Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

DARNIYATI AMTIRAN

2 karya publik ditemukan.

2021: 2

Identitas Sosial Gereja Studi Teologi Perjanjian Baru terhadap Identitas Sosial Gereja Menurut Kitab Kisah Para Rasul dan Implikasinya bagi GMIT

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

Gereja hadir di tengah dunia sebagai perpanjangan tangan Allah. Tentu ada tugas-tugas pelayanan yang gereja harus lakukan sebagai bentuk tanggung jawab kepada Allah. Salah satunya adalah memperhatikan semua orang yang membutuhkan, menolong mereka dengan cara-cara atau aksi-aksi gereja dalam mengatasi mesalah kehidupan semua orang tanpa terkecuali. gereja hadir dengan ciri atau identitas tersendiri yang berbeda dari dunia, dan itu terpola dari kehidupan gereja mula-mula yang dapat kita lihat dari cara menjalani kehidupan dalam Kitab Kisah Para Rasul. Gereja mula-mula hadir dengan identitas atau ciri yang membedakan mereka dengan kelompok lain. Identitas itu seperti adanya prinsip “kepunyaan bersama”, segala milikku adalah milikmu, mereka hidup dengan saling melayani, dan tidak mengabaikan orang lain dalam pelayanan, mereka menjalani kehidupan dengan saling memperhatikan kesusahan orang lain, lalu mereka memberikan sumbangan dalam arti ada aksi yang mereka lakukan untuk menolong sesama mereka yaitu orang-orang yang membutuhkan, serta kehidupan yang mereka jalani penuh dengan rasa hormat tanpa memandang adanya perbedaan suku agama dan ras. Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) hadir sebagai suatu organisasi tidak terlepas dari permasalahan ekonomi, bencana, konflik, baik itu dari jemaat GMIT sendiri atau dari saudara-saudara yang bukan seiman. Salah satu masalah yang penulis kaji dalam tulisan ini adalah identitas sosial gereja (GMIT). Dalam aksi-aksi sosial yang GMIT lakukan untuk menanggapi masalah sosial masyarakat secara umum, apa ciri atau identitas gereja yang membedakan pelayanannya dengan agama lain, dengan kelompok lain, atau denominasi lain. Tentu keterlibatan sosial gereja utamanya harus didasarkan pada nilai teologis. Oleh karena itu dengan mendalami Kitab Kisah Para Rasul terutama melihat pada kehidupan sosial gereja mula-mula, penulis berupaya mencari dan menemukan sumbangsi Identitas sosial jemaat GMIT. Untuk mencapai maksud tersebut, penulis menggunakan metode penulisan deskriptif analisis, reflektif, agar memperoleh kerygma sesuai Kitab Kisah Para Rasul dan menggunakan metode studi pustaka sehingga, kerygma Kitab Kisah Para Rasul dapat diterapkan pada konteks GMIT masa kini.

Identitas Sosial Gereja Studi Teologi Perjanjian Baru terhadap Identitas Sosial Gereja Menurut Kitab Kisah Para Rasul dan Implikasinya bagi GMIT

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Gereja hadir di tengah dunia sebagai perpanjangan tangan Allah. Tentu ada tugas-tugas pelayanan yang gereja harus lakukan sebagai bentuk tanggung jawab kepada Allah. Salah satunya adalah memperhatikan semua orang yang membutuhkan, menolong mereka dengan cara-cara atau aksi-aksi gereja dalam mengatasi mesalah kehidupan semua orang tanpa terkecuali. gereja hadir dengan ciri atau identitas tersendiri yang berbeda dari dunia, dan itu terpola dari kehidupan gereja mula-mula yang dapat kita lihat dari cara menjalani kehidupan dalam Kitab Kisah Para Rasul. Gereja mula-mula hadir dengan identitas atau ciri yang membedakan mereka dengan kelompok lain. Identitas itu seperti adanya prinsip “kepunyaan bersama”, segala milikku adalah milikmu, mereka hidup dengan saling melayani, dan tidak mengabaikan orang lain dalam pelayanan, mereka menjalani kehidupan dengan saling memperhatikan kesusahan orang lain, lalu mereka memberikan sumbangan dalam arti ada aksi yang mereka lakukan untuk menolong sesama mereka yaitu orang-orang yang membutuhkan, serta kehidupan yang mereka jalani penuh dengan rasa hormat tanpa memandang adanya perbedaan suku agama dan ras. Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) hadir sebagai suatu organisasi tidak terlepas dari permasalahan ekonomi, bencana, konflik, baik itu dari jemaat GMIT sendiri atau dari saudara-saudara yang bukan seiman. Salah satu masalah yang penulis kaji dalam tulisan ini adalah identitas sosial gereja (GMIT). Dalam aksi-aksi sosial yang GMIT lakukan untuk menanggapi masalah sosial masyarakat secara umum, apa ciri atau identitas gereja yang membedakan pelayanannya dengan agama lain, dengan kelompok lain, atau denominasi lain. Tentu keterlibatan sosial gereja utamanya harus didasarkan pada nilai teologis. Oleh karena itu dengan mendalami Kitab Kisah Para Rasul terutama melihat pada kehidupan sosial gereja mula-mula, penulis berupaya mencari dan menemukan sumbangsi Identitas sosial jemaat GMIT. Untuk mencapai maksud tersebut, penulis menggunakan metode penulisan deskriptif analisis, reflektif, agar memperoleh kerygma sesuai Kitab Kisah Para Rasul dan menggunakan metode studi pustaka sehingga, kerygma Kitab Kisah Para Rasul dapat diterapkan pada konteks GMIT masa kini.