p-value sebesar 0,0788. Nilai p-value dibandingkan dengan tingkat signifikansi α=0,05, maka nilainya p-value lebih besar. Artinya keputusannya adalah menerima H0 dan menghasilkan kesimpulan tidak ada hubungan yang signifikan antara Motivasi Kerja dengan Kinerja Pegawai. Berdasarkan hasil uji korelasi dihasilkan nilai Korelasi Spearman (Spearman’s rho) antara variabel Lingkungan Kerja dengan Kinerja Pegawai sebesar 0,3319 serta p-value sebesar 0,0259. Nilai p-value dibandingkan dengan tingkat signifikansi α=0,05, maka nilainya p-value lebih kecil. Artinya keputusannya adalah menerima H1. Kesimpulannya adalah ada hubungan yang signifikan antara Lingkungan Kerja dengan Kinerja Pegawai. Berdasarkan hasil uji korelasi dihasilkan nilai Korelasi Spearman (Spearman’s rho) antara variabel Motivasi Kerja dengan Lingkungan Kerja sebesar 0,3280 serta p-value sebesar 0,0278. Nilai p-value dibandingkan dengan tingkat signifikansi α=0,05, maka nilainya p-value lebih kecil. Artinya keputusannya adalah menerima H1 yaitu ada hubungan yang signifikan antara Motivasi Kerja dengan Lingkungan Kerja. Kata Kunci: Motivasi Kerja, Lingkungan Kerja, Kinerja Pegawai

ANALISIS HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI KERJA, LINGKUNGAN KERJA DENGAN KINERJA PEGAWAI DI MASA PANDEMI COVID-19 PADA KANTOR KESEHATAN PELABUHAN (KKP) KELAS III KUPANG

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK ANALISIS HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI KERJA, LINGKUNGAN KERJA DENGAN KINERJA PEGAWAI DI MASA PANDEMI COVID-19 PADA KANTOR KESEHATAN PELABUHAN (KKP) KELAS III KUPANG Sumber Daya Manusia (SDM) yang profesional dan kompeten merupakan salah satu faktor kunci dalam mencapai sasaran kinerja kegiatan di KKP Kelas III Kupang. Akan tetapi, mewabahnya virus Covid-19 di Provinsi Nusa Tenggara Timur sejak April tahun 2020 turut memberi andil dalam perubahan tata kerja dan kinerja pegawai. Hasil Capaian Indikator Kinerja Kegiatan KKP Kelas III Kupang pada Tahun 2021, terdapat 2 indikator yang tidak mencapai target dari 7 target yang telah ditetapkan. Wabah Covid-19 menjadi salah satu faktor yang juga memberi dampak pada motivasi kerja, lingkungan kerja, serta tentunya kinerja pegawai KKP Kelas III Kupang. Berdasarkan penelitian-penelitian terdahulu dan kondisi mewabahnya virus Covid-19 maka diperoleh informasi tentang adanya keterkaitan antara motivasi kerja, lingkungan kerja dengan kinerja pegawai. Tujuan dari penelitian ini untuk melihat bagaimana motivasi kerja, lingkungan kerja, dan kinerja pegawai serta bagaimana hubungan antara ketiga variabel tersebut pada KKP Kelas III Kupang. Konsep penelitian dalam skripsi ini adalah motivasi kerja, lingkungan kerja, dan kinerja pegawai. Menurut Mathis dan Jackson dalam Edward (2022) pada dasarnya pengukuran kinerja didasarkan pada 5 indikator yaitu kuantitas output, kualitas output, ketepatan waktu, kehadiran, serta kemampuan bekerjasama. Stoner dan Wankel dalam Dalimunthe (2016) menyatakan bahwa salah satu aspek penting yang mempengaruhi motivasi kerja dalam organisasi adalah karakteristik individu. Hal ini karena setiap individu membawa minat, sikap dan kebutuhannya ke dalam situasi kerja. Sedarmayanti dalam Bahri (2018) mengatakan bahwa suatu kondisi lingkungan kerja dapat di katakan baik jika manusia dapat menjalankan suatu kegiatan secara: optimal, sehat, aman serta nyaman. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi pegawai KKP Kelas III Kupang adalah sebanyak 80 orang dan dengan menggunakan rumus Slovin (toleransi kelonggaran 10 persen) maka sampel penelitian ini sebanyak 45 responden. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada responden, kemudian data dianalisis menggunakan teknik uji korelasi ranks spearman menggunakan Software R Studio versi 4.2.1. Dalam analisis pendahuluan yang menggunakan analisis deskriptif persentase diketahui bahwa motivasi kerja pada KKP Kelas III Kupang masuk dalam kategori sangat baik. Sedangkan lingkungan kerja dan kinerja pegawai masuk dalam kategori baik. Indikator dari masing-masing variabel tersebut juga dideskripsikan dengan bantuan tabel distribusi frekuensi. Dalam analisis lanjutan yang menggunakan teknik analisis uji korelasi rank spearman diketahui nilai Korelasi Spearman (Spearman’s rho) antara variabel Motivasi Kerja dengan Kinerja Pegawai sebesar 0,2647 serta p-value sebesar 0,0788. Nilai p-value dibandingkan dengan tingkat signifikansi α=0,05, maka nilainya p-value lebih besar. Artinya keputusannya adalah menerima H0 dan menghasilkan kesimpulan tidak ada hubungan yang signifikan antara Motivasi Kerja dengan Kinerja Pegawai. Berdasarkan hasil uji korelasi dihasilkan nilai Korelasi Spearman (Spearman’s rho) antara variabel Lingkungan Kerja dengan Kinerja Pegawai sebesar 0,3319 serta p-value sebesar 0,0259. Nilai p-value dibandingkan dengan tingkat signifikansi α=0,05, maka nilainya p-value lebih kecil. Artinya keputusannya adalah menerima H1. Kesimpulannya adalah ada hubungan yang signifikan antara Lingkungan Kerja dengan Kinerja Pegawai. Berdasarkan hasil uji korelasi dihasilkan nilai Korelasi Spearman (Spearman’s rho) antara variabel Motivasi Kerja dengan Lingkungan Kerja sebesar 0,3280 serta p-value sebesar 0,0278. Nilai p-value dibandingkan dengan tingkat signifikansi α=0,05, maka nilainya p-value lebih kecil. Artinya keputusannya adalah menerima H1 yaitu ada hubungan yang signifikan antara Motivasi Kerja dengan Lingkungan Kerja. Kata Kunci: Motivasi Kerja, Lingkungan Kerja, Kinerja Pegawai