2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
INTISARI Judul Skripsi : Deskripsi tentang tindak pidana pemindahan tabung gas bersubsidi ke tabung gas non subsidi.Rumusan masalah yang dikaji oleh penulis adalah: 1.Faktor-faktor apakah yang menyebabkan terjadinya tindak pidana pemindahan tabung gas bersubsidi ke tabung gas non subsidi?,2.Bagaimana bentuk terjadinya tindak pidana pemindahan tabung gas bersubsidi ke tabung gas non subsidi?,dan 3.Bagaimana akibat hukum dari pemindahan tabung gas besubsidi ke tabung gas non subsidi terhadap pelaku dan barang bukti?.Tujuan yang ingin penulis kaji adalah:1.untuk mengetahui Faktor-faktor apakah yang menyebabkan terjadinya tindak pidana pemindahan tabung gas bersubsidi ke tabung gas non subsidi,2.untuk mengetahui bentuk terjadinya tindak pidana pemindahan tabung gas bersubsidi ke tabung gas non subsidi,3.untuk mengetahui akibat hukum dari pemindahan tabung gas ke tabung gas non subsidi terhadap pelaku dan barang bukti.Jenis penelitian adalah Penelitian Normatif,Variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi variabel lain.oleh karena itu,variabel bebas dalan penelitian ini adalah faktor penyebab,bentuk dan akibat hukum terjadinya Tindak pidana pemindahan tabung gas bersubsidi ke tabung gas non subsidi terhadap pelaku dan barang bukti.variabel terikat adalah ubahan terikat yang mempengaruhi atau yang menjadi akibat dari adanya pengubah variabel bebas.Variabel terikat dalam penelitian ini adalah Tindak pidana pemindahan tabung gas bersubsidi ke tabung gas non subsidi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan penilis faktor penyebab terjadinya tindak pidana pemindahan tabung gas bersubsidi ke tabung gas non subsidi adalah untuk mencari keuntungan.Bentukterjadinya tindak pidana adalah melakukan penyimpanan,melakukan penyuntikan tabung dan mengedarkan tabung gas.akibat hukum terhdap pelaku adalah dipidana penjara, membayar biaya denda dan membayar biaya perkara.sedangkan terhadap barang bukti,barang bukti dikembalikan kepada pemiliknya,barang bukti dirampas untuk negara dan barang bukti dirampas untuk dimusnahkan.saran:1.Hakim harus lebih tegas lagi memberikan hukuman bagi para pelaku pengoplosan tabung gas bersubsi ke tabung gas non subsidi dengan memberikan hukuman jera agak dikemudian hari mereka tidak melakukan kesalahan yang sama karena tidakan dari para pelaku ini bukan saja merugikan sesama masyarakat tetapi juga merugikan pemeritah dan negara.2.Sebagai masyarakat,Kita juga harus bisa berperpartisipasi dalam melaporkan tindaka-tindakan yang merugakan seperti pada kasus pemindahan tabung gas bersibsidi ke tabung gas non subsidi kepada pihak yang berwenang agar dapat menanggulangi masalah tersebut. Kata kunci:Tindak pidana, pemindahan gas
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INTISARI Judul Skripsi : Deskripsi tentang tindak pidana pemindahan tabung gas bersubsidi ke tabung gas non subsidi.Rumusan masalah yang dikaji oleh penulis adalah: 1.Faktor-faktor apakah yang menyebabkan terjadinya tindak pidana pemindahan tabung gas bersubsidi ke tabung gas non subsidi?,2.Bagaimana bentuk terjadinya tindak pidana pemindahan tabung gas bersubsidi ke tabung gas non subsidi?,dan 3.Bagaimana akibat hukum dari pemindahan tabung gas besubsidi ke tabung gas non subsidi terhadap pelaku dan barang bukti?.Tujuan yang ingin penulis kaji adalah:1.untuk mengetahui Faktor-faktor apakah yang menyebabkan terjadinya tindak pidana pemindahan tabung gas bersubsidi ke tabung gas non subsidi,2.untuk mengetahui bentuk terjadinya tindak pidana pemindahan tabung gas bersubsidi ke tabung gas non subsidi,3.untuk mengetahui akibat hukum dari pemindahan tabung gas ke tabung gas non subsidi terhadap pelaku dan barang bukti.Jenis penelitian adalah Penelitian Normatif,Variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi variabel lain.oleh karena itu,variabel bebas dalan penelitian ini adalah faktor penyebab,bentuk dan akibat hukum terjadinya Tindak pidana pemindahan tabung gas bersubsidi ke tabung gas non subsidi terhadap pelaku