GEREJA YANG MERANGKUL JEMAAT LANJUT USIA: Suatu Tinjauan Teologi Pastoral Dalam Upaya Mengoptimalkan Pelayanan Bagi Jemaat Lanjut Usia di GMIT Diaspora Danau Ina Oesapa
ABSTRAK Tulisan ini berangkat dari realitas pelayanan gereja terhadap jemaat lanjut usia di GMIT Diaspora Danau Ina Oesapa yang belum berjalan secara optimal. Jemaat lanjut usia sebagai kelompok minoritas dalam jemaat ini kurang mendapat perhatian serius dari gereja. Permasalahan jemaat lanjut usia bersifat kompleks dan saling berkaitan, meliputi aspek fisik, ekonomi, sosial, dan spiritual, yang berdampak pada rendahnya partisipasi mereka dalam kehidupan bergereja serta program pelayanan yang dirancangkan menjadi kurang relevan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui konteks jemaat Diaspora Danau Ina Oesapa khususnya anggota jemaat lanjut usia, menganalisis pelayanan pastoral bagi jemaat lanjut usia berdasarkan teori pendampingan pastoral dari Aart van Beek, serta merumuskan refleksi teologis terhadap pelayanan pastoral yang relevan bagi jemaat lanjut usia di GMIT Diaspora Danau Ina Oesapa. penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskripsi-analisis-reflektif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Informan penelitian berjumlah sepuluh orang yang terdiri dari satu orang pendeta, satu koordinator kategorial lansia, satu koordinator unit pelayanan pastoral, dan tujuh anggota jemaat lanjut usia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan pastoral bagi jemaat lanjut usia di GMIT Diaspora Danau Ina Oesapa belum menyentuh kebutuhan nyata jemaat secara holistik. Pelayanan yang ada cenderung berfokus pada program yang direncanakan tanpa melihat kondisi jemaat lanjut usia yang berhadapan dengan keterbatasan fisik dan kompleksitas pergumulan hidup. Berdasarkan analisis fungsi pendampingan pastoral Aart van Beek, penelitian ini menegaskan bahwa fungsi mengutuhkan menjadi pusat pelayanan pastoral bagi jemaat lanjut usia. Pelayanan pastoral yang mengutuhkan, holistik, dan kontekstual menjadi wujud nyata kehadiran gereja yang merangkul jemaat lanjut usia sebagai subjek pastoral yang bermartabat dan bernilai bagi kehidupan bergereja.