KEKRISTENAN YANG PANCASILAIS Tinjauan Sosio-teologis Terhadap Pemikiran T. B. Simatupang dan Implikasinya bagi Keterlibatan Umat Kristen Di NTT
Studi ini mengkaji pandangan T.B. Simatupang tentang Kekristenan yang Pancasilais. Artinya bagaimana kehadiran Kristen di Indonesia tetap setia pada pewartaan injil yang dikehendaki Yesus, tetapi juga menggumuli konteks Pancasila. Terdapat tiga tokoh Kristen yang juga berbicara mengenai kehadiran Kristen dalam konteks Pancasila. Masing-masing tokoh memiliki pemikiran yang unik, namun penulis memilih T.B. Simatupang karena melihat bahwa Simatupanglah orang Indonesia Kristen pertama yang menggumuli hubungan antara injil dan Pancasila serta kehadiran gereja yang menjawab pergumulan konteks Pancasila. Teori yang dipakai adalah teori Pancasila sebagaimana yang diamanatkan atau pidatokan oleh Soekarno tanggal 1 Juni, berkaitan dengan lima sikap Kristen menurut, Risakotta. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan, dan metode penulisan deskripsi, analisis dan refleksi. Hasil penelitian ini menunjukan Simatupang berada pada posisi sikap ke 5, yaitu orang Kristen membangun kerja sama dan dialog bersama umat beragama lainnya. Ini sejalan dengan apa yang diamanatkan oleh Soekarno. Tidak berarti bahwa penginjilan tidak penting. Dalam hal ini, orang Kristen mesti merubah format berpikirnya bahwa penginjilan tidak sebatas penanaman gereja atau mentobatkan jiwa, melainkan bekerja sama dengan umat beragama lainnya untuk menghadirkan moral baik, kemanusiaan, perdamaian, persatuan, pembebasan, kesejahteraan, keadilan juga merupakan penginjilan. Hasil penelitian ini dapat dipakai oleh umat Kristen di NTT untuk turut berpartisipasi dalam menyikapi konteks yang ada sebagai duta belas kasih Allah.