dan barang bukti.variabel terikat adalah ubahan terikat yang mempengaruhi atau yang menjadi akibat dari adanya pengubah variabel bebas.Variabel terikat dalam penelitian ini adalah Tindak pidana pemindahan tabung gas bersubsidi ke tabung gas non subsidi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan penilis faktor penyebab terjadinya tindak pidana pemindahan tabung gas bersubsidi ke tabung gas non subsidi adalah untuk mencari keuntungan.Bentukterjadinya tindak pidana adalah melakukan penyimpanan,melakukan penyuntikan tabung dan mengedarkan tabung gas.akibat hukum terhdap pelaku adalah dipidana penjara, membayar biaya denda dan membayar biaya perkara.sedangkan terhadap barang bukti,barang bukti dikembalikan kepada pemiliknya,barang bukti dirampas untuk negara dan barang bukti dirampas untuk dimusnahkan.saran:1.Hakim harus lebih tegas lagi memberikan hukuman bagi para pelaku pengoplosan tabung gas bersubsi ke tabung gas non subsidi dengan memberikan hukuman jera agak dikemudian hari mereka tidak melakukan kesalahan yang sama karena tidakan dari para pelaku ini bukan saja merugikan sesama masyarakat tetapi juga merugikan pemeritah dan negara.2.Sebagai masyarakat,Kita juga harus bisa berperpartisipasi dalam melaporkan tindaka-tindakan yang merugakan seperti pada kasus pemindahan tabung gas bersibsidi ke tabung gas non subsidi kepada pihak yang berwenang agar dapat menanggulangi masalah tersebut. Kata kunci:Tindak pidana, pemindahan gas
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Sistematika buku “Pengantar Ilmu Administrasi Publik” ini mengacu pada pendekatan konsep teoritis dan contoh penerapan. Buku ini terdiri atas 17 Bab, diantaranya: Bab 1. Konsep Dasar Administrasi yang membahas tentang Konsep Administrasi, Fungsi-Fungsi Administrasi, dan Ruang Lingkup Administrasi, serta Unsur-Unsur Administrasi; Bab 2. Sejarah Perkembangan Administrasi Publik membahas tentang Sejarah Administrasi dalam Perspektif Modern, dan Sejarah Administrasi Publik dalam Perspektif Islam, serta Perkembangan Administrasi Publik di Indonesia; Bab 3. Unsur-Unsur Administrasi membahas tentang Pengertian Unsur Administrasi, Organisasi sebagai Unsur Administrasi, Manajemen sebagai Unsur Administrasi, Tata Hubungan/Komunikasi sebagai Unsur Administrasi, Pegawai sebagai Unsur Administrasi, Keuangan sebagai Unsur Administrasi, Perbekalan sebagai Unsur Administrasi, dan Tata Usaha sebagai Unsur Administrasi, serta Perwakilan atau Hubungan Masyarakat sebagai Unsur Administrasi; Bab 4. Perbandingan Administrasi Publik dan Administrasi Bisnis membahas tentang Administrasi Publik, dan Administrasi Bisnis, serta Perbandingan; Bab 5. Konsep Dasar Administrasi Publik membahas tentang Konsep Dasar Administrasi Publik, Pengertian Administrasi, Pengertian Publik, Pengertian Administrasi Publik, Ruang Lingkup Administrasi Publik, dan Perbedaan Administrasi Publik dan Administrasi Negara, serta Peranan Administrasi Publik; Bab 6. Teori-Teori Administrasi Publik membahas tentang Teori Administrasi Publik, Teori Birokrasi, dan Teori Administrasi sebagai Teori Politik, serta Teori Kepemimpinan; Bab 7. Sarana-Sarana Administrasi Publik membahas tentang Sarana-Sarana di dalam Administrasi Publik; Bab 8. Paradigma Administrasi Publik yang membahas tentang Fase-Fase Paradigma Administrasi Publik, serta Paradigma Utama dalam Administrasi Publik; Bab 9. Perkembangan dan Pergeseran Paradigma Administrasi Publik yang membahas tentang Old Public Administration, New Public Management, serta New Public Service; Bab 10. Reformasi Administrasi Publik yang membahas tentang Pengertian Reformasi Administrasi Publik, dan Strategi Reformasi Administrasi, serta Tantangan Reformasi Administrasi; Bab 11. Administrasi Publik dan Kebijakan Publik membahas tentang Konsep Administrasi Publik, Perkembangan Administrasi Publik, dan Terminologi Kebijakan, serta Pengertian Kebijakan Publik; Bab 12. Administrasi Kepegawaian yang membahas tentang Administrasi, serta Administrasi Kepegawaian; Bab 13. Birokrasi Administrasi membahas tentang Sejarah