Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

INRI IMANUEL SONY BOY BENU

2 karya publik ditemukan.

2021: 2

EFEKTIVITAS PENGGUNAAN KURIKULUM SUPERBOOK DI SEKOLAH MINGGU JEMAAT OEMATHONIS NAIT, KLASIS KUPANG BARAT

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

Sebelum adanya superbook, pengajar Oemathonis Nait menggunakan bahan ajar Pelayan Anak Remaja (PAR) yang diterbitkan oleh Majelis Sinode GMIT. Bahan ajar tersebut cukup membantu pengajar Sekolah Minggu dalam melakukan pendidikan bagi anak. Tetapi dalam perjalanannya ditemukan bahwa bahan ajar tersebut kurang efektif dalam pendidikan iman anak. Bahan ajar tersebut cenderung membuat metode pembelajaran menjadi monoton. Kurangnya dialog antara pengajar dengan anak-anak bimbingannya. Anak-anak hanya menjadi pendengar dan pengajar yang memiliki peran aktif. Hal ini mengakibatkan pengajar tidak mengetahui sejauh mana pemahaman anak-anak Sekolah Minggu terhadap setiap materi yang diberikan. Melihat hal ini maka Jemaat Oemathonis Nait memutuskan untuk menggunakan kurikulum superbook sebagai media bantu bagi pengajar untuk mendidik anak-anak Sekolah Minggu. Dalam pemakaiannya, superbook masih memiliki beberapa kendala yang membuat pemakaiannya masih belum maksimal sehingga penulis ingin melihat bagaimana efektivitas dari penggunaan kurikulum superbook yang ada di Jemaat GMIT Oemathonis Nait, Klasis Kupang Barat. Dalam melakukan penelitian kualitatif, penulis melakukan pengamatan secara langsung dengan terlibat dengan aktivitas bersama terhadap hal-hal yang berhubungan dengan penelitian untuk melihat atau mengamati perubahan sosial yang tumbuh dan berkembang kemudian dapat dilakukan penilaian atas perubahan tersebut, selain itu dalam menyajikan hasil penelitian secara sistematis, metode penulisan yang dipakai adalah metode deskriptif, analitis dan interpretatif. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data, penulis menemukan bahwa superbook cukup membantu dalam mempersiapkan bahan ajar, karena bahan ajar yang diberikan dapat dipakai selama 1 bulan. Namun ada beberapa kendala seperti materi superbook yang tidak dibagi menurut golongan usia anak, sehingga para guru harus mengolah kembali materi yang ada dan menyampaikannya kepada anak Sekolah Minggu. Kendala lain yang dihadapi lebih kepada kesiapan dari para guru dalam mengolah materi superbook yang ada. Penulis menemukan bahwa perlu adanya persiapan diri dari pengajar dan juga Pendalaman Alkitab untuk membantu pengajar dalam mempersiapkan materi yang ada sehingga materi yang ada dapat dipahami oleh anak-anak Sekolah Minggu.

EFEKTIVITAS PENGGUNAAN KURIKULUM SUPERBOOK DI SEKOLAH MINGGU JEMAAT OEMATHONIS NAIT, KLASIS KUPANG BARAT

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Sebelum adanya superbook, pengajar Oemathonis Nait menggunakan bahan ajar Pelayan Anak Remaja (PAR) yang diterbitkan oleh Majelis Sinode GMIT. Bahan ajar tersebut cukup membantu pengajar Sekolah Minggu dalam melakukan pendidikan bagi anak. Tetapi dalam perjalanannya ditemukan bahwa bahan ajar tersebut kurang efektif dalam pendidikan iman anak. Bahan ajar tersebut cenderung membuat metode pembelajaran menjadi monoton. Kurangnya dialog antara pengajar dengan anak-anak bimbingannya. Anak-anak hanya menjadi pendengar dan pengajar yang memiliki peran aktif. Hal ini mengakibatkan pengajar tidak mengetahui sejauh mana pemahaman anak-anak Sekolah Minggu terhadap setiap materi yang diberikan. Melihat hal ini maka Jemaat Oemathonis Nait memutuskan untuk menggunakan kurikulum superbook sebagai media bantu bagi pengajar untuk mendidik anak-anak Sekolah Minggu. Dalam pemakaiannya, superbook masih memiliki beberapa kendala yang membuat pemakaiannya masih belum maksimal sehingga penulis ingin melihat bagaimana efektivitas dari penggunaan kurikulum superbook yang ada di Jemaat GMIT Oemathonis Nait, Klasis Kupang Barat. Dalam melakukan penelitian kualitatif, penulis melakukan pengamatan secara langsung dengan terlibat dengan aktivitas bersama terhadap hal-hal yang berhubungan dengan penelitian untuk melihat atau mengamati perubahan sosial yang tumbuh dan berkembang kemudian dapat dilakukan penilaian atas perubahan tersebut, selain itu dalam menyajikan hasil penelitian secara sistematis, metode penulisan yang dipakai adalah metode deskriptif, analitis dan interpretatif. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data, penulis menemukan bahwa superbook cukup membantu dalam mempersiapkan bahan ajar, karena bahan ajar yang diberikan dapat dipakai selama 1 bulan. Namun ada beberapa kendala seperti materi superbook yang tidak dibagi menurut golongan usia anak, sehingga para guru harus mengolah kembali materi yang ada dan menyampaikannya kepada anak Sekolah Minggu. Kendala lain yang dihadapi lebih kepada kesiapan dari para guru dalam mengolah materi superbook yang ada. Penulis menemukan bahwa perlu adanya persiapan diri dari pengajar dan juga Pendalaman Alkitab untuk membantu pengajar dalam mempersiapkan materi yang ada sehingga materi yang ada dapat dipahami oleh anak-anak Sekolah Minggu.