Munculnya Konsep Birokrasi, Pengertian Birokrasi, dan Karakteristik Ideal Birokrasi, serta Birokrasi Pemerintahan; Bab 14. Pelayanan Publik dalam Administrasi Publik membahas tentang Pelayanan Publik dalam Administrasi Publik, Konsep, Dimensi dan Ruang Lingkup Kualitas Pelayanan Publik; Bab 15. Good Governance yang membahas tentang Definisi Good Governance, serta Prinsip-Prinsip Good Governance; dan Bab 16. Collaborative Governance yang membahas tentang Pemahaman Collaborative Governance, dan Model Collaborative Governance; serta Bab 17. Sound Governance yang membahas tentang Evolusi Konsep Tata Kelola Pemerintahan, Pengertian Sound Governance, dan Komponen Utama dan Prinsip-Prinsip Sound Governance, serta Sound Governance Arah Baru Tata Kelola Pemerintahan di Era Globalisasi.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Skripsi ini berjudul: Analisis Kinerja Keuangan Sebagai Dasar Investor Dalam Menanamkan Modal Pada PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk. Perusahaan merupakan organisasi yang mencari keuntungan sebagai tujuan utamanya walaupun tidak menutup kemungkinan mengharapkan kemakmuran sebagai tujuan lainnya. Di samping itu ada pula tujuan lain yang tidak kalah penting yaitu dapat terus bertahan dalam persaingan, berkembang, serta dapat melaksanakan fungsi-fungsi sosial lainnya di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui. apakah analisis rasio likuiditas, solvabilitas, akyivitas, dan profitabilitas dapat digunakan sebagai alat ukur kinerja keuangan perusahaan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. Selama periode 2018 – 2020. Manfaat pada penelitian ini yaitu diharapkan dapat bermanfaat sebagai bahan masukan bagi Civitas Akademik Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Artha Wacana Kupang dan dapat dijadikan bahan referensi dalam pengajian masalah penerapan standar kinerja keuangan bagi penelitian ini dan penelitian ini juga diharapkan agar dapat mendorong dan memberikan masukan bagi berbagai pihak khususnya bagi Kinerja Keuangan Menanamkan Modal Pada PT. Telekomunikasi Indonesia. Variabel dalam penelitian ini adalah kinerja keuangan, dengan populasi seluruh data laporan keuangan sedangkan sampelnya yaitu laporan neraca dan laba rugi selama periode 2018 – 2020. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik dokumentasi yangdigunakan adalah analisis rasio berdasarkan kinerja keuangan yang meliputi rasio Likuiditas, (Current Ratio, Quick Ratio, Cash Ratio), Rasio Solvabilitas, (Total Asset to Debt), Rasio Rentabilitas dan Rasio Aktiva. Berdasarkan hasil penelitian kinerja keuangan pada PT. Telekomunikasi indonesia, Tbk. Selama periode 2018 – 2020 dari sisi Likuiditas yaitu Curent Ratio berada dalam kinerja yang sangat baik karena proporsi Hutang Lancarnya lebih besar dibandingkan dengan proporsi kenaikan Aktiva lancar, selanjutnya Quick Ratio berada dalam kriteria buruk karena proporsi kenaikan Aktiva Lancar tanpa menghitung sediaan masih lebih besar dibandingkan dengan proporsi Hutang Lancar, sedangkan Cash Ratio juga berada dalam kriteria yang buruk karena proporsi nominal kas ditambah bank relatif kecil untuk membayar hutang yang jatuh tempoh. Kinerja keuangan dari sisi solvabilitas yaitu total Asset to Debt Ratio berada dalam kondisi yang baik karena total aktiva mampu menjamin hutang jangka pendek maupun jangka panjang, sedangkan Total Equity to Debt Ratio berada dalam kondisi buruk karena modal sendiri tidak mampu menjamin hutang jangka panjang dan jangka pendek. Kinerja keuang dari sisi Rentabilitas yaitu Return On Investment berada dalam kondisi yang sangat baik karena total aktiva mampu digunakan dengan baik sehingga dapat menghasilkan laba. Sedangkan, Return On Equity berada dalam kriteria yang sangat baik karena dapat menghasilkan keuntungan dengan menggunakan modal sendiri. Secara keseluruhan kinerja keuangan PT. Telekomunikasiindonesia, Tbk. Untuk jangka pendek belum optimal disebabkan banyaknya dana yang menganggur sedangkan pengelolaan dana untuk jangka panjang sudah teroptimalkan dengan baik.
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini berjudul: Analisis Kinerja Keuangan Sebagai Dasar Investor Dalam Menanamkan Modal Pada PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk. Perusahaan merupakan organisasi yang mencari keuntungan sebagai tujuan utamanya walaupun tidak menutup kemungkinan mengharapkan kemakmuran sebagai tujuan lainnya. Di samping itu ada pula tujuan lain yang tidak kalah penting yaitu dapat terus bertahan dalam persaingan, berkembang, serta dapat melaksanakan fungsi-fungsi sosial lainnya di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui. apakah analisis rasio likuiditas, solvabilitas, akyivitas, dan profitabilitas dapat digunakan sebagai alat ukur kinerja keuangan perusahaan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. Selama periode 2018 – 2020. Manfaat pada penelitian ini yaitu diharapkan dapat bermanfaat sebagai bahan masukan bagi Civitas Akademik Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Artha Wacana Kupang dan dapat dijadikan bahan referensi dalam pengajian masalah penerapan standar kinerja keuangan bagi penelitian ini dan penelitian ini juga diharapkan agar dapat mendorong dan memberikan masukan bagi berbagai pihak khususnya bagi Kinerja Keuangan Menanamkan Modal Pada PT. Telekomunikasi Indonesia. Variabel dalam penelitian ini adalah kinerja keuangan, dengan populasi seluruh data laporan keuangan sedangkan sampelnya yaitu laporan neraca dan laba rugi selama periode 2018 – 2020. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik dokumentasi yangdigunakan adalah analisis rasio berdasarkan kinerja keuangan yang meliputi rasio Likuiditas, (Current Ratio, Quick Ratio, Cash Ratio), Rasio Solvabilitas, (Total Asset to Debt), Rasio Rentabilitas dan Rasio Aktiva. Berdasarkan hasil penelitian kinerja keuangan pada PT. Telekomunikasi indonesia, Tbk. Selama periode 2018 – 2020 dari sisi Likuiditas yaitu Curent Ratio berada dalam kinerja yang sangat baik karena proporsi Hutang Lancarnya lebih besar dibandingkan dengan proporsi kenaikan Aktiva lancar, selanjutnya Quick Ratio berada dalam kriteria buruk karena proporsi kenaikan Aktiva Lancar tanpa menghitung sediaan masih lebih besar dibandingkan dengan proporsi Hutang Lancar, sedangkan Cash Ratio juga berada dalam kriteria yang buruk karena proporsi nominal kas ditambah bank relatif kecil untuk membayar hutang yang jatuh tempoh. Kinerja keuangan dari sisi solvabilitas yaitu total Asset to Debt Ratio berada dalam kondisi yang baik karena total aktiva mampu menjamin hutang jangka pendek maupun jangka panjang, sedangkan Total Equity to Debt Ratio berada dalam kondisi buruk karena modal sendiri tidak mampu menjamin hutang jangka panjang dan jangka pendek. Kinerja keuang dari sisi Rentabilitas yaitu Return On Investment berada dalam kondisi yang sangat baik karena total aktiva mampu digunakan dengan baik sehingga dapat menghasilkan laba. Sedangkan, Return On Equity berada dalam kriteria yang sangat baik karena dapat menghasilkan keuntungan dengan menggunakan modal sendiri. Secara keseluruhan kinerja keuangan PT. Telekomunikasiindonesia, Tbk. Untuk jangka pendek belum optimal disebabkan banyaknya dana yang menganggur sedangkan pengelolaan dana untuk jangka panjang sudah teroptimalkan dengan baik.